KESMAS
Not a member yet
1003 research outputs found
Sort by
Gambaran Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tobelo
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan upaya dalam meminimalisir terjadinya kecelakaan dan penyakit yang berhubungan dengan tempat kerja, yang pada dasarnya berkaitan dengan keselamatan. Sebagai bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan, sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja atau biasa disingkat SMK3 mengendalikan bahaya yang terkait dengan aktivitas kerja untuk mewujudkan tempat kerja yang kondusif, efektif, dan produktif. Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian ini. Penelitian dilakukan di PLN UP3 Tobelo. Variabel penelitian adalah SMK3 yang terdiri dari 5 elemen untuk penilaian penerapan 166 kriteria. Berdasarkan hasil penelitian, implementasi sistem manajemen keselamatan SMK3 di PLN UP3 Tobelo sudah memenuhi unsur K3. Laporan audit SMK3 tahun 2023 mengevaluasi penerapan sistem terhadap 166 kriteria dan tergolong memuaskan. Pembuatan kebijakan ini merupakan wujud komitmen manajer dan pegawai untuk menerapkan SMK3, yang diperkuat dengan tersedianya dokumen prosedur kerja dan manual, perencanaan K3, dan program K3 untuk meniadakan kecelakaan kerja, serta pemantauan, evaluasi, dan peninjauan untuk meningkatkan SMK3. Manager dan Pejabat K3 harus terus mengawal dan memberikan pelatihan K3 kepada pegawai dalam upaya meningkatkan kinerja SMK3
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Merokok pada Remaja di Desa Noongan Kecamatan Langowan Barat Kabupaten Minahasa
Tindakan merokok merupakan tindakan yang sangat berbahaya bagi kesehatan.Observasi awal yang telah dilakukan peneliti didapatkan bahwa sebagian besar remaja di Desa Noongan, Kecamatan Langowan Barat merokok.Ada remaja yang setiap harinya merokok dan ada remaja yang kadang-kadang merokok alasannya karena ikut-ikut teman dan ada juga karena keinginan diri sendiri.Setiap harinya remaja bisa mehabiskan >1 batang rokok. Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan tindakan merokok pada remaja di Desa Noongan Kecamatan Langowan BaratKabupaten Minahasa.Metode penelitian ini adalah penelitiannobservasionalaanalitik denganndesain cross sectionalsstudy. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja yang berusia 15-21 tahun di Desa Noongan Kecamatan Langowan Barat Kabupaten Minahasa berjumlah 149 remaja dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 remaja dengan kriteria inklusi remja yang merokok. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai pengetahuan, sikap, media iklan dan Tindakan merokok. Analisi data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkatssignifikan α 0,05 dan derajat kepercayaan sebesar 95%.Hasil Penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan dari masing-masing variabel yaitu pengetahuan, sikap dan media iklan dengan tindakan merokok.Kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap dan media iklan dengan tindakan merokok pada remaja di Desa Noongan Kecamatan Langowan Barat
Hubungan Antara Mutu Jasa Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan
Pelayanan kesehatan di Indonesia merupakan satu dari sekian komponen dalam sistemkesehatan yang melakukan sentuhan langsung kepada masyarakat. Mutu jasa pelayanan kesehatan begitu penting karena mempermudah masyarakat melaksanakan pemeriksaan kesehatan. Kepuasan pasien juga dapat diperoleh dari kualitas jasa pelayanan kesehatan yangditerima dari puskesmas. Mutu jasa pelayanan yang diberikan kepada penerima jasa pelayanan dapat berpengaruh pada kepuasan mereka terhadap jasa pelayanan kesehatan yangdiberikan oleh penyedia jasa. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui hubungan setiap dimensi mutu jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kuantitatif dengan survey analitik dan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampeldalam penelitian ini adalah 95 pasien rawat jalan di Puskesmas Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan. Sesuai dengan hasil statistik uji Fisher’s Exact, terdapat hubungan yang antara mutu jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan. Saran yang dapat diberikan adalah alokasi tenaga kesehatan yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab seperti kuantitas tenaga kesehatan yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab serta perlunya Puskesmas Modoinding melakukan survei kepuasan pasien secara berkala untuk mengevaluasi mutu jasa pelayanan di Puskesmas Modoinding
Analisis Pengelolaan Limbah Kendaraan Bermotor yang Ada di Jalan Raya Kakas Langowan Kabupaten Minahasa
Kegiatan usaha bengkel dapat berpotensi mengakibatkan masalah lingkungan berupa pencemaran lingkungan serta gangguan kesehatan. Banyaknya limbah yang dihasilkan dengan kandungan bahan berbahaya dan beracun serta karakteristik yang berbahaya perlu dilakukan pengelolaan limbah diantaranya pemilahan, pewadahan, pengangkutan, sampai pada pembuangan limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan limbah bengkel kendaraan bermotor di jalan raya Kakas Langowan Kabupaten Minahasa dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jumlah informan 5 orang pemilik bengkel. Pemeriksaan keabsaan data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pemilahan limbah hanya langsung dipilah tanpa melihat karakteristik bahaya limbah, tidak memperhatikan jenis bahan sebagai tempat pewadahan limbah, tidak dilakukannya pengangkutan limbah dengan benar, serta pembuangan limbah yang dilakukan hanya langsung diberikan kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan limbah untuk digunakan kembali dan kepada pihak pembeli. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa dari kelima bengkel belum melakukan pengelolaan limbah sesuai dengan sistem pengelolaan limbah bengkel. Saran untuk pihak bengkel sebaiknya pengelolaan limbah dilakukan sesuai dengan syarat pengelolaan limbah bengkel diantaranya pemilahan, pewadahan, pengangkutan serta pembuangan limbah
Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Cuci Tangan pada Peserta Didik SD Negeri Powalutan Kabupaten Minahasa Selatan
Perilaku keesehatan yang mudah untuk dilakukan adalah cuci tangan pakai sabun, ini dapat diajari sedini mungkin pada anak-anak.Untuk mewujudkan terbentuknya perilaku sehat ini maka dibutuhkan faktor mendasar dalam mendorong peserta didik melakukan tindakan ini seperti pengetahuan dan sikap dari peserta didik tentang cuci tangan pakai sabun.Sekolah adalah tempat anak untuk beraktivitas belajar dan bermain, sehingga anak mudah untuk tertular penyakit jika tangan mereka kotor.Beberapa penyakit infeksi dapat menyerang anak melalui tangan apabila mereka tidak mencuci tangan pakai sabun Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan cuci tangan pada peserta didik di SD Negeri Powalutan Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan. Desain penelitian menggunakan studi potong lintang.Penelitian berlokasi di SD Negeri Powalutan.Populasi yang juga menjadi sampel penelitian yaitu peserta didik kelas IV, V, VI berjumlah 51 peserta didik. Penelitian dilakukan di bulan Mei 2021 sampai Maret 2022.Hasil analisis menunjukkan 56,9% pengetahuan peserta didik ada pada kategori kurang baik, sikap 56,9% berada pada kategori baik, dan tindakan 54,9% berada pada kateogri baik. Analisis dua variabel ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tindakan cuci tangan pakai sabun dengan nilai ρ value = 0,026 dan sikap dengan tindakan cuci tangan pakai sabun dengan nilai ρ value = 0,001. Dapat disimpulkan ada hubungan signifiikan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan cuci tangan pada peserta didik di SD Powalutan, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Bahaya Minuman Keras pada Pemuda Jemaat GMIM Mapakamang Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara
Minuman keras merupakan minuman alkohol yang juga terdapat kandungan etanol, yang bisa menghikangkan kesadaran orang. Untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya dari minuman ini, maka harus melakukan satu usaha guna menyadarkan akan bahaya minuman ini. Pengetahuan seseorang akan meningkat dengan dilakukannya suatu kegiatan penyebaran pesan seperti penyuluhan. Penyuluhan kesehatan dilakukan untuk menyadarkan mereka dan memberikan pemahaman akan pentingnya menjagakesehatan Tujuan penelitian ini memperjelas pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya miras di komunitas GMIM Mapakamanratahan Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif quasi eksperimen one group pre-test dan post-test. Survei dilakukan pada Juni 2022 di kalangan pemuda komunitas GMIM Mapakaman Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara. Berdasarkan survei yang dilakukan, hasil uji pengetahuan pre-test menunjukkan mean = 0,27dan post-test menunjukkan mean = 1.000 dan perbedaan mean 0,73 dan nilai ρ-value = 0,000 (0,000 < 0,05). Kesimpulan ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan tentang bahaya minuman keras pada pemuda jemaat GMIM Mapakamang Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara
Hubungan Antara Stress Kerja dan Perasaan Kelelahan Kerja dengan Produktifitas Kerja pada Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Talaud
Stres dan kelelahan yang berlangsung secara berkepanjangan akan mengganggu efektivitas kerja dan menurunkan produktivitas kerja. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan pada beberapa perawat di ruang rawat inap RSUD Talaud, terdapat keluhan stres dan kelelahan kerja pada perawat. Banyak pasien yang dirawat akibat pandemi menyebabkan beban kerja meningkat.Tuntutan pekerjaan yang banyak mempengaruhi produktivitas kerja perawat. Penelitianiini menggunakanimetode surveiianalitik denganirancanganistudiipotongilintang (cross sectional study). Populasi dari penelitian ini sebanyak 115 orang perawat. Jumlah sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus slovin yaitu 53 orang perawat. Analisis hubungan menggunakan uji spearman rank.Hasil uji antara stress kerja dengan produktivitas kerja diketahui nilai p sebesar 0,039 dengan nilair sebesar -0,284. Hasil uji antara kelelahan kerja dengan produktivitas kerja diketahui nilai p sebesar 0,001 dengannilai r sebesar -0,431. Dengan demikian, terdapathubungan dengan kekuatan korelasi lemah antara stres kerja dengan produktivitas kerja pada perawat di RSUD Talaud yaitu semakin tinggi stres kerja maka semakin berkurang produktivitas kerja. Terdapat hubungan dengan kekuatan korelasi sedang antara kelelahan kerja dengan produktivitas kerjapada perawat di RSUD Talaud yaitu semakin tinggi kelelahan kerja maka semakin brkurang produktivitas kerja. 
Gambaran Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Posyandu Desa Pontak Satu
Pelayanan kesehatan ibu dan anak tidak terlepas dari kontribusi aktif ibu dan anak di Desa Pontak Satu dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan di posyandu yang meliputi Pelayanan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi dan anak balita serta dukungan keluarga yang berperan penting pada ibu dan anak untuk memanfaatkan pelayanan posyandu. Pelayanan Kesehatan ibu dan anak dilaksanakan dalam menekan angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI). Riset ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelayanan kesehatan ibu dan anak di posyandu Desa Pontak Satu. Jenis penelitian yang dipakai merupakan penelitian deskriptif dan memakai metode survei. Sampel pada penelitian ini yaitu total sampel yaitu sebanyak ibu yang memiliki balita di Desa Pontak Satu. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak. Analisis data yang dipakai dalam penelitian ini merupakan analisis univariat. Karakteristik mayoritas responden dalam penelitian ini rentang usia 15-25 tahun sebanyak 26 responden (47,2%), mayoritas tingkat pendidikan tamatSMAyaitu sebanyak 39 jiwa (70,9%), mayoritas pekerjaan sebagai ibu rumah tangga yaitu sebanyak 48 jiwa (87,2%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan ibu dan anak di posyandu desa pontak satu sudah baik
Hubungan Antara Kebiasaan Bermain Game Online dan Dukungan Keluarga dengan Motivasi Belajar pada Siswa di SMP Negeri 1 Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan
WHO menyebutkan bahwa gaming disorder dikelompokkan yang kedalam ICD-11 atau (International Classification of Diseases). Tidak hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga berdampk pada motivasi belajar. Remaja yang telah kecanduan dengan permainanini akan cenderung menghabiskan waktunya dengan bermain game online dibanding belajar. Dalam mengatasi remaja yang mempunyai motivasi belajar yangkurangbisa dimulai melalui lingkup keluarga karena keluarga merupakan sosok yang paling penting untuk kehidupan setiap anak. Penelitianini bertujuanuntuk mengetahui apakah ada hubungan antara kebiasaan bermain game online dan dukungan keluarga dengan motivasi belajar pada siswa di SMP Negeri 1 Tumpaan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 178 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan agustus 2021-april 2022dan berlokasi di SMPNegeri 1 Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan.Pengambilan data menggunakkan kuesioner yang dibagikan langsung oleh peneliti. Penelitian ini menggunakkan analisis univariat dananalisis bivariat. Pengolahan data menggunakkan uji chisquare test. Temuan: 1) Ada hubungan antara kebiasaan bermain game online dengan motivasi belajar pada siswa di SMP Negeri 1 Tumpaan, dengan p-value yang didapatkan adalah 0,003. 2) Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan motivasi belajar pada siswa di SMP Negeri 1 Tumpaan, dengan p-value yang didapatkan adalah 0,000
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENCAHAYAAN DENGAN KELUHAN MATA PADA PEKERJA ADMINISTRASI DI PT ANGKASA PURA I BANDAR UDARA INTERNASIONAL SAM RATULANGI MANADO
Pencahayaan adalah suatu faktor pendukung bagi seseorang ketika melakukan aktivitas dan pekerjaan di dalam ruangan. Pemberian pencahayaan yang tepat, dapat membuat pengguna beraktivitas dengan nyaman sehingga memberikan produktivitas kerja yang baik. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui adanya hubungan antara intensitas pencahayaan dengan keluhan mata pada pekerja Administrasi di PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado. Jenis penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian survei analitik berdasarkan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 58 pekerja administrasi melalui total sampling sebagai sampel. Instrumen penelitian ini memakai kuesioner serta alat ukur pencahayaan berupa Lux Meter. hasil penelitian diperoleh 45 (80,8%) pekerja mengalami keluhan mata dan 13 (19,2%) pekerja lainnya tidak mengalami keluhan mata. Hasil dari uji statistik korelasi disebabkan adanya nilai expected count < 5, sehingga tidak layak melaksanakan uji Chi Square serta digunakan pengujian alternatif berupa uji Fisher Exact Test. Menurut uji Fisher Exact Test terhadap hubungan intensitas pencahayaan dengan keluhan mata didapatkan hasil p = 1,000 > 0,05. Kesimpulan penelitian ini yakni tidak adanya hubungan antara intensitas pencahayaan dengan keluhan mata pekerja administrasi di PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado. Saran sebaiknya memperbaiki penggunaan pencahayaan alami dan juga pencahayaan buatan pada setiap ruangan agar tercapai standar yang berlaku