1026 research outputs found

    EVALUASI KETERSEDIAAN OBAT ESENSIAL DI PUSKESMAS TUMARATAS KECAMATAN LANGOWAN BARAT KABUPATEN MINAHASA

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketersediaan obat esensial di Puskesmas Tumarata Kecamatan Langowan Barat Kabupaten Minahasa. Penelitian dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2022, menggunakan metode observasional kuantitatif dengan desain cross sectional. Data diperoleh dari laporan penggunaan obat dan formulir permintaan obat (LPLPO) di puskesmas tahun 2021. Populasinya adalah semua dokumen LPLPO di puskesmas, dan sampelnya adalah 40 obat essensial yang harus tersedia di Tumaratas. Pusat kesehatan. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel, dan ketersediaan obat dihitung dalam persentase dan dibandingkan dengan standar pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan obat esensial masih di bawah standar yang ditetapkan pemerintah. Akibat dari kurangnya ketersediaan obat, tentunya hal ini dapat mempengaruhi kualitas pelayanan kefarmasian yang diberikan kepada masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan perlunya Puskesmas meningkatkan ketersediaan obat esensial dan penambahan tenaga kefarmasian di puskesmas untuk menjamin efektivitas dan meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di puskesmas. Kata Kunci : Puskesmas, Ketersediaan obat, esensia

    ANALISIS KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RUJUK BALIK GERIATRI DI APOTEK KIMIA FARMA 285 BANDAR LAMPUNG

    Full text link
    Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik >140 mmHg & tekanan darah diastolik >90 mmHg pada 2 kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat/ tenang. Penelitian ini bertujuan agar pasien PRB geriatri di Apotek Kimia Farma 285 Bandar Lampung meningkatkan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi sehingga mengurangi risiko komplikasi. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik. Pengumpulan data dilakukan dengan desain penelitian campuran dimana terdapat gabungan antara retrospektif yaitu data informasi pasien dibulan September-Desember 2022 dan prospektif dengan memberikan kuesioner MMAS-8 pada pasien dibulan Februari 2023 sebanyak 136 pasien. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil tingkat kepatuhan tinggi 34 pasien (25%), sedang 61 pasien (44,85%), dan rendah 41 pasien (30,15%). Berdasarkan uji Chi-Square tingkat pendidikan berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi di Apotek Kimia Farma 285 Bandar Lampung dengan nilai P-value  <0,05. Dapat disimpulkan bahwa pasien geriatri hipertensi di Apotek Kimia Farma 285 Bandar Lampung patuh terhadap  penggunaan obat

    POTENSI EKSTRAK SPONS Aaptos aaptos DARI PERAIRAN POOPOH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI

    Full text link
    Spons Aaptos aaptos adalah salah satu keindahan biota laut yang mampu menghasilkan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur aktivitas ekstrak spons Aaptos aaptos terhadap pertumbuhan bakteri Gram-positif Staphylococcus aureus dan Gram-negatif Pseudomonas aeruginosa dari perairan Poopoh Kecamatan Tombariri. Sampel di ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 95% Selanjutnya dilakukan Uji aktivitas menggunakan metode disk diffusion Kirby and Bauer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran rata-rata diameter zona hambat dari spons Aaptos aaptos memiliki aktivitas antibakteri dari hasil ekstrak yang dihasilkan. Aktivitas antibakteri yang terdapat pada ekstrak metanol menghasilkan daya hambat sebesar 8,00 mm menghambat Staphylococcus aureus dan 7,00 mm daya hambat yang menghambat bakteri Pseudomonas Aeruginosa. Aktivitas antibakteri yang signifikan menunjukkan bahwa spons Aaptos aaptos memiliki peran sebagai antibakteri.

    FORMULASI SEDIAAN KRIM DENGAN EKSTRAK ETANOL DAUN GEDI HIJAU (Abelmoschus manihot L.) TERHADAP Propionibacterium acnes

    Full text link
    Daun Gedi Hijau (Abelmoschus manihot L.) memiliki potensi sebagai senyawa aktif dalam sediaan. Daun gedi hijau mengandung flavonoid, saponin, kuinon, dan tanin yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan krim dengan kandungan ekstrak etanol daun gedi dengan konsentrasi 15% serta menguji efektivitasnya terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini dilakukan dengan eksperimental laboratorium. Uji mutu sediaan krim dilakukan dengan Uji Organoleptis, Homogenitas, Daya Sebar, Daya Lekat, pH, dan Uji Sentrifugasi. Hasil penelitian yang dilakukan Uji mutu sediaan krim menunjukkan sediaan krim yang dibuat memenuhi persyaratan sediaan krim yang baik yakni memiliki penampilan visual yang baik, homogen, pH (6,3 ± 0,115) yang tidak menyebabkan iritasi maupun kulit bersisik, daya sebar 5,233 ± 0,153 cm, daya lekat 6,160 ± 0,447, dan tidak terjadi pemisahan fase pada uji sentrifugasi. Uji efektivitas terhadap Propionibacterium acnes menunjukkan hasil daya hambat sedang dengan diameter hambat 8,33 ± 1,527

    UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BATANG LENGKUAS PUTIH (Alpinia galanga) DENGAN METODE ABTS

    Full text link
    Lengkuas biasa digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol dari batang lengkuas (Alpinia galanga). Batang lengkuas diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 95%. Skrining fitokimia yang dilakukan meliputi uji flavonoid, triterpenoid, saponin, polifenol secara kualitatif dengan metode uji warna. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS (2,2-Azinobis(3-ethylbenzothiazoline)-6-sulfonic acid) dan vitamin C sebagai pembanding, serapan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 750 nm. Hasil Skrining fitokimia pada ekstrak etanol batang lengkuas (Alpinia galanga) menunjukkan hasil positif terhadap flavonoid, triterpenoid dan polifenol, sementara saponin menunjukkan hasil negatif. Aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan persamaan garis regresi y = 3,293x + 40.606, diperoleh IC₅₀ 1,675 ppm dan pembanding vitamin C diperoleh IC₅₀ 2,0405 ppm. Dari hasil tersebut diketahui ekstrak etanol batang lengkuas (Alpinia galanga) dan pembanding vitamin C menunjukkan keduanya memiliki aktivitas antioksidan yang termasuk dalam kategori sangat kuat. Kata kunci : Antioksidan, ABTS, Alpinia galanga

    Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Spons Lamellodysidea herbacea yang Diperoleh dari Pantai Selatan Kabupaten Minahasa

    Full text link
    Spons merupakan salah satu organisme laut yang mempunyai potensi untuk menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang mempunyai banyak manfaat. Salah satu fungsi dari metabolit sekunder adalah sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat proses oksidasi yang diakibatkan oleh radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari spons Lamellodysidea herbacea yang diperoleh dari Pantai Selatan Kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium dengan metode ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol 95%. Pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH (1.1-difenil-2-pikrihidrazil) dengan 4 seri konsentrasi sampel (25, 50, 75, 100 ppm) yang diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan nilai absorbansi diukur pada panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai persen inhibisi yang didapat pada konsentrasi 25, 50, 75, 100 ppm secara berturut-turut adalah 40,068%, 51,446%, 65,25%, 70,369%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak spons Lamellodysidea herbacea mempunyai aktivitas antioksidan pada konsentrasi 50, 75, dan 100 ppm

    FORMULATION AND ANTIBACTERIAL ACTIVITY TEST OF TOOTHPASTE ETHYL ASETATE FRACTION OF LEILEM LEAVES (Clerodendrum minahassae L.) AGAINTS Streptococcus mutans

    Full text link
    Leilem leaves (Clerodendrum minahassae L.) is one type of plant that can be used as an antibacterial because it contains active chemical compounds such as phenols, flavonoids, alkaloids, steroids, and terpenoids. This study aimed to formulate the ethyl acetate fraction of leilem leaves toothpaste that is physically good and to obtain the optimum toothpaste inhibition with dosage concentrations of 7.5%, 10%, and 12.5% against the growth of Streptococcus mutans bacteria. This research uses laboratory experimental method. The results showed that the ethyl acetate fraction toothpaste preparation filled the physical evaluation requirements, that is organoleptic, homogeneity, spreadability, adhesion and pH. The antibacterial activity testing of the leilem leaves fraction toothpaste showed that the average diameter for F1 was 9.75 mm, F2 was 11.75 mm, and F3 was 13.08 mm. Based on the results of the study, it can be concluded that all formulations of the ethyl acetate fraction of leilem leaves provide antibacterial activity and filled the requirements of the physical test of the preparation and the greatest antibacterial activity is at F3 of 13.08 mm with a dosage concentration of 12.5%

    GAMBARAN PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT X DI KABUPATEN MINAHASA

    Full text link
    ABSTRACTOne aspect of hospital clinical pharmacy services is Drug Information Service which is an activity of providing drug information with the aim of supporting rational drug use. The purpose of this study was to find out the implementation of drug information services provided by pharmacy officers at the time of drug delivery to outpatients at the Pharmacy Installation of X Hospitals in Minahasa district. This study used descriptive research methods with a sample of 100 patients. Data collection is done by interview and direct observation using a check list sheet. The results showed the percentage of components that were delivered at the time of delivering drug information, including the name of the drug was 92%, dose 94%, efficacy 76%, dosage type 9%, rule of use 22%, how to use the drug 11%, time of use 86%, side effects 10% and how to save 0%. These results indicate that the drug information submitted by pharmaceutical officers was incomplete, and it was concluded the description of the implementation of drug information services at pharmacy installations of X Hospital was categorized as bad with a percentage value of 44.44%. Keywords: PIO, Pharmacy Installation, Outpatient.   ABSTRAKSalah satu aspek dari pelayanan farmasi klinik rumah sakit ialah Pelayanan Informasi Obat yaitu kegiatan pemberian informasi obat dengan tujuan menunjang penggunaan obat rasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan informasi obat yang diberikan petugas kefarmasian saat penyerahan obat terhadap pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RS X Kabupaten Minahasa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 100 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi langsung menggunakan lembar check list. Hasil penelitian menunjukkan persentase komponen yang disampaikan pada saat melakukan penyampaian informasi obat antara lain nama obat sebesar 92%, dosis 94%, khasiat 76%, jenis sediaan 9%, aturan pakai 22%, cara penggunaan 11%, waktu penggunaan 86%, efek samping 10% dan cara simpan 0%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa informasi obat yang disampaikan petugas kefarmasian belum lengkap, dan disimpulkan gambaran pelaksanaan pelayanan informasi obat di instalasi farmasi RS X dikategorikan buruk dengan nilai persentase 44,44%. Kata kunci: PIO, Instalasi Farmasi, Pasien Rawat Jalan

    TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN ALTERNATIF, TINUTUAN INSTAN SOLUSI STUNTING DAN PEMASTIAN MUTU KADAR GIZINYA

    Full text link
    ABSTRACTTinutuan or Manado porridge is a typical food from Manado, North Sulawesi made from various kinds of vegetables. Generally, Manado tinutuan or porridge is served immediately after cooking, but in this study it was made in an instant form so that it was easy and practical. The purpose of the study was to find out how to make instant tinutuan and analyze the nutritional levels contained in instant tinutuan in an effort to overcome the problem of stunting. The method of making instant tinutuan using the extraction method. In this study, carbohydrates, fats, and proteins were tested. The results showed that tinutuan contained carbohydrates, fat, and protein with samples of rice, garlic, spinach, basil, onion, pumpkin, cassava, and corn. Carbohydrate test results obtained per 100 grams, 0.570; 0.828; 0.160; 0.779; 0.800; 4,335; 0.524; 5,253. Fat test results obtained per 100 grams of sample, 27.7%; 5.6%; 5.8%; 21.4%; 4.9%; 3.8%; 7.4%; 17.6%. The results of protein testing of samples obtained per gram of sample, 4.3%; 3.8%; 47.1%; 10%; 7.4%; 17.1%; 7%; 8.5%. Based on the results of the study, tinutuan contains high levels of nutrients (carbohydrates, fat, and protein) and can be recommended to overcome the problem of stunting. Keywords: Instant Tinutuan, Stunting, Nutritional Levels ABSTRAKTinutuan atau bubur Manado adalah makanan khas Manado, Sulawesi Utara yang terbuat dari berbagai macam sayuran. Umumnya tinutuan atau bubur Manado langsung disajikan setelah dimasak, tetapi pada penelitian ini dibuat dalam bentuk instan sehingga mudah dan praktis. Tujuan penelitian ialah mengetahui cara pembuatan tinutuan instan dan menganalisis kadar gizi yang terkandung dalam tinutuan instan sebagai upaya dalam mengatasi masalah stunting. Metode pembuatan tinutuan instan menggunakan metode ekstraksi. Pada penelitian ini dilakukan pengujian karbohidrat, lemak, dan protein. Hasil penelitian menunujukkan bahwa tinutuan mengandung karbohidrat, lemak, dan protein dengan sampel beras, bawang putih, bayam, kemangi, bawang merah, labu, singkong, dan jagung. Hasil pengujian karbohidrat yang didapat per 100 gram, 0,570; 0,828; 0,160; 0,779; 0,800; 4,335; 0,524; 5,253. Hasil pengujian lemak yang didapat per 100 gram sampel, 27,7%; 5,6%; 5,8%; 21,4%; 4,9%; 3,8%; 7,4%; 17,6%. Hasil pengujian protein sampel yang didapat per gram sampel, 4,3%; 3,8%; 47,1%; 10%; 7,4%; 17,1%; 7%; 8,5%. Berdasarkan hasil penelitian, tinutuan mengandung kadar gizi (karbohidrat, lemak, dan protein) dan dapat disarankan untuk mengatasi masalah stunting. Kata Kunci: Tinutuan Instan, Stunting, Kadar Giz

    PENGARUH PERENDAMAN TERHADAP KADAR KAFEIN PADA BIJI KOPI DI KOTA SURAKARTA SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

    Full text link
    ABSTRACTCoffee is a type of plantation plant that has been cultivated for a long time and has a fairly high economic value. This study aims to determine the effect of soaking time on caffeine levels in Robusta and Arabica coffee beans using the maceration method. The coffee beans were ground, then the powder was sieved and extracted using 70% alcohol using the 3, 5 and 7 day maceration immersion method. The extract obtained was extracted with chloroform and determined using UV-Vis Spectrophotometry. The results showed that the caffeine content of Robusta coffee for 3, 5 and 7 days was 4.82±0.04; 5.59±0.04 and 6.55±0.06. Arabica type caffeine content obtained 3.83±0.02; 5.04±0.02; and 6.45±0.03. It was concluded that there were differences in the levels of caffeine contained in Robusta and Arabica coffee beans by varying the duration of immersion for 3 days, 5 days, 7 days, but for both Robusta and Arabica coffee types, there was no difference in the extracted caffeine content. Keywords: Caffeine, Robusta, Arabica, Spectrophotometry UV-Vis  ABSTRAKKopi merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang sudah lama dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman terhadap kadar kafein dalam biji kopi Robusta dan Arabika dengan menggunakan metode maserasi. Biji kopi dihaluskan kemudian serbuk diayak dan diesktraksi menggunakan alkohol 70 % dengan menggunakan metode maserasi perendaman 3, 5 dan 7 hari. Ekstrak didapat diekstraksi dengan dengan kloroform dan ditetapkan kadarnya menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan kadar kafein kopi jenis Robusta untuk 3, 5 dan 7 hari diperoleh 4,82±0,04; 5,59±0,04 dan 6,55±0,06. kadar kafein jenis Arabika diperoleh 3,83±0,02; 5,04±0,02; dan 6,45±0,03. Disimpulkan bahwa adanya perbedaan kadar kafein yang terkandung pada biji kopi robusta dan arabica dengan divariasikan lamanya perendaman 3 hari, 5 hari, 7 hari, tetapi untuk jenis kopi baik Robusta dan Arabika tidak terdapat perbedaan kadar kafein yang terekstraksi. Kata kunci: Kafein, Robusta, Arabica, Spektrofotometri UV-Vi

    978

    full texts

    1,026

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PHARMACON
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇