1026 research outputs found

    EVALUASI PELAYANAN INFORMASI OBAT PADA PASIEN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG KOTA SEMARANG JAWA TENGAH

    Full text link
    ABSTRACT Drug information services are activities carried out by pharmacists in providing information about drugs that are impartial, evaluated critically and with the best evidence in all aspects of drug uses in other health professionals, patients or the community. The purposed of this study was to determine drug information services to patients in the pharmaceutical installation of Sultan Agung Islamic Hospital Semarang. This study is a descriptive study by observing how the delivery of drug information to patients with a cross-sectional design by systematically recording using a checklist that contains components of drug information with 13 pharmacists on duty on total. The results of this study found that 78 patients who received services obtained information on the name of the drug, patients with drug doses, the number of drugs, information on indications and time drug uses are 100%. The results of the delivery of information on certain drugs with a total of 30 patients were obtained including 30 patients (100%) of drug interactions, and 27 patients (90%) and 3 patients (10%) did not received the drug. Information services for drugs carried out by pharmacists to patients generally met the standards in the very good category. Keywords: Drug Information Services, Pharmacy Installation, Sultan Agung Islamic Hospital Semarang  ABSTRAK Pelayanan informasi obat merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Apoteker dalam pemberian informasi mengenai obat yang tidak memihak, dievaluasi dengan kritis dan dengan bukti terbaik dalam segala aspek penggunaan obat pada profesi kesehatan lain, pasien atau masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelayanan informasi obat kepada pasien di instalansi farmasi Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan mengamati bagaimana penyampaian informasi obat pada pasien dengan rancangan cross sectional dengan mencatat secara sistematis menggunakan checklist yang berisi komponen informasi obat dengan jumlah sampel 13 Apoteker yang bertugas. Hasil pada penelitian ini didapatkan 78 pasien yang memperoleh pelayanan informasi menyebutkan nama obat, dosis obat, jumlah obat yang didapat, informasi indikasi obat dan waktu penggunaan obat adalah 100%. Hasil penyampaian informasi obat – obat tertentu dengan jumlah pasien 30 pasien yang didapat meliputi Interaksi obat 30 pasien (100%), dan cara penyimpanan obat 27 pasien (90%) dan 3 pasien tidak mendapatkan (10%). Pelayanan informasi untuk obat yang dilakukan oleh Apoteker kepada pasien secara umum sudah memenuhi standar dalam kategori sangat baik. Kata Kunci: Pelayanan Informasi Obat, Instalasi Farmasi, Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semaran

    ISOLASI DAN UJI ANTIBAKTERI JAMUR ENDOFIT DARI TUMBUHAN MANGROVE Soneratia alba DI PESISIR KOTA MANADO

    Full text link
    ABSTRACTSymbiosis of endophytic fungi mutualism with plant tissue is able to produce secondary metabolite compounds similar to their host. The study aimed to isolate, characterize and test the antibacterial effectiveness of endophytic fungi isolates isolated from S. alba mangroves. Methods used include planting explants in isolation and testing antibacterial effectiveness with the modified Kirby-Bauer method. The results of the study obtained five endophytic fungi isolates isolated from mangrove S. alba with characteristics of fungi isolated macroscopic both color, shape, texture and speed of growth and microscopically with the discovery of hyphae that is blocked, branched and transparent and some isolates with spreading spores. Antibacterial testing showed all five endophytic fungi isolates positively inhibited the test bacteria. The highest Sone 3 isolate inhibited E. coli growth by 26.67 mm and the Sone 9 isolate provided the highest resistance to S. aures bacteria by 32.33 mm and against P. aeruginosa by 32.33 mm. This suggests all five fungal isolates have antibacterial compounds. Keywords: Antibacterial, Endophytic fungi, Secondary metabolite, Soneratia alba.    ABSTRAK Simbiosis mutualisme jamur endofit dengan jaringan tumbuhan mampu menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang mirip dengan inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengkarakterisasi dan menguji efektivitas antibakteri isolat jamur endofit yang diisolasi dari mangrove S. alba. Metode yang digunakan meliputi tanam eksplan dalam isolasi dan  uji efektivitas antibakteri dengan metode Kirby-Bauer yang dimodifikasi. Hasil penelitian diperoleh lima isolat jamur endofit yang diisolasi dari mangrove S. alba dengan karakteristik isolat jamur yang berbeda secara makroskopis baik warna, bentuk, tekstur serta kecepatan pertumbuhannya dan secara mikroskopis dengan ditemukannya hifa yang bersekat, bercabang dan transparan serta beberapa isolat dengan spora yang menyebar. Pengujian antibakteri menunjukkan kelima isolat jamur endofit positif menghambat bakteri uji. Isolat Sone 3 paling tinggi menghambat pertumbuhan E.coli sebesar 26,67 mm dan isolat Sone 9 memberikan hambatan tertinggi terhadap bakteri S.aures sebesar 32,33 mm dan terhadap P. aeruginosa sebesar 32,33 mm. Hal ini menunjukkan kelima isolat jamur memiliki senyawa antibakteri.Kata kunci: Antibakteri, Jamur endofit, Metabolit sekunder, Soneratia alba

    POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI DARI ORGANISME LAUT Stylissa carteriTERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphyloccus aureus DAN Escherichia coli

    Full text link
    ABSTRACTSponges are multicellular metazoan animals belonging to the phylum Porifera. Sponges have antibacterial, anticancer and anti-parasitic activity. The purpose of this study was to determine whether Stylissa carteri sponge obtained from the waters of Manado Bay have the potential of antibacterial activity against Staphyloccous aureus and Escherichia coli bacteria. The extraction method used is maceration using 95% ethanol as solvent and the fractionation method used is liquid-liquid fractionation. Testing of antibacterial activity using disk diffusion agar method (kirby-bauer). The results obtained from the antibacterial activity test against Staphylococcus aureus bacteria, the methanol fraction obtained an average yield of 10.21 mm, and the n-hexane fraction obtained an average yield of 6.93 mm. Against Escherichia coli bacteria, the methanol fraction obtained an average yield of 7.96 mm and the n-hexane fraction averaged 8.62 mm, while the ethanol extract and chloroform fraction did not shown antibacterial activity against the two test bacteria. The methanol fraction had strong inhibition against Staphylococcus aureus and moderate inhibition against Escherichia coli, while the n-hexane fraction had moderate inhibition against the two test bacteria.                                                                                               Keywords: Stylissa carteri, antibacterial, Staphylococcous aureus, Escherichia coli.  ABSTRAKSpons merupakan hewan metazoa multiseluler yang tergolong dalam filum porifera. Spons  memiliki aktivitas antibakteri, anti kanker dan anti parasit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah spons Stylissa carteri yang diperoleh dari perairan Teluk Manado memiliki potensi aktivitasi antibakteri terhadap bakteri Staphyloccous aureus dan Escherichia coli. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 95% dan metode fraksinasi yang digunakan yaitu fraksinasi cair-cair. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar (disc diffusion kirby). Hasil yang didapat dari pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphyloccous aureus, fraksi metanol mendapatkan hasil rata-rata 10,21 mm, dan pada fraksi n-hexan hasil rata-rata 6,93 mm. Pada bakteri Escherichia coli, fraksi metanol mendapatkan hasil rata-rata 7,96 mm dan pada fraksi n-hexan hasil rata-rata 8,62 mm, sedangkan ekstrak etanol dan fraksi kloroform tidak memiliki aktivitas antibakteri pada kedua bakteri uji. Fraksi metanol memiliki daya hambat kuat terhadap bakteri Staphyloccous aureus dan daya hambat sedang pada bakteri Escherichia coli, sementara fraksi n hexan memiliki daya hambat sedang terhadap kedua bakteri uji. KataKunci:Stylissa carteri, antibakteri, Staphylococcous aureus, Escherichia coliÂ

    UJI TOKSISITAS AKUT KOMBINASI EKSTRAK BAWANG DAYAK (Eleutherine americana Merr.) DAN PINANG YAKI (Areca vestiaria) TERHADAP ORGAN GINJAL TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus)

    No full text
    Bawang dayak (Eleutherine americana Merr.) dan pinang yaki (Areca vestiaria) memiliki potensi sebagai bahan obat tradisional. Namun belum diketahui efek toksik penggunaan kombinasi ekstrak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian oral kombinasi ekstrak bawang dayak dan pinang yaki terhadap organ ginjal tikus putih melalui pengujian toksisitas akut. Penelitian dilakukan menggunakan hewan percobaan tikus putih berjumlah 18 ekor, dibagi dalam dua kelompok perlakuan ekstrak bawang dayak dosis 10,8 mg dan 14,4 mg, dua kelompok perlakuan ekstrak pinang yaki dosis 10,8 mg dan 14,4 mg, satu kelompok perlakuan kombinasi ekstrak bawang dayak dan pinang yaki dosis 21,6 mg, dan satu kelompok kontrol sebagai pembanding. Perlakuan dilakukan selama 14 hari dengan pengamatan yang dilakukan berupa pengamatan makroskopis organ ginjal, pengamatan berat badan dan berat organ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna, konsistensi, dan permukaan organ pada semua perlakuan terlihat normal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara makroskopik, kombinasi ekstrak bawang dayak dan pinang yaki tidak menunjukkan kerusakan organ ginjal

    Formulation and Antibacterial Activity Test of Peel-Off Gel Mask Ethyl Acetate Fraction of Cocoa Pods (Theobroma cacao L.) against Staphylococcus aureus as Anti-Acne

    Full text link
    Cocoa pods (Theobroma cacao L.) is a part of the Cocoa plant which contains active compounds such as flavonoids, alkaloids, saponins and tannins that have the potential as antibacterial. This study aimed to formulate a peel-off gel mask preparation of the ethyl acetate fraction which is physically good and to test the inhibitory power of the peel-off gel mask with concentrations of 2, 4, 8, 10, and 12% against Staphylococcus aureus. This research used laboratory experimental method. The results showed that the peel-off gel mask filled the requirements for physical evaluation, that is organoleptic, homogeneity, pH, spreadability, adhesion and drying time. The antibacterial activity test using the well diffusion method showed that the average diameter for F1 to F5 respectively was 7,5; 8,58; 12; 12,75; and 14 mm. Based on the result of the study it can be included that the overall formulation of the peel-off gel mask filled the requirements of the parameters of the physical properties of the preparation and provides the greatest antibacterial activity that is formula 5 with a concentration of 12%, which is 14 mm

    Evaluasi Kepatuhan Penggunaan Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Simpang Raya, Banggai.

    Full text link
    NI MADE NOVI TRISNAYANTI. Evaluasi Kepatuhan Penggunaan Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Simpang Raya, Banggai Di bawah bimbingan WENY I. WIYONO sebagai ketua dan DEBY A. MPILA sebagai anggotaHipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Kepatuhan terhadap penggunaan antihipertensi diperlukan untuk menjaga agar tekanan darah tetap terkontrol dan mencegah terjadinya komplikasi yang berujung pada kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien hipertensi dalam menggunakan antihipertensi di Puskesmas Simpang Raya, Banggai. Penelitian ini menggunakan kueisioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dengan pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 57 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan tingkat kepatuhan tinggi sebesar 21,05%, tingkat kepatuhan sedang sebesar 31,58%, dan tingkat kepatuhan rendah sebesar 47,37%. Dengan demikian tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Simpang Raya Banggai termasuk dalam kategori rendah.Kata kunci:    Hipertensi, Kepatuhan Minum Obat, MMAS-8

    AKTIVITAS ANTIBAKTERI ISOLAT JAMUR ENDOFIT DARI DAUN INSULIN (Smallanthus sonchifolius (Poepp. & Endl.) H. Robb) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus

    Full text link
    ABSTRACTEndophytic fungi from the Insulin plant (Smallanthus sonchifolius (Poepp. & Endl.) H. Robb) produce secondary metabolites that can be used as drugs such as anticancer, antiviral, antifungal and antibacterial. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of endophytic fungi extract from Insulin leaves (S. sonchifolius) against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The study was conducted starting with the production of endophytic fungi, maceration and testing of antibacterial activity against bacteria E. coli and S. aureus using well diffusion. Endophytic fungal extract at concentrations of 100 and 50 µg/well. Showedhas strong antibacterial activities against both tested bacteria. The inhibition zone diameter for E coli was 12.87 and 10.37 mm respectively, whereas  for S. aureus  13 and 10.12 mm respectively. However, at a concentration of 25 µg/well, it had moderate antibacterial activity against S. aureus with an inhibition zone diameter of 8.12 mm and not active in inhibiting the growth of bacteria E. coli. Tetracycline positive control has a strong zone of inhibition against bacteria E. coli with an inhibition zone diameter of 15.75 mm and a very strong inhibition zone against bacteria S. aureus with an inhibition zone diameter of 21.5 mm while the ethyl acetate negative control did not have an inhibition zone against bacteria E. coli and S. aureus. Keywords: Insulin leaf (Smallanthus sonchifolius), Endophytic Fungus, antibacterial  ABSTRAKJamur endofit dari tanaman Insulin (Smallanthus sonchifolius (Poepp. & Endl.) H. Robb) menghasilkan metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai obat seperti antikanker, antivirus, antifungi dan antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak jamur endofit dari daun Insulin (S. sonchifolius) terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan diawali dengan produksi jamur endofit, maserasi dan uji aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode sumuran. Ekstrak jamur endofit pada konsentrasi 100 dan 50 µg/well. memiliki aktivitas antibakteri kuat baik terhadap bakteri E. coli dengan diameter zona hambat masing-masing sebesar 12,87 dan 10,37 mm dan sebesar 13 dan 10,12 mm terhadap bakteri S. aureus. Namun pada konsentrasi 25 µg/well memiliki aktivitas antibakteri sedang terhadap bakteri S. aureus dengan nilai diameter zona hambat sebesar 8,12mm dan sebaliknya tidak aktif menghambat pertumbuhan bakteri E. coli.Kontrol positif tetrasiklin memiliki aktivitas hambat yang kuat terhadap bakteri E. coli dengan diameter zona hambat sebesar 15,75 mm dan sebesar 21,5 mm terhadap bakteri S. aureus sedangkan kontrol negatif etil asetat tidak memiliki zona hambat terhadap bakteri E. coli maupun S. aureus. Kata kunci: Daun Insulin (Smallanthus sonchifolius), Jamur Endofit, Antibakter

    PERKEMBANGAN DAN DASAR BIOLOGIS VIRUS WEST NILE

    Full text link
    ABSTRACTWest Nile virus is a neurotropic pathogen that can cause West Nile fever or encephalitis. The expansion of west nile virus is strongly influenced by mosquitoes, especially with the type of culex sp and aedes sp. The virus has a single-stranded RNA genome that is believed to have very rapid adaptation and spread. Mutations in west nile virus can occur in both structural proteins and non-structural proteins. In previous studies, it was explained that mutations in the structural protein west nile virus are beneficial because they can reduce mortility by up to 50% in invivo test. However, antiviral drugs and vaccines in humans specific to west nile virus are still being temporarily developed. This review discusses more about the development, biological basis and diagnosis of therapy and prevention of the spread of west nile virus.Keywords: West nile virus, Evolution, Biological Basis, Diagnosis, Treatment and Pevention ABSTRAKVirus West Nile merupakan patogen yang bersifat neurotropik yang dapat menyebabkan demam west nile maupun ensefalitis. Perluasan dari virus west nile ini sangat dipengaruhi oleh nyamuk terutama dengan jenis culex sp dan aedes sp. Virus ini memiliki genom single-stranded RNA yang dipercaya memiliki adaptasi dan penyebaran yang sangat cepat. Mutasi pada virus west nile dapat terjadi baik pada protein struktural maupun protein non-struktural. Pada penelitian sebelumnya dijelaskan bahwa mutasi pada protein structural virus west nile bersifat menguntungkan dikarenakan mampu menurunkan mortilitas hingga 50% pada hewan uji. Namun, Obat antiviral dan vaksin pada manusia yang spesifik terhadap virus west nile ini masih sementara dikembangkan. Ulasan ini membahas lebih lanjut mengenai perkembangan, dasar biologis serta diagnosis terapi dan pencegahan dari penyebaran virus west nile.Kata kunci: Virus west nile, Perkembangan, Dasar Biologis, Diagnosis, Pengobatan dan Pencegaha

    UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL SPONS Aaptos aaptos DARI TELUK MANADO SULAWESI UTARA

    Full text link
    ABSTRACTThe Aaptos aaptos sponge is found under the sea and this sponge contains active compounds whose percentage of activity is greater than the compounds produced by land plants. This study aimed to examine the antioxidant activity of Aaptos aaptos. This research is a laboratory experiment by testing the ethanolic extract of the sponge Aaptos aaptos using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrihydrazil) method to test the antioxidant activity measured using a UV-Vis Spectrophotometer with various concentrations of 10,15,20 and 25. Sponge Aaptos aaptos was obtained by maceration using 95% ethanol as solvent. The results of the average % inhibition value obtained were 77.8% (10mg/L); 81.1% (15mg/L); 84% (20mg/L); and 85.4% (25mg/L). The highest antioxidant activity was found at a concentration of 25mg/L with an average % inhibition value of 85.4%. This indicates that the ethanolic extract of the Aaptos aaptos sponge has high antioxidant activity.Keywords: Antioxidant, DPPH, Sponge Aaptos aapto, Manado Bay.ABSTRAKSpons Aaptos aaptos terdapat dibawah laut dan spons ini mengandung senyawa aktif yang persentase keaktifannya lebih besar dibandingkan dengan senyawa yang dihasilkan oleh tumbuhan darat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan dari Aaptos aaptos. Penelitian ini merupakan ekperimental laboratorium dengan pengujian terhadap ekstrak etanol spons Aaptos aaptos dengan metode DPPH (1,1- diphenil-2-pikrihidrazil) untuk menguji aktivitas antioksidan yang diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan variasi konsentrasi 10,15,20 dan 25. Ekstrak spons Aaptos aaptos diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 95%. Hasil nilai % inhibisi rata-rata yang didapat yaitu 77,8% (10mg/L); 81,1% (15mg/L); 84% (20mg/L); dan 85,4% (25mg/L). Aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada konsentrasi 25mg/L dengan nilai % inhibisi rata-rata 85,4%. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol spons Aaptos aaptos memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi.Kata kunci: Antioksidan, DPPH, Spons Aaptos aaptos, Teluk Manad

    POTENSI EKSTRAK DAN FRAKSI SPONS Phyllospongia lamellosa YANG DIPEROLEH DARI PERAIRAN PULAU MANADO TUA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli

    No full text
    Spons Phyllospongia lamellosa mampu menghasilkan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur aktivitas ekstrak dan fraksi spons Phyllospongia lamellosa terhadap pertumbuhan bakteri Gram positif Staphylococcus aureus dan Gram negatif Escherichia coli di perairan Pulau Manado Tua. Sampel di ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 95% dan selanjutnya difraksinasi menggunakan pelarut yaitu n-heksan, kloroform dan methanol dengan metode fraksinasi cair-cair. Uji aktivitas menggunakan metode disk diffusion Kirby dan Bauer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pengukuran rata - rata diameter zona hambat ekstrak dan fraksi spons Phyllospongia lamellosa terhadap bakteri Staphylococcus aureus yang paling besar dihasilkan oleh fraksi kloroform dengan nilai rata – rata 15,96 mm ± 0,98 dan Escherichia coli oleh fraksi kloroform dengan nilai rata – rata 17,48 mm ± 4,80 sehingga keduanya dikategorikan kuat

    978

    full texts

    1,026

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PHARMACON
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇