1026 research outputs found

    ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN INSTALASI FARMASI DI RSUD DR. JOHN PIET WANANE KABUPATEN SORONG DENGAN METODE SERVQUAL

    Full text link
    ABSTRACTThe level of patient satisfaction is closely related to pharmaceutical services in hospitals, where patients will feel satisfied if there are similarities in health services between expectations and reality. Weaknesses and shortcomings that exist in hospital services need to be known to make a new standard in service. This study aims to determine the level of satisfaction of outpatients with pharmaceutical installation services at RSUD Dr. John Piet Wanane, Sorong Regency. This type of research is descriptive quantitative by distributing questionnaires to 270 respondents obtained by purposive sampling technique. Based on the research results, the average patient satisfaction is (-0.64), so it can be concluded that the level of satisfaction is in the negative range, which means that the patient is not satisfied with the services provided. Keywords: Patient Satisfaction, Hospital, Outpatient   ABSTRAKTingkat kepuasan pasien berkaitan erat dengan pelayanan kefarmasian di rumah sakit, dimana pasien akan merasa puas apabila adanya persamaan pelayanan kesehatan antara harapan dan kenyataan. Kelemahan dan kekurangan yang ada pada pelayanan rumah sakit perlu diketahui untuk menjadikan suatu standar baru dalam pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan instalasi farmasi di RSUD Dr. John Piet Wanane Kabupaten Sorong. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan membagikan kuesioner kepada 270 responden yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata kepuasan pasien sebesar (-0,64), sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan berada pada rentang negatif yang artinya pasien tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. Kata kunci: Kepuasan Pasien, Rumah Sakit, Rawat Jala

    Ekstrak dan Fraksi Spons Stylissa carteri dari Perairan Pulau Manado Tua: Aktivitasnya Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

    Full text link
    Peningkatan kasus infeksi di Indonesia beriringan dengan peningkatan kasus resistensi terhadap antibiotik. Keanekaragaman hayati khususnya bahan alam kelautan Indonesia dinilai memiliki potensi menghasilkan bahan antibakteri yang dapat dikembangkan menjadi kandidat antibiotik dikemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas Antibakteri dari ekstrak dan fraksi spons Stylissa carteri dari Perairan Pulau Manado Tua terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Proses ektraksi menggunakan pelarut etanol dan dilakukan fraksinasi menggunakan pelarut, n-heksan, kloroform, dan methanol. Uji antibakteri menggunakan metode difusi agar (Disc diffusion Kirby and Bauer).  Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol dari spons Stylissa carteri memiliki zona hambat paling besar terhadap bakteri Staphylococcus aureus (8,6 mm) dan fraksi n-heksan dari spons Stylissa carteri memilki zona hambat paling besar terhadap bakteri Escherichia coli (7,386 mm). Hasil aktivitas antibakteri berbeda signifikan, dimana kontrol positif yang digunakan berada pada kategori sangat kuat, sedangkan ekstrak maupun fraksi dengan aktivitas paling besar hanya sampai kategori sedang

    KARAKTERISASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH LEMON SUANGGI (Citrus limon L.)

    Full text link
    ABSTRACTThe suanggi lemon peel has been widely used by the public for traditional medicine. Traditional medicinal raw materials need to be characterized in order to improve product status and ensure the pharmacological effects of herbs. This study aims to determine the characterization of the ethanol extract of the suanggi lemon peel. In this study, the extraction was carried out by the maceration method. The viscous extract obtained from the maceration of the suanggi lemon peel used 95% ethanol with a yield of 9.54%. Results of Specific parameters are the name of the plant is lemon suanggi (Citrus limon L), organoleptic testing show extract has thick consistency, dark green in color, distinctive smell of lemon suanggi, levels of water soluble compounds and ethanol (95% and 94%), respectively. Extract contain alkaloid, tannins, flavonoids, and saponins compounds. The results of non-specific parameters showed the value of drying shrinkage of 9.83%, moisture content 23.93%, specific density of 0.829 g/mL, ash content of 1.9%. From the results obtained, it can be concluded that except for the water content of the ethanol extract of suanggi lemon peel (Citrus limon L) fulfill the requirement based on the (Depkes RI) 2000.Keywords: Lemon suanggi (Citrus limon L), Maceration, CharacterizationABSTRAKKulit buah lemon suanggi telah banyak digunakan oleh masyarakat untuk pengobatan tradisional. Bahan baku obat tradisional perlu untuk dikarakterisasi agar meningkatkan status produk serta menjamin efek farmakologi herbal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakterisasi ekstrak etanol kulit buah lemon suanggi. Pada penelitian ini penyarian dilakukan dengan metode maserasi. Ekstrak kental yang diperoleh dari hasil maserasi kulit buah lemon suanggi menggunakan etanol 95% dengan perolehan rendemen 9,54%. Hasil Parameter spesifik menunjukan nama tanaman adalah buah lemon suanggi (Citrus limon L) pengujian organoleptik yaitu berkonsistensi kental, berwarna hijau pekat, berbau khas lemon suanggi, kadar senyawa larut air dan etanol masingmasing 95% dan 94%, dengan kandungan senyawa alkaloid, tanin, flavonoid, saponin. Hasil parameter non spesifik menunjukan nilai susut pengeringan 9,83%, kadar air 23,93%, bobot jenis 0,829 g/mL , kadar abu 1,9%. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah lemon suanggi (Citrus limon L) memenuhi parameter spesifik dan parameter non spesifik berdasarkan Depkes RI 2000 kecuali kadar air.Kata kunci: Lemon Suanggi (Citrus Limon L), Maserasi, Karakterisas

    EVALUASI PERESEPAN OBAT BERDASARKAN INDIKATOR WORLD HEALTH ORGANIZATION (WHO) DI PUSKESMAS TELING ATAS

    Full text link
    ABSTRACTIrrational prescription can cause polypharmacy, resistance, and medication interactions, thus, evaluation of prescription medication should be compulsory. This study aimed to determine the appropriate percentage of prescription medication at Community Health Centre in Teling Atas in comparison with prescription indicators of WHO. Data gathering methods was carried out using random sampling. The study finding indicated that the average of medication in each prescription is 2.49, prescription with generic names is 97.06%, antibiotic prescription is 24.80%, the use of injection preparation is 0%, and the item percentage of drugs prescribed according to National Formulary is 81.97%. Based on the finding acquired, it was concluded that the percentage of prescription with generic names and the percentage of injection preparation are consistent, however, the item average of drugs in each prescription, the percentage of antibiotic prescription, and the percentage of national formulary drugs are not.    Keywords: Prescription, WHO Indicator, Community Health Centre.  ABSTRAKPeresepan yang tidak rasional dapat menyebabkan polifarmasi, resistensi dan terjadinya interaksi obat, untuk itu diperlukan evaluasi peresepan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kesesuaian peresepan obat di Puskesmas Teling Atas dibandingkan dengan indikator peresepan WHO. Metode pengumpulan data dilakukan dengan random sampling. Hasil yang diperoleh yaitu rata-rata item obat tiap lembar resep sebesar 2,49 rata-rata item, peresepan dengan nama generik 97,06%, peresepan antibiotik 24,80%, penggunaan sediaan injeksi sebesar 0% dan persentase item obat yang diresepkan sesuai dengan Formularium Nasional 81,97%. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa persentase peresepan dengan nama generik dan persetase peresepan sediaan injeksi sudah sesuai sedangkan rata-rata item obat tiap lembar resep, persentase peresepan obat antibiotik dan persentase item obat formularium nasional tidak sesuai. Kata Kunci: Resep, Indikator WHO, Puskesmas

    Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Bunga Kamboja Kuning (Plumeria alba L.) dengan Menggunakan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

    Full text link
    Indonesia memiliki keanekaragaman tanaman yang sangat berlimpah sehingga banyak masyarakat menggunakan tanaman sebagai pengobatan trasdisional, yaitu salah satunya tanaman kamboja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan aktivitas sitotoksik dari ekstrak etanol bunga kamboja kuning (Plumeria alba L.) terhadap larva udang Artemia salina Leach. Proses ekstraksi menggunakan pelarut etanol dan diuji secara kualitatif terhadap alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid/triterpenoid. Uji sitotoksik menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan konsentrasi larutan uji 1000 µg/mL, 500 µg/mL, 250 µg/mL, 125 µg/mL, 62,5 µg/mL dan 31,25 µg/mL. Hasil uji fitokima menunjukkan bahwa sampel mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin maupun triterpenoid dan tidak mengandung senyawa steroid. Hasil uji sitotoksik menunjukkan bahwa sampel bersifat toksik dengan nilai LC50 301,38 µg/mL. Dapat disimpulkan bahwa sampel  mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid dan bersifat toksik terhadap larva udang Artemia Salina Leach sehingga dapat dikembangkan sebagai obat antikanker

    POTENSI SENYAWA BIOAKTIF DARI GEDI HIJAU (Abelmoschus manihot) SEBAGAI INHIBITOR TERHADAP BAKTERI RESISTEN ANTIBIOTIK

    Full text link
    ABSTRACTThe cases of antibiotic resistance have started to emerge in Indonesia with the finding of antibiotic- resistant bacteria isolates. Green gedi (Abelmoschus manihot) is a plant that has been used by the Minahasanese as a daily diet. It has been shown to have high antibacterial activity against gram-negative and gram-positive bacteria. This study aims to find out the inhibition activity of Green gedi (A. manihot) against several proteins which are critical in the life cycle of the antibiotic-resistant bacteria Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Carbapenem-Resistant Pseudomonas Aeruginosa (CRPA), Carbapenem- Resistant Acinetobacter baumannii (CRAB), and Carbapenem-Resistant Enterobacteriaceae (CRE) using in silico approach. This study used an in silico method with a molecular docking approach to see the inhibitions of the bioactive compounds against Penicillin Binding Protein 2a (PBP2a) of MRSA, LasR of CRPA, 3- deoxymanno-octulosonate cytidylyltransferase (kdsB) of CRAB, and NDM-1 of CRE. The in silico test results showed that Myricetin is the compound that has the best inhibitory activity against PBP2a of MRSA, Quercitrin has the best inhibition value against LasR of CRPA and NDM-1 of CRE, while Quercetin-3-O-glucoside has the best binding energy against kdsB of CRAB. Through this in silico approach, the bioactive compounds from green gedi (A. manihot) were predicted to a have greater potential of antibacterial activity against MRSA, CRAB, CRPA, and CRE compared to the antibiotics Ampicillin and Carbapenem. Keywords: Antibiotic-Resistant Bacteria, Green gedi, Bioactive compounds, Molecular docking. ABSTRAKKasus resistensi antibiotik di Indonesia telah mulai bermunculan ditandai dengan ditemukannya beberapa isolat bakteri yang tidak sensitif terhadap antibiotik. Gedi hijau (Abelmoschus manihot) merupakan tanaman yang banyak dimaanfaatkan sebagai sayur oleh masyarakat Minahasa. Daun gedi hijau (A. manihot) memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri gram positif maupun bakteri gram negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hambatan daun gedi hijau (A. manihot) terhadap protein yang berperan penting dalam siklus hidup bakteri resisten Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Carbapenem-Resistant Pseudomonas Aeruginosa (CRPA), Carbapenem-Resistant Acinetobacter baumannii (CRAB), dan Carbapenem-Resistant Enterobacteriaceae (CRE) secara in silico. Penelitian ini menggunakan metode in silico dengan pendekatan penambatan molekuler terhadap Penicillin Binding Protein 2a (PBP2a) dari MRSA, LasR dari CRPA, 3- deoxy- manno-octulosonate cytidylyltransferase (kdsB) dari CRAB, dan NDM-1 dari CRE. Hasil pengujian in silico menunjukkan Myricetin merupakan senyawa yang memiliki aktivitas hambatan terbaik terhadap PBP2a dari MRSA, Quercitrin memiliki nilai inhibisi terbaik terhadap LasR dari CRPA dan NDM-1 dari CRE, sedangkan Quercetin-3-O-glucoside memiliki energi ikatan yang paling baik terhadap kdsB dari CRAB. Melalui pendekatan in silico, senyawa- senyawa bioaktif dalam gedi hijau (A. manihot) diprediksi memiliki potensi aktivitas antibakteri terhadap MRSA, CRAB, CRPA, dan CRE yang lebih besar dibandingkan dengan antibiotik Ampicillin dan Carbapenem Kata kunci: Bakteri resisten antibiotik, Gedi hijau, Senyawa bioaktif, penambatan molekuler

    UJI IN VIVO EKSTRAK BAWANG HUTAN (Eleutherine america Merr.) TERHADAP GAMBARAN MAKROSKOPIS ORGAN HATI TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus)

    Full text link
    ABSTRACTForest onion (Eleutherine americana Merr.) tuber can treat cancer by pounding the tuber then squeezed and the water is drunk every morning. This study was observed macroscopically in the liver of wistar rats (Rattus norvegicus) given ethanol extract of forest onion bulbs (Eleutherine americana Merr.). In vivo test on the liver of rats was carried out to determine the effect or effect of giving forest onion extract on the liver. The study was conducted using 30 wistar rats which were divided into three groups, namely (5mg/ml, 10mg/ml, 15mg/ml) given the ethanolic extract of forest onion bulbs orally, and a control group as a comparison. The treatment was carried out for 15 days by observing the rat's body weight and macroscopic observation of the rat's liver. This indicates that the administration of the ethanolic extract of forest onion bulbs did not give a significant change in the weight of the rats and the macroscopic appearance of the liver.Keywords: Forest onion (Eleutherine americana Merr.), macroscopic liver, white rat (Rattus norvegicus).ABSTRAKBawang hutan (Eleutherine americana Merr.) bagian umbinya dapat mengobati penyakit kanker dengan cara menumbuk bagian umbinya kemudian diperas dan airnya diminum setiap pagi hari. Penelitian ini diamati secara makroskopis pada organ hati tikus wistar (Rattus norvegicus) yang diberikan ekstrak etanol umbi bawang hutan (Eleutherine americana Merr.). Uji in vivo pada organ hati tikus dilakukan untuk mengetahui efek atau pengaruh pemberian ekstrak umbi bawang hutan pada organ hati tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 30 ekor tikus wistar yang dibagi menjadi tiga kelompok yaitu (5mg/ml, 10mg/ml, 15mg/ml) yang diberikan ekstrak etanol umbi bawang hutan secara oral, dan satu kelompok kontrol sebagai pembanding. Perlakuan dilakukan selama 15 hari dengan pengamatan berat badan tikus dan pengamatan makroskopis organ hati tikus. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pemberian ekstrak etanol umbi bawang hutan tidak memberikan perubahan yang signifikan pada penimbangan berat badan tikus dan gambaran makroskopis organ hati.Kata Kunci: Bawang hutan (Eleutherine americana Merr.), makroskopis hati, tikus putih (Rattus norvegicus)

    ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI POTENSIAL PENDEGRADASI OLI MESIN BEKAS DARI BEBERAPA LOKASI BENGKEL DI KOTA MANADO

    Full text link
    ABSTRACTSoil pollution due to indiscriminate disposal of used oil in workshops is currently getting more serious, this is due to the compound content in the oil which is difficult to decompose and can cause disease. This study aims to isolate, characterize and identify potential bacteria that degrade used engine oil from several workshop locations in Manado City. This research was conducted for 4 months, December 2020 to March 2021. Selection of bacteria using selective media (Busnhell-Haas) modified with the addition of used oil. The results showed that there were 3 isolates that were successfully isolated, namely bacteria 23, 29 and bacteria 33 with different characteristics and had been identified and it was found that bacteria 23 was a species of bacteria Citrobacter freundii which has the potential as bacteria to degrade used engine oil for the bioremediation process. Keywords : Isolation, characterization, degrading bacteria, used oil, 16S rRNA sequences.   ABSTRAK Pencemaran tanah akibat dari pembuangan oli bekas secara sembarangan pada bengkel-bengkel saat ini semakin serius, hal ini dikarenakan kandungan senyawa yang ada dalam oli yang sulit untuk diurai dan dapat menyebabkan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengkarakterisasi serta mengidentifikasi bakteri potensial pendegradasi oli mesin bekas dari beberapa lokasi bengkel di Kota Manado. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan, Desember 2020 sampai Maret 2021. Seleksi bakteri menggunakan media selektif (Busnhell-Haas) yang dimodifikasi dengan penambahan oli bekas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 isolat yang berhasil diisolasi, yaitu bakteri 23, 29 dan bakteri 33 dengan karakteristik yang berbeda-beda serta telah teridentifikasi dan ditemukan bahwa bakteri 23 merupakan spesies bakteri Citrobacter freundii yang berpotensi sebagai bakteri pendegradasi oli mesin bekas untuk proses bioremediasi.Kata kunci:  Isolasi, karakterisasi, bakteri pendegradasi, oli bekas, gen 16S rRN

    Studi Pengendalian Persediaan pada Terapi Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Metode ABC Indeks Kritis

    Full text link
    Guna mendukung keberhasilan terapi penyakit diabetes melitus tipe 2 (DMT2), ketersediaan persediaan seperti obat penting untuk dikendalikan secara efektif dan efisien oleh pelayanan kesehatan seperti rumah sakit (RS) dan apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan pengendalian persediaan obat penyakit DMT2 menggunakan metode ABC indeks kritis pada suatu RS dan apotek yang ada di provinsi Bali. Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional ini menggunakan data sekunder, meliputi data penjualan, investasi, harga jual, dan nilai kritis persediaan selama tahun 2019. Data tersebut diolah dan hasil indeks kritis (ik) pada tiap obat ditempatkan pada kelompok Aik, Bik, dan Cik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas persediaan obat antidiabetes pada apotek berada pada kelompok Cik (52,78%) dibandingkan kelompok Aik (30,56%), sedangkan pada RS, yaitu berada pada kelompok Aik dan Bik(38,10%). Pada praktik kefarmasian di RS dan apotek setempat, persediaan obat antidiabetes pada kelompok Aik seperti insulin dan metformin menjadi prioritas dalam perencanaannya

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN TIN (Ficus carica L.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli dan Staphylococcus aureus

    Full text link
    ABSTRACTThe leaves of the fig plant that are underutilized contain secondary metabolites that have the potential as antibacterial. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the fig leaf extract as an antibacterial against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria and to determine the concentration of the fig leaf extract as an antibacterial. Fig leaf extraction method using percolation method using ethanol as a solvent and testing the antibacterial activity of fig leaf extract against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. fig leaf phytochemical screening results. Fig leaf extract has antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus with a concentration of 20% with an inhibition zone of 10.50 mm against Escherichia coli bacteria and 5% with an inhibition zone of 1.30 mm against Staphylococcus aureus bacteria. Tin leaf ethanol extract can inhibit the growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria and has antibacterial activity of Escherichia coli at a concentration of 20% with an inhibition of 10.50 mm with a strong category (10-20 mm) and Staphylococcus aureus at a concentration of 5% with an inhibition of 1 .30 mm and meet the weak category (< 5 mm).Keywords: Tin leaf (Ficus carica L.) antibacterial, Staphylococcus aureus, Escherichia coli.ABSTRAKDaun dari tanaman tin yang kurang termanfaatkan memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ekstrak daun tin efektif sebagai anti bakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun tin sebagai antibakteri. Metode ekstraksi daun tin dengan metode perkolasi menggunakan pelarut etanol dan uji aktivitas antibakteri ekstrak daun tin terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. hasil skrining fitokimia Daun Tin. Ekstrak daun tin memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 20% dengan zona hambat 10,50 mm terhadap bakteri Escherichia coli dan 5% dengan zona hambat 1,30 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak etanol Daun Tin dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dan memiliki aktivitas antibakteri Escherichia coli pada konsentrasi 20% dengan hambatan sebesar 10,50 mm dengan kategori kuat (10-20 mm) dan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 5% dengan hambatan sebesar 1,30 mm dan memenuhi kategori lemah (< 5 mm).Kata kunci: Daun Tin (Ficus carica L.) antibakteri, Staphylococcus aureus, Escherichia col

    978

    full texts

    1,026

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PHARMACON
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇