PHARMACON
Not a member yet
1026 research outputs found
Sort by
VALIDASI METODE UNTUK PENETAPAN KADAR CIPROFLOXACIN DALAM SEDIAAN TABLET DENGAN NAMA DAGANG DAN GENERIK SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
VALIDASI METODE UNTUK PENETAPAN KADAR CIPROFLOXACIN DALAM SEDIAAN TABLET DENGAN NAMA DAGANG DAN GENERIK SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET Herlinda I.P Tjaboali1), Fatimawali1), Defny S. Wewengkang1) 1)Program Studi Farmasi Fakultas MIPA UNSRAT Manado ABSTRACT Ciprofloxacin is anantibiotic from fluoroquinolon group which is the most widely used. Nowadays people prefer branded drugs than generic drugs. They assume that branded drugs were more effective than generic drugs. Eventhough drugs with the same active content will give same therapeutic effect. This research aims to determine validation and levels of ciprofloxacin tablet by UV spectrophotometry and comparing the results with levels regulation by USP30. The determination of ciprofloxacin in tablet preparation were tested its validation according to accuracy parameter used standard addition method, presisition, limits of detection and limits of quantitative. The validation with analysis method obtained standard deviation value is 13.3931, coefficient of variation is 0.0258%, and value accuracy is 96.1%. The linearity value was obtain r = 0,9978 with limits of detection is 0.54 ppm and limits of quantitative is 1.8 ppm. The results showed that ciprofloxacin levels in tablet preparation with trade name and generic were 929 ± 0,758 ppm, 1,030 ± 0,004 ppm, 947,3 ± 0,773 ppm and6,63 ± 0,994 ppm . It showed that all the trade name and generic tablets that examined fulfill the standard regulation of tablets byUSP30. Key words : Ciprofloxacin, Validation, Ultraviolet Spectrophotometry. ABSTRAK Ciprofloxacin merupakan antibiotik yang berasal dari golongan fluorokuinolon yang paling banyak digunakan. Saat ini masyarakat lebih memilih obat merek dagang dibandingkan obat generik. Mereka menganggap obat merek lebih berkhasiat dibanding obat generik. Padahal obat dengan zat aktif yang sama akan memberikan efek terapi yang sama sesuai kadarnya. Tujuan penelitian ini untuk menentukan validitas dan melakukan penetapan kadar Ciprofloxacin dalam sediaan tablet secara spektrofotometri UV serta membandingkan hasil yang diperoleh dengan persyaratan kadar yang ditetapkan USP 30 (2007). Penetapan kadar Ciprofloxacin dalam sediaan tablet diuji validitasnya berdasarkan parameter akurasi dengan metode penambahan baku, presisi, batas deteksi (LOD) dan batas kuantitatif (LOQ). Hasil validasi metode analisis yang dilakukan diperoleh nilai standar deviasi (SD) sebesar 13,3931, koefisien variasi (KV) sebesar 0,0258%, dan nilai ketepatan sebesar 96,1%. Diperoleh nilai linearitas sebesar r = 0,9978 dengan batas deteksi (LOD) 0,54 ppm dan batas kuantitatif (LOQ) sebesar 1,8 ppm. Hasil penelitian menunjukkan kadar Ciprofloxacin dalam sediaan tablet dengan nama dagang dan generik secara berturut-turut adalah 929 ± 0,758 ppm, 1,030 ± 0,004 ppm, 947,3 ± 0,773 ppm dan 6,63 ± 0,994 ppm. Ini menunjukkan bahwa semua tablet yang diperiksa baik yang generik maupun merek dagang memenuhi standar persyaratan tablet menurut USP 30 (2007).   Kata kunci : Ciprofloxacin, Validasi, Spektrofotometri Ultraviolet Â
Phytochemical screening and antipyretic effect of stem juice from kepok banana (Musa paradisiaca L) on white male rats stain wistar (Rattus norvegicus) induced with DTP-Hb
Phytochemical screening and antipyretic effect of stem juice from kepok banana (Musa paradisiaca L) on white male rats stain wistar (Rattus norvegicus) induced with DTP-Hb Stanly Wasty Maya1), Gayatri Citraningtyas1), Widya Astuty Lolo1) 1)Program Studi Farmasi, FMIPA UNSRAT, MANADO ABSTRACT Banana (Musa paradisiaca) is a medicinal plant can which be used to cure various diseases, one type of banana plants, namely kepok banana (Musa paradisiaca L) Stem juice from kepok banana (Musa  paradisiaca L) used the empirically to treat fever.  This research aims to findout phytochemical content antipyretic effect of stem juice from kepok banana (Musa paradisiaca L) on white male rats stain wistar (Rattus norvegicus L) induced with DTP-Hb. Phytochemical testing conducetd according to harbone methods and antipyretic effect conducted using a completely randomized design. Test ed animals were divided into 5 groups : negative group , positive group (paracetamol), and treatment group of stem juice from kepok banana 0,37mL/200gBB, 0,75ml/200gBB, and 1,5 mL/200gBB. White male rats strain wistar phyrexia with vaccine DTP-Hb doses 0,08 ml/100 gBB by intaramuscular route. Rats’is rectal temperature was measured every 1 hour until 4 hours after the oral administration. Obtained data were analyzed by ANOVA and LSD (least significant different). The result showed that stem juice from kepok banana (Musa paradisiaca L) phytochemical compounds containing tanin, alkaloid, saponin and to testing the effects of antipyretic showed a decrease in temperature of 1-4 hours at a doses 0,37ml/200gbb decreased temperature of 37,1-35,0, the doses 0,75mL/200gBB decrease the temperature of 36,5-34,8 whereas the doses 1,5 mL/200gBBDecreaing the temperature of 35,0-34,1  Keywords: stem juice kepok banana, Antipyretics, DTP-Hb, Rats  ABSTRAK Pisang (Musa paradisiaca) merupakan tanaman berkhasiat obat yang dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, salah satu jenis tanaman pisang yaitu pisang kepok (Musa paradisiaca L), air batang pisang kepok digunakan secara empiris untuk mengobati demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa fitokimia dan menguji efek antipiretik air batang pisang kepok (Musa paradisiaca L) terhadap tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi vaksin DTP-Hb. Pengujian fitokimia dilakukan dengan metode Harbone dan pengujian efek antipiretik dilakukan menggunakan rancang acak lengkap. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok negatif (tanpa perlakuan), kelompok kontrol positif (parasetamol) dan kelompok uji yaitu pemberian air batang pisang kepok 0,37mL/200gBB, 0,75ml/200gBB, dan 1,5 mL/200gBB. Pengukuran suhu dilakukan sebelum pemberian vaksin DTP-Hb, Tikus putih jantan diinduksi demam dengan vaksin DTP-Hb dosis 0,08 mL/100gBB tikus secara intaramuscular. Suhu rektal diukur tiap jam selama 4 jam setelah pemberian per oral. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA dan uji LSD (least significant different). Hasil penelitian menunjukan bahwa air batang pisang kepok (Musa paradisiaca L) mengandung senyawa fitokimia Tanin, alkaloid, saponin, dan untuk pengujian efek antipiretik menunjukan adanya penurunan suhu dari jam 1-4 pada dosis 0,37 mL/200gBB mengalami penurunan suhu dari 37,1-35,0, pada dosis 0,75mL/200gBB penurunan suhu dari 36,5-34,8 sedangkan pada dosis 1,5 mL/200gBB mengalami penurunan suhu dari 35,0-34,1 Kata kunci : air batang pisang kepok, Antipiretik, DTP-Hb, Tiku
UJI FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK ETANOL SPONS Lamellodysidea herbacea
UJI FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK ETANOL SPONS Lamellodysidea herbacea  Hanna M. Rumagit1), Max R.J. Runtuwene2), Sri Sudewi1) 1)Program Studi Farmasi Fakultas MIPA UNSRAT Manado 2)Jurusan Kimia FMIPA UNSRAT Manado  ABSTRACT Lamellodysidea sponge herbacea are marine animals that contain active compounds which activeness percentage larger than the compounds produced by land plants. This study aimed to test the phytochemical content and antioxidant activity of ethanol extract of the sponge Lamellodysidea herbacea. Extraction was done by maceration method using ethanol solvent. Phytochemical testing include tests alkaloids, flavonoids, steroids, saponins and tannins. Testing antioxidant activity with DPPH method (1,1-diphenyl-2-pikrilhidrazil) measured at a wavelength of 520 nm. Phytochemical test results showed secondary metabolites contained in the ethanol extract alkaloids such sponges, flavonoids, steroids, saponins and tannins. The ethanol extract Lamellodysidea herbacea sponge has a relatively strong antioxidant activity based on IC50 values obtained at 85.10 ppm  Key words : Lamellodysidea herbacea, phytochemistry test, antioxidants, DPPH.  ABSTRAK Spons Lamellodysidea herbacea merupakan hewan laut yang mengandung senyawa aktif yang persentase keaktifannya lebih besar dibandingkan dengan senyawa-senyawa yang dihasilkan oleh tumbuhan darat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kandungan fitokimia dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol spons Lamellodysidea herbacea. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol. Pengujian fitokimia meliputi uji alkaloid, flavonoid, steroid, saponin dan tanin. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) yang diukur pada panjang gelombang 520 nm. Hasil uji fitokimia menunjukan metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol spons diantaranya alkaloid, flavonoid, steroid, saponin dan tanin. Ekstrak etanol spons Lamellodysidea herbacea memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong kuat berdasarkan nilai IC50 yang diperoleh sebesar 85,10 ppm.  Kata kunci : Spons Lamellodysidea herbacea, uji fitokimia, antioksidan,  DPPH Â
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ENERGI DAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI PADA PELAJAR DI SMP NEGERI 13 KOTA MANADO.
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ENERGI DAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI PADA PELAJAR DI SMP NEGERI 13 KOTA MANADO. Waruis Atika1), Maureen I Punuh1), Nova H. Kapantow1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi.  ABSTRACT World Nutritional condition today shows two extreme conditions, start from starvation to the diet is low in fiber and high in calories, resulting in malnutrition or excess nutrients to person. The report of Riskesdas 2010, nationally short prevalence (TB / U) in adolescents aged 16-18 years is a very short 7.2% and short 24.0%. While the prevalence of emaciation (IMT / U) which is very meager 1.8% , underweight 7.1% and obesity at 1.4%.This research was an observational analytic with cross sectional approach. Research done in SMP N 13 Manado, from September to November 2015. The sample which taken totaled 140 students by using technique simple random sampling. This research also Using the Spearman correlation test. according to IMT / U students nutritional status in SMP N 13 Manado have normal categories amount 51% and the least very meager 4%. Nutritional status of TB / U most normal nutritional status amount 74.3%. Less energy intake 67.9%, less carbohydrate intake 71.4%, less protein intake 77.1%, and 67.1% less fat intake.There is no relationship between energy intake and nutritional status of IMT / U, there is a relationship between energy intake and nutritional status of TB / U, there is no relationship between carbohydrate intake and nutritional status of IMT / U, there is no relationship between energy intake and nutritional status of TB / U, there is no relationship between protein intake and nutritional status of IMT / U, there is a relationship between protein intake and nutritional status of TB / U, there is a relation between fat intake and nutritional status of IMT / U, There is no relationship between fat intake and nutritional status of TB / U. Keywords: energy intake, macro-nutrients, the nutritional status ABSTRAK  Kondisi gizi dunia saat ini menunjukkan dua kondisi yang ekstrim, mulai dari kelaparan sampai pada pola makan yang rendah serat dan tinggi kalori sehingga mengakibatkan kekurangan gizi ataupun kelebihan gizi pada seseorang. Laporan Riskesdas 2010, secara nasional prevalensi kependekan (TB/U) pada remaja umur 16-18 tahun yaitu sangat pendek 7,2% dan pendek 24,0%. Sedangkan prevalensi kekurusan (IMT/U) yaitu sangat kurus 1,8% dan kurus 7,1%. Dan kegemukan sebesar 1,4%.Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian di lakukan di SMP N 13 Manado, pada bulan September-November 2015. Sampel yang diambil berjumlah 140 pelajar dengan menggunakan teknik sampel simple random sampling. Menggunakan uji statistik korelasi Spearman. status gizi menurut IMT/U pada pelajar SMP N 13 Manado yang paling banyak kategori normal 51% dan yang paling sedikit sangat kurus 4%. Status gizi TB/U yang paling banyak status gizi normal yaitu 74,3%. Asupan energi kurang 67,9%, asupan karbohidrat kurang 71,4%, asupan protein kurang 77,1%, dan asupan lemak kurang 67,1%. Tidak terdapat hubungan antara asupan energi dengan status gizi IMT/U, terdapat hubungan antara asupan energi dengan status gizi TB/U, tidak terdapat hubungan antara asupan karbohidrat dengan status gizi IMT/U, tidak terdapat hubungan antara asupan energi dengan status gizi TB/U, tidak terdapat hubungan antara asupan protein dengan status gizi IMT/U, terdapat hubungan antara asupan protein dengan status gizi TB/U, terdapat hubungan antara asupan lemak dengan status gizi IMT/U, Tidak terdapat hubungan antara asupan lemak dengan status gizi TB/U. Kata Kunci: asupan energi,zat gizi makro,status giz
EVALUASI PENYIMPANAN DAN DISTRIBUSI OBAT PSIKOTROPIKA DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. V. L. RATUMBUYSANG MANADO
EVALUASI PENYIMPANAN DAN DISTRIBUSI OBAT PSIKOTROPIKA     DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. V. L. RATUMBUYSANG         MANADO Jimbrif T. Lumenta1), Adeanne C. Wullur1), Paulina V. Y. Yamlean1) 1)Program Studi Farmasi, FMIPA UNSRAT Manado  ABSTRACT Psychotropic substances or drugs are either natural or synthetic non narcotic, efficacious psychoactive through selective effect on the central nervous system that causes the typical changes in mental activity and behavior. Problems that are often found in the storage and distribution systems among which does not use First In First Out (FIFO) or First expired first out (FEFO), system alphabetically, card stock, do not put the medicine in its proper place, the unavailability of storage equipment support and infrastructure inadequate storage. This study aimed to evaluate the storage and distribution of psychotropic drugs in Mental Hospital Prof. Dr. V.L Ratumbuysang using qualitative descriptive method with retrospective and prospective approach. The results showed that the psychotropic drugs storage system in Mental Hospital Prof. Dr. V.L Ratumbuysang overall not in accordance with standards based on the Pharmacy Hospital Supplies Storage Management Guidelines and Health Ministerial Regulation No. 3 Year (2015). While in the process of distribution of psychotropic drugs in accordance to the Hospital Pharmacy Service Standards by Minister of Health Regulation No. 58 Year (2014) and Drug Distribution Operating Procedure Standard in Mental Hospital Prof.Dr.V.L Ratumbuysang. Keywords : Storage, Distribution, Psychotropic Substances. Mental Hospital Prof Dr. V. L. Ratumbuysang. ABSTRAK Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Permasalahan yang sering ditemukan pada sistem penyimpanan dan distribusi diantarannya yaitu tidak menggunakan sistem First In first Out (FIFO) atau First expired first out (FEFO), sistem alfabetis, kartu stok, tidak menempatkan obat pada tempat yang semestinya, tidak tersedianya peralatan penyimpanan pendukung dan sarana prasarana penyimpanan yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyimpanan dan distribusi obat psikotropika di RSJ Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan retrospektif dan prospektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem penyimpanan obat psikotropika di RSJ Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang secara keseluruhan belum sesuai dengan Standar Penyimpanan berdasarkan Pedoman Pengelolaan Perbekalan Farmasi Rumah Sakit dan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 3 Tahun (2015). Sedangkan pada proses distribusi obat psikotropika telah sesuai dengan Standar Pelayanan Farmasi Rumah Sakit berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 58 Tahun (2014)  dan Standar Operasional Prosedur Distribusi Obat di RSJ Prof.Dr.V.L. Ratumbuysang.  Kata kunci :  Penyimpanan, Distribusi, Psikotropika. Rumah Sakit Jiwa Prof Dr. V. L. Ratumbuysang
EVALUASI PENYIMPANAN DAN PENDISTRIBUSIAN VAKSIN DARI DINAS KESEHATAN KOTA MANADO KE PUSKESMAS TUMINTING, PUSKESMAS PANIKI BAWAH DAN PUSKESMAS WENANG
EVALUASI PENYIMPANAN DAN PENDISTRIBUSIAN VAKSIN DARI DINAS KESEHATAN KOTA MANADO KE PUSKESMAS TUMINTING, PUSKESMAS PANIKI BAWAH DAN PUSKESMAS WENANG Gebbie Prisiliya Lumentut1) , Nancy C. Pelealu1) , A. C. Wullur2) 1) Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 2) POLTEKES Manado, 95115  ABSTRACT The vaccine was a biological product which made from bacteria and have been weaekened, shut useful to stimulate immunity. The study states 75% of the vaccine in Indonesia exposed to freezing temperatures during distribution so that the vaccine cannot be used anymore. Health Departement was responsible for the implementation of the storage and distribution of vaccines on a regular and timely to the basic health care units. This study aimed to evaluate the storage and distribution of vaccines from Manado City Health Departement to the District Health Center of Tuminting, Paniki Bawah and Wenang using the descriptive observational methods and evaluation of the data collected prospectively. The results showed that the Health Departement of Manado City, Tuminting health center, Paniki Bawah health center and Wenang health center not in accordance with the guidenlines in the management of cold chain storage and distribution of vaccines that can be seen from the absence of temperature gauges, freeze tag, does not have a generator, do not have indicators freezers and cold boxes lack of liquid in a cool box for distribution. Keywords: Storage, Distribution, Vaccines, District Health Center ABSTRAK Vaksin adalah suatu produk biologi yang terbuat dari kuman dan telah dilemahkan, dimatikan berguna untuk merangsang kekebalan tubuh. Studi menyatakan 75% vaksin di Indonesia terpapar suhu beku selama pendistribusian sehingga vaksin tidak bisa digunakan lagi. Dinas Kesehatan bertanggung jawab terhadap terlaksananya penyimpanan dan pendistribusian vaksin yang teratur dan tepat waktu sampai kepada unit pelayanan kesehatan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevalusi penyimpanan dan pendistribusian vaksin dari Dinas Kesehatan Kota Manado ke Puskesmas Tuminting, Puskesmas Paniki Bawah dan Puskesmas Wenang dengan menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif dan evaluasi dengan teknik pengumpulan data secara prospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kesehatan Kota Manado, Puskesmas Tuminting, Puskesmas Paniki Bawah dan Puskesmas Wenang belum sesuai dengan pedoman pengelolaan cold chain dalam hal penyimpanan dan pendistribusian vaksin yang terlihat dari tidak adanya alat pengukur suhu, freeze tag, tidak memiliki genset, tidak memiliki indikator pembeku dan terbatasnya kotak dingin cair dalam kotak dingin selama pendistribusian. Kata kunci : Penyimpanan, Pendistribusian, Vaksin, Puskesma
GKANDUNGAN VINKRISTIN PADA KULTUR KALUS Catharaanthus roseus (L) G. DON YANG DIBERI PERLAKUAN TRIPTOFAN DAN VINDOLIN
KANDUNGAN VINKRISTIN PADA KULTUR KALUS Catharaanthus roseus (L) G. DON YANG DIBERI PERLAKUAN TRIPTOFAN DAN VINDOLIN Ellen Lombonbitung1), W. Tilaar1), Dingse Pandiangan2) 1)Program Studi Agronomi, Pasca Sarjana Universitas Sam Ratulangi Manado 2)Jurusan Biologi Fak. MIPA Universitas Samratulangi Manado.  ABSTRACT Catharanthus roseus (L) G. Don also called Tapak dara plant is cultivated plant, besides its function as ornamental plant but also can be functioned as medicinal plant. Alkaloid compounds from this plant has been isolated and used as an anti cancer drug, are vinblastine and vincristine. Vinblastin and vincristine were poor alkaloid compounds produced in plants. Vincristine made from joined catharantine and vindolin, cause it is expected that vindolin be able to increase the content of vincristine. The research was carried out to knew the vincristine content of callus culture were given tryptophan treatment and vindolin. The research plan used was completely random design, by tryptophan combination (0, 75 and 150 mg/L) and Vindolin (0, 0,2, 0,4 and 0,6 mg/L), factorial. The vincristine content was determined  by high performance liquid chromatography (HPLC). Based on HPLC data, it was made standar curve and regression linear equation that describe the relationship between standar vincristine concentration of area. The obtained result from the research proved the tryptophan and vindoline treatment affecting the vincristine content. The highest vincristine content was showed to T1V0 treatment (Tryptophan 150 mg/L and Vindolin 0 mg/L), is 2,352 µg/g dw.  Keywords : Vincristine, Tryptophan, Vindolin ABSTRAK Catharanthus roseus (L) G. Don yang disebut juga tanaman tapak dara merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan selain sebagai tanaman hias juga berkhasiat obat. Senyawa kelompok alkaloid dari tanaman ini telah diisolasi dan dijadikan obat anti kanker, yaitu vinblastin dan vinkristin. Vinblastin dan vinkristin adalah senyawa alkaloid yang sangat kecil dihasilkan dalam tanaman. Produksi alkaloid dari Catharanthus roseus (L) G. Don  Vinkristin terbentuk dari gabungan katarantin dengan vindolin, karena itu diharapkan dengan vindolin dapat meningkatkan kandungan vinkristin. Penelitian dilakukan untuk mengetahui Kandungan Vinkristin pada Kultur Kalus Catharanthus roseus (L) G. Don yang diberi Perlakuan Triptofan dan Vindolin. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) secara faktorial dengan perlakuaan kombinasi triptofan (0, 0,75 dan 150 mg/L) dan vindolin (0, 0,2, 0,4 dan 0,6 mg/L). Kandungan Vinkristin ditentukan dengan menggunakan metoda Kromatografi Cair Kinerja Tingggi (KCKT). Berdasarkan hasil KCKT dibuat kurva standar     dan persamaan regresi yang menggambarkan hubungan antara konsentrasi vinkristin standar terhadap luas area. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini membuktikan perlakuan triptofan dan vindolin mempengaruhi kandungan vinkristin. Kandungan vinkristin tertinggi berada pada perlakuan T1V0 (Triptofan 75 mg/L dan Vindolin 0 mg/L), yaitu sebesar 2,352 µg/g bk. Kata Kunci : Vinkristin, Triptofan, Vindolin  Â
LESI YANG DIDUGA STOMATITIS NIKOTINA PADA NELAYAN YANG MEMILIKI KEBIASAAN MEROKOK
LESI YANG DIDUGA STOMATITIS NIKOTINA PADA NELAYAN YANG MEMILIKI KEBIASAAN MEROKOK Sophia L. Mulalinda1), Pieter L. Suling2), Christy N. Mintjelungan1) 1) Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, UNSRAT 2)Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran, UNSRAT ABSTRACT Cigarette is one of the causes of death that are already known by most people. In addition smoke can cause disease in the oral cavity, for example Nicotine stomatitis. Fisherman is one of occupations which has the largest numbers of active smokers. The purpose of this study is also to find out how many fisherman who are active smokers and suffering the suspected lesions of Nicotine stomatitis. This research design is descriptive analytic with cross sectional study approach. This research is do in the Tumumpa fishing port with a population of fisherman listed as 1214 people and the total of samples taken is 92 people. Sampling method used purposive non probability sampling. The result showed that the fisherman who have a habit of smoking and suffering from lesions Nicotine stomatitis is 68,5%. Based on the type of cigarettes shows that fisherman who smoke non filtered cigarettes most suffering from lesions Nicotine stomatitis is 45,7%. Based on the duration of smoking shows that fisherman has been smoked more than 20 years most suffering from suspected lesions Nicotine stomatitis is 25%. Based on the number of cigarettes smoked for day shows that fishermen who smoke more than 20 cigarettes for a day most suffering from lesions Nicotine stomatitis is 42,4%.  Keywords: Nicotine stomatitis, Smoking habit  ABSTRAK Rokok merupakan salah satu penyebab kematian yang umumnya sudah diketahui oleh sebagian besar masyarakat. Selain penyebab kematian, rokok juga dapat menyebabkan penyakit dalam rongga mulut, salah satunya yaitu Stomatitis nikotina. Nelayan adalah salah satu jenis pekerjaan yang mempunyai proporsi terbesar perokok aktif. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui berapa nelayan yang memiliki kebiasaan merokok dan menderita lesi yang diduga Stomatitis nikotina. Desain penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Pelabuhan Perikanan Tumumpa dengan jumlah populasi nelayan yang terdaftar sebanyak 1214 orang dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 92 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive non probability sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan yang memiliki kebiasaan merokok dan menderita lesi yang diduga Stomatitis nikotina yaitu sebesar 68,5%. Berdasarkan jenis rokok menunjukkan bahwa nelayan yang merokok dengan jenis rokok putih paling banyak menderita lesi yang diduga Stomatitis nikotina yaitu sebesar 45,7%. Berdasarkan lama merokok menunjukkan bahwa nelayan yang sudah merokok selama >20 tahun paling banyak menderita lesi yang diduga Stomatitis nikotina yaitu sebesar 25%. Berdasarkan jumlah rokok yang dihisap setiap hari menunjukkan bahwa nelayan yang merokok >20 batang per hari paling banyak menderita lesi yang diduga Stomatitis nikotina yaitu sebesar 42,4%.  Kata kunci: Stomatitis nikotina, Kebiasaan merokok
GAMBARAN STATUS KARIES PEMINUM ALKOHOL DI DESA PAKU WERU DUA
GAMBARAN STATUS KARIES PEMINUM ALKOHOL DI DESA PAKU WERU DUA  Christian Kaurow1), Vonny N.S Wowor1), D. H. C Pangemanan1) 1)Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Sam Ratulangi  ABSTRACT Dental caries is a disease that is often experienced by each individual. Changes in the level of economic and lifestyle into several causes. Lack of public awareness of oral health is also one of the causes of dental caries. One of the reasons that the consumption of alcoholic beverages is one habit that is almost inseparable in public life in some areas. This study aims to describe the status of caries in alcohol drinkers in the village of Ure Two Paku. This type of research is a descriptive study. The amount of research data of 50 samples. The results showed the frequency of alcohol> 3 times per week with 34 (68%) of people and consumption of <2 times per week tedapat 16 (32%) of people. The volume of alcohol drinkers in the day there were 29 (58%) of people who consume> 3 cups a day and there were 21 (42%) of people who consume ˂ 2 cups a day. Time consuming alcoholic beverages, obtained 36 (70%) of people who consume the night time, and 14 (28%) of people who consume alcohol in addition to night. caries status of respondents in alcohol drinkers in the village of Ure Paku Two of the 50 samples contained 37 (74%) of respondents who drink alcohol are caries and 13 (26%) of respondents were not there caries. Key word : Caries, alcohol drunk. ABSTRAK Karies gigi merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh setiap individu.faktor ekonomi dan tingkat pekerjaan serta pola hidup menjadi beberapa pemicunya. Kurangnya kesadaran masyarakat akan kesehatan gigi dan mulut juga menjadi salah satu pemicu karies pada gigi. Salah satu faktor pemicu yaitu mengonsumsi minuman beralkohol yang merupakan salah satu kebiasaan yang hampir tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat di beberapa daerah.        Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status karies peminum alkohol di desa Paku Ure Dua. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Jumlah data penelitian yang diambil yaitu 50. Hasil penelitian menunjukan peminum alkohol dengan frekuensi > 3 kali per minggu sebanyak 34 responden (68%) memiliki status karies dengan indeks DMF-T rata-rata 8.08 dan konsumsi < 2 kali per minggu sebanyak 16 responden (32%) memiliki status karies dengan DMF-T rata-rata 6.3. peminum alkohol dalam sehari sebanyak 29 responden (58%) yang mengkonsumsi > 3 gelas sehari memiliki status karies dengan penilaian indeks DMF-T rata-rata sebesar 7.02, dan sebanyak 21 responden (42%) yang mengkonsumsi ˂ 2 gelas sehari memiliki status karies dengan penilaian indeks DMF-T rata-rata 7.09. Waktu mengonsumsi minuman alkohol, sebanyak 36 responden (70%) yang waktu konsumsi malam memiliki status karies penilaian indeks DMF-T rata-rata 7.94, dan 14 responden (28%) yang mengonsumsi alkohol selain malam memiliki status karies penilaian indeks DMF-T rata-rata 6.42. status karies responden pada peminum alkohol di desa Paku Ure Dua dari 50 sampel memiliki penilaian indeks DMF-T rata-rata adalah 7.52. Kata Kunci : Karies, peminum alkoho
HUBUNGAN ANTARA DIMENSI KUALITAS JASA LAYANAN PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM GMIM KALOORAN AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN
HUBUNGAN ANTARA DIMENSI KUALITAS JASA LAYANAN PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM GMIM KALOORAN AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Pricilia A. Sepang1), Franckie R.R Maramis1), Sulaemana Engkeng1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi ABSTRACT Quality of Service is one of the things that is closely related to the user or patient satisfaction. Patient satisfaction is influenced by the quality of nurses services which can be seen from the five dimensions (responsiveness, reliability, assurance, caring, direct evidence). This study aims to determine the relationship between the dimensions of service quality of nurses with patient satisfaction in inpatient room at General Hospital GMIM Kalooran Amurang South Minahasa District.This research is an analytic survey using cross sectional design. The number of samples in this study is 104 patients. Primary data collecting obtained through interviews, questionnaires and secondary data obtained from the Hospital profile. The results of the analysis uses Chi-Square test.The results shows that dimension of the quality of services with the patient satisfaction inpatient room RSU GMIM Kalooran Amurang South Minahasa District shows that the dimension of service responsiveness, reliability, assurance, caring, direct evidence, and satisfaction of the patients are in good category/ satisfied. The results of the test shows that there is a relationship between the dimensions of reliability and direct evidence with patients satisfaction and there is no relationship between the dimensions of responsiveness, assurance and concern with patient satisfaction. From the results of this study, researcher suggests the nurses in order to increase the patients’ trust towards them, nurses must be proficient in performing their duties and Hospitals must pay attention to the reliability of active officers in performing their duties.  Keywords: Dimensions of Quality of nurses services, Patient Satisfaction ABSTRAK Kualitas Pelayanan adalah salah satu hal yang berhubungan erat dengan kepuasan pengguna pelayanan atau pasien. Kepuasan pasien dipengaruhi oleh kualitas jasa pelayanan perawat yang dapat dilihat dari lima dimensi (ketanggapan, kehandalan, jaminan, kepedulian, bukti langsung). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dimensi kualitas jasa layanan perawat dengan indeks kepuasan pasien Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum GMIM Kalooran Amurang Kabupaten Minahasa Selatan.Penelitian ini bersifat survey analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 104 pasien. Pengumpulan data diperoleh data primer melalui wawancara, kuesioner dan data sekunder diperoleh dari profil Rumah Sakit. Hasil analisa menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian dimensi kualitas jasa layanan perawat dengan kepuasan pasien ruang rawat inap RSU GMIM Kalooran Amurang Kabupaten Minahasa Selatan menunjukan bahwa dimensi pelayanan ketanggapan, kehandalan, jaminan, kepedulian, bukti langsung, dan kepuasan pasien berada pada kategori baik/puas.Hasil uji menunjukan bahwa terdapat hubungan antara dimensi kehandalan dan bukti langsung dengan kepuasan pasien dan tidak terdapat hubungan antara dimensi ketanggapan, jaminan dan kepedulian dengan kepuasan pasien. Dari hasil penelitian ini peneliti memberikan saran bagi perawat agar untuk lebih meningkatkan kepercayaan pasien perawat harus cakap dalam melakukan tugasnya dan Rumah Sakit harus memperhatikan kehandalan petugas yang aktif dalam melakukan tugasnya.  Kata kunci : Dimensi Kualitas Jasa Layanan Perawat, Kepuasan Pasien Â