1026 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN DAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PERAWAT DI RSUD KOTA KOTAMOBAGU

    Get PDF
    HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN DAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PERAWAT DI RSUD KOTA KOTAMOBAGU Novita P. Mardianto1), Febi Kolibu1), Ardiansah. A.T  Tucunan1) 1)Fakuktas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado ABSTRACT Nurses as prayer one health worker in the hospital holding major role hearts efforts achieve the goal of health development. Performance is the result of execution of a job, both physical/material and non-physical/non-material.  Discipline yourself in implementing either individually or in groups. This research attemps to Relationship Between Feeling of disciplineand work motivation with performance of nurse in hospital Kotamobagu City. The research is an analytic survey with cross sectional approach, implemented in Kotamobagu City Hospital in December-April 2016. The sample in this study was determined by sampling with a total population of 56 respondents. The data collection was conducted using questionnaires, the test used is the chi square test with p = 0,05. Statistical test result using the continuity correction is done, shows that there is no relationship between discipline and nurse’s performance kotamobagu city hospital, with a value of (p=0,052 > 0,05). As for the motivation and performance kotamobagu city hospital nurse with a value of (p=0,007 ,< 0,050). The conclusion of this study is, there is no relationship between discipline and nurse,s performance kotamobagu city hospital,there is a relationship between work motivation and performance of nurse’s in hospital cities kotamobagu. Keywords: Dicipline, Work Motivation, Work Performance   ABSTRAK Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan di rumah sakit memegang peranan penting dalam upaya mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Kinerja merupakan hasil pelaksanaan suatu pekerjaan, baik bersifat fisik/material maupun non-fisik/non-material. Disiplin sangat penting untuk pertumbuhan organisasi dan digunakan untuk memotivasi pegawai agar dapat mendisiplinkan diri dalam melaksanakan tugas, baik secara perorangan maupun kelompok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kedisiplinan dan motivasi kerja dengan kinerja perawat di RSUD Kota Kotamobagu. Penelitian ini merupakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional study, yang dilaksanakan di RSUD Kota Kotamobagu pada bulan Desember-April 2016. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan total sampling dengan jumlah 56 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Uji yang di gunakan yaitu Uji Chi Square dengan nilai p = 0,05. Hasil uji statistic menggunakan Continuity Correction yang dilakukan, menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara kedisiplinan dengan kinerja perawat di RSUD Kota Kotamobagu, dengan nilai (p=0,052 > 0.05). Sedangkan, motivasi ada hubungan dengan kinerja perawat di RSUD Kota Kotamobagu dengan nilai (p=0,007 < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, tidak terdapat hubungan antara kedisiplinan dengan kinerja perawat di RSUD Kota Kotamobagu, dan terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di RSUD Kota Kotamobagu. Kata Kunci: Kedisiplinan, Motivasi Kerja, Kinerj

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN TINDAKAN PENCEGAHAN IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS TIKALA BARU KOTA MANADO

    Get PDF
    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN TINDAKAN PENCEGAHAN IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS TIKALA BARU KOTA MANADO Mentari F.Jannah1), Billy J. Kepel1), Franckie R. R. Maramis1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT Diarrhea is the second cause  of death children under five years. Globally each year are approximately two billion diarrhea cases with a mortality rate of 1,5 million per years. Knowledge and attitude of mother about diarrhea affect maternal behavior and family health problems. This research attemps to relationship between feelings of knowledge and precautions mother with diarrhea in infants in the clinic tikala baru  in manado.This research was analytic survey with cross sectional approach. This research conducted in the clinic tikala baru in manado in February until march 2016. The sample of this research was 97 respondens and the data collection was done using a questionnaire. Data analysis includes univariate and bivariate analysis using chi square test with score p=0,05.Based of statistical test use person chi square the result show that there was a relationship such precautions (p=0,003) and on diarrhea in infants in the clinic is because the p< 0,05, knowledge (0,536) employment does not have a meaningful realitionship with diarrhea. The result of data analysis showed there were relationship between feelings of precautions mother with diarrhea in infants in the clinic tikala baru And no significant association between relationship between feelings of knowledge with diarrhea in infants in the clinic tikala baru in manado. Keyword s: Knowledge, Precautions, Diarrhea ABSTRAK Diare adalah penyebab kematian kedua pada anak dibawah 5 tahun. Secara global setiap tahunnya ada sekitar 2 milliar kasus diare dengan angka kematian 1,5 juta per tahun. Pengetahuan dan tindakan pencegahan ibu tentang penyakit diare berpengaruh pada perilaku ibu dan masalah kesehatan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dan tindakan pencegahan ibu dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Tikala Baru di Kota Manado. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Tikala Baru Kota Manado pada bulan februari-maret 2016. Sampel dalam penelitian di tentukan secara accidental sampling dengan sampel berjumlah 97 responden. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan kuesioner. Uji yang di gunakan yaitu uji chi square dengan nilai p=0,05. Hasil uji statistik menggunakan person chi square yang dilakukan, menunjukkan bahwa ada hubungan antara tindakan pencegahan (p=0,003) terhadap kejadian diare pada balita. Hal ini karena nilai p<0,05, sedangkan untuk pengetahuan (0,536) tidak mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian diare. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tindakan pencegahan ibu dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Tikala Baru Kota Manado dan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Tikala Baru Kota Manado. Kata Kunci : Pengetahuan, Tindakan Pencegahan, Kejadian Diare Â

    UJI KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM (KHM) EKSTRAK KULIT NANAS (Ananas comosus L) TERHADAP Staphylococcus aureus

    Get PDF
    UJI KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM (KHM) EKSTRAK KULIT NANAS (Ananas comosus L) TERHADAP Staphylococcus aureus Indria Wiharningtias1) , Olivia Waworuntu2), Juliatri1) 1) Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran UNSRAT Manado, 95115 2)Fakultas Kedokteran UNSRAT Manado, 95115     ABSTRACT      Staphylococcus aureus is one of the bacteria in oral cavity that can lead to an abscess. Treatment of abscesses can be done by use of systemic antibiotics, but now the increasingly of Staphylococcus aureus bacteria resistant to antibiotics has become a problem in the medical. Various alternatives have been developed, one of them using natural materials to inhibit the growth of Staphylococcus aureus. Pineapple (Ananas comosus L) was a plant that grows in Indonesia. The peel of pineapple contains of bromelain enzyme and has anti-bacterial effect, but the pineapple’s peel were not widely used in Indonesia. The purpose of this research is to determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) of pineapple peel extract (Ananas comosus L) to Staphylococcus aureus growth. This research is a true experimental research with randomized pretes- posttest control group design. The method used in this research is serial dilution methods with turbidimetry and spectrophotometry as the test methods. Pineapple peel was extracted with maceration method using ethanol 96%. The extract used in this study are 0.39 %, 0.78 %, 1.56%, 3.125 %, 6.25%, 12.5 %, 25 %, 50 % and 100 %.The result of this research showed that the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) of pineapple peel extract (Ananas comosus  L) to Staphylococcus aureus was 1,56%. Keywords: Staphylococcus aureus, Minimum Inhibitory Concentration (MIC), pineapple peel   ABSTRAK Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri di dalam rongga mulut yang dapat menyebabkan terjadinya abses. Perawatan terhadap abses dapat dilakukan secara sistemik yaitu dengan penggunaan antibiotik, namun saat ini peningkatan resistensi bakteri Staphylococcus aureus terhadap antibiotik telah menjadi permasalahan dalam bidang kesehatan. Berbagai cara alternatif telah dikembangkan, salah satunya dengan memanfaatkan bahan alami untuk menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Nanas (Ananas comosus L) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Kulit buah nanas mengandung enzim bromelain dan memiliki efek sebagai anti bakteri, namun pemanfaatan kulit nanas belum banyak dilakukan di Indonesia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi hambat minimum (KHM) dari ekstrak kulit nanas terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni (true experimental design) dengan rancangan penelitian randomized pretes- posttest control group design. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode serial dilusi dengan metode pengujian turbidimetri dan spektrofotometri. Ekstrak kulit nanas didapat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Konsentrasi ekstrak yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0,39%, 0,78%, 1,56%, 3,125%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, konsentrasi hambat minumum ekstrak kulit nanas (Ananas comosus L) terhadap  Staphylococcus aureus yaitu konsentrasi 1,56%. Kata kunci: Staphylococcus aureus, Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), kulit nanas Â

    IDENTIFIKASI SENYAWA FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN LOLA KAHORI (Erythrina variegata L.) DARI TIDORE KEPULAUAN MENGGUNAKAN METODE BSLT

    Get PDF
    IDENTIFIKASI SENYAWA FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITAS EKSTRAK  ETANOL DAUN  LOLA KAHORI (Erythrina variegata L.) DARI TIDORE KEPULAUAN MENGGUNAKAN METODE BSLT Stela G. Warara1), Edwin De Queljoe2), Herny Simbala2) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 2)Jurusan Biologi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT Lola Kahori (Erythrina variegata L.) is a medical plant used empirically as anti-inflamatory, anti-cancer and anti-malarial. Lola Kahori Leafs is the most frequently parts used as traditional medicine. This research aims to identified phytochemical compound and to determine the LC50 toxicity value of ethanol extract from Lola Kahori leafs through the toxicity assay using BSLT method. Extraction was done by ultrasonication method using ethanol 95% solvent. Phytochemical screening was done according to Harborne method include identification of alkaloids, triterpenoids, steroids, flavonoids and tannins. Toxicity assay had been used BSLT method to count the lethality amount of shrimp larvae that put in solution test provided in four concentration of 1 mg/L, 10 mg/L, 100 mg/L, 1000 mg/L and control solution. The observation has done every 60 minutes in 24 hours. The value of LC50 obtained based from the calculation of  shrimp larvae lethality percentage used probit analysis. The result of phytochemical screening showed that ethanol extract from Lola Kahori leafs has phytochemical compounds containing alkaloid and tannin. Ethanol extract from Lola kahori leafs has tended the most toxic to brine shrimp according the value of LC50 that is 55,719 mg/L. Keywords : Lola Kahori (Erythrina variegata L.), Phytochemical Screening, Toxicity Assay, Brine Shrimp ABSTRAK Tumbuhan Lola Kahori (Erythrina variegata L.) merupakan tanaman berkhasiat obat yang telah digunakan secara empiris sebagai antiinflamasi, antikanker dan antimalaria. Bagian tumbuhan ini yang biasa digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional adalah bagian daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa fitokimia dan menentukan nilai toksik LC50 ekstrak etanol daun Lola Kahori melalui uji toksisitas menggunakan metode BSLT. Ekstraksi dilakukan dengan metode Ultrasonikasi menggunakan pelarut etanol 95%. Pengujian fitokimia dilakukan dengan metode Harborne meliputi identifikasi alkaloid, triterpenoid, steroid, flavonoid dan tanin. Uji toksisitas dilakukan dengan menggunakan metode BSLT untuk menghitung jumlah kematian larva udang yang dimasukkan dalam empat larutan uji dengan konsentrasi larutan yaitu 1 mg/L, 10 mg/L, 100 mg/L ,1000 mg/L dan larutan kontrol. Pengamatan dilakukan setiap 60 menit selama 24 jam. Nilai LC50 didapatkan berdasarkan perhitungan persen kematian larva udang menggunakan analisis probit. Hasil identifikasi fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Lola kahori mengandung alkaloid dan tanin.  Ekstrak etanol daun Lola kahori bersifat sangat toksik terhadap larva udang berdasarkan nilai LC50 yang diperoleh yaitu 55,719 mg/L.   Kata kunci : Lola Kahori (Erythrina variegata L.), Identifikasi Fitokimia, Uji Toksisitas, Larva Udang.   Â

    ANALISIS KEPUASAN PASIEN POLIKLINIK GIGI DAN MULUT RUMAH SAKIT TINGKAT III 07.06.01 ROBERT WOLTER MONGINSIDI TERHADAP PELAYANAN BPJS KESEHATAN BULAN AGUSTUS 2015 Calvin Nathanael1), Vonny N.

    Get PDF
    ANALISIS KEPUASAN PASIEN POLIKLINIK GIGI DAN MULUT RUMAH SAKIT TINGKAT III 07.06.01 ROBERT WOLTER MONGINSIDI TERHADAP PELAYANAN BPJS KESEHATAN BULAN AGUSTUS 2015 Calvin Nathanael1), Vonny N. S. Wowor1), Michael A. Leman1) 1Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado Email: [email protected]   ABSTRACT Health is the basic human need that must be fulfilled by people. Indonesian Government has implemented National Health Insurance as an effort to guarantee every citizen’s life basic needs. National Health Insurance in Indonesia that is considered as social health insurance system is conducted by BPJS Kesehatan since 2014. BPJS Kesehatan that has been being already operated for more than a year in Indonesia has eight targets to achieve in 2019. One of those targets is that 85% of participants are satisfied with the service done by BPJS Kesehatan. The purpose of this study is to find out the satisfaction of the patient’s of Poliklinik Gigi dan Mulut Rumah Sakit Tingkat III 07.06.01 Robert Wolter Monginsidi towards the services given by BPJS Kesehatan. The type of this study is a descriptive analytic study with cross sectional method. The sampling method used in this study is purposive sampling with 61 sample. The patient’s satisfaction is measured with SERVQUAL and analyzed with Importance Performance Analysis to find out which service items that those need to be improved. The data was collected using two type of questionnaires. They were given before and after the patients got the service. The result shows that services given by BPJS Kesehatan towards the patient’s of Polinklinik Gigi dan Mulut Rumah Sakit Tingkat III 07.06.01 Robert Wolter Monginsidi is still less satisfying. The management then should focus to improve their service performances for the better and satisfying service in the future. Key words: Satisfaction, BPJS Kesehatan , SERVQUAL, importance performance analysis ABSTRAK Kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang mutlak dipenuhi oleh setiap manusia. Pemerintah Indonesia melaksanakan Jaminan Kesehatan Nasional sebagai upaya untuk menjamin warga negaranya dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak. Jaminan Kesehatan Nasional di Indonesia yang tergolong sistem jaminan kesehatan sosial diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan mulai tahun 2014. BPJS Kesehatan yang telah beroperasi lebih dari setahun di Indonesia memiliki delapan target yang ingin dicapai pada tahun 2019, salah satunya ialah 85% peserta puas dengan layanan BPJS Kesehatan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui kepuasan pasien yang berkunjung ke Poliklinik Gigi dan Mulut Rumah Sakit Tingkat III 07.06.01 Robert Wolter Monginsidi terhadap pelayanan BPJS Kesehatan. Jenis penelitian ini ialah deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Metode penarikan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 61 orang. Kepuasan pasien diukur menggunakan metode SERVQUAL dan dianalisis menggunakan Importance Performance Analysis untuk mengetahui item pelayanan mana saja yang kinerjanya perlu ditingkatkan. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner sebelum pasien mendapatkan pelayanan dan setelah pasien selesai mendapatkan pelayanan.Hasil penelitian menunjukkan pelayanan BPJS Kesehatan terhadap pasien Polinklinik Gigi dan Mulut Rumah Sakit Tingkat III 07.06.01 Robert Wolter Monginsidi masih kurang memuaskan. Manajemen perlu fokus pada pembenahan kinerja pelayanan sehingga lebih baik dan memuaskan di masa mendatang. Kata kunci: Kepuasan, BPJS Kesehatan , SERVQUAL, importance performance analysi

    ANALISIS KADAR ASAM LEMAK ESENSIAL PADA KULIT BIJI JAMBU METE (Annacardium occidentale L.)

    Get PDF
    ANALISIS KADAR ASAM LEMAK ESENSIAL PADA KULIT BIJI JAMBU METE (Annacardium occidentale L.)   Sari Indah Rahmawaty Botutihe1), Jemmy Abidjulu1), Paulina V. Y. Yamlean1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 2)Jurusan Kimia FMIPA UNSRAT Manado, 95115   ABSTRACT Cashew nuts are type of nuts which is most favored by the people because of its delicious taste. To be processed as food, cashew nuts must first be separated from its shell. The shell of the cashew nut can produce CNSL or Cashew Nut Shell Liquid which is oil form. Cashew Nut Shell Liquid play a role in industries such as wood adhesives or raw material for oil. Cashew Nut Shell Liquid can be produced by extraction using chemical solvents. Some of the previous studies had been reported about the fatty acid content of cashew nuts. The purpose of this study was to determine whether there is an essential fatty acid in the cashew nut shell oil using Gas Chromatography. To be identified using Gas Chromatography, the oil must be converted into methyl ester compounds through the methylation process in advance. Gas Chromatography optimization was done using Helium gas. About seven peaks of chromatographic data were. One of the identified fatty acid compound was oleic acid. Keywords: Essential Fatty Acids, Cashew, Gas Chromatography ABSTRAK   Kacang mete adalah jenis kacang yang paling digemari oleh masyarakat karena rasanya yang lezat. Untuk dapat diolah sebagai bahan makanan, kacang mete terlebih dahulu harus dipisahkan dari cangkangnya. Cangkang kulit biji mete dapat menghasilkan CNSL atau Cashew Nut Shell Liquid yang merupakan minyak. CNSL memiliki peranan dalam bidang industri seperti perekat kayu atau bahan baku oli. CNSL dapat dihasilkan dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut kimia. Beberapa penelitian sebelumnya telah mengemukakan kandungan asam lemak pada kacang mete. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya asam lemak esensial pada minyak kulit biji mete menggunakan Kromatografi Gas. Untuk dapat diidentifikasi menggunakan Kromatografi Gas maka minyak harus diubah menjadi senyawa metil ester terlebih dahulu melalui proses metilasi. Optimasi Kromatografi gas dilakukan dengan menggunakan gas Helium. Data kromatogram yang diperoleh adalah sebanyak 7 puncak. Salah satu senyawa asam lemak yang teridentifikasi adalah Asam Oleat.   Kata kunci: Asam Lemak Esensial, Jambu Mete, Kromatografi Gas Â

    GAMBARAN PENGGUNAAN BAHAN TUMPATAN DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT PSPDG FAKULTAS KEDOKTERAN UNSRAT TAHUN 2015

    Get PDF
    GAMBARAN PENGGUNAAN BAHAN TUMPATAN DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT PSPDG FAKULTAS KEDOKTERAN UNSRAT TAHUN 2015 Practissa R. Wigati1), Damajanty H. C. Pangemanan1), Wulan G. Parengkuan1) 1) Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado Email: [email protected]     ABSTRACT Dental filling use to restore the function of the teeth in the mouth by stopping the caries process and keep the pulp in order to stay vital and healthy. Some of filling material which was used at Unsrat Dental Hospital, such of composites resin which have good esthetic, amalgam have strength and cost relatively cheap, and GIC have a low vitality against acid. The purpose of this study was to know about used of dental filling material at Unsrat Dental Hospital on year 2015. This was a descriptive retrospective study. Population used from all patients medical records who come to Unsrat Dental Hospital for restorative treatment on 2015. Sampling was chosen with total sampling. Total amount of sample according to inclusion and exclusion criteria consist to 189 medical record. Result study showed that restorative treatment from patients at Unsrat Dental Hospital on year 2015 a total of 409. Patients that where recorded on medical record amounted to 189 patients, whereas the lost medical  records amounted to 220 patients. Data that was used on this study from the medical record consist of  189 sample data. Result showed that majority sample (52,91%) using amalgam fillings. Keywords: material dental filling, amalgam, GIC,  resin composite       ABSTRAK   Tumpatan adalah mengembalikan fungsi gigi dalam mulut dengan jalan menghentikan proses karies dan menjaga pulpa agar tetap vital dan sehat. Beberapa bahan tumpatan yang dipakai di RSGM Unsrat, yaitu resin komposit mempunyai estetik yang baik, amalgam mempunyai kekuatan dan harganya yang relatif murah, dan GIC memiliki daya tahan rendah terhadap kondisi yang asam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran penggunaan bahan tumpatan di RSGM Unsrat pada tahun 2015. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif retrospektif. Populasi yang digunakan yaitu seluruh kartu rekam medik pasien yang datang untuk melakukan penumpatan di RSGM Unsrat pada tahun 2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Besar sampel pada penelitian ini setelah melihat kriteria inklusi dan eksklusi menjadi 189 sampel rekam medik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan penumpatan pada daftar kunjungan pasien di RSGM Unsrat pada tahun 2015 berjumlah 409 pasien. Pasien yang tercatat dalam kartu rekam medik berjumlah 189 pasien, sedangkan kartu rekam medik yang hilang berjumlah 220 pasien. Data penelitian yang didapat dari catatan kartu rekam medik yaitu 189 sampel data. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (52,91%) menggunakan bahan tumpatan amalgam. Kata kunci: Bahan tumpatan, amalgam, GIC, resin komposit Â

    EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN JAMBU MAWAR (Syzigium jambos L. alston) MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Streptococcus mutans SECARA IN VITRO

    Get PDF
    EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN JAMBU MAWAR (Syzigium jambos L. alston) MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Streptococcus mutans SECARA IN VITRO Patricia Mamahit1), Jane Wuisan1), P.S Anindita1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter gigi Fakultas Kedokteran UNSRAT ABSTRACT   The Rose Apple (Syzygium Jambos L. Alston) is an Indonesia’s natural substance which has been known only as an ornamental plant but have medicinal properties. Leaves of syzygium jambos contain some antibacterial compounds including flavonoids and tannins. Streptococcus mutans is a bacteria that causes dental caries and has the ability to produce the acidic in the oral cavity. An alternative way to cope Streptococcus mutans is  by using leaves of syzygium jambos.The purpose of this study is to determine whether the extract of syzygium jambos leaf  is effective to inhibit the growth of Streptococcus mutans which was seen from the inhibition zone.This study was an experimental research by using a modified Kirby-bauer method with filter paper. Syzygium jambos leaf samples were taken from Paslaten, East of Tomohon, Tomohon. The syzygium jambos’s leaf was extracted with maceration method by using ethanol 96%. Streptococcus mutans bacteria was taken from a pure bacteria stock in the Laboratory of Sam Ratulangi University.The result on this research is Inhibition zone of leaf extract against Streptococcus mutans  are about 13.15 mm,  it can be concluded that the extract of syzygium jambos leaf is effective to obstract the growth of Streptococcus mutans bacteria Key words: Rosses apple leaf (Syzigium jambos L. Alston), Streptococcus mutans, . Inhibition zone ABSTRAK Tanaman jambu mawar (Syzigium Jambos L. Alston) merupakan bahan alami Indonesia yang selama ini hanya dikenal sebagai tanaman hias tetapi memiliki khasiat obat. Daun jambu mawar mengandung beberapa senyawa antibakteri antara lain flavonoid dan tannin. Streptococcus mutans merupakan bakteri penyebab karies gigi dan memiliki kemampuan menghasilkan suasana asam dalam rongga mulut. Cara alternatif untuk menanggulangi Streptococcus mutans yaitu dengan menggunakan  daun jambu mawar.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak daun jambu mawar efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dilihat dari zona hambat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode modifikasi Kirby-bauer menggunakan kertas saring. Sampel daun jambu mawar diambil dari Kelurahan Paslaten 2 Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon. Daun jambu mawar kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Bakteri Streptococcus mutans diambil dari stok bakteri murni Laboratorium  FMIPA Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian didapatkan zona hambat ekstrak daun jambu mawar terhadap bakteri Streptococcus mutans sebesar 13,15 mm, dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun jambu mawar efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.   Kata kunci: daun jambu mawar (Syzigium jambos L. Alston), Streptococcus mutans, zona hambat Â

    FORMULASI SEDIAAN LOSIO DARI EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus L. (Merr)) SEBAGAI TABIR SURYA

    Get PDF
    FORMULASI SEDIAAN LOSIO DARI EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus L. (Merr)) SEBAGAI TABIR SURYA Helen Eliska Trianti Gurning1), Adeanne C. Wullur1), Widya Astuty Lolo1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT Pineapple rind (Ananas comosus L. (Merr).) contains flavonoid and tanin that can be used as sunscreen. This research aims to make sunscreen lotio from pineapple rind extract with concentration of 8, 10 and 12% base on lotio requirements including organoleptic test, homogeneity test, pH test, dispersive test and examine the pineapple rind extract lotion as sunscreen by measurement of Sun Protection Factor (SPF) value in vitro. Pineapple rind with concentration at 8, 10 and 12% can be formulated as lotion. The lotion were made based on lotion requirements including organoleptic test with semisolid phase, greenish yellow in color and specific fragrance of pineapple. Homogeneity test with the absence of small particles through out all the lotion; pH test was 6 which still within skin pH interval of 4-7,5 and dispersive test with dispersive diameter width of 6-7 cm indicated the semisolid consistency which is comfortable in use. The effectiveness of the sunscreen were carried out by the determination of SPF value using Spectrophotometer UV-Vis method. All the lotion meet the requirements as sunscreen with SPF value of 2,66; 2,72 and 2,83 respectively. Keywords : Lotion, Pineapple Rind, Sunscreen, SPF ABSTRAK Kulit buah Nanas (Ananas comosus L. Merr) mengandung flavonoid dan tanin yang mampu bekerja sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan losio tabir surya dari ekstrak kulit buah Nanas dengan konsentrasi 8, 10 dan 12%, menguji sediaan losio ekstrak kulit buah Nanas berdasarkan persyaratan sediaan losio meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH dan uji daya sebar dan menguji sediaan losio ekstrak kulit buah Nanas sebagai sediaan tabir surya dengan pengukuran nilai Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro. Kulit buah Nanas konsentrasi 8, 10 dan 12% dapat diformulasikan sebagai sediaan losio. Losio yang dibuat memenuhi persyaratan sediaan losio meliputi uji organoleptik dengan bentuk semisolid, warna kuning-kehijauan dan bau khas buah Nanas. Uji homogenitas dengan tidak terdapatnya partikel-partikel kecil pada seluruh sediaan losio; uji pH dengan nilai pH 6 yang masih dalam interval pH kulit yaitu 4-7,5 dan uji daya sebar dengan luas diameter sebar 6-7 cm yang menunjukkan konsistensi semisolid yang sangat nyaman dalam penggunaan. Efektivitas sediaan tabir surya dilakukan dengan penentuan SPF menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Seluruh losio memenuhi syarat sebagai tabir surya dengan nilai SPF berturut-turut 2,66; 2,72 dan 2,83. Kata kunci: Losio, Kulit Buah Nanas, Tabir Surya, SPF   Â

    UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus L) SEBAGAI OBAT ANALGETIK SECARA IN VITRO PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus muculus)

    Get PDF
    UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus L) SEBAGAI OBAT ANALGETIK SECARA IN VITRO PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus muculus) Deny Masuara1), Paulina V.Y. Yamlean1), Sri Sudewi1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT ABSTRACT Pains caused by mechanical stimuli, chemical or physical cause damage tissues. Sunflowers (Helianthus annuus L) contains flavonoids potentially to reduce pains. This research aims to testing the analgesic effects of sunflower extract at dosages of 0.358 g/kg, 0.717 g/kg and 1,434 g/kg on white mice males (Mus muculus). The subject are 15 white mice males (Mus muculus) which divided into 5 groups, they are negative control (CMC), the positive control (Mefenamic acid) and treatment group (sunflower extract). Analgetic effects testing treated by giving pain stimuli to the mice in terms of heat stimuli of 550C temperature. Mice responses that observed are movements of licking back legs. The observation took one minute. The observation did before and after giving the testing substances, periodically giving at 30, 60, 90 and 120 minutes. The result shows that sunflower extracts of 0.358 g/kg, 0.717 g/kg and 1,434 g/kg have analgesic effects only at dosages of 0.358 g/kg to the white mice. It concluded that the extract of sunflower has analgesic effects to the white male mice by thermal induced. Key words: pain, analgesic, sunflower   ABSTRAK   Nyeri disebabkan oleh rangsangan mekanis, kimiawi atau fisis sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan. Bunga Matahari (Helianthus annuus L) mengandung flavanoid yang berpotensi untuk digunakan secara empiris mengurangi rasa nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek analgetik dari ekstrak bunga matahari dengan dosis 0,358 g/kgBB, 0,717 g/kgBB dan 1,434 g/kgBB pada mencit putih jantan (Mus muculus). Subjek penelitian ini ialah 15 ekor mencit jantan putih (Mus muculus) yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol negatif (CMC), Kelompok kontrol positif (Asam mefenamat) dan kelompok perlakuan (ekstrak bunga matahari). Pengujian efek analgetik dilakukan dengan cara memberikan rangsangan rasa nyeri pada hewan uji berupa rangsangan panas dengan suhu 550 C. Respon mencit yang diamati yaitu berupa gerakan menjilat kaki belakang atau melompat. Pengamatan dilakukan selama 1 menit. Pengamatan dilakukan sebelum pemberian zat uji, sesudah pemberian zat uji kemudian berturut-turut pada menit ke-30, 60, 90 dan 120. Hasil penelitian menunjukan ektrak bunga matahari dengan 0,358 g/kgBB, 0,717 g/kgBB dan 1,434 g/kgBB memiliki efek analgetik pada mencit putih hanya pada dosis 0,358 g/kgBB. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak bunga matahari memiliki efek analgetik pada mencit jantan putih yang di induksi secara termik.   Kata kunci : nyeri, analgetik, bunga matahari Â

    978

    full texts

    1,026

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PHARMACON
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇