1026 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA SISWA DI SMP KRISTEN EBEN HAEZAR 1 MANADO

    Get PDF
    HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA SISWA DI SMP KRISTEN EBEN HAEZAR 1 MANADO Feby Musralianti1), A. J. M Rattu1), Wulan P. J Kaunang1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, Manado   ABSTRACT Indonesia is currently experiencing multiple nutritional problems, where the problem of infectious diseases and malnutrition can’t be addressed as a whole, an increase in non-communicable diseases such as obesity and weight gain, especially in urban areasinfectious diseases will continue to dominate the developing countries, but when there is economic growth occurs, non-communicable diseases are increasingly common in the community. The purposes are (1) To analyzed the relationship between the physical activity with the obesity incidence with student in Christian Junior High School of 1 EbenHaezar Manado. (2) To analyzed the relationship between dietary habits with student in Christian Junior High School of  EbenHaezar Manado. Methods. This study was an observational study with case control approach. The number population in this study is all of  students who have excess weight in Junior High School of 1 EbenHaezar  Manado. The number of the samples same with the number of population is 82, consisting of 41 respondents were included in the case group and 41 respondents were included in the control group. The Results. There was a significant relation between physical activity with obesity incidence with students in Junior High School of 1 EbenHaezar Manado, with the value of physical activity (p <0.05; OR = 0.016), OR<1 independent variables as a protective factor in the incidents of obesity and statistically there is no relation between the dietary habits and the incidence of obesity. Conclusion: There is a significant relation between physical activity with obesity incidence and statistically there is no relation between the diet and the incidence of obesity. Keywords : Physical Activity, Dietary Habit, Obesity ABSTRAK Saat ini Indonesia mengalami masalah gizi ganda, dimana masalah penyakit menular dan gizi kurang belum dapat diatasi secara menyeluruh, terjadi peningkatan penyakit tidak menular seperti obesitas dan kenaikan berat badan terutama di daerah perkotaan. Penyakit infeksi akan terus mendominasi Negara berkembang, namun di saat terjadi pertumbuhan ekonomi, penyakit tidak menular pun semakin umum di masyarakat. Tujuan penelitian antaranya (1) Untuk menganalisis kebiasaan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas Pelajar di SMP 1 Eben Haezar  Manado. (2) Untuk menganalisis hubungan pola makan dengan kejadian obesitas Pelajar di SMP 1 Eben Haezar  Manado. Metode. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang mempunyai berat badan lebih di SMP Eben Haezar 1 Manado. Jumlah sampel sama dengan jumlah populasi yaitu 82 yang terdiri dari 41 responden yang termasuk dalam kelompok kasus dan 41 responden yang termasuk dalam kelompok kontrol. Hasil. Terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada pelajar SMP Kristen Eben Haezar 1 Manado dengan nilai aktivitas fisik (p<0,05;OR=0,016), OR<1, variabel independent sebagai faktor protektif pada kejadian obesitas dan secara statistik tidak ada hubungan antara pola makan dengan kejadian obesitas. Kesimpulan. Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas dan secara statistik tidak ada hubungan antara pola makan dengan kejadian obesitas Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Pola Makan dan Obesitas Â

    KANDUNGAN MERKURI PADA LOSION PEMUTIH TANGAN DAN BADAN YANG DIGUNAKAN OLEH MASYARAKAT DI KELURAHAN TATAARAN PATAR KECAMATAN TONDANO SELATAN KABUPATEN MINAHASA

    Get PDF
    KANDUNGAN MERKURI PADA LOSION PEMUTIH TANGAN DAN BADAN YANG DIGUNAKAN OLEH MASYARAKAT DI KELURAHAN TATAARAN PATAR KECAMATAN TONDANO SELATAN KABUPATEN MINAHASA Claudia Kala’lembang1), Odi R. Pinontoan1), Budi T. Ratag1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado   ABSTRACT Lotion is a cosmetics preparation from emollients group (moisturizers) that contain more water. The preparation has a several characteristics, as a source of moisture for the skin, give the oil layer similar to sebum, make hand and body become soft, but it does not feel greasy and easily applied. Mercury (Hg) was a hazardous heavy metals that even in a small concentrations can cause toxicity. The research objective to describe the content of mercury in the hand and body whitening lotion used by the society in Tataaran Patar South Tondano of District Minahasa. This is an exploratory study. The samplings are the hand and body lotion whitening lotion user who lived in Tataaran Patar South Tondano District Minahasa and samples examination in the laboratory of BPOM Manado. This study was conducted in January – March 2016. The total population is 2.566 people. 97 peoples chosen as respondents using purposive sampling technique. Research using color reaction with amalgam test and reagent color reaction test with potassium iodide. According to the research, when amalgam test was performed, the copper rod is not created gray shiny. In the color reaction test with potassium iodide the result showed no color change in the sample. This showed that Lotion A, Lotion B and Lotion C are negative from mercury. The conclusion ot this research is hand and body whitening lotion most widely used by the public did not contain mercury and most people used the lotion are between the ages of 15 – 24 years. Keywords: Mercury (Hg), hand and body whitening lotion, color reaction ABSTRAK Losion adalah sediaan kosmetika golongan emolien (pelembut) yang mengandung air lebih banyak. Sediaan ini memiliki beberapa sifat, yaitu sebagai sumber lembab bagi kulit, memberi lapisan minyak yang hampir sama dengan sebum, membuat tangan dan badan menjadi lembut, tetapi tidak berasa berminyak dan mudah dioleskan. Merkuri (Hg) termasuk logam berat berbahaya yang dalam konsentrasi kecil dapat menimbulkan racun. Tujuan penelitian untuk menggambarkan kandungan merkuri pada losion pemutih tangan dan badan yang digunakan oleh masyarakat di Kelurahan Tataaran Patar Kecamatan Tondano Selatan Kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Lokasi pengambilan sampel adalah pada pengguna losion pemutih tangan dan badan di Kelurahan Tataaran Patar Kecamatan Tondano Selatan Kabupaten Minahasa dan pemeriksaan sampel di Laboratorium BPOM Manado. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2016. Total populasi adalah 2.566 jiwa. 97 jiwa dipilih sebagai responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara non random yaitu purposive sampling. Penelitian menggunakan metode reaksi warna dengan uji amalgam dan uji reaksi warna dengan reagen kalium iodida. Berdasarkan hasil penelitian, ketika dilakukan uji amalgam, pada batang tembaga tidak terbentuk warna abu-abu mengkilap. Pada uji reaksi warna dengan kalium iodida menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan warna pada larutan sampel losion. Hal ini menunjukkan bahwa Losion A, Losion B dan Losion C negatif mengandung merkuri. Kesimpulan penelitian ini losion pemutih tangan dan badan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat tidak mengandung merkuri dan masyarakat paling banyak menggunakan losion tersebut pada umur antara 15 – 24 tahun. Kata Kunci: Merkuri (Hg), losion pemutih tangan dan badan, reaksi warna Â

    STUDI PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK PADA PASIEN CEDERA KEPALA (CONCUSSION) DI RSUP PROF. Dr. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI-DESEMBER 2014

    Get PDF
    STUDI PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK PADA PASIEN CEDERA KEPALA (CONCUSSION) DI RSUP PROF. Dr. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI-DESEMBER 2014 Chrysario Chandra1), Heedy Tjitrosantoso1), Widya Astuty Lolo1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi ABSTRACT Analgesics are drugs that selectively reduce and eliminate pain which acts in the central nervous system. This research aims to determine analgesic drug used in patients with head injuries in Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital and determine the pattern of Analgesic drug used in patients with head injury. This research is a descriptive study with retrospective data collection based on a medical record in the Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital. The sample in this study are patients receiving analgesic head injury. Samples are grouped by age child (1-4th) and adults (>15th), grouped by analgecic drugs used and classified based administration. The result showed that the analgesic drug used is non-opioid analgesics such as Ketorolac (59,61%), Metamizole (28,85%), Paracetamol (3,85%), Mefenamic Acid (1,92%), Antalgin (1,92%) and Ketorolac + Paracetamol (3,85%) . In pediatric patients the most widely used Metamizole (54,55%) and in adult patients most widely used Ketorolac (70,73%). The pattern of drug delivery at the beginning of therapy intravenously (92,30%) and on advanced therapies in oral (96,97%). Keywords: Analgesic, Head Injury ABSTRAK Analgesik merupakan obat yang selektif mengurangi dan menghilangkan rasa sakit yang bertindak dalam sistem saraf pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui obat analgesik yang digunakan pada pasien cedera kepala di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dan mengetahui pola penggunaan obat analgesik pada pasien cedera kepala. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan catatan rekam medik di RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang mendapatkan terapi analgasik cedera kepala. Sampel dikelompokkan berdasarkan umur, anak-anak (1-14 tahun) dan Dewasa (>15 tahun), dikelompokkan berdasarkan obat analgesik yang digunakan, dan dikelompokkan berdasarkan cara pemberian obat analgesik. Hasil penelitian menunjukkan obat analgesik yang digunakan adalah analgesik golongan non-opioid seperti Ketorolac (59,61%), Metamizole (28,85%), Paracetamol (3,85%), Asam Mefenamat (1,92%), Antalgin (1,92%) dan Ketorolac + Paracetamol (3,85%). Pada pasien anak-anak paling banyak menggunakan obat Metamizole (54,55%) dan pada pasien dewasa paling banyak menggunakan obat Ketorolac (70,73%). Pola pemberian obat pada terapi awal secara intravena (92,30%) dan pada terapi lanjutan secara peroral (96,97%). Kata Kunci: Analgesik, Cedera Kepala   Â

    EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BIJI BENGKUANG (Pachyrrhizus erosus) TERHADAP PERTUMBUHAN Streptococcus mutans SECARA IN VITRO

    Get PDF
    EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BIJI BENGKUANG (Pachyrrhizus erosus) TERHADAP PERTUMBUHAN Streptococcus mutans SECARA IN VITRO Ian Handry Supari1), Michael A. Leman1), Kustina Zuliari1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, UNSRAT, Manado, 95115   ABSTRACT Dental caries is an oral health problems that often occurs. Streptococcus mutans is a bacteria main causes of dental caries. Research using natural materials has been carried out. One of the useful plants is the Yam. Yam seed (Pachyrrhizus erosus) contains flavonoids, saponins, tannins, quinones, alkaloids, triterpenoids. This study aims to determine the effectiveness of antibacterial Yam seeds extract on the growth of Streptococcus mutans in vitro. This research was a laboratory experimental with the study design post test only control group design. Testing methods used in this study was modified Kirby-Bauer method using the sinks. MHA media provided as many as five a petri dish with 15 wells, five wells filled with a solution of yam seeds extract, five wells filled amoxicilin and five other wells filled with ethanol 96 %. Observation were made after twenty-four hours the incubation.The result showed that yam seeds extract has antibacterial effect to inhibit the growth of streptococcus mutans bacteria, but the inhibition zone smaller than amoxicillin. Keywords: Yam seeds (Pachyrrhizus erosus), Streptococcus mutans, inhibition zone   ABSTRAK Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi. Streptococcus mutants merupakan bakteri utama penyebab karies gigi. Penelitian dengan menggunakan bahan alam telah banyak dilakukan. Salah satu tumbuhan yang bermanfaat ialah bengkuang. Biji bengkuang (Pachyrrhizus erosus) mengandung senyawa antibakteri antara lain flavonoid, saponin, tanin, kuonin, alkaloid, dan triterpenoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak biji bengkuang terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans secara in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian post test only control group design. Metode pengujian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode modifikasi Kirby-Bauer dengan menggunakan sumuran. Media MHA disediakan sebanyak lima cawan petri dengan 15 buah sumur, lima sumur diisi dengan larutan ekstrak biji bengkuang, lima sumur diisi amoksisilin dan lima sumur lainnya diisi dengan etanol 96%. Pengamatan dilakukan setelah 24 jam masa inkubasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak biji bengkuang memiliki efek antibakteri untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans, tetapi zona hambatnya lebih kecil dibandingkan dengan antibiotik amoksisilin. Kata kunci: biji bengkuang (Pachyrrhizus erosus), Streptococcus mutans, zona hambat Â

    ANALISIS KANDUNGAN ZAT PENGAWET BORAKS PADA BAKSO YANG DISAJIKAN PADA KIOS BAKSO PERMANEN DI KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO

    Get PDF
    ANALISIS KANDUNGAN ZAT PENGAWET BORAKS PADA BAKSO YANG DISAJIKAN PADA KIOS BAKSO PERMANEN DI KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Sixtian F. Monijung1), Prof. dr. Jootje M. L. Umboh1), Ricky C. Sondakh1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado   ABSTRACT Food is a basic daily needs, which are crucial for human survival (Law No. 18 of 2012). The food comes from food that is everything that comes from biological sources of agricultural products, agriculture, forestry, fisheries, animal husbandry, aquatic, whether treated or untreated designated as a food or beverage for human consumption, including additives for food, raw materials food, and other materials used in the preparation, processing, and manufacture of food or drink that everyone needs to be guaranteed to obtain quality and safe food. To determine whether there is the content of the preservative borax in meatballs meatballs served on a permanent stall in the district Malalayang city of Manado. This research is a descriptive survey with laboratory examination to portray how the content of the preservative borax in meatballs sold by merchants who have a permanent stall in the district Malalayang city of Manado. Based on the research that has been done, it can be concluded that There are kiosks that use borax meatballs in the meatball that is ready to be served. Keywords: Preservatives Borax ABSTRAK Makanan merupakan kebutuhan pokok sehari-hari yang berperan penting untuk kelangsungan hidup manusia (UU No. 18 Tahun 2012). Makanan berasal dari bahan pangan yang merupakan segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan Pangan, bahan baku Pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman sehingga setiap orang perlu dijamin untuk memperoleh pangan yang bermutu dan aman. Untuk mengetahui ada tidaknya kandungan zat pengawet boraks pada bakso yang disajikan pada kios bakso permanen di kecamatan Malalayang kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian survey deskriptif dengan pemeriksaan laboratorium untuk mengambarkan bagaimana kandungan zat pengawet boraks pada bakso yang dijual oleh pedagang yang memiliki kios permanen di kecamatan Malalayang kota Manado. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Tidak Terdapat kios bakso yang menggunakan boraks dalam bakso yang siap disajikan. Kata kunci : Zat pengawet Boraks Â

    FORMULASI SEDIAAN GEL MINYAK ATSIRI DAUN SEREH (Cymbopogon citratus) SEBAGAI ANTISEPTIK TANGAN

    Get PDF
    FORMULASI SEDIAAN GEL MINYAK ATSIRI DAUN SEREH (Cymbopogon citratus) SEBAGAI ANTISEPTIK TANGAN Noriko Manus1), Paulina V. Y. YamLean1), Novel S. Kojong1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT Lemongrass (Cymbopogon citratus) is a plant known to produce essential oil. The essential oil produced from the leaves of the Lemongrass has many benefits and one of them is as antiseptic properties. The objective of this study is to compose a formula and then examine the effectiveness of hand antiseptic properties in gel produced from the leaves of Lemongrass essential oils (Cymbopogon citratus) in three different concentration formula, which are: 5%, 10% and 15% with CMC-Na as the gel base. Tests performed on three gel formulations include physical properties among others organoleptic test, pH, homogeneity, spreading test, consistency and effectiveness of antiseptic. Antiseptic effectiveness testing was conducted using a modified replica using handsanitizer Carex® (positive control), base gel (negative control) and gel formulation of 5%, 10% and 15%. The resulting data of antiseptic test was analyzed using One Way Anova method with 95% of trustworthy level. The resulting gel shows that the essential oil of the Lemongrass leaves is able to be formulated to a gel form which meets the test parameter, among others organoleptic test (semisolid, clear and typical scent of Lemongrass), scale of pH 6  is still in the interval scale which is safe for skin, homogeneity with no visible coarse upon such gel formula, spreading test level around 5,1-5,5 shows semisolid consistency which is very convenient to use and consistency test in which the separation phase did not occur. Gel which contains 15% of essential oil of the Lemongrass leaves showed the decrease of best average number of colony which is 8. Keywords: Lemongrass leaves, essential oil, antiseptic gel, replica method     ABSTRAK   Sereh (Cymbopogon citratus) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri. Minyak atsiri yang terkandung dalam Sereh memiliki khasiat salah satunya sebagai antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi serta menguji efektivitas antiseptik tangan dari sediaan gel minyak atsiri daun Sereh (Cymbopogon citratus) dengan tiga variasi konsentrasi, yakni 5%, 10% dan 15% dengan CMC-Na sebagai basis gel. Pengujian yang dilakukan terhadap ketiga formulasi meliputi sifat fisik gel yaitu, pengujian organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar, konsistensi serta efektivitas antiseptik. Pengujian efektivitas antiseptik dilakukan dengan metode replika yang dimodifikasi menggunakan handsanitizer Carex® (kontrol positif), basis gel (kontrol negatif) dan sediaan gel 5%, 10%, 15%. Data pengujian antiseptik yang diperoleh dianalisis dengan One Way Anova dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa gel yang dihasilkan memenuhi parameter uji, diantaranya uji organoleptik (semipadat, jernih dan bau khas Sereh), pH 6 yang masih dalam interval aman pH kulit, homogenitas dengan tidak terlihat adanya butiran kasar terhadap semua formulasi gel, uji daya sebar yang berkisar 5,1-5,5 menunjukkan konsistensi semisolid yang sangat nyaman dalam penggunaan dan uji konsistensi dengan tidak terjadi pemisahan fase. Gel minyak atsiri daun Sereh memiliki efektivitas antiseptik pada konsentrasi 15% yang memperlihatkan adanya penurunan rata-rata jumLah koloni yang paling baik yakni 8.   Kata kunci : daun Sereh, minyak atsiri, gel antiseptik, uji replika Â

    HUBUNGAN ANTARA KELELAHAN KERJA DAN MASA KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA TENAGA KERJA BONGKAR MUAT DI PELABUHAN BITUNG TAHUN 2015

    Get PDF
    HUBUNGAN ANTARA KELELAHAN KERJA DAN MASA KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA TENAGA KERJA BONGKAR MUAT DI PELABUHAN BITUNG TAHUN 2015 Kindangen P.Elia1), Johan Josephus1), Ardiansa. T. Tucunan1) 1)Fakuktas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado ABSTRACT Fatigue decrease work capacity and fatigue characterized by the sensation of fatigue, decreased motivation, decreased activity.  This research attemps to Relationship Between Feelings of Fatigue and work time With Work Productivity on labor of loading and unloading at the port of bitung.This research was analytic observation with crossectional approach. This research conducted in the port bitung agustus until november, 2015. The sample of this research was 91 respondens and the data collection was done using a questionnaire. The instruments used were questionnaires and tool reaction time. Data analysis includes univariate and bivariate analysis using chi-square test with score p= 0,05.Based of statistical test use person chi square the result show that there was a relationship such work time (p=0,025) and fatigue (p=0,028) and on work productivity on port bitung is because the p= 0,005 . whereas. The results of data analysis showed there were relationship between work time with work productivity on works unloading in the port bitung  and analysis showed there were relationship between fatigue with work productivity on work unloading in the port bitung .   Keywords: Age, Work Time, Work Productivity, work unloading ABSTRAK Kelelahan menurunkan kapasitas kerja dan ketahanan kerja yang ditandai oleh sensasi lelah, motivasi menurun, aktivitas menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kelelahan kerja dan masa kerja dengan produktivitas kerja pada tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan bitung. Penelitian ini merupakan observasi analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Pelabuhan Bitung pada bulan Agustus-november 2015. Sampel dalam penelitian ditentukan secara Accidental sampling dengan sampel berjumlah 91 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan alat reaction timer. Uji yang digunakan yaitu Uji Chi Square dengan nilai p = 0.05. Hasil uji statistik menggunakan Person Chi Square yang dilakukan, menunjukkan bahwa ada hubungan antara masa kerja (p=0,025) dan kelelahan kerja (p=0,028) dan terhadap produktivitas kerja tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan bitung, Hal ini karena nilai p < 0,05. dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara masa kerja dengan produktivitas kerja pada tenaga kerja bongkar muat  dan terdapat hubungan antara kelelahan kerja dengan produktivitas kerja pada tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan bitung. Kata Kunci: Masa Kerja, Kelelahan Kerja, Produktivitas Kerja, Tenaga Kerja Â

    HIGIENE SANITASI DAN KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR MINUM PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI KOTA TOMOHON TAHUN 2015

    Get PDF
    HIGIENE SANITASI DAN KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR MINUM PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI KOTA TOMOHON TAHUN 2015 Filisita V Pandeinuwu1), Jootje M.L Umboh1), Woodford B.S Joseph1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi ABSTRACT Drinking water is water that has processing or without processing that meets the health requirements and can be drunk directly. Safe drinking water to health if it meets the requirements of physical, microbiological, chemical and radio active. The purpose of this research is to gain an overview of hygiene and sanitation and bacteriological quality of drinking water in the drinking water depots Refill (DAMIU) in Tomohon. This study is a descriptive survey with cross sectional design. The population in this study were all DAMIU who tataled 15 depots and all officers of the depot, which has 21 officers. Samples DAMIU is 15 to 30 DAMIU in Tomohon taken one person from each depot. Assessment using a format based on the book Physical Examination Guidelines for the Implementation of Drinking Water Sanitation Hygiene Depot Health Ministry. Bacteriological Quality tested through laboratory examination using multiple tube test method with the corresponding requirements Permenkes No. 492/Menkes/KES/PER/IV/2010. Data were analyzed descriptively. Results: Indicates that the physical conditions of hygiene and sanitation of 15 DAMIU 8 DAMIU (53.3%) have not yet qualified and 7 DAMIU (46,7%) were eligible. 6 DAMIU for bacteriological quality (40%) of 15 DAMIU positive for coliform bacteria and E.coli. 8 DAMIU (53.3%) do not meet the requirements of hygiene and sanitation based on the guidelines for the implementation operation of drinking water hygiene and sanitation depot and there are 6 DAMIU (40%) do not qualify DAMIU bacteriological and 9 (60%) had qualified bacteriological. Drinking water depot owners should apply pengelolahan depot Sanitation Hygiene in drinking water and drinking water quality chechs at regular intervals, so that the resulting drinking water safe and healthy. For further research is need for other indicators are examined to determine the bacteriological contamination in drinking water. Keywords: Depot Refill drinking water, Sanitation Hygiene, the bacteriological quality ABSTRAK Air minum adalah air yang memiliki proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Air minum aman bagi kesehatan apabila memenuhi persyaratan fisika, mikrobiologis, kimiawi dan radio aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang higiene sanitasi dan kualitas bakteriologis air minum pada Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) di Kota Tomohon. Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua DAMIU yang berjumlah 15 depot dan semua petugas depot yang berjumlah 21 petugas. Sampel DAMIU adalah 15 dari 30 DAMIU yang ada di Kota Tomohon diambil 1 orang dari masing-masing depot. Penilaian menggunakan Format Pemeriksaan Fisik berdasarkan buku Pedoman Pelaksanaan Penyelenggaraan Higiene Sanitasi Depot Air Minum Kementrian Kesehatan. Kualitas Bakteriologis diuji melalui pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan metode uji tabung ganda dengan persyaratan sesuai Permenkes RI No. 492/MENKES/KES/PER/IV/2010. Data dianalisis secara deskriptif. Menunjukkan bahwa kondisi higiene sanitasi fisik dari 15 DAMIU  8  DAMIU (53,3%)  belum memenuhi syarat dan 7 DAMIU (46,7%)  telah memenuhi syarat. Untuk kualitas bakteriologis 6 DAMIU (40%) dari 15 DAMIU positif mengandung bakteri Coliform dan E.coli. 8 DAMIU (53,3%) belum memenuhi persyaratan higiene sanitasi berdasarkan pedoman pelaksanaan penyelenggaraan higiene sanitasi depot air minum dan terdapat 6 DAMIU (40%) tidak memenuhi syarat bakteriologis dan 9 DAMIU (60%) telah memenuhi syarat bakteriologis. Pemilik depot air minum harus menerapkan Hygiene Sanitasi dalam pengelolahan depot air minum dan melakukan pemeriksaan kualitas air minum secara berkala, agar air minum yang dihasilkan aman dan sehat. Untuk penelitian selanjutnya perlu adanya indikator lain yang diteliti untuk mengetahui kontaminasi bakteriologis pada air minum   Kata kunci : Depot air minum Isi Ulang, Higiene Sanitasi, kualitas bakteriologis Â

    FORMULASI DAN PENGUJIAN SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT SARI BUAH NANAS (Ananas comosus L. (Merr.))

    Get PDF
    FORMULASI DAN PENGUJIAN SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT SARI BUAH NANAS (Ananas comosus L. (Merr.)) Krysta Riani Egeten1), Paulina V.Y Yamlean1), Hamidah Sri Supriati1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT Pineapple is a fruit which looks like ferns containing vitamin A and vitamin C that can be used as antioxidant and to improved immunity. This research aims to make pineapple juice effervescent granules formulation and to perceive the effects of acid and base concentrations difference to effervescent granules physical characters. Pineapple juice effervescent powders were made in three formulations with sodium bicarbonate and acid (tartrate acid and citrate acid) as follows : Formula 1 = 2,5 : (2 : 1), formula 2 = 3 : (2 : 1), formula 3 = 3,5 : (2 : 1). In formula 1, a results were 0,6% for water content, 7,2 seconds for flow rate, 30,52° for angle of repose and 2,41 minutes for dispersion time. In formula 2 the results were 0,8 % for water content, 8,7 seconds for flow rate, 32,61° for angle of repose and 3,25 minutes for dispersion time. As for formula 3 the results were 0,9 % for water content, 9,2 seconds for flow rate, 33,08° for angle of repose and 3,45 minutes for dispersion time. The difference of acid and base in the three formulations effect on effervescent granules physical characters. Keywords : Pineapple, Effervescent granules     ABSTRAK Tanaman nanas merupakan tanaman buah berupa semak yang mengandung vitamin A dan C. Vitamin yang paling dominan pada buah nanas ialah vitamin C yang berguna sebagai antioksidan dan sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan granul effervescent sari buah nanas dan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi asam dan basa terhadap sifat fisik granul effervescent. Serbuk effervescent sari buah nanas dibuat dalam tiga formulasi dengan rasio Natrium Bikarbonat dan asam (asam tartrat dan asam sitrat) sebagai berikut : formula 1 = 2,5 : (2 : 1), formula 2 = 3 : (2 : 1), formula 3 = 3,5 : (2 : 1). Pada formula 1, didapatkan hasil pengujian kadar air 0,6%, kecepatan alir 7,2 detik, sudut diam 30,52° dan waktu dispersi 2,41 menit. Pada formula 2, didapatkan hasil pengujian kadar air 0,8%, kecepatan alir 8,7 detik, sudut diam 32,61° dan waktu dispersi 3,25 menit. Sedangkan pada formula 3 didapatkan hasil pengujian kadar air 0,9%, kecepatan alir 9,2 detik, sudut diam 33,08° dan waktu dispersi 3,45 menit. Perbedaan asam dan basa pada ketiga formulasi berpengaruh terhadap sifat fisik sediaan granul effervescent.   Kata kunci : Nanas, Granul Effervescent Â

    VALIDASI METODE ANALISIS DALAM PENETAPAN KADAR BENZO(A)PIREN PADA IKAN BAKAR

    Get PDF
    VALIDASI METODE ANALISIS DALAM PENETAPAN KADAR BENZO(A)PIREN PADA IKAN BAKAR Windi Astuti1), Sri Sudewi1), Henki Rotinsulu1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115   ABSTRACT                               Benzo (a) pyrene is carcinogenic compounds formed by incomplete combustion of organic compounds during processing. This research was conducted by validating analytical methods used in the determination of the levels of benzo (a) pyrene and determines levels of benzo (a) pyrene in grilled fish. Determination of Benzo (a) was carrid out by High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Optimization of benzo (a) pyrene was carrid out with a combination of  mobile phase, acetonitrile : water (90:10) and (85:15) with a flow rate of 1,0 and 1,5 mL/min. Validation of  analysis methods was carrid out by the linearity test, accuracy test, precision test and  limits of detection test and quantity limit (LOD & LOQ) using a standard solution of benzo (a) pyrene. The results showed that the choosen condition of mobile phase, acetonitrile : water (90:10) and flow rate 1,0 mL/min. The linearity value resulted r2 = 0,9017. Accuracy test gives an average value of 100,00  recovery; 101,73  and 97,67%. an intraday precision test result of 0,01; 0,54 and 0,00% and interday; 0,01; 0,02 and 0,01%. Value of  limit of detection and limit of quantity (LOD & LOQ) was 13,53 and 45,11μg/L. The levels of benzo (a) pyrene in grilled fish in restaurant X in Manado City 15,397 µg/L. Validation of analytical methods has already defined in accordance with the terms. The level of benzo (a) pyrene in grilled fish can be determined by using  High Performance Liquid Chromatography (HPLC). The result level of Benzo (a) pyrene of no-treatment group and treatment group without wrapping with variable time 60 minutes are exceeds 10 µg which is maximum limit set Food and Drug Regulatiory Agency Republic of Indonesia (FDRA RI). Keywords: Validation of analysis methods, grilled fish, benzo (a) pirene, HPLC. ABSTRAK Benzo(a)piren merupakan senyawa karsinogenik yang terbentuk akibat pembakaran tidak sempurna dari senyawa organik selama proses pengolahan. Penelitian ini dilakukan dengan memvalidasi metode analisis yang digunakan dalam penetapan kadar benzo(a)piren dan  mengetahui kadar benzo(a)piren dalam ikan bakar. Metode penentuan Benzo(a)piren dilakukan dengan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Optimasi penetapan benzo(a)piren dilakukan dengan kombinasi Fase gerak Asetonitril : Aquades (90:10) dan (85:15) dengan laju alir 1,0 dan 1,5 mL/menit . Validasi metode analisis dilakukan dengan uji linearitas, uji akurasi, uji presisi dan uji batas deteksi dan batas kuantitas dengan menggunakan larutan standar benzo(a)piren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum terpilih pada fase gerak Asetonitril : Aquades (90:10) dan laju alir 1,0 mL/menit. Nilai linearitas yang dihasilkan r2 = 0,9017. Uji akurasi memberikan nilai rata-rata perolehan kembali 100,00; 101,73  dan 97,67%. Uji presisi memberikan hasil pada intraday 0,01; 0,54 dan 0,00% dan interday 0,01; 0,02  dan 0,01%. Uji batas deteksi dan batas kuantitas  memberikan hasil yaitu 13,53 dan 45,11µg/L. Kadar benzo(a)piren yang dihasilkan pada ikan bakar di rumah makan kota manado yaitu 15,397 µg/L. Validasi metode analisis sesuai dengan syarat yang sudah ditetapkan. Kadar benzo(a)piren pada ikan bakar bisa ditetapkan dengan menggunakan menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Kadar benzo(a)piren yang dihasilkan oleh rumah makan di kota manado melebihi dari batas maksimum yang ditetapkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) yaitu sebesar 10 µg/L. Kata Kunci : Validasi metode analisis, Benzo(a)piren, ikan bakar, KCKT Â

    978

    full texts

    1,026

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PHARMACON
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇