PHARMACON
Not a member yet
1026 research outputs found
Sort by
UJI DAYAHAMBAT AIR PERASAN BUAH LEMON CUI (Citrus microcarpaBunge) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans YANG DIISOLASI DARI PLAT GIGI TIRUAN LEPASAN AKRILIK
UJI DAYAHAMBAT AIR PERASAN BUAH LEMON CUI (Citrus microcarpaBunge) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans YANG DIISOLASI DARI PLAT GIGI TIRUAN LEPASAN AKRILIK MargonoRazakIlahi1), Vonny N.S. Wowor1),HeriyannisHomenta2) 1) Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran UNSRAT Manado, 95115 2)Pfakultas Kedokteran UNSRAT Manado, 95115   ABSTRACT The prevalence of denture stomatitis in Indonesia is quite high. The main cause is the fungus Candida albicans. Untreated cleanliness removable denture acrylic can be a good mediator for the growth of microorganisms in the mouth, including the fungus Candida albicans. One way to care the dentures to keep it clean is soak the denture in a cleaning solution. Lemon cui are common plant in North Sulawesi and the fruits contain citric acid that function as an anti-fungal. This research was a laboratory experimental design with posttest only control group, aims to determine the inhibit potency of juice of lemon cui to the growth of Candida albicans which is isolated from removable denture acrylic plate. Testing method using agar plate diffusion method (Kirby Bauer) in five petri dish. The results showed that the juice of a lemon cui can inhibit the growth of Candida albicans with a mean diameter 8.42 mm of inhibit potency. The conclusion from this study that the juice of a lemon cui have medium inhibit potency to the growth of Candida albicans that isolated from removable denture acrylic plate. Keywords: juice of lemon cui, Candida albicans, removable denture acrylic plate. ABSTRAK Prevalensi denture stomatitis di Indonesia cukup tinggi. Penyebab utamanya adalah jamur Candida albicans. Gigi tiruan lepasan akrilik yang tidak dirawat kebersihannya akan menjadi tempat berkumpulnya plak yang dapat menjadi media yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme dalam mulut termasuk jamur Candida albicans. Salah satu cara untuk membantu menjaga kebersihan gigi tiruan yang digunakan yakni melalui perendaman dalam larutan pembersih. Tanaman buah lemon cui banyak terdapat di daerah Sulawesi Utara dan buahnya mengandung asam sitrat yang bersifat anti jamur. Penelitian ini merupakan penelitian experimental laboratories dengan desain post test only control group, bertujuan untuk mengetahui daya hambat air perasan buah lemon cui terhadap pertumbuhan Candida albicans yang diiisolasi dari plat gigi tiruan lepasan akrilik. Metode pengujian menggunakan metode difusi lempeng agar (Kirby Bauer) pada lima cawan petri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air perasan buah lemon cui dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans dengan rerata diameter daya hambat sebesar 8,42 mm. Kesimpulan dari penelitian ini yakni air perasan buah lemon cui memiliki daya hambat sedang terhadap pertumbuhan Candida albicans yang diisolasi dari plat gigi tiruan lepasan akrilik.  Kata kunci: Air perasan buah lemon cui, Candida albicans, plat gigi tiruan lepasan akrilik.        Â
EFEKTIVITAS DENTAL HEALTH EDUCATION DISERTAI DEMONSTRASI CARA MENYIKAT GIGI TERHADAP TINGKAT KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT ANAK SEKOLAH DASAR
EFEKTIVITAS DENTAL HEALTH EDUCATION DISERTAI DEMONSTRASI CARA MENYIKAT GIGI TERHADAP TINGKAT KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT ANAK SEKOLAH DASAR Ragil Afriansyah Ali1), Vonny NS Wowor1), Christy N. Mintjelungan1) 1) Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran UNSRAT ABSTRACT Dental and oral health education is a proccess of education that emerge on the demand of dental and oral health that purposing on obtaining a better living standard. In the process of education, in the proces of education, individual obtained knowledge and experince through out many educational visual aids. The purpouse of this research is to find out if dental health education with a tooth brushing demonstration is efective to decrease debris index on elementary school student. This research is a descriptive study with a pre-test and post-test control group design. This research is conducted at SD GMIM 06 Manado. The respondent on this research is aquaired by total sampling methods with a total of 30 student as respondent. The result of this research shows that there are meaningful difference between dental health education without demonstration as much as 70,48% and dental health education which use tooth brushing demonstration as much as 86,95%. wilcoxon’s test shows that p=0.036 (p<0,05) which concluded there are a significant difference between dental health education that uses tooth brushing demonstration and those who without tooth brushing demonstration. Key words : dental health education, dental health education using tooth brushing demonstration, debris indeks ABSTRAK Pendidikan kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu proses pendidikan yang timbul atas dasar kebutuhan kesehatan gigi dan mulut yang bertujuan untuk menghasilkan kesehatan gigi dan mulut yang baik dan meningkatkan taraf hidup. Dalam proses pendidikan dan pengajaran, individu memperoleh pengalaman atau pengetahuan melalui berbagai macam alat bantu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian DHE disertai demonstrasi cara menyikat gigi efektif menurunkan indeks debris pada anak Sekolah Dasar.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan rancangan penelitian Pretest-Postest countrol group design. Penelitian ini dilakukan di SD GMIM 06 Manado, responden yang diteliti didapatkan menggunakan metode total sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 siswa. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat perbedaan efektivitas yang bermakna antara DHE tanpa demonstrasi menyikat gigi sebesar 70,48% dan DHE disertai demonstrasi menyikat gigi sebesar 86,95%. Uji wilcoxon menunjukan p= 0,036 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara DHE dan DHE disertai demonstrasi cara menyikat gigi. Kata kunci : DHE, DHE disertai demonstrasi cara menyikat gigi, indeks debris  Â
PENGARUH LIDAH BUAYA ( Aloe vera) TERHADAP WAKTU PENUTUPAN LUKA SAYAT PADA MUKOSA RONGGA MULUT TIKUS WISTAR
PENGARUH LIDAH BUAYA ( Aloe vera) TERHADAP WAKTU PENUTUPAN LUKA SAYAT PADA MUKOSA RONGGA MULUT TIKUS WISTAR Emilia Fisilya Ruauw1), Frans E. Wantania2), Michael A. Leman1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi 2)Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi   ABSTRACT WoundType text or a website address or translate a document. Cancel Showing translation for vacancy Translate instead vacanc Ww is a change network continuity in cellular and anatomy, which can occur in the skin or mucosa of the mouth and continues in process of wound healing. The process of wound healing is a complex cellular processes and focus to return the structural integrity and function of damaged tissue through three phases, namely the inflammatory phase, the proliferative phase and remodeling phase. Aloe vera is a plant that can be found in Indonesia. Aloe vera contains many active substances include accemanan, glucomannan, lignin, vitamine A, vitamine C, enzymes and amino acids that are essential to cell regeneration and wound healing.The purpose of this study is to know the effectiveness of aloe vera on the healing time of cut in the Wistar rat oral mucosa. This study is a laboratory experimental with design post test only control group design, using six male Wistar rats were divided into 2 groups; the treatment group were slashed in the mesial gingival first incisor left and lower right and was given aloe vera as topically and a control group that was not given aloe vera after slashed in mesial gingival first incisor left and lower right. The time of wound healing was observed from the first day after did cutlet until the wound is healed. Aloe vera was taken from the yard of a house at Manado City which has been cultivated for five months. This research was conducted at the Laboratory of Pathology Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi Manado. The results of study showed the average amount of healing time in the control group is longer with a time is 12 days compare to the treatment group with a time is 8 days. The Data from each group were analyzed using normality test and continued with independent t-test. The results of this study showed that aloe vera has effectiveness time of wound cut healing in the Wistar rat oral mucosa. Keywords: Aloe vera, oral mucosa, wound healing, Wistar rats. ABSTRAK Luka merupakan perubahan kontinuitas jaringan secara seluler dan anatomi, yang dapat terjadi pada kulit ataupun mukosa mulut dan berlanjut pada proses Penutupan luka. Proses Penutupan luka pada dasarnya merupakan suatu proses seluler yang kompleks dan berfokus untuk mengembalikan keutuhan struktur dan fungsi jaringan yang rusak melalui tiga fase, yaitu fase inflamasi, fase proliferasi, dan fase remodeling. Lidah buaya (Aloe vera) merupakan tanaman yang mudah ditemui di Indonesia. 3 Lidah buaya mengandung banyak zat-zat aktif antara lain accemanan, glukomanan, lignin, vitamin A, vitamin C, enzim-enzim serta asam amino yang sangat penting untuk regenerasi sel dan mempercepat Penutupan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lidah buaya terhadap waktu Penutupan luka sayat pada mukosa rongga mulut tikus wistar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan desain post test only control group design dengan menggunakan 6 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan yang disayat di bagian mesial gingiva gigi insisivus pertama kiri dan kanan bawah dan diberikan lidah buaya secara topikal, dan kelompok kontrol yang tidak diberikan lidah buaya setelah disayat di bagian mesial gingiva gigi insisivus pertama kiri dan kanan bawah. Waktu Penutupan luka diamati dari hari pertama setelah dilakukan sayatan sampai dengan luka sembuh. Lidah buaya diambil dari pekarangan rumah di kota Manado yang sudah dibudidayakan selama lima bulan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian menunjukkan jumlah rata-rata waktu Penutupan luka pada kelompok kontrol lebih lama, dengan waktu 12 hari dibandingkan dengan kelompok perlakuan dengan waktu 8 hari. Data dari masing-masing kelompok dianalisa menggunakan uji normalitas dan dilanjutkan Independent t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lidah buaya memiliki pengaruh terhadap waktu Penutupan luka sayat pada mukosa rongga mulut tikus wistar. Kata kunci: lidah buaya (Aloe vera), mukosa oral, Penutupan luka, tikus wistar                                   Â
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN MENGKONSUMSI ALKOHOL PADA PELAJAR DI SMA N 1 SIAU BARAT KAB. KEPULAUAN SITARO
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN MENGKONSUMSI ALKOHOL PADA PELAJAR DI SMA N 1 SIAU BARAT KAB. KEPULAUAN SITARO Yunita Ardila Mananggel1), Franckie R.R Maramis1), Sulaemana Engkeng1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado  ABSTRACT The Problems Coused by the consumption of alcoholic beverages, has reached a point of concern. In Indonesia the number of teens who consume liquor or alcohol reach 4.9% and North Sulawesi is ranked second in average national consumption of alcohol prevalence of 17.4%. Alcohol abuse is a major health hazard which deserves action through the development of healthy public policy. This research aims to analyze the relationship between knowledge and attitudes with precautions consume alcohol at students in SMA Negeri 1 West Siau Regency Sitaro Islands.This research is a survey research analytic with cross-sectional study design. This research was conducted in September-Oktober 2015 In SMA Negeri 1 West Siau Regency Sitaro Islands. Samples of research based on the formula of taroyamane/slovin amounted to 202 people. The research instrument used was a questionnaire that has been tested for validity and reability. Statistical tests used was chi-square with the degree of confidence 95% and an error rate of α = 0.05%. The research results show that the value of probability to the relationship between knowledge with action = 0.016 consume alcohol prevention and the relationship between attitude with precaution to consume alcohol. In conclusion there is a relationship between knowledge with precautions consumealkohol but there was no relationship between attitude with precaution to consume alcohol. Key words: Alcohol, Knowledge, Attitude, Action Prevention, Student ABSTRAK Permasalahan yang disebabkan oleh konsumsi minuman beralkohol, sudah mencapai titik yang memprihatinkan. Di Indonesia jumlah remaja pengkonsumsi minuman keras atau alkohol mencapai 4,9% dan Sulawesi Utara berada di peringkat kedua di atas rata-rata konsumsi alkohol nasional dengan prevalensi 17,4%. Alkohol merupakan zat yang paling sering disalahgunakan manusia. Penyalahgunaan alkohol adalah bahaya kesehatan utama yang patut mendapat tindakan melalui pengembangan kebijakan publik yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan mengkonsumsi alkohol pada pelajar di SMA Negeri 1 Siau Barat Kabupaten Kepulauan Sitaro. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan desain cross-sectional study. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2015 di SMA Negeri 1 Siau Barat Kabupaten Kepulauan Sitaro. Sampel penelitian berdasarkan rumus taroyamane/slovin berjumlah 202 orang. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitas.Uji statistik yang digunakan adalah Chi-square dengan derajat kepercayaan 95% dan tingkat kesalahan α = 0.05. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai probabilitas untuk hubungan antara pengetahuan dengan tindakan pencegahan mengkonsumsi alkohol = 0.016 dan hubungan antara sikap dengan tindakan pencegahan mengkonsumsi alkohol = 0.334. Kesimpulannya yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan pencegahan mengkonsumsi alkohol tetapi tidak terdapat hubungan antara sikap dengan tindakan pencegahan mengkonsumsi alkohol.  Kata kunci: Alkohol, Pengetahuan, Sikap, Tindakan Pencegahan, Pelajar Â
HUBUNGAN ANTARA BAURAN PEMASARAN DAN PEKERJAAN DENGAN KEPUTUSAN PASIEN MEMILIH RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM PANCARAN KASIH GMIM MANADO
HUBUNGAN ANTARA BAURAN PEMASARAN DAN PEKERJAAN DENGAN KEPUTUSAN PASIEN MEMILIH RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM PANCARAN KASIH GMIM MANADO Arfan Tumiwa1), J. M. Pangemanan1), A. A. Rumayar1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi  ABSTRACT Marketing mix is a marketing tool used hospital used hospital to hospital in order to market the consumer or patient using in patient services. Work also affects patients in deciding and choosing in patient services for people who are working will directly choose which hospital he wants to deal with the pain. Pancaran Kasih GMIM Manado general hospital. Over the last three years from the date of 2012 to 2014 in creased by 7456 patient visits.This study aims to determine the relationship between the marketing mix and work with the decision of choosing hospitalized patients choose health care Pancaran Kasih GMIM Manado general hospital.This study uses an analytic survey with cross sectional design conducted in December 2015 through January 2016 in Pancaran Kasih GMIM Manado general hospital. The population in this study is the number of hospitalized patients 62 patients. The collection of data obtained through a questionnaire distributed to inpatients. The data analysis is comprised of univariate and bivariate, with chi square test (CI=90% and α=0,1). The results showed there was no correlation between the product and the promotion by selecting hospitalized patient satisfaction in Pancaran Kasih GMIM Manado general hospital and there is a relationship of price, location and work with the decision of choosing hospitalized patients in Pancaran Kasih GMIM Manado general hospital. Suggestions in this study is the attention to the hygiene conditions of equipment as well as in patient hospital services. Completenes of medical equipment, and increase it again good health promotion through print media, electronic media, and a internet. Key Words: Marketing Mix, Work and Decision Patients ABSTRAK Bauran pemasaran merupakan alat pemasaran yang digunakan rumah sakit untuk memasarkan rumah sakit supaya konsumen atau pasien menggunakan pelayanan rawat inap. Pekerjaan juga mempengaruhi pasien dalam memutuskan dan memilih pelayanan rawat inap karena orang yang sudah bekerja akan langsung memilih rumah sakit yang diinginkannya untuk menangani sakitnya. RSU Pancaran Kasih GMIM Manado selama tiga tahun terakhir terhitung dari tahun 2012 sampai 2014 mengalami peningkatan sebesar 7456 kunjungan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara bauran pemasaran dan pekerjaan dengan keputusan pasien rawat inap memilih layanan kesehatan di RSU Pancaran Kasih GMIM Manado.  Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan rancangan potong lintang yang dilakasanakan pada bulan Desember 2015 – Januari 2016 di RSU Pancaran Kasih GMIM Manado. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap dengan jumlah sampel 62 pasien. Pengumpulan data diperoleh melalui membagikan kuesioner kepada pasien rawat inap. Analisis data yaitu terdiri dari Univariat dan Bivariat, dengan uji chi square (CI=90% dan α=0,1).Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat hubungan antara produk dan promosi dengan keputusan pasien memilih rawat inap di RSU Pancaran Kasih GMIM, dan terdapat hubungan antara harga, lokasi dan pekerjaan dengan keputusan pasien memilih rawat inap di RSU Pancaran Kasih GMIM Manado. Saran dalam penelitian ini ialah memperhatikan kondisi kebersihan peralatan serta pelayanan rumah sakit ruangan inap pasien, kelengkapan peralatan medis, dan lebih tingkatkannya lagi promosi kesehatan baik melalui media cetak, media elektronik maupun melalui Internet.  Kata kunci : Bauran pemasaran, pekerjaan, Keputusan pasien Â
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEBIASAAN MEROKOK PADA SISWA KELAS X DAN XI DI SMK NEGERI 2 MANADO
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEBIASAAN MEROKOK PADA SISWA KELAS X DAN XI DI SMK NEGERI 2 MANADO Trisnolerah1), woodford B.S. Joseph1), Nova H. Kapantow1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado ABSTRACT Smoking is not a familiar thing we know, especially in today's connoisseurs of cigarettes is not only enjoyed by the adults only young people had already come to enjoy smoking even among children who are still very young too've enjoyed smoking.Smoking is caused by many factors, such as due to stress and parenting parents were poor, especially in school age children or equal SMK. This study aims to determine the relationship between stress levels and parenting parents with smoking behavior of male students SMK N 2 Manado. This research is an analytic observational study with cross sectional study. Sampling was done using the formula according suryanto taro Yamane (2011) by using retrieval proportionally to size, with a sample of 106 students. Types of data collected primary data, carried out using a measuring instrument in the form of a questionnaire to determine the behavior of smoking, stress levels and patterns of parenting and secondary data obtained dariinstansi related, data processing and analysis using the computer program SPSS version 22, Lincese Authorization Wizard. The results of this research concluded that there is a relationship between stress levels with smoking (p = 0.004), and there is a relationship between parenting with smoking (p = 0.00). Keywords : Smoking Habits, Stres Levels, Parenting Parents ABSTRAK Merokok bukanlah hal yang asing lagi yang kita ketahui, apalagi di zaman sekarang penikmat rokok tidak hanya dinikmati oleh kalangan orang dewasa saja kalangan mudapun sudah ikut menikmati rokok bahkan dikalangan anak-anak yang masih sangat muda belia sudah menikmati rokok.Merokok disebabkan oleh banyak faktor diantaranya dikarenakan stres dan pola asuh orang tua yang kurang baik khususnya pada anak usia sekolah Menengah Kejuruan atau sederajat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan pola asuh orang tua dengan perilaku merokok pada siswa laki-laki SMK N 2 Manado. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan sampel dilakukan memakai rumus taroyamane menurut suryanto (2011) dengan menggunakan pengambilan secara proposional to size, dengan jumlah sampel 106 siswa. Jenis data yang dikumpulkan yaitu data primer, dilakukan dengan menggunakan alat ukur berupa kuesioner untuk menentukan perilaku merokok, tingkat stres dan pola asuh orang tua dan data sekunder diperoleh dariinstansi yang terkait, pengolahan dan analisis data dengan menggunakan program komputer yaitu SPSS versi 22, Lincese Authorization Wizard. Hasil penilitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat stres dengan kebiasaan merokok (p=0,004), dan ada hubungan antara pola asuh dengan kebiasaan merokok (p=0,00). Kata Kunci: Kebiasaan Merokok, Tingkat Stres, Pola Asuh Orang Tua Â
FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI SEDIAAN LOSIO EKSTRAK METANOL DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas Poir) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI SEDIAAN LOSIO EKSTRAK METANOL DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas Poir) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus  Alstrin Rangotwat 1), Paulina V.Y YamLean1),Widya Astuty Lolo1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT The leaves of purple sweet potato (Ipomea batatas Poir) contain flavonoids, saponins and polyphenols, which exhibit the antibacterial activities. The purpose of this study is to formulate the prepared lotion from methanol extract of leaves of purple sweet potato, to test the quality of prepared lotion from the methanol extract of the samples according to the requirements and to determine the activity of the prepared lotion in inhibiting bacteria Staphylococcus aureus with concentration of 1.0%, 1.5% and 2.0%, respectively. The research proves that the leaves of purple sweet potato can be formulated as an antibacterial of prepared lotion and meet the requirements of quality test preparation lotions, including organoleptic test, pH test, and the scatter test. Antibacterial activity test was conducted using the well diffusion method and the effectiveness of antibacterial was examined according to the inhibition zone. The results showed that the methanol extract of lotion from the leaves of purple sweet potato inhibit the bacterial growth of S. aureus, where the higher the concentration, the bigger the inhibition of bacterial growth. Keywords: Sweet potato, Ipomea batatas Poir, antibacterial lotion, Staphylococcus aureus.  ABSTRAK Daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas Poir) mengandung flavonoid, saponin dan polifenol yang mampu memberikan efek antibakteri. Tujuan penelitian ini yaitu memformulasi sediaan losio ekstrak metanol daun ubi jalar ungu, menguji mutu sediaan losio ekstrak daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas Poir) sesuai dengan persyaratan dan mengetahui aktivitas dari sediaan losio dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus kosentrasi 1%, 1,5% dan 2%. Hasil penelitian membuktikan bahwa daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas Poir) dapat diformulasikan sebagai sediaan losio antibakteri dan memenuhi persyaratan uji mutu sediaan losio, diantaranya uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cara sumuran dan mengetahui efektivitas antibakteri dengan mengamati daerah hambatan. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa losio ekstrak metanol daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas Poir dapat menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus dimana semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi daya hambat terhadap bakteri tersebut. Kata kunci : Daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas Poir), Losio antibakeri, Staphylococcus aureus  Â
FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI MASYARAKAT DESA BERINGIN KECAMATAN BELANG TIDAK MENGGUNAKAN GIGI TIRUAN
FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI MASYARAKAT DESA BERINGIN KECAMATAN BELANG TIDAK MENGGUNAKAN GIGI TIRUAN Novia Dorsila Werluka1), Michael A. Leman1), Wulan G. Parengkuan1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran UNSRAT ABSTRACT In general the tooth serves to mastication, pronunciation and estetik. Lost tooth can cause repercussions functional, systemic and emotional. In fact not all those who have lost teeth using denture. The purpose of this research to identify the factors behind Beringin villagers in Belang not using dentures. This type of study is a descriptive with approach cross sectional study. The samples are 72 respondents, determined by using formula Slovin. The research results show that the economic having presentation highest as factor for people do not use dentures, with 62 respondents (86,11%), education 41 respondents (56,94%), experience 34 respondents (47,22%), time 30 respondents (41,67%), human resources 29 respondents (40,28%), Quality of healthcare 27 respondents (37,5%), distance 18 respondents (25%) and other 15 respondents (20,83%). In conclusion that is, three factors the most for people do not use denture namely economic, knowledge and experience. Key words : Lost of tooth, factors behind, denture ABSTRAK Secara umum gigi berfungsi untuk pengunyahan, pengucapan dan estetik. Kehilangan gigi dapat menyebabkan dampak fungsional, sistemik dan emosional. Pada kenyataannya tidak semua orang yang mengalami kehilangan gigi menggunakan gigi tiruan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi masyarakat desa Beringin kecamatan Belang tidak menggunakan gigi tiruan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel yang digunakan adalah 72 responden, ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjuhkan bahwa ekonomi memiliki persentasi tertinggi sebagai faktor yang melatarbelakangi masyarakat tidak menggunakan gigi tiruan, yaitu sebanyak 62 responden (86,11%), pengetahuan sebanyak 41 responden (56,94%), pengalaman sebanyak 34 responden (47,22%), waktu sebanyak 30 responden (41,67%), sumber daya manusia sebanyak 29 responden (40,28%), sarana pelayanan kesehatan sebanyak 27 responden (37,5%), jarak sebanyak 18 responden (25%) dan alasan lainnya sebanyak 15 responden (20,83%). Kesimpulannya yaitu tiga faktor terbesar yang melatarbelakangi masyarakat tidak menggunakan gigi tiruan yaitu faktor ekonomi, pengetahuan dan pengalaman. Kata kunci : kehilangan gigi, faktor yang melatarbelakangi, gigi tiruan  Â
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ZAT BESI DAN PROTEIN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA SISWI KELAS VIII DAN IX DI SMP N 8 MANADO
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ZAT BESI DAN PROTEIN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA SISWI KELAS VIII DAN IX DI SMP N 8 MANADO Sitti Rahmini Paputungan1), Nova H. Kapantow1), A. J. M. Rattu1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi  ABSTRACT Anemia is a nutritional problem in adolescent girls. Anemia caused by lack of nutrients that play a role in the formation of hemoglobin. Nationally, the prevalence of anemia in Indonesia itself is quite high at 21%. In North Sulawesi lower compared to some other provinces 8.7% in women, 5.0% in men and 2.5% in children. This study aims to determine whether there is a relationship between the intake of iron and protein with anemia in grade VIII and IX in SMPN 8 Manado. This study was an observational study with cross sectional analytic. Conducted in September-October 2015 SMP N 8 Manado, the number of samples 210 students. Data analysis using chi-square test. Research result showed that the intake of iron p = 0.001 (p <0.05), and protein intake p = 0.003 (p <0.05) means that there is a significant relationship between Iron and Protein intake on the incidence of anemia. There is a relationship between the intake of iron and protein intake with the incidence of anemia in grade VIII and IX in SMPN 8 Manado. The students are encouraged to increase their intake of nutrients, especially iron-containing foods also helps iron absorption as food sources of vitamin C and reducing foods that can inhibit iron absorption such as coffee and tea. Further research is needed using the laboratory test to determine other factors that could affect the occurrence of anemia. Key words: intake of iron and protein, anemia, SMP ABSTRAK Anemia merupakan masalah gizi pada remaja putri. Anemia disebabkan oleh kekurangan zat gizi yang berperan dalam pembentukan hemoglobin. Secara nasional, prevalensi anemia di Indonesia sendiri cukup tinggi yaitu 21%. Di Sulawesi Utara lebih rendah dibandingkan dengan beberapa provinsi lainnya 8,7% pada perempuan, 5,0% pada laki-laki, dan 2,5% pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara asupan zat besi dan protein dengan kejadian anemia pada siswi kelas VIII dan IX di SMP N 8 Manado. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2015 di SMP N 8 Manado, dengan jumlah sampel 210 siswi. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan zat besi p=0.001 (p<0,05), dan asupan protein p=0.003 (p<0,05) artinya terdapat hubungan bermakna antara asupan Zat Besi dan Protein terhadap kejadian Anemia. Terdapat hubungan antara asupan zat besi dan asupan protein dengan kejadian anemia pada siswi kelas VIII dan IX di SMP Negeri 8 Kota Manado. Para siswi dianjurkan untuk meningkatkan asupan zat gizi terutama yang mengandung zat besi juga makanan yang membantu penyerapan zat besi seperti makanan sumber vitamin C dan mengurangi makanan yang dapat menghambat penyerapan zat besi seperti kopi dan teh. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan uji laboratorium untuk mengetahui faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi terjadinya anemia.  Kata kunci: Asupan zat besi dan protein, Anemia, Siswi SM
HUBUNGAN ANTARA UMUR, LAMA KERJA, DAN GETARAN DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA SUPIR BUS BUS TRAYEK BITUNG-MANADO DI TERMINAL TANGKOKO BITUNG TAHUN 2016
HUBUNGAN ANTARA UMUR, LAMA KERJA, DAN GETARAN DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA SUPIR BUS BUS TRAYEK BITUNG-MANADO DI TERMINAL TANGKOKO BITUNG TAHUN 2016 Marthin Enrico J.1), Paul A. T. Kawatu1), Grace D. Kandou1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado  ABSTRACT The Musculoskeletal complaints can occur when a muscle or order to receive the load with static postures or repetitive work done and the work done in the long term. The Work done by a bus driver in driving the vehicle tends to static postures, so It tends musculoskeletal complaints. This study was to investigate the relationship between age, length of employment and vibration with musculoskeletal disorders method Using analytic observational research with cross sectional study design. It is executed in terminal Tangkoko Bitung 0n December 2015 till January 2016. The population in this study is 120 people, while a sample of 75 people Collecting data in this research is the primary data and secondary data which is then processed for analysis. This research using the statistic test result shown that there is a relationship between age and musculoskeletal disorders (p vlue-0.003), on correlation between the length of work with musculoskeletal disorders (p vlue 0.606), and there is a relationship between vibration with musculoskeletal disorders (p value 0.003). The result of statistic using are a relationship between age and vibration with musculoskeletal complaints on a bus driver-Manado route Bitung. Suggested to the drivers to always pay attention to the feasibility of a bus in the work keywords age. Key words : age, length of employment, vibration, musculoskeletal complaints ABSTRAK Keluhan muskuloskeletal dapat terjadi ketika otot atau rangka menerima beban dengan postur statis atau pekerjaan yang dilakukan secara berulang dan pekerjaan tersebut dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Pekerjaan yang dilakukan oleh supir bus dalam mengemudikan kendaraan cenderung dengan postur statis sehingga memungkinkan untuk terjadi keluhan muskuloskeletal. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara umur, lama kerja dan getaran dengan keluhan muskuloskeletalPenelitian ini menggu nakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional study. Dilaksanakan di terminal Tangkoko Bitung pada bulan Desember 2015 sampai Januari 2016. Populasi pada penelitian ini adalah 120 orang sedangkan yang menjadi sampel sebanyak 75 orang. Pengambilan data pada penelitian ini yaitu dengan data primer dan data sekunder yang kemudian diolah untuk dianalisis Hasil uji statistik yang digunakan ini menunjukan, adanya hubungan antara umur dengan keluhan muskuloskeletal (p value=0,003), tidak adanya hubungan antara lama kerja dengan keluhan muskuloskeletal (p value=0,606), dan ada hubungan antara getaran dengan keluhan muskuloskeletal (p value=0,003). Dengan demikian, dapat disimpulkan hubungan antara umur dan getaran dengan keluhan muskuloskeletal pada supir bus trayek Bitung-Manado. Disarankan kepada para supir untuk selalu memperhatikan kelayakan bus dalam bekerja  Kata kunci: Umur, Lama Kerja, Getaran, Keluhan Muskuloskeletal. Â