PHARMACON
Not a member yet
1026 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN DAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PERAWAT DI RSUD KOTA KOTAMOBAGU
HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN DAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PERAWAT DI RSUD KOTA KOTAMOBAGU Novita P. Mardianto1), Febi Kolibu1), Ardiansah. A.T Tucunan1) 1)Fakuktas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado ABSTRACT Nurses as prayer one health worker in the hospital holding major role hearts efforts achieve the goal of health development. Performance is the result of execution of a job, both physical/material and non-physical/non-material. Discipline yourself in implementing either individually or in groups. This research attemps to Relationship Between Feeling of disciplineand work motivation with performance of nurse in hospital Kotamobagu City. The research is an analytic survey with cross sectional approach, implemented in Kotamobagu City Hospital in December-April 2016. The sample in this study was determined by sampling with a total population of 56 respondents. The data collection was conducted using questionnaires, the test used is the chi square test with p = 0,05. Statistical test result using the continuity correction is done, shows that there is no relationship between discipline and nurse’s performance kotamobagu city hospital, with a value of (p=0,052 > 0,05). As for the motivation and performance kotamobagu city hospital nurse with a value of (p=0,007 ,< 0,050). The conclusion of this study is, there is no relationship between discipline and nurse,s performance kotamobagu city hospital,there is a relationship between work motivation and performance of nurse’s in hospital cities kotamobagu. Keywords: Dicipline, Work Motivation, Work Performance  ABSTRAK Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan di rumah sakit memegang peranan penting dalam upaya mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Kinerja merupakan hasil pelaksanaan suatu pekerjaan, baik bersifat fisik/material maupun non-fisik/non-material. Disiplin sangat penting untuk pertumbuhan organisasi dan digunakan untuk memotivasi pegawai agar dapat mendisiplinkan diri dalam melaksanakan tugas, baik secara perorangan maupun kelompok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kedisiplinan dan motivasi kerja dengan kinerja perawat di RSUD Kota Kotamobagu. Penelitian ini merupakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional study, yang dilaksanakan di RSUD Kota Kotamobagu pada bulan Desember-April 2016. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan total sampling dengan jumlah 56 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Uji yang di gunakan yaitu Uji Chi Square dengan nilai p = 0,05. Hasil uji statistic menggunakan Continuity Correction yang dilakukan, menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara kedisiplinan dengan kinerja perawat di RSUD Kota Kotamobagu, dengan nilai (p=0,052 > 0.05). Sedangkan, motivasi ada hubungan dengan kinerja perawat di RSUD Kota Kotamobagu dengan nilai (p=0,007 < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, tidak terdapat hubungan antara kedisiplinan dengan kinerja perawat di RSUD Kota Kotamobagu, dan terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di RSUD Kota Kotamobagu. Kata Kunci: Kedisiplinan, Motivasi Kerja, Kinerja Â
PERBEDAAN JUMLAH PERTUMBUHAN KOLONI BAKTERI RONGGA MULUT SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN OBAT KUMUR YANG MENGANDUNG CHLORHEKSIDINE
PERBEDAAN JUMLAH PERTUMBUHAN KOLONI BAKTERI RONGGA MULUT SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN OBAT KUMUR YANG MENGANDUNG CHLORHEKSIDINE Widya A.Patabang1), Michael A.Leman1), Jimmy Maryono1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran  ABSTRACT Mouthwashes often used for daily plaque control, especially for individuals with poor oral clearance. Rinsing with mouthwash can eliminate bacteria in the oral cavity between teeth that are not reached by the toothbrush. Chlorheksidine, a kind of antiseptic used by many health experts as a good dental cleaning and dental disease treatment drugs. Chlorheksidine also grouped into two groups: chlorheksidine nonalcoholic and alcoholic chlorheksidine. The purpose of this study to determine differences in the number of bacterial colonies growing oral cavity before and after using mouthwash containing chlorheksidine. This study is a quasi-experimental research (quasi experiment) with pretest and postest study design controlled group that carried out in the Laboratory of Microbiology, Faculty of Medicine Unsrat with a sample of 10 people. Criteria for inclusion in this study are 20-25 years old, with good oral clearens, and willing to participate in research. Exclusion criteria in this study is taking drugs orally or systemic antibiotics, using braces and there are lesions in the oral cavity.The average value before rinsing with chlorheksidine that 105CFU/mL, and after gargling with chlorheksidine that 101CFU/mL with the differences 104CFU/mL. Conclusion :The results showed that a decline in growth in the number of colonies of bacteria of the oral cavity after rinsing with mouthwash which containing chlorheksidine. Key words :mouthwashes, colonies of bacteria, chlorheksidine   ABSTRAK Obat kumur sering digunakan untuk kontrol plak sehari-hari, khususnya bagi individu dengan kebersihan mulut yang buruk. Berkumur dengan obat kumur dapat menghilangkan bakteri rongga mulut di cela-cela gigi yang tidak terjangkau oleh sikat gigi. Chlorheksidine jenis antiseptik yang banyak digunakan oleh para ahli kesehatan gigi baik sebagai pembersih dan obat pengobatan penyakit gigi. Chlorheksidine dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu chlorheksidine tanpa alkohol dan chlorheksidine beralkohol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan jumlah pertumbuhan koloni bakteri rongga mulut sebelum dan sesudah menggunakan obat kumur yang mengandung chlorheksidine.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu (quasi eksperiment) dengan rancangan penelitian pretest dan postestcontrolled grup yang dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Unsrat dengan sampel sebanyak 10 orang. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu berusia 20-25 tahun, kebersihan mulut yang baik, dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Kriteria ekslusi dalam penelitian ini yaitu mengonsumsi obat-obatan oral maupun antibiotik sistemik, menggunakan kawat gigi dan terdapat lesi dalam rongga mulut. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata sebelum berkumur dengan chlorheksidine yaitu 105CFU/mL dan sesudah berkumur dengan chlorheksidine yaitu 101CFU/mL dengan nilai selisih 104CFU/mL. Kesimpulan Penurunan pertumbuhan jumlah koloni bakteri rongga mulut sesudah berkumur dengan obat kumur yang mengandung chlorheksidine.  Kata kunci : obat kumur, koloni bakteri, chlorheksidine Â
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS JASA PRAKTEK KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ROBERT WOLTER MONGISIDI MANADO
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS JASA PRAKTEK KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ROBERT WOLTER MONGISIDI MANADO Nattasya C. Sumakul1), Febi K. Kolibu1), Adisti A.Rumayar1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi  ABSTRACT Quality of service is a service provided health personel, both doctors, nurses or administrative staff at the hospital. One of the health services that treat patients in full is nurses. Nurses are needed by patients, patients require nurses to help care for, treat patients in the healing process. Patients want to feel satisfied with what they need. Patient satisfaction reflects the success of the hospitals in the ministry of health personnel. This research uses analytical survey using cross sectional study design. The research sample of 100 responde variable research instrument responsiveness, reliability, assurance, empathy and tangibles with the patient satisfaction question. Hiipotesis testing using chi-squre test to determine whether there is a relationship between the quality of nursing care with patient satisfaction. Results showed that there was no relationship between responsiveness to patient satisfaction, as evidenced from the p value of 0.110 ≥ (0.05), there is no correlation between patients' satisfaction with the proven reliability of the p velue amounted to 0.109 ≥ (0.05), there is a relationship between assurance evidence and patient's satisfaction is evident from the p value 0,001< (0.05). there is a relationship between empathy with patient satisfaction is evident from the p values ​​of 0.004 <(0.05), there is a relationship between physical evidence and patient's satisfaction is evident from the p velue 0,001< (0.05). In this study, the hospitals should be more concerned about the quality of services nurses on patient satisfaction, especially physical evidence that there is such a toilet of a hospital that still need to be improved, so that the patients who come to get services from the hospital to feel satisfied. Keywords: Quality of Service, Nurse, Patient Satisfaction ABSTRAK  Kualitas pelayanan adalah suatu pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan, baik dokter, perawat atau tenaga administrasi di rumah sakit. Salah satu pelayanan kesehatan yang menangani pasien secara penuh adalah tenaga perawat. Perawat sangat dibutuhkan oleh pasien, pasien memerlukan perawat untuk membantu merawat, menangani pasien dalam proses penyembuhan.   Jenispenelitianini menggunakan survey analitik dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional study. Sampel penelitian sebanyak 100 responden instrument penelitian variable ketanggapan, kehandalan, jaminan, empati dan bukti fisik dengan kepuasan pasien menggunakan kuesioner. Pengujian hipotesis mengunakan uji chi squre untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kualitas pelayanan perawat dengan kepuasan pasien. Hasil menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara ketanggapan dengan kepuasan pasien, terbukti dari p value sebesar 0,110 ≥ (0,05), tidak ada hubungan antara kehandalan dengan kepuasan pasien terbukti dari p velue sebesar 0,109 ≥ (0,05), ada hubungan antara jaminan dengan kepuasan pasien terbukti dari p value sebesar 0,001<(0,05), ada hubungan antara empati dengan kepuasan pasien terbukti dari p value sebesar 0,004 < (0,05), ada hubungan antara bukti fisik dengan kepuasan pasien terbukti dari p velue sebesar 0,001 <(0,05). Dalam penelitian ini pihak rumah sakit harus lebih memperhatikan mengenai kualitas jasa pelayanan perawat terhadap kepuasan pasien, terutama bukti fisik yang ada, seperti toilet dari rumah sakit yang masih harus diperbaiki, agar pasien yang datang untuk mendapatkan pelayanan dari rumah sakit merasa puas. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Perawat, Kepuasan Pasien Â
HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA BALITA DI DESA TALAWAAN ATAS DAN DESA KIMA BAJO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA
HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA BALITA DI DESA TALAWAAN ATAS DAN DESA KIMA BAJO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Ade Frits Supit1), Woodford B. S Joseph1), Wulan P.J Kaunang1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado  ABSTRACT Acute Respiratory Infections (ARI) is one of the leading causes of death in children under five years old. ARI is an acute infection caused by viruses and bacterial include acute upper respiratory tract and acute infections of the lower respiratory tract. This study aims to determine the correlation between house physical environment includes temperature, humidity and residential density with ARI Prevalence under five children at Talawan Atas Village and Kima Bajo Village District Wori North Minahasa Regency in 2016. This study was survey analytical used cross sectional design. There were 155 respondents (under five children). The variable on this research was ARI prevalence in under five children and the house physical environment (temperature, humidity, and residential density). The statistic test used Spearman correlation (α= 0,05; CI 95%). The result of the study shows that there is correlation between temperature with ARI (p = 0,000; Cc = 0,736), there is correlation between humidity with ARI (p = 0,000; Cc = 0,286), there is no correlation between residential density with ARI. Keywords: ARI, correlation, house physical environment, under five children ABSTRAK Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak di bawah lima tahun (balita). Penyakit ini merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh virus dan bakteri meliputi infeksi akut saluran pernapasan bagian atas dan infeksi akut saluran pernapasan bagian bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lingkungan fisik rumah yang meliputi suhu, kelembaban dan kepadatan hunian dengan kejadian penyakit ISPA pada balita di Desa Talawaan Atas dan Desa Kima Bajo kecamatan Wori kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini merupakan survey analisis dengan desain cross sectional. Responden sebanyak 155 balita. Variabel yang diteliti yaitu penyakit ISPA pada balita, lingkungan fisik rumah (suhu, kelembaban, dan kepadatan hunian). Uji statistik yang digunakan adalah korelasi Spearman (α= 0,05; CI 95%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada hubungan antara suhu dengan kejadian penyakit ISPA (p = 0,000; r = 0,736,) ada hubungan antara kelembaban dengan kejadian penyakit ISPA (p = 0,000; r = 0,286), tidak ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian penyakit ISPA. Kata kunci: balita, ISPA, korelasi, lingkungan fisik rumah Â
ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (SMK3) DI RSIA KASIH IBU MANADO
ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (SMK3) DI RSIA KASIH IBU MANADO Ryane Toding1),Jootje M.L. Umboh1),Johan Josephus1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado  ABSTRACT Hospital as the service industry is an industry that has a variety of labor issues are complicated by a variety of risk of occupational disease occupational accident even according to type of work, so it is obliged to implement the Occupational Health and Safety efforts Hospital. Occupational health is a specialization in health sciences / medicine and its practice that aims to enable the worker / community health workers and obtain degrees as high, baikfsik, mental, and social, with the efforts of preventive and curative, against peyakit-disease or disruptions- health problems caused factors of work and working environment, as well as against common diseases. This study is a qualitative research approach to in-depth interviews (depth interview). Informants in this study amounted to 5 persons namely Hospital director, HRD Hospital, a nurse, in charge of the laboratory's Hospital, as well as the Occupational Health and Safety inspectors Labor department Manado city. The results of the study are commitment and policy management in the implementation SMK3, plans drawn up by the leadership of the RS orally, and the implementation of K3 is programmed but does not have a dedicated organization and experts K3 include the provision of PPE and K3 trainings for employees of the hospital as well as measurement and evaluation is not maximized implemented. Key words : management, occupational health and safety ABSTRAK Rumah sakit sebagai industri jasa merupakan sebuah industri yang mempunyai beragam persoalan tenaga kerja yang rumit dengan berbagai risiko terkena penyakit akibat kerja bahkan kecelakaan akibat kerja sesuai jenis pekerjaannya, sehingga berkewajiban menerapkan upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit. Kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan, agar pekerja/masyarakat pekerja beserta memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, baikfsik, mental, maupun sosial, dengan usaha-usaha preventif dan kuratif, terhadap peyakit-penyakit atau gangguan-gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja, serta terhadap penyakit-penyakit umum. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan in-depth interview (wawancara mendalam). Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yaitu direktur Rumah Sakit, HRD Rumah Sakit, perawat, penanggung jawab laboratorium Rumah Sakit, serta pengawas Kesehatan dan Keselamatan Kerja dinas Tenaga kerja kota manado. Hasil penelitian dari penelitian ini adalah adanya komitmen dan kebijakan manajemen dalam pelaksanaan SMK3, perencanaan disusun oleh pimpinan RS secara lisan, dan pelaksanaan kegiatan  K3 sudah terprogram tetapi belum mempunyai organisasi khusus dan ahli K3 antara lain penyediaan APD dan pelatihan K3 bagi pegawai RS serta pengukuran dan evaluasi belum maksimal dilaksanakan.  Kata kunci : Manajemen, kesehatan dan keselamatan kerj
ANALISIS BORAKS PADA NUGGET OLAHAN YANG DIPRODUKSI DI KOTAMOBAGU
ANALISIS BORAKS PADA NUGGET OLAHAN YANG DIPRODUKSI DI KOTAMOBAGU  Fitriyani Dolot), Fatimawali1), Nancy Pelealu1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT The purpose of this study is to identify the borax on snacks nuggets produced at Kotamobagu. Sampling sites were Poyowa Kecil, PoyowaBesar, Mongondow, Kobo Kecil, MotoboiKecil and Kotobangon. Sampling was done 3 times on each processed nugget vendor as much as 20 processed nuggets. Samples were identified using a flame and colour test methods using turmeric colour paper. The results of studies on borax identification in the sample processed nugget with a flame and colour test obtained that all samples of processed nuggets do not contain harmful preservatives, such as borax. Noneed further study by UV-VIS spectrophotometry. Keywords: Borax, Flame and Colour Test, Processed chicken nuggets, Kotamobagu.   ABSTRAK  Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan mengukur kadar senyawa boraks pada jajanan nugget yang diproduksi di Kotamobagu..Lokasi pengambilan sampel Poyowa Kecil, Poyowa Besar, Mongondow, Kobo Kecil, Motoboi Kecil dan Kotobangon. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali di tiap penjual nugget olahan sebanyak 20 biji nugget olahan. Sampel diidentifikasi menggunakan metode uji nyala dan metode uji warna dengan menggunakan kertas tumerik. Hasil penelitian percobaan identifikasi boraks dalam sampel nugget olahan dengan reaksi uji nyala dan ujii warna diketahui bahwa semua sampel nugget olahan yang diuji tidak mengandung bahan pengawet berbahaya, yaitu boraks. Sehingga tidak diadakan penelitian lanjutan dengan Spektrofotometri UV-VIS.  Kata kunci : Boraks, Uji Nyala dan Uji Warna, Nugget ayam olahan, Kotamobag
UJI EFEK ANALGETIKA EKSTRAK ETANOL DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus)
UJI EFEK ANALGETIKA EKSTRAK ETANOL DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) Cicilia Bertha Uli Lumban Gaol1), Widdhi Bodhi1), Widya Astuti Lolo1) 1)Program Studi Farmasi Fakultas MIPA UNSRAT Manado  ABSTRACT The objectives of this research were to find out analgesic effect of ethanol extract of aloe vera leaves with concentration 0,065 g/ KgBB, 0,130 g/KgBB and 0,260 g/KgBB on male rats wistar strain induced thermic. The subject in this research were 15 white male rats wistar which divide into 5 groups, each group consist of 3 white male rats wistar. Negative control group were administered with CMC, positive control group were administered with asetosal, and experiment groups were administered with ethanol extract of aloe vera leaves. Analgesic test were examined by giving pain simulation to treated animals, such a 65oC heat simulation. The response which observed were rats licking hind feet or jumping response. The observation was conducted for 1 minute. Observations were conducted before extract administration, then at 30, 60, 90 and 120 minutes after administered. The results shows that ethanol extract of aloe vera leaves with concentration 0,065 g/ KgBB, 0,130 g/KgBB and 0,260 g/KgBB possess analgesic effect on white male rats wistar, especially concentration 0,260 g/KgBB. Key words : pain, analgesic, aloe vera leaves ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek analgetika ekstrak etanol daun lidah buaya dengan dosis 0,065 g/ KgBB, dosis 0,130 g/KgBB dan dosis 0,260 g/KgBB pada tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi secara termik. Subjek penelitian ini ialah 15 ekor tikus wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (CMC), kelompok kontrol positif (Asetosal) dan kelompok perlakuan (ekstrak etanol daun lidah buaya). Pengujian efek analgetika dilakukan dengan cara memberikan rangsangan nyeri pada hewan uji, berupa rangsangan panas dengan suhu 65oC. Respon tikus yang diamati yaitu gerakan menjilat kaki belakang dan atau melompat. Pengamatan dilakukan selama 1 menit. Pengamatan dilakukan sebelum pemberian zat uji, kemudian berturut-turut pada menit ke-30, 60, 90 dan 120 setelah pemberian zat uji. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun lidah buaya dengan dosis 0,065 g/ KgBB, dosis 0,130 g/KgBB dan dosis 0,260 g/KgBB memiliki efek analgetika pada tikus wistar terutama pada dosis 0,260 g/KgBB.  Kata kunci : nyeri, analgetika, daun lidah buaya Â
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA RANOWANGKO KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA TAHUN 2015
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA RANOWANGKO KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA TAHUN 2015  Klemens Waromi1), Rahayu H. Akili1), Paul A.T. Kawatu1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT The mortality rate from UNICEF in 2012 showed that about 2,000 children under five die every day from diarrheal diseases. The prevalence rate of diarrhea incidence in Indonesia based Riskesdas in 2013 was 3.5%, while the prevalence of diarrhea in the North Sulawesi province stands at 6.6%. Based on data from the disease in Tanawangko Health Center Health Center in 2014, the incidence of diarrhea was included in the list of top 10 diseases, there are 391 people suffering from diarrhea, with the highest incidence rate in the village Ranowangko with 67 patients.This research is analytic survey with cross sectional design. Sampling was done by simple random sampling method, the sample size is determined using a formula of Taro Yamane as many as 90 families. Retrieving data using a questionnaire with interview. Analysis of relationship chi square test with a confidence level of 95% and α = 0.05. The results showed that the use of clean water relationship with the incidence of diarrhea indicates p value = 0.17, latrine usage relationship with the incidence of diarrhea indicates p value = 0.25, and the relationship of washing hands with diarrhea showed p value = 0.71. There was no relationship between the use of clean water, use of latrines and hand washing with diarrhea in rural districts Ranowangko Tombariri Minahasa. Keywords: PHBS, the incidence of diarrhea ABSTRAK Angka kematian dari UNICEF tahun 2012 menunjukkan bahwa sekitar 2.000 anak balita meninggal setiap hari akibat penyakit diare. Angka prevalensi kejadian diare di Indonesia berdasarkan Riskesdas tahun 2013 adalah 3,5%, sementara prevalensi diare pada Provinsi Sulawesi Utara berada pada angka 6,6%. Berdasarkan data penyakit di Puskesmas Tanawangko Puskesmas tahun 2014, kejadian diare termasuk dalam daftar 10 penyakit tertinggi, terdapat 391 penduduk menderita diare, dengan angka kejadian tertinggi pada desa Ranowangko dengan 67 penderita.. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling, besar sampel ditentukan menggunakan rumus Taro Yamane sebanyak 90 KK. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan metode wawancara. Analisis hubungan menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95% dan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan penggunaan air bersih dengan kejadian diare menunjukkan nilai p value = 0,17, hubungan penggunaan jamban dengan kejadian diare menunjukan p value = 0,25, dan hubungan mencuci tangan dengan kejadian diare menunjukan p value = 0,71. Tidak terdapat hubungan antara penggunaan air bersih, penggunaan jamban, dan mencuci tangan dengan kejadian diare di desa Ranowangko kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa.  Kata Kunci: PHBS, kejadian Diare Â
STATUS KESEHATAN GINGIVA PADA PENGGUNA ALAT ORTODONTIK CEKAT DI SMA NEGERI 1
STATUS KESEHATAN GINGIVA PADA PENGGUNA ALAT ORTODONTIK CEKAT DI SMA NEGERI 1 MANADO  G. A. Regina Marchelina1), P. S. Anindita1), Olivia A. Waworuntu1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran UNSRAT ABSTRACT Gingival health is a factor that must be considered and taken care by the fixed orthodontic appliance. Things that affect the health of gingiva fixed orthodontic appliance is oral hygiene because the components of the fixed orthodontic appliance hard to clean which if left unchecked could increase the caries, periodontal diseases such as gingival inflammation that also called by gingivitis. Gingivitis if continually left unchecked would lead to periodontitis, halitosis, periodontal pockets, unstable teeth and tooth loss. This study intends to determine the health the gingiva on the fixed orthodontic appliance in SMAN 1 Manado. This research is descriptive and conducted in SMAN 1 Manado with 31 people as samplesand sampling was done by total sampling method. The results showed that majority of the 31 respondent’s gingival healthis in mild inflammatory criteria based Loe and Silness with gingival index scores of 0.9 and just a little with gingival index score of 1.3 and no criteria for normal and heavy inflammation. Key words: Healthy gingiva, fixed orthodontic appliances, Loe and Silness. ABSTRAK Kesehatan gingiva merupakan faktor yang harus diperhatikan dan dijaga oleh pengguna alat ortodontik cekat. Hal yang mempengaruhi kesehatan gingiva pengguna alat ortodontik cekat adalah kebersihan mulut karena komponen-komponen pada alat ortodontik cekat sulit dibersihkan yang jika dibiarkan dapat meningkatkan terjadinya karies, penyakit periodontal seperti inflamasi gingiva atau yang disebut gingivitis. Gingivitis bila dibiarkan terus menerus akan menyebabkan periodontitis, halitosis, poket, gigi goyang, dan gigi lepas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesehatan gingiva pada pengguna alat ortodontik cekat di SMA Negeri 1 Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan dilakukan di SMA Negeri 1 Manado dengan jumlah sampel 31 orang dan pengambilam sampel dilakukan dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukan dari 31 responden sebagian besar status kesehatan gingiva pada kriteria inflamasi ringan berdasarkan Loe and Silness dengan skor indeks gingiva 0,9 dan kriteria inflamasi sedang hanya sedikit dengan skor indeks gingiva 1,3 dan tidak ada kriteria inflamasi normal dan berat.  Kata kunci: Kesehatan gingiva, alat ortodontik cekat, loe and silness. Â
Wawancara Motivasi Apoteker Untuk Kepatuhan Terhadap Pengobatan Diabetes Melitus Tipe 2
Wawancara Motivasi Apoteker Untuk Kepatuhan Terhadap Pengobatan Diabetes Melitus Tipe 2 Retno Wahyuningrum1), Djoko Wahyono2), Mustofa3), Yayi Suryo Prabandari4)1)Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta2)Bagian Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta3)Bagian Farmakologi dan Terapi, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta4)Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakartae-mail : [email protected] ABSTRACT The review’s objective is to initiate pharmacists with motivational interviewing as an approach to involve patients in discussions about medication adherence. Motivational interviewing has established as an intervention strategy for addiction management, change in lifestyle behaviors, and adherence to prescribed medications and other treatments. Pharmacist-led motivational interviewing can investigate factors associated with poor adherence to treatment, assess patient ambivalence and/or resistance, and educate patients to encourage treatment-adherent behaviors.Pharmacists can held motivational interviewing to improve patient’s problem solving skill in type 2 diabetes management, mostly self-management of patients with poor long-term glycemic control. Keywords : Type 2 diabetes, Adherence, Pharmacist, Motivational interviewing        ABSTRAK Ulasan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada para apoteker mengenai wawancara motivasi, yang merupakan salah satu cara untuk melibatkan pasien dalam diskusi tentang kepatuhan terhadap pengobatan. Wawancara motivasi merupakan salah satu strategi intervensi untuk penatalaksanaan kecanduan, perubahan perilaku gaya hidup, dan kepatuhan terhadap obat yang diresepkan dan perawatan lainnya. Wawancara motivasi dapat digunakan apoteker untuk menyelidiki faktor yang terkait dengan ketidakpatuhan terhadap pengobatan, menilai ambivalensi (keraguan) pasien dan/atau resistensi, dan mendidik pasien untuk mempromosikan perilaku patuh terhadap pengobatan.Apoteker dapat menggunakan wawancara motivasi untuk membantu pasien mengatasi masalah terkait pengelolaan diabetes melitus (DM) tipe 2, terutama pasien dengan kontrol glikemik jangka panjang yang buruk. Kata kunci : Diabetes melitus tipe 2, Kepatuhan, Apoteker, Wawancara motivasi Â