PHARMACON
Not a member yet
1026 research outputs found
Sort by
UJI KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM (KHM) EKSTRAK BAWANG BOMBAY Allium cepa L TERHADAP PERTUMBUHAN staphylococcus aureus
UJI KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM (KHM) EKSTRAK BAWANG BOMBAY Allium cepa L TERHADAP PERTUMBUHAN staphylococcus aureus Dana Azmi Atika Permata1), Olivia A. Waworuntu1), Christy Mintjelungan1) 1) Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT In the oral cavity, there are a variety of microorganisms called normal flora, one of them is Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus is a normal microflora in the oral cavity, but it can be influenced by the pathogen if predisposing factors, therefore it is necessary to find alternative materials that can cope with these bacteria. Medicinal plants be an alternative treatment nowadays, one example namely bombay onions which contains flavonoids, alkaloids, saponins and tannins.The purpose of this study is to determine the minimal inhibitory concentration (MIC) of bombay onion extract (Allium cepa L) to Staphylococcus aureus growth.This research is a true experimental research with Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. The method used in this study is serial dilution method with turbidimetryand spectrophotometry as the test methods. Onion bombay was extracted with maceration method using ethanol 96%.Staphylococcus aureus bacterial was taken from a pure bacterial stock in Microbiology Laboratory Study Program of Faculty doctor University of Sam Ratulangi. The result of this study showed that the minimal inhibitory concentration (MIC) of bombay onion extract (Allium cepa L) to Staphylococcus aureus growth was 1,56%. Keywords: Bombay onion extract (Allium cepa L), Staphylococcus aureus, Minimum Inhibitory Concentration (MIC). ABSTRAK Di dalam rongga mulut terdapat bermacam-macam mikroorganisme yang disebut flora normal, salah satunya ialah Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus merupakan mikroflora normal di dalam rongga mulut, tetapi bisa bersifat patogen jika dipengaruhi faktor predisposisi, oleh karena itu perlu dicari bahan alternatif yang dapat mengatasi bakteri ini. Tumbuhan berkhasiat obat menjadi alternatif pengobatan hingga saat ini, salah satu contoh yaitu bawang bombay yang mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak bawang bombay (Allium cepa L) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni (true experimental) dengan rancangan penelitian Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode serial dilusi dengan metode pengujian turbidimetri dan spektrofotometer. Bawang bombay kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Bakteri Staphylococcus aureus diambil dari stok bakteri murni Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak bawang bombay (Allium cepa L) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yaitu konsentrasi 1,56%.  Kata kunci: Bawang bombay (Allium cepa L), Staphylococcus aureus, konsentrasi hambat minimum (KHM). Â
EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT ANTIBIOTIK DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS ABC TERHADAP NILAI PERSEDIAAN DI INSTALASI FARMASI RSUP PROF. Dr. R. D. KANDOU MANADO
EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT ANTIBIOTIK DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS ABC TERHADAP NILAI PERSEDIAAN DI INSTALASI FARMASI RSUP PROF. Dr. R. D. KANDOU MANADO Ni Luh Suryantini1), Gayatri Citraningtyas1), Sri Sudewi1) 1)Program Studi Farmasi, FMIPA,UNSRAT, Manado, 95115   ABSTRACT The effective process of planning and procurement is to ensure the availability of drugs both type and right amount that appropriate with the requirement to get an economical price so that it can avoid with the deficiency and the excess of drugs. Evaluation of the planning and procurement of antibiotics by using ABC analysis can make it easier to control the supply of drugs based on investment value and value in use of the highest value to the lowest. The objective of this study to identify and evaluate the planning and procurement the effect of antibiotic drugs inventories using ABC analysis in Pharmacy Installation department of Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. This research is a descriptive study with data collection by retrospective prospective based on documents of antibiotics used and interviews in the pharmacy installation department of Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. This research was conducted to record the planning and procurement of antibiotic drugs in the period of January - April 2016 and interviewed with five respondents. The results showed that the planning and procurement of antibiotic drugs in the pharmacy installation department of Prof. Dr. R. D. Kandou is still got an inanition of drugs, retardation of drugs dispatch, retardation of payment, a distributor did not undertake the supply of drugs because of the unavailability of raw materials and pricing of drugs that are less precise. The used of ABC analysis of the value of inventories of antibiotic drugs influence on hospital budgets, this is caused by the budget of the drugs increased as a result of the incorrect drugs price. The high price of an drug items will affect the entire budget of the hospital.  Keywords : planning, procurement, ABC analysis, antibiotics   ABSTRAK Proses perencanaan dan pengadaan yang efektif ialah dengan menjamin ketersediaan obat baik dalam hal jenis dan jumlah yang tepat sesuai dengan kebutuhan guna mendapatkan harga yang ekonomis sehingga dapat menghindari adanya kekurangan dan kelebihan obat. Evaluasi perencanaan dan pengadaan obat antibiotik dengan menggunakan analisis ABC dapat mempermudah untuk mengendalikan persediaan obat berdasarkan nilai investasi dan nilai pakai dari nilai tertinggi hingga terendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi perencanaan dan pengadaan serta pengaruh penggunaan analisis ABC terhadap nilai persediaan obat antibiotik di Instalasi Farmasi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif dan prospektif yang didasarkan pada dokumen penggunaan obat antibiotik dan wawancara di Instalasi Farmasi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini dilakukan terhadap catatan perencanaan dan pengadaan obat antibiotik pada periode Januari – April 2016 serta wawancara terhadap 5 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dan pengadaan obat antibiotik di Instalasi Farmasi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado masih terdapat adanya kekosongan obat, terjadi keterlambatan pengiriman obat, keterlambatan pembayaran, distributor yang tidak menyanggupi penyediaan obat karena tidak tersedianya bahan baku dan penetapan harga obat yang kurang tepat. Penggunaan analisis ABC terhadap nilai persediaan obat antibiotik sangat berpengaruh terhadap anggaran belanja rumah sakit, hal ini disebabkan oleh anggaran pembelian obat yang meningkat akibat penetapan harga obat yang tidak sesuai. Besarnya harga satu item obat akan mempengaruhi seluruh anggaran pembelian rumah sakit.  Kata kunci : perencanaan, pengadaan, analisis ABC, antibiotik Â
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans  Sally Lestari Putri Bempa1), Fatimawali1), Wulan Geraldine Parengkuan1) 1)Program studi pendidikan dokter gigi Fakultas kedokteran UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT Breadfruit (Artocarpus altilis) is an Indonesian natural material which has been known only as fruits but have medicinal properties. Breadfruit leaves contains antibacterial compounds such as flavonoids, tannins, saponins. Streptococcus mutans is a bacterium that causes dental caries. Dental caries is dental and oral health problems most often occured in Indonesia, an alternative way to cope with Streptococcus mutans by using breadfruit leaves. The purpose of this study to determine the inhibitory extract of leaves of breadfruit (Artocarpus altilis) on the growth of Streptococcus mutans. This study is an experimental research design using post test only control group design with a modified method of Kirby-bauer used paperdisk. Leaves of breadfruit (Artocarpus altilis) was extracted by maceration method used ethanol 96%. Streptococcus mutans bacteria taken from the stock pure Microbiology Laboratory Faculty of Medicine Sam Ratulangi University in Manado. These results indicates that the average diameter of inhibitory zone breadfruit leaf extract against Streptococcus mutans of 16.5 mm. From this study it can be concluded that the breadfruit leaf extract has inhibitory effect on the growth of Streptococcus mutans and categorized strong according to the classification Davis and Stout. Keywords : Breadfruit leaves (Artocarpus altilis), Streptococcus mutans , inhibition zone ABSTRAK Tanaman sukun (Artocarpus altilis) merupakan bahan alam Indonesia yang selama ini hanya dikenal sebagai buah buahan akan tetapi memiliki khasiat obat. Daun sukun mengandung senyawa yang bersifat antibakteri seperti flavonoid, tanin, saponin. Streptococcus mutans merupakan bakteri penyebab karies gigi. Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering terjadi di Indonesia, Cara alternatif untuk menanggulangi Streptococcus mutans yaitu dengan menggunakan daun sukun.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan desain post test only control grup design dengan metode modifikasi Kirby-bauer menggunakan kertas saring. Daun sukun (Artocarpus altilis) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Bakteri Streptococcus mutans diambil dari stok bakteri murni Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Samratulangi Manado. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata rata diameter zona hambat ekstrak daun sukun terhadap bakteri Streptococcus mutans sebesar 16,5 mm. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sukun memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dan termasuk dalam kategori kuat menurut penggolongan Davis dan Stout. Kata kunci : daun sukun ( Artocarpus altilis), Streptococcus mutans , zona hamba
PERBEDAAN PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN OBAT ANTI HIPERTENSI DAN TERAPI RENDAM AIR HANGAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANTARA TAMALANREA MAKASSAR
PERBEDAAN PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN OBAT ANTI HIPERTENSI DAN TERAPI RENDAM AIR HANGAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANTARA TAMALANREA MAKASSAR  Ilkafah1) 1)Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin  ABSTRACT Hypertension in the elderly is still be number one disease especially in Puskesmas Antara Tamalanrea Makassar. Treatment in hypertension include pharmacological and nonpharmacological therapy. One nonpharmacological therapy is foot bathing in warm water. Foot bathing in warm water er is one of the hypertension therapy that benefit to dilatation of blood vessels and enhancing blood circulation. The aim of this study was to determine differences in the effectiveness of the anti-hypertensive drugs and foot bathing in warm water. This research was a quasy-experimental with two-group pre-post test design and was evolved 52 respondents were divided in two group with purposive sampling. The first group was given foot bathing in warm water 2 times for 15 minutes and was given for 2 weeks, and the second group was given captopril 12.5 mg taken 2 times a day. The datas were analyzed by Wilcoxon signed rank test and Mann Whitney test with significance values ​​p£ 0.05.. Analysis for each intervention using the Wilcoxon rank test with significance level α <0.05 and to effectiveness of both therapies using Mann Whitney Test. The results showed no difference between the foot bathing therapy in warm water and the use of captopril (p = 0.154 and p = 0.675, p> 0.05). Both of foot bathing in warm water and captopril are equally effective in lowering blood pressure in the elderly. Further research is needed to find another therapy to decrease blood pressure. Keywords: Foot bathing in warm water, Hipertension, Elderly  ABSTRAK pada lansia sampai saat ini masih menjadi penyakit nomor satu terutama di wilayah kerja Puskesmas Antara Tamalanrea Makassar. Terapi hipertensi bisa menggunakan farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi nonfarmakologi untuk penatalaksanaan hipertensi adalah terapi rendam kaki air hangat. Rendam kaki air hangat adalah salah satu terapi hipertensi yang bermanfaat untuk mendilatasi pembuluh darah dan melancarkan peredaran darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas penggunaan obat anti hipertensi (captopril) dengan rendam kaki air hangat. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy eksperiment dengan rancangan terapi pada dua kelompok. sampel didapatkan sebanyak 52 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok dengan cara pengambilan sampel purposive sampling. Kelompok pertama diberikan terapi rendam kaki air hangat 2 kali sehari pagi dan sore selama 15 menit dan diberikan selama 2 minggu, sedangkan kelompok kedua diberikan captopril 12,5 mg diminum 2 kali sehari. Analisis untuk tiap intervensi menggunakan uji Wilcoxon Rank Test dengan tingkat signifikasi α < 0,05 sedangkan untuk mengetahui perbedaan keefektifan kedua terapi menggunakan uji Mann Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara terapi rendam kaki air hangat dengan pemberian captopril (p= 0,154 dan p= 0,675 dengan p >0,05). Pemberian terapi rendam kaki air hangat dan captopril sama-sama efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mencari terapi lainnya dalam menurunkan tekanan darah. Kata Kunci : Rendam Kaki Air Hangat, Hipertensi, Lansia Â
EVALUASI DAMPAK REGIMEN BERBASIS CARBOPLATIN TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER SERVIKS RAWAT INAP DENGAN MENGGUNAKAN KUESIONER EQ-5D
EVALUASI DAMPAK REGIMEN BERBASIS CARBOPLATIN TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER SERVIKS RAWAT INAP DENGAN MENGGUNAKAN KUESIONER EQ-5D  Suwendar1,4), Achmad Fudholi2), Tri Murti Andayani2), Herri S. Sastramihardja3) 1)Program Studi S3 Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia 2)Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia 3)Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran, Bandung, Indonesia 4)ProgramStudi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Islam Bandung Indonesia Korespondensi : [email protected]; [email protected] ABSTRACT Cervical cancer is the cancer with high prevalence rates. The quality of life in patients with cervical cancer will decline. Decreasing of quality of life not only caused by cervical cancer itself, but also it can be caused by chemotherapy. Therefore, measurement of the quality of life of patients during chemotherapy is very important to avoid interventions ineffective. In this study, measurement of the quality of life for patients receiving chemotherapy with carboplatin-based regimen had been evaluated. Measurements were made using the EQ-5D questionnaire. Based on the measurements, it had been obtained the informations related to the quality of life that was the description of the percentage of patients who experienced problems in five aspects measured, the value of utility and value of the EQ-5D VAS. Five aspects included the ability of walking / mobility, self-care, usual activities, a sense of pain / discomfort and anxiety / depression. The percentage of patients who experienced a problem on every aspect had been compared before and after chemotherapy. Utility value and EQ-5D VAS had been compared statistically with a Wilcoxon signed rank test (p <0.05) on the conditions before and after chemotherapy. Results showed that after chemotherapy the percentage of patients who feel the problem in all dimensions in the questionnaire decreased. In addition, after chemotherapy, the utility value and the EQ-5D VAS of patients had increased significantly (each with a value of p = 0.00) compared to before chemotherapy condition. Keywords : cervical cancer patients, quality of life, carboplatin, EQ-5D questionnaire ABSTRAK  Kanker serviks merupakan penyakit kanker dengan tingkat prevalensi tinggi. Kualitas hidup pada penderita kanker serviks akan mengalami penurunan. Penurunan kualitas hidup ini selain disebabkan oleh kanker serviks itu sendiri, juga dapat disebabkan oleh kemoterapi yang diberikan. Oleh karena itu pengukuran kualitas hidup pasien pada saat mendapatkan kemoterapi merupakan hal yang sangat penting untuk menghindari intervensi yang tidak efektif. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran kualitas hidup pasien yang mendapatkan kemoterapi dengan regimen berbasis carboplatin. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan kuesioner EQ-5D. Berdasarkan pengukuran, diperoleh informasi yang terkait dengan kualitas hidup yaitu deskripsi persentase pasien yang mengalami permasalahan pada lima aspek yang diukur, nilai utility dan nilai EQ-5D VAS. Lima aspek tersebut meliputi kemampuan berjalan/mobilitas, perawatan diri, kegiatan yang biasa dilakukan, rasa kesakitan/tidak nyaman dan rasa cemas / depresi. Persentase pasien yang mengalami masalah pada setiap aspek tersebut dibandingkan sebelum dan setelah mendapatkan kemoterapi. Nilai utility dan EQ-5D VAS dibandingkan secara statistik dengan uji Wilcoxon (p<0,05) pada kondisi sebelum dan setelah kemoterapi. Hasil menunjukkan bahwa setelah kemoterapi terjadi penurunan persentase pasien yang merasakan masalah pada seluruh dimensi dalam kuesioner. Selain itu, nilai utility dan EQ-5D VAS pasien mengalami peningkatan secara bermakna (masing-masing dengan nilai p=0,00) dibandingkan kondisi sebelum kemoterapi. Kata kunci : penderita kanker serviks, kualitas hidup, carboplatin, kuesioner EQ-5
AKTIVITAS ANTIBAKTERI SALEP EKSTRAK DAUN KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa sinensis L.) TERHADAP LUKA YANG TERINFEKSI BAKTERI Staphylococcus aureus PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus)
AKTIVITAS ANTIBAKTERI SALEP EKSTRAK DAUN KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa sinensis L.) TERHADAP LUKA YANG TERINFEKSI BAKTERI Staphylococcus aureus PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus)Paulina V. Y. Yamlean1) dan Widya Astuty Lolo1)1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT, 95115 ABSTRACT Healthy living is the primary needs of every individual in his life. Because that since the society has used various plant as drug for cure disease . The one plants that are hereditary has been used as drug traditional for treat wounds infection is Hibiscus leaf ( Hibiscus rosa sinensis L.). its have been done research about antibacterial activity by Moh . Andrianto (2007) and give results that Hibiscus leaf extract have antimicrobials activity to Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa bacteria shown with concentration minimum inhibitory for Staphylococcus aureus bacteria by 12.5% and for Pseudomonas aeruginosa bacteria by 25%. This is lead the researchers for do the more continue testing about antibacterial activity of Hibiscus leaf ( Hibiscus rosa sinensis L.) extract ointment has antibacterial activity to infected wounds Staphylococcus aureus bacteria on rabbit ( Oryctolagus cuniculus ). The method used is experiments laboratory method. Based on results research obtained that Hibiscus leaf extract ointment with concentrations 10%, 12.5% and 15% were filled requirement testing of ointment that includes Organolaptic test, pH test and power spread test. While for Homogeneity test has no find requirement . The results of antimicrobials test to infected wounds Staphylococcus aureus bacteria with concentrations 10%, 12.5% and 15% pointing that Hibiscus leaf extract ointment have healing effect to infected wounds Staphylococcus aureus bacteria this showed with shrink it wounds on rabbit from day 2 to day 4 and day 5 has closed.Keywords : Hibiscus leaf extract ointment, wounds infection and antibacterialABSTRAKHidup sehat merupakan kebutuhan utama setiap individu dalam hidupnya. Oleh karena itu sejak dahulu masyarakat telah banyak menggunakan berbagai tanaman sebagai obat untuk menyebuhkan penyakit. Salah satu tanaman yang secara turun-temurun telah digunakan masyarakat sebagai obat tradisional untuk mengobati luka infeksi adalah daun kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.). Telah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antibakteri daun kembang sepatu oleh Moh. Andrianto (2007) dan memberikan hasil bahwa ekstrak daun kembang sepatu memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa yang ditunjukkan dengan konsentrasi hambat minimum untuk bakteri Staphylococcus aureus sebesar 12,5 % dan untuk bakteri Pseudomonas aeruginosa sebesar 25 %.Hal inilah yang mendorong peneliti untuk melakukan pengujian lebih lanjut mengenai aktivitas antibakteri sediaan salep ekstrak daun Kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap luka yang terinfeksi bakteri Staphylococcus aureus pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Metode yang digunakan ialah metode eksperiman laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa salep ekstrak daun Kembang sepatu dengan konsentrasi 10%, 12,5% dan 15 % memenuhi syarat pengujian salep yang meliputi uji Organolaptik, Uji pH dan Uji daya sebar. Sedangkan untuk Uji Homogenitas tidak memenuhi syarat. Hasil uji antimikroba terhadap luka yang terinfeksi bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 10%, 12,5% dan 15 % menunjukaan bahwa salep ekstrak etanol daun Kembang sepatu memiliki efek penyembuhan terhadap luka yang terinfeksi bakteri Staphylococcus aureus hal ini ditunjukan dengan mengecilnya luka sayat pada kelinci dari hari ke 2 sampai hari ke 4 dan hari ke 5 telah menutup..Kata kunci : Salep ekstrak daun Kembang Sepatu, luka infeksi dan antibakteri
PENILAIAN RISIKO KARIES GIGI PADA PENGGUNA OBAT ANTIHIPERTENSI GOLONGAN AMLODIPINE BERDASARKAN LAJU ALIRAN SALIVA
PENILAIAN RISIKO KARIES GIGI PADA PENGGUNA OBAT ANTIHIPERTENSI GOLONGAN AMLODIPINE BERDASARKAN LAJU ALIRAN SALIVA Annisa Vanya Mokoginta1), Michael A. Leman1),, Damayanti H.C. Pangemanan1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran UNSRAT ABSTRACT Dental caries is one of the oral health issue that is often experienced by people. Based on Riset Kesehatan Dasar in 2013, showed that 29.8% of the North Sulawesi population experienced dental caries.Saliva has an important role in protecting teeth, and also one of the factors that cause dental caries. A reduction of salivary flow rate can be caused by several factors such as medications, hormonal changes (postmenopausal), age, and nutritional deficiencies. Hypertension often found in Indonesia. Antihypertensive medications have systemic side effects and the effects in the oral cavity, one of them is able to reduce the saliva flow rate.This research is a cross sectional study and sampling using purposive sampling method by collecting saliva into a measuring cup for 5 minutes using the spitting method. This research was conducted at R.W. Monginsidi Hospital. The results showed that all respondents have a slow saliva flow rate. The conclusion of this research that there is a decrease in salivary flow rate in the Amlodipine antihypertensive drug classes, so it has a high risk of dental caries. Key words: Saliva flow rate, Amlodipine antihypertensive drug classes  ABSTRAK Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering di alami oleh masyarakat. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, terlihat bahwa 29,8% penduduk Sulawesi Utara mengalami karies gigi. Saliva memiliki peran penting dalam melindungi gigi, dan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya karies gigi. Jumlah aliran saliva yang berkurang dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti obat-obatan, perubahan hormone (pasca menopause), usia, dan kekurangan nutrisi. Hipertensi merupakan penyakit yang banyak dijumpai di Indonesia. Obat-obat antihipertensi memiliki efek samping sistemik dan efek pada rongga mulut, salah satu diantaranya yaitu dapat mengurangi jumlah aliran saliva. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain potong lintang (crossectional study) serta pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan cara mengumpulkan saliva ke dalam gelas ukur selama 5 menit menggunakan metode spitting. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit R.W. Monginsidi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki aliran saliva lambat. Kesimpulan penelitian ini yaitu terjadi penurunan laju aliran saliva pada pengguna obat antihipertensi golongan Amlodipine, sehingga memiliki risiko tinggi terhadap terjadinya karies gigi.   Kata kunci : Laju aliran saliva, obat antihipertensi golongan Amlodipine.  Â
EVALUASI PENYIMPANAN DAN PENDISTRIBUSIAN ALAT KESEHATAN DI PEDAGANG BESAR FARMASI SURAMANDO
EVALUASI PENYIMPANAN DAN PENDISTRIBUSIAN ALAT KESEHATAN DI PEDAGANG BESAR FARMASI SURAMANDO Lilian J. Patty1), Widya Astuty Lolo1), Sri Sudewi 1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115  ABSTRACT Medical devicesplays important rolein order to support a disease or a medical status. To provide continuous health services need to be supported with equipment which is always ready to use and can be functioned properly.Unavailability of pharmaceuticals will affect the quality of health services provided.This study aimed to evaluate the storage and distribution of medical devices in pharmacuetucal wholesalers Suramando. This study uses the method of descriptive and evaluative observation with prospective data collection technique, using the guidelines in a series of activities of How Good Distribution of Medical Devices distribution and quality control which aims to ensure that medical devices distributed product meets specified requirements into its inteded. The result showed that the storage and distribution of pharmaceutical wholesalers Suramando are in accordance with the guidelines of How Good Distribution of Medical Devices according to the rules set by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2014. Keywords: Medical Devices, Storage and Distribution, How Good Distribution of Medical Devices ABSTRAK Alat Kesehatan mempunyai peran penting dalam menunjang diagnosa suatu penyakit ataupun status kesehatan seseorang.Untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan perlu didukung dengan peralatan yang selalu dalam kondisi siap pakai serta dapat difungsikan dengan baik. Tidak tersedianya perbekalan farmasi akan mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyimpanan dan pendistribusian alkes di Pedagang besar farmasi Suramando. Penelitian ini menggunakan metode observasi yang bersifat deskriptif dan evaluatif dengan teknik pengumpulan data secara prospektif, menggunakan pedoman cara distribusi alat kesehatan yang baik dalam rangkaian kegiatan distribusi dan pengendalian mutu yang bertujuan untuk menjamin agar produk alkes yang didistribusikan memenuhi persyaratan yang ditetapkan sesuai tujuan penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan dan pendistribusian Pedagang besar farmasi Suramando sudah sesuai dengan pedoman cara distribusi alat kesehatan yang baik menurut peraturan yang telah ditetapkan oleh menteri kesehatan republik Indonesia 2014. Kata Kunci : Alat Kesehatan, Penyimpanan dan Distribusi, Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik  Â
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KELURAHAN MALALAYANG 2 LINGKUNGAN III
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KELURAHAN MALALAYANG 2 LINGKUNGAN III Reinhard Yosua Lontoh1), A. J. M. Rattu1), Wulan P. J. Kaunang1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi. ABSTRACT Dengue fever is one of the major causes of morbidity and mortality in the community. This study was conducted to determine the relationship between knowledge and attitude with precautions Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). This research used analytic survey with cross sectional study. The study population was people in the village Malalayang 2 Lingkungan III. The research sample was determined by using the technique of sampling Systematic random sampling of 70 respondents. Retrieving data using questionnaires. Analysis of the relationship by using chi-square test at a rate of 95% and α = 0:05. Amounted to 55.7% of respondents who are knowledgeable good and amounted to 44.3% of respondents who have less knowledge either. Amounted to 62.9% of respondents who have a good attitude while that possess poor attitude of 37.1%. 70% of respondents who have a good action while the action is not good by 30%. There is a relationship between knowledge of the dengue prevention measures (p = 0.027). There is a relationship between the attitude of the preventive measures of dengue (p = 0.011). Key words: Knowledge, Attitude, Precautions, Dengue Hemorrhagic Fever ABSTRAK Demam Berdarah Dengue adalah salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan DBD. Penelitian ini menggunakan metode survei yang bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional study. Populasi penelitian adalah masyarakat di Kelurahan Malalayang 2 Lingkungan III, dengan sampel sebanyak 70 responden, dan ditentukan dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara Systematic random sampling. Analisis hubungan dengan mengunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95% dan α = 0.05. Hasil penelitian didapati 55.7% responden berpengetahuan baik dan sebesar 44.3% responden berpengetahuan kurang baik, 62.9% responden yang memiliki sikap baik sedangkan yang memliki sikap kurang baik sebesar 37.1%, sebesar 70% responden yang memiliki tindakan yang baik sedangkan tindakan kurang baik sebesar 30%. Didapati hubungan antara pengetahuan dengan tindakan pencegahan DBD (p = 0.027). Didapati hubungan antara sikap dengan tindakan pencegahan DBD (p = 0.011). Disarankan terhadap masyarakat agar lebih aktif lagi bertindak dalam pencegahan DBD, seperti melakukan gerakan 3M Plus, dan pemberantasan sarang nyamuk. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Tindakan pencegahan, Demam Berdarah Dengu
PERBEDAAN TINGKAT KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT SHIFT KERJA PAGI, SHIFT KERJA SORE DAN SHIFT KERJA MALAM DI RUANGAN RAWAT INAP RSU GMIM BETHESDA TOMOHON
PERBEDAAN TINGKAT KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT SHIFT KERJA PAGI, SHIFT KERJA SORE DAN SHIFT KERJA MALAM DI RUANGAN RAWAT INAP RSU GMIM BETHESDA TOMOHON Toar A. Angouw1,)Johan Josephus1), Sulaemana Engkeng1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado  ABSTRACT International Labor Organitation (ILO) data year (2010) in Depnakertrans (2010) indicates every year more than two million people die due to accident and disease due to job. Indonesia as one of the from biggest country at World, really behoves to health problem and occupational safety. Purpose from this research is to know job fatigue level difference in morning work-shift nurse, afternoon work-shift and diruangan night work-shift in-patient in RSU GMIM Bethesda Tomohon. This research type is analytical observasional with cross sectional approach. Sample in this research is population total that total 123 people. This research data obtained with identity data stuffing sheet self and job fatigue level scaling use reaction time fatigue level gauges. From job fatigue level scaling conducted by analysis by using test Chi-Squere. This research result obtained by p-value value result = 0,000 show there is job fatigue level difference in morning shift, afternoon and night in nurse in-patient in RSU GMIM Bethesda Tomohon. Suggested for hospital to be able to notice nurse's work-shift change so that can rotate scheduling and nurse's number in every work-shift properly. Keywords: Fatigue, Shiftwork ABSTRAK  Data International Labor Organitation (ILO) tahun (2010) dalam Depnakertrans (2010) menunjukkan setiap tahunnya lebih dari dua juta orang meninggal akibat kecelakaan dan penyakit akibat kerja.Indonesia sebagai salah satu dari negara terbesar di Dunia, sangat berkepentingan terhadap masalah kesehatan dan keselamatan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kelelahan kerja pada perawat shift kerja pagi, shift kerja sore dan shift kerja malam diruangan rawat inap di RSU GMIM Bethesda Tomohon. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi yang berjumlah 123 orang. Data penelitian ini diperoleh dengan lembar isian data identitas diri dan pengukuran tingkat kelelahan kerja menggunakan alat pengukur tingkat kelelahan waktu reaksi.Dari pengukuran tingkat kelelahan kerja dilakukan analisis dengan menggunakan uji Chi-Squere.Hasil penelitian ini didapatkan hasil nilai p-value = 0,000 menunjukan terdapat perbedaan tingkat kelelahan kerja pada shift pagi, sore dan malam pada perawat rawat inap di RSU GMIM Bethesda Tomohon. Disarankan bagi pihak rumah sakit untuk bisa memperhatikan pergantian shift kerja perawat agar dapat merotasi penjadwalan dan jumlah perawat di setiap shift kerja secara baik. Kata Kunci : Kelelahan, Shift kerja Â