PHARMACON
Not a member yet
1026 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENYAKIT MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BACAN TIMUR KABUPATEN HALMAHERA SELATAN 2016
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENYAKIT MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BACAN TIMUR KABUPATEN HALMAHERA SELATAN 2016 Pilmeks D Layan1), Rahayu H. Akili1), Dina V. Rombot1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT Five provinces in Indonesia with Annual Parasite Incidence (API) per 1000 highest popula on in 2014 were Papua province (29, 57%), West Papua (20, 85%), Nusa Tenggara Timur (12, 81%), Maluku province (6, 00%), and North Maluku (3, 32%). According to East Bacan Health Centre in 2014, the number of Malaria cases were 300 cases and the number of clinical Malaria cases were 204 cases, if compared in 2013, there were only about 191 cases. Malaria cases were increased in east Bacan health center in 2014. According to the data from east Bacan health center on January un l November 2015, there were 233 cases. This research aims to >nd out the rela onship between knowledge and a tude with Malaria precau on in east Bacan health center, South Halmahera district.This research is an analy cal survey with cross sec onal plan. Samples were determined by Slovin formula and Simple Random Sampling method with 85 people. The data retrieval was done by using ques onnaire with interview method. The rela onship analysis was done by using Chi Square test with degree of con>dence 95% and α = 0, 05. Research Result The analysis between knowledge with Malaria preven on ac on shows that p value = 0, 443 and the rela onship between a tude with Malaria precau on shows the p value = 0, 001. Conclusion this research, There is no rela onship between knowledge with Malaria precau on and there is a connect on between a tudes with Malaria precause on. Keywords: Knowledge, Attitude, Precau on, and Malaria ABSTRAK Lima Provinsi dengan Annual Parasite Incidence (API) per 1.000 penduduk tertinggi pada tahun 2014 adalah Provinsi Papua (29,57%), Papua Barat (20,85%), Nusa Tenggara Timur (12,81%), Maluku (6,00%) dan Maluku Utara (3,32%). Pada wilayah kerja Puskesmas Bacan Timur tahun 2014, jumlah kasus malaria yaitu 300 kasus dan jumlah kasus malaria klinis 204 kasus, jika dibandingkan tahun 2013 kasus malaria sebanyak 191 kasus. Kasus malaria mengalami peningkatan di Puskesmas Bacan Timur pada tahun 2014. Data Puskesmas Bacan Timur pada bulan Januari – November tahun 2015 sebanyak 233 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan penyakit malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan.Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel ditentukan dengan rumus Slovin dan metode Simple Random Sampling sebanyak 85 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan metode wawancara. Analisis hubungan menggunakan uji chi square dengan derajat kepercayaan 95% dan α = 0,05 Hasil analisis hubungan antara Pengetahuan dengan Tindakan Pencegahan Penyakit Malaria menunujukkan nilai p value = 0,443, dan hubungan antara Sikap dengan Tindakan Pencegahan Penyakit Malaria menunjukkan p value = 0,001.Kesimpulan dari penelitian ini  tidak terdapat hubungan antara Pengetahuan dengan Tindakan Pencegahan Penyakit Malaria dan terdapat hubungan antara Sikap dengan Tindakan Pencegahan Penyakit Malaria.  Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan Pencegahan, dan Malari
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE DI KELURAHAN GOGAGOMAN KECAMATAN KOTAMOBAGU BARAT TAHUN 2015
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE DI KELURAHAN GOGAGOMAN KECAMATAN KOTAMOBAGU BARAT TAHUN 2015 Fila Nur Rizka Pasambuna1), Grace D. Kandou1),  Rahayu H. Akili1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado ABSTRACT Healthy behavior is knowledge, attitudeand Proactive action to maintain and Prevent the risk of disease, Protect themselver from the threat of disease, as well as an active role in Public health movement. This study aims to determine whether there is a relathionshiP between the clean and healthy behavior with the incidence of diarrhea in Gogagoman Kotamobagu Western district.This research is an analytict survey with cross sectional aPProach. Research conducted in Gogagoman Kotamobagu Western dictrict Kotamobgu city in November-December 2015. The samPle is determined by random samPling with a samPle of 100 respondents. Data was collected by using questionnaire. The test used by chi square test with in value P = 0,05. The statistical test used chi square Person which shous that there is corelatian between exclusive breasffeeding knowledge with the incPdence of diarrhea in Gogagoman Kotamobagu western district with value (P value = 0,000). There is corelatian between handwasing with the incidence of diarhea with value (P value = 0,000). There is corelatian between using of toilet with the incidence of diarrhea with value (P value = 0,05) in Gogagoman Kotamobagu western district of Kotamobagu city. Key words: Eksklusif breastfeeding,handwcing, using toilet, using clean water, diarrhea ABSTRAK Perilaku Sehat adalah Pengetahuan, sikaP dan tindakan Proaktif untuk memelihara dan mencegah risiko terjadinya Penyakit, melindungi diri dari ancaman Penyakit, serta berPeran aktif dalam Gerakan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aPakah ada AntaraPerilaku HiduP Bersih dan Sehat dengan Kejadian Diare di Kelurahan Gogagomankota Kotamobagu Barat. Penelitian ini merupakan survey analitik dengan menggunakan Pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat Kotamobagu Pada bulan November-Desember 2015. SamPel dalam Penelitian ditentukan secara random samPling dengan samPel berjumlah 100 responden. PengumPulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Uji yang digunakan yaitu Uji Chi Square dengan nilai P = 0.05. Hasil uji statistik menggunakan Person Chi Square yang dilakukan, menunjukkan bahwa ada Hubungan antara Pengetahuan ASI Eksklusif dengan Kejadian Diare di Kecamatan Kotamubagu Barat dengan nilai( P value =0,010), TerdaPat Hubungan antara Perilaku cuci tangan dengan Kejadian Diare di Kecamatan Kotamubagu Barat dengan nilai (P value =0,000), TerdaPat Hubungan antara Penggunaan jamban dengan Kejadian Diare di Kecamatan Kotamubagu Barat dengan nilai( P value =0,000). Dan  TerdaPat Hubungan antara menggunakan air bersih dengan Kejadian Diare di Kecamatan Kotamubagu Barat dengan nilai P value =0,005. Kata Kunci: Asi ekslusif, mencuci tangan, Penggunaan jamban, Penggunaan air bersih, diareÂ
ANALISIS HIDROKUINON PADA KRIM PEMUTIH WAJAH DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
ANALISIS HIDROKUINON PADA KRIM PEMUTIH WAJAH DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Irnawati1), Muhammad Handoyo Sahumena1), Wa Ode Nur Dewi1) 1)Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo Email : [email protected] ABSTRACT  Hydroquinone is an organic compound of the phenolic compounds used in whitening cream products. The purpose of this study is to identify of hydroquinone in whitening cream and the determination of hydroquinone levels. UV-Vis spectrophotometry method were used to analyze of hydroquinone. Parameters for methods validation are linearity, limit of detection, limit of quantification, precision, accuracy and specificity. The results showed that good linearity with correlation coefficient 0.9998 at equation y = 0,0214x + 0.2732, limit of detection and limit of quantification are 0.471 mg/mL and 1.570 mg/mL, respectively, RSD is 0.08% as a precision parameters and good accuracy based on recovery of addition standard of 10, 25 and 50 mg/mL were 97.19%, 98.42%, and 101.4% respectively, but not specificity. The method successfully to determine of hydroquinone in 2 sample of 5 whitening cream samples are 1.966% and 1.591%. Keywords: whitening cream, hydroquinone, spectrophotometry, methods validation ABSTRAK Hidrokuinon merupakan salah satu senyawa organik golongan fenol yang digunakan dalam produk krim pemutih wajah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hidrokuinon dalam sampel krim pemutih wajah yang ada di salon kecantikan Kota Kendari serta penetapan kadarnya. Metode analisis yang digunakan untuk analisis hidrokuinon yaitu metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini diawali dengan validasi metode analisis yang digunakan dengan parameter validasi meliputi linearitas, batas deteksi, batas kuantifikasi, presisi, akurasi dan spesifisitas. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan diketahui linearitas yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,9998 dengan persamaan y = 0,0214x + 0,2732, batas deteksi dan batas kauntifikasi berturut-turut sebesar 0,471 µg/mL dan 1,570 µg/mL, presisi dengan parameter RSD sebesar 0,082 % serta akurasi berdasarkan parameter % recovery dengan standar adisi 10, 25 dan 50 µg/mL berturut-turut adalah 97,19 %, 98,42 %, dan 101,4 %, namun dari parameter spesifisitas, metode ini kurang spesifik. Hasil dari analisis sampel krim pemutih wajah yaitu dari 5 sampel yang dianalisis, 2 diantaranya teridentifikasi mengandung hidrokuinon dengan kadar 1,966% dan 1,591 %. Kata kunci : krim pemutih wajah, hidrokuinon, spektrofotometri, validasi metod
HUBUNGAN ANTARA PERAN KELUARGA DENGAN PEMENUHAN AKTIVITAS FISIK LANJUT USIA (LANSIA) DI DESA TOMAHALU HALMAHERA UTARA TAHUN 2015
HUBUNGAN ANTARA PERAN KELUARGA DENGAN PEMENUHAN AKTIVITAS FISIK LANJUT USIA (LANSIA) DI DESA TOMAHALU HALMAHERA UTARA TAHUN 2015  Stela Involata Dehe1), Adisti A. Rumayar1), Febi K. Kolibu1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat UNSRAT Manado, 95115  ABSTRACT Individually, effecs of the aging process can cause problems such as physically, mentally biological and economic social. The Increasingly elderly person can cause a decrease in social roles. This resulted also in terms of interference with their daily lives so as to increase the dependency that requires the help of others. This study aims to identify the role of the family relationship with the fulfillment of physical activity of the elderly. This study is a descriptive analysis using all the population of the sample with the number of respondents 46 people. Retrieving data using questionnaires with interviews method, analysis of the relationship using Chi Square test with a confidence level of 95% and α = 0.05. The results showed that analysis of the relationship between the role of the family in the fulfillment of physical activity of elderly shows p value = 0.181. The conclusion of this study, there was no correlation between thr role of the family in the fulfillment of physical activity of the elderly in the village of Tomahalu, District of North Halmahera. Suggestions from this study, the family is expected to pay attention, take care, keep helping the elderly in physical activity. Key words : Role of family, Physical Activity, Elderly ABSTRAK Secara individual pengaruh proses menua dapat menimbulkan berbagai masalah baik secara fisik, biologis mental maupun sosial ekonomi. Semakin lanjut usia seseorang akan menyebabkan penurunan peran sosial. Hal ini mengakibatkan pula timbulnya gangguan dalam hal mencakupi kebutuhan hidup sehingga dapat meningkatkan ketergantungan yang membutuhkan bantuan orang lain, Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan peran keluarga dengan pemenuhan aktivitas fisik lansia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan semua populasi dari Sampel dengan jumlah responden 46 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan metode wawancara, Analisis hubungan menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95% dan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis hubungan antara peran keluarga dengan pemenuhan aktivitas fisik lansia menunjukkan nilai p value = 0,181. Kesimpulan dari penelitian ini, tidak terdapat hubungan antara peran keluarga dengan pemenuhan aktivitas fisik lansia di Desa Tomahalu Halmahera Utara. Saran dari penelitian ini,keluarga diharapkan dapat memperhatikan, merawat, menjagam embantu para lansia dalam melakukan aktivitas fisik.  Kata Kunci : Peran keluarga, Aktivitas Fisik, Lansi
UJI FITOKIMIA, ANTIOKSIDAN, DAN TOKSISITAS DARI EKSTRAK DAUN KENTANG (Solanum tuberosum) DENGAN METODE 1.1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) dan Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
UJI FITOKIMIA, ANTIOKSIDAN, DAN TOKSISITAS DARI EKSTRAK DAUN KENTANG (Solanum tuberosum) DENGAN METODE 1.1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) dan Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)  Steven A. Pamolango1), Widdi Bodhi1), A. C. Wullur1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95116  ABSTRACT Potatoes (Solanum tuberosum) is only used for it’s tuber, otherwise it’s leaves and the other parts just be a waste, whereas the potato plants in previous research is having potential use as antioxidants that contain high anthocyanin, makes potatos have strong antioxidants activity, so the other parts of potatoes which is the leaves also potentially have similar content. This research aims to determine the potential of the leaves of potato based on it’s phytochemical content, the ability of antioxidant activity, and toxicity, so that later the leaves of potato is not only to be a waste but can be processed and used. Result of this research showed that ethanol extract of the potatoes leaves contains flavonoids and tanins which potentially as an antioxidant, despite it’s low value of Concetration Inhibition 50 (IC50) was 266,69 µg/mL based on tested by the method of 1.1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH), potatoes leaves have a high toxicity values, the value of Lethality Concentration 50 (LC50) was 44,46 µg/mL tested using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) methods. Keywords : Potatoes leaves, Phytochemical, Antioxidant, Toxicity, DPPH, BSLT, IC50, LC50.  ABSTRAK Pengolahan kentang (Solanum tuberosum) terbatas pada umbinya saja, bagian lainnya seperti daun hanya menjadi limbah, padahal tanaman kentang merupakan tanaman yang memiliki potensi sebagai bahan antioksidan dengan kandungan antosianin yang tinggi yang membuat kentang mempunyai aktivitas antioksidan kuat pada penelitian sebelumnya, sehingga bagian dari tanaman kentang lainnya yakni bagian daun juga berpotensi memiliki kandungan serupa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dari daun kentang berdasarkan kandungan fitokimia, kemampuan aktivitas antioksidan, dan toksisitasnya, agar nantinya daun kentang tidak hanya menjadi limbah melainkan dapat diolah dan dimanfaatkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kentang memiliki kandungan flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai antioksidan walaupun hanya memiliki nilai Inhibisi Concetration 50 (IC50) yang rendah yakni, 266,69 µg/mL berdasarkan pengujian dengan metode 1.1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH), daun kentang mempunyai nilai toksisitas yang tinggi, yakni nilai Lethality Concetration 50 (LC50) sebesar 44,46 µg/mL yang dilakukan dengan metode pengujian Brine Shrimp Lethality Test (BSLT).   Kata kunci : Daun Kentang, Fitokimia, Antioksidan, Toksisitas, DPPH, BSLT, IC50, LC50. Â
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK MENIRAN TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans YANG DIISOLASI DARI PLAT GIGI TIRUAN LEPASAN AKRILIK Ari Krisanda Sianturi1), Vonny N.S Wowor1), P. L. Suling1) 1) Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK MENIRAN TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans YANG DIISOLASI DARI  PLAT GIGI TIRUAN LEPASAN AKRILIK Ari Krisanda Sianturi1), Vonny N.S Wowor1), P. L. Suling1) 1)     Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi E-mail: [email protected]  ABSTRACT Herbal plants in Indonesia is common used as medicine. One of the natural ingredient that can be used is Meniran (Phylantus Nirruri L). Meniran has chemical compounds that inhabiting fungi such as flavonoid, tannin, and saponin. Candida albicans is normal flora in oral cavity but in acrylic users denture, Candida albicans can rapidly grows if acrylic user denture don’t keep their mouth cleanliness. Excessive growth of Candida albicans can causing infection in oral cavity of acrylic user denture. Alterntive way to prevent Candida albicans is by using Meniran. The purpose of this research is to find out if the antifungi extract of Meniran effective to inhabiting the growth of Candida albicans and to rate the amount effect of Meniran extract against Candida albicans observed from it’s inhabiting zone. This research is experimental research using post-test only control group design with modification of Kirby bauer methods using filter paper. Meniran extract obtained from maceration method using 96% ethanol solvent. Candida albicans bred from the smear of acrylic plate denture. This research result obtained from total diameter of inhibition zone of Meniran extract against Candida albicans in the amount of 92,8 mm with a mean value of 18,5 mm. From this research can be concluded that Meniran extract has antifungi effect to inhabiting Candida albicans. Inhabiting zone of Meniran extract against Candida albicans is 18,5 mm. Keywords: Meniran (phyllanthus niruri L), Candida albicans. ABSTRAK Di Indonesia tanaman herbal telah banyak digunakan sebagai bahan obat. Salah satu bahan alami adalah tanaman Meniran (Phyllanthus niruri L.). Tanaman Meniran memiliki kandungan senyawa yang bersifat antijamur seperti flavonoid, tanin, dan saponin. Candida albicans merupakan flora normal didalam mulut, namun pada pengguna gigi tiruan akrilik Candida albicans dapat tumbuh dengan pesat jika tidak dijaga kebersihan pada gigi tiruan akrilik. Pertumbuhan jamur Candida albicans yang berlebihan dapat menyebabkan infeksi pada rongga mulut pengguna gigi tiruan akrilik. Cara alternatif untuk menanggulangi jamur Candida albicans yaitu dengan menggunakan tanaman Meniran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak Meniran dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans yang diisolasi dari plat pengguna gigi tiruan lepasan akrilik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan desain post-test only control group design dengan menggunakan metode difusi lempeng agar Kirby-bauer dengan menggunakan kertas saring. Ekstrak Meniran didapat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Jamur Candida albicans dibiakkan dari hasil apusan pada plat gigi tiruan lepasan akrilik. Hasil penelitian didapatkan rerata diameter zona hambat ekstrak Meniran sebesar 18,5 mm; rerata diameter Ketonazol (kontrol positip) sebesar 47,8mm; dan pada Etanol 96% (kontrol negatip) tidak terbentuk zona hambat. Kesimpulan bahwa ekstrak Meniran memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans yang diisolasi dari plat pengguna gigi tiruan lepasan akrilik.  Kata kunci: tanaman Meniran (Phyllanthus niruri L.), Candida albican
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA TENAGA HARIAN LEPAS DI BADAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA TENAGA HARIAN LEPAS DI BADAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Levianti Rondonuwu1), Paul A.T. Kawatu1), Nancy S. H. Malonda1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi ABSTRACT               The approach to the reviews improve competitiveness through an increase in labor productivity hearts increasing competition era has become prayer One key to the success of the organization and effort . Reality has demonstrated Increasingly Many organizations and Yang Relying on employees The innovative, creative , and Skilled . Mission and objectives can be provide motivation and morale All employees . Also motivational factors influenced Of The management leadership Being able to change the organization and become valuable . Objective singer is Analyzing Relationships Work Motivation between with Labor Productivity Working freelance in the Environmental Management Agency of North Minahasa Regency . This study used observational analytic with cross sectional approach that was conducted in January-February 2016 in the Environmental Management Agency with a total of 63 respondents Respondents . This study used questionnaires and computer applications , as a research instrument . Data processing by Chi Square test with α = 0.05 . Respondents who have no good work motivation and experience less work productivity as much as 9 respondents ( 56.25 % ) respondents who had experienced either no motivation to work better labor productivity by 7 respondents ( 43.75 % ) and respondents who have a good motivation to work and labor productivity is less that 8 respondents ( 17.78 % ) and respondents who have a good work motivation and productivity and good work that is 39 respondents ( 82.98 % ) . Based on the results seen using Chi Square p value of 0.002 ( > 0.05 ) . This means that There Relationship Between Work Motivation at Work Productivity Lepas On Labor Day in the Environmental Management Agency District of North Minahasa. Conclusion : There is a Relationship Between Work Motivation at Work Productivity Lepas On Labor Day in the Environmental Management Agency of North Minahasa Regency.  Keywords : Motivation , Work Productivity ABSTRAK  Pendekatan untuk meningkatkan daya saing melalui peningkatan produktivitas kerja dalam era kompetisi yang semakin meningkat telah menjadi salah satu upaya kunci keberhasilan organisasi. Kenyataan telah menunjukkan semakin banyak organisasi yang bergantung pada para karyawan yang inovatif, kreatif, dan terampil. Misi dan tujuan dapat memberikan motivasi dan semangat kerja pada seluruh karyawan. Motivasi juga dipengaruhi dari faktor kepemimpinan manajemen yang mampu mengubah organisasi menjadi lebih bernilai. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis Hubungan antara Motivasi Kerja dengan Produktivitas Kerja pada Tenaga Harian Lepas di Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Januari- Februari tahun 2016 di Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan total responden sebesar 63 Responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan aplikasi komputer,  sebagai instrumen penelitian. Pengolahan data dengan uji Chi Square dengan α= 0,05. Responden yang memiliki motivasi kerja tidak baik dan mengalami produktivitas kerja kurang sebanyak 9 responden (56,25%) Responden yang memiliki motivasi kerja tidak baik mengalami produktivitas kerja baik sebanyak 7 responden (43,75%) dan responden yang memiliki motivasi kerja baik dan produktivitas kerja kurang yaitu 8 Responden (17,78%) dan responden yang memiliki motivasi kerja baik dan dan produktivitas kerja baik yaitu 39 responden (82,98%). Berdasarkan hasil uji Chi Square terlihat nilai p sebesar 0,002 (>0,05). Hal ini berarti bahwa Terdapat Hubungan Antara Motivasi Kerja dengan Produktivitas Kerja Pada Tenaga Harian Lepas di Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Utara Kesimpulan: Terdapat Hubungan Antara Motivasi Kerja dengan Produktivitas Kerja Pada Tenaga Harian Lepas di Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Utara. Kata Kunci : Motivasi, Produktivitas Kerj
PENGARUH JUS PEPAYA (Carica papaya) TERHADAP PERUBAHAN WARNA RESIN KOMPOSIT SECARA IN VITRO
PENGARUH JUS PEPAYA (Carica papaya) TERHADAP PERUBAHAN WARNA RESIN KOMPOSIT SECARA IN VITRO Deysi R. Genda1), D.H.C Pangemanan1), Michael A. Leman1) 1)Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran,Universitas Sam Ratulangi Manado  ABSTRACT Composite resin is a tooth-colored material that is currently interest in community as a restoration material because it has good aesthetic value and can be used for anterior and posterior teeth. Discoloration of composite resin material remain to be a major problem in long-term clinical study. Discoloration of composite resin can be caused by intrinsic and extrinsic factors. One cause of extrinsic composite resin discoloration is papaya. Purpose of this study is looking for the effect of immersion in juice papaya solution to discoloration of composite resin. This study is an experimental research laboratory with pre and post test only control design. Sample for this study are thirty of composite resi and with diameter 5 mm and height 2 mm. This samples divided into 6 groups there are control aquades groups and the treatment group were soaked in the papaya juice with 3 time duration 5,7,and 10 days. After soaking the measured rate of change of colour with spectrophotometer colourflax. These result were statistically tested by one way anova and LSD. One way ANOVA Showed the influence of the path of time soaking papaya juice solution to discoloration of composite resin (p<0,05). LSD test results indicate a difference in the color changes a result of immersion in a solution of papaya juice. Key words: composite resin, discoloration, papaya ABSTRAK Resin komposit merupakan material sewarna gigi yang saat ini diminati masyarakat sebagai bahan restorasi karena memiliki nilai estetik yang baik dan dapat digunakan untuk gigi anterior maupun posterior. Perubahan warna pada resin komposit menjadi masalah utama studi klinis dalam jangka waktu yang panjang. Perubahan warna pada resin komposit dapat disebabkan oleh faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Salah satu penyebab ekstrinsik perubahan warna pada resin komposit adalah buah pepaya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman buah pepaya terhadap perubahan warna pada resin komposit. Jenis penelitian ini adalah Pra eksperimental laboratorium dengan desain pre and post test only control group design. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 resin komposit dengan diameter 5 mm dan tebal 2 mm. Sampel dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok kontrol aquades dan kelompok perlakuan yang direndam dalam jus buah pepaya, dengan 3 durasi waktu 5, 7, dan 10 hari. Setelah perendaman diukur nilai perubahan warna dengan spektrofotometer colourflex. Hasil penelitian diuji secara statistik dengan uji Anova satu jalur dan LSD. Hasil uji Anova satu jalur menunjukan adanya pengaruh perendaman pada jus buah pepaya terhadap perubahan warna resin komposit (p<0,05). Hasil uji LSD menunjukan adanya perbedaan perubahan warna akibat perendaman dalam jus buah pepaya.  Kata kunci : resin komposit, Perubahan warna, pepaya Â
GAMBARAN DENTURE STOMATITIS PADA PENGGUNA GIGI TIRUAN DI KELURAHAN WINANGUN SATU KECAMATAN MALALAYANG
GAMBARAN DENTURE STOMATITIS PADA PENGGUNA GIGI TIRUAN DI KELURAHAN WINANGUN SATU KECAMATAN MALALAYANG Delvia T. Mandagi1), Damajanty H.C. Pangemanan1), Krista V. Siagian1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Email: [email protected] ABSTRACT Denture stomatitis defined as inflammation of mucosa that usually occurs on removable denture users either in part or complete denture and it’s looks like a reds ones, sleek and painful. Purpose of this research was to described denture stomatitis on removable partial denture in Sub Winangun I Sub-district Malalayang. This research was a descriptive study with cross sectional approach with 60 samples obtained by using total sampling method. Research instrument using by denture stomatitis inspection sheet. The result showed that there were 26 respondent (43,33%) removable denture user suffering from denture stomatitis type I. Removable partial denture with aged 49-58 years 19,64% suffer from type II of denture stomatitis and complete denture with aged 59-68 years 50% suffer from type III of denture stomatitis. User female gender removable partial denture 26,79% suffer from type I of denture stomatitis and complete denture 50% suffer from type III of denture stomatitis. Based on the duration of use, user removable partial denture <5 years 33,93% respondent suffer type I of denture stomatitis and complete denture >5 years 75% respondent suffer type III of denture stomatitis. Based on the results obtained denture stomatitis type I and type III most common in Sub Winangun I Sub-district Malalayang.  Keywords: denture stomatitis type I, type II, type III, user removable partial dentures and complete dentures  ABSTRAK Denture stomatitis merupakan suatu peradangan mukosa yang biasanya terjadi pada pengguna gigi tiruan lepasan baik gigi tiruan sebagian lepasan maupun gigi tiruan lengkap dan terlihat keadaan yang merah, licin serta terasa sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran denture stomatitis pada pengguna gigi tiruan sebagian lepasan di Kelurahan Winangun I Kecamatan Malalayang. Penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah 60 responden. Instrument penelitian menggunakan lembar pemeriksaan denture stomatitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna gigi tiruan lepasan dengan jumlah 26 responden (43,33%) menderita denture stomatitis tipe I. Pengguna GTSL usia 49-58 tahun 19,64 % menderita denture stomatitis tipe II dan pengguna GTL usia 59-68 tahun 50% menderita denture stomatitis tipe III. Jenis kelamin perempuan pengguna GTSL 26,79% menderita denture stomatitis tipe I dan pengguna GTL 50% menderita denture stomatitis tipe III. Berdasarkan lama penggunaan, pengguna GTSL <5 tahun 33,93% menderita denture stomatitis tipe I dan pengguna GTL >5 tahun 75% menderita denture stomatitis tipe III. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh denture stomatitis tipe I dan tipe III paling banyak diderita di Kelurahan Winangun Satu Kecamatan Malalayang. Kata kunci: denture stomatitis tipe I, tipe II, tipe III , pengguna GTSL dan GTL Â
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BAWANG BOMBAY (Allium cepa L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BAWANG BOMBAY (Allium cepa L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Eka D. Pakekong1), Heriyannis Homenta1), Christy N. Mintjelungan1) 1) Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran, UNSRAT  ABSTRACT Bulb onions (Allium cepa L) is a type of onion that commonly used in various cuisines in Indonesia. Bulb onions contain antibacterial compound such as flavonoids, pectin, allicin. Staphylococcus aureus is one normal microfloras in oral cavity that normally does not cause disease. The purpose of this study is to determine that the inhibition of bulb onion extract affective to inhibit the growth of Staphylococcus aureus and to see how much bulb onion extract inhibition on the growth of Staphylococcus aureus. This research is an experimental research with Kirby-Bauer disk method. Bulb onions samples had been being extracted by maceration method using ethanol 96%. Staphylococcus aureus were taken from pure stock of Microbiology Laboratory, Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi, Manado. The result was obtained 84,55 mm with an average of 16,91 mm. From this research can be concluded that bulb onion extract can inhibit the growth of Staphylococcus aureus. Key words: inhibition, bulb onions (Allium cepa L), Staphylococcus aureus  ABSTRAK Bawang bombay (Allium cepa L) merupakan jenis bawang yang sering digunakan di berbagai masakan di Indonesia. Bawang bombay mengandung senyawa yang bersifat antibakteri seperti flavonoid, pektin, allisin. Staphylococcus aureus merupakan salah satu mikroflora normal di rongga mulut yang dalam keadaan normal tidak menyebabkan penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya hambat ekstrak bawang bombay efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus serta melihat berapa besar daya hambat ekstrak bawang bombay terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode Kirby-bauer menggunakan disk cakram. Sampel bawang bombay kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Bakteri Staphylococcus aureus diambil dari stok bakteri murni Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian diperoleh 84,55 mm dengan rata-rata 16,91 mm. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak bawang bombay dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Kata kunci: daya hambat, bawang bombay (Allium cepa L), Staphylococcus aureus Â