PHARMACON
Not a member yet
1026 research outputs found
Sort by
GAMBARAN STATUS EROSI GIGI PADA PERENANG DI KOLAM RENANG KONI SARIO
GAMBARAN STATUS EROSI GIGI PADA PERENANG DI KOLAM RENANG KONI SARIO  Billy F. Litan1) ,Vonny N.S. Wowor1) , Damajanty H.C. Pangemanan1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran UNSRAT ABSTRACT Dental erosion was a dental problems experienced by many swimmers and needs serious attention. Dental erosion in swimmers was caused by the exposure teeth with chlorinated swimming pool water. Purpose of this research is to describe status of dental erosion of the swimmers in the KONI Sario swimming pool based on swimming style, the location of teeth erosion, frequency, duration and length of the swimming activity.This research was a descriptive research with cross sectional study. Population in this research was swimmers in KONI swimming pool aged 12-24 years old, research samples was 23 people who were taken using total sampling method. The research instrument using form dental erosion measurement according to dental erosion index by Eccles and Jenkins. The results all swimmers with breaststroke and freestyle swimmers has dental erosion, with conclusion mostly swimmers has moderate dental erosion status; breaststroke swimmers all of them has light dental erosion status, freestyle swimmers mostly has moderate dental erosion status; all swimmers’s anterior teeth has dental erosion which mostly has moderate status. smaller amount of swimmers has moderate status on anterior and posterior teeths; swimmers with swimming activity frequency 4 times a week all of them has light status, frequency 5 times a week mostly has moderate status; all swimmers with swimming activity duration 60-90 minutes and mostly swimmers with duration 90-120 minutes all of them has light status, duration >120 minutes has moderate status; swimmers with swimming activity 6-12 months has light status, swimming activiqty >12 months mostly has moderate status. Key words: dental erosion status, swimmers ABSTRAK  Erosi gigi merupakan masalah kesehatan gigi yang banyak dialami perenang dan perlu mendapat perhatian serius. Erosi gigi pada perenang terjadi akibat keterpaparan air kolam renang berklorin seiring dengan waktu aktivitas renang dilakukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran status erosi gigi pada perenang di kolam renang KONI Sario berdasarkan gaya renang, letak gigi yang mengalami erosi, frekuensi, durasi dan lamanya menjalani aktivitas renang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian yaitu perenang di kolam renang KONI, berusia 12-24 tahun, sampel penelitian berjumlah 23 orang yang diambil menggunakan total sampling method. Instrumen penelitian menggunakan formulir pengukuran indeks erosi gigi menurut Eccles dan Jenkins. Hasil penelitian seluruh perenang gaya dada maupun gaya bebas mengalami erosi gigi, dengan kesimpulan sebagian besar perenang memiliki status erosi gigi sedang; perenang gaya dada seluruhnya memiliki status erosi gigi ringan, perenang gaya bebas sebagian besar memiliki status erosi sedang; seluruh perenang memiliki gigi anterior yang mengalami erosi dengan sebagian besar berstatus erosi sedang, sebagian kecil memiliki gigi anterior dan posterior yang mengalami erosi dengan status erosi sedang; perenang dengan frekuensi aktivitas renang 4 kali per minggu seluruhnya memiliki status erosi ringan, frekuensi 5 kali per minggu sebagian besar memiliki status erosi sedang; seluruh perenang dengan durasi renang 60-90 menit dan sebagian besar dengan durasi 90-120 menit per kunjungan seluruhnya memiliki status erosi ringan, durasi > 120 menit memiliki status erosi sedang; perenang dengan aktivitas renang 6-12 bulan memiliki status erosi ringan, aktivitas renang > 12 bulan sebagian besar memiliki status erosi sedang.  Kata kunci: Status erosi gigi, perenan
DETERMINASI DAN ANALISIS FINGER PRINT TANAMAN MURBEI (Morus alba Lour) SEBAGAI BAHAN BAKU OBAT TRADISIONAL DENGAN METODE SPEKTROSKOPI FT-IR DAN KEMOMETRIK
DETERMINASI DAN ANALISIS FINGER PRINT TANAMAN MURBEI (Morus alba Lour) SEBAGAI BAHAN BAKU OBAT TRADISIONAL DENGAN METODE SPEKTROSKOPI FT-IR DAN KEMOMETRIK Abd.Halim Umar1), Reny Syahruni1), Asril Burhan1), Fadillah Maryam1), Astuti Amin2), Marwati2), Lisa Rassang Masero2) 1)Akademi Farmasi Kebangsaan Makassar 2)Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar  ABSTRACT Mulberry (Morus albaLour) is amedicinal plant that is widely grown and used as medicine in Indonesia. Composition chemistry contained in the drug of nature is one composition complex, can be determined by using a spectroscopic methods. This study to determination origin mulberry that comes from some areas as information and quality control using a method Fourier TransformInfra-Red Spectroscopy (FT-IR) and chemometrick. FT-IR analysis of mulberry (Morus albaLour) that grow in different places in geography, obtained results are relatively similar spectrum of 9 types of the samples. FT-IR measure ments combined with chemometrick. Group 1 (Cendana), group 2 (Baraka and Palangga), group 3 (Kalambe 'and Cina), Group 4 (Tikala and Bori), group 5 (Lemo) and group 6 (Solie). Key words: Mulberry, FT-IR, PCA, Chemometrick ABSTRAK Murbei (Morus alba Lour) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak tumbuh dan digunakan sebagai obat tradisional di Indonesia. Komposisi kimia yang terkandung dalam obat bahan alam merupakan suatu komposisi yang kompleks, dapat ditentukan dengan menggunakan metode spektroskopi. Penelitian ini untuk mendeterminasikan asal murbei yang berasal dari beberapa daerah sebagai informasi dan kendali mutu dengan menggunakan metode Fourier Transform-Infra Red Spectroscopy (FT-IR) dan kemometrik. Analisis FT-IR tanaman murbei (Morus alba Lour), diperoleh hasil spektrum yang relatif sama dari 9 jenis sampel dari daerah yang berbeda. Spektrum FT-IR yang diperoleh dikombinasikan dengan metode kemometrik menggunakan program Minitab versi 16 dan The Unscrambler® 9.7. Hasil pengelompokan yaitu, Kelompok 1 (Cendana), Kelompok 2 (Baraka dan Palangga), Kelompok 3 (Kalambe’ dan Cina), Kelompok 4 (Tikala dan Bori), Kelompok 5 (Lemo) dan Kelompok 6 (Solie).   Kata kunci : Murbei, FT-IR, Kemometri
FORMULASI DAN PENENTUAN NILAI SPF DARI SEDIAAN LOSIO EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH PISANG GOROHO (Musa acuminafe L.)
FORMULASI DAN PENENTUAN NILAI SPF DARI SEDIAAN LOSIO EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH PISANG GOROHO Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â (Musa acuminafe L.) Susanti Wenur 1), Paulina V.Y Yamlean1),Sri sudewi1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT Skin part of Goroho Banana (Musa acuminafe L.) contain flavonoids which could be benefited as a sunscreen. The purpose of this study was to formulated and determinates the value of the stocks SPF sunscreen lotion skin part extract of goroho banana (Musa acuminafe L.) with a concentration of 2.5, 5 and 7.5%, respectively. The results of this study indicated that skin part of Goroho Banana (Musa acuminafe L.) could be formulated as stocks of sunscreen lotion and to meet the requirements of preparative lotion, including organoleptic evaluation, evaluation of homogeneity, pH evaluation, and evaluation of the spread. Determination of the SPF value was done by means of in vitro using UV-Vis spectrophotometer. The results shown that lotion preparations of Goroho Banana peel extract (Musa acuminafe L.) with a concentration of 2.5, 5 and 7.5% given value of 3.2; 3.8; 4.4 respectively and this value still in the minimum protection value. Keywords: skin of Banana Goroho, flavonoids, sunscreen lotion, SPF. Â ABSTRAK Kulit buah pisang goroho (Musa acuminafe L.) mengandung flavonoid yang dapat digunakan sebagai tabir surya. Tujuan penelitian ini yaitu menformulasikan dan menentukan nilai SPF sediaan losio tabir surya ekstrak kulit buah pisang goroho (Musa acuminafe L.) dengan konsentrasi 2,5 , 5 dan 7,5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kulit buah pisang goroho (Musa acuminafe L.) dapat diformulasikan sebagai sediaan lotio tabir surya dan memenuhi persyaratan sediaan losio, di antaranya evaluasi organoleptis, evaluasi homogenitas, evaluasi pH, evaluasi daya sebar. Penentuan nilai SPF dilakukan dengan cara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-vis. Hasil yang di dapat menunjukkan sediaan losio ekstrak kulit pisang goroho (Musa acuminafe L.) dengan konsentrasi 2,5 , 5 dan 7,5% nilainya 3,2; 3,8; 4,4 termasuk dalam proteksi minimal Kata kunci: Kulit buah pisang goroho, flavonoid, losio tabir surya, SP
IDENTIFIKASI FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL TAUGE (Phaseolus radiatus L.)
IDENTIFIKASI FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL TAUGE (Phaseolus radiatus L.) Prilly Jovica Moniharapon1), Edwin de Queljoe1), Herny Simbala1) 1)Progam Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT The purpose of this research is to identify the active compounds as well as to know the antioxidant activity from the ethanol extract of bean sprouts. Extraction was done by maceration method using 95% ethanol. Identification of phytochemicals include identification of flavonoids, saponins, tannins, and steroids / triterpenoids. The antioxidant activity was testing using DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. The results of the phytochemical identification showed that the ethanol extract of bean sprouts contain flavonoids, saponin, and triterpenoids. Antioxidant activity of ethanol extract of bean sprouts as shown from IC50 value was 143.67 ppm. Keywords: Bean sprouts, Phytochemicals identification, Antioxidant activity. Â ABSTRAK Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi senyawa aktif serta mengetahui aktvitas antioksidan dari ekstrak etanol tauge. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 95%. Identifikasi fitokimia meliputi identifikasi flavonoid, saponin, tanin, dan steroid/triterpenoid. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Hasil dari identifikasi fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol tauge mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan triterpenoid. Dan aktivitas antioksidan yang dimiliki ekstrak etanol tauge yang dilihat dari nilai IC50 sebesar 143,67 ppm. Kata Kunci : Tauge, Identifikasi Fitokimia, Aktivitas Antioksidan
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN DURIAN (Durio zybethinus) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans SECARA IN VITRO
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN DURIAN (Durio zybethinus) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans SECARA IN VITRO Fryano Kandoli1), Jimmy Abijulu2), Michael Leman1) 1)Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran UNSRAT 2)Jurusan Kimia FMIPA UNSRAT ABSTRACTS Candidiasis is fungi infection that common found in dentistry practice. The cause is Candida where seventy percent of Candida species that infecting is Candida albicans. Durian (Durio zybethinus) is original tropical fruit from Indonesia that enriched with many benefits. Durian leaf contains Saponin and Flavanoid compound that can be used as antifungal agent. The purpose of this research is to find out the effectiveness of durian leaves against Candida albicans. This research is experimental research with Post test only control group design plan. The method in this antifungal test is Kirbybauer modification method using Paper disk. The concentration of durian leaf used in this research is 100%, positive control Ketokonazole, and aquades as negative control. The Candida albicans are taken from the fungus storage in Chemistry laboratory of Mathematics and Science Faculty of Sam Ratulangi University Manado.The result of this research showed that the extract of durian leaf contains antifungal activity from the inhibition zone that formed around the paper disk contained durian leaf’s extract. This research conclude that durian leaf extract has antifungal activity in inhibiting Candida albicans’s growth as the main cause of Candidiasis. Key words: Durian leaf (Durio zybethinus), Candida albicans, antifungi ABSTRAK  Kandidiasis merupakan infeksi jamur yang sering dijumpai dalam praktek kedokteran gigi.Penyebabnya adalah jamur Candida dimana sekitar tujuh puluh persen spesies Candida yang menginfeksi adalah Candida albicans. Durian (Durio zybethinus) merupakan tanaman buah tropis asli Indonesia yang kaya akan beragam manfaat. Daun durian memiliki senyawa Saponin dan Flavanoid yang memiliki efek antijamur. Tujuan penelitian ini untuk meneliti efektivitas ekstrak daun durian dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian Post test only control group design. Metode yang digunakan sebagai uji antijamur adalah metode modifikasi Kirbybauer menggunakan Paper Disk. Konsentrasi ekstrak daun durian yang dipakai dalam penelitian ini yaitu 100%, kontrol positif Ketoconazole, serta kontrol negatif menggunakan aquades. Jamur Candida albicans diambil dari stok jamur Laboratorium Kimia Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun durian mempunyai efek anti jamur yang ditunjukan dengan terbentuknya daerah zona hambat di sekitar paper disk yang diberi ekstrak daun durian. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun durian memiliki efek antijamur dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans sebagai jamur penyebab Kandidiasis.  Kata kunci: Daun durian (Durio zybethinus), Candida albicans, antijamur Â
POTENSI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN GAGAL GINJAL DI RAWAT INAP RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO
POTENSI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN GAGAL GINJAL DI RAWAT INAP RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Â Prilly Luntungan1), Heedy Tjitrosantoso1), Paulina V. Y. Yamlean1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 Â ABSTRACT The use of drugs to patients with kidney failure can cause Drug Related Problems (DRPs). DRPs are any incidents involving medication therapy of patients who are actually or potentially will affect the outcome of desired therapeutic. This research aims to determine the Drug Related Problems (DRPs) in patients with renal failure in the inpatient department of Prof. DR. R. D. Kandou Manado. This study was conducted prospectively during May 2016 for inpatient B Hospital Prof. DR. R. D. Kandou Manado. This research was conducted on 27 patients with a medical record of chronic kidney disease. The results showed the number of drug-related problems are known to potentially experience DRPs are indications without treatment (3.6%), without therapy indication (0%), improper drug selection (0%), sub-therapeutic doses (36.9%), excessive drug dose (3.3%) and patients failed to receive medications (56.2%). Keywords: Kidney Failure, Chronic Kidney Disease, Drug Related Problems ABSTRAK Penggunaan obat terhadap pasien gagal ginjal memungkinkan terjadinya Drug Related Problems (DRPs). DRPs merupakan setiap kejadian yang melibatkan terapi pengobatan pasien yang secara nyata atau potensial akan mempengaruhi hasil terapi yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Drug Related Problems (DRPs) pada pasien gagal ginjal di rawat inap RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini dilakukan secara prospektif selama bulan Mei 2016 di instalasi rawat inap B RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini dilakukan terhadap 27 catatan rekam medik pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik. Hasil penelitian menunjukkan jumlah masalah terkait obat yang diketahui berpotensi mengalami DRPs yaitu indikasi tanpa terapi (3,6%), terapi tanpa indikasi (0%), pemilihan obat tidak tepat (0%), dosis sub terapi (36,9%), dosis obat berlebih (3,3%) dan penderita gagal menerima obat (56,2%). Kata kunci : Gagal Ginjal, Gagal Ginjal Kronik, Drug Related Problem
HUBUNGAN ANTARA WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DENGAN KEPUASAN PASIEN DI APOTEK PELENGKAP KIMIA FARMA BLU PROF. DR. R.D. KANDOU MANADO
HUBUNGAN ANTARA WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DENGAN KEPUASAN PASIEN DI APOTEK PELENGKAP KIMIA FARMA BLU PROF. DR. R.D. KANDOU MANADO Ika Nurjanah1), Franckie R.R. Maramis1), Sulaemana Engkeng1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi ABSTRACT The waiting time prescription services may reflect a process of tenanga work of a pharmacy in the services that are tailored to the situation and the expectations of patients. In realizing the excellent service pharmacies should be able to optimize the short waiting times for services and drug prescriptions so concoction sehinggah diapotek affect patient satisfaction. This study is a Quantitative Analytical Surveys using a check list that contains the data types of prescription and questionnaires. Data samples taken by random sampling done so we get 100 sheets prescription.The wait time at the pharmacy prescription services complement BLU Kimia Farma Hospital, Prof. DR. R. D. Kandou overall average of 19 minutes 27 seconds. The waiting time prescription drug services to 16 minutes 08 seconds. Compounded prescription service wait time 39 minutes 74 seconds. Patient Satisfaction largest distribution that is satisfied respondents whereas 78 Patient satisfaction with its low distribution Dissatisfied 22 respondents. There is a relationship between the waiting time prescription services with patient satisfaction in chemical pharmacy pharma Prof Dr DR. R. D. Kandou manado. Key words: The waiting time prescription and patient satisfaction ABSTRAK Waktu tunggu pelayanan resep dapat mencerminkan suatu proses kerja suatu dari tenanga farmasi dalam melakukan pelayanan yang disesuaikan dengan situasi dan harapan pasien. Dalam mewujudkan pelayanan prima apotek harus dapat mengoptimalkan waktu tunggu yang pendek untuk pelayanan resep obat jadi maupun obat racikan sehingga mempengaruhi tingkat kepuasan pasien di apotek. Penelitian ini merupakan penelitian Survei Analitik Kuantitatif menggunakan check list yang berisi data jenis resep dan kuesioner. Data sampel yang diambil dilakukan secara random sampling sehingga didapatkan 100 lembar resep. Waktu tunggu pelayanan resep di Apotek pelengkap Kimia Farma BLU RSUP Prof. DR. R. D. Kandou secara keseluruhan rata-rata 19 menit 27 detik. Waktu tunggu pelayanan resep obat jadi 16 menit 08 detik. Waktu tunggu pelayanan resep racikan 39 menit 74 detik. Distribusi kepuasan pasien terbesar yaitu puas 78 responden sedangkan kepuasan Pasien dengan distribusi terendah yaitu tidak puas 22 responden. Terdapat hubungan antara waktu tunggu pelayanan resep dengan kepuasan pasien di apotek kimia farma RSUP Prof DR. R. D. Kandou Manado.  Kata Kunci : Waktu Tunggu Resep dan  Kepuasan pasien Â
POTENSI ANTIBAKTERI AIR PERASAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus
POTENSI ANTIBAKTERI AIR PERASAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus  Shinta Anatasya Pajan1), Olivia Waworuntu1), Michael A. Leman1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT Garlic (Allium sativum L.) is a medicinal plant that is often used in everyday life and contains Allicin which has antibacterial properties, allicin is a substance that is used by the garlic to protect themselves from bacteria. This experiment to determine how much potential antibacterial garlic juice on the growth of Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus is the bacteria that cause abscess. This study is an experimental research laboratory and the method used in this study is serial dilution method with turbidimetry and spectrophotometry as the test methods used garlic juice with concentration of 100%, 50%, 25%, 12.5%, 6.25%, 3.125%, 1.56%, 0.78 %, and 0.39%, then the proceed continue with recultural use Trypticase Soya Agar (TSA). To get the value of Minimal Inhibitory Concentration (MIC) is done by observes at the turbidity in the tube and Minimum Kill Concentration (MBC) was determined by observes at their colonies Staphylococcus aureus bacteria on disk. The results showed that the juice of garlic (Allium sativum L.) has the ability inhibit the growth of Staphylococcus aureus (MIC) at a concentration of 3.12%, while the ability to kill Staphylococcus aureus (MBC) at a concentration of 6.25%. Keywords: juice of garlic, Staphylococcus aureus, Antibacterial. ABSTRAK  Bawang putih (Allium Sativum L.) merupakan salah satu tanaman obat yang sering digunakan sehari-hari dan mengandung Allicin yang memiliki sifat antibakteri, allicin merupakan zat yang digunakan oleh bawang putih untuk melindungi diri dari serangan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar potensi antibakteri air perasan bawang putih terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab terjadinya abses. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dan metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode serial dilusi dengan metode pengujian turbidimetri dan spektrofotometri megunakan air perasan bawang putih dengan konsentrasi 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, 1,56%, 0,78%, dan 0,39%, kemudian dilanjutkan dengan rekulturasi mengunakan media Trypticase Soya Agar (TSA). Untuk mendapatkan nilai Konsentrasi Hambat Minimal (KHM) dilakukan dengan melihat kekeruhan pada tabung dan Konsentrasi Bunuh Minimal (KBM) ditentukan dengan cara melihat adanya koloni bakteri Staphylococcus aureus pada piring petri. Hasil penelitian menunjukan bahwa air perasan bawang putih (Allium sativum L.) memiliki kemampuan mengbambat pertumbuhan Staphylococcus aureus (KHM) pada konsentrasi 3,12%, sedangkan kemampuan untuk membunuh Staphylococcus aureus (KBM) pada konsentrasi 6,25%.   Kata Kunci: Air perasan bawang putih, Staphylococcus aureus, antibakteri Â
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN AKTIVITAS FISIK PADA PEGAWAI PT. BANK NEGARA INDONESIA (BNI) CABANG MANADO TAHUN 2015
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN AKTIVITAS FISIK PADA PEGAWAI PT. BANK NEGARA INDONESIA (BNI) CABANG MANADO TAHUN 2015 Frency Analin Moray1),Joy A.M. Rattu1),Johan Josephus1) 1) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado  ABSTRACT In times of modern era and technology progress make eas for all activitiesso that we make less movement. In lifestyle just always sit contimuously, in work and less movement and also because there are risk factor can cause the disease is not contagious. This research is analytical researching with cross sectional study design,the number of samples in this research for all employee in BNI Manado Branch is 40 people. Data collection is doing by interview with questionnaires. Statistic test is using for analyze the relationship between variables is use chi square test. The result was had to show that benefit to do physical activities in both categories 50% and unfavorable categories 50%. Accessibility to do physical activities in the both categories 57,5% an unfavorable categories 42,5% and social interaction to do physical activities in both categories 65% and unfavorable categories 35% and regularity in physical activities is 55% and less regulary is 45%. Then, the result of data analyze show that there is no meaningful between accessibility and social interaction with physical activities (p>0,05), the probability of valve result between benefit with physical activities in the amount of 0,001 (p<0,05). Key words :Benefit, Accessibility, Social Interaction, Physical Activities ABSTRAK Perkembangan zaman yang semakin modern dan kemajuan dunia teknologi memudahkan semua kegiatan sehingga menyebabkan kita kurang bergerak. Gaya  hidup duduk terus menerus dalam bekerja dan kurang gerak ditambah dengan adanya faktor resiko dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Aktivitas fisik yang dilakukan oleh karyawan perkantoran lebih kepada aktivitas yang statis, mereka melakukan kegiatan yang secara berulang-ulang dan dalam waktu yang cukup lama juga merupakan pekerjaan yang mengandalkan keahlian atau tidak banyak mengandalkan kekuatan fisik dalam bekerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan aktivitas fisik pada pegawai Bank Negara Indonesia (BNI) cabang Manado. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional study (potong lintang), jumlah sampel pada penelitian ini yaitu seluruh pegawai BNI cabang Manado yang berjumlah 40 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa manfaat melakukan aktivitas fisik pada kategori baik 50% dan kategori kurang baik 50%. Aksesbilitas dalam melakukan aktivitas fisik berada pada kategori baik 57,5% dan kurang baik 42,5% dan interaksi sosial untuk melakukan aktivitas fisik berada pada kategori baik 65% dan kurang baik 35% serta keteraturan dalam melakukan aktivitas fisik sebesar 55% dan kurang teratur 45%. Dengan demikian terdapat hasil analisis data menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara aksesbilitas dan interaksi sosial dengan aktivitas fisik (Ï > 0,05). Hasil nilai probabilitas antara manfaat dengan aktivitas fisik sebesar 0,001 (Ï < 0,05). Kata Kunci: Manfaat, Aksesbilitas, Interaksi Sosial, Aktivitas Fisik Â
ANALISIS IN SILICO VARIASI SEKUENS GEN NON-STRUKTURAL 3 (NS3) VIRUS DENGUE SEROTIPE 2 DI INDONESIA
ANALISIS IN SILICO VARIASI SEKUENS GEN NON-STRUKTURAL 3 (NS3) VIRUS DENGUE SEROTIPE 2 DI INDONESIA Pangerapan Meiranty Cikita1), Feky R. Mantiri1), Beivy J. Kolondam1) 1)Program Studi Biologi, FMIPA UNSRAT ABSTRACT Dengue virus (DENV) is the causal agent of dengue fever that is transmitted by Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. DENV has four serotypes that have been widely recognized in the world: DENV-1, DENV-2, DENV-3 and DENV-4. DENV has RNA as the genome, and its length is almost 11 kilo bases. DENV RNA composed of 5'- and 3'-UTR; 3 structural genes; 7 non-structural genes (NS). Among the seven non-structural genes exist, NS3 plays an important role in viral replication as protease, helicase and NTPase. This study aimed to compare the variation of NS3 gene and amino acid sequences of DENV-2 in Indonesia with DENV-2 from several other countries. This research is an in silico study by using softwares to analyze the data retrieved from GenBank. The result of the multiple alignment of 100 sequences showed that NS3 gene from Indonesia samples had variations at 10 amino acid sites, which were occured at sites number 14, 119, 122, 171, 248, 289, 308, 392, 453 and 535, while the remaining global samples had 69 amino acid sites that were found to be variated. Key words: Dengue Virus, DENV-2, NS3, in silico, sequence variation ABSTRAK Virus Dengue (DENV) merupakan penyebab penyakit demam berdarah yang ditransmisikan melalui nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. DENV memiliki empat serotipe yang telah dikenal secara luas oleh dunia, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3 dan DENV-4. DENV merupakan virus dengan materi genetik berupa rantai RNA yang panjangnya hampir 11 kilo basa. RNA DENV tersusun atas 5’- dan 3’-UTR; 3 gen struktural; 7 gen non-struktural (NS). Di antara ketujuh gen non-struktural yang ada, NS3 merupakan gen yang berperan penting dalam replikasi virus, yaitu sebagai protease, helikase dan NTPase. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan variasi sekuens dan asam amino gen NS3 DENV-2 yang ada di Indonesia dengan DENV-2 dari beberapa negara lain. Penelitian ini merupakan studi in silico dengan menggunakan software yang menganalisis data yang diperoleh dari GenBank. Hasil penjajaran 100 sekuens menunjukkan bahwa gen NS3 sampel Indonesia memiliki variasi yang terjadi pada 10 situs asam amino, yaitu pada nomor 14, 119, 122, 171, 248, 289, 308, 392, 453 dan 535, sedangkan sampel global memiliki 69 situs asam amino yang mengalami variasi.  Kata kunci : Virus Dengue, DENV-2, NS3, in silico, variasi sekuens Â