PHARMACON
Not a member yet
1026 research outputs found
Sort by
EVALUASI PENYIMPANAN DAN PENDISTRIBUSIAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT SILOAM MANADO
EVALUASI PENYIMPANAN DAN PENDISTRIBUSIAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT SILOAM MANADOJulyanti1), Gayatri Citraningtyas1), Sri Sudewi1)1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACTPoor drug storage can cause drug damage as well as hospital losses, so medications should be stored well in order to stay awake until the drug is distributed to the patient. The distribution of drugs includes delivery of medicinal preparations provided by the Pharmaceutical Installation to patients with safety and accuracy of the drug, patient accuracy, timeliness, date, time, method of administration, personal accuracy of the drug provider to the patient as well as the integrity of the drug. This study aims to evaluate the storage and distribution of drugs in Siloam Hospitals Manado using descriptive observational methods and evaluation with data collection techniques prospects. The result of the research shows that the Pharmacy Installation of Siloam Hospitals Manado in applying the storage and distribution procedure of medicine in the warehouse is mostly in accordance with the provisions in the hospital pharmaceutical service standard based on the Regulation of the Minister of Health, but must be added with the ventilated window and also apply the drug storage based on therapeutic class Or efficacy. The distribution of drugs using the method of centralization, so that all medicines and medical devices are served directly from Pharmacy Installation.Keywords: Evaluation, Drug Storage, Drug Administration, Siloam Hospitals Manado ABSTRAKPenyimpanan obat yang tidak baik dapat menyebabkan kerusakan obat serta kerugian pada rumah sakit, sehingga obat harus disimpan dengan baik agar tetap terjaga sampai obat didistribusikan ke pasien. Distribusi obat mencakup penghantaran sediaan obat yang telah disediakan instalasi farmasi ke pasien dengan keamanan dan ketepatan obat, ketepatan penderita, ketepatan jadwal, tanggal, waktu, metode pemberian, ketepatan personal pemberi obat kepada penderita serta keutuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyimpanan dan pendistribusian obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Siloam Manado menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif dan evaluasi dengan teknik pengumpulan data secara prospekti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instalasi Farmasi Rumah Sakit Siloam Manado dalam menerapkan prosedur penyimpanan dan pendistribusian obat di gudang sebagian besar sudah sesuai dengan ketentuan dalam standar pelayanan kefarmasian rumah sakit berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan, namun harus ditambahkan dengan adanya jendela berventilasi dan juga menerapkan penyimpanan obat berdasarkan kelas terapi atau khasiat. Pendistribusian obat menggunakan metode sentralisasi, sehingga semua obat-obatan dan alat kesehatan dilayani langsung dari Instalasi Farmasi.Kata Kunci: Evaluasi, Penyimpanan Obat, Pendsitribusian Obat, Rumah Sakit Siloam Manado                                                                                                                                      Â
PENGEMBANGAN PRODUK SEDIAAN GEL KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricita L.) DENGAN EKSTRAK RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorhiza Roxb.) SEBAGAI ANTI BAKTERI PENYEBAB JERAWAT (Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis)
PENGEMBANGAN PRODUK SEDIAAN GEL KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricita L.) DENGAN EKSTRAK RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorhiza Roxb.) SEBAGAI ANTI BAKTERI PENYEBAB JERAWAT (Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis) Christel Nataniel Sambou1) , Agung Eru Wibowo1) , Shelly Taurhesia1)1)Program Studi Magister Ilmu Kefarmasian Universitas Pancasila Jakarta, 12640 ABSTRACTOne of the causes of acne is the presence of Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis on skin. The aim of this research was to develop gel product made from the combination of extracts that are effective as anti-acne against P. Acnes and S. epidermidis. This research was based on experiment method. Soursop leaf and temulawak rhizome were extracted by maceration in ethanol 96%. The viscous extract was then tested to P.Acnes and S.epidermidis to gain Minimum Inhibitory Concentration (MIC). The MIC value of soursop leaf and temulawak rhizome extract for P. Acnes and S.epidermidis were 3% b/v and 1% b/v respectively. The antibacterial potential of formulated gel was gained by evaluating the average diameter of the radical zone with three repetitions of gel contained ethanol extract of temulawak rhizome 1% b/v against bacteria P. acnes and S. epidermis (1,33 mm and 1,67 mm), ethanol extract of soursop leaf 3% b/v (1,33 mm and 1,67 mm), combination of temulawak rhizome and soursop leaf 3:1% b/v (2 mm and 2,67 mm), 1,5:1% b/v (1,67 mm and 1,63 mm), and 4,5:1% b/v (3,67 mm and 3,63 mm). The result showed that in gels contained the combination of of temulawak rhizome and soursop leaf with the similar concentration of single extract did not have the better radical zone result compared to the single extracts, and were considered as antagonist.Keywords : Annona muricita L., Curcuma xanthoriza Roxb.,  Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis ABSTRAKSalah satu penyebab munculnya jerawat adalah berkembangnya bakteri Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk sediaan gel dari kombinasi ekstrak yang  efektif sebagai anti jerawat terhadap bakteri P. Acnes dan S.epidermidis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Daun sirsak dan rimpang temulawak di ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh kemudian dilakukan uji anti bakteri P. Acnes dan S.epidermidis untuk mendapatkan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Nilai KHM ekstrak daun sirsak dan ekstrak rimpang temulawak untuk bakteri P. Acnes dan S.epidermidis berturut-turut adalah 3% b/v dan 1% b/v. Hasil uji anti bakteri sediaan di peroleh  diameter rataan zona bunuh/zona bening bakteri (radical zone) dengan 3 kali pengulangan untuk Gel ekstrak etanol rimpang temulawak konsentrasi 1% b/v pada bakteri P. Acnes dan S.epidermidis (3,33 mm dan 2,67 mm), ekstrak etanol daun sirsak konsentrasi 3% b/v (1,33 mm dan 1,67 mm), kombinasi konsentrasi ekstrak rimpang temulawak dan ekstrak daun sirsak 3:1% b/v (2 mm dan 2,67 mm), kombinasi konsentrasi 1,5:1% b/v (1,67 mm dan 1,63 mm), kombinasi konsentrasi 4,5:1% b/v (3,67 mm dan 3,63 mm). Hasil uji tersebut bersifat antagonis karena pada gel kombinasi kedua ekstrak dengan konsentrasi yang sama dengan ekstrak tunggal tidak memberikan zona bunuh yang lebih baik dari sediaan gel ekstrak tunggalnya.Kata kunci : Daun sirsak, rimpang temulawak, Propionibacterium acne, Staphylococcus epidermidis      Â
EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT SALURAN CERNA DAN SALURAN NAFAS BERDASARKAN ANALISIS ABC-VEN SELAMA PERIODE JANUARI-APRIL 2016
EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT SALURAN CERNA DAN SALURAN NAFAS BERDASARKAN ANALISIS ABC-VEN SELAMA PERIODE JANUARI-APRIL 2016Gayatri Citraningtyas1), Vionita M. Mumek1)1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACTPlanning and procurement are important things in drug management cycle to realize the needs that have been approved. Ineffective planning and procurement will effect to waste over in budgeting, cost over to procurement and undistributed drug which can be damaged or expired, so it must be controlling by using ABC-VEN analysis. The aims of this research were to evaluate planning and procurement of drug at hospital pharmacy department of Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. It is a descriptive research, and the datas were collected from report and interview. The result shows that planning and drug procurement at hospital pharmacy department of Prof. Dr. R.D. Kandou Manado did not effect for some drugs that can be seen from the difference of quantity determination and procurement, price determination at the time of planning and procurement, out of stock drug, delayed of drug shipping, delayed of payment, distributor was not to supply the drug because unavailable materials. The affect of ABC-VEN analysis of gastrointestinal and respiratory drug can be seen from the priority drug kept being held such as vital drug category with maximal cost and the prime priority drug that should be reduced at procurement.Keywords : Planning, Procurement, ABC – VEN analysisABSTRAK           Perencanaan dan pengadaan merupakan hal penting dalam siklus manajemen obat untuk merealisasikan kebutuhan yang telah disetujui. Perencanaan dan pengadan yang tidak efektif akan mengakibatkan pemborosan anggaran, pembengkakan biaya pengadaan, obat tidak terdistribusi dengan baik sehingga obat menjadi rusak atau kadaluarsa, karena itu diperlukan evaluasi dalam mengendalikan kebutuhan obat menggunakan analisis ABC-VEN. Tujuan penelitian ini yaitu mengevaluasi perencanaan dan pengadaan obat di Instalasi Farmasi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado terhadap obat saluran cerna dan obat saluran nafas. Jenis penelitian bersifat deskriptif dan data diperoleh dari laporan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan dan pengadaan obat di Instalasi Farmasi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado tidak efektif untuk beberapa obat dilihat dari penentuan jumlah dan pengadaan yang berbeda, penentuan harga pada saat perencanaan dan pengadaan yang berbeda, adanya kekosongan obat, terjadi keterlambatan pengiriman obat, keterlambatan pembayaran, distributor tidak menyanggupi penyediaan obat karena tidak tersedianya bahan baku. Pengaruh Analisis ABC-VEN terhadap obat saluran cerna dan saluran nafas dapat dilihat obat-obat yang menjadi prioritas utama untuk tetap diadakan yakni obat yang masuk kelompok vital dengan serapan biaya yang maksimal dan obat-obat yang menjadi prioritas utama untuk dikurangi pada saat pengadaan.Kata Kunci : Perencanaan, Pengadaan, Analisis ABC-VENÂ
PENGARUH EKSTRAK ETANOL BUAH PINANG YAKI (Areca vestiaria ) TERHADAP GAMBARAN MAKROSKOPIS ORGAN GINJAL PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus)
PENGARUH EKSTRAK ETANOL BUAH PINANG YAKI (Areca vestiaria ) TERHADAP GAMBARAN MAKROSKOPIS ORGAN GINJAL PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) Sriwarni Nani1), Widdhi Bodhi1), Herny Simbala1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT The crownshaft palm plant (Areca vestiaria) had been used by the people of North Sulawesi for cure cancer, diabetes and as male contraceptives. The purpose of this study was to assess the changes of the ethanol extract of the crownshaft palm nuts (Areca vestiaria) against the macroscopic description of kidney organ in white rat wistarstrain (Rattus norvegicus). The study was conducted using 12 rats as animal models and divided into 3 treatment groups and one control group for comparison. Extraction is done by maceration using 96% of ethanol. Extract dose was given daily for the three treatment groups, as much as 7.2 mg, 14.4 mg, and 21,6 mg, respectively. The treatment was conducted for 40 days. The results obtained showed, that in all treatment groups there is no change in coloration, surface and consistency (normal). Statistical test was done by using one-way ANOVA, and showed there are no significant differences in the results of the weighing of the rat body weight and rat kidney organ weights (p> 0.05). As conclusion, the three treatments applied in male rats wistar strain (Rattus norvegicus) gave no effect to the macroscopic description of the kidney organ. Keywords: Dental Plaque, Bacteria, Sensitivity, Antibiotics ABSTRAK Tumbuhan Pinang yaki (Areca vestiaria) digunakan oleh masyarakat sulawesi utara sebagai bahan obat kanker, diabetes, diare dan kontrasepsi pria. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan ekstrak etanol buah Pinang yaki (Areca vestiaria) terhadap gambaran makroskopis organ ginjal pada tikus putih galur wistar (Rattus norvegicus). Penelitian dilakukan menggunakan hewan percobaan tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus) berjumLah 12 ekor yang dibagi 3 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol sebagai pembanding. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Dosis ekstrak yang diberikan perhari untuk tiga kelompok perlakuan yaitu 7,2 mg/mL, 14,4 mg/mL, dan 21,6 mg/mL. Perlakuan dilakukan selama 40 hari. Hasil penelitan menunjukan bahwa tidak adanya perubahan terhadap warna, permukaan dan konsistensi (normal). Uji One way ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna pada hasil penimbangan berat badan tikus dan berat organ ginjal tikus (p > 0.05). Dapat disimpulkan bahwa pada ketiga perlakuan yang diberikan pada tikus putih jantan galur wisar (Rattus norvegicus) tidak memberi pengaruh terhadap gambaran makroskopis organ ginjal. Kata Kunci : Pinang yaki, makroskopis, ginjal, tikus putihÂ
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Gabriella N.Taroreh1), Deby Mpila1), Gayatri Citraningtyas1)1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115  ABSTRACT Coronary heart disease (CHD) is a condition caused by the constriction and obstruction of blood vessels that drain blood to the heart muscle, so that the heart muscle will lack of blood and do not get oxygen for it’s function. The presence of CHD related with risk factors and comorbidities cause the complexity of the therapy given. Drugs selection will totally determine the quality of drugs use in therapy selection. This study aims to determine the characteristics of patients and evaluate the appropriateness of drug use in inpatient CHD patients in RSUP Prof. Dr. R.D.Kandou Manado period of July to September 2016. This study was a descriptive study with retrospectively data collection obtained 96 medical record data of inpatient CHD patients that meet the inclusion criteria. The result of the study based on the characteristics of CHD patients showed that the number of male patients was higher than female patients about 69 patients (71,88%) and the highest number of patients in the age group of 56 – 65 years was 40 patients (41,67%). Circulatory system disease was the most comorbidities were found in 68 patients (31,93%) and ≥ 5 types of drugs prescribed in 93 patients (96,88%). The appropriateness percentage of drug use consisted of indication appropriate 54,17%, drug appropriate 86,46%, patient appropriate 84,37%, and dose appropriate 96,88%. Keywords : Inpatient CHD, Drug evaluation. ABSTRAK Penyakit jantung koroner (PJK) adalah suatu keadaan yang diakibatkan oleh adanya penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah yang mengalirkan darah ke otot jantung, sehingga otot jantung akan kekurangan darah dan tidak mendapatkan oksigen untuk pekerjaannya. Adanya keterkaitan PJK dengan faktor resiko dan penyakit penyerta menyebabkan kompleksnya terapi yang diberikan. Pemilihan jenis obat akan sangat menentukan kualitas penggunaan obat dalam pemilihan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan mengevaluasi ketepatan penggunaan obat pada pasien PJK di instalasi rawat inap RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado periode bulan Juli – September 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap 96 data rekam medik pasien PJK rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pasien PJK menunjukkan jumlah pasien laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan yaitu sebesar 69 pasien (71,88%) dan jumlah pasien terbanyak pada kelompok usia 56 – 65 tahun sebesar 40 pasien (41,67 %). Penyakit pada sistem peredaran darah merupakan penyakit penyerta terbanyak yang ditemukan pada 68 pasien (31,93%) dan  ≥ 5 jenis obat diresepkan pada 93 pasien (96,88%). Persentase ketepatan penggunaan obat terdiri dari tepat indikasi 54,17%, tepat obat 86,46%, tepat pasien 84,37%, dan tepat dosis 96,88%. Kata Kunci : PJK rawat inap, Evaluasi obat.Â
FORMULASI SEDIAAN SAMPO ANTIKETOMBE EKSTRAK DAUN PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) DAN UJI AKTIVITASNYA TERHADAP JAMUR Candida albicans ATCC 10231 SECARA IN VITRO
FORMULASI SEDIAAN SAMPO ANTIKETOMBE EKSTRAK DAUN PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) DAN UJI AKTIVITASNYA TERHADAP JAMUR Candida albicans ATCC 10231 SECARA IN VITRO Tasya C. Malonda1),  Paulina V. Y. Yamlean1), Gayatri Citraningtyas 1)1)Jurusan Farmasi, FMIPA, Universitas Sam Ratulangi, Manado, 95115 ABSTRACT Dandruff is a common problem that caused by microorganisms such as fungi. Candida albicans is one of the fungi that cause dandruff problems in hair. The leaves of the garden balsam (Impatiens balsamina L.) contain some compounds which have activity as an antifungal. The aim of this research is to prove garden balsam leave extract that has the best antifungal activity which then formulated as antidandruff shampoo with variant consentration such as 5%, 10%, and 15% from garden balsam leaves extract to determine the effect of increasing concentration. This type of this research is a laboratory experiment with completely randomized design. Garden Balsam leaves were extracted by maseration method then fractionated by liquid-liquid partition method using n-hexane, ethyl acetate, and aquadest. The shampoo was made with variant concentrations such as 5%, 10%, and 15% Then evaluated by organoleptic observation, ph measurement, height foam and water content. Antifungal testing was performed using the well diffusion method. The result of this study prove that the aquadest extract of garden balsam leaves has the best antifungal activity and can be formulated as antidandruff shampoo that meets the requirements consisted of organoleptic test, pH, high foam and water content. The result based on antifungal activity test showed that concentration of 5% has the highest antifungal activity followed by concentration of  10% and 15%. All of the consentration above are included as strong category of microbial growth barrier resistance. The extract of Garden Balsam leaf can be formulated as antidandruff shampoo.Keywords: Garden Balsam leaves, Fraction, Antidandruff Shampoo, Candida albicansABSTRAKKetombe merupakan masalah yang sering dialami yang merupakan peranan dari mikroorganisme seperti jamur. Candida albicans merupakan salah satu jamur yang menimbulkan masalah ketombe pada rambut. Daun Pacar air (Impatiens balsamina L.) mengandung beberapa senyawa yang memiliki aktivitas sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ekstrak daun Pacar air yang memiliki aktivitas antijamur paling baik yang kemudian dibuat formulasi sediaan sampo antiketombe dengan kosentrasi 5%, 10% dan 15% ekstrak daun Pacar air untuk mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi. Jenis penelitian ini ialah eksperimen laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Daun Pacar air diekstraksi dengan metode maserasi kemudian difraksinasi dengan metode partisi cair-cair menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan aquades. Sampo dibuat dengan kosentrasi 5%, 10% dan 15% kemudian dievaluasi dengan pengamatan organoleptik, pengukuran pH, tinggi busa dan kadar air. Pengujian antijamur dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian membuktikan Fraksi aquades daun Pacar air memiliki aktivitas antijamur paling baik dan dapat diformulasikan sebagai sediaan sampo antiketombe yang memenuhi persyaratan uji organoleptik, pH, tinggi busa dan kadar air. Hasil pengujian aktivitas antijamur menunjukan bahwa sediaan sampo dengan konsentrasi 5% memiliki aktivitas antijamur paling baik diikuti sampo konsentrasi 10% dan sampo konsentrasi 15%, ketiganya masuk dalam kategori respon hambatan pertumbuhan mikroba yang kuat. Ekstrak daun Pacar air dapat diformulasikan sebagai sediaan sampo antiketombe. Kata Kunci: Daun Pacar air, Fraksinasi, Sampo antiketombe, Candida albicansÂ
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK DAUN PRASMAN (Eupatorium triplinerve Vahl.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK DAUN PRASMAN (Eupatorium triplinerve Vahl.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa Dewi Wangkanusa1), Widya Astuty Lolo1), Defny Silvia Wewengkang1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT Prasman (Eupatorium triplinerve Vahl.) Is One of the plants from Genus Asteraceae which can be used as antibacterial. Empirically, prasman leaf decoction oftenly used to cure diseases such as urinary laxative, coughing, relief of fever, chronic diarrhea and thrush. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of leaf extract of plant prasman against Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa bacteria. The extraction method in this study using maceration method with 95% of ethanol and antibacterial activity was test using agar diffusion method with different concentration of 50, 75 and 100%, respectively. The result showed that the prasman leaves have antibacterial activity. Keywords: Prasman Plants (Eupatorium triplinerve Vahl.), Antibacterial Activity, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeuruginosa ABSTRAK Prasman (Eupatorium triplinerve Vahl.) merupakan salah satu tanaman yang dapat dijadikan sebagai antibakteri dari suku Asteraceae. Secara empiris rebusan daun prasman sering digunakan untuk penyembuhan penyakit seperti peluruh kencing, obat batuk, pereda demam, diare kronis dan sariawan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun prasman terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Metode ekstraksi dalam penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut 95% dan dilakukan pengujian antibakteri dengan metode difusi agar dengan perbedaan konsentrasi 50, 75 dan 100%. Hasil penelitian menunjukan bahwa daun prasman memiliki aktifitas antibakteri.  Kata Kunci : Tanaman Prasman (Eupatorium triplinerve), Aktivitas Antibakteri, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeuruginos
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN KELELAHAN KERJA PADA NELAYAN DI KELURAHAN MALALAYANG 1 TIMUR KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN KELELAHAN KERJA PADA NELAYAN DI KELURAHAN MALALAYANG 1 TIMUR KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Ralfi Mokosuli1), Johan Jesephus1), Woodfrod B.S Joseph1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat UNSRAT Manado, 95115  ABSTRACT The case of fatigue caused by a type of work or the working environment, level of occupational accidents and various threats occupational safety and health in Indonesia is still quite high. Various occupational accidents still occur in the production process, especially in the construction sector. Fishermen in the village Malalayang 1 east doing work activities during the night from 18:00 pm s / d 06:00 pm, the activities carried out by the fishermen are starting to prepare all the needs as well as equipment to be used during the activity purpose of this study is to analyze the relationship between physical activity with fatigue on the fishermen in the east district of malalayang 1, Manado city. This design is an analytic study with cross sectional study, the number of samples in this study were all fishermen who numbered about 50 people. The data collection is done by using a measuring instrument and sheet Reaction timer REBA method. The statistical test used to analyze the relationship between variables using Srearmen test. The results of data analysis showed that the fishermen who do moderate physical activity as many as 31 people (62%), fishermen who do high physical activity as many as 15 people (30%), fishermen who do physical activity is very high as many as 4 people (8%) .and fishermen who experienced job burnout normal as many as 11 people (22%), and light as many as 25 people (50%), and was as many as 13 people (26%), and the weight of as many as 1 (2%). The results of data analysis showed an association between physical activity with fatigue. Keywords: Physical Activity, Fatigue of Work  ABSTRAK Kasus kelelahan kerja yang disebabkan oleh jenis pekerjaan maupun lingkungan kerja, Tingkat kecelakaan kerja dan berbagai ancaman keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Indonesia masih cukup tinggi. Berbagai kecelakaan kerja masih sering terjadi dalam proses produksi terutama di sektor jasa konstruksi. Nelayan di kelurahan malalayang 1 timur melakukan aktivitas kerja selama semalam mulai dari pukul 18.00 wita s/d 06.00 wita, kegiatan yang dilakukan oleh para nelayan yaitu mulai dari mempersiapkan segala kebutuhan serta peralatan yang akan digunakan selama melakukan aktivitas Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan kelelahan kerja pada nelayan di kelurahan malalayang 1 timur kecamatan malalayang kota manado. Peneltian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional study, jumlah sampel pada penelitian ini adalah seluruh nelayan yang berjumlah 50 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat ukur Reaction timer dan lembar metode REBA. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel menggunakan uji Srearmen. Hasil analisis data menunjukan bahwa nelayan yang melakukan aktivitas fisik sedang yaitu sebanyak 31 orang (62%), nelayan yang melakukan aktivitas fisik tinggi yaitu sebanyak 15 orang (30%),nelayan yang melakukan aktivitas fisik sangat tinggi yaitu sebanyak 4 orang (8%).dan nelayan yang mengalami kelelahan kerja normal yaitu sebanyak 11 orang (22%), dan ringan yaitu sebanyak 25 orang (50%), dan sedang yaitu sebanyak 13 orang (26%), dan berat yaitu sebanyak 1 orang (2%). Hasil analisis data menunjukan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kelelahan kerja. Kata kunci: Aktifitas Fisik, Kelelahan Kerja. Â
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DAN IMBALAN DENGAN KINERJA KADER POSYANDU DI KECAMATAN MODOINDING KABUPATEN MINAHASA SELATAN
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DAN IMBALAN DENGAN KINERJA KADER POSYANDU DI KECAMATAN MODOINDING KABUPATEN MINAHASA SELATAN Tia Mema1), Franckie R.R Maramis1), Ardiansa A.T Tucunan1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi ABSTRACT Posyandu is a type of Health Effort Based on the Society (UKBM) which is the most popular at this moment. Posyandu includes 5 programs they are Birth Control (KB), KIA (moms and children's health), Nutrient, Immunization, and diarhea tackling. As one of society health service place which directly touches the low level of society, it’s better if Posyandu be more active because it’s proved effective to detect nutrient and health problem in many areas. Based on the data of Modoinding Public Health Center in 2015, Posyandu in Modoinding Public Health Center areas including 10 villages, there is 1 Posyandu for each village with the number of cadre: 51 people. This study aims to determine the correlation between Working Motivation and Payment with Posyandu Cadre’s performance in Modoinding District, South Minahasa Regency. This is an analytic survey with cross-sectional approach which held in August-October 2015 in Modoinding District. The population in this study is all the cadre of Posyandu in Modoinding District with the number of cadre: 51 people. The sample is taken as many as 51 people. The instrument used in this study is questionnaire. The Chi Square statistic test result shows that motivation has correlation with the cadre performance (p=0,015) with OR value: 1,65, while the payment has no correlation with the cadre’s performance (p=0,385). Based on this study result can be concluded that there is a correlation between working motivation with the cadre’s performance, while there is no correlation between the payment with the cadre’s performance. Keywords: Working Motivation, Payment, Cadre’s Performance ABSTRAK Posyandu merupakan jenis Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) yang paling memasyarakat dewasa ini. Posyandu yang meliputi lima program yaitu KB (Keluaraga Berencana), KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), Gizi, Imunisasi, dan Penanggulangan Diare. Sebagai salah satu tempat pelayanan kesehatan masyarakat yang langsung bersentuhan dengan masyarakat di level bawah, sebaiknya Posyandu lebih digiatkan karena terbukti ampuh mendeteksi permasalah gizi dan kesehatan di berbagai daerah. Berdasarkan data dari Puskesmas Modoinding tahun 2015 bahwa Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Modoinding meliputi 10 desa, setiap desa terdapat masing-masing satu (1) Posyandu, Dengan jumlah kader 51 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dan imbalan dengan kinerja kader Posyandu di Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa selatan. Penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2015 di Kecamatan Modoinding. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan kader Posyandu di Kecamatan Modoinding dengan jumlah kader 51 orang. Sampel yang diambil sejumlah 51 orang. Instrumen penelitian yang digunakam adalah kuesioner. Hasil uji statistic Chi square menunjukkan bahwa motivasi berhubungan dengan kinerja kader (p=0,015) dengan nilai OR sebesar 1,65, sedangkan imbalan tidak terdapat hubungan (p=0,385). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja berhubungan dengan kinerja kader, sedangkan hubungan antara imbalan dengan kinerja kader tidak berhubungan. Kata Kunci : Motivasi Kerja, Imbalan, Kinerja Kader Â
EKSTRAKSI, FRAKSINASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KARANG LUNAK Sarcophyton sp. YANG DIPEROLEH DARI TELUK MANADO
EKSTRAKSI, FRAKSINASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KARANG LUNAK Sarcophyton sp. YANG DIPEROLEH DARI TELUK MANADO Ayu Savitri Tombokan1), Defny S. Wewengkang1), Sri Sudewi1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT  ABSTRACT  Soft coral as structure and framer of coral reef that have great bioactive potential. The aim of this study is to extract, fraction, and determine antibacterial activity from soft coral Sarcophyton sp. at the experiment with Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. The soft coral sample extracted with maceration used ethanol solvent. Then fractionation with n-hexane, chloroform, and methanol solvent. This experiment use agar diffusion method (Kirby Bauer) with 250/50 concentration. As the result show that chloroform fractions have ability to inhibitor both of experiment bacteria specifically Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Key words: Soft coral Sarcophyton sp., Antibacterial activity, Staphylococcus aureus, Escherichia coli. ABSTRAK Karang lunak merupakan salah satu komponen biota penyusun terumbu karang yang mempunyai potensi bioaktif yang belum banyak dimanfaatkan. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengekstrak, memfraksinasi, serta menguji aktivitas antibakteri karang lunak Sarcophyton sp. terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Sampel di ekstrak dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol, kemudian di fraksinasi dengan menggunakan pelarut n-heksan, kloroforom, dan metanol. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar (Kirby Bauer) menggunakan konsentrasi 250/50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi kloroform memiliki daya hambat terhadap kedua bakteri uji yakni Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kata kunci:. Karang lunak Sarcophyton sp., Aktivitas antibakteri, Staphylococcus aureus, Escherichia coli  Â