PHARMACON
Not a member yet
1026 research outputs found
Sort by
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L. ) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl)
ABSTRACTBelimbing wuluh leaves (Averrhoa bilimbi L.) Contains flavonoids, phenols, alkaloids, tannins and coumarin. The aim of this research is formulated ethanol extract of Belimbing Wuluh leaves in the form of cream preparations, as well as test the effectiveness of antioxidants using the DPPH method. Extract was made by maceration method using ethanol 96% formulated into a cream with a concentration of 3%, 5%, 7%. The results of the cream preparations evaluation before and after cycling test meet the requirements of organoleptis, homogeneity, pH, adhesiveness, coverage. The test results of antioxidant activity with the DPPH method using the most effective UV-Vis spectrophotometer as the antioxidant cream of the leaves extract Belimbing Wuluh is 7% has a value of IC50 = 0.118 ppm and vitamin C as comparator has a value of IC50 = 0.0327 ppm. From this research can be concluded that Belimbing Wuluh leaves ethanol extract cream can be formulated as a stable cream and has a very strong antioxidant activity. Keywords: : Belimbing Wuluh Leaves,cream, antioxidant,DPPH ABSTRAK Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) mengandung senyawa flavonoid, fenol, alkaloid, tanin dan kumarin. Tujuan penelitian ini membuat formulasi ekstrak etanol daun Belimbing Wuluh dalam bentuk sediaan krim, serta menguji efektivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96 % diformulasi menjadi krim dengan konsentrasi 3%, 5% ,7%. Hasil evaluasi sediaan krim sebelum dan sesudah cycling test memenuhi persyaratan organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis yang paling efektif sebagai krim antioksidan dari ekstrak daun Belimbing Wuluh adalah 7 % memiliki nilai IC50 = 0,118 ppm dan vitamin C sebagai pembanding memiliki nilai IC50 = 0,0327 ppm. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa krim ekstrak etanol daun Belimbing Wuluh dapat diformulasikan sebagai sediaan krim yang stabil dan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.  Kata kunci : Daun Belimbing Wuluh, Krim, Antioksidan, DPP
ANALISIS KEPUASAN PASIEN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI APOTEK KIMIA FARMA 396 TUMINTING KOTA MANADO
ABSTRACT  The quality of health services has a close relationship with patient satisfaction, because if reality exceeds expectations the patient will use the health service. Patient satisfaction is the expectations that arise after comparing between reality and expectations. This study aims to determine the level of patient satisfaction of National Health Insurance participants in Kimia Farma Pharmacy 396 Tuminting, Manado City. This type of research is a descriptive study, using non-probability sampling method with purposive sampling technique. This research was conducted by distributing questionnaire sheets to the level of patient satisfaction to 290 respondents who met the inclusion criteria. The results obtained by an average overall patient satisfaction of (-0.51), it can be concluded that the level of satisfaction in the negative range which means the patient is not satisfied with the services provided.Keywords : National Health Insurance, level of satisfaction, expectations, reality. ABSTRAK  Kualitas pelayanan kesehatan memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan pasien, karena jika kenyataan melebihi harapan maka pasien akan menggunakan pelayanan kesehatan tersebut. Kepuasan pasien akan muncul setelah membandingkan antara kenyataan dan harapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Apotek Kimia Farma 396 Tuminting Kota Manado. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, menggunakan metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan membagikan lembar kuesioner tingkat kepuasan pasien kepada 290 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian yang diperoleh rata-rata secara keseluruhan kepuasan pasien sebesar (-0,51), dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan berada pada rentang negatif yang artinya pasien tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. Kata kunci : Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tingkat kepuasan, harapan, kenyataan
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAN FRAKSI KARANG LUNAK (Sarcophyton sp.) DARI PERAIRAN PULAU BANGKA LIKUPANG TERHADAP PERTUMBUHAN MIKROBA Staphylococcus aureus, Salmonella tyhpimurium, DAN Candida albicans
ABSTRACTSarcophyton sp. is able to produce bioactive materials, the bioactive material contained in Sarcophyton sp., is sarcophine. The purpose of this study is to find out whether the extracts from soft coral Sarcophyton sp., in Bangka Island waters Likupang performed antimicrobial activity against several pathogenic microbes, such as Staphylococcus aureus, Salmonella typhimurium, and Candida albicans. Samples were extracted by maceration method with ethanol solvent and the fractionation method used was liquid-liquid.The antimicrobial activity testing method used in this study is the Kirby and Bauer disc diffusion method. The results obtained from the antimicrobial activity test on Staphylococcus aureus, fractions of n-hexane with result 8.27mm and fractions of chloroform 8.41mm. In Candida albicans , the n-hexane fraction has an 8.18mm and the chloroform fraction 8.06. While for Salmonella typhimurium has no activity. The conclusion of this study it was found that only some fractions have antimicrobial activity and categorized as moderate, such as the fractions of n-hexane and chloroform that only have moderate inhibiting activity against Stapphylococcus aureus and Candida albicans while for Salmonella typhimurium, the extracts and fractions of Sarcophyton sp., has no activity to the way to inhibit these bacteria. Keywords: Sarcophyton sp., Antimicrobial, Staphylococcus aureus, Salmonella tyhpimurium, Candida albicans ABSTRAK Sarcophyton sp. mampu menghasilkan bahan bioaktif, bahan bioaktif yang terdapat pada Sarcophyton sp adalah sarcophine. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ekstrak dari Karang Lunak Sarcophyton sp.,di Perairan Pulau Bangka Likupang memiliki aktivitas antimikroba terhadap beberapa mikroba patogen Staphylococcus aureus, Salmonella typhi, dan Candida albicans. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi dengan pelarut etanol dan metode fraksinasi yang digunakan yaitu fraksinasi cair – cair. Metode pengujian aktivitas antimikroba yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode difusi agar (disc diffusion Kirby and Bauer). Hasil yang didapat dari uji aktivitas antimikroba pada bakteri Staphylococcus aureus, fraksi n-heksan mendapatkan hasil 8.27mm dan pada fraksi kloroform 8.41mm. Pada jamur Candida albicans, fraksi n-heksan mendapatkan hasil 8.18mm dan pada fraksi kloroform 8.06mm, sedangkan pada bakteri Salmonella typhi tidak memiliki aktivitas. Kesimpulan dari penelitian ini, hanya sebagian fraksi yang memiliki aktivitas untuk penghambat antimikroba dengan dikategorikan sedang, seperti pada fraksi n-heksan dan klorofom pada bakteri Stapphylococcus aureus dan jamur Candida albicans, sementara untuk bakteri Salmonella tyhpi ekstrak dan fraksi sampel Karang Lunak Sarcophyton sp. tidak memiliki aktivitas untuk menghambat bakteri tersebut. Kata Kunci : Sarcophyton sp., antimikroba, Staphylococcus aureus, Salmonella tyhpimurium, Candida albican
IDENTIFIKASI POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT GUNUNG MARIA TOMOHON PERIODE JANUARI – MEI 2018
ABSTRACT Drug interaction are an event that can occur when the shared use of two or more drugs. The interactions of drugs can produce beneficial and adverse effects. Increasing of drug interaction incident resulted in unwanted effect might be caused by increased frequency of polypharmacy or multiple drugs. Type 2 diabetes mellitus patients are prone to infection, long wound healing time, and deteriorating eyesight, in addition to hypertension, hyperlipidemia, obesity, or other vascular and neuronal complication which are common in such patients. This study aims to identify the percentage of drug interaction potential based on patients number, mechanism, and severity level in type 2 diabetes mellitus inpatient at Gunung Maria Hospital from January to May 2018. This is a descriptive study and data were collected retrospectively from 46 medical records of type 2 diabetes mellitus patients who met the inclusion criteria. This study showed that 32 patients (69.57%) potentially had drug interaction, with total of 55 potential incidence. Based on mechanism, 37 (67.27%) potential incidence are linked to pharmacodynamics interaction and 18 (32.73%) potential incidence related to pharmacokinetics interaction. Based on severity level, 7 major potential incidents (12.73%), 32 moderate potential incidents (58.18%), and 16 minor potential incidence (29.09%) were found. Keywords : Type 2 Diabetes Mellitus, Potential Drug Interaction, Inpatient ABSTRAK Interaksi obat merupakan kejadian interaksi obat yang dapat terjadi bila penggunaan bersama dua macam obat atau lebih. Interaksi obat dapat menghasilkan efek yang menguntungkan dan merugikan. Meningkatnya kejadian interaksi obat dengan efek yang tidak diinginkan disebabkan oleh makin banyak dan seringnya terjadinya polypharmacy atau Multiple Drug. Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 lebih mudah terkena infeksi, sukar sembuh dari luka, daya penglihatan makin buruk, dan umumnya menderita hipertensi, hiperlipidemia, obesitas, dan juga komplikasi pada pembuluh darah dan syaraf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase potensi interaksi obat yang terjadi berdasarkan jumlah pasien, mekanisme dan tingkat keparahan pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di instalasi rawat inap RS Gunung Maria Tomohon periode Januari – Mei 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap 46 data rekam medik pasien Diabates Melitus Tipe 2 rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian, dari 46 pasien Diabetes Melitus Tipe 2 terdapat 32 pasien (69,57%) yang berpotensi mengalami interaksi obat dengan jumlah 55 potensi kejadian. Berdasarkan mekanisme, interaksi farmakodinamik 37 potensi kejadian (67,27%) dan interaksi farmakokinetik 18 potensi kejadian (32,73%), dengan tingkat keparahan major 7 potensi kejadian (12,73%), moderate 32 potensi kejadian (58,18%) dan minor sebanyak 16 potensi kejadian (29,09%). Kata Kunci : DM Tipe 2, Potensi Interaksi Obat, Rawat Ina
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI APOTEK KIMIA FARMA 396 TUMINTING KOTA MANADO
ABSTRACTIrrational use of antibiotics occurs because of a lack of public knowledge about the use of antibiotics that a good and right. Good knowledge will change attitudes so that the actions taken become directed. This study aims to determine the effect of the level of knowledge and attitudes of the community towards the use of antibiotics at Kimia Farma Pharmacy 396 Tuminting, Manado city. This research is a descriptive study and data collection tool used is a questionnaire about antibiotic knowledge and attitudes towards antibiotic use to 290 respondents. Based on the research results obtained, it is known that the level of public knowledge about antibiotics is still classified as a poor with a percentage of 69% while public attitudes towards the use of antibiotics are quite sufficient with a percentage of 45% and there is an influence between the level of knowledge and attitudes towards antibiotic use with a significant value of 0,000.Key words : Antibiotics, Level of Knowledge, Attitude. ABSTRAK Penggunaan antibiotik yang tidak rasional terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang baik dan benar. Pengetahuan yang baik akan merubah sikap sehingga tindakan yang diambil menjadi terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan antibiotik di Apotek Kimia Farma 396 Tuminting, kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan alat pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner tentang pengetahuan antibiotik dan sikap terhadap penggunaan antibiotik kepada 290 responden. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, diketahui bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang antibiotik masih tergolong kurang dengan persentase 69% sementara sikap masyarakat terhadap penggunaan antibiotik tergolong cukup dengan persentase 45% dan terdapat pengaruh antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penggunaan antibiotik dengan nilai signifikan sebesar 0,000.Kata kunci : Antibiotik, Tingkat Pengetahuan, Sikap
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN MURBEI (Morus alba L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl)
ABSTRACTMulberry is one of the plants growing in Indonesian and widely used as traditional medicine. The active compounds found in Mulberry leaves are known have an antioxidant activity. The aim of this study is to formulate cream preparations from ethanol extracts of Mulberry leaves and to determine its antioxidant activities. Mulberry leaves was macerated using ethanol 96%. Antioxidant activity of mulberry leaves cream then evaluated against DPPH as free radical and measured at 517 nm wavelength using a UV-Vis spectrophotometer. The results showed that the cream of ethanol extract from Mulberry leaves had a very strong antioxidant activity with IC50 values in a row that is 1.7831 ppm, 0.8215 ppm and 0.7668 ppm. This can be compared with a Vitamin C solution, which has a very strong antioxidant activity with IC50 value was 1.1113 ppm. This study concludes that the cream from Mulberry leaves ethanol extract has a very strong antioxidant activity.Keywords: Mulberry leaves, Cream, Antioxidant, DPPHABSTRAK Murbei merupakan salah satu tanaman yang tumbuh di Indonesia dan banyak digunakan dalam pengobatan secara tradisional. Kandungan senyawa aktif yang terdapat pada daun Murbei dikenal mempunyai peranan sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk membuat sediaan krim dari ekstrak etanol daun Murbei dan untuk menguji apakah adanya aktivitas antioksidan. Daun murbei diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sediaan krim diuji terhadap DPPH sebagai radikal bebas dan diukur pada panjang gelombang 517 nm dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim ekstrak etanol daun Murbei memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 berturut-turut yaitu 1,7831 ppm, 0,8215 ppm dan 0,7668 ppm. Hal ini dapat dibandingkan dengan larutan Vitamin C yang mempunyai aktivitas antioksidan yang sangat kuat, yaitu 1.1113 ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa krim dari ekstrak etanol daun Murbei memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.Kata Kunci: Daun Murbei, Krim, Antioksidan, DPP
ANALISIS KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MANADO
ABSTRACT Patient satisfaction is an important indicator for service quality and has implications for the delivery of services more efficiently in meeting patient needs. A good quality of service will provide patients satisfaction to and it will affect patients to hospital if needed. The purpose of this study was to determine the satisfaction of outpatients with services in the Pharmacy Installation at the Bhayangkara Hospital in Manado. The type and design of the study used is a type of descriptive research with a cross-sectional approach. Patient satisfaction was measured using the SERVQUAL (Service Quality) method. The result of this study, tangible  (-0.26), assurance (0-305), empathy (-0.37), responsiveness (-0.69), and the lowest is reliability (-0.86). It can be concluded that the overall satisfaction score is in the negative index, meaning that the patient is not satisfied with the services provided at the Pharmacy Installation. Keywords: Patient Satisfaction, SERVQUAL, Pharmacy Installation, Bhayangkara Hospital Manado.ABSTRAKKepuasan pasien merupakan indikator penting bagi kualitas pelayanan dan memiliki implikasi bagi penyelenggaraan pelayanan lebih efisien dalam memenuhi kebutuhan pasien. Kualitas pelayanan yang baik akan memberikan kepuasan kepada pasien serta kepuasan pasien akan memengaruhi pasien untuk kembali lagi ke Rumah Sakit tersebut bila membutuhkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Bhayangkara Manado. Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan secara cross-sectional. Kepuasan pasien diukur menggunakan metode SERVQUAL (Service Quality). Hasil penelitian ini. secara berturut-turut yaitu reliability (-0.86), responsiveness (-0.69), emphaty (-0.37), assurance (0-305) dan yang terendah adalah tangible (-0.26) secara berturut-turut yaitu reliability (-0.86), responsiveness (-0.69), emphaty (-0.37), assurance (0-305) dan yang terendah adalah tangible (-0.26). Kesimpulannya yaitu nilai kepuasan secara keseluruhan berada pada indeks negatif, artinya bahwa pasien belum merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan di Instalasi Farmasi. Kata kunci : Kepuasan Pasien, SERVQUAL, Instalasi Farmasi, Rumah Sakit Bhayangkara Manad
UJI AKTIVITAS AMARA DARI PRODUK JST TERNAK, PREBIOTIK TERNAK, DAN ASAM AMINO TERNAK TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus L.) GALUR WISTAR
ABSTRACTLivestock  JST Products, Livestock Prebiotic Products, and Livestock Amino Acid Products, are herbal products that have the potential to be used as animal feed which functions to increase appetite in livestock. This study aims to determine the amara activity of male white rats (Rattus norvegicus L.) Wistar strain. The rats were treated with an idealized treatment for Animal JST Products, Animal Prebiotic Products, and Animal Amino Acid Products, as much as 2 ml, every afternoon for 10 days using an oral sonde device and a 5 cc dispo and the treatment group without giving the product as a negative control, which was only given food cattle in the form of concentrate. The results showed that the administration of Animal JST Products, Animal Prebiotic Products, and Animal Amino Acid Products, affected the appetite of Male White Rats (Rattus norvegicus L.) Wistar strain, which was marked by weight gain.Keywords :    Animal JST Products, Animal Prebiotic Products, Animal Amino Acid Products,       Rattus norvegicus L. ABSTRAK Produk JST Ternak, Produk Prebiotik Ternak, dan Produk Asam Amino Ternak, merupakan suatu produk herbal yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang berfungsi dapat meningkatkan nafsu makan pada ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas amara terhadap Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus L.) Galur Wistar. Tikus diberi perlakuan dioralkan Produk JST Ternak, Produk Prebiotik Ternak, dan Produk Asam Amino Ternak, sebanyak 2 ml, setiap sore selama 10 hari dengan menggunakan alat sonde oral dan dispo 5 cc dan kelompok perlakuan tanpa pemberian produk sebagai kontrol negatif, yang hanya diberikan pakan ternak berupa konsentrat. Hasil menunjukkan bahwa pemberian Produk JST Ternak, Produk Prebiotik Ternak, dan Produk Asam Amino Ternak, berpengaruh terhadap nafsu makan Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus L.) Galur Wistar, yang ditandai dengan kenaikan berat badan.Kata Kunci : Produk JST Ternak, Produk Prebiotik Ternak, Produk Asam Amino Ternak, Rattus norvegicus L
POLA PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK DI RSUP PROF. DR. R.D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI-DESEMBER 2018
ABSTRACK Hemorrhagic stroke is a stroke caused by intracerebral hemorrhage or subarachniod hemorrhage due to rupture of cerebral blood vessels in certain areas, so that blood fills the brain tissue. The selection and use of drugs must be rational, so that treatment can achieve maximum therapy with minimal side effects. The purpose of this study was to determine the characteristics and patterns of drug use in hemorrhagic stroke patients at Prof. RSUP Dr. R.D. Kandou Manado. This study uses a descriptive method with a retrospective research design. The sample of this study were 83 patients, including 70 intracerebral hemorrhagic stroke patients and 13 subarachnoid hemorrhagic stroke patients. Patient characteristics were mostly male as many as 46 patients (55.42%) and female as many as 37 patients (44.58%). The largest age range of hemorrhagic stroke patients at the age of 55-64 years was 27 patients (32.52%). The duration of treatment with the highest prevalence was 1-5 days in 37 patients (44.57%). Hypertension is the most common comorbid disease of 60 patients (40.27%), and cholesterol of 15 patients (10.06). The pattern of drug use based on the evaluation of the right indication as many as 83 patients (100%), the right patients as many as 83 patients (100%), the right drugs as many as 82 patients (98.8%), and the right dosage of 73 patients (87.95%). Keywords: Hemorrhagic stroke, drug use ABSTRAK Stroke hemoragik adalah stroke yang disebabkan oleh perdarahan intraserebral atau perdarahan subarakhniod karena pecahnya pembuluh darah otak pada area tertentu, sehingga darah memenuhi jaringan otak. Pemilihan dan penggunaan obat harus secara rasional, sehingga pengobatan dapat mencapai terapi yang maksimal dengan efek samping minimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan pola penggunaan obat pada pasien stroke hemoragik di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitian retrospektif. Sampel penelitian ini sebanyak 83 pasien, diantaranya terdapat 70 pasien stroke hemoragik intraserebral dan 13 pasien stroke hemoragik subarakhnoid. Karakteristik pasien sebagian besar adalah laki-laki sebanyak 46 pasien (55,42%) dan perempuan sebanyak 37 pasien (44,58%). Rentang usia pasien stroke hemoragik terbesar pada usia 55-64 tahun sebanyak 27 pasien (32,52%). Lama perawatan dengan prevalensi paling banyak, yaitu 1 – 5 hari pada 37 pasien (44,57%). Hipertensi merupakan penyakit penyerta yang paling banyak diderita sebesar 60 pasien (40,27%), dan kolestrol sebanyak 15 pasien (10,06). Pola penggunaan obat berdasarkan evaluasi tepat indikasi sebanyak 83 pasien (100%), tepat pasien sebanyak 83 pasien (100%), tepat obat sebanyak 82 pasien (98,8%), dan tepat dosis sebanyak 73 pasien (87,95%). Kata kunci : stroke hemoragik, pola penggunaan oba
PEMANFAATAN GEN 16S rRNA SEBAGAI PERANGKAT IDENTIFIKASI BAKTERI UNTUK PENELITIAN-PENELITIAN DI INDONESIA
ABSTRACTThe 16S rRNA gene has hyper variable region and different for one bacterial species to another. The gene is being used as research tool to help for accurate identification of bacteria in many fields in Indonesia. As a useful tool, the 16S rRNA gene sequence is important as to explore the potencies of a bacterial species. Sequencing of this gene is very useful for research in clinical study, fisheries, marine science, agricultural science, and animal husbandry in Indonesia.  Keywords: 16S rRNA gene, research tool, bacteria, Indonesia                                                                     ABSTRAKGen 16S rRNA memiliki region yang sangat bervariasi dan berbeda setiap spesies bakteri. Penggunaannya sebagai perangkat penelitian, gen 16S rRNA telah banyak membantu dalam proses identifikasi berbagai jenis bakteri secara akurat untuk berbagai penelitian di Indonesia. Gen 16S rRNA tidak hanya dapat mengidentifikasi tetapi dapat dijadikan arahan dalam mengetahui potensi suatu bakteri. Sekuensing gen 16S rRNA telah digunakan secara luas untuk penelitian di bidang klinis, perikanan, kelautan, pertanian dan peternakan di Indonesia.Kata Kunci: Gen 16S rRNA, perangkat penelitian, Bakteri, Indonesia