PHARMACON
Not a member yet
1026 research outputs found
Sort by
PENGUKURAN KINERJA INSTALASI FARMASI RSUD DATOE BINANGKANG DENGAN METODE BALANCED SCORECARD BERDASARKAN PERSPEKTIF PELANGGAN SERTA PERSPEKTIF PERTUMBUHAN DAN PEMBELAJARAN
ABSTRACTPerformance measurement by balanced scorecard method needed to be done at the pharmacy installation of RSUD Datoe Binangkang to see the performance achievements that have been done and the basis for further performance improvement. This research aims to know performance of pharmacy installation of RSUD Datoe Binangkang with the balanced scorecard method based on customer perspective with learning and growth perspective. This research was a non experimental with evaluative descriptive design. The data was collected with retrospective and prospective methods. This research used both qualitative and quantitative data. Qualitative data was obtained by interview and direct observation. Quantitative data was obtained by questionnaires. The result research of performance at customer perspective with patient satisfaction indicator showed that patients have not been satisfied with the services provided with the value of gap for each dimension are: tangibles -0,22, reliability -0,17, responsiveness -0,19, assurance -0,02, emphaty -0,05. Performance at learning and growth perspective with indicators of employee job satisfaction high 3,23, work spirit very high 3,37 and percentage of employee training low 0%. The conclusion obtained from both perspective were indicators with good performance was job satisfaction and work spirit. Indicators with not good performance that require attention to be improved was employee training and patient satisfaction.Keywords: Performance, Pharmacy Installation, Balanced Scorecard, Customer Perspective, Learning and Growth Perspective.ABSTRAK Pengukuran kinerja dengan metode balanced scorecard perlu dilakukan di Instalasi Farmasi RSUD Datoe Binangkang untuk melihat pencapaian kinerja yang telah dilakukan serta dasar bagi perbaikan kinerja selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Instalaasi Farmasi RSUD Datoe Binangkang dengan metode balanced scorecard berdasarkan perspektif pelanggan serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif evaluatif. Data diperoleh secara retrospektif dan prospektif. Kriteria data berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif melalui wawancara dan observasi langsung. Data kuantitatif melalui kuesioner. Hasil penelitian kinerja pada perspektif pelanggan dengan indikator kepuasan pasien menunjukkan pasien belum puas terhadap pelayanan yang diberikan, dengan perolehan nilai gap pada setiap dimensi yaitu: berwujud -0,22, kehandalan -0,17, ketanggapan -0,19, jaminan -0,02, empati -0,05. Kinerja pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dengan indikator kepuasan kerja karyawan tinggi 3,23, semangat kerja karyawan sangat tinggi 3,37, dan persentase pelatihan karyawan rendah 0%. Kesimpulan yang didapat pada kedua perspektif bahwa indikator dengan kinerja yang baik yaitu kepuasan kerja dan semangat kerja. Indikator dengan kinerja yang kurang baik yang memerlukan perhatian untuk diperbaiki yaitu pelatihan karyawan dan kepuasan pasien.Kata Kunci: Kinerja, Instalasi Farmasi, Balanced Scorecard, Perspektif Pelanggan, Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENENTUAN TOTAL KANDUNGAN FENOLIK EKSTRAK ETANOL DAUN NANAMUHA (Bridelia monoica Merr)
ABSTRACTNanamuha (Bridelia monoica Merr.) is a plant that was used as a cancer and tumor drug by the Sangihe Islands community. This plant contains phenol compounds, flavonoids, alkaloids and tannins. The purpose of this study was to determine the potential of nanamuha leaves that grow in the Sangihe Island to have antioxidant activity and determine the total phenolic ethanol extracts of nanamuha leaf. The extraction method used is maceration with ethanol solvent p.a. The extracts obtained was determined total phenolic and antioxidant activity test using DPPH method. Based on the results obtained, the ethanol extracts of nanamuha leaves has antioxidant activity with an IC50 value of 75,03 µg / mL and the result showed that the total phenol content the ethanol extracts of nanamuha leaves of 53,34 mg / L.  Keywords : Nanamuha leaf, total phenol, antioxidant activity, DPPH  ABSTRAKNanamuha (Bridelia monoica Merr.) merupakan tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat kanker dan tumor oleh masyarakat Kepulauan Sangihe. Tanaman ini memiliki kandungan senyawa fenol, flavonoid, alkaloid dan tanin. Tujuan dari penelitian ini adalah unutuk mengetahui potensi dari daun nanamuha yang tumbuh di Kepulaun Sangihe ini memiliki aktivitas antioksidan dan menentukan total fenolik dari ekstrak etanol daun nanamuha. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol p.a. Ekstrak yang diperoleh ditentukan total fenolik dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Berdasarkan hasil yang didapatkan ekstrak etanol daun nanamuha memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 75,03 µg/mL dan hasil penelitian menunjukan total kandungan fenolik ekstrak etanol daun nanamuha sebesar 53,34 mg/L. Kata kunci : Daun Nanamuha, Total fenol, Aktivitas antioksidan, DPP
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK HEKSANA RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K. Schum) TERHADAP BAKTERI Klebsiella pneumoniae ISOLAT URIN PADA INFEKSI SALURAN KEMIH
ABSTRACT Galangal rhizome traditionally used to treat diseases. Red galangal rhizome contains flavonoid compounds, which are thought to be able to inhibit the growth of bacteria. Urinary tract infections are infections that occur due to the proliferation of microorganisms in the urinary tract. This study aims to determine the antibacterial activity of non-polar extracts of red galangal (Alpinia purpurata K.Schum) against the growth of Klebsiella pneumoniae bacterial urine isolates in urinary tract infections. Extraction was carried out by maceration method using n-hexane solvent. The antibacterial activity was testing using the paper disc diffusion method (Kirby and Bauer diffusion). The results showed that the inhibitory activity of extracts with concentrations of 80%, 40%, 20%, and 10% of the average diameter of the clear zone were 11.03 mm, 8.75 mm, 7.1 mm and 6.03 mm. Shows that the inhibition at 80% concentration is strong, while at 40% concentration, 20% is moderate and at 10% concentration is moderate. Based on this study it can be concluded that the non-polar extract of red galangal can inhibit the bacteria Klebsiella pneumoniae urine isolate in urinary tract infections. Keywords: Red Galangal Rhizome, Antibacterial, Inhibition  ABSTRAK Rimpang lengkuas secara tradisional digunakan untuk mengobati penyakit. Rimpang Lengkuas merah mengandung senyawa golongan flavonoid yang diduga mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Infeksi saluran kencing merupakan infeksi yang terjadi akibat berkembangbiaknya mikroorganisme di dalam saluran kemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak non-polar rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K.Schum) terhadap pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae isolat urin pada infeksi saluran kemih. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut n-heksan. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan cakram kertas (difusi Kirby dan Bauer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya hambat ekstrak dengan konsentrasi 80%, 40%, 20%, dan 10% rata-rata diameter zona beningnya 11,03 mm, 8,75 mm, 7,1 mm, dan 6,03 mm. Menunjukkan bahwa daya hambat pada konsentrasi 80% termasuk kuat, sedangkan pada konsentrasi 40%,20% termasuk sedang dan pada konsentrasi 10% termasuk sedang. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak non-polar lengkuas merah dapat menghambat bakteri Klebsiella pneumoniae isolat urin pada infeksi saluran kemih. Kata Kunci: Rimpang Lengkuas Merah, Antibakteri, Daya Hamba
UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT
ABSTRACTJatropha curcas L. leaves is plants containing saponins, flavonoid compounds such as kaempferol, nicotoflorin, quersitin, astragalin, ricinin and vitamin C. Flavonoids showed more than one hundred kinds of bioactivity, which is antipyretic, analgesic and anti-inflammatory effects. Several researches informed that flavonoid compound had antipyretic activity. The aim of this study was to examined the effect of ethanolic extract of Jatropha curcas L. leaves as antipyretic on white Wistar male rats (Rattus norvegicus) induced with DPT. There were 15 rats tested, divided into 5 groups that is negative control (CMC 1%), positive control (paracetamol) and treatment group of physic nut leaves extract 200 mg, 400 mg and 800 mg. Every rat was induced by fever using 0,4 ml of DPT vaccine intramuscularly. The temperature was measured before the rats were induced, 2-3 hour after induced and every 30 minute for 3 hours. The data obtained were analyzed by ANOVA (Analysis of Variants) and LSD. The results showed that the dose group of Jatropha curcas L. leaves ethanol extract had comparable activity with positive control of paracetamol in reducing fever. The conclusion was the ethanol extract of Jatropha curcas L. leaves has an antipyretic activity that could reduce temperature on white Wistar male rats at a dose of 200 mg, 400 mg and 800 mg. Keywords: Jatropha curcas L., antipyretic, Rattus norvegicus ABSTRAKDaun Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) merupakan tanaman yang mengandung saponin, senyawa flavonoida antara lain kaempferol, nikotoflorin, kuersitin, astragalin, risinin dan vitamin C. Flavonoid menunjukkan lebih dari seratus macam bioaktivitas, antara lain efek antipiretik, analgetik dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antipiretik ekstrak etanol daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) terhadap tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi vaksin DPT. Hewan uji yang digunakan sebanyak 15 ekor dan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol negatif (CMC 1%), kontrol positif (parasetamol) dan kelompok dosis uji yaitu pemberian ekstrak daun jarak pagar 200 mg, 400 mg dan 800 mg. Setiap tikus diinduksi demam dengan vaksin DPT dosis 0,4 ml secara intramuskular. Pengukuran suhu dilakukan sebelum induksi, 2-3 jam setelah pemberian induksi dan setiap 30 menit selama 3 jam. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA (Analysis of Variance) dan uji LSD (Least Significant Different). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok dosis ekstrak etanol daun jarak pagar memiliki aktivitas yang sebanding dengan kontrol positif parasetamol dalam menurunkan demam. Kesimpulannya ekstrak etanol daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) memiliki aktivitas antipiretik yang dapat menurunkan suhu tubuh pada tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus) pada dosis 200 mg, 400 mg dan 800 mg. Kata kunci: Jatropha curcas L., antipiretik, Rattus norvegicu
PEMANFAATAN NIRA AREN MENJADI BIOETANOL UNTUK BAHAN BAKAR EMULSI YANG RAMAH LINGKUNGAN
ABSTRACTThis research purpose is to make gasohol fuel made from a mixture of ethanol and Pertamax as well as ethanol and pertalite. Ethanol used for this mixture has been through the process of reflux fermentation and distillation. Then the ethanol distillation process is carried out to obtain purity above 80%. The next stage is the process of mixing ethanol with Pertalite and Pertamax where the concentration of ethanol that will be mixed with Pertamax and Pertalite to become gasohol varies from 80% to 98% ethanol at 1% intervals. The Pertalite and Pertamax used for each sample was 7 ml while ethanol was added while shaking with a circular motion of the test tube until the solution became one phase. Using 80% ethanol in the mixture produces a Pertalite: pure ethanol: water ratio of 1: 11.65: 2.91 (in volume units), while 98% ethanol in the mixture produces a Pertalite: pure ethanol: water ratio of 1: 0.007 : 0.001 (in units of volume). For Pertamax, the minimum ethanol concentration mixed with Pertamax into a single-phase emulsion is 88% with a composition of 1: 5.91: 0.81. Keywords: ethanol, Pertalite, Pertamax. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membuat bahan bakar gasohol dengan beberapa campuran antara etanol dan Pertamax juga etanol dan Pertalite. Tahapan yang pertama yaitu pembuatan etanol dari nira aren yang sudah terfermentasi. Kemudian dilakukan proses destilasi etanol untuk mendapatkan kemurnian di atas 80%. Tahapan selanjutnya yaitu proses pencampuran etanol dengan Pertalite dan Pertamax dimana konsentrasi etanol yang akan dicampur dengan Pertamax dan Pertalite untuk menjadi gasohol divariasikan mulai dari etanol 80% sampai 98% dengan interval 1%. Pertalite dan Pertamax yang digunakan untuk setiap sampel adalah 7 ml sementara untuk etanol ditambahkan sambil diputar dalam tabung reaksi sampai larutan menjadi satu fasa. Dengan menggunakan etanol 80% dalam campuran menghasilkan perbandingan Pertalite : etanol murni : air adalah 1: 11,65: 2,91 (dalam satuan volume), sementara untuk etanol 98% dalam campuran menghasilkan perbandingan Pertalite : etanol murni : air adalah 1: 0.007: 0.001 (dalam satuan volume). Untuk Pertamax, konsentrasi etanol minimum yang dicampur dengan Pertamax menjadi emulsi satu fase adalah 88% dengan komposisi 1: 5.91: 0.81. Konsentrasi etanol maksimum yang dicampur dengan Pertamax menjadi emulsi satu fase adalah 97% dengan perbandingan volume Pertamax : etanol murni : air adalah 1: 0,41: 0,02.Kata kunci : etanol, Pertalite, Pertamax
AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ALGA Turbinaria ornata (Turner) J. Agardh YANG DIPEROLEH DARI PERAIRAN TELUK MANADO
ABSTRACT Marine biota such as algae has been developed to be used as a source of medicinal raw materials in the pharmaceutical industry. Extracs from Turbinaria ornata algae J. Agardh showed antibacterial activity. This study aims to determine the antibacterial activity of the Turbinaria ornata (Turner) J. Agardh fraction obtained from the waters of the Manado Bay against the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. The method used in this study is an experimental laboratory. Turbinaria ornata (Turner) J. Agardh was extracted by maceration method with ethanol 96% solvent followed by fractionation and antibacterial activity testing with diffusion method. Antibacterial activity was determined based on the results of the clear zone measurements formed around the disc paper. The results showed that the methanol at a concentration of 10%, 20%, 30%, fractions of 30% ethyl acetate, and fractions of 20% and 30% n-hexane, have antibacterial activity which is categorized strongly in both bacteria of S. aureus and E. coli, while ethyl acetate fractions with a concentration of 10% and 20% againts S.aureus is in the moderate category. Likewise the antibacterial activity of n-hexane fraction with a concentration of 10% againts E. coli was included in the medium category. Keywords: Turbinaria ornata (Turner) J. Agardh, antibacterial, Staphylococcus aureus, Escherichia coli ABSTRAK            Biota laut seperti alga telah banyak dikembangkan untuk digunakan sebagai sumber bahan baku obat dalam industri farmasi. Ekstrak dari alga Turbinaria ornata (Turner) J. Agardh menunjukan adanya aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi Turbinaria ornata (Turner) J. Agardh yang diperoleh dari perairan Teluk Manado terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococus aureus dan Escherichia coli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Turbinaria ornata (Turner) J. Agardh diekstraksi dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dilanjutkan dengan tahap fraksinasi dan pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi. Aktivitas antibakteri ditentukan berdasarkan hasil pengukuran zona bening yang terbentuk disekitar kertas cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi metanol pada konsentrasi 10%. 20% ,30%, fraksi etil asetat konsentrasi 30%, dan fraksi n-heksana pada konsentrasi 20%, 30% memiliki aktivitas antibakteri yang dikategorikan kuat pada kedua bakteri yaitu  S. aureus dan E. coli, sedangkan fraksi etil asetat dengan konsentrasi 10% dan 20% pada bakteri S. aureus termasuk dalam kategori sedang. Begitu pula aktivitas antibakteri fraksi n-heksan dengan konsentrasi 10% terhadap E. coli termasuk dalam kategori sedang. Kata kunci : Turbinaria ornata (Turner) J. Agardh, antibakteri, Staphylococus aureus, Escherichia coli
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI KARANG LUNAK Sinularia SP. DI TELUK MANADO
ABSTRACT Soft Coral Sinularia sp.has been shown to have antibacterial activity. This research aims to determine the antibacterial activity of marine organisms obtained from Manado bay. The method in this study is the diffusion method with positive control chloramphenicol and negative control of methanol in Escerichia coli and Sthaphylococcus aureus. The result showed that extracts, chloroform fraction and methanol-water fraction were obtained inhibiting category of Sthapylococcus aureus bacteria, but in the chloroform fraction and ethanol extract can inhibit Escerichia coli bacteria categorized as strong. With it can be conlueded that the extract and fraction of soft Sinularia sp. have bioactive compounds with a broth spectrum of antibacterial activity.Keywords: Sinularia sp., Chloramphenicol, Escerichia coli, Sthaphylococcus aureus, and antibacterial. ABSTRAK Karang lunak Sinularia sp. telah terbukti memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada organisme biota laut yang diperoleh dari teluk Manado. Metode dalam penelitian ini adalah metode difusi agar dengan kontrol positif kloramfenikol dan kontrol negatit metanol pada Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak, fraksi kloroform, dan fraksi metanol-air dapat menghambat bakteri Staphylococcus aereus dikategorikan sedang, namun pada fraksi kloroform dan ekstrak etanol dapat menghambat bakteri Escerichia coli dikategorikan kuat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi karang lunak Sinularia sp.memiliki senyawa bioaktif dengan spektrum yang luas terhadap aktivitas antibakteri.Kata kunci: Sinularia sp, Kloramfenikol, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan antibakter
AKTIVITAS ANTIMIKROBA DARI EKSTRAK DAN FRAKSI KARANG LUNAK Sarcophyton sp., DARI PERAIRAN PONTENG DESA TUMBAK MINAHASA TENGGARA TERHADAP MIKROBA PATOGEN Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans
ABSTRACTSoft coral sarcophyton sp., poruduces natural chemical compounds and is known as a natural product. These natural chemical compounds have the potential as a source of natural medicine. Soft coral sarcophyton sp., has antimicrobial, antibacterial, anti-fungal, anti-tumor,neurotoxic, and anti-inflammatory activities that are beneficialt to the pharmaceutical industry. This study aims to determine the biological activity of soft corals Sarcophyton sp., collected from the waters of Ponteng Tumbak Village, Southeast Minahasa Regency on microbial growth of staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Candida albicans. Soft coral samples were macerated with 96% of ethanol solvent and partitioned liquid-liquid using methanol, chloroform, and n-hexane solvents. Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria with a medium category, and were unable to inhibit the growth of the fungus Candida albicans.Keywords: Sarcophyton sp., Antimicrobial, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Candida albicans.ABSTRAKKarang lunak Sarcophyton sp., merupakan salah satu jenis karang lunak yang memproduksi senyawa kimia alami dan dikenal dengan istilah natural product. Senyawa kimia alami tersebut berpotensi sebagai sumber obat alami. Karang lunak Sarcophyton sp., mempunyai aktivitas antimikroba, antibakteri, anti fungi, anti tumor, neurotoksik, dan anti inflamasi yang bermanfaat bagi industry farmasi. Karang lunak Sarcophyton sp., ditemukan di daerah perairan Poteng Desa Tumbak Minahasa Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas daya hambat pertumbuhan mikroorganisme dari Karang lunak Sarcophyton sp., terhadap mikroba Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans. Sampel diekstraksi metode maserasi dengan pelarut etanol dan fraksinasi menggunakan pelarut methanol, kloroform, dan n-heksan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing ekstrak dan fraksi mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan kategori daya hambat sedang. Sedangkan masing-masing ekstrak dan fraksi pada Jamur Candida albicans tidak mampu menghasilkan aktivitas antibakteri. Kata Kunci :  Sarcophyton sp., Antimikroba, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albican
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN Stylissa sp. DENGAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil)
ABSTRACTThis study aims to analyze the antioxidant activity of Stylissa sp., sponge. The Stylissa sp., sponge sample was obtained from the Lembeh Strait, waters Bitung. This research is an experimental laboratory by testing the ethanol extracts of Stylissa sp., sponge using DPPH method (1,1-diphenil2-pikrihidrazil) to analyze antioxidant activity using a spectrophotometer. The results of this study show the antioxidant levels of the Stylissa sp., sponge in the Lembeh Strait waters have antioxidant activity and the higher the concentration the higher the antioxidant levels produced. The greatest antioxidant level is found in Stylissa sp., sponge with a concentration of 100 mg / L. Keywords : Antioxidants, DPPH, Sponge Stylissa sp ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antioksidan dari Stylissa sp. Sampel Spons Stylissa sp di peroleh dari perairan Selat Lembeh, Bitung. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium dengan pengujian terhadap ektrak etanol Spons Stylissa sp dengan metode DPPH (1,1-diphenil-2-pikrihidrazil) untuk menganalisis aktivitas antioksidan dengan menggunakan sprektrofotometer. Hasil penelitian ini memperlihatkan kadar antioksidan dari Spons Stylissa sp di perairan Selat Lembeh mempunyai aktivitas antioksidan dan semakin tinggi konsenstrasi semakin tinggi pula kadar antioksidan yang dihasilkan. Kadar antioksidan yang paling besar terdapat pada Spons Stylissa sp dengan konsentrasi 100 mg/L.Kata kunci : Antioksidan, DPPH, Spons Stylissa s
GAMBARAN KEJADIAN MEDICATION ERROR DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSU ELIM RANTEPAO
ABSTRACT Medication Error is an event that is detrimental to the patient due to errors in the administration of drugs during the handling of health personnel, which can actually be prevented. Data on incidents of medication errors at Elim Hospital, Rantepao in 2017 were 85 cases (0.085% of the total 98,892 prescription sheets served). This study aims to determine the incidence and the percentage of medication errors during the prescribing and dispensing phase in the Emergency Installation of Elim Hospital ,Rantepao. This research is a descriptive analysis with prospective data collection. The results showed that medication errors which occurred at prescribing stage included no prescription doctor's name was 9.19%, no medical record number was 6.13%, no doctor's initial was 99.61%, patient's name was not clear was 0.57% , there was no patient age, was 6.89%, no concentration / dosage was 2.68%, no dosage form was 52.10%, and no prescription date was 1.72%. While medication errors at the dispensing stage include taking the drug was 0.38% and the lack of drug prepared was 0.19%. Based on the results of the study, it can be concluded that the biggest occurrence of medication errors in Emergency Services at Elim Hospital, Rantepao was occurred in the prescribing phase.Keywords: medication error, prescribing, dispensing, Emergency Installation ABSTRAKMedication Error adalah kejadian yang merugikan pasien akibat kesalahan dalam pemberian obat selama penanganan tenaga kesehatan, yang sebetulnya dapat dicegah. Data insiden kejadian medication error RSU Elim Rantepao pada tahun 2017 yaitu sebanyak 85 kasus (0,085 % dari total 98.892 lembar resep yang dilayani). Penelitian ini bertujuan menentukan kejadian dan persentase medication error pada fase prescribing dan dispensing di Instalasi Gawat Darurat RSU Elim Rantepao. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat analisis deskriptif dengan pengumpulan data secara prospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa medication error yang terjadi pada tahap prescribing meliputi tidak ada nama dokter penulis resep 9,19%, tidak ada nomor rekam medik 6,13%, tidak ada paraf dokter 99,61%, nama pasien tidak jelas 0,57%, tidak ada usia pasien 6,89%, tidak ada konsentrasi/dosis sediaan 2,68%, tidak ada bentuk sediaan 52,10 %, dan tidak ada tanggal pembuatan resep 1,72%. Sedangkan medication error pada tahap dispensing meliputi salah pengambilan obat 0,38% dan obat ada yang kurang 0,19%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa kejadian medication error di Instalasi Gawat Darurat RSU Elim Rantepao terbesar yaitu terjadi pada fase prescribing.Kata-kata kunci : medication error , prescribing, dispensing, Instalasi Gawat Darura