PHARMACON
Not a member yet
1026 research outputs found
Sort by
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN ALGA Halimeda opuntia DENGAN METODE DPPH [1,1-difenil-2-pikrilhidrazil]
Macroalgae genus Halimeda has potential as an antioxidant. Halimeda Opuntia is one type of green algae that is quite dominant in the waters of Lembeh Strait, Bitung. The research aims to analyse the antioxidant activity of Halimeda Opuntia. This research is an experimental laboratory with testing the ethanol extract of the Halimeda algae with the DPPH method [1,1-difenil-2-pikrilhidrazil] to analyse antioxidant activity by using Spectrophotometer. The research shows the antioxidant levels of Halimeda Opuntia algae in the waters of Lembeh Strait has antioxidant activity and the higher the concentration higher also the antioxidant levels are produced. The highest antioxidant levels are found in the Halimeda opuntia with a concentration of 100mg/L. This results show that extract of Halimeda opuntia possesses a vital potency as an antioxidant that give value added in pharmacy industries.Keywords: Activity, Antioxidants, DPPH, Halimeda opuntia.ABSTRAKMakroalga genus Halimeda terdapat potensi sebagai antioksidan. Halimeda opuntia merupakan salah satu jenis alga hijau yang cukup dominan di perairan Selat Lembeh, Bitung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antioksidan dari Halimeda opuntia. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium dengan pengujian terhadap ektrak etanol alga Halimeda opuntia dengan metode DPPH [1,1-difenil-2-pikrilhidrazil] untuk menganalisis aktivitas antioksidan dengan menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian ini memperlihatkan kadar antioksidan dari alga Halimeda opuntia di perairan Selat lembeh mempunyai aktivitas antioksidan dan semakin tinggi konsentrasi semakin tinggi pula kadar antioksidan yang dihasilkan. Kadar antioksidan yang paling besar terdapat pada alga Halimeda opuntia dengan konsentrasi 100mg/L. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak Halimeda opuntia memiliki potensi vital sebagai antioksidan yang memberikan nilai tambah dalam industri farmasi.Kata kunci: Aktivitas, Antioksidan, DPPH, Halimeda opuntia
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA DARI JAMUR LAUT YANG BERASOSIASI DENGAN ORGANISME LAUT KARANG LUNAK Lobophytum sp.
ABSTRACT Soft coral (Octocorallia alcyonacea) is an animal were member of Coelenterata that live in tropical and subtropical shallow marine waters. Soft corals have considerable potentially in producing active compounds that can be used in the pharmaceutical world. This study aims to determine the antimicrobial activity of marine mushrooms associated with soft coral Lobophyton sp., against Staphylococcus aureus, Eschericia coli and Candida albicans. The results of this study indicate that extracts from fungi associated with soft coral Lobophyton sp., have activity only in Staphylococcus aureus and Candida albicans, whereas for Eschericia coli have no antimicrobial activity. Keywords: Antimicrobial, Sea Mushroom, Lobophyton sp. ABSTRAK Karang Lunak (Octocorallia alcyonacea) merupakan hewan anggota Coelenterata yang hidup di perairan dangkal tropis dan subtropis. Karang lunak memiliki potensi cukup besar dalam menghasilkan senyawa aktif yang dapat digunakan dalam dunia farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan adanya Aktivitas Antimikroba dari Jamur Laut Yang Berasosiasi dengan Karang Lunak Lobophytum sp terhadap bakteri bakteri Staphylococcus aureus, Eschericia coli dan jamur Candida Albicans. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak dari Jamur yang berasosiasi dengan Karang Lunak Lobophytum sp memiliki Aktivitas hanya pada bakteri Staphylococcus aureus dan jamur Candida albicans, sedangkan untuk bakteri Eschericia coli tidak memiliki Aktivita Antimikroba          Kata kunci: Antimikroba, Jamur Laut, LobophytumÂ
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA KARANG LUNAK Dendronephtya sp., YANG DIKOLEKSI DARI DESA TUMBAK KECAMATAN PUSOMAEN, KABUPATEN MINAHASA TENGGARA TERHADAP Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Candida albicans
ABSTRACTSoft coral Dendronephtya sp., living in the waters of coral reefs that are rather deep, at depths below 10 meters, grow attached to a hard substrate, protected under lumps of living coral or dead coral. This study aims to determine the antimicrobial activity of soft coral Dendronephtya sp., collected from the waters of Tumbak Village, Pusomaen District, Southeast Minahasa Regency, against Escherichia coli, Staphylococcus aureus and Candida albicans. Dendronephtya sp., extracted by maceration method using 96% ethanol solvent, fractionation using liquid-liquid partition method with n-hexane, chloroform and methanol solvent, and the testing of antimicrobial activity using the Kirby Bauer diffusion method. The results showed that ethanol extract of soft corals (Dendronephtya sp.), n-hexane fraction had inhibition of 8 mm against Escherichia coli bacteria, 7 mm against Staphylococcus aureus while Candida albicans had very good activity in n-hexane fractions of n-hexane. 9.3 mm, so it can be recommended as an antimicrobial. Keywords : Antimicrobial, Candida albicans, Escherichia coli, Soft Coral (Dendronephtya sp.), Staphylococcus aureus. ABSTRAKKarang lunak Dendronephtya sp., hidup di perairan terumbu karang yang agak dalam, pada kedalaman di bawah 10 meter, tumbuh melekat di dasar yang keras, terlindung di bawah bongkahan karang hidup atau karang mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antimikroba dari karang lunak Dendronephtya sp., yang dikoleksi dari perairan Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Dendronephtya sp., diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, fraksinasi menggunakan metode partisi cair-cair dengan pelarut n-heksan, kloroform dan metanol, dan pengujian aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi agar Kirby Bauer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol karang lunak (Dendronephtya sp.) Fraksi karang n-heksan memiliki daya hambat sebesar 8 mm terhadap bakteri Escherichia coli, 7 mm pada Staphylococcus aureus  sedangkan  Candida albicans aktivitas yang sangat baik terjadi pada fraksi dan ekstrak n-heksan sebesar 9,3 mm, sehingga dapat direkomendasikan sebagai antimikroba. Kata Kunci : Antimikroba, Candida albicans, Escherichia coli,  Karang Lunak (Dendronephtya sp.), dan Staphylococcus aureu
PROFIL PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENGOBATAN MANDIRI (SWAMEDIKASI) DI DESA BUKAKA KECAMATAN KOTABUNAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR
ABSTRACTThe effort that most done by the community to treat disease before deciding to seek help from health services or health worker is called self medication. The aim of this research is to describe the profile of community knowledge about self medication in Bukaka Village, Kotabunan sub-district, Bolaang Mongndow Timur district. This research is an observational descriptive research which uses analytic survey method. Data collection was carried out from 165 respondents selected based on inclusion and exclusion criteria. Based on this research, it can be concluded that the profile of community knowledge about self-medication (self-medication) in Bukaka Village is still inadequate, where the percentage of community knowledge level of Bukaka Village is 36% which shows how the community's knowledge is categorized as lacking. Keywords: Knowledge, Community, Self Medication  ABSTRAKUpaya yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi keluhan, gejala penyakit, sebelum memutuskan mencari pertolongan kepada tenaga kesehatan atau sarana pelayanan kesehatan, yaitu dengan melakukan pengobatan mandiri (swamedikasi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana profil pengetahuan masyarakat Desa Bukaka Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongndow Timur (boltim) tentang pengobatan mandiri (swamedikasi). Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan jenis penelitian deskriptif yang menggunakan metode survei analitik. Pengambilan data dilakukan terhadap 165 orang responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa profil pengetahuan masyarakat tentang pengobatan mandiri (swamedikasi) di Desa Bukaka masih kurang dan belum memadai, dimana persentase tingkat pengetahuan masyarakat Desa Bukaka sebesar 36% yang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat termasuk kategori kurang. Kata Kunci : Pengetahuan, Masyarakat, SwamedikasiÂ
TINJAUAN PENGGUNAAN DAN POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIKEJANG DENGAN OBAT LAIN PADA PASIEN STROKE PERDARAHAN RAWAT INAP RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO
ABSTRACK Hemorrhagic stroke is a stroke caused by intra-cerebral hemorrhage or subarachniod hemorrhage due to rupture of cerebral blood vessels in certain areas so that blood fills the brain tissue. Seizures are the most common neurological problem in stroke patients. The occurrence of seizures due to stroke is believed to be the presence of lesions in the brain during a stroke and the formation of scar tissue. This study discusses the use of anti-seizures and the potential of anti-seizure interactions of hemorrhagic stroke patients in inpatient at RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. This study is involved retrospective data on 30 medical records of stroke patients with Hemorrhage in inpatients that met the inclusion criteria. Phenytoin as many as 23 (76,67%), phenytoin combined with Diazepam can occur as many as 4 (13,33%) and Diazepam by 3 (10%). Drug interactions, phenytoin combined with nicardipine which occurs as many as 2 (40%) interactions occur, phenytoin combined with Diazepam can occur as many as 3 (60%) interactions occur. Based on interactions, pharmacokinetic interactions were 5 (100%) occurrences.  Keywords: Hemorrhagic Stroke, anti-seizures, drug interactions ABSTRAK Stroke hemoragik adalah stroke yang disebabkan oleh perdarahan intraserebral atau perdarahan subaraknoid akibat pecahnya pembuluh darah otak di daerah tertentu sehingga darah mengisi jaringan otak. Kejang adalah masalah neurologis yang paling umum pada pasien stroke. Terjadinya kejang akibat stroke dipercayai adanya lesi di otak selama stroke dan pembentukan jaringan parut. Penelitian ini membahas penggunaan anti-kejang dan potensi interaksi anti-kejang pasien stroke hemoragik di rawat inap di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini melibatkan data retrospektif pada 30 catatan medis pasien stroke dengan Perdarahan pada pasien rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi. Fenitoin sebesar 23 (76,67%), Fenitoin dikombinasikan dengan Diazepam sebesar 4 (13,33%)., dan Diazepam sebesar 3 (10%). Interaksi obat, fenitoin yang dikombinasikan dengan nicardipine yang terjadi sebanyak 2 (40%) interaksi terjadi, fenitoin yang dikombinasikan dengan Diazepam dapat terjadi sebanyak 3 (60%) interaksi terjadi. Berdasarkan interaksi, interaksi farmakokinetik adalah 5 (100%) kejadian.  Kata kunci: Stroke Hemoragik, anti-kejang, interaksi oba
FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MENGGUNAKAN METODE DPPH (1.1-diphenyl-2-picrylhydrazyl)
ABSTRACT Red spinach leaves (Amaranthus tricolor L.) contain flavonoid compounds, saponins and tannins which had antioxidant potential. This study aims to test the antioxidant activity of ethanol extracts of Red spinach (Amaranthus tricolor L.) leaves used to be DPPH method and evaluate cream preparations used physical test parameters. This study used a laboratory experimental method. The formulate of cream preparations and variations in the concentration of 0,25%, 0,5%, 0,75 %, 1%, 1,25%. The results obtained before and after the cycling test showed that cream preparations with 0,5% concentration met organoleptic requirements, homogeneity, cream pH 5,29 (4,5-6,5), cream adhesion 16,20 seconds (> 4 seconds ), the spreadability of the cream is 5,37 cm (5-7 cm) and the antioxidant activity test produced value  2,82 ppm and vitamin C value of 0,22 ppm. It can be concluded that cream preparation of ethanol extract of Red spinach leaves meets physical test parameters, is stable and had very strong antioxidant activity.   Key words : Red spinach (Amaranthus tricolor L.), Cream, Antioxidants, DPPH (1.1-diphenyl-2- picrylhydrazyl). ABSTRAK Daun Bayam merah (Amaranthus tricolor L.) mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tannin yang memiliki potensial antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan sediaan krim ekstrak etanol daun Bayam merah (Amaranthus tricolor L.) menggunakan metode DPPH dan mengevaluasi sediaan krim menggunakan parameter uji fisik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dan formulasi sediaan krim dibuat dengan variasi konsentrasi 0,25%, 0,5%, 0,75%%, 1%, 1,25%. Hasil penelitian yang didapat sebelum dan sesudah cycling test menunjukkan bahwa sediaan krim konsentrasi 0,5% memenuhi persyaratan organoleptis, homogenitas, pH krim 5,29 (4,5-6,5), daya lekat krim 16,20 detik (>4 detik), daya sebar krim  5,37 cm (5-7 cm) serta uji aktivitas antioksidan menghasilkan nilai  2,82 ppm dan nilai  vitamin C 0,22 ppm. Dapat disimpulkan bahwa sediaan krim ekstrak etanol daun Bayam merah memenuhi parameter uji fisik, stabil dan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.  Kata kunci : Bayam merah (Amaranthus tricolor L.), Krim, Antioksidan, DPPH (1.1-diphenyl-2-picrylhydrazyl)
KANDUNGAN TERPENOID DALAM DAUN ARA (Ficus carica L.) SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus
ABSTRACT Fig leaves (Ficus carica L.) are known to the public with many health benefits. The content of efficacious compounds in fig leaves such as terpenoids has potential as an antibacterial and needs to be known. This study aims to determine the antibacterial activity of terpenoid content in extracts and fractions of fig leaves (Ficus carica L.) on the growth of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) bacteria by contact bioautography. Extraction was carried out by stratified soxhletation with n-hexane and ethyl acetate. Separation was carried out by coloum vacuum liquid chromatography (VLC) method. The wells diffusion method is used as the antibacterial activity test, while the TLC contact bioautography test is carried out to determine the antibacterial activity of the terpenoid content in the extracts and fractions. Extracts of n-hexane, ethyl acetate, and ethanol of fig leaf (Ficus carica L.) have antibacterial activity against MRSA with a diameter of inhibitory zone 0.111 ± 0.003; 0.328 ± 0.026, 1.044 ± 0.115 cm, and show significant differences. Extracts of n-hexane, ethyl acetate, and ethanol of fig leaf (Ficus carica L.) contain terpenoids. The fraction of ethyl acetate and ethanol extracts of fig leaves (Ficus carica L.) contains terpenoid compounds which can provide antibacterial activity against MRSA by TLC contact bioautography. Keywords:      fig leaves, Ficus carica L., antibacterial, Methicillin-Resistant S. aureus.  ABSTRAK Daun ara (Ficus carica L.) dikenal masyarakat dengan banyak manfaat dalam bidang kesehatan. Kandungan senyawa berkhasiat dalam daun ara seperti terpenoid berpotensi sebagai antibakteri dan perlu diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kandungan terpenoid dalam ekstrak maupun fraksi daun ara (Ficus carica L.) terhadap pertumbuhan bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) secara KLT bioautografi kontak. Ekstraksi dilakukan dengan cara soxhletasi bertingkat dengan pelarut n-heksana dan etil asetat. Pemisahan dilakukan dengan metode kromatografi kolom vakum cair (KVC). Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran, sedangkan uji bioautografi kontak dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kandungan terpenoid dalam ekstrak dan fraksi. Ekstrak n-heksana, etil asetat, dan etanol daun ara (Ficus carica L.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap MRSA dengan diameter zona hambat berturut-turut 0,111±0,003; 0,328±0,026, 1,044±0,115 cm, dan menunjukkan perbedaan signifikan. Ekstrak n-heksana, etil asetat, dan etanol daun ara (Ficus carica L.) mengandung terpenoid. Fraksi dari ekstrak etil asetat dan etanol daun ara (Ficus carica L.) mengandung senyawa terpenoid yang dapat memberikan aktivitas antibakteri terhadap MRSA secara KLT bioautografi kontak. Kata kunci : daun ara, Ficus carica L., antibakteri, Methicillin-Resistant S. aureu
UJI EFEK ANALGESIK EKSTRAK ETANOL DAUN KEJI BELING (Strobilanthes crispus L) PADA TIKUS PUTIH GALUR WISTAR (Rattus norvegicus)
ABSTRACT Pain is an unpleasant sensory and emotional experience due to tissue damage both actual and potential. Analgesics are a drug used to relieve pain without losing consciousness. Keji beling leaves (Strobilanthes crispus L) contain glycosidic ester compounds from caffeic acid, which have analgesic effects. This study aims to determine whether there is an analgesic effect on the ethanol extract of keji beling leaves with different doses, namely dose 0.0023g / 200gBW, 0.0047g / 200gBW, and 0.0094g / 200gBW in test animals of wistar strain male rats. This study uses a laboratory experimental research design using wistar strain male white rat as a test animal. The analgesic effect test was carried out by the heat stimulation method using a 53 °C water bath. The rat response was observed in the form of movements of licking the hind legs or jumping from before giving test material and after giving test material at 30, 60, 90 and 120 minutes, respectively. From the results of statistical data analysis with One Way Anova and LSD showed that the extracts keji beling leaves has an analgesic effect. Where among those three doses the best dose was 0.0023g / 200gBW. Keywords: Analgesic, anova, keji beling leaves, white male wistar rats. ABSTRAK Rasa nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan baik aktual maupun potensial. Analgesik ialah suatu obat yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit tanpa menghilangkan kesadaran. Daun keji beling (Strobilanthes crispus L) mengandung senyawa glikosidik ester dari asam caffeic yang memiliki efek analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya efek analgesik pada ekstrak etanol daun keji beling dengan dosis berbeda-beda yaitu dosis 0,0023g/200gBB, 0,0047g/200gBB, dan 0,0094g/200gBB pada hewan uji tikus putih jantan galur wistar. Penelitian ini menggunakan Rancangan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan hewan uji tikus putih jantan galur wistar. Pengujian efek analgesik dilakukan dengan metode rangsangan panas menggunakan waterbath suhu 53°C. Respon tikus diamati berupa gerakan menjilat kaki belakang atau melompat dari sebelum pemberian bahan uji dan sesudah pemberian bahan uji berturut-turut pada menit ke 30, 60, 90 dan 120. Dari hasil analisis data secara statistika dengan One Way Anova dan LSD menunjukkan bahwa ekstrak daun keji beling memiliki efek analgesik. Dimana antara ketiga dosis tersebut yang paling terbaik ialah dosis 0,0023 g/200gBB. Kata kunci : Analgesik, Anova, Daun Keji Beling, tikus putih jantan galur wista
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SPONS Stylissa sp. DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil)
ABSTRACTHabitat of sponge Stylissa sp., were under the sea and these sponges contain active compounds, which are more active than the compounds produced by terrestrial plants. Antioxidants are inhibitors of oxidation reactions due to the free radicals, which can cause weak damage to unsaturated cells, cell wall membranes, blood vessels, DNA bases, and lipid tissue, that causing disease. The study was conducted to determine the antioxidant activity of ethanol extracts of sponge Stylissa sp., which is located on the Bangka Island, Likupang District, North Minahasa Regency. Sponge Stylissa sp., was extracted by maceration with using ethanol. Testing of antioxidant activity was carried out by the DPPH method measured by a UV-Vis spectrophotometer. The results of the study showed that ethanol extracts of sponge Stylissa sp., has antioxidant activity in each concentration and the highest at a concentration of 100 mg / L. The conclusion is a ethanol extract of sponge Stylissa sp. have high antioxidant activity with a concentration of 25 mg/L (77,40%), concentration of 50 mg/L (85,63%), concentration of 75 mg/L (88,66%), and concentration 100 mg/L (88,96%). Key words: Stylissa sp. Sponge, Antioxidant, DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) ABSTRAKHabitat dari spons Stylissa sp. terdapat di bawah laut dan spons ini mengandung senyawa aktif yang persentase keaktifannya lebih besar dibandingkan dengan senyawa-senyawa yang dihasilkan oleh tumbuhan darat. Antioksidan adalah zat penghambat reaksi oksidasi akibat radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan lemah tak jenuh, membran dinding sel, pembuluh darah, basa DNA, dan jaringan lipid sehingga menimbulkan penyakit. Penelitian dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol biota laut spons Stylissa sp. yang terdapat di pulau Bangka, Kecamatan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara. Spons Stylissa sp. ini diekstrak dengan metode maserasi menggunakan etanol. Pengujian aktivitas antioksidan ini dilakukan dengan metode DPPH yang diukur dengan alat spektrofotometer UV-Vis. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol spons Stylissa sp. memiliki aktivitas antioksidan disetiap konsentrasi dan yang tertinggi pada konsentrasi 100 mg/L. Kesimpulan yang didapat bahwa ekstrak etanol spons Stylissa sp. memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi dengan konsentrasi 25 mg/L (77,40%), konsentrasi 50 mg/L (85,63%), konsentrasi 75 mg/L (88,66%), dan konsentrasi 100 mg/L (88,96%). Kata Kunci : Spons Stylissa sp., Antioksidan, DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN CAIR EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia Calabura L.) TERHADAP BAKTERI Staphlococcous epidermidis
ABSTRACT Cherry plants (Muntingia calabura L.) is a plant that has many properties in the treatment. One part of the plant that is widely used is the leaf which contain of flavonoid compounds, saponins and tannins contained in cherry leaves can inhibit bacterial activity. This study aims to formulate the liquid soap from ethanol extract of cherry leaves and test the antibacterial effectiveness of the liquid soap ethanol extract of cherry leaves with a concentration of 10%, 15% and 20% on the growth of Staphylococcus epidermidis bacteria. Liquid soap formulation of ethanol extract of cherry leaves with a concentration of 10%, 15% and 20% was conducted by laboratory experimental research. The results of testing the quality of liquid soap at a concentration of 10% meet the requirements according to the standards set by SNI namely organoleptic test, pH, high foam, moisture content, free alkali content, specific gravity. Concentrations of 15% and 20% did not meet the requirements for specific gravity testing. The test results of the antibacterial effectiveness of liquid soap ethanol extract of cherry leaves using the diffusion method with way of wells can inhibit the bacteria Staphylococcus epidermidis at concentrations of 10%, 15%, and 20% which categorize as weak. Keywords: Kersen, Peel-off mask, Antibacterial, Staphlococcous epidermidis  ABSTRAK Tanaman Kersen (Muntingia calabura L.) merupakan tanaman yang memiliki banyak khasiat dalam pengobatan. Salah satu bagian tanaman yang banyak digunakan ialah bagian daun yang mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tannin yang terdapat pada daun kersen mampu menghambat aktivitas bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan sabun cair ekstrak etanol daun kersen dan  menguji efektivitas antibakteri sediaan sabun cair ekstrak etanol daun kersen dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20% terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus Epidermidis. Formulasi sabun cair ekstrak etanol daun kersen dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20% dilakukan penelitian dengan metode eksperimental laboratorium. Hasil pengujian mutu sabun cair pada konsentrasi 10% memenuhi persyaratan sesuai standar yang ditetapkan SNI yaitu uji organoleptik, pH, tinggi busa, kadar air, kadar alkali bebas, bobot jenis. Konsentrasi 15% dan 20% tidak memenuhi persyaratan pada pengujian bobot jenis. Hasil uji efektivitas antibakteri sabun cair ekstrak etanol daun kersen menggunakan metode difusi agar dengan cara sumuran dapat menghambat bakteri Staphylococcus Epidermidis pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20% yang termasuk dalam kategori lemah. Kata kunci : Kersen, Masker peel-off, Antibakteri, Staphlococcous epidermidi