PHARMACON
Not a member yet
1026 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBERIAN INFUSA DAUN LABU SIAM (Sechium edule) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLETEROL DARAH TOTAL TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus)
ABSTRACT This study aims to determine the effect of infusion of conjoined pumpkin leaves (Sechium edule) on reducing total blood cholesterol of male white rats (Rattus norvegicus). The subjects of this study were 15 male white rats with an average body weight of 200 grams which were divided into 5 groups, each group consisted of 3 mice. The method used is a laboratory experiment with a completely randomized design. The results were obtained from 2 measurements of blood cholesterol levels, namely measurements before and after treatment. The treatment begins with the provision of high-fat foods for 48 days. On the 49th day a blood cholesterol level was measured before treatment. Furthermore, treatment was given to each group, namely aquades in the negative control group, simvastatin in the positive control group, and squash leaves infusion with their respective doses in the dose group I (40%), the dose group II (20%), and the dose group III (10%). Measurement of cholesterol levels after treatment was carried out on day 54. Data were analyzed by Paired t-test and One Way ANOVA. The analysis showed that there were no significant differences between treatment groups. Judging from the change in average and percentage, 40% infusion dose of siamese pumpkin leaves gives the best reduction in cholesterol levels. Keywords: Cholesterol, pumpkin leaves, male white mouse infusion. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa daun labu siam (Sechium edule ) terhadap penuruan kolesterol darah total tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Subjek penelitian ini berupa tikus putih jantan berjumlah 15 ekor dengan berat badan rata-rata 200 gram yang dibagi dalam 5 kelompok, masing-masing kelompok sebanyak 3 ekor. Metode yang digunakan yaitu eksperimen laboratorium dengan rancangan acak lengkap. Hasil penelitian diperoleh dari 2 kali pengukuran kadar koleterol darah yaitu pengukuran sebelum dan sesudah perlakuan. Perlakuan dimulai dengan pemberian makanan tinggi lemak selama 48 hari. Pada hari ke49 dilakukan pengukuran kadar kolesterol darah sebelum perlakuan. Selanjutnya diberikan perlakuan pada tiap kelompok yaitu aquades pada kelompok kontrol negatif, simvastatin pada kelompok kontrol positif, dan infusa daun labu siam dengan dosis masing-masing pada kelompok dosis I (40 %), kelompok dosis II (20 %), dan kelompok dosis III (10%). Pengukuran kadar kolesterol sesudah perlakuan dilakukan pada hari 54. Data diananlisis dengan Paired t-test dan One Way ANOVA. Hasil analisa menunjukan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan. Dilihat dari perubahan rerataan dan presentase, dosis infusa 40% daun labu siam memberikan penurunan kadar koleterol terbaik. Kata kunci : Infusa daun Labu siam, kolesterol, tikus putih jantan
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL ORGANISME LAUT SPONS Ianthella basta TERHADAP BEBERAPA MIKROBA PATOGEN
ABSTRACTSponges are multicellular metazoa animals belonging to the Porifera phylum, which has a different structure from other metazoans. The purpose of this study was to determine whether ethanol extracts from the marine organism sponge Ianthella basta have antimicrobial activity against several pathogenic microbes Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa and Candida albicans. The extraction method used is maceration with 96% ethanol solvent. The method used is the Diffusion Method (Disc Diffusion Kirby and Bauer). The antimicrobial activity test uses a 6 mm paper disc with 50 µL absorption per disc. The results of crude ethanol extract of Ianthella basta sponge from all test microbes, namely Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa and Candida albicans, were seen to provide the greatest inhibitory activity against Staphylococcus aureus bacteria with an average of inhibitory zone of 7.00 mm categorize as intermediate The results obtained showed that the crude extract of the sponge Ianthella basta has antimicrobial activity because it can inhibit the growth of Staphylococcus aureus, Escherichia coli and Candida albicans microbes even though the inhibition zone is categorized as intermediate. Keywords: Ianthella basta, antimicrobial, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Candida albicans. ABSTRAKSpons adalah hewan metazoa multiseluler tergolong ke dalam filum Porifera, yang memiliki perbedaan struktur dengan metazoan lainnya. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui apakah ekstrak etanol dari organisme laut spons Ianthella basta memiliki aktivitas antimikroba terhadap beberapa mikroba patogen Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa dan Candida albicans. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 96%. Metode yang digunakan yaitu Metode Difusi (Disc Diffusion Kirby and Bauer). Pengujian aktivitas antimikroba ini menggunakan kertas cakram (paper disc) berukuran 6 mm dengan daya serap 50 µL tiap cakram. Hasil ekstrak kasar etanol Spons Ianthella basta dari semua mikroba uji yaitu Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa dan Candida albicans, terlihat yang memberikan daya hambat paling besar terdapat pada bakteri Staphylococcus aureus dengan jumlah rata – rata zona hambat yaitu 7,00 mm dengan kategori sedang. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak kasar dari Spons Ianthella basta memiliki aktivitas antimikroba karena mampu menghambat pertumbuhan mikroba uji Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Candida albicans walaupun dengan zona hambat yang dikategorikan sedang. Kata Kunci : Ianthella basta, antimikroba, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Candida albicans
PENGUKURAN KINERJA INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT DAERAH LIUN KENDAGE TAHUNA DENGAN METODE BALANCED SCORECARD
ABSTRACT IFRS (Hospital Pharmacy Installation) has a strategic role in the development and economy of the hospital, so it is necessary to measure performance using the Balanced Scorecard (BSC) method. Research with BSC is to determine the performance of IFRS Liun Kendage Hospital, Tahuna, which is reviewed from a perspective of financial, and internal business process. This research is descriptive with retrospective and prospective data collection obtained through observations, administrative and financial reports of IFRS of Liun Kendage Hospital, Tahuna. The results showed that performance in the 2018 financial perspective contributed IFRS to the Hospital 34.34%, ITOR 3.99 times, internal business process perspective was obtained from the availability of drugs 89%, drug information services did not meet the 2016 Kepmenkes standard, dispensing time for concoctions, 39.48 minutes and non-concoction 28.45 minutes. The conclusion that the IFRS performance of Liun Kendage Hospital, Tahuna using the BSC method with two perspectives shows a pretty good performance. But there still needs to be an improvement in dispensing time, controlling drug supplies and drug information services. Keywords: Pharmacy Installation, Performance, Balanced Scorecard ABSTRAK IFRS (Instalasi Farmasi Rumah Sakit) memiliki peran yang strategis dalam perkembangan serta ekonomi rumah sakit, perihal tersebut sehingga perlu dilakukan pengukuran kinerja dengan metode Balanced Scorecard (BSC). Penelitian dengan BSC untuk mengetahui kinerja IFRS Liun Kendage Tahuna yang ditinjau dari perspektif keuangan dan perspektif proses bisnis internal. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dan prospektif yang diperoleh melalui observasi, laporan administrasi dan keuangan IFRS dan Rumah Sakit Liun Kendage Tahuna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pada perspektif keuangan tahun 2018 kontribusi IFRS ke RS 34,34 %, ITOR 3,99 kali, perspektif proses bisnis internal didapatkan dari ketersediaan obat 89%, pelayanan informasi obat belum memenuhi standar Kepmenkes 2016, dispensing time untuk racikan 39,48 menit dan non racikan 28,45 menit. Kesimpulan yang didapat bahwa kinerja IFRS Liun Kendage Tahuna yang menggunakan metode BSC dengan dua perspektif  menunjukkan kinerja yang cukup baik. Tetapi masih perlu adanya perbaikan dalam dispensing time, pengendalian persediaan obat dan pelayanan informasi obat.Kata Kunci: Instalasi Farmasi, Kinerja, Balanced Scorecard
UJI ANTIDIABETIK EKSTRAK ETANOL BUNGA PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN
ABSTRACT This study aims to determine the antidiabetic activity of papaya flower ethanol extract (Carica papaya L.) against male white rats (Rattus norvegicus) induced by alloxan. This research is experimental. Fifteen rats were divided into 5 treatment groups, each group consisted of 3 rats. The first group was the negative control group given Aquades, the second group was positive control given Glibenklamid, the three groups were 200 mg dose variation groups, four groups were 400 mg dose variations, and the five groups were 800 mg dose variations. Previously, rats were examined fasting blood glucose levels, then mice were induced by an alloxan dose of 120 mg / kgBW intraperitoneally. On the 3rd day blood glucose levels were examined and then treated according to groups for 7 days, measurement of blood glucose levels after the treatment was carried out once every 3 days namely day 3, day 7, and day 10. Data obtained were then analyzed statistically using SPSS , including normality test (Shapiro-Wilk), homogeneity test (Levene), ANOVA test (One way). The results of this study indicate that Papaya Flower (Carica papaya L.) Ethanol Extract can provide the best blood glucose level reduction effect at a dose of 800 mg. Keywords : Antidiabetic, Papaya Flower Extract (Carica papaya L.), Diabettes Mellitus, Male White Rat (Rattus norvegicus), Aloxan.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Antidiabetik Ekstrak Etanol Bunga Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi Aloksan. Penelitian ini bersifat eksperimental. Sebanyak 15 ekor tikus dibagi ke dalam 5 kelompok perlakuan masing- masing kelompok terdiri dari 3 ekor tikus. Kelompok pertama kelompok Kontrol negatif yang diberikan Aquades, Kelompok kedua Kontrol Positif yang diberikan Glibenklamid, kelompok tiga kelompok variasi dosis 200 mg, kelompok empat kelompok variasi dosis 400 mg, dan kelompok lima kelompok variasi dosis 800 mg. Sebelumnya tikus dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah puasa, selanjutnya tikus diinduksi Aloksan dosis 120 mg/kgBB secara intraperitoneal. Pada hari ke 3 diperiksa kadar Glukosa darah kemudian diberikan perlakuan sesuai kelompok selama 7 hari, pengukuran kadar glukosa darah setelah perlakuan dilakukan 3 hari sekali yaitu hari ke 3, hari ke 7, dan hari ke 10. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik menggunakan SPSS, meliputi uji normalitas (Shapiro-Wilk), uji homogenitas (Levene), uji ANOVA (One way). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ekstrak Etanol Bunga Pepaya (Carica papaya L.) dapat memberikan efek penurunan kadar glukosa darah yang paling baik yaitu pada dosis 800 mg. Kata kunci : Antidiabetik, Ekstrak Bunga pepaya (Carica papaya L.), Diabettes Mellitus, TikusPutih Jantan (Rattus norvegicus), Aloksan
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KARANG LUNAK Klyxum Sp YANG DIKOLEKSI DARI DESA TUMBAK KECAMATAN POSUMAEN MINAHASA TENGGARA
ABSTRACT Soft Coral Klyxum sp.. is a rich sources in bioactive compounds such as terpenoids, steroids, and steroid glycosides which are commonly used in the health sector. The purpose of this study was to determine the activity of antioxidant compounds from ethanol extracts of Klyxum sp. Klyxum sp., was extracted by maceration using ethanol as a solvent. As a parameter, testing of antioxidant activity was carried out using the DPPH (1,1-diphenil-2-picrylhydarzyl) method, which was measured using UV-Vis spectrophotometry at a wavelength of 517 nm. The results showed that the ethanol extracts of soft coral Klyxum sp., proven to have antioxidant activity in each concentration test. Keywords: Klyxum sp. Soft Coral, Antioxidants, Extraction, DPPH   ABSTRAK Karang Lunak Klyxum sp. merupakan sumber yang kaya akan senyawa bioaktif seperti terpenoid, steroid, dan steroid glikosida yang biasa dimanfaatkan dalam dibidang kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu, untuk mengetahui aktivitas senyawa antioksidan dari ekstrak etanol Karang Lunak Klyxum sp. Karang Lunak Klyxum sp. diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol sebagai pelarut. Sebagai parameter, pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-diphenil-2-picrylhydarzyl) yang diukur menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol Karang Lunak Klyxum sp. terbukti memiliki aktivitas antioksidan disetiap konsentrasi pengujian. Kata Kunci : Karang Lunak Klyxum sp., Antioksidan, Ekstraksi, DPP
UJI EFEK ANALGETIK NANOPARTIKEL EKSTRAK RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale var Rubrum) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus)
ABSTRACTRed Ginger (Zingiber officinale var rubrum) has long been known that its properties can cure various diseases. Chemical components such as gingerol, shogaol, and zigeron that can provide pharmacological and physiological effects such as analgesic, antioxidant, carcinogenic, and non-mutagenic effects even at high concentrations. This study aims to determine whether the nanoparticles of red ginger rhizome extracts can provide analgesic effects in white male wistar rats (Rattus norvegicus). The red ginger rhizome was extracted using maceration method with ethanol as a solvent and nanoparticle formulation of red ginger extract was made using an ionic gelation method. The test mice animals were divided into 5 kinds of treatments and each treatment performed 3 repetitions. Test of the analgesic effect was carried out by the method of thermic induction using waterbath and was observed as many as 5 times, namely before giving test material, the 30th minute, 60th minute, 90th minute, and 120th minute. Group I as negative control was given 1% CMC, group II as positive control was given paracetamol, group III-V was treated using nanoparticles red ginger extract with multilevel doses of 0.0215g, 0.043g, and 0.086g. Based on the ANOVA test, the results obtained of analgesic effects significantly different with p = 0.019 (p < 0.05). Keywords: analgesic, nanoparticles, red ginger.  ABSTRAKJahe merah (Zingiber officinale var rubrum) sudah lama diketahui khasiatnya yaitu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Komponen kimia seperti gingerol, shogaol, dan zigeron yang dapat memberikan efek farmakologi maupun efek fisiologi seperti efek analgetik , antioksidan, karsinogenik, dan non mutagenik meskipun pada konsentrasi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah nanopartikel ekstrak rimpang jahe merah dapat memberikan efek analgetik pada tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus). Rimpang jahe merah diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol sebagai pelarut dan dibuat formulasi nanopartikel ekstrak rimpang jahe merah dengan metode gelasi ionik. Hewan uji tikus dibagi menjadi 5 macam perlakuan setiap perlakuan dilakukan 3 kali pengulangan. Untuk pengujian efek analgetik dilakukan dengan metode induksi termik menggunakan waterbath dan dilakukan pengamatan sebanyak 5 kali yaitu sebelum pemberian bahan uji, menit ke-30, menit ke-60, menit ke-90, dan menit ke-120. Kelompok I sebagai kontrol negatif diberi CMC 1%, kelompok II sebagai kontrol positif diberi parasetamol, kelompok III-V diberi perlakuan menggunakan nanopartikel ekstrak rimpang jahe merah dengan dosis yang bertingkat yaitu 0,0215g, 0,043g, dan 0,086g. Berdasarkan hasil uji ANOVA didapatkan efek analgetik yang berbeda secara bermakna dengan p = 0,019 (p<0,05). Kata Kunci: Jahe merah, analgetik, nanopartikel
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR SEDIAAN KRIM EKSTRAK METANOL KETEPENG CINA (Cassia alata L.) TERHADAP JAMUR Candida albicans
ABSTRACTCandle tree is widely used traditionally as an antiparasitic and antifungal. Candle tree leaves have important ingredients such as alkaloids, saponins, tannins, steroids, anthraquinones, flavonoids. This study aims to formulate, evaluate, and test the antifungal effectiveness of cream preparations with M / A cream types of methanol extract of Candle tree (cassia alata L.) leaves at a concentration of 3.5%; 5.5% and 7.5%. Antifungal effectiveness tests were performed using the diffusion method for creams with the largest antifungal activity. Then the results of testing the effectiveness of the largest antifungal cream was obtained at a concentration of 7.5% with a 9.5 mm diameter of inhibition zone. Physical evaluation of the preparation includes organoleptic test, homogeneity test, pH test, dispersion test, adhesion test, and cycling test. All tests are carried out before and after cyling test. The results of the cream preparation study met the physical evaluation requirements before the cycling test and after the cyling test. Antifungal cream showed organoleptic, homogeneity, pH 8, spreadability test 6.67 cm and adhesion test 27.41 seconds after storage did not change. In conclusions from the study of 3.5% concentration cream; 5.5% and 7.5% methanol extract of Candle tree leaves can be formulated as a cream preparation because it is physically stable and has strong antifungal activity. Keywords: Candle tree (cassia alata L.), Cream, Candida albicans, Antifungal  ABSTRAK Ketepeng cina banyak dimanfaatkan secara tradisional, antara lain adalah sebagai antiparasit dan antijamur Daun ketepeng cina memiliki kandungan penting seperti alkaloid, saponin, tannin, steroid, antrakuinon, flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi, mengevaluasi, serta menguji efektivitas antijamur sediaan krim dengan tipe krim M/A daun ekstrak metanol ketepeng cina (cassia alata L.) pada konsentrasi 3,5%; 5,5% dan 7,5%. Uji efektivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi untuk krim dengan aktivitas antijamur terbesar. Kemudian dilakukan hasil pengujian efektivitas krim antijamur terbesar diperoleh pada konsentrasi 7,5% dengan diameter zona hambat 9,5 mm. evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptic, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji cycling test semua pengujian dilakukan sebelum dan sesudah cyling test. Hasil penelitian sediaan krim memenuhi persyaratan evaluasi fisik sebelum uji cycling test dan setelah cyling test. Krim antijamur memperlihatkan organoleptic, homogenitas, pH 8, uji daya sebar 6,67 cm dan uji daya lekat 27,41 detik setelah penyimpanan tidak terjadi perubahan. Kesimpulan dari penelitan pada krim konsentrasi 3,5%; 5,5% dan 7,5% ekstrak metanol daun ketepeng cina dapat diformulasi sebagai sediaan krim karena stabil secara fisik dan memiliki aktivitas antijamur yang kuat. Kata kunci : Ketepeng cina (cassia alata L.), Krim, Candida albicans, Antijamu
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BAWANG DAYAK (Eleutherine americana Merr) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus, Escherichia coli DAN Salmonella typhi
ABSTRACTDayak onions (Eleutherine americana Merr) has been used as a traditional plant which has benefits for many diseases, one of them is antibacterial. This study aims to determine the growth inhibition of ethanol extract of Dayak onions leaves on the bacterium S. aureus, E. coli and S. typhi using three concentrations of 20%, 40% and 60%. Extraction was done by maceration method using ethanol 96%. Antibacterial activity test was performing using the paper disk diffusion method (Kirby-Bauer diffusion). The results showed that ethanol extract of bawang dayak has the potential as an antibacterial and has antibacterial strength against S. aureus, E. coli and S. typhi. At concentrations of 20%, 40% and 60% forming inhibition zone diameters (16.23 mm, 19.18 mm, 21.25 mm) S. aureus, (10.7 mm, 13.98 mm, 15.87 mm) E. coli, and (14.43 mm, 14.6 mm, 17.2 mm) S. typhi. At concentration of 20%, 40% and 60% included strong groups to inhibit E. coli and S. typhi, while at concentration of 60%, it is included in a very strong group to inhibit the S. aureus bacteria. Keywords: Antibacterial activity, Bawang Dayak , Kirby-Bauer diffusion method   ABSTRAK Bawang Dayak (Eleutherine americana Merr) telah digunakan sebagai tanaman tradisional yang bermanfaat bagi banyak penyakit salah satunya sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol bawang dayak terhadap bakteri S. aureus, E.coli dan S. typhi menggunakan tiga kosentrasi yaitu 20%, 40% dan 60%. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunkan metode difusi dengan cakram kertas (difusi Kirby-Bauer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bawang dayak berpotensi sebagai antibakteri dan memiliki kekuatan antibakteri terhadap S. aureus, E. coli dan S. typhi. Pada konsentrasi 20%, 40% dan 60% membentuk diameter zona hambat (16.23 mm, 19.18 mm, 21.25 mm) pada S. aureus, (10.7 mm, 13.98 mm, 15,87 mm) pada E. coli, (14.43 mm, 14.6 mm, 17.2 mm) pada S. typhi. Pada konsentrasi 20%, 40% dan 60% termasuk golongan kuat untuk menghambat bakteri E. coli dan S. typhi, sedangkan pada konsentrasi 60% termasuk dalam golongan sangat kuat untuk menghambat bakteri S. aureus. Kata kunci: Aktivitas antibakteri, Bawang Dayak, metode difusi Kirby-Baue
PERSEPSI PERAWAT TERHADAP PERAN APOTEKER DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUMAH SAKIT ROBERT WOLTER MONGISIDI MANADO
ABSTRACTPharmacy services was one of the supporting activities of health services quality. Majority, the hospitals in Indonesia had not performed Pharmaceutical Care activities in accordance with the Standard of Pharmaceutical Care in Hospital stipulated in regulation of the Minister of Health Republic of Indonesia No. 72 year 2016. The lack of cooperation and communication between pharmacists, nurses and other health workers can cause differences in perception. This studied aims to know the opinions and expectations of nurse to the role of pharmacist in pharmaceutical care at Robert Wolter Mongisidi Hospital Manado. This research was a quantitative descriptive study and data collection tool used was a questionnaire about the opinions and expectations given to 140 nurses. The results showed that perception of nurses tend to agree with an average value of 93,81% for the opinion and for the expectation of 98,16%. The conclusion that the nurse had good opinions and expectation to the role of pharmacists in accordance with Pharmaceutical Care Standards.Key words : Pharmaceutical Care, Nurse Perception, Pharmacists.ABSTRAK Pelayanan farmasi merupakan salah satu kegiatan penunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Sebagian besar Rumah Sakit di Indonesia belum melakukan kegiatan pelayanan farmasi sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 72 Tahun 2016. Kurangnya kerjasama dan komunikasi antara apoteker, perawat dan tenaga kesehatan lain dapat menyebabkan perbedaan persepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat dan harapan perawat terhadap peran apoteker dalam pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dan alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner tentang pendapat dan harapan yang diberikan kepada 140 perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  persepsi perawat cenderung setuju dengan nilai rata-rata untuk pendapat sebesar 93,81% dan untuk harapan sebesar 98,16%. Kesimpulan yang didapat bahwa perawat memiliki pendapat dan harapan yang baik terhadap peran apoteker sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian. Kata kunci : Pelayanan Kefarmasian, Persepsi Perawat, Apoteker
ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN JKN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS KECAMATAN LANGOWAN
ABSTRACTService quality is closely related to patient satisfaction and is an important indicator for pharmaceutical services. Good quality service will give satisfaction to patients so that it affects patients to return to the Public health center The purpose of this study was to determine the comparison of the satisfaction levels of outpatient JKN participants with pharmaceutical services at the Langowan District Health Center. The results showed that the overall average value of patient satisfaction at the Tumaratas Health Center was (-0.49) while at the Walantakan Health Center it was (-0.62) with the difference between the two health centers of (-0.13), so it can be concluded that Patient satisfaction level is more satisfying at Public health center Tumaratas compared to Public health center Walantakan Keywords : Public health center, National health insurance, satisfaction level  ABSTRAKKualitas pelayanan sangat erat kaitannya dengan kepuasan pasien dan merupakan indikator penting bagi pelayanan kefarmasian. Kualitas pelayanan yang baik akan memberikan kepuasan kepada pasien sehingga mempengaruhi pasien untuk kembali lagi ke puskesmas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan Tingkat Kepuasan pasien peserta JKN rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kecamatan Langowan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan alat pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner diberikan kepada 265 dan 226 responden. Hasil penelitian diperoleh rata-rata secara keseluruhan nilai kepuasan pasien di Puskesmas Tumaratas didapatkan sebesar (-0,49) sedangkan di Puskesmas Walantakan sebesar (-0,62) dengan selisih antara kedua puskesmas sebesar (-0,13), sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien lebih memuaskan pada Puskesmas Tumaratas di bandingkan pada Puskesmas Walantakan.                                          Kata kunci : Puskesmas, JKN, Tingkat Kepuasa