PHARMACON
Not a member yet
1026 research outputs found
Sort by
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN MIANA MERAH (COLEUS HYBRIDUS) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST
Daun Coleus hybridus digunakan masyarakat Indonesia untuk mengobati batuk, asma, diare dan membantu pemulihan setelah melahirkan. Beberapa penelitian melaporkan tanaman Coleus berpotensi sebagai obat kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi kandungan metabolit sekunder dari daun Coleus hybridus dan menentukan nilai LC50 dari uji toksisitas ekstrak daun Coleus hybridus terhadap larva Artemia salina Leach. Daun Coleus hybridus dimaserasi menggunakan etanol, maserat dipekatkan menggunakan oven sehingga diperoleh ekstrak kental. Pengujian fitokimia meliputi uji alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan triterpenoid. Ekstrak diuji toksisitasnya  dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak etanol yang digunakan konsentrasi 1000 μg/mL, 500 μg/mL, 250 μg/mL, 125 μg/mL, 62,5 μg/mL, 31,25 μg/mL dan 0 μg/mL (kontrol), kemudian diamati selama 24 jam. Efek toksisitas ekstrak dianalisis dengan analisis probit menggunakan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Coleus hybridus memiliki kandungan flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Hasil uji toksisitas diperoleh nilai LC50 sebesar 323,225 μg/mL, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun Coleus hybridus masuk kategori kurang toksik (low toxic)
Testing of Bacterial Resistance in Urine of UTI Patients to Levofloxacin and Ciprofloxacin Antibiotics in Makassar Prodia Clinic Laboratoryâ€
ABSTRACTUrinary tract infection (UTI) is a clinical condition due to the proliferation of microorganisms that cause inflammation in the urinary tract and cause bacteriuria. Bacterial resistance to antibiotics continues to change, so research is carried out on the level of resistance to certain antibiotics in order to facilitate the treatment of UTI. Urine culture examination includes culturing the suspect bacteria, identifying and testing the antibiotics ciprofloxacin and levofloxacin. This study uses a descriptive research design. The sample of this study was 27 samples taken from patients who had been diagnosed with UTI and underwent therapy from a doctor. The results of the study of bacteria causing UTI resistance to the antibiotic levofloxacin 41%, and to the antibiotic ciprofloxacin 44%. Streptococcus agalactiae bacteria were found to be antibiotic resistant to levofloxacin and ciprofloxacin 37.5%, Escherichia coli was found to be antibiotic resistant to levofloxacin and ciprofloxacin 50%, Staphylococcus aureus was to be antibiotic resistant to levofloxacin 0% and ciprofloxacin 25%, and to floxacin to the antibiotic floxacin 25%, to be antibiotic resistant to floxacin. Streptococcus pyeogenes was found to be 0% resistant to levofloxacin and ciprofloxacin antibiotics, and to Klebsiella oxytoca and Enterococcus faecalis were found to be 100% resistant
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ORGANISME LAUT Tunikata Polycarpa aurata TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus
ABSTRACTTunicate are animals that belong to the subphylum that produce a lot of compounds such as antibacterial, antitumor, and anticancer. This study aims to determine the antibacterial activity of extracts and fractions of tunicates Polycarpa aurata from Manado Bay waters against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Tunicates Polycarpa aurata was extracted with 95% ethanol solvent, fractionation using partition method with n-hexane, chloroform and methanol solvent, and antibacterial testing using agar diffusion method Kirby Bauer. Most excellent antibacterial activity present in the methanol fraction inhibition of Escherichia coli by 17.69 mm and 16.25 mm for Staphylococcus aureus. The results of this study indicate that the methanol fraction of Tunicates Polycarpa aurata has activity to inhibit Staphylococcus aureus and Escherichia coli with a strong category.Keywords: Tunicates Polycarpa aurata, antibacterial, Staphylococcus aureus, Escherichia coliABSTRAKTunikata adalah hewan yang termasuk subfilum yang banyak menghasilkan senyawa seperti antibakteri, antitumor, dan antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi tunikata Polycarpa aurata dari perairan Teluk Manado terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Tunikata Polycarpa aurata diekstraksi dengan pelarut etanol 95%, fraksinasi menggunakan metode partisi dengan pelarut n-heksan, kloroform dan metanol, dan pengujian antibakteri menggunakan metode difusi agar Kirby Bauer. Aktivitas antibakteri paling baik terdapat pada fraksi metanol dengan daya hambat bakteri Escherichia coli sebesar 17,69 mm dan Staphylococcus aureus sebesar 16,25 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi metanol Tunikata Polycarpa aurata memiliki aktivitas untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan kategori kuat.Kata kunci : Tunikata Polycarpa aurata, antibakteri, Staphylococcus aureus, Escherichia col
THE EFFECT OF EXTRACTION METHODS ON BANDOTAN LEAF’S (Ageratum conyzoides L) ANTIBACTERIAL ACTIVITY
Bandotan leaves (Argentum conizoydes L.) are often called nuisance plants. They grow wild in yards, plantation and fields. The chemical compound in bandotan leaves are potential as an antibacterial agent. The aims are to determine the effect of extraction method, by maceration and soxhletation, on the chemical compounds and antibacterial activity of bandotan leaf extract (Ageratum conizoydes L). Both are using 96% of ethanol. The phytochemical screening showed that both extracts contain alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids, respectively. The photometric analysis showed the average concentration of flavonoids and tannins in bandotan leaf extract resulting from soxhletation, was 177,98 mg/g and 61,13 mg/g, higher than that of maceration, 133,67 mg/g and 47,75 mg/g. The antibacterial activity of extract from soxhletation had a greater inhibitory power 7.524 mm±1.457 compared to the extract from maceration 4.749 mm±2.142. It showed that the extraction method affected the concentration of chemical compounds and antibacterial activity
ANALISIS FAKTOR KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CILAMAYA KABUPATEN KARAWANG
Hipertensi merupakan penyakit kronis tidak menular yang menjadi pencetus penyakit kardiovaskular lain, sehingga perlu deteksi dini dengan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, dan kepatuhan minum obat menjadi syarat utama dalam keefektifan dan pengendalian terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Cilamaya. Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tertulis dan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling sebanyak 120 responden yang dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara variabel pengetahuan (0,009), sikap (0,001), motivasi (0,014), dukungan keluarga (0,001), dan peran petugas kesehatan (0,009) terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Cilamaya Kabupaten Karawang (P-Value < 0,05)
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI BAKTERI ENDOFIT DAUN GEDI (Abelmoschus manihot L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus
ABSTRACT Endophytic bacteria are bacteria that live in plant tissues and colonize the intercellular spaces and areas of the vascular system. The presence of endophytic bacteria can stimulate plant growth, increase the utilization of nutrients and produce growth hormones and increase plant resistance to various pathogenic microorganisms. Endophytic bacteria can produce compounds that have the potential as antibacterial. This study aimed to examine the antibacterial activity of gedi leaf endophytic bacteria (Abelmoschus manihot) against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The research method used is a laboratory experiment. The results of the isolation obtained four isolates of endophytic bacteria from A. manihot. The results of antibacterial research showed that the average inhibitory power of E. coli isolate NB1 was (33.8 ± 15.7) and S. aureus (42.8 ± 11.8) was included in the very strong category in inhibiting the test bacteria. The NB2 isolate did not show any antibacterial activity, the test bacteria S. aureus (5 ± 8.66) was in the moderate category. NB3 isolate showed moderate activity in inhibiting the test bacteria with an average (7.6 ± 6.63) E. coli and S. aureus (5.8 ± 5.20). NB4 isolate had high inhibitory power of E. coli (12.8 ± 2.92) classified as weak and S. aureus (12.6 ± 3.68) strong in inhibiting antibacterial activity. The positive control was very strong in inhibiting the antibacterial activity of E. coli (33.8±15.7) and S. aureus (42.8±11.8). The isolates obtained were of the genus Streptococcus, Aerococcus, Planoccocus, and Micrococcus.                                                                                                       Keywords: Endophytic bacteria, Gedi (Abelmoschus manihot L.), Escherichia coli, Staphylococcus aureus. ABSTRAK Bakteri endofit adalah bakteri yang hidup di jaringan tumbuhan dan menjajah ruang antar sel dan area sistem vaskular. Keberadaan bakteri endofit dapat merangsang pertumbuhan tanaman, meningkatkan pemanfaatan unsur hara dan menghasilkan hormon pertumbuhan dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap berbagai mikroorganisme patogen. Bakteri endofit dapat menghasilkan senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari bakteri endofit daun gedi (Abelmoschus manihot) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen laboratorium. Hasil isolasi memperoleh empat isolat bakteri endofit dari A. Manihot. Hasil penelitian antibakteri, besar daya hambat E. coli isolat NB1 didapatkan rata-rata (33,8 ± 15,7) dan bakteri S. aureus (42,8 ± 11,8) termasuk dalam kategori sangat kuat dalam menghambat bakteri uji. Pada isolat NB2 tidak menunjukkan adanya aktivitas antibakteri, bakteri uji S. aureus (5 ± 8,66) termasuk dalam kategori sedang. Isolat NB3 menunjukan aktivitas sedang dalam menghambat bakteri uji dengan rata-rata (7,6 ± 6,63) E. coli dan S. aureus (5,8 ± 5,20). Isolat NB4 besar daya hambat bakteri E. coli (12,8 ± 2,92) tergolong lemah dan S. aureus (12,6±3,68) kuat dalam menghambat aktivitas antibakteri. Kontrol positif sangat kuat dalam menghambat aktivitas antibakteri pada E. coli sebesar (33,8±15,7) dan S. aureus (42,8±11,8). Isolat yang didapatkan merupakan genus Streptococcus, Aerococcus, Planoccocus, dan Micrococcus.                                Kata kunci: Bakteri endofit, Gedi (Abelmoschus manihot L.), Escherichia coli, Staphylococcus aure
Evaluasi Perencanaan dan Pengadaan Obat Antibiotik Berdasarkan Metode ABC Indeks Kritis di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi Manado
Planning and procurement of drugs is one of the activities in pharmaceutical services to avoid drug vacancies and therefore, it is necessary to concern with the control on the amount of drug using the ABC Critical Index method. The purpose of this study is to determine the percentage of antibiotics included in the ABC group based on the ABC Critical Index method at the Pharmacy Installation of Robert Wolter Mongisidi Hospital, Manado. This research is categorized as a quantitative descriptive one with retrospective data collection. Primary data is obtained from 28 respondents who fill out the questionnaire and secondary data is obtained from the Pharmacy Installation, Warehouse and Finance based on the documents on the use of antibiotic drugs from January to December 2021. The results indicates that group A containes 2 drug items (3,51%), group B contains 47 drug items (82,46%) and group C contains 8 drug items (14,04%). Therefore it is concluded that the group with the most items and the highest investment value is group B
Review - Strategi dan Tantangan Pengembangan Vaksin Demam Berdarah
Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang ditransmisikan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictusyang hidup di negara-negara tropis dan subtropis. Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue ini terbagi atas 4 macam serotipe yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan penelusuran data-data yang berkaitan dengan pengembangan vaksin dengue virus melalui beberapa referensi yang didapat melalui PubMed, Google scholar, Science direct, dan kumpulan jurnal lainnya. Data yang didapat kemudian dikumpulkan dan dibuat menjadi suatu tulisan yang berisi informasi tentang strategi dan  tantangan pengembangan vaksin virus dengue. Berdasarkan data-data yang didapat strategi yang dilakukan dalam menghadapi penyakit DBD adalah dilakukannya penemuan vaksin tetravalent seperti LAV, vaksin Chimera, vaksin Subunit dan vaksin DNA. Uji klinis sampai saat ini masih terus dilakukan untuk mendapatkan kandidat vaksin yang mampu memicu respon imun terhadap keempat serotipe virus dengue. Berdasarkan hal tersebut yang menjadi tantangan dalam pengembangan vaksin tetralaven adalah biaya yang besar dan dan sulitnya menemukan kandidat vaksin dapat memicu respon imun terhadap keempat serotipe tersebut
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL SPONS Stylissa carteri YANG DIKOLEKSI DARI TELUK MANADO
ABSTRACTSea sponges have enormous bioactive potential. The research was to identify the antioxidant and ethanol sponge ethanol Stylissa carteri collected from the mando bay. The study is an experimental laboratory that will test the antioxidant activity of collected Stylissa carteri sponge extract from manado bay. The findings suggest the antioxidant activity of the Stylissa carteri sponge obtained from manado bay has antioxidant activity and the higher the concentration of it increases. The most high antioxidant activity found on the Stylissa carteri spong with a concentration of 25 ppm. Keywords: Antioxidant, DPPH, Stylissa carteri, Manado Bay  ABSTRAKSpons laut memliki potensi bioaktif yang sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ektrak etanol spons Stylissa carteri yang dikoleksi dari Teluk Mando. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium yang akan menguji aktivitas antioksidan dari ekstrak spons Stylissa carteri yang dikoleksi dari teluk Manado. Hasil penelitian ini menunjukan aktivitas antioksidan dari spons Stylissa carteri yang diperoleh dari Teluk Manado memiliki aktivitas antioksidan dan semakin tinggi konsentrasi semakin tinggi pula kadar antioksidan yang dihasilkan. Aktivitas antioksidan yang paling tinggi terdapat pada Spons Stylissa carteri dengan konsentrasi 25 ppm. Kata Kunci : Antioksidan, DPPH, Stylissa carteri, Teluk Manad
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricataL.) UNTUK MENURUNKAN KADAR GULA DARAH TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN
ABSTRACTSoursop leaves (Annona muricata L.) contain flavonoid compounds. Flavonoid compounds function as antidiabetic. The purpose of this study was to determine the effect of soursop leaf extract in reducing blood sugar levels in male white rats induced by alloxan. This study used 4 treatment groups, negative control was not given treatment, positive control was treated with 9 mg metformin, treated with the first dose of 7.2 mg and the last group was treated with the second dose of 14.4 mg. Before being given the treatment, the rats were fasted first and then checked for blood sugar, then the rats were induced by alloxan intraperitoneally (ip) then observed the development of the increase in blood sugar in the rats for 3 days and checked blood sugar levels once a day for 5 days. After that, it was continued with giving soursop leaf ethanol extract every day for 5 days. The results showed that soursop leaf extract can reduce blood sugar levels seen on days H4- H8 with a decrease of 6.67 mg/mL for the treatment group sample 1 and 5.66 mg/mL for the treatment sample 2. The test results using the Kruskal test -Wallis at 0.05 level showed that there was no significant difference using soursop leaf ethanol extract and metformin in lowering blood sugar levels.Keywords: Soursop leaves(Annona muricata L), Male White Rat, Flavonoids, Blood Glucose, AlloxanABSTRAKDaun Sirsak (Annona muricata L.) mempunyai kandungan senyawa flavonoid. Senyawa flavonoid berfungsi sebagai antidiabetes. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirsak dalam penurunan kadar gula darah pada tikus putih jantan yang diinduksi oleh aloksan. Penelitian ini menggunakan 4 kelompok perlakuan yaitukontrol negatif tidak diberikan perlakuan, kontrol positif diberikan perlakuan dengan metformin 9 mg, perlakuan dengan dosis pertama 7,2 mg dan kelompok terakhir perlakuan dengan dosis kedua 14,4 mg. Tikus dipuasakan terlebih dahulusebelumdiberiperlakuan, kemudian diperiksa gula darah, selanjutnya tikus diinduksi aloksan secara intraperitonial (ip) kemudian dilihat perkembangan kenaikan gula darah pada tikus selama 3 hari dan dilakukan pemeriksaan kadar gula darah sehari sekali selama 5 hari, kemudiandiberikan ekstrak etanol daun sirsak setiap hari selama 5 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun sirsak dapat menurunkan kadar gula darah dilihat pada hari H4-H8 dengan penurunan sebesar 6,67 mg/ml untuk kelompok perlakuan sampel 1 dan 5,66 mg/ml untuk perlakuan sampel 2. Hasil uji menggunakan uji Kruskal-Wallis pada taraf 0,05 menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan menggunakan ekstrak etanol daun sirsak dan metformin dalam menurunkan kadar gula darah.Kata kunci: Daun sirsak (Annona muricata L), Tikus Putih Jantan, Flavonoid, Glukosa Darah, Aloksa