1026 research outputs found

    UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI DARI Callyspongia aerizusa YANG DIPEROLEH DARI PULAU MANADO TUA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada ekstrak dan fraksi Callyspongia aerizusa yang diperoleh dari pulau Manado Tua. Sampel Callyspongia aerizusa diekstraksi dengan etanol sebagai pelarut dan difraksinasi dengan menggunakan tiga pelarut yaitu methanol, n-heksan, dan kloroform. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazil) dan diukur menggunakan alat Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil pengujian aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi Callyspongia aerizusa memiliki aktivitas antioksidan pada konsentrasi ekstrak etanol 100 ppm dengan nilai rata-rata 64,8%, konsentrasi fraksi n-heksan 100 ppm dengan nilai rata-rata 66,8%, konsentrasi kloroform 100 ppm dengan nilai rata-rata 60,4%, dan konsentrasi fraksi methanol 100 ppm dengan nilai rata-rata 67,3%. Kadar antioksidan tertinggi terdapat pada fraksi methanol yaitu mencapai 67,3%

    POTENSI EKSTRAK DAN FRAKSI SPONS Liosina paradoxa YANG DIKOLEKSI DARI PERAIRAN PULAU MANADO TUA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli.

    Full text link
    Spons atau porifera bisa untuk digunakan sebagai uji antibakteri dikarenakan spons memiliki senyawa metabolit yang ada didalamnya serta dapat menghambat bakteri pathogen yang datang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri dari ekstrak dan fraksi spons Liosina paradoxa yang diperoleh dari Perairan Pulau Manado Tua terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Sampel diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 95% dan metode fraksinasi. Pengujian aktivitas antibakteri yang dilakukan menggunakan metode difusi agar. Hasil yang didapat dari uji aktivitas antibakteri pada bakteri Escherichia coli memiliki daya hambat bakteri disemua fraksi pada fraksi methanol 8,81mm, fraksi n-Heksan 8,55mm, fraksi kloroform 8,34mm, dan fraki methanol 7,81mm semua fraksi dalam kategori daya hambat sedang, hasil yang sama dengan bakteri Staphylococcus aureus dengan daya hambat kuat pada fraksi n-Heksan dengan daya hambat 10,39mm, dan fraksi methanol 10,23mm, dan daya hambat sedang pada fraksi kloroform 9,69mm dan ekstrak etanol 9,23mm. Ekstrak dan fraksi dari Spons Liosina paradoxa memiliki aktivitas pada bakteri Escherichia coli dan bakteri Staphylococcus aureus

    Formulasi dan Uji Efektivitas Antioksidan Gel dari Ekstrak Etanol Daun Murbei (Morus alba L.) Menggunakan Metode DPPH

    No full text
    Murbei (Morus alba L.) merupakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Berbagai kandungan senyawa aktif pada daun Murbei berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas antioksidan gel ekstrak etanol daun Murbei dan mengevaluasi fisik sediaan dengan parameter uji sifat fisik. Daun Murbei diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Sediaan gel dibuat menjadi 4 formula (F1-F4) dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun Murbei (3%-9%) kemudian diuji efektivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukan gel ekstrak etanol daun Murbei memiliki nilai IC50 berturut-turut yaitu 117,799 ppm; 74,955 ppm; 62,156 ppm; 57,122 ppm. Evaluasi fisik sediaan dilakukan terhadap F4. Hasil evaluasi menunjukan sediaan gel memenuhi persyaratan organoleptik dan homogenitas, pH gel 6, daya lekat gel 1,72 detik, daya sebar gel 5,1 cm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak etanol daun Murbei memiliki efektivitas sebagai antioksidan serta memenuhi persyaratan parameter uji sifat fisik sediaan

    UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL SPONS Stylissa carteri DARI PULAU MENTEHAGE MINAHASA UTARA

    Full text link
    ABSTRACTSponges are one of the animals from the phylum porifera and are marine invertebrates that live in coral reef ecosystems. Sponges are multi-cellular marine biota whose tissue and organ functions are very simple. Sponge Stylissa carteri can produce secondary metabolites from metabolic processes in the cells that exist in the body. This study aims to determine the antioxidant activity of the ethanolic extract of sponge Stylissa carteri from Mantehage Island, North Minahasa. Sponge Stylissa carteri was extracted by maceration method using ethanol as solvent. The antioxidant activity test was carried out using the DPPH method (1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl), which was measured by means of a UV-Vis spectrophotometer. The results of the study showed that the ethanolic extract of the sponge Stylissa carteri performed the antioxidant activity at each concentration, at a concentration of 0,5 mg/L (77,7 %), at a concentration 0,6 mg/L (86,13 %) and the highest was at a concentration of 0.7 mg/L with an inhibition value of 90.03%.Keywords: Antioxidant, DPPH, Stylissa carteri, MantehageABSTRAKSpons ialah salah satu spesies dari filum porifera juga merupakan invertebrata laut yang hidup pada ekosistem terumbu karang. Spons merupakan biota laut multi sel yang fungsi jaringan dan organnya sangat sederhana. Spons Stylissa carteri dapat menghasilkan metabolit sekunder dari proses metabolisme dalam sel yang ada pada tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol spons Stylissa carteri dari pulau Mantehage, Minahasa Utara. Spons Stylissa carteri diekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2- pikrilhidrazil) yang diukur dengan alat spektrofotometer UV-Vis. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol spons Stylissa carteri memiliki aktivitas antioksidan disetiap konsentrasi, Pada konsentrasi 0,5 mg/L (77,7 %), konsentrasi 0,6 mg/L (86,13 %) dan yang tertinggi pada konsentrasi 0,7 mg/L dengan nilai inhibisi 90,03%.Kata Kunci : Antioksidan, DPPH, Stylissa carteri, Mantehag

    IDENTIFIKASI ZAT PEWARNA METANIL YELLOW DALAM MI BASAH YANG BEREDAR DI KABUPATEN KARAWANG

    Full text link
    Metanil Yellow merupakan bahan pewarna sintetis yang digunakan untuk produk tekstil, cat kayu, cat lukis, dan bulu. Meskipun penggunaanya dalam makanan telah dilarang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 239/Menkes/Per/V/85, Metanil Yellow masih ditemukan di pasaran, salah satunya pada mi basah. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar Metanil Yellow pada mi basah yang beredar di Kabupaten Karawang. Sampel mi basah diambil dari 4 pasar di Kabupaten Karawang berdasarkan arah mata angin yang terdiri dari Pasar Baru, Pasar Johar, Pasar Rengasdengklok dan Pasar Perumnas dengan masing-masing pasar terdiri dari 2 sampel. Sampel dicacah dan dilanjutkan dengan uji kualitatif menggunakan metode benang wol. Kadar Metanil Yellow diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji kualitatif dan kuantitatif menunjukkan bahwa 8 sampel tidak mengandung Metanil Yellow

    Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Body Scrub Ekstrak Etanol Daun Matoa (Pometia pinnata)

    Full text link
    Body scrub merupakan sediaan kosmetik pembersih kulit yang mengandung scrub yang berfungsi sebagai pengampelas untuk mengangkat sel kulit mati, menghaluskan dan mengangkat sel kulit yang rusak. Jika regenerasi kulit terhambat, maka kulit akan menjadi kering, kusam dan tidak elastis. Daun matoa merupakan bahan alam yang terbukti memiliki aktivitas antioksidan dan dapat mencegah penuaan dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas antioksidan body scrub ekstrak etanol daun matoa dan penemuan fisik sediaan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, pH, uji daya sebar dan uji iritasi. Lulur formula tubuhdibuat dengan konsentrasi ekstrak etanol daun matoa 1%, 2,5%, 4% dan 5,5%. Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH ( 1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas antioksidan terbaik ditemukan pada body scrub ekstrak etanol daun matoa 5,5% dengan nilai IC 50 sangat kuat sebesar 44,49 ppm dan sediaan body scrub memenuhi persyaratan organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar dan uji

    PENGETAHUAN, PERSEPSI DAN HARAPAN MASYARAKAT TERHADAP PROFESI APOTEKER SELAMA PANDEMI COVID-19 DI BEBERAPA APOTEK KECAMATAN SARIO

    Full text link
    ABSTRACTPharmacists are Pharmacists who have graduated as Pharmacists and have taken the oath of office of Pharmacists. Pharmacists are required to provide pharmaceutical care at a Pharmacy under the Regulation of the Minister of Health number 73 of 2016. This study aims to know the knowledge, perception and expectations of the community towards the Pharmacist during the Covid-19 pandemic in several Pharmacies in the Sario District. This study is a qualitative descriptive study with in-depth interviews with 28 respondents who met the inclusion criteria. The results obtained are that the public knows the existence of Pharmacists in Pharmacies and the pharmaceutical care only prescription services and drug information services, in the form of information on the use and how to take drugs. Meanwhile, the public can only provide descriptions related to counseling services, home pharmacy care, therapeutic drug monitoring and monitoring of drug side effects. The public hopes that the Pharmacist at the Pharmacy can provide telemedicine services during the Covid-19 pandemic. The community also expects Pharmacists to introduce their profession to the community, increase the presence of Pharmacists in Pharmacies and provide comprehensive pharmaceutical care.Keywords: Public, pharmaceutical care, knowledge, perception, expectationABSTRAKApoteker merupakan sarjana farmasi yang telah lulus Apoteker dan mengucapkan sumpah jabatan Apoteker. Apoteker dituntut untuk melakukan pelayanan kefarmasian di Apotek sesuai Peraturan Menteri Kesehatan nomor 73 tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, persepsi dan harapan masyarakat terhadap profesi Apoteker selama pandemi Covid-19 di beberapa Apotek Kecamatan Sario. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap 28 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian diperoleh yaitu masyarakat mengetahui keberadaan Apoteker di Apotek dan pelayanan kefarmasian yang dilakukan hanya pada pelayanan resep dan pelayanan informasi obat, berupa informasi kegunaan dan cara penggunaan obat. Sedangkan masyarakat hanya memberikan gambaran terkait pelayanan konseling, pelayanan kefarmasian di rumah, pemantauan terapi obat dan monitoring efek samping obat. Masyarakat berharap profesi Apoteker di Apotek dapat memberikan pelayanan telemedicine selama pandemi Covid-19. Masyarakat juga mengharapkan Apoteker dapat memperkenalkan profesinya ke masyarakat luas, meningkatkan kehadiran Apoteker di Apotek dan memberikan pelayanan kefarmasian secara menyeluruh.Kata kunci: Masyarakat, pelayanan kefarmasian, pengetahuan, persepsi, harapa

    REVIEW AKTIVITAS ANTIHIPERTENSI TANAMAN CARICA PAPAYA

    Full text link
    Kardiovaskular adalah Penyakit tidak menular yang menyerang masyarakat di negara maju hingga negara berkembang seperti Indonesia, salah satu dari penyakit kardiovaskular adalah hipertensi yang disebut sebagai penyumbang kematian terbanyak di dunia setiap tahunnya, seorang dengan tekanan darah abnormal dapat mengalami beberapa penyakit seperti gagal jantung, gagal ginjal, diabetes dan stroke. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi Carica Papaya dalam penanganan hipertensi dan perkembangan penelitian terhadap potensi Carica Papaya. Subjek review ini adalah artikel nasional dan internasional yang terindeks secara nasional dan international 10 tahun terakhir yang membahas kemampuan antihipertensi pada Carica Papaya dengan melakukan klasifikasi berdasarkan metode pengujian yang digunakan, mekanisme kerja senyawa kimia yang berperan aktif dalam aktivitas hipotensi dan bagian tumbuhan yang digunakan dalam pengujian. Pada studi literatur didapatkan bahwa Carica Papaya memiliki berbagai mineral dan metabolit sekunder yang mampu menurunkan tekanan darah melalu mekanisme yang mirip dengan obat konvensional, Carica Papaya memiliki senyawa saponin, alkaloid, flavonoid dan kalium yang mampu menurunkan tekanan darah dengan mekanisme vasodilatasi, ACE Inhibitor dan diuretik. Carica Papaya memiliki kemampuan antihipertensi yang baik pada seluruh bagian tumbuhan namun perlunya studi lebih lanjut secara spesifik pada senyawa aktif dan mekanisme kerja yang belum diteliti

    EVALUASI KETERSEDIAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WEDA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH

    Full text link
    ABSTRACTAccess to medicine is a human right. One of the determinants of drug access is the availability of drugs in health care facilities. The availability of drugs needs to be maintained to meet the demand or need for drugs. Determining the need for pharmaceutical supplies is a formidable challenge that must be faced by pharmacists who work in hospitals. The study is aimed at recognizing the availability of drugs in patients at the Weda pharmaceuticals installation, Halmahera district, in August 2021, based on formulating a public hospital hospital database in 2021/2022. This study is a prospectional cross-sectional study. According to a study conducted at the rsud weda pharmaceutical installation, Halmahera district has a total of 302 prescription sheets with an average number of prescription items prescribed by 816 and a total of 784 submitted to a 784 percentage of drug availability in August 2021 of 96. According to research, availability of drugs at the Weda pharmaceutical installation, which is measured by comparing the amount of drugs submitted and the amount prescribed, results from an evaluation with a high level of drug availability to 96. Keywords:  Availability Of Drugs, Pharmaceuticals Installation, Weda Hospital. ABSTRAKAkses terhadap obat merupakan hak asasi manusia. Salah satu faktor penentu akses obat adalah ketersediaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan. Ketersediaan obat perlu dijaga untuk memenuhi permintaan atau kebutuhan obat. Menentukan kebutuhan perbekalan farmasi merupakan tantangan yang berat yang harus dihadapi oleh tenaga farmasi yang bekerja di Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan obat pada pasien di Instalasi Farmasi RSUD Weda, Kabupaten Halmahera Tengah periode Agustus 2021 berdasarkan Formularium Rumah Sakit Umum Daerah Weda 2021/2022. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan metode prospektif. Berdasarkan hasi penelitian yang telah dilakukan di Instalasi Farmasi RSUD Weda, Kabupaten Halmahera Tengah terdapat 302 lembar resep dengan total jumlah item obat yang diresepkan sebanyak 816 dan jumlah item obat yang diserahkan sebanyak 784 sehingga diperoleh presentase total ketersediaan obat pada bulan Agustus tahun 2021 sebesar 96. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ketersediaan obat di Instalasi Farmasi RSUD Weda yang diukur dengan membandingkan jumlah obat yang diserahkan dan jumlah obat yang diresepkan maka diperoleh hasil evaluasi dengan tingkat ketersediaan obat dengan kategori baik dengan nilai persentase ketersediaan obat yaitu 96. Kata Kunci: Ketersediaan Obat, Instalasi Farmasi, RSUD Wed

    UJI AKTIVITAS EKSTRAK dan FRAKSI ORGANISME LAUT SPONS Aaptos aaptos TERHADAP BAKTERI Escherichia coli dan Staphylococcus aureus

    Full text link
    ABSTRACTAaptos aaptos Sponge is one of the marine biota that is very prospective as a source of natural compounds such as peptides, terpenoids, steroids, acetogenins, alkaloids, cyclic halides and nitrogen compounds. This study aims to determine whet her there is antibacterial activity of the extract and fraction of Sponge Aaptos aaptos from Manado Bay waters against microbes Staphylococcus aureus and Escherichia Coli. Aaptos aaptos Sponge was extracted with 95% ethanol as solvent, fractionation using partition method with n-hexane, choloform and methanol as solvent and antibacterial testing usingagar diffusion method Kirby Baeur. The best antibacterial activity was found in the methanol fraction with an inhibitory power of 18.12 mm against Escherichia Coli bacteria, and an inhibitory power of 14.71 mm on Staphylococcus aureus. The results of this study indicate that the methanol fraction of the Aaptos aaptos Sponge has the ability to inhibit Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria which can be categorized as strong.Keywords :Aaptos aaptos Sponge, Antibacterial, Staphylococcus aureus, EscherichiaABSTRAKSpons Aaptos aaptos merupakan salah satu biota laut yang sangat prospektif sebagai sumber senyawa bahan-bahan alami antara lain peptida, terpenoid, steroid, asetogenin, alkaloid, halida siklik dan senyawa nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui apakah terdapat aktivitas antibakteri dari ekstrak dan fraksi Spons Aaptos aaptos dari perairan Teluk Manado terhadap mikroba Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Spons Aaptos aaptos diekstraksi dengan pelarut eanol 95%, fraksinasi menggunakan metode partisi dengan pelarut n-heksan, kloroform dan metanol dan pengujian antibakteri menggunakan metode difusi agar Kirby Bauer. Aktivitas antibakteri paling baik terdapat pada fraksi metanol dengan daya hambat sebesar 18,12 mm menghambat bakteri Escherichia coli, dan daya hambat sebesar 14,71 mm pada Staphylococcus aureus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa fraksi metanol Spons Aaptos aaptos memiliki kemampuan menghambat bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli yang dapat dikategorikan kuat.Kata Kunci: Spons Aaptos aaptos, Antibakteri, Staphylococcus aureus, Escherichia col

    978

    full texts

    1,026

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PHARMACON
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇