SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1629 research outputs found

    Analisis Zona Nilai Tanah Untuk Menentukan Nilai Indikasi Rata-Rata (NIR) Harga Pasar Menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) (Studi Kasus Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal).

    No full text
    ABSTRAKWahyu, Saputro. 2019. Analisis Zona Nilai Tanah Untuk Menentukan Nilai Indikasi Rata-Rata (NIR) Harga Pasar Menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) (Studi Kasus Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal). Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Satti Wagistina, S.P., M.Si., (II) Drs. Rudi Hartono, M.Si. Kata Kunci: Nilai Tanah, Nilai Indikasi Rata-rata, Zona Nilai Tanah Perkembangan wilayah Kecamatan Kaliwungu yang signifikan akan mengakibatkan peningkatan harga tanah lebih cepat sehingga harga NJOP tidak sesuai lagi dengan NPW. Perkembangan wilayah yang pesat karena adanya pertumbuhan industri dan penduduk mengakibatkan peningkatan nilai tanah dengan cepat, sehingga pembaharuan informasi nilai tanah menjadi sangat penting untuk dilakukan. Pembaharuan informasi nilai tanah dapat dilakukan dengan penyusunan ZNT. ZNT disusun berdasarkan hasil dari survey lapangan untuk mendapatkan harga pasar suatu objek pajak secara aktual. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis nilai tanah berdasarkan karakteristik objek, menghitung persentase kenaikan Nilai Indikasi Rata-rata (NIR) harga tanah terhadap Nilai Pasar Wajar lama dan membuat gambaran ZNT dalam bentuk Peta ZNT di Kecamatan Kaliwungu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Pendekatan Perbandingan Harga Pasar (Sales Comparation Approach). Penentuan ZNT awal dilakukan menggunakan teknik analisis overlaydari data Citra Worldview-2, Peta PenggunaanLahan, Batas Administrasi dan data ZNT lama. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Observasi lapangan dilakukan untuk pengambilan data lokasi/titik koordinat objek tanah, deskripsi karakteristik lingkungan dan toponimi yang dominan. Analisis penyesuaian data nilai tanah dilakukan dengan penyesuaian jenis data, waktu, kontur tanah, kedudukan tanah, jenis penggunaan, bentuk bidang tanah, keluasan, elevasi dari paras jalan, jenis hak tanah untuk mendapatkan Nilai Indikasi Rata-rata (NIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga tanah tertinggi berada di Desa Wonorejo yaitu sebesar Rp.3.365.066,74 dengan karakteristik objek berupa lahan Kawasan Industri Kendal (KIK) dengan akses jalan berupa aspal hotsmix lebar 12 meter dan mayoritas digunakan sebagai lahan industri sedangkan nilai tanah terendah berada di Desa Mororejo yaitu sebesar Rp.123.105,18 dengan karakteristik objek berupa tambak, akses berupa jalan tanah dengan lebar 1,5 meter yang tidak dapat dilewati kendaraan roda 4. Berdasarkan kenaikan nilai tanah dari tahun 2016-2019, maka Desa Wonorejo merupakan desa yang memiliki persentase nilai tanah paling tinggi yaitu 4571%, sedangkan Desa Karang Tengah merupakan desa dengan persentase kenaikan nilai tanah yang paling rendah mencapai 494%. Nilai tanah Rp. 878.819,00 - Rp. 3.365.067,00 merupakan kelas nilai tanah yang tinggi dengan persebaran memiliki pola mengikuti jalan raya Semarang-Kendal maupun jalur utama Pantura dan nilai tanah semakin rendah seiring bertambahnya jarak dari kedua jalan raya tersebut

    Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap Keterampilan Bepikir Kreatif Siswa pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI SMAN 8 Malang

    No full text
    RINGKASANNafi’ah, Siti Umi. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap Keterampilan Bepikir Kreatif Siswa pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI SMAN 8 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si (II) Drs. Rudi Hartono, M.Si.Kata Kunci: Model Pembelajaran Group Investigation (GI), Keterampilan Berpikir Kreatif Group Investigation (GI) merupakan model pembelajaran kooperatif yang memiliki keunggulan dalam memperbaiki performasi pembelajaran dan hasilnya. Pembelajaran Geografi dengan mempertimbangkan keterampilan berpikir kreatif belum berjalan optimal karena kurangnya latihan berpikir kreatif dan dasar-dasar berpikir kreatif belum dikuasai dengan baik oleh siswa. Berpikir kreatif diperlukan agar siswa dapat mengemukakan banyak ide atau gagasan dan mampu memikirkan cara yang berbeda-beda untuk menyelesaikan masalah. Model pembelajaran Group Investigation (GI) menjadikan siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran, sehingga terbukti berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis, analitis dan spasial. Namun pengaruhnya terhadap keterampilan berpikir kreatif belum diketahui.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran GI terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa. Jenis penelitian ini termasuk Quasi Experiment dengan menggunakan rancangan penelitian pretest posttest control group design. Subjek penelitian adalah siswa SMAN 8 Malang kelas XI IPS 1 sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas XI IPS 3 sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan soal essai yang berjumlah empat butir soal yang sudah melalui uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Uji prasyarat terdiri uji normalitas dan uji homogenitas. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan independent sample T-Test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan model pembelajaran GI berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa Kelas XI SMAN 8 Malang karena dalam model pembelajaran tersebut mengharuskan siswa menyusun pertanyaan-pertanyaan baru dan menggali informasi lebih mendalam, sehingga siswa dapat membentuk pengetahuannya sendiri. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai Gain Score kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yaitu 13,5 untuk kelompok eksperimen dan 9,1 untuk kelompok kontrol. Hasil uji hipotesis melalui analisis T-Test dengan perhitungan aplikasi SPSS 16.0 for Windows adalah 0,04. Jadi, model pembelajaran GI berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas XI SMAN 8 Malang. Berdasarkan temuan penelitian, diajukan dua saran. Pertama, disarankan bagi guru untuk menggunakan model pembelajaran GI pada materi permasalahan yang diakibatkan oleh dinamika kependudukan karena sesuai dengan kegiatan yang dilaksankan. Kedua, saran untuk peneliti selanjutnya agar mengembangkan hasil penelitian dengan menggunakan variabel yang berbeda

    PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING DILENGKAPI LKS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI SMAN 1 SRONO BANYUWANGI

    No full text
    RINGKASANNovia, Meda Triyana. 2019. Pengaruh Model Discovery Learning dilengkapi LKS Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Siswa dalam Mata Pelajaran Geografi Kelas XI SMAN 1 Srono Banyuwangi. Skripsi, Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budi Handoyo, M.Si, (II) Drs. Hendri Purwito, M.Si.Kata Kunci: model discovery learning dilengkapi LKS, kemampuan berpikir analitisModel discovery learning memiliki kelebihan dalam mengembangkan kemampuan kognitif siswa. Pemilihan model discovery learning dilengkapi LKS berdasarkan beberapa alasan, antara lain: 1) model ini sejalan dengan pembelajaran di Kurikulum 2013 yang menekankan pada aktivitas siswa; 2) kegiatan pemecahan masalah dikaitkan dengan fenomena yang ada di lingkungan sekitar; dan 3) model ini mendorong siswa bekerja sama dengan temannya untuk menemukan pengetahuannya sendiri. Siswa dilatih melakukan penelitian dan penyelidikan di lapangan sesuai petunjuk dalam LKS, sehingga siswa tidak hanya terampil dalam memecahkan masalah berdasarkan fakta, namun juga dapat mengasah kemampuan berpikir analitis mereka selama proses mengumpulkan data di lapangan. Proses pemecahan masalah di lapangan secara berkelompok akan membantu siswa dalam menemukan pengetahuan baru terkait materi yang tidak mereka dapatkan secara utuh dari guru. Dengan demikian, siswa akan berusaha mengeksplorasi dirinya dan melatih kemampuan kerjasama dengan temannya untuk memecahkan permasalahan yang ada.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model discovery learning dilengkapi LKS terhadap kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI di SMAN 1 Srono Banyuwangi. Metode penelitian ini adalah eksperimen semu dengan menggunakan pretest - posttest control group design. Subjek penelitian ini adalah kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen, dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian menggunakan soal objektif berjumlah 8 butir, dan soal esai berjumlah 3 butir yang sudah melalui uji validitas dan uji reliabilitas pada kelas lain yang tidak menjadi subjek penelitian. Teknik analisis data menggunakan metode statistik dengan bantuan program SPSS 22.0 for Windows, yang digunakan juga untuk melakukan uji normalitas, uji homogenitas, serta uji hipotesis dengan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model discovery learning dilengkapi LKS berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai gain score kelas eksperimen lebih besar dibandingkan kelas kontrol, yaitu 20,9 untuk kelas eksperimen, dan 12,4 untuk kelas kontrol. Nilai ini memperlihatkan kemampuan berpikir analitis siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol setelah diberi perlakuan yang berbeda. Pada uji hipotesis dengan nilai sig. (2-tailed) diperoleh hasil 0,000 < 0,05 , yang artinya H1 diterima dan H0 ditolak. Penjelasan di atas membuktikan bahwa model discovery learning dilengkapi LKS berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI di SMAN 1 Srono Banyuwangi.  SUMMARYNovia, Meda Triyana. 2019. The Influence of Discovery Learning Model Equipped with Students Worksheet to Analytical Thinking Ability of Students in Geography Subjects XI grade at SMAN 1 Srono Banyuwangi. Thesis. Geography Department, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang. Supervisor: (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si , (2) Drs. Hendri Purwito M.SiKeywords: discovery learning equipped with students worksheet, analytical thinking abilityDiscovery learning model has advantages in developing student’s cognitive abilities. Selection of discovery learning model equipped with students worksheet based on several reasons including: 1) this model is in line with implementation of Curiculum 2013 which emphasizes student activities; 2) problem solving activities are associated with phenomena that exist in the surrounding environment; and 3) models encourage students to cooperate with friends to find their knowledge own. Students are trained to conduct research and investigations in the field according to the instructions in the students worksheet, so students are not only skilled in solving problems based on the facts, but also can hone their analytical thinking skilss during collecting data’s process in the field. Problem solving process in the field in groups will help students to find new knowledge related to material that they didn’t get in full from the teacher.Therefore, students will try to explore themselves and trained their ability to cooperate with friends to solve existing problems. This study aims to determine the effect of discovery learning model equipped with students worksheet to analytical thinking ability of students XI grade at SMAN 1 Srono Banyuwangi. This research method is a quasi experimental using pretest posttest control group design. The subject of this study was XI IPS 1 as the experimental class and XI IPS 2 as the control class. The research instruments using 8 items objective questions and 3 items essay questions that have gone through the validity test and reliability test in other classes that aren’t the subject of research. Data analysis techniques use statistical methods with SPSS 22.0 for Windows program, which is also used to perform normality test, homogeneity test, and hypothesis testing with independent sample t-test.The result of the study indicate that the application of discovery learning model equipped with students worksheet has a significant effect on the analitycal thinking ability of students. This is evidenced by the average value of gain score experimental class greater than the control class, namely 20,9 for the experimental class and 12,4 for the control class. This value showed the analytical thinking ability students of the experimental class is better than the control class after being given different treatments. On hypothesis test with sig. value (2-tailed) the result obtained 0,000 < 0,05 , which means H1 is accepted and H0 is rejected. This explanation above proved that the discovery learning model equipped with students worksheet affect the analytical thinking ability of students XI grade at SMAN 1 Srono Banyuwangi

    Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dalam Perspektif Gaya Belajar Siswa Kelas X IPS MAN Kota Batu

    No full text
    RINGKASANMasyhuda, Ana Qoriah. 2019. Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dalam Perspektif Gaya Belajar Siswa Kelas X IPS MAN Kota Batu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si, (II) D Dr. Satti Wagistina, S.P, M.SiKata Kunci: Model Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir Kritis, Gaya BelajarModel Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) merupakan  pembelajaran yang menggunakan permasalahan kontekstual sebagai titik pangkalnya. Model ini merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa, sehingga siswa dituntut untuk memecahkan sebuah permasalahan yang dihadapinya, melalui proses pemecahan masalah. siswa dapat membangun kemampuan berpikir kritisnya. Selain itu, gaya belajar juga mempengaruhi keberhasilan pembelajaran, dengan mengetahui gaya belajar siswa membantu guru memudahkan untuk menyampaikan materi. Dengan demikian, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model PBL terhadap kemampuan berpikir kritis dalam perspektif gaya belajar siswa kelas X IPS MAN Kota Batu.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen) yang termasuk dalam penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian ini menggunakan posttest-only control group design. Subjek penelitian ini berjumlah 66 siswa dengan rincian yaitu X IPS 3 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 33 dan X IPS 4 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 33. Teknik  pengumpulan data kemampuan berpikir kritis menggunakan tes kemampuan berpikir kritis yang terdiri dari 10 soal pilihan ganda dan 6 soal essay. Adapun teknik pengumpulan data  gaya belajar siswa menggunakan angket gaya belajar yang berjumlah 30 soal. Teknik Analisis data pada penelitian ini menggunakan  bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Pengujian hipotesis didasarkan pada hasil perhitungan Uji-t dan Uji Two Way Annova dengan taraf signifikasi 0,05.Hasil pengujian hipotesis pertama dengan metode uji-t menunjukkan nilai signifikan 0,151 atau < 0,05, dan nilai rata-rata posttest kelas Eksperimen mendapatkan nilai rata-rata yang lebih tinggi dibanding kelas Kontrol. Maka dapat disimpulkan bahwa model PBL berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis  pada siswa kelas X IPS MAN Kota Batu. Indikator berpikir kritis yang paling dominan dikuasai siswa kelas X IPS MAN Kota Batu adalah memberikan solusi. Hal ini diketahui dari hasil akumulasi skor posttest kemampuan berpikir kritis pada masing-masing indikator. Adapun hasil pengujian hipotesis kedua dengan metode uji Two Way Annova menunjukkan mendapatkan hasil 0,151 atau ≥ 0,05 yang berarti bahwa nilai tidak signifikan, namun kelas eksperimen dengan gaya belajar memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan gaya belajar maka dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning dalam perspektif gaya belajar berpengaruh tidak signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IPS MAN Kota Batu. Pada hipotesis ini ditemukan bahwa pada kelas eksperimen siswa dengan gaya belajar kinestetik mendapat nilai kemampuan berpikir kritis paling tinggi dibandingkan gaya belajar yang lain

    PETA WEBGIS CAGAR BUDAYA SEBAGAI OBJEK PARIWISATA DI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAKLisdioni, Firly. 2019.  Pemetaan Cagar Budaya Sebagai Objek Pariwisata di Kota Malang. Skripsi, Program Studi Ilmu Geografi, Jurusan Gografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. I Komang Astina, M.S, Ph.D (2) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd.Kata Kunci: Cagar Budaya, Wisata, PetaCagar budaya merupakan warisan yang mengandung nilai informasi sejarah suatu daerah, banyaknya lokasi cagar budaya di kota malang masih belum diketahui oleh banyak orang dikarenakan terbatasnya informasi yang tersedia. Banyaknya lokasi cagar budaya yang tersebar di kawasan pusat kota yang memiliki aktivitas tinggi karena lokasinya yang strategis, sehingga dapat menyebabkan kondisi kawasan cagar budaya menjadi sangat rentan karena pusat kota memiliki alih fungsi lahan yang tinggi.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu menjelaskan data hasil penelitian yang telah diperoleh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei lapangan yang terdiri atas observasi, dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan metode deskreptif kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dilakukan berdasarkan metode penilaian dari Mac Kinnon. Penilaian dilakukan terhadap parameter potensi wisata sejarah yang terdiri atas keunikan, estetika, keutuhan, keaslian dan atraksi. Penilaian dilakukan di 10 lokasi bangunan cagar budaya Kota Malang. Metode kuantitatif dilakukan untuk proses pemetaan. Pemetaan dilakukan berdasarkan hasil pengumpulan data dan analisis yang telah dilakukan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya, (1) Identifikasi potensi objek wisata sejarah di Kota Malang diperoleh 10 objek bangunan cagar budaya di Kota Malang yaitu Balai Kota Malang, Bank Indonesia Kota Malang, Stasiun Kota Malang, Kantor kas dan perbendaharaan negara, Toko oen, Kantor pln, Cor jesu, Gereja hati kudus yesus, Masjid agung jami’, Candi badut. 10 objek bangunan cagar budaya tersebut diperoleh dari seluruh bangunan cagar budaya yang ada di RTRW Kota Malang tahun 2010-2030. Cagar budaya terbagi atas kawasan cagar budaya dan bangunan cagar budaya. (2) Pemetaan cagar budaya sebagai objek wisata di Kota Malang menghasilkan peta webgis yang berisi informasi mengenai objek pariwisata dan bisa diakses melalui web browser. ABSTRACTLisdioni, Firly. 2019.  Pemetaan Cagar Budaya Sebagai Objek Pariwisata di Kota Malang. Skripsi, Program Studi Ilmu Geografi, Jurusan Gografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. I Komang Astina, M.S, Ph.D (2) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd.Keywords: Cultural Heritage, Tourism, MapCultural heritage is an inheritance that contains the value of historical information of an area, the number of locations of cultural heritage in Malang city is still unknown to many people due to the limited information available. The number of cultural heritage locations scattered in the downtown area has high activity because of its strategic location, so that it can cause the condition of the cultural heritage area to be very vulnerable because the city center has a high land conversion function.This research is a descriptive study, which explains the data of research results that have been obtained. The method used in this study is the survey method. Data collection is done by field survey techniques consisting of observation, and documentation. The analysis of the study used descriptive and qualitative methods. Qualitative methods were carried out based on the assessment method from Mac Kinnon. Assessment is carried out on the parameters of historical tourism potential which consists of uniqueness, aesthetics, wholeness, authenticity and attractions. The assessment was carried out in 10 locations of Malang cultural heritage buildings. Quantitative methods are carried out for the mapping process. Mapping is based on the results of data collection and analysis that has been done.The results of this study indicate that, (1) Identification of potential historical tourism objects in Malang is obtained by 10 objects of cultural heritage buildings in Malang, namely Balai Kota Malang, Bank Indonesia Kota Malang, Stasiun Kota Malang, Kantor kas dan perbendaharaan negara, Toko oen, Kantor pln, Cor jesu, Gereja hati kudus yesus, Masjid agung jami’, Candi Badut. The 10 cultural heritage building objects were obtained from all cultural heritage buildings on the Malang City Spatial Plan for 2010-2030. Cultural heritage is divided into cultural heritage areas and cultural heritage buildings.(2) Cultural heritage mapping as a tourist attraction in Malang City produces a webgis map that contains information about tourism objects and can be accessed through a web browser

    Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Pada Mata Pelajaran Geografi Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas XI IPS di MAN 2 Pamekasan

    No full text
    RINGKASANRokayyah, ST. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation (GI) pada Mata Pelajaran Gerografi Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas XI IPS di MAN 2 Pamekasan. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd. (II) Purwanto, S. Pd., M.SiKata Kuci: model pembelajaran Group Investigation (GI), kemampuan berpikir tingkat tinggiKemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan kemampuan kognitif siswa yang meliputi kemampuan menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Kemampuan berpikir tingkat tinggi perlu dikembangkan saat ini, karena merupakan kebutuhan di abad 21 dan sangat efektif dalam memecahkan masalah. Selain itu, kurikulum 2013 menuntut siswa untuk menyelesaikan soal-soal HOTS (High Order Thingking Skill) dan menitik beratkan pada penilaian kemampuan berpikir tingkat tinggi. Oleh karena itu, guru harus memiliki strategi yang dapat meningkatkan kemampuan tersebut, salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) yang bertujuan untuk meningkatkan rasa ingin tahu dan mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas XI IPS di Man 2 Pamekasan. Penelitian ini di desain dengan Quasi Experiment menggunakan Post Test Control Group Desaign. Subyek penelitian ini terdiri dari XI IPS 1 sebagai kelas kontrol dan XI IPS 5 sebagai kelas eksperimen. Pemilihan subyek ini dengan menggunakan purpose sampling, karena sudah ditentukan karakteristiknya, yaitu nilai rata-rata UTS yang hampir sama atau memiliki kemampuan yang sama. Pengukuran kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan menggunakan tes subjektif yang terdiri dari lima soal. Teknis analisis data menggunakan Uji-t (Independent Sample t-Test) dengan bantuan aplikasi SPSS 16.00 For Windows.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Terbukti pada hasil nilai tes kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata 79 dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol memiliki nilai rata-rata 68,11 dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi kategori cukup. Selain itu, nilai signifikansi pada uji hipotesis senilai 0.003 atau ≤ 0.05, artinya H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Group Investigation (GI) berpengaruh terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas XI IPS di MAN 2 Pamekasan dibandingkan dengan kelas kontrol yang hanya menggunakan model konvensional. Model pembelajaran ini dibutuhkan strategi dan perhatian khusus agar tujuan proses pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. SUMMARYRokayyah, ST. 2019. Effect of Group Investigation (GI) Learning Model on Gerographic Subjects on High Level Thinking Ability of Class XI IPS Students in MAN 2 Pamekasan. Thesis, Department of Geography, Faculty of Social Sciences, State University Of Malang. Advisor: (1) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd. (II) Purwanto, S. Pd., M.Sc.Keywords: Group Investigation (GI) learning model, high-level thinking skillsHigh-level thinking skills are students' cognitive abilities which include the ability to analyze, evaluate and create. High-level thinking skills need to be developed at this time, because it is a necessity in the 21st century and is very effective in solving problems. In addition, the 2013 curriculum requires students to solve HOTS (High Order Thingking Skill) questions and focus on assessing high-level thinking skills. Therefore, teachers must have a strategy that can improve these abilities, one of them is by using a Group Investigation (GI) learning model that aims to increase curiosity and develop high-level thinking skills.This study aims to determine the effect of the Group Investigation (GI) learning model on the high-level thinking ability of XI IPS students in Man 2 Pamekasan. This study was designed with Quasi Experiment using the Desaign Post Test Control Group. The subjects of this study consisted of XI IPS 1 as a control class and XI IPS 5 as an experimental class. Selection of this subject using purpose sampling, because the characteristics have been determined, namely the average value of UTS which is almost the same or has the same ability. Measurement of high-level thinking skills using subjective tests consisting of five questions. The technical data analysis used the t-test (Independent Sample t-Test) with the help of the SPSS 16.00 For Windows application. The results of this study indicate that the average value of the experimental class is higher than the control class. Evidently the results of the experimental class test scores have an average value of 79 with high-level thinking skills in the high category, while the control class has an average value of 68.11 with sufficient high-level thinking skills. In addition, the significance value of the hypothesis test is 0.003 or ≤ 0.05, meaning that H0 is rejected. This shows that the learning model of the Group Investigation (GI) has an effect on the high-level thinking ability of students in class XI IPS in MAN 2 Pamekasan compared to the control class that only uses conventional models. This learning model requires strategies and special attention so that the learning process objectives can be carried out properly

    Estmasi Produktivitas Tanaman Padi dengan Ubinan di Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo

    No full text
    Padi merupakan komiditi pangan yang mendapat prioritas yang utama dalam pembangunan pertanian karena menjadi makanan pokok, sehingga ketika harga beras naik maka kebutuhan pokok yang lain akan ikut naik, disisi lain lahan pertanian yang ditiap tahun mengalami degradasi sehingga kajian untuk mengukur luas sawah perlu dikaji ulang, oleh karena itu estimasi produktivitas tanaman padi merupakan suatu kajian tentang perkiraan hasil dari suatu panen yang ada di Kecamatan Kraksaan Kabupten Probolinggo.Penelitian ini bertujuan untuk membantu memetakan ulang luas sawah yang ada di Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo dengan menggunakan citra landsat untuk mengetahui luas dari total sawah yang ada, setelah itu dilakukan observasi lapangan dan melakukan pengambilan sampel dengan cara pengambilan sampel secara ubinan di beberapa titik yang sedang dilakukan panen, dan tentunya sampel tersebut mewakili zona yang telah ditentukan yakni zona wilayah timur, barat, selatan, dan utara. Hasil penelitian menunjukkan dari hasil perhitungan luas area tanaman padi di Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo yang diperoleh hasil nilai estimasi tertinggi berada di desa Rondokuning dengan 12,7 ton/Ha perhektar dan memiliki nilai estimasi terendah terdapat pada Desa Kebon Agung dengan nilai 4,64 ton/Ha, hasil jumlah total keseluruhan memiliki rata – rata estimasi perwilayah yakni 6,834 ton dari 10 sampel yang dilakukan.

    Penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Minat Belajar Gegrafi Siswa Kelas XI IPS 5 SMAN 1 Garum Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAK     Sari, Puput Ambar. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Minat Belajar Gegrafi Siswa Kelas XI IPS 5 SMAN 1 Garum Kabupaten Blitar. Skripsi. Jurusan Geografi Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Budijanto, M.Sos, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.   Kata Kunci: Teams Games Tournament, Minat belajar   Refleksi awal terhadap pembelajaran Geografi di kelas XI IPS 5 SMAN 1 Garum, teridentifikasi masalah pembelajaran, yakni: 1) siswa tidak memperhatikan saat guru menyampaikan materi, 2) siswa berbicara dengan teman sebangku, 3) siswa tertidur di dalam kelas, 4) siswa kurang aktif menjawab pertanyaan guru. Dari serangkaian masalah tersebut, yang menjadi akar masalah adalah guru menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi. berdasarkan akar masalah, maka dilakukan perbaikan pembelajaran dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Minat Belajar Gegrafi Siswa Kelas XI IPS 5 SMAN 1 Garum Kabupaten Blitar”. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan: meningkatkan minat belajar siswa mata pelajaran Geografi pada materi Kearifan Lokal dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam. Penelitian ini termasuk dalam Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan 2 siklus, setiap siklus terdiri dari empat langkah yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siswa. Minat belajar siswa dihitung dari rata-rata skor klasikal yaitu, pada siklus I sebesar 75,54 menjadi 94,37 meningkat sebanyak 24,05%. Dari hasil penelitian terjadi peningkatan minat belajar Geografi setelah diterapkan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Penelitian Tindakan Kelas ini menghasilkan 2 saran terkait dengan manajemen waktu dan pengelolaan kelas, yaitu: 1) pengelolaan waktu yang tepat terutama pada tiap tahapan, agar penerapan model ini bisa berjalan lancar, 2) perlu adanya pengelolaan kelas yang lebih baik, sehingga pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar

    PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP DEBIT MATA AIR UMBUL GEMULO KOTA BATU

    No full text
    ABSTRAK Zulfidah, Hielda. 2017. Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Debit Mata Air Umbul Gemulo Kota Batu. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Didik Taryana, M.Si, (II) Drs. Hendri Purwito, M.Si.   Kata Kunci: mata air umbul gemulo, perubahan penggunaan lahan, penggunaan lahan terbangun, debit mata air   Kota Batu mempunyai jumlah mata air cukup banyak, yang 30% nya berada di Kecamatan Bumiaji, dan salah satunya yaitu Mata Air Umbul Gemulo. Mata Air Umbul Gemulo merupakan mata air yang bersumber dari Gunung Api Arjuna yang proses pembentukan mata airnya keluar dari celah-celah batuan yang kedap air (impermeable) dan merupakan klasifikasi sifat aliran air mata air menahun (perennial spring), jenis mata air tersebut sangat bergantung pada infiltrasi yang berada di daerah recharge (daerah resapan air). Pengukuran debit Mata Air Umbul Gemulo dilakukan dengan menggunakan alat current meter yang didapatkan hasil sebesar 910,2 liter/detik pada tahun 2017. Kuantitas debit mata air tersebut telah mengalami penurunan dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 2015 sebesar 3.110,4 liter/detik dan tahun 2005 sebesar 4.466 liter/detik. Perkembangan fisik Kecamatan Bumiaji yang dikembangkan sebagai daerah pariwisata mengakibatkan terjadinya perubahan penggunaan lahan, yaitu dari lahan terbuka menjadi lahan terbangun seperti penginapan atau hotel. Perubahan penggunaan lahan menjadi lahan terbangun dapat mengakibatkan menurunnya kapasitas infiltrasi yang juga dapat mempengaruhi kuantitas debit Mata Air Umbul Gemulo. Terdapat 3 (tiga) macam penggunaan lahan di recharge area Mata Air Umbul Gemulo, yaitu lahan sawah, ladang/perkebunan, dan permukiman. Penggunaan lahan terbangun di recharge area Mata Air Umbul Gemulo dalam kurun waktu 12 tahun (2005 - 2017) bertambah seluas 58.399,8 m2. Terdapat hasil simpanan air tanah di recharge area Mata Air Umbul Gemulo sebesar 11.624.865,37 m3 atau terseimpan 28% dari adanya infiltrasi. Bertambahnya luas penggunaan lahan terbangun di recharge area Mata Air Umbul Gemulo berpengaruh terhadap menurunnya kuantitas debit Mata Air Umbul Gemulo. Terdapatnya pengaruh tersebut dibuktikan dari analisis trend yang penggambaran trend line pada penelitian ini ditandai dengan semakin menurunnya grafik pada tahun 2005, 2015, dan 2017. Downtrend line menunjukkan nilai negatif, karena terdapat pengaruh dari semakin bertambahnya pembangunan atau penggunaan lahan terbangun di recharge area Mata Air Umbul Gemulo menyebabkan kuantitas debit Mata Air Umbul Gemulo semakin mengecil/menurun

    Kontribusi Remitensi Migran Sirkuler Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Daerah Asal di Desa Suruh Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek

    No full text
    ABSTRAK   Rahayu, Nilam Cahya. 2017. Kontribusi Remitensi Migran Sirkuler terhadap  Pendapatan Rumah Tangga Daerah Asal di Desa Suruh Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek. Skripsi. Jurusan Geografi. Program Studi Geografi. Fakultas Ilmu Sosial.Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Budijanto, M.Sos, Drs. Djoko Soelistijo, M.Si   Kata Kunci:Migran Sirkuler, Remitensi, Kontribusi   Fenomena migrasi sirkuler banyak terlihat di berbagai wilayah Indonesia. Desa Suruh merupakan salah satu desa yang penduduknya melakukan migrasi Sirkuler di luar daerah yaitu : Surabaya, Kalimantan, dan Sumatera. Kondisi geografis di desa Suruh yang kurang mendukung menyebabkan terjadi rendahnya pendidikan dan kurangnya lapangan pekerjaan sehingga menyebabkan masyarakat desa Suruh memilih melakukan Migrasi Sirkuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik demografi ekonomi sosial migran, Jumlah sumbanganr emiten yang dihasilkan migran, pemanfaatan remiten migran sirkuler dan kontribusi remiten migran sirkuler terhadap pendapatan rumah tangga daerah asal. Metode dalam penelitian ini adalah diskriptif, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 responden dengan penarikan jumlah sampel menggunakan proportional random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan tabulasi tunggal, tabulasi silang dan uji statistik non parametrik Chi2. Penelitian ini menggunakan 10 variabel bebasmeliputi: umur,jenis kelamin, status perkawinan,beban tanggungan keluarga, tingkat pendidikan, Remitenmigran,Pemanfaatanremiten, jenispekerjaanmigran, lama waktubekerjadandaerahtujuanmigran. Hasil Penelitian menunjukkan variabel bebas yang berhubungan dengan kontribusi remiten migran sirkuler adalah daerah tujuan migran sirkuler dan lama waktu bekerja migran di daerah tujuan. Karakteristik demografi sosial ekonomi migran berdasarka numur, kelompok umur 39 – 44 tahun memiliki persentase sebesar 30%, migran dengan jenis kelamin laki – laki memiliki persentase 90%, migran sirkuler memiliki status perkawinan menikah memiliki persentase 93,75%, migran dengan beban tanggungan keluargasejumlah 2 jiwa memiliki persentase 46,25%, Migran dengan tingkat pendidikan tamat SD memiliki persentase 35%, Persentase jenis pekerjaan migran di daerah tujuan paling tinggi adalah sebagai petani yaitu sebesar 42,5%. Jumlah Sumbangan Remiten untuk rumah tangga daerah asal adalah sebesar Rp 284.500.000,00. Pemanfaatan remiten secarakonsumsi sangat dominan dengan persentase sebesar 78,25%. Kontribusi remiten terhadap pendapatan rumah tangga dengan Kategori Tinggi berarti remiten memiliki kontribusi terhadap pendapatan rumah tangga antara 67% - 100%

    0

    full texts

    1,629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇