SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1629 research outputs found

    Analisis Komparatif Kondisi Sosial Ekonomi Pada Penduduk Migran dan Non Migran Terhadap Tingkat Fertilitas Di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik

    No full text
    Abstrak   Kata Kunci: Kondisi Sosial Ekonomi, Fertilitas, Penduduk Migran Dan Non Migran   Laju pertumbuhan penduduk disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yakni kelahiran (Fertilitas) dan mobilitas. Fertilitas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah jumlah anak lahir hidup pasangan usia subur (PUS) yang statusnya bekerja. Memilih Kecamatan Driyorejo dikarenakan wilayah ini merupakan hiterland Kota Surabaya, sehingga secara langsung menjadi daerah mobilitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan perbedaan kondisi sosial ekonomi pada penduduk migran dan non migran terhadap tingkat fertilitas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian komparatif yang bersifat expost facto. Jumlah populasi sebanyak 19.912 responden, sedangkan sampel responden penelitian berjumlah 200 responden dengan menggunakan propotional random sampling. Analisis data yang digunakan menggunakan uji regresi linear berganda dan uji beda, dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fertilitas antara penduduk migran dan non migran menalami perbadaan, pada penduduk migran tingkat kelahiran (Fertilits) lebih tinggi daipada penduduk non migran, selain itu kondisi sosial ekonomi antara penduduk migran dan non migran juga mengalami perbedaan baik dari faktor pendidikan, pekerjaan, maupun pendapatan. Kondisi sosial ekonomi pada hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terhadap tingkat fertiltas, baik pada penduduk migran maupun non migran

    Identifikasi Faktor-faktor yang Memengaruhi Minat Siswa pada Kelas Peminatan Geografi SMA Negeri Se-Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   RINGKASAN Magdalena, Gyant. 2018. Identifikasi Faktor-faktor yang Memengaruhi Minat Siswa pada Kelas Peminatan Geografi SMA Negeri Se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si, (II) Dr. Singgih Susilo, M.S, M.Si. Kata Kunci: Faktor, Minat Siswa, Kelas Peminatan Geografi Minat siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia dalam memilih mata pelajaran geografi pada kelas peminatan tergolong rendah. Salah satu kota yang memiliki peminat geografi rendah adalah SMA Negeri di Kota Malang. Namun, ada beberapa SMA di Kota Malang yang memiliki minat tinggi pada kelas peminatan geografi ini. Tinggi atau rendahnya minat siswa dalam memilih kelas peminatan geografi tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari dalam maupun dari luar diri siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi minat siswa pada kelas peminatan geografi. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri se-Kota Malang pada siswa-siswi kelas peminatan geografi. Kelas peminatan geografi di Kota Malang tersebar pada 8 sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas peminatan geografi SMA Negeri se-Kota Malang yang berjumlah 525 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional sampling, yaitu cara pengambilan sampel dari tiap-tiap sub populasi dengan memperhitungkan besar kecilnya jumlah sub-sub populasi tersebut. Sampel yang diambil didasarkan atas pertimbangan maksimum sampel oleh Gay, yaitu 20% dari populasi, sehingga diperoleh sampel 105 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dengan skala Likert dan dianalisis melalui analisis deskriptif. Variabel penelitian ini adalah minat siswa memilih kelas peminatan geografi. Variabel tersebut terdiri dari faktor psikologis, inteligensi, keluarga, sekolah, dan faktor lingkungan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase terbesar faktor-faktor yang memengaruhi minat siswa pada kelas peminatan adalah faktor sekolah (71,2%) dan faktor psikologis (70,5%). Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan: (1) Bagi guru, hendaknya mengembangkan kreativitas dalam mengajar geografi, (2) Bagi sekolah, hendaknya meningkatkan penyediaan fasilitas seperti laboratorium geografi, dan (3) Bagi peneliti selanjutnya, disarankan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai permasalahan di kelas peminatan geografi

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA KELAS XI IPS SMA LABORATORIUM UM DITINJAU DARI TINGKAT KECERDASANNYA

    No full text
    ABSTRAK   Kemampuan berpikir analitis sangat perlu dimiliki siswa. Kemampuan berpikir analitis siswa dapat dipengaruhi oleh tingkat kecerdasannya. Selain tingkat kecerdasan, terdapat hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam kemampuan berpikir analitis yaitu pemilihan model pembelajaran yang sesuai seperti Group Investigation (GI). Model pembelajaran GI dipilih sebab sesuai dengan kurikulum 2013, dapat mengembangkan kemampuan berpikir analitis, dan sesuai diterapkan pada pembelajaran geografi. Selain itu, kelebihan model pembelajaran GI yaitu meningkatkan interaksi sosial, keaktifan, dan pengalaman belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran GI pada mata pelajaran geografi terhadap kemampuan berpikir analitis siswa ditinjau dari tingkat kecerdasannya. Penelitian ini termasuk dalam quasi experiment dengan posttest only control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Laboratorium UM. Kelas XI IPS 4 sebagai kelas eksperimen dan Kelas XI IPS 3 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data kemampuan berpikir analitis menggunakan tes sedangkapn teknik pengumpulan data tingkat kecerdasan menggunakan dokumentasi. Analisis data menggunakan anava dua jalan dengan signifikansi 5% dengan bantuan SPSS 16.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran GI pada mata pelajaran geografi terhadap kemampuan berpikir analitis siswa ditinjau dari tingkat kecerdasannya. Hal tersebut ditunjukkan dari nilai signifikansi kelas yang menggunakan model pembelajaran GI dengan tingkat kecerdasan adalah 0,04 ˂ 0,05 dan nilai rata-ratanya lebih tinggi daripada kelas yang tidak menggunakan model pembelajaran GI ditinjau dari tingkat kecerdasannya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dikemukakan saran yaitu: 1) bagi guru geografi, diharapkan menerapkan model pembelajaran GI untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa, 2) bagi pihak sekolah, disarankan menghimbau para guru untuk menerapkan model pembelajaran GI dalam usaha meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa serta meningkatkan mutu sekolah. 3) bagi peneliti lanjut, disarankan untuk menguji pengaruh model pembelajaran GI dengan variabel terikat dan variabel moderator yang lain

    ANALISIS KERENTANAN BENCANA BANJIR DI KECAMATAN SAMPANG, MADURA

    No full text
    ABSTRAK   Setiap tahun Kecamatan Sampang mengalami banjir hal ini disebabkan oleh meluapnya Kali Kemuning. Meluapnya kali kemuning di Kecamatan Sampang diakibatkan oleh faktor fisik wilayah yaitu kemiringan lereng, elevasi, penggunaan lahan, dan infiltrasi tanah. Analisis kerentanan banjir di Kecamatan Sampang dilakukan dengan menghitung debit limpasan permukaan DAS Kali Kemuning pada periode ulang 2, 5, 10 dan 25 tahun, dan persebaran genangan banjir dengan menggunakan program HEC-RAS berdasarkan parameter fisik banjir. Jenis data yang digunakan antara lain data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah data penampang sungai dan data infiltrasi tanah, sedangkan data sekunder berupa  data curah hujan tahun 2006 – 2015, data ASTER DEM 30m untuk lereng dan pembuatan peta DAS, citra SAS Planet untuk penutup lahan dan data kejadian banjir di Kecamatan Sampang. Analisis data yang digunakan adalah analisis hidrologi, dan analisis kerentanan luapan banjir berdasarkan kondisi fisik. Analisis hidrologi dilakukan untuk menentukan hujan efektif dan intensitas hujan pada periode ulang 2, 5, 10 dan 25 tahun sebagai input perhitungan hidrograf debit limpasan metode HSS Nakayasu. Analisis kerentanan banjir berdasarkan luapan dengan menggunakan metode HEC-RAS digunakan untuk mengetahui zona rentan berdasarkan luapan banjir yang meliputi tinggi banjir, luas luapan dan juga parameter-parameter fisik yang menjadi parameter kerentanan banjir. Hasil analisis hidrologi menunjukkan debit limpasan permukaan pada periode ulang 2, 5, 10 dan 25 tahun secara berturut-turut sebesar 314,773 m3/detik, 361,889 m3/detik, 386,767 m3/detik, dan 437,052 m3/detik. Hasil permodelan banjir HEC-RAS dari 11 titik sampel mengalami luapan dengan debit 2, 5, 10 dan 25 tahun. Tinggi luapan berbeda-beda di setiap titik, rata-rata luapan adalah 0,5m – 2m. Genangan banjir pada debit periode ulang 2 tahun adalah 60,69 ha, wilayah yang tergenang meliputi Desa Polagan 0,78 ha, Banyu Anyar 10,42 ha, Rong Tengah 19,73 ha, Karang Dalem 0,019 ha, Gunung Sekar 0,32 ha, Dalpenang 16,04 ha, Paseyan 0,32 ha. Debit rencana kala ulang 10 tahun wilayah yang tergenang banjir seluas 73,18 ha, wilayah yang tergenang meliputi Desa Polagan 0,78 ha, Banyu Anyar 14,26 ha, Rong Tengah 21,71 ha, Karang Dalem 0,05 ha, Gunung Sekar 0,68 ha, Dalpenang 18,01 ha, Paseyan 0,39 ha. Debit rencana kala ulang 25 tahun wilayah yang tergenang banjir adalah seluas 109,38 ha, wilayah yang tergenang meliputi Desa Polagan 17,61 ha, Banyu Anyar 20,52 ha, Rong Tengah 27,78 ha, Karang Dalem 0,068 ha, Gunung Sekar 15,08 ha, Dalpenang 21,94 ha, Paseyan 0,57 ha. Wilayah yang tergenang banjir merupakan wilayah yang rentan karena kondisi fisik yang tidak mampu menerima debit di setiap kala ulang

    Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas XI IPS SMA Islam Kepanjen Pada Mata Pelajaran Geografi

    No full text
    RINGKASAN Putra, Angga Aji. Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas XI IPS SMA Islam Kepanjen Pada Mata Pelajaran Geografi. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd. (II) Drs. Marhadi Slamet Kistyanto, M.Si.   Kata Kunci: Model Project Based Learning, Kemampuan Berpikir Kreatif.   Project Based Learning merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan kegiatan belajarnya berupa proyek. Model Project Based Learning menuntut keaktifan siswa dan kerjasama dalam pembuatan proyek. Model Project Based Learning memiliki kelebihan yang berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas XI IPS SMA ISLAM kepanjen pada mata pelajaran geografi. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen) menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian ini, yaitu dua kelas yang memiliki kemampuan setara berdasarkan data nilai hasil ulangan yang didapatkan dari guru mata pelajaran geografi. Dua kelas tersebut diantaranya, kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan dengan model Project Based Learning dan kelas XI IPS 2 sebagai kelas kontrol yang diberi perlakuan dengan model konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes essay sejumlah 4 butir soal yang mengacu pada indikator kemampuan berpikir kreatif. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan tes yang dilakukan dua kali diberikan pada sebelum dan sesudah perlakuan. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif kelas yang menggunakan model Project Based Learning mendapatkan nilai rata-rata lebih baik dibandingkan kelas yang tidak menggunakan model Project Based Learning. Hasil analisis yang dilakukan didapatkan bahwa nilai probabilitas sebesar 0,005 atau lebih rendah dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat pengaruh signifikan penerapan Model Project Based Learning terhadap kemampuan berpikir kreatif pada Mata Pelajaran Geografi Siswa kelas XI IPS SMA ISLAM KEPANJEN. Saran ditujukan untuk guru agar mempersiapkan perencanaan pembelajaran model Project Based Learning secara matang, karena model pembelajaran ini menuntut banyak biaya dan waktu. Bagi pihak sekolah disarankan agar memberi dorongan pada kegiatan pembelajaran menggunakan model Project Based Learning khusunya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian mengenai model Project Based Learning disarankan menyiapkan instrumen dan perangkat pembelajaran secara matang agar memudahkan guru model saat memberikan perlakuan. Peneliti selanjutnya dapat memberikan variabel moderator atau mengganti variabel terikat dan bisa ditambah dengan alat atau media untuk mendukung pembelajaran tersebut. SUMMARY Putra, Angga Aji. The Influence Of A Project Based Learning Model On The Creative Thinking Ability Of The Students Class XI IPS SMA Islam Kepanjen On Geography Lesson.Thesis. Study Program Of Geography Education, Faculty Of Social Science, State University Of Malang.Supervisor(I) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd. (II) Drs. Marhadi Slamet Kistyanto, M.Si.   Keywords: Model Project Based Learning, Creative Thinking Ability.   Project Based Learning is a learning model based on student learning and activities in the form of projects. Model of Project Based Learning demands a liveliness of students and cooperation in making the project. Project Based Learning model has advantages which have an effect on the ability of creative thinking. This research aims to know the influence model of Project Based Learning towards creative thinking ability of the students of Class XI IPS SMA ISLAM kepanjen in the subjects of geography. This research included quantitative research with the kind of experimental research on pseudo (Quasi Experimental) using a Pretest-Posttest Control Group Design. The subject of this study, that is, two classes that have equivalent capabilities based on the data values of the results obtained from the teacher repeats the subjects geography. These include two classes, class XI IPS class 1 as experimental treatment with models of Project Based Learning and Class XI IPS 2 as the control class was given preferential treatment by conventional models. The instruments used in the form of essay tests a number of 4 grains of matter which refers to the indicators of the ability of creative thinking. The technique of data collection conducted using tests conducted two times given on before and after the treatment. Technique of data analysis using t-test with SPSS 16.0 for Windows. The results showed that the ability of the creative thinking classes that use the model of Project Based Learning gets an average of better than a class which does not use the model of Project Based Learning. The results of the analysis performed has been obtained that the value of the probability of 0.005 or less than 0.05. Based on these results it can be concluded that H0 is rejected and accepted meaning H1 Model Project Based Learning to creative thinking ability in the Subjects of geography Students of Class XI IPS SMA ISLAM KEPANJEN. The advice is aimed at teachers in order to prepare the planning of learning model of Project Based Learning in ripe, because of this learning model is demanding a lot of cost and time. For the recommended that schools give a boost in the learning activities using Project Based Learning model especially for improving the ability of the creative thinking of students. For the next researcher who will do research on the model of Project Based Learning suggested setting up of instruments and devices in order to make it easier for mature learning teachers model while providing treatment. Researchers can then give the moderator variable or change the variable and can be combined with tools or media to support learning

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Kader Posyandu di Wilayah Kerja Pukesmas Dinoyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Usaha pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan semakin baik kepada masyarakat, tertuang dalam upaya mengembangkan kesehatan bersumber masyarakat dengan diselenggarakannya pos pelayan terpadu (Posyandu). Pemantauan pertumbuhan balita dan partisipasi masyarakat terhadap Posyandu di Pukesmas Dinoyo mengalami penurunan pada tahun 2017 sebesar 56,72%,pada tahun 2014sebesar 82,25% (Dinas Kesehatan Kota Malang, 2018). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bermaksud untuk mengetahui faktor paling berpengaruh terhadap keaktifan kader posyandu di wilayah kerja Pukesmas Dinoyo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan expose facto.Jenis penelitian digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dengan menggunakan metode survey dalam pengumpulan data. Jumlah sampel dalam penelitian yaitu 77 responden dari lima kelurahan di Kecamatan Lowokwaru yang tentukan secara simple random sampling. Analisis data yabf digunakan yaitu tabulasi tunggal, tabulasi silang serta uji statistik uji chi square. Hasil analisis tabulasi tunggal, tabulasi silang dan hasil uji chi square menunjuk-kan bahwa sernetak variabel tingkat pendidikan, pengetahuan, motivasi dan pelatihan berpengaruh terhadap keaktifan kader posyandu. Sedangkan variabel mengikuti organisasi lain dan insentif/imbalan tidak mempengaruhi keaktifan kader posyandu. Saran yang diajukan berdasarkan permasalahan yang berkaitan dengan keaktifan kader posyandu di wilayah kerja Pukesmas Dinoyo 1) Kader posyandu yang belum beperan akif di harapkan akan lebih aktif berperan melalui selalu mengikuti pelatihan dan juga melalui kunjungan rumah ibu yang memiliki balita. 2) Melalui bidan di masing-masing wilayah kerja melakukan pelatihan kader

    PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODELTEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN GEOGRAFI PADA SISWA KELAS XI IPS 4 SMA NEGERI AMBULU KABUPATEN JEMBER

    No full text
    ABSTRAK   Observasi awal diketahui metode pembelajaran geografi yang dilakukan di SMA Negeri Ambulu adalah ceramah, pemberian tugas, dan diskusi kelompok. Hasil belajar siswa dengan ketuntasan klasikal 57% dan rata-rata kelasnya sebesar 72,60. Jumlah ketuntasan belajar siswa kurang dari kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk mata pelajaran Geografi sebesar ≥ 75 dan ketuntasan belajar klasikalnya sebesar ≥ 85%. Hasil belajar tersebut perlu diperbaiki dengan menerapkan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dirancang dengan model penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada Mei 2018. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XI IPS 4 yang berjumlah 35 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Teknik pengumpulan data melalui tes. Tindakan yang dilakukan yaitu pembelajaran kooperatif model team assisted individualization (TAI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan mulai dari pra tindakan ke siklus 1 dan siklus 1 ke siklus 2. Rata-rata hasil belajar pada pra tindakan sebesar 72,60 pada siklus 1 meningkat menjadi 74,47 dan pada siklus 2 meningkat menjadi 81,57.Terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar dengan persentase peningkatan sebesar 9,53%. Ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan, pada proses pembelajaran pra tindakan sebesar 57%, siklus 1 sebesar 73%, dan pada siklus 2 menjadi 86%.Berdasarkan hasil tersebut, disarankan: (1) Bagi guru geografi agar menggunakan model  team assisted individualization untuk meningkatkan hasil belajar siswa. (2) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian sejenis dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran kooperatif model team assisted individualization dengan subjek penelitian yang berbeda

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN LKS DAPAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IIS 4 MAN 3 KEDIRI

    No full text
    RINGKASAN   Ni’mah, Nila . 2018. Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan LKS untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Siswa Kelas XI IIS 4 MAN 3 Kediri.  Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si (2) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si.   Kata kunci: Model Problem Based Learning, LKS, Kemampuan memecahkan masalah.   Kemampuan memecahkan masalah merupakan hal krusial dalam pembelajaran di abada ke 21. Pentingnya kemampuan memecahkan masalah  didorong oleh semakin kompleksnya permasalahan dalam dinamika geosfer yang menuntut siswa untuk memikirkan solusi dalam pemecahannya. Kenyataannya kemampuan memecahkan masalah geografi siswa kelas XI khususnya di IIS 4 di MAN 3 Kediri masih rendah. Hal ini diketahui dari hasil wawancara dengan guru dan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti. Berdasarkan hasil observasai, diketahui kemampuan siswa dalam memecahkan masalah masih rendah hal itu terlihat dari instrumen penilaian (evaluasi) khususnya soal dan tugas yang diberikan guru umumnya sebatas aspek konseptual, kurang tepatnya guru menerapkan strategi dan metode pembelajaran yang digunakan serta LKS yang kurang memberi latihan untuk memecahkan masalah. Akibatnya ketika siswa dihadapkan dengan masalah, siswa mengalami kesulitan untuk memecahkannya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan memecahkan masalah siswa kelas XI IIS 4 MAN 3 Kediri dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan LKS.  Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdapat dua siklus yang terdiri dari empat tahap pada setiap siklusnya yaitu, perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS 4 MAN 3 Kediri yang berjumlah 40 siswa. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang langsung diperoleh dari subjek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kemampuan memecahkan masalah. Data tersebut diperoleh dari hasil tes kemampuan memecahkan masalah yang diberikan pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan LKS mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata kemampuan memecahkan masalah siswa setelah dilakukan tindakan pada siklus I dan siklus II. Kesimpulan dalam penelitian ini model Problem Based Learning (PBL) berbantuan LKS dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa kelas XI IIS 4 MAN 3 Kediri.

    Pengaruh Produk, Harga dan Lokasi terhadap Keputusan Pembelian pada Pedagang Kaki Lima di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

    No full text
    Rahmawan, Wawan. 2017. Pengaruh Produk, Harga, dan Lokasi terhadap Keputusan Pembelian pada PKL di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbig: (I) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si., (II) Dr. Singgih Susilo, M.S, M.Si. Kata Kunci: Produk, Harga, Lokasi, Keputusan Pembelian, PKL            Pedagang kaki lima atau PKL merupakan pedagang yang umumnya menjajakan barang dagangannya di pingir jalan. Keberadaan PKL hampir tersebar di semua wilayah Kota Malang, termasuk Kecamatan Lowokwaru. Keadaan PKL di Kecamatan Lowokwaru umumnya tidak tertata, sempitnya lahan untuk setiap pedagang, serta keberadaan pedagang yang tepat di pinggir jalan raya sangat mengganggu kenyamanan pembeli maupun pengguna jalan. Selain itu banyaknya PKL yang ada menjadikan persaingan antar pedagang semakin ketat.            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh produk, harga, dan lokasi terhadap keputusan pembelian pada PKL di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.            Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen yang sedang membeli pada PKL di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 112 pembeli PKL dengan pendekatan accidental sampling (pengambilan secara kebetulan). Metode analisis yang digunakan yaitu tabulasi silang dan Chi Square.            Karakteristik pembeli PKL secara umum yaitu laki-laki dengan usia 21-30 tahun, dan mayoritas pembeli PKL bekerja atau beraktivitas sebagai mahasiswa. Selain itu berdasarkan uji Chi Square diperoleh hasil bahwa ketiga variabel penelitian yaitu; produk¸ harga, dan lokasi masing-masing mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian pada PKL di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

    ANALISIS POTENSI OBJEK WISATA PANTAI SERANG DI KABUPATEN BLITAR

    No full text
    ABSTRAK   Aji, Arif. 2018. Analisis Potensi Objek Wisata Pantai Serang Di Kabupaten Blitar. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd (2) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.   Kata kunci : potensi, strategi pengembangan Kabupaten Blitar adalah salah satu wilayah yang terletak di daerah selatan Provinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia, oleh sebab itu salah satu potensi yang dimiliki oleh Kabupeten Blitar adalah potensi pariwisata pantai. Sesuai dengan pasal 45 dalam PERDA Nomor 5 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Blitar maka objek wisata Pantai Serang menjadi salah satu objek wisata yang akan dikembangkan untuk menjadi sebuah objek wisata yang mampu bersaing dengan objek wisata lainnya, khususnya objek wisata di Kota Blitar, maka potensi yang ada ini seharusnya dapat dikelola dan dikembangkan dengan strategi yang tepat dan sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi potensi fisik dan non fisik objek wisata Pantai Serang dan (2) mengetahui arahan pengembangan yang tepat untuk pengembangan objek wisata Pantai Serang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini terbagi dalam tiga tahapan, tahap pertama adalah tahap observasi awal untuk memperoleh data awal mengenai kondisi terkini objek penelitian, tahap kedua merupakan tahap pengumpulan data, tahap terakhir adalah analisis data dengan menggunakan teknik scorring, tabulasi tunggal, dan SWOT. Hasil dari penelitian ini adalah (1) kondisi fisik dan non fisik objek wisata Pantai Serang sangat sesuai dan mendukung pengembangan Pantai Serang menjadi sebuah objek wisata, (2) Dengan menggunakan analisis SWOT dapat diketahui bahwa posisi objek wisata Pantai Serang berada dalam kuadran SWOT 1, yang berarti bahwa objek wisata dalam kondisi yang sangat baik dan berpeluang untuk dikembangkan, pengembangan yang tepat adalah dengan memaksimalkan potensi yang ada, baik potensi fisik maupun  non fisik, meningkatkan kenyamanan pengunjung, arahan strategi yang dapat dilakukan adalah mengikutsertakan masyarakat untuk bersama-sama memelihara dan melestarikan sumberdaya wisata Pantai Serang, dan membuka peluang pada pihak luar atau investor untuk menanamkan modalnya, terutama untuk pengadaan sarana dan prasarana pendukung objek wisata. Saran yang dapat diberikan adalah (1) untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar serta pihak pengelola objek wisata hendaknya lebih meningkatkan kinerjanya. Fasilitas merupakan salah satu unsur pengembangan yang tergolong kurang memadai, (2) untuk masyarakat sekitar diharapkan ikut berpartisipasi dalam pengembangan dan pelestarian objek wisata Pantai Serang, (3) pengunjung juga diharapkan ikut berpartisipasi dalam pengembangan objek wisata Pantai Serang, seperti dalam hal menjaga kebersihan dan penyebaran informasi

    0

    full texts

    1,629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇