SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1629 research outputs found

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INTRUCTION TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMAN 7 MALANG DITINJAU DARI MINAT BELAJARNYA

    No full text
    ABSTRAK   Ariyani, Aditya  2018. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Intruction Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Mata Pelajaran Geografi Siswa Kelas XI IPS SMAN 7 Malang ditinjau dari Minat Belajarnya. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si, (2) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si.   Kata Kunci: model Problem Based Intruction, kemampuan berpikir tingkat tinggi, minat belajar, mata pelajaran geografi. Pembelajaran saat ini hanya menekankan pada kemampuan berpikir tingkat dasar seperti hapalan, mengetahui sebuah infromasi, dan memberikan kritikan. Perlu adanya peningkatan kualitas pembelajaran dalam kemampuan berpikir tingkat yang lebih tinggi. Kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan keterampilan pada tingkat yang lebih tinggi dalam mengolah dan mengevaluasi informasi yang diterima dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Intruction terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas XI SMAN 7 Malang ditinjau dari minat belajarnya. Penelitian ini dirancang menggunakan eksperimen semu dengan posttest only control group design yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Subjek penelitian ini adalah kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 3 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa soal essai sebanyak 4 butir dengan pedoman penskoran kemampuan berpikir tingkat tinggi. Perhitungan tes kemampuan berpikir tingkat tinggi dan minat belajar siswa menggunakan faktorial 2x3. Teknik analisis data menggunakan SPSS 16.0 for windows. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji-f (analysis of variance). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Problem Based Intruction berpengaruh terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMAN 7 Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi kelas yang menggunakan model Problem Based Intruction memiliki nilai rata-rata (82) lebih tinggi dari kelas yang tidak menggunakan model Problem Based Intruction (77). Selain itu, model Problem Based Intruction ditinjau dari minat belajar siswa juga berpengaruh terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMAN 7 Malang. Dengan kata lain, menunjukkan bahwa H0 ditolak, sehingga menerima H1 yang artinya model Problem Based Intruction ditinjau dari minat belajarnya berpengaruh terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMAN 7 Malang

    Analisis Kebutuhan Laboratorium Geografi di SMA/MA Negeri se-Kota Malang

    No full text
    RINGKASAN Firdianzah, Riza. 2018. Analisis Kebutuhan Laboratorium Geografi di SMA/MA Negeri se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si, (II) Purwanto, S.Pd, M.Si.   Kata Kunci: mata pelajaran geografi, kegiatan praktikum, laboratorium geografi Mata pelajaran geografi di sekolah selama ini baru sebatas teksbook. Hal tersebut menunjukkan bahwa kompetensi yang dicapai masih  sebatas pengetahuan. Aspek yang juga harus dicapai adalah aspek keterampilan. Selain itu, Pada hakikatnya mata pelajaran geografi mengembangkan kemampuan siswa mengenali dan memahami gejala alam dalam kaitannya dengan keruangan dan kewilayahan. Berdasarkan hal tersebut, siswa akan sulit mempelajari mata pelajaran geografi tanpa mengetahui secara langsung keadaan yang sebenarnya. Salah satu kegiatan agar siswa dapat memahami mata pelajaran geografi yakni kegiatan praktikum di laboratorium. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini memiliki 3 tujuan yakni untuk menganalisis kebutuhan kegiatan praktikum geografi berdasarkan kurikulum 2013 revisi, untuk menganalisis kegiatan praktikum geografi berdasarkan persepsi guru, dan untuk menganalisis kebutuhan laboratorium geografi. Populasi pada penelitian adalah seluruh guru di SMA/MA Negeri se-Kota Malang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling, yaitu sampel diambil berdasarkan kebutuhan penelitian. Sampel yang diambil berupa persepsi guru tentang kegiatan praktikum yang mengajar di setiap kelas X, XI, dan XII. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dengan skala Likert dan dianalisis melalui analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 13 materi yang membutuhkan kegiatan praktikum berdasarkan kurikulum 2013 revisi, ada 10 materi yang membutuhkan kegiatan praktikum berdasarkan persepsi guru, dan ada 9 materi yang membutuhkan laboratorium geografi. Berdasarkan hasil penelitian ini menyarankan: (1) Bagi guru, guru hendaknya melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan KD-3 dan KD-4, (2) Bagi sekolah, hendaknya meningkatkan ketersediaan fasilitas berupa laboratorium geografi (3) Bagi peneliti selanjutnya, disarankan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai tata kelola ruang laboratorium geografi.   SUMMARY Firdianzah, Riza. 2018. Analysis of Geographic Laboratory needs in State Senior High School/Islamic Senior High School in Malang. Thesis, Geography Department, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si, (II) Purwanto, S.Pd, M.Si.   Keyword: Geographical subjects, Practical Activities, Geography Laboratory Geographical subjects at school have only been limited to textbooks. This shows that the competencies achieved are still limited to knowledge. The aspect that must also be achieved is the skill aspect. In addition, in essence geography subjects develop the ability of students to recognize and understand the symptoms of nature in relation to spatial and territorial. Based on this, students will find it difficult to study geography subjects without knowing firsthand the real situation. One of the activities is so that students can understand geography subjects, namely practical activities in the laboratory This research is a descriptive research. This study has 3 objectives, namely to analyze the needs of geographic practical activities based on the 2013 revised curriculum, to analyze geographic practicum activities based on teacher perceptions, and to analyze the needs of geography laboratories. The population in the study were all teachers in Senior High Schools/Islamic High Schools throughout Malang City. The sampling technique uses purposive random sampling, ie samples are taken based on research needs. The sample taken is in the form of the teacher's perception of practical activities that teach in each class X, XI, and XII. Data collection was done using a questionnaire with a Likert scale and analyzed through descriptive analysis. The results of this study indicate that there are 13 materials that require practical activities based on the revised 2013 curriculum, there are 10 materials that require practical activities based on teacher perceptions, and there are 9 materials that require geography laboratories. Based on the results of this study suggest: (1) For teachers, teachers should conduct learning activities in accordance with KD-3 and KD-4, (2) For schools, should improve the availability of facilities in the form of geography laboratories (3) For further researchers, it is recommended to conduct research more about the governance of geographic laboratory space

    Kondisi Sosial, Ekonomi, Demografi dan Tingkat Kesejahteraan Buruh Tani di Desa Duwet Kecamatan Wates Kabupaten Kediri

    No full text
    RINGKASAN Desa Duwet merupakan desa yang terletak di Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, yang memiliki potensi sumber daya alamnya berupa pertanian, dengan penggunaan lahan pertanian terluas di Kecamatan wates. Dibalik potensi tersebut justru sebaliknya banyak yang berprofesi sebagai buruh tani sehingga pendapatannya tidak menentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan Sosial ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat buruh tani di Desa Duwet. Jenis Penelitian termasuk kuantitatif, dengan menggunakan metode survey. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunkan Simple random sampling dimana semua anggota populasi mendapatkan kesempatan yang sama  untuk dipilih. Cara mndapatkan sampel yang menggambarkan populasi menggunakan rumus Slovin yang diperoleh 84 responden. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini yaitu berupa data primer dan sekunder yaitu melalui observasi, kuisoner, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tabulasi tunggal dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan buruh tani di Desa Duwet yang termasuk dalam keluarga sejahtera I dengan prosentase sebesar 2,38%.  Sedangkan sebagian besar termasuk dalam keluarga sejahtera II dengan jumlah 54,8%. Selain itu yang terdapat beberapa buruh tani yang termasuk dalam golongan keluarga sejahtera III sebesar 42,9%. Tidak ditemukan buruh tani yang termasuk dalam golongan dalam keluarga Prasejahtera, dan keluarga sejahtera III+. Hal ini keluarga buruh tani dapat memenuhi kebutuhan primer atau pokok untuk melangsungkan kebutuhannya sehari-hari, namun masih belum bisa memenuhi kebutuhan tersiernya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan Peneliti, penelitian ini dapat disarankan 1) Pemilik lahan seharusnya memperhatikan lagi hak-hak buruh tani, untuk itu perlu memberikan upah sesuai dengan UMR. 2) Perbaikan tingkat pendidikan keluarga buruh tani agar memperoleh pendidikan yang lebih tinggi

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS X

    No full text
    RINGKASAN   Model group investigation merupakan pembelajaran yang aktif bagi peserta didik yang melibatkan dalam penyelidikan kelompok. Model ini memiliki kelebihan dalam proses pembelajaran. Model ini mempengaruhi peserta didik sehingga aktivitas dalam pembelajaran meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran Group Investigation terhadap hasil belajar geografi peserta didik pada mata pelajaran geografi peserta didik kelas X IPS MA Bilingual Batu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang termasuk dalam penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini berjumlah 62 peserta didik dengan rincian yaitu X IIS 1 sebagai kelas kontrol dengan jumlah peserta didik 32 dan X IIS 2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik 31. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu soal essai pretest dan posttest yang berjumlah 5 soal. Teknik analisis data menggunakan uji-t. Uji-t digunakan untuk mengetahui pengaruh  model pembelajaran Group Investigation terhadap hasil belajar geografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan model Group Investigation terhadap hasil belajar geografi peserta didik kelas eksperimen. Rata-rata hasil belajar peserta didik eksperimen lebih tinggi 5,9 daripada kelas kontrol. Pada perhitungan uji hipotesis yang dilakukan, diperoleh Sig.(2-tailed) 0,000 ≤ 0,05 berdasarkan hal tersebut H0 ditolak. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model Group Investigation terhadap hasil belajar geografi peserta didik kelas X IPS MA Bilingual Batu

    Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi Untuk Pemetaan Sebaran Serta Analisis Kebutuhan Pemakaman Di Lowokwaru Kota Malang

    No full text
    Kata Kunci : Lahan Pemakaman,Pertumbuhan Manusia, Kebutuhan, Sistem Informasi Geografis (SIG)   Kebutuhan lahan pemakaman di Kecamatan Lowokwaru merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi ketersediaannya. Jumlah penduduk di Kecamatan Lowokwaru sendiri setiap tahunnya terus bertambah dan jumlah jenazah baru di setiap tahunnya juga terus ada selain itu Jumlah Penduduk Lowokwaru merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbayak di Kota Malang (Lowokwaru Dalam Angka 2016). Sehubungan adanya jenazah baru tiap tahunya, penyediaan lahan untuk jenazah juga perlu diperhatikan. Fasilitas lahan pemakaman di Kecamatan Lowokwaru luasnya kurang lebih 35 Ha yang tersebar di berbagai kelurahan di Kecamatan Lowokwaru. Total luas tersebut terdiri dari jumlah lahan yang terpakai dan yang belum terpakai, dimana untuk setiap tahunya ditiap kelurahan didapati jenazah baru yang akan dimakamkan, sehingga dikawatirkan akan terbatas lahan pemakaman untuk tiap wilayah kelurahan, maka dari itu analisis untuk kebutuhan lahan yang tersedia diperlukan untuk menghindari keterbatasan lahan pemakaman. Kebutuhan lahan pemakaman di analisis secara kualitatif dengan menggambarkan kondisi setiap wilayah akan kebutuhan lahan pemakaman berdasarkan jumlah penduduk dan lahan yang dibutuhkan. Analisis pemakaman ini digunakan sebagai acuan untuk penanganan lebih lanjut akan lahan pemakaman yang tersebar di Kecamatan Lowokwaru, karena dengan jumlah pemakaman yang tersebar di seluruh kecamatan tidak  semuanya bersedia menampung jenazah  penduduk  warga lain  meskipun dalam satu Kecamatan. Lokasi suatu lahan pemakaman juga merupakan salah satu hal yang terkait dalam Kebutuhan lahan pemakaman, karena dalam suatu wilayah penempatan lahan pemakaman yang buruk juga akan barakibat negatif pada lingkungan sekitarnya. Lokasi pemakaman di Kecamatan Lowokwaru di petakan menggunakan Sofwhare ArcGIS untuk mengetahui persebaran lahan pemakaman dengan dengan keterjangkauan objek lain yang dapat terpengaruh lahan pemakaman seperti jaringan jalan, pemukiman, sumber air, dan tanaman budidaya

    PERSEBARAN RUMAH TANGGA MISKIN DI KELURAHAN KOTALAMA KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci: kemiskinan, profil kemisikan, sebaran keruangan kemiskinan   Salah satu persoalan klasik yang harus terus dibenahi adalah angka kemiskinan masyarakat kota, khususnya Kota Malang. Kemiskinan di Kota Malang terbilang berkurang jika merujuk pada angka kemiskinan yang mengalami penurunan secara signifikan dari tahun 2010 sebesar 5,90 % menjadi 4,60% pada tahun 2015, namun begitu kenyataan dilapangan kurang sesuai dengan penurunan data kemiskinan yang ada. Terdapat ketidaksinkronan data kemiskinan antar SKPD terkait, hal ini membuat upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Malang dirasa kurang tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil kemiskinan dari analisis karakteristik demografi, karakteristik ekonomi dan karakteristik sosial. Tujuan  lainnya yaitu untuk mengetahui tingkat kemiskinan pada masing-masing Rukun Warga (RW) di Kelurahan Kotalama dan sebaran keruangannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif. Metode yang akan digunakan adalah metode survei. Metode ini digunakan untuk meninjau serta mengumpulkan data secara faktual. Pemilihan metode ini mengacu pada tujuan penelitian yang telah dipaparkan. Pengambilan sampel dilakukan secara proportional sampling dengan teknik pengumpulan data  menggunakan metode observasi, wawancara dengan menggunakan angket dan dokumentasi lapangan. Hasil data tersebut akan dianalisis dengan tabulasi tunggal, sehingga menghasilkan data statistik dalam bentuk distribusi data dan persentase (%). Hasil analisis klasifikasi tingkat kemiskinan rumah di Kelurahan Kotalama sebesar 66% responden termasuk Rumah Tangga Miskin (RTM) dan 34% responden termasuk Rumah Tangga Hampir                 Miskin (RTHM). Untuk analisis tetangga terdekat (Nearest Neighbour Analysis) menunjukkan bahwa rumah tangga miskin di Kelurahan Kotalama mempunyai pola sebaran spasial mengelompok (clustered) dengan nilai Nearest Neighnour Analysis z-score -5, 84. Pengelompokkan ini terdapat pada kawasan bantaran rel kereta api dan bantaran sungai. Rumah tangga miskin yang termasuk dalam kategori Rumah Tangga Miskin sebesar 66% dan sebesar 34% responden lainnya termasuk dalam kategori Rumah Tangga Hampir Miskin

    PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNINGTERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWAKELAS XI SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Pembelajaran dengan pendekatan saintifik membutuhkan kemampuan berkomunikatif, kreatif dan berpikir kritis. Kemampuan-kemampuan ini termasuk ke dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi. Problem Based Learning salah satu model pembelajaran yang mendukung pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Problem Based Learning menggunakan pendekatan yang fokus pada masalah dunia nyata sebagai konteks siswa untuk belajar cara berfikir kritis, keterampilan pemecahan masalah, memperoleh pengetahuan dari konsep materi pelajaran.Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengaruh Problem Based Learning  terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi pada Kompetensi Dasar Menganalisis Kondisi Geografis Indonesia untuk Ketahanan Pangan Nasional, Penyediaan Bahan Industri, dan Energi Alternatif pada siswa kelas XI Program Ilmu Pengetahuan Sosial SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang Semester Ganjil 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy experiment) yang termasuk rancangan penelitian kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 64 siswa dengan rincian 31  siswa kelas XI IPS 1 sebagai kelas kontrol dan 33 siswa kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah soal tes essai pratest dan pascatest yang setiap butir soal termuat indikator berpikir tingkat tinggi. Dari pratest dan pascatest akan diketahui selisih skor (gainscore). Teknik analisis data menggunakan Uji-t dari gainscore untuk mengetahui pengaruh dari model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi kelas eksperimen. Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dengan hasil Sig.(1-tailed) adalah 0,008 dari kelas kontrol (6,77) dengan kata lain H0 ditolak.   Kesimpulannya bahwa  model Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas XI IPS SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut pada subjek dan tempat penelitian yang berbeda untuk mengetahui pengaruh  model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi.   ABSTRACT   Al-Ghani, Muhammad Zulfi. 2016. Effect of Problem Based Learning Model Against High-Level Thinking Skills of the Class XI Students of SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Thesis, Geography Department, Faculty of Social Science, State University of Malang. Lecture (I) Drs. Yusuf Suharto M.Pd (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu M.Si,   Keywords: Problem Based Learning, Thinking Ability high level   Learning the scientific approach requires the ability berkomunikatif, creative and critical thinking. These capabilities are included in the high-level thinking skills. Problem Based Learning one learning model that supports learning the scientific approach. Problem Based Learning approach that focuses on real-world problems as a context for the student to learn how to think critically, problem solving skills, acquire knowledge of concepts pelajaran.Penelitian material is intended to explain the influence of Problem Based Learning on Higher-Order Thinking Ability in Basic Competency Analyzing Geographic Conditions Indonesia's National Food Security, Supply of Industrial Materials, and Alternative Energy Program in class XI student of Social Sciences University Laboratory High School Malang Odd Semester 2016/2017. This study is a quasi-experimental research (quasy experiment) which includes quantitative research design. Subjects numbered 64 students with details of 31 students of class XI IPS 1 as the control class and 33 students of class XI IPS 2 as the experimental class. The instrument used for data collection is an essay test questions pratest and pascatest that each item on indicators contained higher-level thinking. From pratest and pascatest will know the difference score (gainscore). Data were analyzed using t-test of gainscore to determine the effect of Problem Based Learning model of the high-level thinking skills of students. Results showed positive and significant impact on the ability to think critically experimental class. Based on the calculation results of hypothesis testing against high-level thinking skills of students with results Sig. (One-tailed) was 0.008 of the control class (6.77), in other words H0. The conclusion that the model of Problem Based Learning affect the high-level thinking skills of students of class XI IPS SMA Laboratorium State University of Malang. Based on the results of this study can be suggested that further research on the subject and the different studies to determine the effect of Problem Based Learning model of the high-level thinking skills

    Kesiapan dan Hambatan yang Dihadapi Guru Geografi SMA Negeri di Kota Malang dalam Menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS)

    No full text
    ABSTRAK RINGKASANSa’adah, Nuzilatus. 2018. Kesiapan dan Hambatan yang Dihadapi Guru Geografi SMA Negeri di Kota Malang dalam Menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS). Skripsi, Jurusan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Soekamto, S.H., M.Pd., M.Si.(II) Drs. Hendri Purwito, M.Si.Kata Kunci: Sistem Kredit Semester, Kesiapan, Hambatan, Guru GeografiKesiapan dan hambatan guru berperan penting dalam kelancaran penerapan SKS. Keberhasilan penerapan SKS sangat ditentukan dari kesiapan dan hambatan yang dihadapi penyelenggara pendidikan salah satunya yaitu guru. Kesiapan dan hambatan yang dihadapi guru menjadi faktor penentu dalam penerapan SKS. Hal tersebut dikarenakan guru berhadapan langsung dengan peserta didik.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan dan hambatan yang dihadapi guru geografi SMA Negeri di Kota Malang. Penelitian ini dirancang menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif.Populasi penelitian ini adalah seluruh guru geografi SMA Negeri di Kota Malang sebanyak 22 guru. Pengambilan sampel didasarkan atas pertimbangan sesuai dengan kebutuhan penelitian,yaitu seluruh guru geografi kelas X SMA Negeri di Kota Malang, sehingga diperoleh sampel 13 guru. Kesiapan guru dalam menerapkan SKS terdiri dari 3 sub variabel yaitu pengetahuan guru mengenai SKS, tersedianya perangkat pembelajaran, dan tersedianya perangkat penilaian pembelajaran. Sedangkan hambatan yang dihadapi guru dalam menerapkan SKS terdiri dari 3 sub variabel yaitu kesulitan dalam perencanaan pembelajaran, kesulitan dalam pelaksanaan pembelajar, dan kesulitan dalam penilaian pembelajaran.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan guru geografi SMA Negeri di Kota Malang dalam menerapkan SKS dikategorikan siap dalam ketiga sub variabel yaitu pemahaman guru mengenai SKS, tersedianya perangkat pembelajaran, dan tersedianya perangkat penilaian pembelajaran. Sedangkan hambatan yang dihadapi guru geografi SMA Negeri di Kota Malang dalam menerapkan SKS adalah dalam pelaksanaaan pembelajaran

    Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Geografi Siswa Kelas X IPS Di SMA Laboratorium UM

    No full text
    ABSTRAK Yanti. 2018. Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Geografi Siswa Kelas  X IPS di SMA Laboratorium UM. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Ardyanto Tanjung, S.Pd., M.Pd, dan (2) Syamsul Bachri, S.Si., M.Sc., Ph.DKata kunci: Model Problem Based Learning, Kemampuan Memecahkan Masalah.Pembelajaran geografi di SMA sesuai Kurikulum 2013  menuntut siswa untuk memiliki High Order Thinking Skills (HOTS) yang meliputi kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah. Model Problem Based Learning dapat melatih kemampuan memecahkan masalah geografi siswa. Siswa dihadapkan pada permasalahan kontekstual untuk memulai pembelajaran, sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model PBL terhadap kemampuan memecahkan masalah geografi siswa.Rancangan penelitian ini menggunakan Posttest Only Control Group Design. Maksud dari desain tersebut adalah terdapat dua kelompok yang dipilih secara random untuk dijadikan subjek penelitian. Kedua kelompok tersebut diberi perlakuan yang berbeda. Penelitian dilakukan di SMA Laboratorium UM, dengan X IPS 2 sebagai kelas eksperimen, dan X IPS 4 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa soal esai yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis yang digunakan adalah Independen sampel t-test.Soal tes esai yang digunakan telah valid dan reliabel. Perhitungannya menggunakan SPSS 16.0 for windows yang hasilnya menunjukkan bahwa soal tes telah valid dan reliabel dengan nilai yang melebihi r tabel (> 0.374). Berdasarkan analisis t-test, penelitian menunjukkan nilai signifikasi (0.032) < 0.05. Hal tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak. Perbedaan nilai rata-rata kelas kontrol dan kelas eksperimen adalah 4.92857. Hal ini berarti bahwa model PBL mempunyai pengaruh yang baik terhadap kemampuan memecahkan masalah geografi siswa. Pengaruh tersebut berupa adanya peningkatan kemampuan memecahkan masalah geografi siswa jika dibandingkan dengan materi sebelumnya. Nilai rata-rata kemampuan memecahkan masalah geografi kelas eksperimen (71.25) lebih besar daripada kelas kontrol (66.32).Penelitian ini disarankan bagi guru dan peneliti lanjut. Bagi guru, dalam menerapkan model Problem Based Learning (PBL) melalui RPP yang disesuaikan dengan langkah-langkah model PBL. Bagi peneliti lanjut, dapat menjadi rujukan untuk penelitian selanjutnya agar dapat dikembangkan dan diperbaiki. Peneliti selanjutnya diharapkan lebih mampu merencanakan pengelolaan kelas dengan efektif, dengan cara mengatur waktu di RPP lebih rinci dilengkapi dengan aturan yang dapat mengatasi siswa yang berperilaku menyimpang

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA KELAS XI SMAN 1 BATU DITINJAU DARI TINGKAT KECERDASANNYA

    No full text
    Kualitas pendidikan saat ini perlu adanya peningkatan. Seperti halnya peningkatan kemampuan berpikir salah satunya kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu tahapan berpikir yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari dan setiap siswa diarahkan untuk memiliki pola kemampuan berpikir tingkat tinggi karena kemampuan berpikir tingkat tinggi membuat seseorang dapat berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Learning Cycle 5E terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Batu, kemudian tujuan selanjutnya yakni untuk mengetahui pengaruh model Learning Cycle 5E yang ditinjau dari tingkat kecerdasan terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Batu ditinjau dari tingkat kecerdasannya.             Rancangan penelitian ini adalah postest only control grup design yang terdiri dari kelas eksperimen dan kontrol. Penentuan sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling sehingga diambil kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian ini menggunakan soal essai sebanyak 4 butir soal dengan pedoman penskoran kemampuan berpikir tingkat tinggi. Teknik analisis data menggunakan SPSS 16.0 for windows. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji-F (analysis of variance).             Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh model Learning Cycle 5E terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMA Negeri 1 Batu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dari kelas kontrol. Selain itu, model Learning Cycle 5E ditinjau dari tingkat kecerdasan siswa juga berpengaruh terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMA Negeri 1 Batu. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak, sehingga menerima H1 yang artinya ada pengaruh model Learning Cycle 5E terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi ditinjau dari tingkat kecerdasannya

    0

    full texts

    1,629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇