SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1629 research outputs found

    PEMANFAATAN CITRA WORLDVIEW-2 DAN SIG UNTUK PEMETAAN KAJIAN KUALITAS PERMUKIMAN DI KECAMATAN BATU KOTA BATU

    No full text
    ABSTRAK Kurniawan, Dedi. 2019. Pemanfaatan Citra Worldview-2 dan SIG Untuk Pemetaan Kajian Kualitas Permukiman di Kecamatan Batu, Kota Batu. Skripsi, Program Studi Geografi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Rudi Hartono, M.Si, (II) Dr. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si. Kata Kunci: Citra Worldview-2, Kualitas Permukiman, Kecamatan Batu Pemanfaatan citra worldview-2 salah satunya untuk pemetaan kajian kualitas permukiman. Kecamatan Batu memiliki luas wilayah 4.545,81 Ha, luas permukiman di Kecamatan Batu sekitar 810,5 Ha atau 17,8 % dari luas Kecamatan Batu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas permukiman di Kecamatan Batu dengan menggunakan citra satelit worldview-2. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu menjelaskan data-data dari hasil penelitian yang telah diperoleh dan digunakan. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan analisis spasial. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui survey lapangan dengan cara observasi, kuisioner dan wawancara narasumber. Data sekunder citra satelit worldview-2, citra satelit alos palsar, data kejadian bencana dan data penduduk. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif dengan metode pembobotan, skoring dan penyajian data berupa tabel. Survey yang dilakukan meliputi observasi lapangan sarana, prasarana, kuisioner, wawancara narasumber, kependudukan, kondisi sosial, ekonomi dan budaya. Pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 16 RW dari total jumlah ada 96 RW. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa di Kecamatan Batu 100 % memiliki kualitas baik. Sedangkan kondisi permukiman kumuh ringan sebesar 87,5 % dan 12,5 % lainnya termasuk kondisi permukiman kumuh sedang. Oleh karena itu, kualitas permukiman di Kecamatan Batu termasuk kedalam kriteria baik atau layak untuk permukiman. Pemahaman tentang permukiman dan peran serta masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan di permukiman sudah cukup baik.   ABSTRACT Kurniawan, Dedi. 2019. Utilization of Worldview-2 Imagery and GIS for mapping of Settlements Quality in Batu Subdistrict, Batu City. Undergraduate Thesis, Department of Geography, Faculty of Social Science, State University of Malang, Advisors: (I) Drs. Rudi Hartono, M.Si, (II) Dr. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si. Keywords: Worldview-2 Imagery, Settlements Quality, Batu Subdistrict Utilizatoin of worldview-2 imagery is one of  the way to do mapping of settlement quality studies. Batu Subdistrict has an area of 4,545.81 Ha, the settlements area in Batu  is around 810.5 Ha or 17.8% of  Batu area. This research aims to assess the quality of settlements in Batu Subdistrict using worldview-2 imagery. This research design is descriptive research that explains the data from the results of research that have been obtained and used. This study used a survey method with a spatial analysis approach. Data collection techniques were obtained through field surveys by observation, questionnaires and interviewees. Secondary data is a satellite of worldview-2 imagery, satellite of alos palsar imagery, disaster occurrence data and population data. Data analysis in this research used descriptive quantitative data analysis with the method of weighting, skoring and presentation of the data in the form of a table. The survey was conducted covering a field observation means, infrastructure questionnaire, interviews, resource, population, social conditions, economic and cultural. With sampling purposive sampling total sample 16 RW of total amount 96 RW. The Results of this research  suggested that settlements in Batu get 100 % good quality. Whereas the conditions of slums light of 87.5 % and 12.5 % other conditions including the slums were. Therefore, the quality of settlements in Batu contains the criteria of good or reasonable for the settlements. The understanding of the settlement and the role of the community in maintaining and preserving the environment in that area  is already good enough

    Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kesejahteraan Keluarga Di Desa Ngadirejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang

    No full text
    Kata Kunci: Faktor, Pengaruh, Kesejahteraan KeluargaKesejahteraan keluarga menunjukkan kualitas hidup sebuah keluarga dimana keluarga yang sejahtera memiliki kualitas hidup yang lebih baik daripada keluarga yang tidak sejahtera. Kesejahteraan keluarga juga dilihat berdasarkan faktor sosial ekonomi keluarga tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik keluarga, hubungan pendidikan, status perkawinan, pekerjaan, pendapatan dan beban tanggungan dengan kesejahteraan keluarga, dan tingkat kesejahteraan yang ada di Desa Ngadirejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif karena bertujuan untuk memperoleh gambaran keadaan yang sebenarnya atas pertanyaan yang diajukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Penelitian ini termasuk penelitian korelasional karena bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antar variabel bebas dan variabel terikat. Analisis data yang digunakan dengan menggunakan tabulasi tunggal, tabulasi silang, dan teknik skoring.Hasil dari penelitian ini yaitu pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan kesejahteraan keluarga dimana semakin tinggi pendidikan maka kesejahteraannya akan semakin meningkat. Variabel status perkawinan menunjukkan bahwa seseorang yang menikah lebih sejahtera daripada seseorang yang tidak menikah. Pendapatan memiliki hubungan yang signifikan dengan kesejahteraan keluarga dimana semakin tinggi pendapatan maka kesejahteraannya akan semakin meningkat. Pekerjaan dengan rata – rata pendapatan diatas Rp 1.500.000 lebih sejahtera daripada pekerjaan dengan rata – rata pendapatan dibawah Rp 1.500.000. Beban tanggungan memiliki hubungan yang signifikan dengan kesejahteraan keluarga dimana semakin rendah beban tanggungan responden maka kesejahteraannya akan semakin meningkat. Berdasarkan hasil klasifikasi tingkat kesejahteraan, jumlah keluarga responden yang termasuk dalam kategori Keluarga Prasejahtera sebanyak 42 responden dan keluarga responden yang termasuk dalam kategori Keluarga Sejahtera sebanyak 55 responden. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu mayoritas keluarga yang ada di Desa Ngadirejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang termasuk dalam kategori keluarga Sejahtera. Aspek kesejahteraan yang dominan yaitu dari aspek ekonomi karena semua variabel ekonomi yang digunakan dalam penelitian ini berpengaruh secara signifikan dengan kesejahteraan

    PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA KOMPETENSI ATMOSFER SISWA KELAS X MIA SMAN 3 BATU

    No full text
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis pada kompetensi atmosfer siswa kelas X MIA SMAN 3 Batu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan Nonequivalent Group Design. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas X MIA 1 sebagai kelas kontrol dan siswa kelas X MIA 2 sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes esai yang terdiri dari 5 butir soal. Analisis data dilakukan dengan menggunakan software SPSS 16.0 for windows. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis uji-t. Hasil perhitungan hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 ≤ 0,05. Kata Kunci: Model Problem Based Learning, Kemampuan berpikir  kriti

    Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Kemampuan Berpikir Analitis ditinjau dari Gaya Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA Negeri 1 Dolopo Kabupaten Madiun

    No full text
    Kelebihan yang dimiliki oleh model Pembelajaran Berbasis Masalah dan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan, menjadi pertimbangan dilakukan penelitian lain mengenai model Pembelajaran Berbasis Masalah. Model Pembelajaran Berbasis Masalah berpusat pada siswa, relevan dengan dunia nyata, mampu meningkatkan kemampuan komunikasi, dan mendorong pemikiran tingkat tinggi. Kemampuan berpikir analitis merupakan suatu kemampuan berpikir tingkat tinggi  yang dapat terasah karena dalam model Pembelajaran Berbasis Masalah, siswa diminta untuk menentukan sebuah solusi atau pemecahan dari masalah yang disajikan kepada mereka, hal tersebut juga menjadi salah satu langkah dalam pelaksanaan model Pembelajaran Berbasis Masalah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap kemampuan berpikir analitis siswa kelas X SMAN 1 Dolopo Kabupaten Madiun dan (2) pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap kemampuan berpikir analitis ditinjau dari gaya belajar siswa kelas X SMAN 1 Dolopo Kabupaten Madiun. Rancangan Penelitian ini yaitu penelitian quasi experiment dengan desain posttest only control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas yang memiliki nilai rata-rata hampir sama, kemudian ditentukan secara acak hingga didapatkan kelas X IPS 1 sebagai kelas eksperimen yang belajar menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan X IPS 3 sebagai kelas kontrol yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Data kemampuan berpikir analitis siswa diperoleh dengan cara tes menggunakan instrumen soal esai kemampuan berpikir analitis. Data gaya belajar siswa dengan cara non tes yang diperoleh melalui instrumen angket gaya belajar. Data yang diperoleh diolah dengan uji hipotesis melalui perhitungan uji F dan dianalisis dengan teknik Analisis Varians (ANAVA). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata kemampuan berpikir analitis siswa kelas eksperimen dengan gaya belajar Visual 74; gaya belajar Auditorial 70; dan siswa dengan gaya belajar kinestetik 87,5. Siswa kelas kontrol dengan gaya belajar visual 63,8; gaya belajar Auditorial 58,6; dan siswa dengan gaya belajar Kinestetik 70. Hasil uji hipotesis 1 pada penelitian ini menunjukkan angka 0,004 yang lebih kecil dari 0,05 sehingga Ho ditolak berarti terdapat pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap kemampuan berpikir analitis. Hasil uji hipotesis 2 menunjukkan angka 0,793 yang lebih besar dari 0,05 sehingga Ho diterima berarti tidak terdapat pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap kemampuan berpikir analitis ditinjau dari gaya belajar siswa

    Analisis Tingkat Kerentanan Banjir di Daerah Aliran Sungai Komis Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    ABSTRAK ErfinArdinata. 2019 Analisis Tingkat KerentananBanjir di Daerah Aliran Sungai KomisKabupatenBanyuwangi, Skripsi, JurusanGeografi, FakultasIlmuSosial, UniversitasNegeri Malang. Dibimbingoleh (I)Purwanto, S.Pd, M.Sidan (II) Dr.SattiWagistina, S.P., M.Si Kata kunci: Pemetaan, Banjir, DAS, Komis, SistemInformasiGeografi Pemetaandaerahkerawananbanjirinibertujuanuntukmengidentifikasidaerah mana saja yang rawanuntukterjadinyabencanabanjir, sehinggadaerahtersebutdapatdianalisisuntukmelakukanpencegahansertapenangananbanjir.Bencanabanjir di tahun 2016 KecamatanMuncarmerupakan yang paling parah, denganketinggianberkisarantara 40-100 cm. Penelitianinidilakukanuntukanalisiskerentananbanjir di DAS Komis yang secaraadminstratifberada di KabupatenBanyuwangi. Alat yang digunakanantara lain: data curahhujandari BMKG kelas III tahun 2014 – 2018 daritigaposhujan, peta RBI, petageologiJawaTimur, petapenggunaanlahandaricitralandsat TM+7, petakemiringanlereng. Data didapatdenganmelakukan ground truth (ceklapangan) di lokasi DAS Komisdanmenganalisispetadanfaktor-faktorpenyebabbanjir, analisadalampenelitianiniberupapemberianskoring, pembobotan, atributdankeruangan. Dari petakerawananbanjirdidapatbahwa Daerah Aliran Sungai (DAS) Komisterdiridari lima kelaskerawananbanjiryaitu: kelassangatrendah (2066.21), rendah (7955.59), sedang (3249.88), rawan (12924.32), sangatrawan (2747.42). Padasetiapbagian/segmenbanyak yang termasukkelassangatrawanadalahbagianhilirdenganluas 2747.42 Ha. Bagianhulu yang berada di KecamatanSempumerupakanbagian yang memilikikelassangatamandenganluas 2066.21 Ha. Hal inidikarnakandaerahinimerupakandaerahdenganpenggunaanlahan yang didominasiolehperkebunandanjugaladang, dimanapenggunaaanlahanperkebunandanladangmempunyaipengaruh yang sangatbesardalammencegahbencanabanjir. Kecamatan yang memilikiluaskelaskerawananbencanabanjirsangatrawan yang paling tinggiadalahKecamatanMuncardenganluas 2747.42 Ha yang merupakanhilirdari DAS KomisKabupatenBanyuwangiini.

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN MOTIVASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X IIS 2 SMAN 3 BATU

    No full text
     RINGKASANNainggolan, Mutiara Sari. 2019. Penerapan Model PembelajaranProblem Based LearningUntukMeningkatkanKemampuanBerpikirKritisdanMotivasiBelajarSiswaKelas X IPS 2 SMAN 3 Batu. Skripsi. JurusanGeografiIlmuSosialUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd. (II) Drs. MarhadiSlametKistiyanto, M.Si.Kata Kunci: Model Problem Based Learning, KemampuanBerpikirKritis, MotivasiBelajarSiswa.Kemampuanberpikirkritismerupakansalahsatukemampuanberpikir yangharusdikembangkandalam proses pembelajara. Kemampuanberpikirkritisinidapatdikembangkandengan model pembelajaran yang tepat, pembelajaran yang tepatuntukmeningkatkankemampuanberpikirkritissiswa. Pada model pembelajaranmenggunakanProlem Based Learningterdapattahapan-tahapanpembelajaran yang dapatmeningkatkankemampuanberpikirkritis. Tahapan model pembelajarantersebutterdiridari 1) Orientasisiswapadamasalah, 2) Mengorganisasikansiswauntukbelajar, 3) membimbingpengalaman individual/kelompok, 4) Mengembangkandanmenyajikanhasilkarya,5) menganalisisdanmengevaluasiproses pemecahanmasalah. Motivasibelajarmerupakandayapenggerakdalamdirisiswa yang berfungsiuntukmemberiarahandalammencapaitujuanbelajar yang diinginkansiswa. Berdasarkanpengamatanyangdilakukan di kelas X IPS 2 SMAN 3 Batu, bahwaadakemampuanberpikirkritissiswa yang rendah. Rendahnyakemampuanberpikirkritissiswadapatdilihatdaricarasiswamenjawabpertanyaan guru yaitudenganmemberijawabansingkat. Penelitianinibertujuanuntukmeningkatkankemampuanberpikirkritisdanmotivasibelajarsiswa di kelas X IPS 2 SMAN 3 Batumelaluipenerapan model pembelajaranProblem Based Learningpadamatapelajarangeografi. Penelitianiniadalahpenelitiantindakankelas yang terdiridari 2 siklus. Setiapsiklusmemilki 4 tahapyaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) observasidan, 4) refleksi. Subyekpenelitianadalahsiswakelas X IPS 2 SMA N 3 Batusebanyak 32 siswa. Instrumenpenelitianadalahpertanyaanteskemampuanberpikirkritis, angketmotivasibelajarsiswa, lembarobservasidancatatanlapangan. Analisis data dilakukandenganmengukurkemampuanberpikirkritisdanangketmotivasisiswapadaakhirsiklus.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwaadapeningkatankemampuanberpikirkritissiswadanmotivasibelajarsiswadilihatdari rata-rata skorteskemampuanberpikirkritisdanhasilangketmotivasibelajarsiswa. Siklus I, rata-rata nilaiadalah 66,78, dansiklus II adalah 78,90 peningkatanpersentasisebesar 12.65. Sedangkanhasilangketbelajarsiswapadasiklus I adalah 79,56dan, siklus II adalah 80.14 persentasipeningkatansebesar 13.50. Berdasarkanhasilpenelitian, dapatdisimpulkanbahwapenerapan model pembelajaranProblem Based Learning dapatmeningkatkankemampuanberpikirkritisdanmotivasibelajarsiswakelas X IPS 2  SMAN 3 BatupadamatapelajarangeografiSUMMARYNainggolan, Sari Mutiara. 2019. The Application Of Problem On Based Learning Model To Improve Critical Thinking Skill And Learning Motivation Of Tenthsocial class SMAN 3 Batu. Skripsi. Geography Social Science Major. Malang State University. Under Supervised By (1) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd, 2) Drs. MarhadiSlametKistiyanto, M.SiKey Word: Problem On Based Learning, Critical Thingking, Student Of MotivationCritical thinking ability is on of a thinking ability that must be developed in learning process. Critical thinking ability can be developed with the righ learning model to improve student critical thinking ability. In learning model using problem on based learning there are learning that can improve critical thinking ability. The stages of learning model consistof 1) students orientation on the problem, 2) organize students to learn, 3)guiding individual/group experience, 4) developing and presenting masterpiece, 5) analizing and evaluating problem solving proses. Learning motivation is the ariving force in studentswhich serves to give direction in achieving learning goal that is wanted by student. The desire learning goal of students based on observation that is made at the class of tenth social science two of SMAN 3 Batu, there was a low critical thinking skill of student can be seen from the way students in answering question from the teacher by giving short answer.This research aims to improve critical thinking skill and learning motivation of students science two of SMAN 3 Batu through the application of problem on based learning model in geography subject. This sereach is a classroom action research that consist of 2 cycles. Each cycle has 4 stages namely 1) planning, 2) implementation, 3) observation, 4) reftection. The research subject was tenth social science two class as many as 32 students of SMAN 3 Batu. The research instrument was critical thinking skill of tes of question students learning motivation questionnaire, observation sheet, and field note. Data analysis was done by measuring critical thinking skill and student of motivation questionnaire at the cycle.The result sholas that there was an increase in students critical ability and learning motivation seen from the average tes score of critical thinking skilland the result of student learning motivation questionnaire  in the first cycle the evarage score is 66.78 and the second cycle is 78.90, the percentage increase is 12,65. While the result of student learning questionnaire in the first cycle is 79.56 and second cyle is 80.14. persentage increase is 13.50. based on the result above can be cocluded that the application of problem on based learning motivation of class tent social science two students of SMAN 3 Batu on geography subject

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS X IPS SMA 1 NEGERI BATU

    No full text
    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS X IPS SMA 1 NEGERI BATU Abstract :The Problem Based Learning method was chosen to be experimented on based on several reasons. The reasons include: (1) The Problem Based Learning (PBL) method in learning using real-world problems (2) The Problem Based Learning (PBL) method makes the students more active and (3) The Problem Based Learning (PBL) method can improve students' creative thinking skills. The purpose of this study is to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) method on students' creative thinking abilities on geography subjects. Hypothesis testing is done using different test parametric statistics including t-test with the help of SPSS 16.0 for windows. Based on hypothesis test the results obtained, Problem Based Learning effect on creative thinking abilities of learners.   Abstrak: Model Problem Based Learning dipilih untuk dieksperimenkan didasarkan pada beberapa alasan. Alasan tersebut antara lain: (1) model Problem Based Learning dalam pembelajaran menggunakan permasalahan dunia nyata (2) model Problem Based Learning membuat peserta dididk lebih aktif dan (3) model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kamampuan berpikir kreatif peserta didik pada mata pelajaran geografi. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji beda statistik parametrik meliputi uji-t dengan bantuan SPSS 16.0 for windows. Berdasarkan uji hipotesis didapatkan hasil, model Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI BERBASIS PERMAINAN MONOPOLI PADA MATERI LINGKUNGAN HIDUP KELAS XI SMA NEGERI

    No full text
    Abstrak: penelitian dilatar belakangi kurangnya pemanfaatan media dalam pembelajaran. Adapun media yang digunakan kurang inovatif sehingga siswa mudah bosan di dalam kelas. Pengembangan media disetarakan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Teknologi yang dekat dengan siswa adalah handphone, hal ini dimanfaatkan peneliti untuk mengembangkan media berbasis permainan dalam android. Model yang digunakan peneliti adalah modifikasi dari Borg and Gall dengan menggunakan enam langkah. Subjek penelitian adalah siswa XI IPS 4 SMAN 1 Glenmore dan guru geografi selaku ketua MGMP Geografi Banyuwangi. Validasi dilakukan pada ahli materi dan media sebelum diuji cobakan. Hasil ujicoba dari kedua ahli menyatakan bahwa media valid dengan beberapa catatan perbaikan. Hasil uji coba pada siswa dengan skor 85,92 untuk materi dan 89,08 untuk media yang berarti bahwa media layak digunakan. Hasil uji coba guru dengan skor aspek tampilan 98,08 dan aspek materi 89,29 yang berarti media layak digunakan. Kata Kunci: media pembelajaran, model borg and gall, permainan monopoli   Abstract: Abstract: research is based on the lack of use of media in learning. The media used is less innovative so students are easily bored in the classroom. Media development is equated with increasingly rapid technological developments. Technology that is close to students is mobile phones, this is used by researchers to develop media-based games in Android. The model used by the researcher is a modification of Borg and Gall using six steps. The research subjects were XI IPS 4 students of SMAN 1 Glenmore and geography teacher as the chairman of the Banyuwangi Geography MGMP. Validation was carried out on learning material and media experts before being tested. The results of the trials of the two experts state that the media is valid with some improvement notes. The results of the trial on students with a score of 85.92 for material and 89.08 for media means that the media is worthy of use. The results of the teacher trial with a score of 98.08 display aspects and material aspects 89.29 which means that media is worthy of use. Keywords: learning media, borg and gall model, monopoly gam

    PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DENGAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMA DIPONEGORO TUMPANG MALANG

    No full text
    RINGKASAN Izati, Tu’amiyatul. Perbandingan Model pembelajaran Group Investigation dengan Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Siswa SMA Diponegoro Tumpang Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si. Kata Kunci: Model pembelajaran Group Investigation, Model Problem Based        Learning, Berpikir Tingkat Tinggi Salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat mendukung siswa untuk melakukan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) adalah model pembelajaran group  investigation dan problem based learning. Kedua Model ini memiliki karakteristik yang hampir sama. Perbedaanya terletak pada model group investigation penentuan topik atau tema permasalahannya yang akan dipelajari ditentukan oleh siswa, sedangkan pada model problem based learning siswa harus memberikan solusi dari permasalahan yang diberikan oleh guru. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa model kemampuan berpikir tingkat tinggi menggunakan model pembelajaran group invesigation dan model problem based learning terdapat perbedaan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan model pembelajaran group investigation dan problem based learning terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Eksperimen dengan posstest only control group design dengan dua kelompok subjek penelitian yang memiliki kemampuan sama (homogen). Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMA Diponegoro Tumpang Kabupaten Malang. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu kelas X IPS 1 yang mendapat perlakuan model pembelajaran group investigastion dan kelas X IPS 2 mendapat model problem based learning. Penilaian kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa menggunakan posttest yang telah divalidasi dan uji reliabilitas. Analisis penelitian ini menggunakan Independent sampel T-Test Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil penelitian bahwa terdapat perbedaan kemapuan berpikir tingkat tinggi siswa dengan menggunakan model pembelajaran group investigation dan model problem based learning. Hal tersebut terbukti dari hasil rata-rata nilai kemampuan berpikir tingkat tinggi yang menunjukkan kelas dengan model pembelajaran group investigation lebih tinggi yaitu 76,21 dibandingkan dengan kelas model problem based learning sebesar 71,04. Pada perhitungan hipotesis yang dilakukan, kelas model Pembelajaran group investigation memperoleh Sig.(2-tailed) 0,023 ≤ 0,025 dan kelas problem based learning mendapat Sig.(2-tailed) 0,024 ≤ 0,025 berdasarkan hal tersebut H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dibelajarkan dengan model pembelajaran group investigastion dan model problem based learning

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI SMA BERBASIS STORY MAP PADA MATERI MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA ALAM

    No full text
    RINGKASANSaputra, Impron. 2019.  Pengembangan Media Pembelajaran Geografi SMA Berbasis Story Map pada Materi Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam. Skripsi. Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs Yusuf Suharto, M. Pd, (2) Drs. Rudi Hartono, M. Si.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Story map, Mitigasi dan Adapatasi Bencana AlamPengembangan media pembelajaran ini didasarkan pada permasalahan yang terjadi saat ini yaitu kurangnya pemanfatan media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan media pembelajaran di SMAN 1 Tumpang salah satunya. Siswa kebanyakan menggunakan cara belajar yang masih monoton, karena di sekolah masih banyak yang menerapkan metode pembelajaran yang monoton dan terpusat pada guru. Tujuan dilakukannya penelitian pengembangan yaitu menghasilkan produk media pembelajaran yang inovatif. Media yang dimaksudkan merupakan media yang mudah digunakan dalam hal ini adalah media story map. Sesuai perkembangan abad 21 dan revolusi industri 4.0 saat ini, yang membutuhkan media berbasis digital. Kegunaan media yang berbasis digital selain mudah digunakan, juga mengajarkan kepada siswa kegunaan dari teknologi. Model pengembangan pada penelitian ini mengikuti model pengembangan yang diadaptasi dari model desain instruksional ADDIE yang meliputi tahap analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implement) dan evaluasi (evalutation).Hasil uji coba kelayakan media dilapangan didapatkan persentase sebesar (75,9%) yang menyatakan layak, sementara persentase (24,1%) meyatakan media sangat layak. Hasil dari uji coba tes pemahaman didapatkan hasil (82,7%) siswa mampu menjawab pertanyaan dengan baik. Berdasarkan hasil uji coba kelayakan dan tes pemahaman dilapangan menyatakan bahwa media layak digunakan serta efektif digunakan untuk membantu proses pembelajaran disekolah. SUMMARYSaputra, Impron. 2019.  Development of High School Geography Learning Media Based on Story Map in Natural Disaster Mitigation and Adaptation Material. Essay. Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Malang State University. Advisors: (1) Drs Yusuf Suharto, M. Pd, (2) Drs. Rudi Hartono, M. SiKeywords: Learning Media, Story map, Disaster Mitigation and Adaptation NaturalThe development of learning media is based on the problems that occur today, namely the lack of utilization of learning media in the learning process. The use of learning media at SMAN 1 is one of them. Most students use learning methods that are still monotonous, because there are still many who use monotonous and teacher-centered learning methods at school.The purpose of developing research is to produce innovative learning media products. The media intended to be an easy-to-use media in this case is the story map media. As per the development of the 21st century and the current 4.0 industrial revolution, which requires digital based media. The use of digital-based media in addition to being easy to use, also teaches students the usefulness of technology. The development model in this study follows the development model adapted from the ADDIE instructional design model which includes the analysis (design), design (development), development (implement) and evalutation stages.The results of the media feasibility trials in the field have a percentage of (75.9%) which states that it is feasible, while the percentage (24.1%) states that the media is very feasible. The results of the tests of understanding tests were obtained (82.7%) students were able to answer questions well. Based on the results of feasibility trials and understanding tests in the field stated that the media is feasible to use and effectively used to help the learning process at school

    0

    full texts

    1,629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇