SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1629 research outputs found

    PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING KELAS PEMINATAN MATA PELAJARAN GEOGRAFI SMA BRAWIJAYA SMART SCHOOL MALANG

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah meningkatkkan kemampuan berpikir analitis siswa kelas peminatan geografi SMA Brawijaya Smart School Malang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas  yang dilaksanakan mengunakan dua siklus setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Analisis  data mengunakan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model discovery learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa. dibuktikan dari skor rata-rata siklus I 76,56 meningkat pada siklus II dengan  skor rata-rata 86,21. Kata Kunci :  berpikir analitis siswa, discovery learning

    Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Ditinjau dari Minat Belajar Geografi Siswa Kelas XI di MA Almaarif Singosari

    No full text
    Pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat mengembangkan kemampuan berpikir analitis siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir analitis siswa yaitu inquiry terbimbing. Inquiry terbimbing melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran sehingga dapat menemukan konsep pengetahuannya sendiri. Selain model pembelajaran, minat menjadi salah satu faktor pendorong dalam kemampuan berpikir analitis siswa. Siswa yang memiliki minat tinggi terhadap pelajaran geografi, maka akan tertarik untuk mengikuti setiap pembelajarannya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry terbimbing terhadap kemampuan berpikir analitis ditinjau dari minat belajar geografi siswa kelas XI di MA Almaarif Singosari.Rancangan penelitian ini menggunakan quasy experiment dengan desain posttest only control grup. Subjek penelitian ini yaitu kelas XI IIS 3 sebagai kelas eksperimen dam XI IIS 1 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa soal essai yang terdiri dari 4 butir soal. Perhitungan tes kemampuan berpikir analitis dan minat belajar geografi siswa menggunakan faktorial 2x3. Teknik analisis data menggunakan SPSS 16.0 for windows. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis parametrik meliputi uji t dan uji F. Hasil perhitungan hipotesis pertama dengan uji t mendapatkan nilai signifikansi 0.021 ≤ 0,05 yang berarti model pembelajaran inquiry terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI di MA Almaarif Singosari. Hal tersebut dikarenakan inqury terbimbing melibatkan siswa dalam pemecahan masalah secara berkelompok sehingga dapat memberikan pengalaman nyata dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir analitisnya. Hasil perhitungan hipotesis kedua dengan menggunakan uji F mendapatkan nilai signifikansi 0,011 ≤ 0,05 yang berarti model inquiry terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa ditinjau dari minat belajar geografi siswa kelas XI di MA Almaarif Singosari. Hal tersebut berpengaruh dikarenakan siswa yang memiliki minat  terhadap suatu pelajaran maka  akan berusaha keras untuk memperoleh prestasi yang baik. Selain itu, pemilihan materi tentang dinamika kependudukan di Indonesia sesuai dengan model pembelajaran inquiry terbimbing karena permasalahan yang disajikan berupa kondisi nyata di lingkungan siswa sehingga dapat menumbuhkan minat belajar geografinya

    Pemanfaatan Google Maps untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Geografi Kelas X Bahasa di SMA Negeri 1 Turen

    No full text
    RINGKASANHerni. 2019. Pemanfaatan Google Maps untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas X Bahasa di SMA Negeri 1 Turen. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ardyanto Tanjung, SPd, M.Pd., (II) Purwanto, S.Pd, M.Si. Kata kunci: Google Maps, aktivitas belajar, hasil belajar Siswa kelas X Bahasa di SMA Negeri 1 Turen diketahui memiliki aktivitas dan hasil belajar geografi yang rendah. Rendahnya aktivitas ditunjukkan dengan kurangnya antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran geografi. Siswa banyak yang tidak memperhatikan guru pada saat pembelajaran geografi. Kepasifan siswa juga menandakan rendahnya aktivitas belajar. Kepuasan terhadap hasil belajar siswa juga mempengaruhi aktivitas belajar. Sedangkan permasalahan rendahnya hasil belajar siswa didasarkan data nilai akhir semester ganjil. Data nilai akhir siswa menunjukkan rata-rata nilai sebesar 74,74. Hal tersebut belum memenuhi nilai kriteria ketuntasan (KKM) yaitu sebesar 75. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar dengan memanfaatkan Google Maps sebagai media belajar di kelas X Bahasa SMA Negeri 1 Turen. Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah-langkah dalam penelitian ini dilakukan dalam bentuk siklus yang diawali perencanaan, kemudian pelaksanaan tindakan, observasi, dan yang terakhir refleksi. Jika pada siklus pertama penelitian belum berhasil, maka dilakukan siklus 2 dan seterusnya. Subjek penelitian ini adalah kelas X Bahasa dengan jumlah 35 siswa. Penelitian ini menggunakan instrumen lembar observasi untuk mengukur aktivitas belajar dan soal esai sebanyak 5 butir untuk mengukur hasil belajar. Analisis aktivitas belajar dilakukan dengan cara membandingkan skor yang diperoleh pada masing-masing tindakan. Analisis hasil belajar dilakukan dengan cara membandingkan nilai rata-rata pada masing-masing siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Google Maps sebagai media belajar bisa meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X Bahasa di SMA Negeri 1 Turen pada materi Dinamika Lithosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan. Rata-rata skor aktivitas belajar siswa pada pra tindakan 36,54, pada siklus I meningkat 25,93 (70,95%) menjadi 62,47, pada siklus II meningkat 7,24 (11,59%) menjadi 69,71, pada siklus III meningkat 8,74 (12,54%) menjadi 78,46. Rata-rata nilai hasil belajar siswa pada pra tindakan sebesar 74,74, pada siklus I meningkat 2,55 (3,41%) menjadi 77,29, pada siklus II meningkat 3,56 (4,61%) menjadi 80,86, pada siklus III meningkat 0,17 (0,21%) menjadi 81,03.    SUMMARYHerni. 2019. Utilization of Google Maps to Improve Activities and Geographical Learning Outcomes of the Class Students of X Language in SMA Negeri 1 Turen. Thesis, Department of Geography, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Malang. Advisor: (I) Ardyanto Tanjung, SPd, M.Pd.,  (II) Purwanto, S.Pd, M.Si. Keywords: Google Maps, learning activities, learning outcomes Students of class X Language in SMA Negeri 1 Turen are known to have low geography activity and learning outcomes. The low activity is indicated by the lack of enthusiasm of students in participating in geography learning. Many students do not pay attention to the teacher during geography learning. Student passivity also indicates low learning activities. Satisfaction with student learning outcomes also affects learning activities. While the problem of the low student learning outcomes is based on the odd semester final grade data. The final grade data of students showed an average score of 74.74. This does not meet the completeness criteria (KKM), which is equal to 75. This study aims to determine the improve activity and learning outcomes by utilizing Google Maps in the X language class of SMA Negeri 1 Turen. The design of this study is Classroom Action Research (CAR). The steps in this study are carried out in the form of a cycle that begins with planning, then the implementation of actions, observations, and the last reflection. If in the first cycle the research has not been successful, then cycle 2 is carried out and so on. The subject of this study was the X Language class with 35 students. This study uses an observation sheet instrument to measure learning activities and essay questions as much as 5 items to measure learning outcomes. Analysis of learning activities by comparing scores obtained in each action. Analysis of learning outcomes by comparing average values in each cycle. The results of the study show that Google Maps as a learning medium can improve the activity and learning outcomes of X Language class students at SMA 1 Turen in the material of Lithosphere Dynamics and Its Impact on Life. The average score of student learning activities in the pre-action was 36.54, in the first cycle it increased 25.93 (70.95%) to 62.47, in the second cycle it increased 7.24 (11.59%) to 69.71, in the third cycle it increased 8.74 (12.54%) to 78.46. The average value of student learning outcomes in the pre-action was 74.74, in the first cycle it increased 2.55 (3.41%) to 77.29, in the second cycle it increased 3.56 (4.61%) to 80.86, in the third cycle it increased 0.17 (0.21%) to 81.03

    Analisis Spasial Sebaran Emisi Karbon Dioksida (CO2) Kendaraan Bermotor Pada Ruas Jalan Di Kota Malang.

    No full text
    ABSTRAK Fahmi, Muhammad Nur. 2019. Analisis Spasial Sebaran Emisi Karbon Dioksida (CO2) Kendaraan Bermotor Pada Ruas Jalan Di Kota Malang. Skripsi. Program Studi Geografi, Jurusan Geografi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Purwanto, S.Pd., M.Si., (II) Drs. Rudi Hartono, M.Si.Kata Kunci : kendaraan bermotor, vegetasi pohon, emisi karbon dioksida (CO2)Sektor transportasi dari aktivitas kendaraan bermotor menjadi penyumbang sekitar lebih dari 70% melepaskan emisi karbon CO2 ke udara. Emisi karbon CO2 aktivitas kendaraan bermotor menjadi sumber pencemaran udara terbesar yang mempengaruhi kualitas udara. Kota Malang menempati peringkat ke tujuh dari 15 kota besar di Indonesia dengan pencemaran emisi karbon CO2 terbesar. Estimasi kemampuan daya serap vegetasi pohon merupakan sebuah upaya untuk mengenali potensi jalur hijau ruas jalan. Sebaran emisi karbon CO2 digunakan untuk tolak ukur distribusi analisis spasial pencemaran udara.Analisis sebaran emisi karbon CO2 didukung data lapangan berupa jumlah emisi karbon CO2 kendaraan bermotor dan kemampuan daya serap vegetasi pohon terhadap emisi karbon CO2. Perencaanaan ini, yaitu mendata jumlah kendaraan dengan metode counting pada jam puncak yaitu pukul 06.00-08.00, 11.00-13.00, 16.00-18.00, sebagai waktu pengambilan data. Rekapitulasi jumlah dan jenis vegetasi pohon jalur hijau sebagai acuan digitasi luasan tajuk pohon melalui citra satelit google earth tahun 2018. Estimasi sisa emisi merupakan analisis menggunakan perhitungan matematis dari penjumlahan emisi karbon CO2 kendaraan bermotor dengan kemampuan daya serap vegetasi pohon.Secara keseluruhan, total emisi karbon CO2 kendaraan bermotor sebesar 32.594.844,05 ton/tahun dan daya serap vegetasi pohon sebesar 4.033.496, 86 ton/tahun. Estimasi sisa emisi karbon CO2 yang hasilkan sebesar 28.566.347,18 ton/tahun. Rata-rata kemampuan daya serap vegetasi pohon di jalur hijau sekitar 3-20% dari total emisi karbon CO2. Keberadaan vegetasi pohon jalur hijau belum efektif dan maksimal dalam mereduksi besarnya emisi karbon CO2 kendaraan bermotor. Terdapat 5 kelas klasifikasi sebaran emisi karbon CO2, dengan ruas Jalan Sudanco Supriyadi-Kepuh-Kebonsari yang melebihi ketentuan ambang batas aman emisi karbon CO2.  ABSTRACTFahmi, Muhammad Nur. 2019. The Spatial Analysis of Carbon Dioxide (CO2) Emissions Distribution of The Motor Vehicles On Malang City’s Street . Essay. Departement of Geography, Faculty of Social Science, State University of Malang. Advisor (I) Purwanto, S.Pd., M.Si., (II) Drs. Rudi Hartono, M.Si. Keywords : motor vehicles, tree vegetation, carbon dioxide (CO2)The transportation sector from motor vehicle activities contributes around more than 70% to release carbon dioxide (CO2) emissions into the air. Carbon dioxide (CO2) emissions from motor vehicle activities are the biggest source of air pollution that affects air quality. Malang city is ranked seventh out of 15 major cities in Indonesia with the largest pollutions carbon dioxide (CO2) emissions. The ability to estimations the vegetation trees absorbent is an attempt to recognize the potential of green lane streets. The distribution of carbon dioxide (CO2) emissions is used to measure the distribution of air pollution spatial analysis.Analysis of the distribution carbon dioxide (CO2)  emissions supported by field data in amount carbon dioxide (CO2) emissions of motor vehicles and the ability absorb tree vegetation to carbon dioxide emissions. This planning, is enlist the total of vehicles with counting method at the rush hour, is 06.00-08.00, 11.00-13.00, 16.00-18.00, as the time of data collection. Recapitulation of the total and types green tree vegetation as digitized references for tree canopy through google earth satellite imagery in 2018. Estimated emissions is analyses which used the mathematics calculated from the total of carbon dioxcide CO2 emissions motor vehicles with the ability of vegetation tress absorbent. Overall, the total carbon dioxide emissions (CO2) motor vehicles amounted to 32,594,844.05 tons/year and the absorption  tree vegetation to 4,033,496, 86 tons/year. So that the estimated remaining carbon dioxide (CO2)  emissions will be 28,566,347.18 tons/year. The average absorption capacity of tree vegetation in the green lane is around 3-20% of total carbon dioxide emissions (CO2). The existence of green tree vegetation has not been effective and maximized in reducing the magnitude of carbon dioxide emissions motor vehicles. There are 5 classes of classification of the distribution of carbon dioxide emissions, with the streets of Sudanco Supriyadi - Kepuh - Kebonsari which exceed the safety threshold of carbon dioxide emissions (CO2)

    Pengaruh Model Problem Based Learning Menggunakan Video Pada Mata Pelajaran Geografi Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa Kelas XI IPS SMAN 9 Malang

    No full text
    RINGKASANSahara, Paxia Faharuni. 2019. Pengaruh Model Problem Based Learning Menggunakan Video Pada Mata Pelajaran Geografi Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa Kelas XI IPS SMAN 9 Malang. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si. (2) Drs. Rudi Hartono, M.Si.Kata Kunci: Problem Based Learning Menggunakan Video, Kemampuan Berpikir Analitis, Motivasi Belajar. Kemampuan berpikir analitis merupakan salah satu kemampuan berpikir yang harus dikembangkan dalam mata pelajaran geografi. Kemampuan tersebut dapat dikembangkan dengan model pembelajaran yang tepat. Model PBL menggunakan video merupakan salah satu model pembelajaran yang tepat untuk mengembangkan kemampuan berpikir analitis siswa. Pada model model PBL menggunakan video terdapat tahapan-tahapan pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir analitis. Tahapan pembelajaran tersebut terdiri dari 1) orientasi siswa pada masalah, 2) mengorganisasi siswa untuk belajar, 3) membimbing penyelidikan kelompok, 4) mengembangkan dan menyajikan hasil, serta 5) mengevaluasi proses pemecahan masalah. Motivasi belajar sebagai variabel moderator, merupakan daya penggerak dalam diri siswa yang berfungsi untuk memberi arahan dalam mencapai tujuan belajar yang diinginkan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh model PBL menggunakan video pada mata pelajaran geografi terhadap kemampuan berpikir analitis siswa, dan 2) pengaruh model PBL menggunakan video pada mata pelajaran geografi terhadap kemampuan berpikir analitis ditinjau dari motivasi belajar siswa. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen kuasi dengan desain post test only control group. Penelitian ini dilakukan pada dua kelas yaitu kelas eksperimen dengan perlakuan model PBL siswa kelas XI IPS SMAN 9 Malang. Instrumen berupa soal esai tes kemampuan berpikir analitis dan angket motivasi belajar. Data yang diperoleh dianalisis dengan SPSS 16.0 for windows. Teknik analisis data menggunakan uji-t dan uji-F. Hasil penelitian diperoleh bahwa 1) model PBL menggunakan video pada mata pelajaran geografi berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa, dan  2) model PBL menggunakan video pada mata pelajaran geografi berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis ditinjau dari motivasi belajar siswa. Pada temuan pertama, dibuktikan dengan signifikasi hasil uji-t sebesar 0.02 ≤ 0.05 dengan kata lain H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya model PBL menggunakan video pada mata pelajaran geografi berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Temuan kedua, hasil uji-F menunjukan signifikasi sebesar 0.038 ≤ 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya model PBL menggunakan video berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis ditinjau dari motivasi belajar geografi siswa kelas XI IPS SMAN 9 Malang. Keberhasilan model PBL dalam mempengaruhi kemampuan berpikir analitis tidak lepas dari langkah-langkah dan kelebihan model yang dapat melatih dan meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa melalui proses pemecahan masalah. Selain itu, motivasi belajar juga terbukti turut mempengaruhi kemampuan berpikir analitis. Motivasi belajar dapat mendorong keinginan dan kemauan siswa untuk belajar, sehingga juga menumbuhkan kemampuan berpikir analitisnya

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTU MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPKIR ANALITIS PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS 5 SMAN 1 TUMPANG

    No full text
    Tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI IPS 5 di SMAN Tumpang. Jenis penelitian yaitu penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah kelas XI IPS 5 SMAN 1 Tumpang semester genap tahun ajaran 2018 - 2019 yang berjumlah 30 siswa.. Instrument penelitian yaitu soal esai sebanyak 5 soal yang diujikan setiap akhir siklus. Analisis data dilakukan setelah memperoleh hasil tes dengan mengkualifikasikan hasil tes sesuai dengan kualifikasi berpikir analitis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir analitis siswa pada siklus I sebesar 71,83 ke siklus II sebesar 84,20, yaitu mengalami peningkatan sebesar 12,37  dengan persentase sebesar 17,22%. Dapat disimpulkan penerapan model PBL benbantuan media video dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI IPS 5 SMAN 1 Tumpang. Kata Kunci: Model Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir Analiti

    Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation terhadap Motivasi Belajar dan Kemampuan Berpikir Analisis Peserta Didik Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Tuban

    No full text
    RINGKASAN Ilma, Inna Maskhatul. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation terhadap Motivasi Belajar dan Kemampuan Berpikir Analisis Peserta Didik Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Tuban. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd., M.Si., (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si Kata Kunci: Group Investigation, motivasi belajar, kemampuan berpikir analisis Model pembelajaran group investigation merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang kompleks karena melibatkan peran peserta didik secara aktif dari awal hingga akhir kegiatan pembelajaran. Investigasi atau penyelidikan merupakan kegiatan pembelajaran yang memberikan kemungkinan dalam mengembangkan pengetahuan peserta didik melalui berbagai kegiatan yag dilakukan secara langsung di lapangan sebagai sumber belajar. Dalam mengembangkan pengetahuannya, peserta didik harus memiliki motivasi untuk mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran. Motivasi penting dimiliki peserta didik untuk mengembangkan pembelajaran abad 21 yang menuntut keterampilan berpikir tingkat tinggi, salah satunya kemampuan berpikir analisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran group investigation terhadap motivasi belajar peserta didik dan pengaruh model pembelajaran group investigation terhadap kemampuan berpikir analisis. Penelitian ini akan dilaksanakan di dua kelas yang menjadi subjek penelitian, yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengaruh tersebut dapat diketahui pada saat peneliti menerapkan model pembelajaran group investigation di kelas yang menjadi subjek penelitian. Rancangan dalam penelitian ini diawali dengan observasi lapangan dan penentuan kelas. Terdapat dua kelas yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas ekperimen diberikan perlakuan berupa model pembelajaran group investigation, sedangkan kelas kontrol model pembelajaran konvensional. Sebelum dilakukan pengambilan data, instrumen terlebih dahulu diujikan untuk mengetahui apakah instrumen tersebut sudah layak atau tidak untuk pengambilan data. Uji coba instrumen yang dilakukan adalah uji validitas dan reliabilitas. Setelah kelas diberikan perlakuan, selanjutnya peserta didik akan diberikan angket motivasi belajar dan soal tes kemampuan berpikir sebagai syarat memperoleh data. Data yang telah didapatkan akan diolah menggunakan program SPSS 25.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran group investigation berpengaruh terhadap motivasi belajar. Hal tersebut ditunjukkan pada pengujian hipotesis yang menunjukkan taraf signifikasi 0,000 yang berarti model tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar. Pengaruh group investigation terhadap motivasi belajar dapat diketahui melalui sintaks model pembelajaran group investigation yang masing-masing menunjukkan indikator motivasi belajar dan peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar. Selain itu, hasil kedua menunjukkan bahwa model pembelajaran group investigation berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analisis. Hal tersebut ditunjukkan pada pengujian hipotesis yang menunjukkan taraf signifikasi 0,000 yang berarti model tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir analisis. Pengaruh model tersebut dapat diketahui melalui kesesuaian sintaks model pembelajaran group investigation dengan indikator kemampuan berpikir analisis. Selain sintaks model pembelajaran group investigation, faktor lain yang mendukung keberhasilan model pembelajaran group investigation terhadap kemampuan berpikir analisis ialah peran guru, kelebihan model pembelajaran group investigation, dan adanya penelitian sebelumnya

    Pengaruh Model Pembelajaran REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transfering) Terhadap Keterampilan Geografi Siswa Kelas X Lintas Minat SMAN 9 Malang

    No full text
     RINGKASAN Bariroh, Waldati. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transfering) Terhadap Keterampilan Geografi Siswa Kelas X Lintas Minat SMAN 9 Malang. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si. (2) Purwanto, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Model Pembelajaran REACT, Keterampilan Geografi. Keterampilan geografi merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki siswa. Keterampilan geografi dapat dikembangkan melalui penerapan model pembelajaran oleh guru. Tetapi belum banyak guru menggunakan model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan keterampilan geografi. REACT merupakan model pembelajaran kontekstual yang menekankan pada kebermaknaan melalui pengaitan materi dengan kehidupan sehari-hari. Pada model pembelajaran REACT terdapat keunggulan-keunggulan yang dapat meningkatkan keterampilan geografi. Namun, belum diketahui pengaruh model pembelajaran REACT terhadap keterampilan geografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran REACT terhadap keterampilan geografi siswa kelas X lintas minat di SMAN 9 Malang. Penelitian ini termasuk penelitian jenis Quasi Experiment. Subyek penelitian adalah kelas X IPA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 3 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunaan berupa soal essai keterampilan geografi. Teknik analisis data dilaukan dengan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa model pembelajran REACT berpengaruh kepada keterampilan geografi siswa kelas X lintas minat di SMAN 9 Malang. Temuan ini dibuktikan dengan signifikan hasil uji-t sebesar 0,000 ≤ 0,05 dan rata-rata gainscore kelas yang menggunakan model pembelajaran REACT lebih tinggi (14,5) dibandingkan kelas yang tidak menggunakan model pembelajran REACT (4,5). Kegiatan yang berpengaruh pada keterampilan geografi siswa diantaranya siswa dapat mengaitkan pengetahuan awal dengan materi yang diajarkan, siswa dapat menemukan sendiri konsep materi yang dipelajari, siswa dapat menerapkan dalam konteks yang bermakna, dan siswa dapat menerapkan onsep pada konteks yang berbeda. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal perlu kompetensi pendidik yang memadahi, instrumen yang rinci, dan membiasakan siswa mengasah keterampilan geografi yang dimiliki. SUMMARY Bariroh, Waldati. 2019. Effect of REACT Learning Model (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transfering) on Geographical Skills of Class X Students Cross Interest in SMAN 9 Malang. Thesis. Department of Geography, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Advisor (1) Dr. Budi Handoyo, M.Sc. (2) Purwanto, S.Pd, M.Sc. Keywords: REACT Learning Model, Geography Skills. Geography skills are important skills students must have. Geographical skills can be developed through the application of learning models by the teacher. But not many teachers use the right learning model to improve geography skills. REACT is a contextual learning model that emphasizes meaningfulness through relating material to everyday life. In the REACT learning model there are advantages that can improve geography skills. However, it is not yet known the effect of the REACT learning model on geography skills. This study aims to determine the effect of REACT learning models on geography skills of class X students across interests at SMAN 9 Malang. This study included the type of Quasi Experiment research. The research subjects were class X IPA 4 as the experimental class and class X IPA 3 as the control class. The instrument used is in the form of essay questions about geography skills. The data analysis technique is done by the t-test. Results of this study indicate that the REACT learning model influences the geographic skills of class X students across interests at SMAN 9 Malang. This result is proven by the significant results of the t-test of 0,000 ≤ 0,05 and the class gaincore averages using the REACT learning model are higher (14,5) than the class that does not use the REACT learning model (4,5). Then it can be concluded that H0 is accepted and accepted H1, which means REACT learning model influences the geography skills of class X students across the interests of SMAN 9 Malang.Activities that affect students geography skills include students can associate initial knowledge with material, student can find their own material concepts, students  can apply in a meaningful context, and students can apply concepts to different contexs. To get maximum result, it needs adequate educator competence, mature instruments, and familiarize students with their geographic skills.

    Pengaruh Model Pembelajaran Problem Solving terhadap Kemampuan Bepikir Analitis Siswa Kelas XI IPS di SMAN 1 Singosari

    No full text
    Model Pembelajaran Problem Solving adalah aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Model Pembelajaran Problem Solving menuntut siswa menjadi lebih aktif dalam proses belajarnya, siswa berusaha memecahkan masalah dengan melakukan analisis data dan fakta. Namun pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir analitis belum diketahui, sedangkan menurut laporan Mckinsey Indonesian’s Today dan sejumlah data rangkuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kemampuan berpikir analitis siswa di Indonesia masih tergolong rendah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Solving terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Jenis penelitian ini termasuk Quasi Experiment dengan menggunakan rancangan penelitian pretest posttest control group design. Subjek penelitian adalah siswa SMAN 1 Singosari kelas XI IPS C sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas XI IPS D sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan soal essai yang berjumlah empat butir soal yang sudah melalui uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Uji prasyarat terdiri uji normalitas dan uji homogenitas. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan independent sample T-Test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan model pembelajaran Problem Solving berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa Kelas XI SMAN 1 Singosari. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai Gain Score  kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yaitu 13,4 untuk kelompok eksperimen dan 3,3 untuk kelompok kontrol. Hasil uji hipotesis melalui analisis T-Test dengan perhitungan aplikasi SPSS 16.0 for Windows adalah 0,00 atau dengan kata lain sig. (2-tailed) < 0,05. Jadi, model pembelajaran Problem Solving berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI SMAN 1 Singosari. Berdasarkan rumusan masalah dan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Solving berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Saran yang dapat diajukan untuk penelitian ini adalah bagi guru untuk menggunakan model pembelajaran Problem Solving pada materi mitigasi bencana untuk mengetahui kemampuan berpikir analitis siswa. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan variabel yang berbeda karena model pembelajaran Problem Solving tidak hanya untuk kemampuan berpikir analitis

    VALIDASI SOAL TRY OUT SEKOLAH 1 MATA PELAJARAN GEOGRAFI TAHUN AJARAN 2017/2018 DI SMA NEGERI 2 MALANG

    No full text
    Soal yang baik memiliki kriteria valid, tidak terlalu sukar maupun mudah, daya beda baik, reliabel, dan opsi berfungsi dengan baik. Soal try out sekolah mata pelajaran geografi tahun ajaran 2017/2018 di SMA Negeri 2 Malang dibuat oleh guru dan belum pernah diujicobakan. Berdasarkan observasi awal ditemukan beberapa kelemahan: terdapat kesamaan denagn soal try out  MGMP DKI Jakarta 2017; materi yang tidak sesuai KD dan indikator pembelajaran; terdapat kesalahan penulisan kata dan tanda baca; dan lingkup materi yang belum ada secara lengkap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) telaah soal, 2) validitas kulikuler, 3) validitas item, 4) tingkat kesukaran, 5) daya beda, 6) reliabilitas, dan 7) analisis opsi jawaban pilihan ganda soal Try Out Sekolah 1 tahun pelajaran 2017/2018 mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 2 Malang. Penelitian ini menggunakan desain analisis isi (content analysis). Subjek dalam penelitian ini adalah soal try out sekolah mata pelajaran geografidi SMA Negeri 2 Malang dengan 2 kode soal yang masing-masing memiliki 35 soal dan skor jawaban siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah rubrik penilaian. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan parametrik. Hasil penelitian ini adalah pada soal tryj out sekolah mata pelajaran geografi dengan kode A terdapat 3 soal yang dapat langsung dipakai, 14 soal yang harus direvisi, dan 18 soal yang hatus diganti. Sedangkan untuk kode soal B terdapat 6 soal yang harus direvisi dan 29 soal yang harus diganti. Saran yang dapat diberikan kepada guru adalah merevisi soal try out sekolah mata pelajaran geografi kode A dan B yang kurang baik, menganalisis soal sebelum mengujicobakan kepada siswa, dan membuat bank soal yang berisi kumpulan soal yang telah dianalisis dan tingkat kevalidannya baik

    0

    full texts

    1,629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇