SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
1629 research outputs found
Sort by
Analisa Zona Potensi Penangkapan Ikan di Perairan Kabupaten Malang dan Sekitarnya Melalui Teknologi Penginderaan Jauh
Perikanan tangkap menjadi salah satu potensi sumber daya yang terus dikembangkan guna meningkatkan perekonomian nasional. Sektor perikanan tangkap di Kabupaten Malang belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena adanya beberapa kendala sarana serta rendahnya pengetahuan nelayan. Kondisi ini mengakibatkan belum maksimalnya pemanfaatan potensi ikan karena mayoritas nelayan masih menerapkan metode tradisional dalam operasi penangkapan ikan.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Zona Potensi Penangkapan Ikan di perairan Kabupaten Malang dan sekitarnya melalui analisis parameter suhu permukaan laut dan klorofil-a berdasarkan skala ruang dan waktu melalui teknologi penginderaan jauh. Teknologi penginderaan jauh merupakan alternatif yang tepat dalam mempercepat penyediaan informasi tentang parameter oseanografi (suhu permukaan laut dan klorofil-a). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan analisis overlay untuk mendeteksi lokasi potensi penangkapan ikan. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi citra satelit suhu permukaan laut dan klorofil-a Terra/Aqua MODIS level 3 bulanan selama 5 tahun (2011-2016), data arah arus permukaan laut dari ERDAPP NOAA, data kedalaman perairan dari citraGeneral Bathymetric Chart of the Oceans (GEBCO), data koordinat lokasi penangkapan ikan dan volume produksi ikan dari Instalasi Pelabuhan Perikanan Pondok dadap, Sendang biru selama lima tahun (2011-2016) dan data penunjang lainnya. Hasil penelitian menunjukkan rara-rata suhu permukaan laut (SPL) pada Musim Barat di perairan selatan Kabupaten Malang dan sekitarnya sebesar28,81⁰Cdan konsentrasi klorofil-a 0,35 mg/m3, rata-rata SPL pada Musim Peralihan I 28,89 ⁰C dengan rata-rata konsentrasi klorofil-a 1,17mg/m3, rata-rata SPL pada Musim Timur 26,65 ⁰C dan konsentrasi klorofil-a 2,82 mg/m3, dan rata-rata SPL pada Musim Peralihan II 26,41⁰Cdan konsentrasi klorofil-a 6,89 mg/m3. Kejadian front thermal di perairan selatan Kabupaten Malang dan sekitarnya banyak terjadi pada Musim Timur dan Musim Peralihan II. Berdasarkan sebaran front thermal dan konsentrasi klorofil-a yang tinggi tinggi, Zona Potensi Penangkapan Ikan di perairan selatan Kabupaten Malang dan sekitarnya banyak ditemukan pada Musim Timur dan Musim Peralihan II.Kondisi tersebut menunjukan periode paling tepat untuk melakukan penangkapan ikan di perairan selatan Kabupaten Malang dan sekitarnya adalah pada periode Musim Timur dan Musim Peralihan II. Hasil penelitian ini diharapkan bias menjadi infromasi bagi nelayan di Kabupaten Malang dalam merencanakan operasi penangkapan ikan
Pengaruh Geographical Inquiry terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Siswa pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IPS di SMAN 7 Malang
Pembelajaran saat ini hanya menekankan pada kemampuan berpikir tingkat dasar seperti hapalan dan mengetahui sebuah informasi. Kurikulum 2013 menekankan proses analisis yang mengharuskan siswa tidak hanya pada tingkatan memahami. Perlu adanya pengembangan kemampuan berpikir analitis agar pembelajaran tidak hanya bermanfaat sebagai pengetahuan saja tetapi dapat menumbuhkan wawasan yang baru pada siswa. Kemampuan berpikir analitis sangat dibutuhkan dalam kajian Geografi salah satunya adalah materiDinamika dan masalah penduduk. Materi ini membahas mengenai kuantitas dan analisis demografi, kualitas penduduk dan permasalahan penduduk. Salah satu model pembelajaran yang mampu melatih kemampuan berpikir analitis dalam pembelajaran geografi adalah modelGeographical Inquiry.Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh model Geographical Inquiry terhadap kemampuan berpikir analitis geografi siswa kelas XI IPS SMAN 7 Malang. Penilitian ini dirancang menggunakan quasi eksperimen dengan posttest only control group design. Subyek penelitian adalah kelas XI IIS 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XII IIS 3 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian menggunakan 4 soal essai yang telah diuji sebelumnya menggunakan validitas dan reliabilitas. Analisis data yang digunakan adalah Independent sample t-Test dengan bantuan SPSS 16.0 for windows.Hasil analisis uji t yang diperoleh, membuktikan bahwa nilai sig (2-tailed)0.01 < 0.05 dan nilai rata-rata kelas eksperimen (85.06) lebih besar dari pada kelas kontrol (74.87), maka H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Geographical Inquiry berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis geografi siswa kelas XI SMAN 7 Malang.Berdasarkan penelitian yang dilakukan, saran diajukan kepada: (1) guru bidang studi geografi harus merencanakan pembelajaran model Geographical Inquirydengan baik sehingga dapat dijalankan secara maksimal dan mengelola ketepatan waktu; (2) sekolah menganjurkan model Geographical Inquiry melalui pelatihan atau workshop pada guru pada materi yang bersifat analisis; (3) peneliti selanjutnya mampu mengelola kelas lebih baik dan terarah, menerapkan pada materi lainnya, mengambil lokasi penelitian di sekolah lain.
Saikhu, Ahmad. 2016. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keikutsertaan Masyarakat dalam Praktek KB di Desa Wonokerto Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan.
ABSTRAK Saikhu, Ahmad. 2016. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keikutsertaan Masyarakat dalam Praktek KB di Desa Wonokerto Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Budijanto, M.S., M.Si (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si. Kata Kunci: Keluarga Berencana (KB), Keikutsertaan KB, Variabel sosial, ekonomi dan Budaya Semakin tinggi pertumbuhan penduduk akan semakin besar juga usaha yang diperlukan untuk mencapai tingkat pemerataan kesejahteraan rakyat. Upaya mengatasi kependudukan tersebut dilakukan oleh banyak pihak, bahkan instansi atau departemen, lembaga, dan masyarakat. Upaya pemerintah untuk menahan ledakan penduduk ini, yaitu dengan program yang dikenal dengan istilah Keluarga Berencana (KB). KB merupakan program yang digalakkan pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk Indonesia. Hal ini disebabkan jumlah penduduk Indonesia menduduki posisi nomor empat terbanyak di dunia. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran dan memaparkan tingkat keikutsertaan PUS dalam pelaksanaan program KB serta faktor-faktor apa saja yang berkontribusi terhadap keikutsertaan PUS dalam pelaksanaan program KB di Dusun Timur Jurang Desa Wonokerto Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu tabulasi tunggal dan tabulasi silang untuk mengetahui hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat dengan menggunakan metode survey dalam pengumpulan data. Jumlah sampel dalam penelitian yaitu 91 responden di Dusun Timur Jurang Desa Wonokerto yang ditentukan dengan cara Simple Random Sampling. Analisis data yang digunakan yaitu tabulasi tunggal, tabulasi silang. Saran yang diajukan berdasakan permasalahan yang berkaitan dengan keikutsertaan KB di Dusun Timur Jurang yaitu (1) masyarakat harus bertindak lebih aktif dalam artian yaitu mencari informasi sendiri mengenai program KB dengan mendatangi pelayanan kesehatan atau PPKBD, (2) pemerintah agar lebih meningkatkan lagi penyuluhan tentang program Keluarga Berencana kepada masyarakat, (3) pemerintah agar lebih memperhatikan lagi tentang terselenggaranya program Keluarga Berencana khususnya di daerah pedesaan.
Pengaruh Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) terhadap Kemampuan Berpikir Analitis pada Mata Pelajaran Geografi SMAN 7 Malang
\ ABSTRAK Sitinjak, Romauli. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) terhadap Kemampuan Berpikir Analitis pada Mata Pelajaran Geografi SMAN 7 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si. (II) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si Kata Kunci: Team Assisted Individualization, Kemampuan Berpikir Analitis Model pembelajaran Team Assisted Individualization adalah pembelajaran kooperatif yang memadukan dengan pengajaran tutor sebaya untuk dapat melatih keterampilan sosial dalam kelompok dan melatih kemampuan berpikir analitis peserta didik. Model pembelajaran TAI memiliki berbagai kelebihan dan sintaknya mampu melatih kemampuan berpikir analitis peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Team Assisted Individualization terhadap kemampuan berpikir analitis peserta didik kelas XI SMAN 7 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experimental) dengan desain pretest posttest group design. Subjek dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelas yaitu XI IIS 2 sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran Team Assisted Individualization dan XI IIS 1 sebagai kelas kontrol yang diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dengan soal uraian. Analisis data menggunakan uji-t dengan SPSS 16.0 for Windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir analitis peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Dari hasil uji-t terhadap kemampuan berpikir analitis peserta didik didapatkan bahwa nilai probabilitas adalah 0,000. Dari hasil tersebut nilai probabilitas < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima atau diinterpretasi bahwa terdapat pengaruh kemampuan berpikir analitis peserta didik kelas XI yang mengikuti model pembelajaran Team Assisted Individualization. Model pembelajaran Team Assisted Individualization memiliki kelebihan yang mampu melatih kemampuan berpikir analitis. Oleh karena itu, disarankan untuk digunakan dalam melatih kemampuan berpikir analitis peserta didik khususnya pada kompetensi dasar yang menuntut kemampuan berpikir analitis sehingga menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik. ABSTRACT Sitinjak, Romauli. 2016. The Effect of Team Assisted Individualization (TAI) Analytical Thingking Skills in Geography of SMA Negeri 7 Malang. Thesis, Geography Department, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Advisors: (1) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si. (2) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si Keywords: Team Assisted Individualization, Analytical Thingking Skills The learning model Team Assisted Individualization is a cooperative learning that blends with peer tutors teaching social skills to be able to train in a group and train the ability to think analytically learners. TAI learning model has many advantages and syntax able to train the ability to think analytically learners. The purpose of this study was to determine the effect of learning model Team Assisted Individualization toward analytical thinking skills of students of class XI SMAN 7 Malang. The design of the study is a quasi-experiment (Quasi-Experimental) with pretest posttest design group design. Subjects in this study were divided into two classes: XI IIS 2 as the experimental class were treated with study model Team Assisted Individualization and XI IIS 1 as the control class treated using conventional learning models. The data collection technique using a test with about descriptions. The data analysis using t-test with SPSS 16.0 for Windows. The results of this study indicate that the ability to think analytically learners experimental class is higher than the control class. From the results of the t-test of the ability to think analytically learners found that the value the probability is 0,000. From these results, value the probability < 0.05 H0 and H1 accepted or mean that there are significant analytical thinking skills of student’s of class XI learning model Team Assisted Individualization. The learning model Team Assisted Individualization has advantages that were able to train the ability to think analytically. Therefore, it is recommended for use in the training of analytical thinking ability of students, especially at the basic competencies that require analytical thinking skills that create learning more meaningful for students.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadadp Kemampuan Berpikir Kritis Materi Kearifan Lokal dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam Siswa Kelas XI IPS SMAN 1 Panarukan.
ABSTRAK Jalal, Fadilia 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadadp Kemampuan Berpikir Kritis Materi Kearifan Lokal dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam Siswa Kelas XI IPS SMAN 1 Panarukan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi , Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si, (II) Ir. Juarti M.P. Kata kunci: model pembelajaran Problem Based Learning, berpikir kritis. Pembelajaran yang dilakukan di kelas masih didominasi oleh peran guru dan kurang melibatkan siswa secara aktif selama proses pembelajaran sehingga kemampuan berpikir kritis siswa rendah. Faktor yang mempengaruhi rendahnya kemampuan siswa dalam berpikir kritis yaitu guru masih menggunakan metode konvensional. Hal tersebut membuat siswa merasa bosan, sehingga perlu menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siwa kelas XI IPS SMAN 1 Panarukan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan menggunakan analisa statistik kuantitatif. Penelitian ini mengambil rancangan penelitian tipe Nonequivalent Control Group. Subjek penelitian ini meliputi keseluruhan siswa kelas XI IPS SMAN 1Panarukan yang terdiri dari 2 kelas, yaitu kelas XI IPS 1 sebagai kelas kontrol dan kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimenyang masing-masing berjumlah 31 siswa. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis yaitu menggunakan Independent Sampel t-Test dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siwa. Hasil analisis Independent Sampel t-Test diperoleh nilai sig. sebesar 0,000. Nilai Gainscore kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen adalah 17,10 lebih tinggi dari pada kelas kontrol sebesar 12,74. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Bertitik tolak dari penelitian ini, beberapa saran yang diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain: (1) guru dapat menerapkan model pembelajaran PBL sebagai salah satu variasi model dalam kegiatan pembelajran untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa, (2) pada sat guru mencari permasalahan harus disertai bukti-bukti yang relevan agar siswa lebih mudah dalam menentukan solusi permasalahan, (3) bagi peneliti selanjutnya yang berminat melakukan penelitian jenis ini, ada baiknya mempersiapkan RPP dengan baik, terutama alokasi waktu agar penerapan model pembelajaran PBL dapat terlaksana dengan baik, (4) memberikan lebih banyak pilihan permasalahan yang ada di lingkungan sekitar. ABSTRACT Jalal, Fadilia2016.The Influence of Problem Based Learning (PBL) Model Toward Critical Thinking Ability in the Local Wisdom Material on Utilization of Natural Resources Student XI IPS Class SMAN 1 Panarukan. Thesis, Geography EducationStudy Program, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Supervisors: (1) Dr. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si, (II) Ir. Juarti M.P. Keywords: Problem Based Learning model, critical thinking. Learning which is implement in the class is still dominated by teacher and less involved students actively for learning proccess therefore the students’ critical thinking ability is low. Factor that influences of students’ critical thinking ability is teacher is using conventional. It makes students feel bored, so that teacher needs to use PBL (Problem Based Learning) method. This study aimed to determine the effect of learning model of Problem Based toward Critical Thinking Ability for students of XI IPS class SMAN 1 Panarukan. This research was quasi-experimental research (Quasi Experiment) by using quantitative statistical analysis. This study took the research design type Nonequivalent Control Group. The subjects of this study included overall students of XI IPS class SMAN 1Panarukan which consists of two classes, namely XI IPS 1 class was as the control class and XI IPS 2 class was as experiment which was each total 31 students. The analysis technique was used to test the hypothesis that used Independent samples t-test by SPSS 16.0 for Windows. The results showed that the application of Problem Based Learning model affected the ability of students’ critical thinking. The results of analysis of the Independent Sample t-Test obtained sig. 0,000. Gainscore critical thinking ability experiment students class was 17.10 higher than the control class was 12.74. It could be concluded that the application of Problem Based Learning modelaffectedtoward students' critical thinking ability. Based on the present study, some suggestions were expected to provide benefits such as: (1) the teacher can apply PBL model as a model variation in learning activity to enhance students' thinking ability, (2) when teachers find out the problems should be accompanied by relevant proof that the students are easier in determining solutionin problems, (3) for future researcher who is interested in doing this kind of research, it helps to prepare lesson plans well, especially in the allocation of time for application of PBL model canbe run well, (4) providing more of many selection problems that exist in the environment.
PENGARUH PENAMBAHAN MAGNESIUM (MG) PADA PADUAN ALUMUNIUM SILIKON (AL-SI) TERHADAP TINGKAT KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO.
Abstrak Nilai rata-rata (Al – Si) yang mengalami proses pengecoran tanpapenambahan magnesium (Mg) akan meningkat setelah dilakukan proses pengecoran dengan penambahan magnesium (Mg) 2%denganpening katansebesar 15,2 HRB, 17,1 HRB untuk penambahan magnesium (Mg) 5% dan 24,6 HRB untuk penambahan magnesium (Mg) 8%.Kekerasan specimen naiksebesar 24,6 HRBdaritanpapenambahan magnesium (Mg) sampai dengan penambahan magnesium (Mg) 8%. Foto mikro (Al – Si) tanpa penambahan magnesium (Mg) dengan perbesaran 400x terlihat ada bentuk seperti pulau – pulau berwarna putih yaitu aluminium dan bentuk seperti cacing yang berwarna coklat yaitu silikon.Foto mikro (Al – Si) dengan penambahan magnesium (Mg) 2% dengan perbesaran 400x terlihat ada bentuk seperti pulau – pulau berwarna putih yaitu aluminium dan bentuk seperti cacing yang berwarna hitam yaitu silikon dan juga terlihat blok hitam yaitu Magnesium (Mg).Foto mikro (Al – Si) dengan penambahan magnesium (Mg) 5% dengan perbesaran 400x terlihat ada bentuk seperti pulau – pulau berwarna putih yaitu aluminium dan bentuk seperti cacing yang berwarna hitam yaitu silikon dan juga terlihat blok besar yang semakin mengecil yaitu Magnesium (Mg).Foto mikro (Al – Si) dengan penambahan magnesium (Mg) 8% dengan perbesaran 400x terlihat ada bentuk seperti pulau – pulau berwarna putih yaitu aluminium dan bentuk seperti cacing yang berwarna hitam yaitu silikon dan juga terlihat garis - garis kecil yaitu Magnesium (Mg)
pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir analitis pada mata pelajaran geografi kelas XI IPS madrasah aliyah
ABSTRAK Wibowo, Bastian. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Kemampuan Berfikir Analitis pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IPS Madrasah Aliyah. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Dr.Ach Amirudin, M.Pd (2) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si. Kata Kunci:Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Kemampuan Berpikir Analitis Inkuiri terbimbing merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang menggunakan pendekatan berbasis masalah. Setiap proses dalam pembelajaran inkuiri melatih peserta didik untuk berpikir secara aktif. Pembelajaran menggunakan inkuiri terbimbingdiharapkan dapat melatih peserta didik untuk menumbuhkan kemampuan berpikir analitis dan memiliki keterampilan berpikir yang tinggi. Pembelajaran inkuiri terbimbing diharapkan dapat membantu peserta didik untuk memahami perubahan di lingkungan sekitarnya melalui tahapan pengumpulan data di luar kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiriter bimbing terhadap kemampuan berpikir analitis pada mata pelajaran geografi Kelas XI IPS MA Al Maarif Singosari. Rancangan penelitian ini adalah Pretest-Postest-Control Group Design yang termasuk dalam penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di MA Al Maarif Singosari kelas XI IPS 1sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 2sebagai kelas kontrol. Data dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir analitis peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan tes kemampuan awal dan tes kemampuan akhir. Analisis data dilakukan dengan membandingkan gain score antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir analitis peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Nilai probabilitas kelas eskperimen adalah 0,004. Jika nilai probabilita
Pemetaan Tingkat Kerawanan Longsor dengan Metode SINMAP di Lereng Arjuno Kecamatan Bumiaji
Kecamatan Bumiaji terletak pada DAS Brantas Hulu di wilayah Malang Propinsi Jawa Timur. Daerah ini merupakan daerah yang rawan terhadap kejadian longsor. Berdasarkan data kejadian longsor dari tahun 2002 hingga 2015 telah terjadi sebanyak 43 kali kejadian. Untuk meminimalisir segala dampak yang ditimbulkan maka diperlukan penelitian dengan tujuan: (1) mengkaji karakteristik lahan di lereng Arjuno Kecamatan Bumiaji, dan (2) membuat peta persebaran rawan longsor di wilayah lereng Arjuno Kecamatan Bumiaji. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kewilayahan. Metode survei dimaksudkan untuk mengetahui titik-titik longsor yang pernah terjadi (landslide inventory), pengambilan sampel tanah utuh dan tanah biasa (undisturbed soil and disturbed soil). Analisis yang digunakan meliputi analisis SIG yang diintegrasikan dengan model SINMAP untuk menghasilkan peta kerawanan longsor Lereng Arjuno Kecamatan Bumiaji Kota Batu . Hasil permodelan Stability Index Mapping (SINMAP) menunjukkan bahwa (1) Sebagian besar titik-titik longsor pada lereng Arjuno Kecamatan Bumiaji berada pada zona batas indeks SI >1,5 merupakan sangat stabil. Output tabel indeks stabilitas mengindikasikan bahwa 77,31 % wilayah studi berada pada zona stabil yang terdiri atas 55,75 % pada kondisi sangat stabil, 21,56 % pada kondisi stabil. Sedangkan 4,91 berada pada zona sangat tidak stabil yang berpotensi tinggi mengalami kelongsoran. Zona kurang stabil sekitar 10,95% dan 6,82% untuk zona tidak stabil. (2) Sebaran wilayah potensi longsor pada lereng Arjuno cenderung semakin meningkat kearah segmen kerucut gunungapi. (3) Wilayah rawan longsor berdasarkan permodelan SINMAP menunjukkan sebanyak 508.184 Ha atau 6,46 % dari luas Lereng Arjuno Kecamatan Bumiaji
Penerapan Model Pembelajaran Probing-Prompting untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Geografi Siswa Kelas X IPS 3 SMA Negeri 4 Madiun Semester Ganjil Tahun Ajaran 2016/2017
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti pada semester ganjil 2016/2017 di kelas X IPS 3 SMA Negeri 4 Madiun, diketahui pemahaman konsep geografi siswa masih rendah. Hal ini disebabkan pembelajaran yang dilakukan oleh guru kurang mampu mengasah pemahaman konsep geografi siswa. Model pembelajaran yang disarankan untuk mengatasi rendahnya pemahaman konsep geografi adalah model pembelajaranProbing-Prompting.Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang ada di kelas X IPS 3 rendahnya pemahaman konsep geografi dengan penerapan model pembelajaran Probing-Prompting. Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di kelas XIPS 3 SMA Negeri 4 Madiun dengan subjekpenelitian 37 siswa. Pengukuran nilai pemahaman konsep geografi dapat diukur menggunakan soal essay yang berjumalah 4 butir soal pemahaman konsep yang dilakukan pasca-siklus. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada peningkatan hasil pemahaman konsep geografi siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 4 Madiun. Rata-rata nilai pemahaman konsep geografi siswa Pra-Tindakan adalah 43,6, nilai rata-rata pemahaman konsep pasca siklus I mengalami peningkatan 30,5% menjadi 69,5, dan nilai pemahaman konsep pasca siklus II meningkat 18,6% menjadi 81,4. Berdasarkan data hasil penelitian diperoleh kesimpulan, bahwa pembelajaran model Probing-Prompting dapat meningkatkan pemahaman konsep geografi siswa kelas XIPS 3 SMA Negeri 4 Madiun semester ganjiltahun ajaran 2016/2017
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kaki Lima di kawasan Wana Wisata Padusan Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto
Minimnya kesempatan kerja di sektor formal mengakibatkan banyak angkatan kerja yang beralih pada pekerjaan di sektor informal. Terutama pada objek wisata yang banyak menyerap tenaga kerja khususnya sebagai pedagang kaki lima yang cukup membantu perputaran ekonomi warga. Pacet merupakan salah satu kecamatan yang berada di kabupaten Mojokerto yang terkenal dengan wana wisata Padusan yang memiliki banyak pengaruh terhadap masyarakat sekitar. Daya tarik wana wisata Padusan membuat warga sekitar tertarik menjadi pedagang kaki lima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh pedagang kaki lima di kawasan wana wisata Padusan serta faktor-faktor yang diduga dapat mempengaruhi pendapatan yang diperoleh. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survey. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling yaitu dari populasi sebesar 187 pedagang kaki lima diambil sampel sebesar 65. Untuk kategori pedagang buah dan sayur sebesar 6 sampel, pedagang makanan dan minuman 43 sampel dan pedagang oleh-oleh 16 sampel. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tabulasi tunggal, tabulasi silang dan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukkan: 1) pendapatan pedagang kaki lima wana wisata Padusan rata-rata per hari adalah Rp.1.450.000,-. Berdasarkan uji statistik diketahui bahwa variabel yang memiliki hubungan dengan tingkat pendapatan pedagang adalah jam kerja dan modal; 3) Faktor dominan yang mempengaruhi pendapatan pedagang kaki lima adalah modal.