SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1629 research outputs found

    Penerapan Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Sidoarjo

    No full text
    ABSTRAKPutra, Adrianto Pahlawan. 2018. Penerapan Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Sidoarjo. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd. (2) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.SiKata Kunci : Model Discovery Learning, Kemampuan Berpikir AnalitisBerpikir analitis mendorong siswa untuk memilih suatu materi pebelajaran dan kemudian mencari keterkaitan dari permasalahan yang ada, dan  peserta didik untuk memecahkan masalah secara pribadi. Pembelajaran seharusnya dimulai dari menggali permasalahan atau menyampaikan permasalahan yang selama proses pembelajaran peserta didik diajak untuk menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti kemampuan berpikir kritis, analitis,  kreatif, dan tidak hanya menggunakan kemampuan tingkat rendah seperti ingatan atau menghafal saja. Namun kemampuan berpikir analitis masih sangat rendah, hal tersebut dibuktikan dengan hasil observasi oleh peneliti seperti rata-rata nilai kemampuan berpikir analitis yakni 63,18 dari kelas XI IPS1-XI IPS 4. Rata-rata nilai kemampuan berpikir analitis dari kelas XI IPS 1-XI IPS 4 yang paling rendah yakni XI IPS 3 dengan rata-rata 43,18. Hal ini disebabkan karena kesulitan dengan soal ranah analisis (C4) karena seringnya mendapat soal dengan ranah pemahaman (C2) sehingga mereka diharuskan menghafal suatu materiPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswad engan model discovery learning di Kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Sidoarjo. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiridari 2 Siklus penerapan model pembelajaran. Pada setiap siklus terdiri dari 4 tahapanan yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, danrefleksi. Subyek penelitian ini yakni kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Sidoarjo yang berjumlah 36 Siswa. Penelitian ini menggunakan instrument berupa 5 soal essay untuk pengukuran kemampuan berpikir analitis siswa dan diberikan pada akhir siklus. Analisis hasil kemampuan berpikir analitis siswa dengan cara membandingkan nilai rata-rata siklus I dan siklus IIHasil penelitian menunjukkan bahwa model discovery learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Sidoarjo pada pra tindakan yakni 43,18, kemudian siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 66,2 dan siklus II adalah 79,57. Presentase peningkatan dari pra tindakan ke siklus I sebesar 53,31%, dan siklus I ke siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 20,19%. Saran bagi guru harusnya memperbaiki model pembelajaran yang telah dilakukan sehingga mampu membuat siswa mengembangkan kemampuan berpikir analitis. Saran bagi guru harusnya memperbaiki model pembelajaran yang telah dilakukan sehingga mampu meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa secara efektif dan efisien. ABSTRACTPutra, Adrianto Pahlawan. 2018.The Application Of Discovery Learning Model To Improve Student’s Analytical Thinking Ability Of Class XI Social Science Student Of Senior High School 2 Sidoarjo.Thesis. Geography Education. Faculty Of Social Science. Malang State University. Advisors: (1) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd. (2) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.SiKeywords: Discovery Learning Model, Analytical Thinking SkillsAnalytical thinking encourages students to choose a learning material and then seeks to link the existing problems, and learners to solve problems personally. Learning should start from exploring problems or conveying problems that during the learning process students are invited to use higher-order thinking skills such as the ability to think critically, analytically, creatively, and not only use low-level abilities such as memory or memorization. However, analytical thinking ability is still very low, this is evidenced by the observations by researchers such as the average value of analytical thinking ability that is 63.18 from class XI Social Science 1-XI Social Science 4.The average value of analytical thinking ability from class XI Social Science 1-XI Social Science 4 is the lowest, namely XI Social Science 3 with an average of 43.18. This is due to difficulties with the realm of analysis (C4) because it often gets problems with the realm of understanding (C2) so they are required to memorize a material. This study aims to improve students' analytical thinking skills with discovery learning models in class XI Social Science 3 of Senior High School 2Sidoarjo. This research is a type of classroom action research (CAR) which consists of 2 cycles of the application of learning models. Each cycle consists of 4 stages, namely planning, implementing, observing, and reflecting. The subjects of this study were class XI Social Science 3 of Senior High School 2 Sidoarjo which amounted to 36 students. This study uses an instrument in the form of 4 essay questions for measuring students' analytical thinking abilities and given at the end of the cycle. Analysis of the results of students' analytical thinking ability by comparing the average values of cycle I and cycle II. The results showed that the discovery learning model can improve the ability to think analytically in class XI Social Science students of Senior HighSchool 2 Sidoarjo in pre-action is 43,18, and then cycle I the average value increases to 66.2 and cycle II is 79,57. Precentage of pre-action increase to cycle I was 53,31% and cycle I to cycle II was 20,19%. Suggestions for teachers should improve the learning model that has been done so as to be able to improve student ability to think analytically effectively and efficiently

    analisis tingkat kerentanan banjir di daerah aliran sungai komis kabupaten banyuwangi

    No full text
    ABSTRAK Erfin Ardinata. 2019  Analisis Tingkat Kerentanan Banjir di Daerah Aliran Sungai Komis Kabupaten Banyuwangi, Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Dibimbing oleh (I) Purwanto, S.Pd, M.Si dan (II) Dr. Satti Wagistina, S.P., M.Si Kata kunci: Pemetaan, Banjir, DAS, Komis, Sistem Informasi Geografi Pemetaan daerah kerawanan banjir ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah mana saja yang rawan untuk terjadinya bencana banjir, sehingga daerah tersebut dapat dianalisis untuk melakukan pencegahan serta penanganan banjir. Bencana banjir di tahun 2016 Kecamatan Muncar merupakan yang paling parah, dengan ketinggian berkisar antara 40-100 cm. Penelitian ini dilakukan untuk analisis kerentanan banjir di DAS Komis yang secara adminstratif berada di Kabupaten Banyuwangi. Alat yang digunakan antara lain: data curah hujan dari BMKG kelas III tahun 2014 – 2018 dari tiga pos hujan, peta RBI, peta geologi Jawa Timur, peta penggunaan lahan dari citra landsat TM+7, peta kemiringan lereng. Data didapat dengan melakukan ground truth (cek lapangan) di lokasi DAS Komis dan menganalisis peta dan faktor-faktor penyebab banjir, analisa dalam penelitian ini berupa pemberian skoring, pembobotan, atribut dan keruangan. Dari peta kerawanan banjir didapat bahwa Daerah Aliran Sungai (DAS) Komis terdiri dari lima kelas kerawanan banjir yaitu: kelas sangat rendah (2066.21), rendah (7955.59), sedang (3249.88), rawan (12924.32), sangat rawan (2747.42). Pada setiap bagian/segmen banyak yang termasuk kelas sangat rawan adalah bagian hilir dengan luas 2747.42 Ha. Bagian hulu yang berada di Kecamatan Sempu merupakan bagian yang memiliki kelas sangat aman dengan luas 2066.21 Ha. Hal ini dikarnakan daerah ini merupakan daerah dengan penggunaan lahan yang didominasi oleh perkebunan dan juga ladang, dimana penggunaaan lahan perkebunan dan ladang mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam mencegah bencana banjir. Kecamatan yang memiliki luas kelas kerawanan bencana banjir sangat rawan yang paling tinggi adalah Kecamatan Muncar dengan luas 2747.42 Ha yang merupakan hilir dari DAS Komis Kabupaten Banyuwangi ini

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA KELAS XI IPS SMAN 1 DOLOPO KABUPATEN MADIUN

    No full text
     RINGKASANIchtiariani, Hayyatul. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Dolopo Kabupaten Madiun. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd., (II) Prof. Dr. Budijanto, M.SosKata Kunci: Model Pembelajaran Group Investigation, Kemampuan Berpikir AnalitisModel pembelajaran kooperatif yang melibatkan siswa lebih aktif dan melatih siswa untuk mengembangkan skill bekerja secara kelompok yaitu model pembelajaran Group Investigation yang dipilih oleh peneliti karena membantu siswa untuk melakukan investigasi terhadap topik dengan belajar penemuan, belajar isi dan belajar untuk bekerja secara kooperatif sehingga tercapai tujuan pembelajaran.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran group investigation  terhadap kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI IPS SMAN 1 Dolopo. Penelitian ini dirancang menggunakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian posttest only control group design yang merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Dolopo Kabupaten Madiun dengan kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 1 sebagai kelas kontrol. Data dalam penelitian ini berupa data kemampuan berpikir analtis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan posttest kemampuan berpikir analitis. Analisis data dilakukan dengan membandingkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan bantuan program SPSS for Windows.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir analitis kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Dari hasil uji-t terhadap kemampuan berpikir analitis siswa didapatkan bahwa nilai probabilitas (sig. 2 tailed) adalah 0,007. Jika nilai probabilita

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EARTH SCIENCE SYSTEM IN THE COMMUNITY (EARTHCOMM) BERBANTUAN CITRA GOOGLE EARTH PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR SPASIAL SISWA MAN 3 KEDIRI

    No full text
    RINGKASANSyaviar, Fitra Arief. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Earth Science System In The Community (EarthComm) Berbantuan Citra Google Earth pada Mata Pelajaran Geografi Terhadap Kemampuan Berpikir Spasial Siswa di MAN 3 Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Purwanto, S.Pd., M.Si (2) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.SiKata Kunci: model pembelajaran Earth Science System In The Community (EarthComm), citra google earth, kemampuan berpikir spasialPendidikan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi proses kemajuan individu dan bangsa. Berkaitan dengan pentingnya pendidikan, dibutuhkan model pembelajaran dan metode mengajar yang membuat siswa mampu berkembang dan terlibat langsung dalam kegiatan kelas. Geografi merupakan ilmu untuk mengembangkan dan membangun kemampuan berorientasi spasial. Kemampuan berpikir spasial kaitannya dengan fenomena geosfer yakni kemampuan mengolah dan menguasai informasi yang didapat dalam ruang. Model EarthComm merupakan model yang berorientasi pada pemecahan masalah di bumi yang dikaji dalam masyarakat. Maka, dikaitkan dengan kemampuan berpikir spasial model ini diharapkan mampu untuk mencapai tujuan yang diharapkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Earth Science System In The Community (EarthComm) berbantuan Citra Google Earth pada mata pelajaran geografi terhadap kemampuan berpikir spasial siswa. Model eksperimen yang digunakan yakni Quasi Experiment dengan menerapkan Posttest Only Control Group Design  dengan melibatkan dua kelompok dengan subjek penelitian X IIS 2 sebagai kelas eksperimen dan X IIS 1 sebagai kelas kontrol yang diambil berdasarkan nilai UAS. Tes kemampuan berpikir spasial dilaksanakan setelah pemberian perlakuan kepada kedua kelas. Tes diberikan dalam bentuk soal essay yang telah dirancang sesuai indikator kemampuan berpikir spasial. Teknik analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics 22 For Windows dengan uji t (Independent Sample T-Test).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Diketahui bahwa nilai rata-rata kelas kontrol 66,60 dan kelas eksperimen yakni 74,39 sehingga terdapat perbedaan 8% keduanya. Berdasarkan hasil analisis data uji t (Independent Sample T-Test) terdapat pengaruh Model Pembelajaran Earth Science System In The Community (EarthComm) berbantuan citra google earth pada mata pelajaran geografi terhadap kemampuan berpikir spasial siswa dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan model konvensional. Model pembelajaran EarthComm ini disarankan untuk dijadikan variasi pembelajaran guru dalam penerapan model pembelajaran. Model ini juga dapat dikembangkan oleh peneliti lain dengan menambah variabel moderator atau media lain.SUMMARYSyaviar, Fitra Arief. 2019. The Effect of Learning Model of Earth Science System In The Community (EarthComm) Assisted by Google Earth Imagery in Geography Subjects to Student Spatial Thinking Ability in MAN 3 Kediri. Thesis, Department of Geography, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Malang. Advisor: (1) Purwanto, S.Pd., M.Si (2) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.SiKeywords: Earth Science System In The Community (EarthComm) learning model, Google Earth Imagery, spatial thinking skillsEducation is one of the important factors that influences the progress of individuals and nations. Regarding the importance of education, a learning model and teaching methods are needed that enable students to develop and be directly involved in classroom activities. Geography is the science of developing and building spatial oriented abilities. The ability to think spatially related to the geosphere phenomenon is the ability to process and master the information obtained in space. The EarthComm model is a model oriented to solving problems on earth that are studied in society. So, associated with the ability to think spatially this model is expected to be able to achieve the expected goals.This study aims to determine the effect of the Earth Science System In The Community (EarthComm) learning model assisted by Google Earth imagery on geographic subjects on students' spatial thinking abilities. The experimental model used is Quasi Experimental research by applying Posttest Only Control Group Design by involving two groups with research subjects X IIS 2 as the experimental class and X IIS 1 as the control class taken based on the UAS value. Spatial thinking ability tests are carried out after giving treatment to both classes. Tests are given in the form of essay questions that have been designed according to indicators of spatial thinking skills. Data analysis techniques are carried out using IBM SPSS Statistics 22 For Windows with the t test (Independent Sample T-Test).The results of this study indicate that the average value of the experimental class is higher than the control class. It is known that the average value of the control class is 66.60 and the experimental class is 74.39 so that there is a difference of 8% both. Based on the results of the t-test (Independent Sample T-Test) data, there is the influence of Learning Model Earth Science System In The Community (EarthComm) assisted by Google Earth's image on geographic subjects on students' spatial thinking abilities compared to control classes using conventional models. This EarthComm learning model is recommended to be used as a variation of teacher learning in the application of learning models. This model can also be developed by other researchers by adding moderator variables or other media

    PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR SPASIAL SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 6 MALANG DITINJAU DALAM PERSPEKTIF GAYA BELAJAR

    No full text
    PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR SPASIAL SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 6 MALANG DITINJAU DALAM PERSPEKTIF GAYA BELAJAR Rizki Astiananda, Budi Handoyo, Rudi Hartono, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Email: [email protected]   Abstrak: Berpikir spasial merupakan keterampilan fundamental yang penting dimiliki untuk menghadapi tantangan abad 21. Keterampilan tersebut dapat dikembangkan melalui pembelajaran geografi di sekolah. Namun pada kenyataanya, pembelajaran geografi masih bersifat parsial, sehingga belum mampu mengembangkan keterampilan berpikir spasial. Pemilihan model pembelajaran yang tepat dengan memperhatikan aspek gaya belajar siswa dapat mengoptimalkan pengembangan keterampilan berpikir spasial. PBL merupakan model pembelajaran yang diduga dapat meningkatkan keterampilan berpikir spasial, sehingga tepat untuk digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PBL terhadap keterampilan berpikir spasial dan pengaruh PBL terhadap keterampilan berpikir spasial siswa ditinjau dalam perspektif gaya belajar. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan rancangan non-equivalent pre-test-post-test control group design. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket gaya belajar dan soal esai keterampilan berpikir spasial. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-f pada level signifikansi 5%. Hasil penenlitian menunjukkan bahwa PBL berpengaruh terhadap keterampilan berpikir spasial siswa dan juga berpengaruh terhadap keterampilan berpikir spasial ditinjau dalam perspektif gaya belajar. Rata-rata gain score siswa kelas eksperimen menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibanding siswa kelas kontrol. Rata-rata gain score siswa kelas eksperimen pada setiap gaya belajar juga menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibanding siswa kelas kontrol. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 untuk hipotesis pertama dan 0,001 untuk hipotesis kedua. Kedua nilai signifikansi tersebut kurang dari 0,005, sehingga H0 ditolak. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa PBL berpengaruh terhadap keterampilan berpikir spasial siswa dan juga berpengaruh terhadap keterampilan berpikir spasial siswa ditinjau dalam perspektif gaya belajar. Kata Kunci: PBL, keterampilan berpikir spasial, gaya belajar   THE EFFECT OF PROBLEM BASED LEARNING (PBL) ON SPATIAL THINKING SKILLS OF CLASS XI SOCIAL SCIENCE STUDENT AT PUBLIC SENIOR HIGH SCHOOL 6 MALANG REVIEWED FROM LEARNING STYLE PERSPECTIVE Rizki Astiananda, Budi Handoyo, Rudi Hartono, Department of Geography, Faculty OF Social Science, State University of Malang Email: [email protected]   Abstrac: Spatial thinking is a fundamental skill to be owned to face 21 century challenge. This skill can be developed through Geography learning at school. Yet, in fact, Geography learning still considered as partial, so that unable to evolve spatial thinking skill. Appropriate learning method choosing with considering students’ learning style aspect is able optimize spatial thinking skill development. Problem Based Learning (PBL) is a learning method which is estimated to be able to increase spatial learning skill, makes it very appropriate to be implemented. The purpose of this research is to find out the influence of PBL on spatial thinking skill and the influence of PBL on spatial thinking skill reviewed in learning style perspective. This research is a quasi experiment with non-equivalent pre-test-post-test control group design. The instruments used to collect the data are learning style questionnaire and essay test of spatial thinking skill. The technique used to analyze the data is f-test at 5% significance level. The result pointed that PBL does influence the students’ skill in spatial thinking and spatial thinking skill considered from learning style perspective as well. The average score that experiment class students gained in every type of learning styles is higher than control class students. The results from hypotesis test shows that siginificance score is 0,000 in the first hypotesis and 0,001 in the second hypotesis. Because the second significance score is less than 0,005, then H0  is rejected. Based on that reason, we can draw a conclusion that PBL is able to influence student's skill in spatial thinking and also influence spatial thinking skill considered from learning style perspective. Keywords: PBL, spatial thinking skill, learning styl

    Penanaman Nilai Demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari

    No full text
    ABSTRAKAl Fiansyah, Alif. 2019. Penanaman Nilai Demokrasi dalam Kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Margono, M. Pd. M. Si., (2) Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M. Pd. M. Hum. Kata kunci: Penanaman, Demokrasi, Nilai, Kegiatan OSIS.Indonesia merupakan negara yang berdemokrasi, demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam mengambil keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara mendukung terciptanya masyarakat yang aman, adil, dan sejahtera. Maka dari itu, perlu adanya suatu pendidikan yang diberikan kepada masyarakat mengenai apa itu demokrasi agar nilai- nilai demokrasi itu dapat berjalan dengan baik. Pemahaman peserta didik SMA pada nilai demokrasi sangat penting di lingkungan sekolah, dengan memiliki pemahaman  yang baik akan perilaku sesuai nilai-nilai yang terkadung dalam nilai-nilai demokrasi. Organisasi siswa di SMA Negeri 1 Purwosari yaitu OSIS untuk bisa menanamkan nilai-nilai demokrasi di semua anggota OSIS. SMA Negeri 1 Purwosari sebagai tempat penelitian karena belum ada penelitian karena berdasarkan informasi belum ada penelitian mengenai penerapan nilai-nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di sekolah ini.Penanaman Nilai Demokrasi dalam Kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari, tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan: (1) Nilai demokrasi yang ada dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari; (2) Penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari; (3) Faktor pendorong dalam penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari; (4) Kendala dalam penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari; dan (5) Upaya mengatasi kendala penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari.Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis metode penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah Kepala SMA Negeri 1 Purwosari, Pembina OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari, Ketua OSIS SMA Negeri 1 Purwosari dan Anggota OSIS SMA Negeri 1 Purwosari. Data dan informasi yang didapatkan oleh peneliti menggunakan: observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis data yang dilakukan dengan cara hasil penelitian analisis interaktif, proses analisis yang dilakukan dalam 4 tahap, yaitu tahap pengumpulan data, tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan. Untuk pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data di mana membandingkan hasil temuan dengan sumber, metode dan teori yang ada. Berikut ialah tahap penelitian di mana terdapat tahap pra-lapangan, tahap pekerjaan lapangan dan tahap analisis data.Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan kemudian dijabarkan sebagai berikut. Pertama, nilai demokrasi yang ada dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari ialah musyawarah mufakad; persatuan dan solidaritas; kekeluargaan dan gotong-royong; keadilan; toleransi; perwakilan. Kedua, penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari, anggota OSIS  dengan cara nilai-nilai demokrasi diwujudkan dalam setiap kegiatan OSIS SMA Negeri 1 Purwosari secara konkrit, agar di dalam OSIS tetap menjaga kekompakan dan selalu mengedepankan nilai-nilai demokrasi dalam menunjang kegiatan OSIS yang berlandaskan demokrasi. Ketiga, faktor pendorong dalam penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari yakni (1) antusiame anggota OSIS dalam mengikuti kegiatan; (2) kerja sama dengan ekstrakulikuler lain; (3) kewajiban pendidikan kewarganegaraan; (4) dukungan dari pihak sekolah; (5) dukungan dari orang tua. Keempat, kendala yang dihadapi dalam penanaman nilai demokrasi dalam  kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari yakni (1) kurangnya kesadaran anggota OSIS, ada beberapa anggota OSIS yang kurangnya kesadaran tentang demokrasi. (2) kurangnya komunikasi dengan ekstrakulikuler lain, kurangnya komunikasi dengan ekstrakulikuler lain karena OSIS sendiri sebagai wakil dari sekolah selalu memberikan bantuan dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pihak sekolah maupun oleh pihak ekstrakulikuler lain di SMA Negeri 1 Purwosari. (3) persamaan waktu kegiatan OSIS dengan waktu pelajaran, persamaan waktu kegiatan OSIS dengan mata pelajaran yang mana kali jadwal kegiatan OSIS terjadi bersamaan dengan jam pelajaran berlangsung, sehingga sering kali anggota OSIS terpecah bela untuk mengikuti pelajaran atau mengikuti kegiatan OSIS. (4) kurangnya sarana dan prasarana, tidak akan efektif apabila sekolah tidak mendukung penuh seluruh kegiatan OSIS. (5) lingkungan masyarakat yang kurang baik, Banyak hal yang tidak bisa terpantau oleh pihak guru sehingga pihak sekolah berharap penuh kepada orang tua siswa agar tidak anaknya tidak terpengaruh oleh lingkungan yang kurang baik Kelima, Upaya mengatasi kendala penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari sebagai berikut; (1) kendala kurangnya kesadaran anggota OSIS diselesaikan dengan cara lebih menekan lagi kesadaran anggota OSIS tentang demokrasi. (2) Kendala kurangnya komunikasi dengan ekstrakulikuler lain diselesaikan dengan menjalin komunikasi yang baik dengan ekstrakulikuler lain. (3) Kendala persamaan waktu kegiatan OSIS dengan waktu pelajaran diselesaikan dengan cara membuat waktu kegiatan yang berbeda dengan waktu mata pelajaran. (4) Kendala kurangnya sarana dan prasarana diselesaikan dengan cara pengajuan penambahan sarana dan prasarana. (5) kendala lingkungan masyarakat yang kurang baik diselesaikan dengan cara menghindari lingkungan masyarakat yang kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh saran sebagai berikut: Bagi SMA Negeri 1 Purwosari hendaknya mendukung penuh kegiatan OSIS SMA Negeri 1 Purwosari untuk selalu melakukan penanaman nilai demokrasi dalam setiap kegiatan OSIS .Bagi anggota OSIS SMA Negeri 1 Purwosari hendaknya selalu menanamkan nilai demokrasi dalam setiap kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari maupun kegiatan di luar SMA Negeri 1 Purwosari.Bagi mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan penelitian ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada calon peneliti lain untuk melakukan penelitian tentang Penanaman nilai demokrasi

    Persepsi dan Hambatan Siswa SMA Negeri di Kota Malang terhadap Penerapan Sistem Kredit Semester (SKS) pada Mata Pelajaran Geografi

    No full text
    RINGKASAN Arifiana, Atia. 2019. Persepsi dan Hambatan Siswa SMA Negeri Di Kota Malang terhadap Penerapan Sistem Kredit Semester (SKS) pada Mata Pelajaran Geografi. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hadi Soekamto, S.H., M.Pd, M.Si, (2) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si Kata Kunci: Persepsi, Hambatan, Sistem Kredit Semester (SKS) Sistem Kredit Semester (SKS) masih menjadi hal baru bagi siswa. SKS baru diterapkan secara menyeluruh sejak tahun ajaran 2015/2016. SKS merupakan program pendidikan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya. Penerapan program baru ini tentunya memunculkan berbagai kesenjangan bagi guru maupun siswa. Melalui upaya-upaya yang tepat diharapkan kesenjangan tersebut dapat segera diketahui sehingga dapat diminimalisir dengan baik. Persepsi siswa dapat menjadi salah satu alat untuk mengetahui tingkat keberhasilan program SKS. Hal ini karena persepsi setiap orang berbeda-beda tergantung respon tersebut positif maupun negatif. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peersepsi dan hambatan siswa SMA Negeri di Kota Malang terhadap penerapan Sistem Kredit Semester (SKS) pada mata pelajaran geografi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang mencari informasi tentang suatu gejala dan merumuskan dengan jelas tujuan yang akan dicapai. Penelitian ini tidak memberikan perlakuan khusus pada objek penelitian sehingga seluruh kegiatan atau peristiwa berjalan apa adanya. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri di Kota Malang yang menempuh mata pelajaran geografi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket. Teknik ini dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan kepada siswa sebagai responden untuk diberi jawaban. Pernyataan yang harus dijawab oleh siswa berjumlah 26 butir. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi beberapa langkah yaitu penyekoran, tabulasi, kemudian dilakukan kualifikasi. Penyekoran pada penelitian ini menggunkan skala Likert dengan modifikasi untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang mengenai fenomena tertentu. Hasil dalam penelitian ini meliputi persepsi dan hambatan siswa terhadap penerapan SKS. Persepsi siswa terhadap penerapan SKS terdapat tiga subvariabel yaitu persepsi siswa terhadap sistem pengelolaan (56,5%) positif, persepsi siswa terhadap sistem pembelajaran (64%) netral, dan persepsi siswa terhadap sistem penilaian (59,8%) positif. Sedangkan untuk hambatan yaitu (71,5%) siswa mengalami hambatan dalam mengikuti pembelajaran dan (71,5%) siswa mengalami hambatan dalam mengikuti penilaian. Dengan demikian, persepsi siswa tergolong netral hingga positif dan siswa mengalami hambatan terhadap penerapan SKS.   SUMMARY Arifiana, Atia. 2019. The Perception and Inhibitions of the Students in State Senior High Schools (SMA) in Malang towards the Implementation of Semester Credit System (SKS) in the Subject of Geography. Thesis. Geography Major Faculty of Social Science Universitas Negeri Malang. Advisors: (1) Drs. Hadi Soekamto, S.H., M.Pd, M.Si, (2) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si Keywords: Perception, Inhibition, Semester Credit System (SKS) The Credit Semester system (SKS) is still a new thing for students. SKS have been applied thoroughly since the 2015/2016 school year. SKS is an educational program that gives students the opportunity to learn according to their abilities and speed. The implementation of this new program certainly raises various gaps for both teachers and students. Through appropriate efforts, the gap can be immediately known so that it can be minimized properly. The perception of students can be one of the tools to know the success rate of the SKS program. This is because everyone's perception differs depending on the response, both positive and negative. Thus, the study aims to determine the perception and inhibitions felt by the students of state high schools in Malang regarding the application of Semester credit System (SKS) on the subject of Geography. This research is a type of quantitative descriptive research. Quantitative research is a study that seeks information about a symptom and clearly formulates the objectives to be achieved. This research does not provide any special treatment on the research object so that all activities or events run as is. The subject of this study is all the students of SMA Negeri in Malang which take geography subjects. The technique of collecting data on this research using poll. This technique is done by giving a set of statements to students as respondents for answers. The statement to be answered by students is 26 items. The data analysis techniques in this study covered several steps, namely the scoring, tabulation, and then the qualification. The process of scoring on this study uses the Likert scale with modifications to measure a person's attitudes, opinions and perceptions of a particular phenomenon. The results in this study include the student's perception and barriers to the application of SKS. Students ' perception of SKS has three sub-variables, namely students perception of the management system is (56.5%) positive, students perception of the learning system is (64%) neutral, and students perception of the scoring system is (59.8%) positive. As for the inhibition, (71.5%) students experience obstacles in taking out learning and (71.5%) Students experiencing obstacles to taking out assessments. Thus, students perception can be deemed as neutral to positive, and the students are experiencing inhibitions to the implementation of SKS

    PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X IPS SMA DIPONEGORO TUMPANG

    No full text
    Model PBL berbantuan LKPD merupakan model pembelajaran yang dalam pembelajarannya diberikan suatu permasalahan untuk dipecahkan. Model ini melibatkan peserta didik aktif dalam pembelajaran karena peserta didik dituntut untuk memecahkan permasalahan yang diberikan oleh guru. Model PBL berbantuan LKPD merupakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan guru hanya sebagai fasilitator. Model ini memiliki beberapa tahapan, yakni: (1) orientasi peserta didik pada masalah, (2) mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, (3) membimbing penyelidikan individu maupun kelompok (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya dan (5) menganalisis atau mengevaluasi proses pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh model PBL berbantuan LKPD terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik, dan 2) pengaruh model PBL berbantuan LKPD terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari motivasi belajar peserta didik.Metode penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen kuasi dengan desain posttest only control group. Subjek penelitian ini berjumlah 52 peserta didik dengan rincian yaitu, X IPS 3 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik 26 dan X IPS 4 sebagai kelas kontrol dengan jumlah peserta didik 26. Instrumen yang digunakan berupa soal esai tes kemampuan berpikir kritis dan angket motivasi belajar. Teknik analisis data menggunakan Uji-t dan Uji-F. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan model PBL berbantuan LKPD terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari motivasi belajar. Rata-rata hasil kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen lebih tinggi yaitu 76,96 daripada kelas kontrol yaitu 68,96. Pada perhitungan uji-F yang dilakukan, diperoleh Sig.(2-tailed) 0,049 ≤ 0,05, maka dapat disimpulakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model PBL berbantuan LKPD terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari motivasi belajar peserta didik kelas X IPS SMA Diponegoro Tumpang. Keberhasilan model PBL berbantuan LKPD dalam mempengaruhi kemampuan berpikir kritis  tidak lepas dari langkah-langkah dan kelebihan model tersebut. Selain itu, motivasi belajar juga terbukti mempengaruhi kemampuan berpikir kritis. Motivasi belajar dapat mendorong kemauan peserta didik untuk belajar, sehingga juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritisnya

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA KELAS XI IPS SMAN 1 DOLOPO KABUPATEN MADIUN

    No full text
     RINGKASANIchtiariani, Hayyatul. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Dolopo Kabupaten Madiun. Skripsi,JurusanGeografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd., (II) Prof. Dr. Budijanto, M.SosKata Kunci: Model Pembelajaran Group Investigation, Kemampuan Berpikir AnalitisModel pembelajaran kooperatif yang melibatkan siswa lebih aktif dan melatih siswa untuk mengembangkan skill bekerja secara kelompok yaitu model pembelajaran Group Investigation yang dipilih oleh peneliti karena membantu siswa untuk melakukan investigasi terhadap topik dengan belajar penemuan, belajar isi dan belajar untuk bekerja secara kooperatif sehingga tercapai tujuan pembelajaran.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran group investigation  terhadap kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI IPS SMAN 1 Dolopo. Penelitian ini dirancang menggunakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian posttest only control group design yang merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Dolopo Kabupaten Madiun dengan kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 1 sebagai kelas kontrol. Data dalam penelitian ini berupa data kemampuan berpikir analtis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan posttest kemampuan berpikir analitis. Analisis data dilakukan dengan membandingkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan bantuan program SPSS for Windows.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir analitis kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Dari hasil uji-t terhadap kemampuan berpikir analitis siswa didapatkan bahwa nilai probabilitas (sig. 2 tailed) adalah 0,007. Jika nilai probabilita

    EVALUASI SUMBERDAYA LAHAN DAN DAYA DUKUNG KAWASAN WISATA PANTAI PARANG IRENG DI KABUPATEN BANYUWANGI

    No full text
    RINGKASAN Laksono, Tri Buwono Juniar. 2018. Evaluasi Sumberdaya Lahan Dan Daya Dukung Kawasan Wisata Pantai Parang Ireng Di Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Program Studi Geografi, Jurusan Geografi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si (II) Syamsul Bachri, S.Si, M.Sc., Ph.D.   Kata Kunci: Evaluasi lahan pantai, Daya dukung kawasan. Salah satu wilayah atau provinsi yang memiliki banyak potensi dan daya tarik wisata yang signifikan untuk dikembangkan terutama pada pesona alamnya yaitu Kabupaten Banyuwangi. Namun, disamping kekayaan potensi pariwisata yang ada tersebut, masih ada beberapa potensi pariwsata yang masih belum dikembangkan sama sekali. Salah satu contoh yaitu objek wisata pantai, dikarenakan dari jumlah seluruh pantai yang ada di Kabupaten Banyuwangi, ada beberapa yang masih belum dikelola menjadi tempat wisata. Penelitian ini dilakukan di Pantai Parang Ireng Kabupaten Banyuwangi dengan bertujuan untuk: 1). Mengetahui tingkat kesesuaian lahan wisata dari Pantai Parang Ireng di Kabupaten Banyuwangi, 2). Mengetahui tingkat daya dukung kawasan wisata dari Pantai Parang Ireng di Kabupaten Banyuwangi, 3). Mencari dan menentukan strategi pengembangan wisata dari Pantai Parang Ireng di Kabupaten Banyuwangi berdasarkan daya dukung kawasan. Penelitian kali ini menggunakan pendekatan survey deskriptif kuantitatif yang mana pendekatan tersebut untuk menggambarkan atau menjelaskan potensi kondisi lahan objek wisata serta dengan melakukan pengukuran secara langsung di lapangan. Pengukuran tersebut dilakukan dengan menggunakan metode evaluasi kesesuaian lahan (ESL) serta daya dukung kawasan (DDK). Hasil dari penelitian kali ini yaitu Pantai Parang Ireng memiliki nilai indeks kesesuaian wisata (IKW) yaitu sebesar 70 % dan tingkat kesesuaian lahannya tergolong dalam kategori S2 (cukup sesuai) dalam indeks kesesuaian wisata. Akan tetapi masih ada beberapa faktor atau parameter dari indeks kesesuaian wisata yang sangat perlu untuk diperhatikan dan dikembangkan lebih lanjut contohnya dari parameter salinitas sumber air bersih dan ketersediaan air bersih yang harus disediakan atau dibangun di sekitar objek penelitian tersebut. Tingkat nilai daya dukung kawasan (DDK) yang dimiliki oleh Pantai Parang Ireng adalah sebesar 849 orang/hari. Jumlah tersebut sangat sinkron dan cocok dengan luas atau panjang kawasan dari pantai tersebut yaitu memiliki luas sebesar 16.335 km2 dan memiliki panjang pantai sebesar 550 m

    0

    full texts

    1,629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇