SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
1629 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Guided Discovery Learning terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas XI SMA Negeri Klakah
ABSTRAK Model pembelajaranpenemuanterbimbingmemilikikelebihandalammengembangkankemampuanbelajardanmemperbaikihasilbelajarsiswa. Model tersebut,terbuktiberpengaruh terhadap kemampuan penyelidikan, pemahaman dan kreativitas.Model penemuan terbimbing melibatkan siswa bebas menyelidiki, mencoba, dan menarik kesimpulan. Sedangkan guru bertindak sebagai penunjuk jalan untuk membantu siswa menemukan ide dan konsep.Siswa harus mengalami sendiri hal-hal yang dipelajarinya melalui pengalaman nyata sehingga kemampuan berpikir analitis siswa dapat terbangun.Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya serta menemukan konsep, prinsip dan pemecahan masalah untuk menjadi miliknya lebih daripada sekedar menerima dari seorang guru maupun sebuah buku.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruh model pembelajaranpenemuanterbimbingterhadapkemampuanberpikiranalitissiswakelas XI SMA NegeriKlakah. Jenispenelitianinikuasieksperimendenganrancanganpretest-posttest control group design.Subjekpenelitianadalahkelas XI IPS 2 sebagaikelaseksperimendankelas XI IPS 3 sebagaikelaskontrol. Data penelitianiniadalahskornilaikemampuanberpikiranalitis. Instrumenpenelitianmenggunakan 3 soalessai yang telahdiujisebelumnyamenggunakanvaliditasdanreliabilitas. Analisis data yang digunakanIndependent sample t-Test denganbantuanSPSS 16.0 for windows.Hasilpenelitianmenunjukkan,bahwanilai sig (2-tailed) adalah 0.008< 0.05 dan rata-ratanilaigain scorekelaseksperimen13,09lebihbesardarinilai rata-rata kelaskontrol6,56. Maka H0ditolakataudengan kata lain model pembelajaranpenemuanterbimbingberpengaruhterhadapkemampuanberpikiranalitissiswakelas XI SMANegeriKlakah. Berdasarkantemuanpenelitiandiajukandua saran. Pertama, jikaguru menggunakan model pembelajaranpenemuanterbimbingharus merencanakan alokasi waktu dengan baik dan lebih detail saat menjelaskan setiap tahapanserta memperhatikan kesesuaian materi dengan model pembelajaran.Kedua, untukpenelitilanjutandisarankanmenggunakan model pembelajaranpenemuanterbimbingsebagaipertimbanganpemilihan model dalampenelitiansertadapatmenambahkan variable maupunmenggunakanvariabel lain seperti, berpikirspasial, kreatif, ilmiahdan lain-lain
Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Masyarakat Tani Memilih KontrasepsiTubektomidan Non Kontrasepsi Tubektomi Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo Tahun 2016
ABSTRAK Tubektomi adalah setiap tindakan yang dilakukan pada kedua saluran telur wanita yang mengakibatkan orang yang bersangkutan tidak akan mendapat keturunan lagi. Kontrasepsi ini hanya digunakan untuk jangka panjang, walaupun kadang-kadang masih dapat dipulihkan kembali seperti semula. Tindakan tubektomi dilakukan terutama untuk mencegah kepadatan penduduk di Kecamatan Kraksaan.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan expose facto. Jenis penelitian yang digunakan yaitu korelasional untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dengan mengunakan metode survey dalam pengumpulan data. Jumlah sampel dalam penelitian yaitu 98 responden di Kecamatan Kraksaan dengan masing masing 49 akseptor dan 49 non akseptor. Analisis data yang digunakan yaitu tabulasi tunggal, tabulasi silang serta uji chi square. Hasil analisis tabulasi dan hasil uji chi square menunjukkan bahwa secara serentak semua variabel dependen berpengaruh terhadap pemilihan kontrasepsi tubektomi dan non kontrasepsi tubektomi. Sedangkan pada hasil uji statistik variable pengetahuan, sikap, dukungan suami, pendapatan memiliki pengaruh dan variabel pendidikan yang hanya memiliki pengaruh kecil terhadap variabel terikat. Faktor yang paling dominan memberikan pengaruh terhadap pemilihan kontrasepsi tubektomi adalah lama dukungan suami dan sumbangan paling kecil adalah variabel pendidikan. Saran yang diajukan berdasarkan permasalah yang berkaitan dengan pemilihan kontrasepsi tubektomi di Kecamatan Kraksaan yaitu 1) diperlukan adanya penyuluhan menyenai dampak dari pemilihan kontrasepsi tubektomi terutama pada ibu, 2) perlu adanya penyuluhan pada masyarakat mengenai program KB untuk menghindari untuk memiliki anak yang banyak
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS XI SMAN 1 DARUSSHOLAH SINGOJURUH KABUPATEN BANYUWANGI
ABSTRAK Immaniar, Bunga Dwi. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas XI SMAN 1 Darussholah Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd, (2) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si. Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Kemampuan Berpikir Kreatif. Pembelajaran yang terancang dengan baik dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan dalam mengukur kemampuan berpikir kreatif ialah Problem Based Learning (PBL). Penerapan model pembelajaran ini di dalam kelas memiliki kelebihan, yaitu: adanya suatu permasalahan yang harus dipecahkan, pembelajaran yang berpusat pada siswa, dan belajar secara individu maupun kelompok.Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas XI pada mata pelajaran geografi. Jenis penelitian termasuk Quasi Experiment with Post test Control Group Design. Subjek penelitian menggunakan siswa kelas XI IPS1 sebagai kelas eksperimen dansiswa kelas XI IPS 3 sebagai kelas kontrol di SMAN 1 Darussholah Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah tes dengan menggunakan lima soal essai yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan Independent sample t-testdengan bantuan SPSS 16.0 for windows.Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa nilai signifikansi adalah 0,02
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP KELAS XI-IIS MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 MALANG
ABSTRAK Falidayanti. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Pemahaman Konsep Pada Materi Pelestarian Lingkungan Hidup Kelas XII-IIS Madrasah Aliyah Negeri 1 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si, (II) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd Kata Kunci : Inkuiri terbimbing, pemahaman konsepPemilihan model pembelajaran yang sesuai dapat memberikan peluang keberhasilan dalam mencapai tujuan proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran adalah model pembelajaran inkuri terbimbing. Kelebihan dari model pembelajaran inkuri terbimbing mampu mengembangkan keaktifan pada peserta didik dan mampu menganalisis permasalahan lebih mendalam. Penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing disesuaikan dengan materi yang berbasis pada masalah dan menimbulkan berbagai sudut pandang pemikiran peserta didik.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap pemahaman konsep. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu(quasi exsperiment) dengan menggunakan desain Pretest-posttest Control Group Design. Penelitian ini menggunakan 2 kelas yaitu kelas XI-IIS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-IIS 2 sebagai kelas kontrol. Pengukuran pemahaman konsep menggunakan 10 soal esai yang dilakukan uji validasi. Analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis dengan menggunakan perhitungan uji t atau Independent Sample T-test.Berdasarkan hasil yang diperoleh dari analisis data dapat disimpulan bahwa ada pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap pemahaman konsep pada materi pelestarian lingkungan hidup. Hal tersebut dapat dilihat pada hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah ada pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap pemahaman konsep pada materi pelestarian lingkungan hidup kelas XI-IIS Madrasah Aliyah Negeri 1 Malang. Adapun saran yang dapat diambil dari hasil penelitian ini yang pertama bagi guru Geografi hendaknya menggunakan atau mencoba model pembelajaran inkuiri maupun inkuiri terbimbing, perencanaan dalam pengelolaan waktu, pemilihan materi yang sesuai dengan penggunaan model inkuiri terbimbing, serta dilakukannya sosialisasi mengenai tahapan model inkuiri terbimbing kedapa peserta didik
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI IIS 4 MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 7 MALANG
ABSTRAK Amanda, Rusana Lia. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) Untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Kelas XI IIS 4 Mata Pelajaran Geografi di SMA Negeri 7 Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si, (II) Drs. Rudi Hartono, M.Si. Kata Kunci: Minat Belajar, Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS).Penggunaan model pembelajaran yang tidak menarik perhatian peserta didik akan mempengaruhi minat belajar dalam proses pembelajaran. Minat belajar peserta didik sangat berpengaruh besar dalam proses pembelajaran yang diciptakan guru dalam ruang kelas. Penelitian ini berawal dari masalah yang ditemukan pada saat wawancara dan observasi. Wawancara dan observasi dilaksanakan pada tanggal 17 September 2016 di SMA Negeri 7 Malang. Hasil wawancara dan observasi yaitu peserta didik kurang berminat dalam mengikuti pembelajaran, khususnya mata pelajaran geografi. Hal tersebut diakibatkan guru kurang bervariasi dalam menggunakan model pembelajaran. Guru sudah memancing peserta didik menggunakan model pembelajaran ceramah, tanya jawab dan Active Learning hanya sebagian peserta didik yang merespon guru. Minat belajar peserta didik hanya bisa tumbuh ketika suasana belajar yang menyenangkan diciptakan oleh guru saat proses pembelajaran.Tujuan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) untuk meningkatkan minat belajar peserta didik kelas XI IIS 4 mata pelajaran geografi di SMA Negeri 7 Malang. Sub bab materi geografi yang akan dipelajari adalah kegiatan pertanian dan kegiatan pertambangan yang berkelanjutan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian dilakukan pada bulan februari 2017. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus dan setiap siklusnya terdiri dari dua kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IIS 4 yang berjumlah 28 peserta didik semester genap SMA Negeri 7 Malang tahun ajaran 2016/2017. Pengumpulan data minat belajar diambil dari hasil angket minat belajar peserta didik dengan cara membandingkan skor rata-rata siklus I dan II menggunakan tabel maupun diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) dapat meningkatkan minat belajar peserta didik dalam mata pelajaran geografi. Hasil analisis data minat belajar peserta didik menunjukkan bahwa skor rata-rata minat belajar mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 64,04% meningkat pada siklus II sebesar 72,79%. Peningkatan yang terjadi pada siklus I ke siklus II adalah sebesar 8,75%
Penggunaan Media Pembelajaran CD Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa pada Mata Pelajaran Geografi Materi Sumberdaya Alam (SDA) Kelas XI (IPS 1) SMAN 1 Puncu
ABSTRAK Latar belakang penelitian ini yaitu masih rendahnya nilai pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran geografi materi sumberdaya alam dan minimnya penggunaan variasi, model dan media pembelajaran pada kegiatan pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran Geografi materi sumberdaya alam (SDA) kelas XI (IPS 1) SMAN 1 Puncu melalui penggunaan media pembelajaran CD Interaktif.Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tiga siklus dan setiap siklusnya terdapat empat tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Puncu yang terdiri dari 39 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui tes dan observasi, sedangkan instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar tes (soal esai) dan lembar observasi keterlaksanaan kegiatan pembelajaran.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan media pembelajaran CD interaktif dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran Geografi materi sumberdaya alam (SDA) kelas XI (IPS 1) SMAN 1 Puncu. Nilai rata-rata pemahaman konsep siswa meningkat dari siklus I sampai siklus III. Nilai rata-rata pemahaman konsep siswa setelah dilakukan tindakan siklus I adalah 76,13, setelah dilakukan tindakan siklus II adalah 80,59 sedangkan nilai rata-rata pemahaman konsep siswa setelah dilakukan tindakan siklus III adalah 82,72. Berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada setiap siklus maka dapat diartikan bahwa setiap siklus terjadi peningkatan. Untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran CD interaktif agar dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran Geografi, disarankan:1) sebelum kegiatan pembelajaran dimulai menggunakan media pembelajaran CD interaktif, siswa harus diberikan pemberitahuan tentang cara menggunakan media pembelajaran CD interaktif dengan jelas, sehingga memudahkan siswa ketika menggunakan media tersebut, 2) penyampaian pengantar materi untuk siswa harus jelas dan detail (walaupun tidak menyeluruh), sehingga siswa mengetahui materi yang akan dipelajari, 3) pengaturan waktu (setiap kegiatan pembelajaran: kegiatan awal, inti dan akhir) harus jelas, sehingga siswa tepat waktu dalam kegiatan pembelajaran dan melakukan kegiatan dengan sungguh-sungguh, 4) pembagian kelompok dan juga pengaturan tempat duduk harus diperhatikan dengan baik (jika ada kerja kelompok), supaya kegiatan pembelajaran berjalan sesuai dengan rencana pembelajaran, 5) pendampingan untuk siswa ketika mempelajari materi menggunakan media pembelajaran CD interaktif harus dilakukan dengan baik dan teliti, untuk mengantisipasi siswa yang bertanya dan memberikan teguran ketika terdapat siswa yang tidak memperhatikan kegiatan pembelajaran dengan baik
Inventarisasi dan Pemetaan Objek Wisata Berbasis Web GIS untuk Penyusunan Sistem Informasi Pariwisata di Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang
ABSTRAK Fahruddin, Mohammad Rizal. 2017. Inventarisasi dan Pemetaan Objek Wisata Berbasis Web GIS untuk Penyusunan Sistem Informasi Pariwisata di Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang.Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si, (II) Purwanto, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Data, Promosiwisata, Web GIS,danSistemInformasiPariwisata. Masalahbelumberkembangnya objek wisata di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang antara lain. (1) Data yang dikeluarkan oleh instansi-instansi yang terkait dengan wisata Kecamatan Gedangan berbeda-beda. (2) Pemerintah Kabupaten Malang dan Kecamatan Gedangan pada khususnya telah melakukan promosi melalui media masa seperti surat kabar dan pamflet. Tujuandaripenelitiandanpengembanganiniadalah(1) Menginventarisasi dan memetakan objek wisata yang ada di Kecamatan Gedangan.(2) Menyusun sistem informasi pariwisata berbasis Web GIS mengenai objek wisata yang ada di Kecamatan Gedangan.(3) Mengkaji keefektifan sistem informasi pariwisata berbasis Web GIS di Kecamatan Gedangan. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan, didalamnya menggunakan survei yang bersifat deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei meliputi observasi lapangan serta dokumentasi. Macam data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Model pengembangan system yang digunakan adalah model Air Terjun (Waterfall model) yang dikemukakan oleh Roger S. Pressman.Produkdilakukanujivalidasiolehahli, kemudian setelah itu produk dilakukan uji coba produk oleh pengguna, hasilnyakemudiandianalisisuntukmengetahuikeefektifanproduk. Hasil inventarisasi dan penelitian diketahui bahwa prioritas pengembangan wisata di Kecamatan Gedangan lebih mengarah kepada objek wisata pantai.Hasil perhitungan skor validasi dari kedua validator yakni sebesar 90,4% untuk ahli materi, dan 92,8% untuk ahli media. Berdasarkan kriteria kelayakan keduanya masuk pada kategori sangat layak (tidak perlu revisi), tetapi masing-masing validator menambahkan saran untuk perbaikan sistem.Hasil dari perhitungan uji validitas menunjukkan bahwa tingkat kevalidannya mencapai 100%. Hasil perhitungan jawaban responden dengan jumlah 47 orang semuanya diketahui bahwa r hitung ≥r tabel, Sehingga hasilnyadari ke-20 item soal dapat dinyatakan valid semua. Uji reliabilitas menunjukkan bahwa nilai valid dari 47 responden yaitu mencapai 100%, sedangkan hasil perhitungan uji reliabilitas yaitu sebesar 0,782. Saran yang diajukanberdasarkanpenelitianiniadalah: (1)Proses inventarisasi harus melibatkan pihak-pihak terkait untuk standarisasi data yang di dapat. (2) Penyusunan sistem informasi yang berkaitan dengan Web GIS harus menggunakan data-data juga terbaru, dan sesuai dengan lokasi penelitian.(3) Untuk peneliti selanjutnya sebaiknya lebih mengembangkan Web GIS untuk pariwisata, terutama untuk daerah-daerah yang belum terjangkau oleh instansi terkait. Jika dikembangkan lebih lanjut maka akan dapat membantu kegiatan promosi wisata daerah tersebut
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI IIS SMA NEGERI CANDIPURO KABUPATEN LUMAJANG
ABSTRAK Juliatin, Nungki. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IIS SMA Negeri Candipuro Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Geografi FIS, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si., (II) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si. Kata Kunci: Project Based Learning (PjBL), Kemampuan Berpikir Kritis Model Project Based Learning merupakan pembelajaran yang menggunakan proyek/tugas sebagai medianya. Model ini siswa bukan dituntut untuk hanya mengerjakan sebuah proyek/tugas tetapi lebih mendalam, tugas ini diselesaikan karena ada sebuah permasalahan di dalamnya. Permasalahan diberikan kepada siswa dan selanjutnya siswa akan menuangkan jawaban/solusi dari permasalahan yang mereka dapat ke dalam tugas/proyek sehingga hasil akhirnya nanti berupa proyek yang berisi solusi dari permasalahan yang dihadapi siswa. Hal tersebut menuntut siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran karena pada model pembelajaran ini meskipun dikerjakan secara kelompok nantinya di dalam kelompok tersebut setiap individu akan mendapatkan tugasnya masing-masing. Oleh karena itu penggunaan model Project Based Learning dalam kegiatan pembelajaran secara tidak langsung dapat mengasah kemampuan siswa dalam berpikir kritis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IIS pada mata pelajaran Geografi. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan menggunakan Pre test post test control group design dimana pada penelitian ini melibatkan dua kelas, satu sebagai kelompok eksperimen dan satunya lagi sebagai kelompok kontrol. Subjek penelitian berjumlah 61 siswa, yang dibagi ke dalam kelas eksperimen sebanyak 30 siswa dan kelas kontrol sebanyak 31 siswa. Kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan model Project Based Learning (PjBL), sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional (ceramah, diskusi dan tanya jawab). Data penelitian ini diuji menggunakan uji-t dengan bantuan program SPSS 20.0 for Windows independent sample t-test. Hasil yang diperoleh adalah Sig. (2-tailed) < 0,05 yakni 0,002 dan nilai rata-rata gain score kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol yang berarti H0 ditolak dan menerima H1. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Project Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran geografi kelas XI-IS SMA Negeri Candipuro. ABSTRACT Juliatin, Nungki. 2017. The influence of Model Learning Project Based Learning Towards critical thinking ability of students of Class XI IIS SMA Negeri Candipuro Lumajang Regency. Thesis, Department Of Geography Of The FIS, State University Of Malang. Supervisor: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si., (II) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si. Keyword: Project Based Learning, Critical Thinking Ability Model of Project Based Learning is learning that uses project/task as the medium. This model not only prosecuted for students working on a project/task but more profound, this task is solved because there is a problem in it. Problems given to students and students will pour an answer/solution of the problems that they can into the task/project so that the end result later in the form of the project that contains the solution of the problems faced by students. It is so demanding the students to play an active role in the learning process, because on this learning model although it is done in a group later in the group each individual will gain his task respectively. Therefore the use of Project Based Learning in learning activities indirectly can hone the abilities of students in critical thinking. This research was conducted to find out the influence model of Project Based Learning towards critical thinking ability of students of Class XI IIS on the subjects of geography. The method of this research is a research experiment of quasi (Quasi Experimental) using the Pre test post test control group design in which on this research involves two classes, one as a group of experiments and the other as a control group. The subject of the study amounted to 61 students, divided into the experimental class of 30 students and classroom control as much as 31 students. Classroom experiments given treatment using a model of Project Based Learning, whereas conventional learning control using classes (lectures and discussion). Research data was tested using t-test with the help of the program SPSS 7.0 for Windows independent sample t-test. The results obtained are the Sig (2-tailed) 0.05 0.002 means namely < H0 is rejected and accepting H1, with the difference in gain score between the experimental and the control class is 12.63. Thus, it can be concluded that there is a learning model of influence of Project Based Learning towards critical thinking ability of students in the subjects of geography class XI-IS SMA Negeri Candipuro
Penilaian Potensi Objek untuk Pengembangan Wisata Pantai di Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember
ABSTRAK Rencana Strategis Pembangunan Kabupaten Jember menonjolkan tiga sektor sebagai prioritas utama pembangunan yaitu pertanian, perikanan dan pariwisata. Berdasar prioritas utama pembangunan tersebut sektor pariwisata termasuk menjadi prioritas utama. Hal ini merupakan kunci utama pengembangan objek wisata di Kabupaten Jember termasuk Pantai. Desa Sumberejo merupakan salah satu desa di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember yang memiliki potensi wisata pantai. Desa Sumberejo memiliki dua objek wisata pantai yaitu Pantai Watu Ulo dan Pantai Payangan. Diperlukan penilaian potensi objek wisata pantai di Desa Sumberejo untuk mendapatkan kepastian kelayakan potensi sebagai dasar utama dalam pengembangan objek wisata.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui nilai potensi objek wisata pantai di Desa Sumberejo dan untuk mengetahui alternatif pengembangan yang sesuai. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Data penelitian berupa kondisi potensi objek wisata dan pengunjung. Kondisi potensi objek wisata terdiri dari beberapa unsur, meliputi daya tarik, aksesbilitas, akomodasi, sarana prasarana penunjang, dan ketersediaan air bersih. Kondisi pengunjung berkaitan dengan karakteristik pengunjung, motif, aktivitas dan persepsi pengunjung. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan pemberian skor dan pengklasifikasian tingkat kelayakan potensi objek wisata berdasarkan pedoman Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) Dirjen PHKA tahun 2003 yang telah dimodifikasi serta tabulasi tunggal. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Pantai Watu Ulo memiliki nilai potensi objek wisata yang sedang dan Pantai Payangan memiliki potensi objek wisata yang tinggi. Yakni 2110 untuk Pantai Watu Ulo dan 2225 untuk Pantai Payangan. Saran pengembangan yang sesuai berdasarkan hasil penilaian potensi objek wisata pantai di Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu adalah dengan menerapkan pembinaan produk wisata
Pengaruh Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) Dengan Media Video Terhadap Pemahaman Konsep Geografi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tumpang Kabupaten Malang
ABSTRAK Hariani, Rizky Ika.2017. Pengaruh Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) Dengan Media Video Terhadap Pemahaman Konsep Geografi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tumpang Kabupaten Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd (2) Drs. Hendri Purwito, M.Si Kata kunci: Two Stay Two Stray, video, pemahaman konsepModel pembelajaran merupakan salah satu komponen yang digunakan untuk menciptakan interaksi yang baik antara siswa dengan guru maupun siswa dengan siswa. Model pembelajaran yang dapat diterapkan salah satunya yaitu model pembelajaran Two Stay Two Stray (Dua Tinggal Dua Tamu). Model pembelajaran TSTS adalah model pembelajaran kooperatif yang terdiri dari kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok akan mendiskusiakan suatu permasalahan yang kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain. Tujuan dari model pembelajaran TSTS yaitu untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa.Video adalah alat yang melibatkan kecerdasan verbal (linguistik), visual (spasial), dan musik (ritmis) siswa dalam proses pembelajaran, terutama dalam proses belajar mandiri. Video diberikan untuk mempermudah siswa dalam menunjukkan contoh yang nyata kepada siswa sehingga siswa tidak hanya berangan-angan atau hanya mendengarkan contoh kebudayaaan dari guru saja tetapi juga mampu memahami dan melihat contoh kebudayaan di IndonesiaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Model Pembelajaran TSTS terhadap pemahaman konsep geografi siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tumpang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan Post Test Group Design. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas XI IPS 1 sebagai kelas kontrol dan siswa kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu soal Posttes yang terdiri dari lima soal essay. Teknik analisis data menggunakan uji non parametric test dengan uji hipotesis menggunakan mann-whitney.Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran TSTS terhadap pemahaman konsep siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tumpang. Hal ini dapat terbukti dari hasil Posttest siswa kelas eksperimen memiliki rata-rata lebih tinggi daripada kelas kontrol. Saran yang diajukan untuk guru bidang studi geografi adalah untuk menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep geografi siswa. Saran untuk peneliti selanjutnya yaitu untuk mengujicobakan model pembelajaran Two Stay Two Stray pada materi yang berbeda dalam bidang studi geografi dan jenjang kelas yang lebih tinggi. Disarankan pula untuk pengembangan model pembelajaran dengan mengujicobakan kombinasi model dan media pembelajaran yang lebih variatif sehingga tampak pengaruh yang besar terhadap pemahaman konsep geografi siswa dan memperoleh manfaat yang lebih besar dari model Two Stay Two Stray