SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
1629 research outputs found
Sort by
ARAHAN PENGEMBANGAN WISATA KAMPOENG MELON DI DESA MODANGAN KECAMATAN NGLEGOK KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK Sakti, Senja. 2017.Arahan Pengembangan Wisata Kampoeng Melon di Desa Modangan Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Skripsi. JurusanGeografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Purwanto, S.Pd, M.Si(II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si Kata Kunci: ADO-ODTWA, Evaluasi Kesesuaian Lahan, Arahan Pengembangan WisataKabupaten Blitar merupakan daerah yang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat potensial untuk dikembangkan berbagai wisata. Kecamatan Nglegok merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Blitar yang memiliki berbagai potensi wisata. Salah satuwisata di Kecamatan Nglegok yang sedang dikembangkan adalah wisata Kampoeng Melon di Desa Modangan. Wisata Kampoeng Melon merupakan wisata yang masih dikatakan cukup baru dan berpotensial sebagai objek wisata. Selain bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat wisata Kampoeng Melon diharapkan dapat dijadikan sebagai destinasi wisata keluarga. Arahan Pengembangan Wisata Kampoeng Melon di Desa Modangan Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar penting dilakukan, agar dapat diketahui potensi dan objek daya tarik wisata serta kesesuaian lahan tanaman melon sehingga secara berkelanjutan menjadi pariwisata yang dikenal masyarakat.Jenis penelitian ini merupakan penelitian survei dengan analisis deskriptif. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan potensi dan kesesuaian lahan untuk tanaman melon serta menganalisis arahan pengembangan wisata Kampoeng Melon di Desa Modangan Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Analisa data pada penelitian ini ada dua yaitu menggunakan skoring ADO-ODTWA dan skoring Evaluasi Kesesuaian Lahan (ESL). Hasil penelitian ini menunjukkan Wisata Kampoeng Melon di Desa Modangan Kecamatan Nglegok memilki nilai potensi ODTWA sebesar 2880 dengan indeks nilai potensi 87,27% yang tergolong klasifikasi tinggi. Hal ini dapat menjadi indikator bahwa wisata ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Evaluasi Kesesuaian Lahan tegolong dalam kelasS3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas berupa S3rc, S2nr dan S2eh. Sehingga dapat disimpulkan bahwa arahan pengembangan wisata agar menjadi wisata yang berkelanjutan maka perlu meningkatkan potensi wisata seperti dayatarik, kondisi sosial ekonomi, dan akomodasi. Selain itu lahan untuk mengembangkan varietas tanaman melon dapat diperluas, khususnya di Desa Modangan dan desa lainnya di Kecamatan Nglegok, namun harus adanya kerjasama dari berbagai pihak agar memperkecil faktor pembatas berupa retensi hara, bahaya erosi dan media perakaran
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X.8 MA AL-MAARIF SINGOSARI
RINGKASAN Syamsi, Khairus. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa Geografi Kelas X.8 MA Al-Maarif Singosari. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd., (II) Ardyanto Tanjung, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci : Student Teams Achievement Divisions (STAD), Minat Belajar, Hasil Belajar Berdasarkan observasi pra tindakan yang dilaksanakan pada tanggal 08 Februari 2016 di kelas X.8 MA Al-Maarif Singosari, temuan yang didapatkan adalah sebagai berikut: (1) pengkondisian kelas kurang dilakukan oleh guru, terutama di awal pelajaran dan terlihat kelas sangat gaduh, (2) respon yang diberikan siswa dalam menanggapi pertanyaan dari guru tergolong kurang, dimana selama pembelajaran hanya terdapat beberapa siswa yang mengacungkan tangan untuk menjawab, (3) penggunaan model pembelajaran masih monoton dan bergantung pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk, (1) mengetahui peningkatan minat belajar siswa kelas X.8 MA Al-Ma’arif Singosari pada materi dinamika hidrosfer dan dampaknya bagi kehidupan dengan menerapkan model pembelajaran STAD (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas X.8 MA Al-Ma’arif Singosari pada materi dinamika hidrosfer. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian ini siswa kelas X.8 semester genap tahun ajaran 2016-2017 MA Al-Maarif Singosari dengan jumlah siswa 47 yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 30 siswa perempuan. Data minat belajar siswa diperoleh melalui pengisian lembar angket oleh keseluruhan siswa. Sementara itu, data hasil belajar siswa diperoleh melalui pembagian soal pada siswa dalam setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) minat belajar siswa setelah adanya perlakuan mengalami peningkatan dari keseluruhan indikator yang digunakan, indikator tersebut adalah: perhatian siswa, perasaan suka, ketertarikan siswa, dan partsipasi belajar siswa; (2) hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari setiap siklus, demikian hasil data yang diperoleh, data pra tindakan ditemukan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 72 %, siklus I sebesar 76 %, dan siklus II 82 %.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untukMeningkatkanKemampuanBerpikirAnalitisSiswaKelas XI IPS-4 MAN Kota Batu Semester GenapTahunAjaran 2015/2016.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti pada semester genap 2015/2016 di kelas XI IPS 4 MAN Kota Batu, diketahui kemampuan berpikiran alitis siswa masih rendah.Hal ini disebabkan pembelajaran yang dilakukan oleh guru kurang mampu untuk mengasah kemampuan berpikiran alitis siswa. Model pembelajaran yang disarankan untuk mengatasi rendahnya kemampuan berpikiran alitis adalah model pembelajaran problem based learning.Penerapan problem based learning bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikiran alitis siswa. Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas XI IPS 4 MAN Kota Batu yang berjumlah 29.Penelitian dilaksanakan dengan dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat langkah.Data yang dianalisis adalah kemampuan berpikiran alitis siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes dan observasi.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada peningkatan hasil kemampuan berpikiran alitis siswa mata pelajaran Geografi kelas XI IPS 4 MAN Kota Batu. Rata-rata nilai kemampuan berpikiran alitis siswa siklus I adalah 71,51. Pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 84,82. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikiran alitis siswa kelas XI IPS MAN Kota Batu semester genap tahun ajaran 2015/2016.Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapat dua kendala dalam pelaksanaan problem based learning. Kendala pertama adalah pengorganisasian kelompok.Kendala kedua adalah penyajian hasil karya.Dengan demikian perlu adanya antisipasi dan persiapan dari guru untuk memaksimalkan proses pembelajaran dengan model problem based learning.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Instruction Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Materi Sumberdaya Kehutanan Kelas XI SMAN 1 Kepanjen
Pembelajaran saat ini hanya menekankan pada kemampuan berpikir tingkat dasar seperti hapalan, mengetahui sebuah informasi, dan memberikan kritikan. Perlu adanya pengembangan kemampuan berpikir tingkat yang lebih tinggi agar pembelajaran tidak hanya bermanfaat sebagai pengetahuan saja tetapi dapat menumbuhkan wawasan yang baru pada siswa. Kemampuan berpikir tingkat tinggi sangat dibutuhkan dalam kajian Geografi salah satunya adalah materi sumberdaya kehutanan. Materi ini membahas mengenai pengertian sumberdaya kehutanan, persebaran hutan, dan pengelolaan sumberdaya kehutanan dalam prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Salah satu model pembelajaran yang mampu melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran geografi adalah modelproblem based instruction.Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh modelProblem Based Instruction terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi materi sumberdaya kehutanan.Penilitian ini dirancang menggunakan quasi eksperimen dengan posttest only control group design. Subyek penelitian adalah kelas XI IIS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XII IIS 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian menggunakan 5 soal essai yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data yang digunakan adalah Independent sample t-Test dengan bantuanSPSS 16.0 for windows.Hasil analisis uji t yang diperoleh, membuktikan bahwa nilai sig (2-tailed)0.01 < 0.05 dan nilai rata-rata kelas eksperimen (83.27) lebih besar daripada kelas kontrol (77.12), maka H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Instructionberpengaruh terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas XI SMAN 1 Kepanjen. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, saran diajukan kepada: (1) guru bidang studi geografi disarankan merencanakan pembelajaran model Problem Based Instruction dengan baik sehingga dapat dijalankan secara maksimal dan mengelola ketepatan waktu; (2) sekolah dianjurkan agar memberikan dorongan mengenai model Problem Based Instructionmelalui pelatihan, seminar, dan workshop pada guru; (3) peneliti selanjutnya mampu mengelola kelas lebih baik dan terarah, menerapkan pada materi lainnya, mengambil lokasi penelitian di sekolah lain dan dapat diterapkan dalam bidang studi seperti Biologi, Kimia, dan lain-lain
Penerapan Model Pembelajaran Inquiry dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 7 Malang
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, strategi pembelajaran yang diterapkan di kelas XI IPS 4 masih belum menekankan 5M (mengamati, menanya, mengeksperimen, mengasosiasi, dan mengomunikasikan) secara optimal. Hal ini menyebabkan siswa kurang melatih kemampuan berpikirnya dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran di kelas cenderung kurang maksimal, sehingga kemampuan berpikir siswa masih rendah. Fakta lapangan menunjukkan hanya 4-5 dari 28 siswa (17%) mampu menjawab pertanyaan dengan tingkat kemampuan kognitif yang mencakup C4 dan C5. Solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut adalah penerapan model pembelajaranInquiry. Model pembelajaran Inquirymengajak siswa lebih aktif dan membangun kemampuan berpikir dikarenakan penggunaan model pembelajaran Inquirymelatih siswa untuk mengembangkan berpikir secara sistematis, logis dan kritis yang mencakup saintifik. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada mata pelajaran geografi kelas XI IPS SMAN 7 Malang.Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) atauClassroom Action Research (CAR) yang mengimplementasikan model pembelajaranInquiry. Data penelitian diperoleh dari tes kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dan data observasi aktivitas siswa pada saat diskusi kelompok dalam penerapan model pembelajaran Inquiry. Teknik analisis data dimulai dari pengolahan data kemudian diketahui perbandingan nilai nilai kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada pra tindakan, siklus I, dan siklus II.Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata hasil tes kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa meningkat. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata sebelum pra tindakan yang hanya 77,11 meningkat setelah diberikan tindakan pada siklus I menjadi 81 dengan persentase 5,04% dan siklus II memperoleh hasil yang lebih baik menjadi 86,39 dengan persentase sebesar 6,65%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaranInquiry dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada mata pelajaran geografi kelas XI IPS SMAN 7 Malang. Penelitian ini disarankan pada guru untukmemberikan arahan kepada siswa agar lebih aktif pada saat diskusi kelompok dan menyesuaikan pemahaman siswa pada materi yang digunakan dan bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya mampu melakukan penelitian dengan variabel dan materi yang berbeda
Amelia, Diana. 2016. Pengaruh Displin Waktu Pemakaian Kontrasepsi non MKJP dan Sosial Ekonomi Terhadap Tingkat Fertilitas pada Isteri Nelayan di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan.
ABSTRAK Amelia, Diana. 2016. Pengaruh Displin Waktu Pemakaian Kontrasepsi non MKJP dan Sosial Ekonomi Terhadap Tingkat Fertilitas pada Isteri Nelayan di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Singgih Susilo, M.S., M.Si, (II) Drs. M. Yusuf Idris. Kata Kunci: Fertilitas, Disiplin Waktu, Kondisi Sosial dan Ekonomi. Fertilitas merupakan hasil nyata dari reproduksi seorang atau sekelompok wanita yang menyangkut banyaknya anak lahir hidup. Salah satu perhitungan untuk menentukan fertilitas secara umum adalah tingkat kelahiran kasar atau Crude Birth Rate, yaitu jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun. Pasangan Usia Subur Kecamatan Brondong sebanyak 6.595 jiwa. CBR Kecamatan Brondong mencapai 15,1 dan CDR sebesar 8,2 sehingga pertambahan jumlah penduduknya sebesar 6,9. Berkaitan dengan hal tersebut diperlukan pengkajian mengenai beberapa faktor yang mempengaruhi fertilitas di Kecamatan Brondong Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu korelasional untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dengan mengunakan metode survey dalam pengumpulan data. Jumlah sampel dalam penelitian yaitu 92 responden dari empat Desa di Kecamatan Brondong yang ditentukan secara proposional randem sampling. Analisis data yang digunakan yaitu tabulasi tunggal, tabulasi silang serta uji statistik regresi linear berganda. Hasil analisis tabulasi dan hasil uji regresi linear berganda menunjukkan bahwa secara serentak semua variabel dependen berpengaruh terhadap fertilitas. Sedangkan pada hasil uji statistik secara parsial variabel pendidikan dan variabel pendapatan yang memiliki pengaruh kecil terhadap variabel terikat. Faktor yang paling dominan memberikan pengaruh terhadap fertilitas adalah disiplin waktu pemakaian kontrasepsi pil dan sumbangan paling kecil adalah variabel pendapatan. Saran yang diajukan berdasarkan permasalah yang berkaitan dengan kedisiplinan pemakaian kontrasepsi pil di Kecamatan Brondong yaitu 1) pemerintah Kabupaten Lamongan khususnya Kecamatan Brondong diperlukan adanya penyuluhan mengenai pentingnya disiplin waktu pemakain kontrasepsi pil beserta dampaknya, 2) perlu adanya penambahan tenaga penyuluh KB terutama pil, agar penyuluhan KB merata ke semua daerah di Kecamatan Brondong
Penerapan Model Pembelajaran Inquiry untuk Meningkatkan Kemampuan berpikir Analitis Siswa Kelas X IPS 2 MAN Kota Batu
Pembelajaran yang dilakukan oleh guru masih didominasi ceramah, sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir analitis siswa. Rata-rata nilai kelas X IPS 2 mata pelajaran geografi merupakan nilai yang terendah dibandingkan kelas X IPS lainnya di MAN Kota Batu. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa kelas X IPS 2 MAN Kota Batu melalui penerapan model pembelajaran Inquiry pada materi Hidrosfer. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Rancangan PTK yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dua cara yaitu tes yang dilakukan pada setiap akhir siklus dan observasi catatan lapangan.Analisis data yang digunakan berupa data kuantitatif yang selanjutnya akan dianalisis secara deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 2 MAN Kota Batu. Temuan menunjukkan bahwa diterapkannya pembelajaran Inquiry dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa. Hasil analisis kemampuan berpikir analitis siswa pada pra siklus nilai rata-rata sebesar 65. Pada siklus I nilai rata-rata sebesar 69. Pada siklus II nilai rata-rata sebesar 79. Dari hasil nilai rata-rata kemampuan berpikir analitis dari pra siklus ke siklus I mengalami peningkatan sebesar 5,80%. Dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 12,65%. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil ini bahwa penerapan model pembelajaran Inquiry dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis geografi siswa kelas X IPS 2 MAN Kota Batu
Pengaruh Model Pembelajaran Whole Brain Teaching terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas X SMA Negeri 02 Batu
Pembelajaran geografi di sekolah memerlukan kegiatan yang melibatkan kinerja otak agar siswa memiliki kemampuan berpikir lebih tajam dalam menghadapi suatu hal yang berkaitan dengan gejala-gejala alam serta manusia yang begitu kompleks dan luas, seperti kemampuan berpikir tingkat tinggi. Salah satu model yang menekankan pembelajaran kinerja otak adalah model Whole Brain Teaching. Penggunaan model Whole Brain Teaching dalam pembelajaran di kelas memiliki beberapa kelebihan diantaranya: berorientasi pada kinerja otak siswa yang dapat meningkatkan kemauan siswa untuk belajar berdasarkan keinginan personal siswa, memenuhi kebutuhan siswa dalam hal memperoleh kesempatan belajar disamping gaya belajar yang dimiliki siswa berbeda-beda, membuat belajar menjadi lebih efektif, menimbulkan perasaan menyenangkan dari kegiatan penemuan, serta menyimpan ingatan lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model Whole Brain Teaching terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 02 Batu. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen dengan rancangan Quasi Experiment with Pretest Posttest Control Group Design. Penentuan subjek dalam penelitian ini dilihat berdasarkan rata-rata nilai UTS geografi kelas X semester genap tahun ajaran 2015/2016. Berdasarkan rata-rata nilai tersebut, diambil dua kelas yang memiliki nilai relatif sama yaitu kelas X IIS 1 sebagai kelas eksperimen dan X IIS 4 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal esai dengan jumlah 5 soal yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitasnya sebelum diberikan kepada subjek penelitian. Analisis data yang dilakukan menggunakan uji statistik parametrik yaitu Uji t dengan bantuan SPSS 21.0 for windows. Berdasarkan hasil analisis dari uji t menunjukkan bahwa nilai sig (2-tailed) yaitu 0,001 ≤ 0,05 dan rata-rata nilai kemampuan berpikir tingkat tinggi kelas eksperimen lebih tinggi (10,7) daripada kelas kontrol (5), maka H₀ ditolak. Dengan demikan, dapat disimpulkan bahwa model Whole Brain Teaching berpengaruh terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X SMA Negeri 02 Batu.  
ANALISIS KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA ST 42 AKIBAT PENGARUH KOMPOSISI ARANG TEMPURUNG KELAPA DAN PUPUK UREA PADA PROSES CARBONITRIDING
ABSTRAK Basri, Mohammad Hasan. 2015.AnalisisKekerasan Dan StrukturMikroBaja St 42 Akibat Pengaruh komposisi Arang Tempurung Kelapa Dan Pupuk Urea Pada Proses Carbon itriding. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sunomo.,M.Pd., (II)Rr Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T.,Ph.D Kata Kunci: Komposisi media donor, kekerasan, Struktur mikro, baja St 42,packcarbonitriding Packcarbonitriding adalah proses pengerasan permukaan baja dimana baja di panaskan diatas temperature kritis di dalam media donor sehingga terjadi difusi karbon dan nitrogen kedalam permukaan baja. Permasalahannya yang sering timbul yaitu sifat mekanis terutama kekerasan kurang sesuai dengan kebutuhan yang ada.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh komposisi mediacarbonitriding terhadap kekerasan dan struktur mikro baja St 42. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental.Dalam penelitian ini yang merupakan variable bebas nya yaitu, arang tempurung kelapadan pupuk urea, sedangkan variable terikat nya merupakan kekerasan dan strukturmikro baja.Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh, dimana ditunjukkan dengan adanya perbedaan kekerasan pada tiap variasi.Pada variasi50%:50% mempunyai kekerasan sebesar 412,4 HV pada titik pertama dan terdapat lebih banyak nitrogen yang masuk dilihat dari jumlah nitrida yang lebih banyak. Sedangkan pada variasi 60%:40% mempunyai kekerasan 263,9 HV terlihat jumlah nitride berkurang dan pada variasi 70%:30% dengan kekerasan 245,6 HV nitrida yang masuk lebih sedikit dan lebih banyak karbida.Penurunan kekerasan ini terjadi karena pengurangan jumlah nitrogen, yang dalam penelitian ini mengurangi prosesnta sepupuk/ammonia yang digunakan pada proses carbonitriding. Dari hasil penilitian ini, perlu diadakan penelitian kembali dengan varia sipresentase komposisi lain dengan lebih banyak prosentase nitrogennya
Proyeksi dan Pemetaan Fertilitas di Kabupaten Sidoarjo Tahun 2015-2030 dengan menggunakan Metode Cloropleth
Fertilitas merupakan hasil nyata dari reproduksi seorang atau suatu kelompok wanita yang menyangkut banyak anak lahir hidup, salah satu perhitungan untuk menentukan fertilitas secara umum adalah tingka tkelahiran kasar atau Crude Birth Rate, yaitu jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengaha ntahun, wanita pernah kawin di Kabupaten Sidoarjo sebanyat 35.045 jiwa. Jumlah penduduk Kabupaten Sidoarjoa dalah sebanyak 2.109.660 jiwa dengan CBR 16,96 dan CDR 2,34. Mengenai hal tersebut diperlukan pengkajian mengenai beberapa faktor yang mempengaruhi fertilitas, Proyeksi, danpemetaan di KabupatenSidoarjo. Penelitian ini bertujuan unttuk mengetahui faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap fertilitas di Kabupaten Sidoarjo, proyeksi fertilitas digunakan untuk mengetahui jumlah kelahiran (CBR) di Kabupaten Sidoarjo dari tahun 2015-2030, dan pemetaan fertilitas bertujuan untuk mnegetahui pola persebaran fertilitas di Kabupaten Sidoarjo yang menggunakan metode Cloropleth sehingga perbedaan fertilitas dapat dilihat berdasarkan gradasi warna. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode pengumpulan data yaitu metode surve. Penelitian ini menggunakan pendekatan ex post facto. Penarikan sampel dilakukan secara proporsional random sampling dengan responden wanita pernah kawin berjumlah 344 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara. Data yang terkumpu ldianalisis dengan tabulasi tunggal dan tabulasi silang, regresi linier berganda, dan CBR. Hasil dari regresi linier berganda menunjukkan bahwa secara bersama-sama variable independen berpengaruh terhadap variable dependen yaitu fertilitas. Variabel yang paling domonan memberikan pengaruh terhadap fertilitasa dalah lama penggunaan aat kontrasepsi. Hasil dari proyeksi fertilitas juga menunjukkan dari tahun 2015-2030 di Kabupaten Sidoarjo mengalami penurunan jumlah kelahiran. Hasil pemetaan juga menunjukkan semakin rendahnya fertilitas di KabupatenSidoarjo.