SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
1629 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Pembelajaran REACT Terhadap Pemahaman Konsep Geografi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Lawang Kabupaten Malang
ABSTRAK Saputra, Verly Hendra. 2018. Pengaruh Model Pembelajaran REACT Terhadap Pemahaman Konsep Geografi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Lawang Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd., (II) Drs. I Komang Astina, M.S, Ph.D. Kata Kunci: Model Pembelajaran REACT, Pemahaman Konsep Geografi Pemahaman konsep merupakan suatu hal yang penting dalam proses pembelajaran geografi. Karena dengan pemahaman konsep pada materi pelajaran siswa dapat mengerti dan menjelaskan kembali apa yang telah disampaikan oleh guru di kelas selama proses belajar mengajar. Selain untuk mengerti dan menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan, pemahaman konsep juga digunakan untuk memecahkan persoalan dalam pembelajaran. Sehingga siswa dapat memperoleh hasil belajar yang maksimal. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengembangkan pemahaman konsep gegrafi pada siswa adalah model pembelajaran REACT (Relating, Eksperiencing, Applying, Cooperating, Transfering). REACT merupakan model pembelajaran kooperatif yang menuntun siswa untuk berperan lebih aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model REACT terhadap pemahaman konsep geografi pada kompetensi dasar Menganalisis jenis dan penanggulangan bencana alam melalui edukasi, kearifan lokal, dan pemanfaatan teknologi modern pada siswa kelas XI IIS SMA Negeri 1 Lawang Kabupaten Malang pada semester genap 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu(quasi experiment) yang termasuk rancangan penelitian kuantitatif. Subyek penelitian ini berjumlah 67 siswa dengan rincian 33 siswa kelas XI IIS 2 sebagai kelas eksperimen dan 34 siswa kelas XI IIS 3 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah soal tes essai pretest dan posttest yang setiap butir soal termuat indikator pemahaman konsep. Dari pretest dan posttest akan diketahui selisih skor (gainscore). Teknik analisis data menggunakan Uji-t dari gainscore untuk mengetahui pengaruh dari model REACT terhadap pemahaman konsep geografi siswa. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh positif dan signifikan terhadap pemahaman konsep geografi siswa kelas eksperimen. Berdasarkan hasil penghitungan uji hipotesis terhadap pemahaman konsep geografi siswa dengan hasil Sig. (2-tailed) adalah 0,000 kelas kontrol (14,71) dengan kata lain H0 ditolak. Kesimpulanya bahwa model pembelajaran REACT berpengaruh terhadap pemahaman konsep geografi siswa kelas XI IIS SMA Negeri 1 Lawang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut pada subjek dan tempat penelitian yang berbeda guna mengetahui pengaruh model pembelajaran REACT terhadap pemahaman konsep
Evaluasi Existing Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Kota Batu (2013-2030) Berdasarkan Aspek Kerawanan Bencana.
RINGKASAN Kota Batu merupakan salah satu kawasan yang merupakan rawan bencana longsor dan banjir. Salah satu wilayah rawan bencana longsor dan banjir adalah Kecamatan Batu. Ketika musim hujan tiba, di beberapa titik selalu mengalami kejadian longsor dan banjir. Berdasarkan kejadian bencana yang terjadi perlu adanya kegiatan pengkajian kawasan rawan bencana dengan memanfaatkan data exisiting rencana tata ruang wilayah yang telah dibuat untuk meminimalisir terjadinya bencana longsor dan banjir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi existing rencana tata ruang wilayah Kecamatan Batu berdasarkan aspek bencana longsor dan banjir. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data adalah dengan pengukuran lapangan, uji laboratorium dan wawancara untuk menentukan nilai AHP untuk kerawanan longsor. Analisis data yang digunakan adalah analisis kerawanan bencana dengan metode AHP untuk longsor dan rasional untuk banjir, serta overlay untuk analisis existing RTRW dengan kawasan rawan bencana. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah diketahui bahwa hampir di seluruh Kecamatan Batu merupakan kawasan rawan bencana longsor dan banjir dengan total 34,2% untuk bencana longsor dan 10% untuk bencana banjir dari total wilayah.Kerawanan longsor tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Batu dimana kelas agak rawan dengan luas 573,2 hektar tersebar di Kawasan Ngaglik,Sisir, dan sebagian Pesanggrahan. Kelas rawan seluas 2352 hektar di Oro-Oro Ombo, Songgokerto, Sumberejo dan Sidomulyo. Kelas sangat rawan seluas 1707,5 hektar di sebagian Oro-oro Ombo dan wilayah Kehutanan. Sedangkan kelas kerawanan banjir untuk kelas tidak rawan seluas 899,2 hektar berada di Oro-oro Ombo dan wilayah Kehutanan. Kelas agak rawan seluas 2030,3 hektar di Ngaglik,Sisir dan Sumberejo. Sedangkan kelas rawan dan sangat rawan seluas 1252,3 hektar dan 484 hektar berada di Temas, Sidomulyo,Pesanggrahan dan Songgokerto.Aspek kebencanaan di Kecamatan Batu dipengaruhi oleh kemiringan lereng, penggunaan lahan, curah hujan, jenis geologi dan tekstur tanah. Berdasarkan hasil overlay existing penggunaan lahan dengan pola ruang yang telah ditentukan terjadi banyak penyimpangan dengan luas penyimpangan sebesar 2349,5 ha atau 47,2% dari total wilayah. Sehingga perlu dilakukan evaluasi existing RDTRW berdasarkan aspek kerawanan bencana
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) Pada Mata Pelajaran Geografi Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas XI SMAN 9 Malang
RINGKASAN Problem Based Instruction (PBI) merupakan model pembelajaran yang menuntut siswa untuk bisa memecahkan masalah kehidupan nyata. Siswa dituntut untuk dapat menganalisis penyebab terjadinya fenomena dan diharapkan mampu menghasilkan solusi baru sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki. Proses tersebut membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang berkaitan dengan analisis pemecahan suatu masalah. Masalah yang disajikan merupakan masalah yang terjadi disekitar lingkungan sehingga siswa dapat dengan mudah menganalisis penyebab masalah tersebut terjadi dan mencari solusi baru yang tepat untuk mengurangi efek dari masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Instruction terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. jenis penelitian ini adalah Quasy experiment with post-test only. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI I3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI J3 sebagai kelas kontrol. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. instrumen penelitian ini terdiri dari 4 soal essai yang telah divalidasi dengan menggunakan independent sample t-test dengan bantuan SPSS 16.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBI berpengaruh terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. hal tersebut dapat dilihat dari perbedaan nilai rata-rata kemampuan berpikir tingkat tinggi kelas eksperimen sebesar 84 sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 74,44. Berdasarkan hasil analisis uji t menunjukkan signifikansi sebesar 0,002 < 0,05, maka H0 ditolak. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBI berpengaruh terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMAN 9 Malang
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN PENGRAJIN INDUSTRI KERAMIK DI KELURAHAN DINOYO KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG
RINGKASAN Memiliki kehidupan yang layak dan sejahtera merupakan harapan setiap orang. Dalam mencapai tujuan tersebut, maka perlu adanya peningkatan taraf hidup melalui pembangunan perekonomian. Untuk meningkatkan pembangunan perekonomian tersebut pemerintah membuat kebijakan dengan mengedepankan sektor industri serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Akan tetapi dalam mewujudkan upaya tersebut menemui beberapa kendala. Tingkat prndidikan, pendapatan dan jumlah beban tanggungan keluarga menjadi faktor yang mempengaruhi keberhasilan pencapaian keluarga sejahtera pada masyarakat. Penelitian yang dilakukan di Kelurahan Dinoyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pencapaian keluarga sejahtera bila dilihat dari kondisi sosial, ekonomi, dan demografisnya. Jumlah populasi yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 37 responden. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder melalui observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tabulasi tunggal dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengrajin industri keramik di Kelurahan Dinoyo tergolong dalam keluarga sejahtera III dengan jumlah sebanyak 56,76%. Selain itu, ada pengrajin yang termasuk golongan keluarga sejahtera II sebanyak 21,62%. Pengrajin golongan keluarga sejahtera III Plus sebesar 13,52 % dan golongan keluarga sejahtera I sebanyak 8,10%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan (1) Bagi pengrajin industri keramik di Kelurahan Dinoyo diharapkan untuk dapat menanamkan semangat pendidikan kepada anggota keluarganya serta mampu mengelola keuangan dengan baik sehingga pendapatan yang diperoleh dapat digunakan untuk hal yang lebih penting, (2) Peran pemerintah setempat disarankan untuk lebih memperhatikan sarana dan prasarana yang ada sehingga dapat meningkatkan kualitas hasil produksi keramik serta membuat kebijakan peminjaman modal sehingga partisipasi masyarakat dalam dunia usaha akan meningkat, (3) Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya dapat melakukan penelitian mengenai tingkat kesejahteraan pengrajin industri keramik di Kelurahan Dinoyo dengan menambahkan sub variabel kondisi sosial, ekonomi, dan demografi secara lebih rinci lagi
IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MINAT SISWA PADA KELAS PEMINATAN GEOGRAFI DAN UPAYA UNTUK MENGTASINYA DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN PASURUAN
RINGKASAN Diah Sari, Santika Maya. 2018. Identifikasi Faktor Penyebab Rendahnya Minat Siswa Pada Kelas Peminatan Geografi dan Upaya Untuk Mengatasinya di SMA Negeri Se-Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd (II) Drs. Rudi Hartono, M.Si. Kata Kunci: Minat Siswa, Kelas Peminatan Geografi Penyebab rendahnya minat siswa terhadap kelas peminatan geografi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor tersebut dapat berasal dari dalam maupun luar diri siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor penyebab rendahnya minat siswa pada kelas peminatan geografi dan upaya guru untuk mengatasinya. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri se-Kabupaten Pasuruan pada siswa-siswi kelas X Mipa dan Bahasa dan guru geografi yang tersebar pada 6 sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X Mipa dan Bahasa SMA Negeri se-Kabupaten Pasuruan yang berjumlah 805 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional sampling, Sampel diambil 25% dari populasi, sehingga diperoleh sampel 200 siswa. Populasi guru geografi berjumlah 6 guru. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dengan skala Likert dan dianalisis melalui analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase terbesar faktor penyebab rendahnya minat siswa pada kelas peminatan geografi adalah faktor internal psikologis (79,4%), faktor eksternal keluarga (73,6%), dan faktor eksternal sekolah (89,2%). Upaya guru geografi untuk mengatasi rendahnya minat siswa adalah dengan menerapkan dan mengembangkan dari sisi penguasaan bahan ajar (70,31%) dan penerapan strategi bahan ajar (65,97%). Faktor penyebab rendahnya minat siswa pada kelas peminatan geografi SMA Negeri se-Kabupaten Pasuruan adalah faktor internal psikologis (pemilihan pelajaran berdasarkan minat, persepsi siswa, kurangnya pemahaman siswa), faktor eksternal keluarga (tidak adanya dukungan keluarga dan dukungan keluarga pada belajar siswa), dan faktor eksternal sekolah (ketersediaan laboratorium, sarana prasarana, metoden mengajar guru). Upaya guru untuk mengatasi rendahnya minat siswa pada kelas peminatan geografi SMA Negeri se-Kabupaten Pasuruan adalah guru geografi dalam meningkatkan minat siswa dilihat dari sisi penguasaan bahan ajar, dan upaya guru mengatasi minat yang meliputi meningkatkan minat siswa dilihat dari sisi penerapan strategi mengajar guru menggunakan metode yang bervariasi dengan waktu mengajar, guru harus menggunakan metode yang bervariasi, siswa tidak merasa bosan akan pelajaran yang diajarkan dan membimbing siswa agar selalu mendapatkan nilai memuaskan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) UNTUK MENIGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IIS 2 MAN 1 MALANG
RINGKASAN Putri, FauziyahEka. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IIS 2 MAN 1 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si, (2) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si Berdasarkan pengamatan di kelas XI IIS 2 MAN 1 Malang, diketahui kemampuan berpikir kritis siswa rendah. Kemampuan berpikir kritis siswa rendah terlihat dari cara siswa menjawab pertanyaan guru dengan cara membaca kembali dan mengemukakan jawaban sesuai dengan buku tanpa dianalisis terlebih dahulu. Penyebab kemampuan berpikir kritis siswa rendah dianalisis berdasarkan 4 (empat) aspek, yaitu: (1) aspek siswa; (2) aspek guru; (3) aspek sarana dan prasarana; (4) aspek penerapan model pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis penyebab kemampuan berpikir kritis siswa rendah adalah model pembelajaran yang digunakan belum melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IIS 2 MAN 1 Malang dengan menerapkan model Problem Based Learning pada mata pelajaran geografi. Penelitian ini berjenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Setiap siklus memiliki 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, danrefleksi.Subjekpenelitianiniadalahsiswakelas XI IIS 2 MAN 1 Malang denganjumlah 36 siswa. Instrumen penelitian ini adalah soal tes kemampuan berpikir kritis, lembar observasi model PBL dan lembar catatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan cara mengukur kemampuan berpikir kritis siswa di akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang diketahui rata-rata nilai hasil tes kemampuan berpikir kritis. Pada siklus I rata-rata nilai adalah 71,55 dan pada siklus II rata-rata nilai adalah 88,58. Dengan demikian, peningkatan rata-rata dari siklus I ke siklus II adalah 17,03 dan persentase peningkatan sebesar 23,80%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IIS 2 MAN 1 Malang pada mata pelajaran geografi. Saran bagi guru agar dapat menerapkan inovasi model pembelajaran salah satunya PBL untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMAN 1 KEPANJEN
Ringkasan Aulia, Nina Novitasari. 2018. Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Ditinjau Dari Motivasi Belajar Geografi Siswa Kelas XI SMAN 1 Kepanjen. Skripsi. Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. 1) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si. 2) Purwanto, S.Pd, M.Si. Kata kunci: Group Investigation, Kemampuan Berpikir Kritis, Motivasi Belajar Geografi. Model pembelajaran GI merupakan salah satu model pembelajaran yang cocok dilakukan dikelas dengan alasan: 1) sesuai dengan pembelajaran kontruktivistik kurikulum 2013, 2) dapat meningkatkan hubungan sosial siswa, dan 3) mendorong siswa belajar secara kontekstual. Dari alasan tersebut variabel lain yang ada adalah kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar geografi siswa yang akan diukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran GI terhadap kemampuan berpikir kritis dan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran GI terhadap kemampuan berpikir kritis yang ditinjau dari motivasi belajar geografi siswa. Rancangan penelitian ini menggunakan eksperimen semu (quasi eksperimental design). Subjek penelitian dilakukan di SMAN 1 Kepanjen pada kelas XI IIS 1 dan XI IIS 3 yang memiliki jumlah sama yaitu 36 siswa. Penelitian ini menggunakan isntrumen penelitian berupa soal essay untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa dan angket untuk mengukur motivasi belajar geografi siswa. Analisis data menggunakan uji ANAVA dengan data yang diolah adalah data hasil posttest kemampuan berpikir kritis siswa dan data lain yang diolah adalah data motivasi belajar geografi siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai dari hasil posttest siswa dan angket motivasi belajar geografi siswa. Penelitian ini dilakukan pada dua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas kontrol merupakan kelas yang tidak mendapatkan perlakuan model pembelajaran GI, sedangkan kelas eksperimen merupakan kelas yang mendapat perlakuan model pembelajaran GI. Hasil dari penelitian ini merupakan nilai posttest kedua kelas dan motivasi belajar geografi siswa. Nilai posttest kemampuan berpikir kritis siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki nilai yang berbeda. Pada kelas eksperimen kemampuan berpikir kritis memiliki persentase 75% sedangkan pada kelas kontrol kemampuan berpikir kritis memiliki persentase 38,88%. Sedangkan untuk motivasi belajar geografi siswa kelas eksperimen memiliki persentase 66,66% sedangkan kelas kontrol memiliki persentase 50%. Jadi ada pengaruh model pembelajaran GI terhadap kemampuan berpikir kritis siswa yang ditinjau dari motivasi belajar geografi siswa
pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap debit puncak di sub das penggung kabupaten jember
Peningkatan jumlah penduduk yang semakin bertambah berdampak pada kebutuhan lahan yang semakin bertambah pula. Perubahan kawasan hutan dan lahan pertanian menjadi lahan pemukiman dan berbagai peruntukan lainnya telah menimbulkan banyak dampak negatif terhadap sumberdaya lahan dan air yang terjadi pada wilayah daerah aliran sungai (DAS). Perubahan penggunaan lahan pada wilayah DAS akan mempengaruhi kondisi hidrologi DAS seperti meningkatnya debit puncak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis luas dan jenis perubahan penggunaan lahan di Sub DAS Penggung tahun 2006 sampai dengan 2015. Menganalisis pengaruh luas penggunaan lahan terhadap debit puncak di Sub DAS Penggung tahun 2006 sampai dengan 2015.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode pengambilan data menggunakan metode dokumentasi dan metode observasi.Data primer yang digunakan adalah data titik koordinat masing-masing penggunaan lahandandata sekunder yang digunakan adalah data debit sungai tahun 2006-2015, data curahhujanmulaitahun 2006-2015 dan data citra landsat 7 tahun 2006 sampai tahun 2012 dan citra landsat 8 tahun 2013 sampai tahun 2015.Analisis citra landsat yang digunakan yaitu klasifikasi Supervised. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan statistika inferensial dengan metode regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan Penggunaan lahan yang banyak mengalami perubahan alih fungsi yaitu hutan. Hutan banyak mengalami alih fungsi menjadisawah dengan luas mencapai 4,14 km2. Pengaruh luas penggunaan lahan terhadap debit puncak adalah sebesar 32,4%.Dari hasil dari uji regresi simultan dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap debit puncak. Jenis penggunaan lahan yang berpengaruh signifikan terhadap debit puncak yaitu lahan terbangun dan lahan kosong. Dari jenis penggunaan lahan tersebut, jenis penggunaan lahan yang paling berpengaruh terhadap debit puncak yaitu lahan terbangun
PENGARUH PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP DEBIT AIR SUNGAI SUB DAS LESTI HULU KABUPATEN MALANG DENGAN MENGGUNAKAN MODEL SWAT
Sub DAS Lesti merupakan bagian dari hulu DAS Brantas dengan luas wilayah 25.262 Ha. DAS Lesti merupakan wilayah kajian prioritas di DAS Brantas karena wilayah tersebut mengalami permasalahan yang cukup kompleks seperti kerusakan lahan, erosi, tanah longsor, fluktuasi debit sungai, dan sedimentasi yang cukup tinggi. Penyebab utama terjadinya permasalahan tersebut adalah adanya pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dan alih fungsi lahan yang tidak terkontrol. Salah satu indikator dari baik-buruknya konerja atau kondisi suatu DAS dapat didasarkan pada fluktuasi debit sungai yang tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis spatio temporal perubahan tutupan lahan dan menganalisis pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap debit air di sungai Sub DAS Lesti hulu. Analisis pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap debit air menggunakan Model SWAT, Adapun data yang digunakan untuk analisis perubahan tutupan lahan adalah Citra landsat sedangkan untuk analisis Model SWAT adalah Citra DEM, data tutupan lahan tahun 2005, 2010 dan tahun 2015, data tanah, iklim dan data debit Sub DAS Lesti hulu.Hasil dari analisis debit di Sub DAS Lesti Hulu yang berasal dari stasiun pengamatan SPAS Gedongwetan dan Model SWAT menunjukan bahwa terjadi fluktuasi debit yang tinggi. Debit rata-rata tahunan Sub DAS Lesti hulu pada tahun 2005 sebesar 3,587 m3/dt, tahun 2010 sebesar 4,959 m3/dt dan tahun 2015 sejumlah 4,813 m3/dt. Dari tahun 2005-2010 debit rata-rata tahunan Sub DAS Lesti hulu mengalami kenaikan sebesar 38%, atau 1,372 m3/dt dan pada tahun 2010-2015 mengalami penurunan sebesar 2%. Dari hasil analisis terhadap perubahan tutupan lahan menunjukan bahwa lahan terbangun mempunyai pengaruh terbesar terhadap hidrologi dan Debit Sub DAS Lesti hulu, yang di ikuti oleh ladang, berikutnya hutan dan terakhir adalah kahan kebun.
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Kelas IIS SMA Negeri 2 Batu
ABSTRAK Ketrampilan berpikir diperlukan untuk mengembangkan suatu kreativitas yang dimiliki oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dengan mempertimbangkan kemampuan berpikir kreatif dapat melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata. Kemampuan berpikir kreatif dapat berkembang apabila didukung dengan menggunakan model pembelajaran yang sesuai yaitu melalui aktivitas peserta didik yang bemakna melalui pengalaman nyata dan menekankan pada kegiatan aktif. Model pembelajaran yang sesuai dengan kinerja nyata peserta didik adalah model pembelajaran Project Based Learning.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model Project Based Learning terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment), menggunakan rancangan Pretest-posttest Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dari satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol, peserta didik kelas X IIS SMA 2 Batu. Instrumen penelitian berupa lembar tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan berikir kreatif peserta didik. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan SPSS 16.0 for Windows.Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif peserta didik yang menggunakan model Project Based Learning lebih baik daripada peserta didik yang tidak menggunakan model Project Based Learning. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Project Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Saran yang diajukan untuk guru adalah menjadikan model Project Based Learning sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah mengujicobakan model Project Based Learning pada materi berbeda dan mengkombinasikan dengan media pembelajaran dan kerja proyek yang lebih variatif sehingga tampak pengaruh yang besar terhadap kemampuan berpikir kreatif dan memperoleh manfaat yang lebih besar dari Model Project Based Learning