SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1629 research outputs found

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA KELAS X IIS SMA NEGERI 4 PROBOLINGGO

    No full text
    RINGKASAN Agustiningrum, Dwi. 2018. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Pada Mata Pelajaran Geografi Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas X IIS di SMA Negeri 4 Probolinggo. Skripsi. Jurusan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hadi Soekamto, S.H., M.Pd., M.Si., (2) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si. Kata kunci: Model Pembelajaran Inkuiri, Kemampuan Berpikir Analitis             Model pembelajaran inkuiri dipilih untuk dieksperimenkan karena beberapa alasan. Alasan tersebut karena (1) model pembelajaran inkuiri sesuai dengan kurikulum 2013 yang menekankan pada pendekatan saintifik, (2) model pembelajaran inkuiri mampu melatih kemandirian siswa, (3) model pembelajaran inkuiri sesuai dengan teori belajar konstruktivisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran geografi terhadap kemampuan berpikir analitis siswa kelas X IIS di SMA Negeri 4 Probolinggo. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu dengan  menggunakan Posttest Only Control Group Design. Penelitian ini menggunakan kelas X IIS 3 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 24 siswa dan kelas X IIS 1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 24 siswa. Instrumen pengukuran kemampuan berpikir analitis menggunakan soal esai sebanyak 4 butir soal. Analisis data yang digunakan adalah uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari perbedaan rata-rata kemampuan berpikir analitis siswa, dimana rata-rata nilai kelas eksperimen sebesar 80,02, sedangkan rata-rata nilai kelas kontrol sebesar 55,97. Berdasarkan hasil analisis uji normalitas untuk kelas kontrol adalah 0,599, sedangkan kelas eksperimen adalah 0,848. Hasil analisis uji homogenitas adalah 0,663 > 0,05. Hasil analisis dengan menggunakan uji t menunjukkan signifikansi sebesar 0,000. Dengan demikian, nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis pada mata pelajaran geografi siswa kelas X IIS di SMA Negeri 4 Probolinggo. Saran yang diajukan untuk guru mata pelajaran geografi adalah menerapkan model pembelajaran inkuiri sebagai salah satu alternatif dalam kegiatan pembelajaran untuk melatih kemampuan berpikir analitis siswa. Pihak sekolah diharapkan agar menganjurkan kepada guru-guru untuk menerapkan model pembelajaran inkuiri dan memberikan informasi terkait dengan penggunaan model pembelajaran tersebut. Saran untuk peneliti selanjutnya yakni mengujicobakan model pembelajaran inkuiri di sekolah lain yang kemampuan awal mereka lebih rendah dan merencanakan langkah-langkah kegiatan dan waktu yang ada dalam RPP dengan cermat.

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA KELAS X IPS 1 SMA LABORATORIUM UM

    No full text
    RINGKASAN Ningtiyas, Yuni. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation pada Mata Pelajaran Geografi untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Siswa Kelas X IPS 1 SMA Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ardyanto Tanjung, S.Pd., M.Pd., (II) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si. Kata Kunci:group investigation, kemampuan memecahkan masalah   Kemampuan memecahkan masalah merupakan satu aspek yang sangat penting dalam pembelajaran, termasuk pada pembelajaran Geografi. Selama ini pembelajaran Geografi masih bersifat konseptual. Pembelajaran hanya memberikan materi konseptual kepada siswa sehingga kurang adanya makna, manfaat dan penerapan geografi dalam kehidupan sehari-hari siswa. Kemampuan memecahkan masalah siswa kelas X IPS 1 SMA Laboratorium UM masih rendah. Beberapa permasalahan terkait kemampuan memecahkan masalah siswa adalah siswa kurang dapat mengenali masalah, tidak terbiasa mengerjakan soal-soal memecahkan masalah.  Hal tersebut menyebabkan kemampuan memecahkan masalah siswa rendah. Model pembelajaran Group Investigation merupakan model yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kemampuan memecahkan masalah siswa dengan menerapkan model pembelajaran Group Investigation. Rancangan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian tindakan kelas ini dilakukan dua siklus yang memiliki empat tahap dalam tiap siklusnya yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Di dalam penelitian ini, peneliti berperan langsung dalam proses penelitian mulai dari perancang tindakan, membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, guru, pengumpul data, penganalisisa, penarik kesimpulan, dan penyusun laporan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa. Rata-rata nilai kemampuan memecahkan masalah pada pra-tindakan adalah 50,45, kemudian meningkat pada siklus I menjadi 71,89 dan siklus II adalah 83,81. Persentase peningkatan pra-tindakan ke siklus I sebesar 40,51% dan siklus I ke siklus II sebesar 18,22%. Berdasarkan hasil temuan-temuan data, dapat disarankan beberapa hal yaitu: (1) bagi guru, sebaiknya menerapkan model Group Investigationdalam proses pembelajaran dan materi yang sesuai, karena dapat melatih dan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa; (2) bagi sekolah, Sekolah diharapkan menganjurkan kepada guru geografi untuk menerapkan model pembelajaran Group Investigation dalam materi yang sesuai dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.; (3) bagi peneliti selanjutnya, hendaknya mengetahui kelemahan dan kelebihan dalam penerapan model GI, perlu penyesuaian materi dengan penerapan model GI, dan harus mampu mengatur waktu sehingga penerapan model GI dapat optimal dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah

    Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pendapatan Orang Tua, Beban Tanggungan, dan Budaya Terhadap Pernikahan Usia Dini di Kecamatan Wajak Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   RINGKASAN Pratiwi, Ari. 2018. Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pendapatan Orang Tua, Beban Tanggungan dan Budaya Terhadap Pernikaan Usia Dini Di Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Singgih Susilo, M.S., M.Si (II) Drs. Marhadi S.K, M.Si. Kata Kunci: Pernikahan Muda, Kondisi Sosial, Ekonomi dan Budaya Batasan usia pernikahan yang ditetapkan oleh BKKBN 1998 yaitu pernikahan idealnya adalah pernikahan yang dilakukan minimal 25 tahun bagi laki-laki dan 21 tahun bagi wanita. Maraknya pernikahan usia dini mengakibatkan laju pertumbuhan penduduk semakin pesat. Pada tahun 2017 Kecamatan Wajak merupakan wilayah yang memiliki kasus pernikahan dini tertinggi di Kabupten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor tingkat pendidikan, pendapatan orang tua, beban tanggungan, budaya serta faktor yang paling berpengaruh terhadap pernikahan usia dini di Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Teori yang digunakan pada penelitian ini yakni teori pernikahan usia dini yang dikemukakan oleh Max Weber, sedangkan untuk kondisi sosial ekonomi menggunakan teori Human Capital dan pendapat para ahli yakni Hatmaji; Ananta; dan Sadono Sukirno. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan expose facto. Jenis penelitian yang digunakan yaitu korelasional untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dengan mengunakan metode survey dalam pengumpulan data. Jumlah sampel dalam penelitian yaitu 77 responden dari empat Desa di Kecamatan Wajak yang ditentukan secara simple randem sampling. Analisis data yang digunakan yaitu tabulasi tunggal, tabulasi silang serta uji statistik regresi linear berganda. Hasil analisis tabulasi dan hasil uji regresi linear berganda menunjukkan bahwa secara serentak variabel tingkat pendidikan, pendapatan orang tua, dan beban tanggungan berpengaruh terhadap pernikahan usia dini. Sedangkan variabel budaya tidak di uji menggunakan regresi karena tidak memiliki pengaruh sehingga hanya di uji menggunakan tabulasi tunggal dan tabulasi silang. Faktor yang paling dominan memberikan pengaruh terhadap pernikahan muda adalah tingkat pendidikan dan sumbangan paling kecil adalah variabel beban tanggungan. Saran yang diajukan berdasarkan permasalahan yang berkaitan dengan pernikahan usia dini di Kecamatan Wajak yaitu 1) diperlukan adanya fasilitas yang memadai serta memberikan penyuluhan dan motivasi pentingnya pendidikan untuk masa depan, 2) diperlukan adanya penyuluhan mengenai batasan usia menikah serta resiko dari pernikahan  usia dini terutama pada perempuan, 3) perlu adanya penyuluhan pada masyarakat mengenai program KB untuk menghindari jumlah tanggungan keluarga yang banyak

    Pengembangan Buku Teks Materi Dinamika Hidrosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan Model Buku Regions

    No full text
    Safitri, Maya. 2018. Pengembangan Buku Teks Geografi Materi Dinamika Hidrosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan Model Buku Regions, Jurusan S1 Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si., (2) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si.   Kata Kunci: pengembangan, buku teks geografi, regions             Pengembangan buku teks dilatarbelakangi kelemahan dan kesalahan yang masih ditemukan dalam buku teks geografi. Kelemahan dan kesalahan tersebut diketahui setelah dilakukan analisis terhadap buku teks geografi penerbit Mediatama (2015) pada materi dinamika hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan. Kelemahan dan kesalahan terdiri dari: (1) isi (konten) buku teks didominasi fakta/data, (2) kesalahan penggunaan tanda baca dan kosa kata, (3) susunan kalimat dan paragraf yang tidak tepat, (4) kesalahan konsep, dan (5) ilustrasi yang tidak berfungsi.             Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk buku teks geografi materi dinamika hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan untuk SMA/MA kelas X yang didesain dengan model buku Regions. Pemilihan buku model buku didasari dengan standar kelayakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), meliputi: (1) materi, (2) penyajian, (3) kebahasaan, dan (4) ilustrasi.             Pengembangan buku teks ini mengikuti langkah pengembangan Borg dan Gall yang dimodifikasi, kemudian dipilih delapan langkah sesuai dengan kebutuhan, yaitu: (1) menganalisis kesalahan dan kelemahan buku teks geografi penerbit Mediatama (2015) pada materi dinamika hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan, (2) memilih model buku acuan dalam pengembangan, (3) menyusun draft buku teks, (4) validasi buku teks oleh ahli materi dan media, (5) revisi darft buku teks, (6) uji coba lapangan, (7) revisi, (8) diseminasi.             Hasil uji coba lapangan menunjukkan nilai rata-rata siswa terhadap tes pemahaman materi dinamika hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan mencapai 80,38. Hal ini lebih dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran geografi di SMAN 2 Batu. Merujuk pada kriteria tingkat pemahaman yang diadaptasi dari Akbar (2013), skor tersebut dapat dikategorikan sangat baik. Oleh karena itu, produk buku teks layak digunakan dalam pembelajaran

    Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Menggunakan Mind Mapping Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Geografi Di SMAN 9 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Waladin, Ahsanu. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Menggunakan Mind Mapping Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Geografi Di SMAN 9 Malang. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si. (2) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, Msi   Kata Kunci:model pembelajaran CPS, kemampuan berpikir kreatif Latar belakang dari penelitian ini  adalah rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran geografi. Hasil observasi awal yang sudah dilakukan didapatkan hasil bahwa dalam kegiatan pembelajaran, guru belum menerapkan model pembelajaran tertentu. Siswa hanya menerima pelajaran atau informasi dengan mendengarkan penjelasan guru, siswa juga tidak aktif untuk bertanya mengenai materi yang disampaikan. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu dilakukannya penelitian tentang penerapan model pembelajaran yang dapat melatih dan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, yaitu dengan menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving dengan menggunakan Mind Mapping. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kegiatan pembelajaran terdiri dari 2 siklus, siklus I terdapat 3 pertemuan dan siklus II 2 pertemuan. Setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X IPS I.2 SMAN 9 Malang pada materi hidrosfer sub bab daerah aliran sungai dengan jumlah siswa 34 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar catatan lapangan, dan soal tes kemampuan berpikir kreatif berupa soal esai. Hasil penelitian yang sudah dilakukan di kelas X IPS I.2 pada mata pelajaran geografi materi hidrosfer sub bab daerah aliran sungai, menujukkan bahwa penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Hasil rata-rata siklus I yaitu 68,5 dan nilai rata-rata pada siklus II yaitu 76,97 dengan persentase peningkatan 12,36%. Berdasarkan hasil nilai rata-rata tersebut dapat disimpulkan bahwa model Creative Problem Solving dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X IPS I.2 SMAN 9 Malan

    PENGARUH MODEL EARTH SCIENCE IN THE COMMUNITY (EARTHCOMM) MENGGUNAKAN MEDIA GOOGLE EARTH

    No full text
    Abstract: The Learning Model of Earth Comm is one of learning model according to 2013 curriculum who apply scientific approach.Scientific approach referred to having steps in learning have in common with learning model selected researchers, includes activities of identification problems, digging observation, after that processes information and analyze the information as a settlement effort problem. The objective of this study is to explain in the influence of the analytical thinking skill use the learning model of earth comm uses the the Google Earth media, uses the design of quasy experimental research with  posttest only control group design. The sampel of class X IPS 3 as the experiment group and  X IPS 1 as a control group without treatment. This research take place in class X IPS SMA Negeri 1 Tumpang. The instrument used in this study is essay test with four number that given after treatment (post-test).Last, the data is analysed using t-test. The result of this research showed in table “hasil analitis-uji t” that score (sig 2-tailed) is  0.000 and score of the probability is 0.513, it means Learning Models of  Earth Comm with Google Earth media have a significant influence to the Analytical Thinking Skill of the students experiment and control group in Social Science Class in X IPS SMA Negeri 1 Tumpang. It is suggested for teachers for implement Earth Science System in the Community (Earth Comm) that teachers have to select the materials, plan the teaching learning process, as well as the detail of the activities according to this model.   Abstrak: Model pembelajaran Earth Comm adalah salah satu model  pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013 dengan  menerapkan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik ini menuntut siswa untuk berpikir analitis memecahkan setiap fenomena yang terjadi di bumi dan mencari solusi dari permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang semakin kompleks. Pemilihan model pembelajaran Earth Comm dengan media Google Earth bertujuan sebagai solusi Jenis penelitian yaitu quasy experiment (kuasi eksperimen). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah posttest only control group design. Subjek penelitian ini yaitu kelas XI IPS3 sebagai kelas eksperimen dan X IPS 1 sebagai kelas kontrol. Berlokasi di SMA Negeri 1 Tumpang. Instrumen penelitian menggunakan tes essai sebanyak 4 soal untuk mengukur kemampuan berpikir analitis siswa. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji-t. Hasil penelitian ini ditunjukkan pada tabel hasil analitis uji t yang sudah dipaparkan, dapat diketahui nilai (sig 2-tailed) adalah 0.000 dan nilai probabilitasnya 0.513.  Maka dapat diketahui bahwa yang berarti Model Pembelajaran Earth Comm menggunakan media Google Earth ada pengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir analitis siswa dan juga ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan bepikir analitis antara siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen di SMA Negeri 1 Tumpang. Saran bagi guru dengan adanya penelitian ini, yaitu model pembelajaran Earth Comm dapat diterapkan dengan memilih materi yang tepat dan membuat perencanaan dan memperinci setiap langkah pembelajaran

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA KELAS X IIS 3 MAN 3 KEDIRI

    No full text
    ABSTRAK   Kemampuan memecahkan masalah adalah suatu proses mencari jalan keluar dari suatu masalah berdasarkan pengetahuan yang sudah dimiliki oleh siswa yang diukur dengan indikator identifikasi masalah, merumuskan masalah, menganalisis masalah, menarik kesimpulan, melakukan evaluasi, memecahkan dan menyelesaikan masalah. Kenyataanya kemampuan memecahkan masalah kelas X IIS 3 MAN 3 Kediri rendah. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan memecahkan masalah siswa kelas X IIS 3 MAN 3 Kediri dengan menerapkan model inkuiri.  Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data kemampuan memecahkan masalah  siswa diperoleh dari hasil tes kemampuan memecahkan masalah yang dilakukan setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa kelas X IIS 3 MAN 3 Kediri

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN LKS DAPAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IIS 4 MAN 3 KEDIRI

    No full text
    ABSTRAK   Pentingnya kemampuan memecahkan masalah didorong oleh semakin kompleksnya permasalahan dalam dinamika geosfer yang menuntut siswa untuk memikirkan solusi dalam pemecahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan memecahkan masalah siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IIS 4 MAN 3 Kediri. Instrumen penelitian menggunakan soal essai yang berjumlah 4 butir. Analisis kemampuan memecahkan masalah dengan cara membandingkan nilai rata-rata siklus I dengan siklus II. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL berbantuan LKS dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa kelas XI IIS 4 MAN 3 Kedir

    PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY BERBANTUAN MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA KELAS X SMAN 1 GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Verianti, Yoneta. 2018. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Berbantuan Mind Mapping Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas X SMAN 1 Gondanglegi Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd. (2) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.   Kata Kunci: Model Inquiry Berbantuan Mind Mapping, KemampuanBerpikir Tingkat Tinggi Kemampuan berpikir siswa dapat terbentuk melalui kebiasaan belajar. Kemampuan berpikir juga bisa didapat melalui proses pembelajaran di sekolah. Salah satu kemampuan berpikir yang dapat terbentuk melalui pembelajaran di sekolah adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dapat terbentuk dengan bantuan berupa penerapan model pembelajaran inquiry berbantuan mind mapping. Penggabungan antara model pembelajaran inquiry dengan mind mapping, dapat menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang meliputi dimensi proses kognitif menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry berbantuan mind mapping terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimensemu (quasy experiment) dengan desain Pretest-post test Control Group Design. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas X IPS 3 sebagai kelas kontrol dan X IPS 4 sebagai kelas eksperimen. Kemampuan berpikir tingkat tinggi diukur menggunakan soalesai yang telah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas analisis data yang dilakukan meliputi, uji normalitas dengan menggunakan rumus Kolmogorov smirnov, uji homogenitas menggunakan uji levene’s test for equality of variences dan uji hipotesis menggunakan independen sampel t-test. Berdasarkan analisist-test, penelitian menunjukkan nilai signifikansi (0,00

    Analisis Potensi Objek Wisata Pantai Serang Di Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Aji, Arif. 2018. Analisis Potensi Objek Wisata Pantai Serang Di Kabupaten Blitar. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd (2) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.   Kata kunci : potensi, strategi pengembangan Kabupaten Blitar adalah salah satu wilayah yang terletak di daerah selatan Provinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia, oleh sebab itu salah satu potensi yang dimiliki oleh Kabupeten Blitar adalah potensi pariwisata pantai. Sesuai dengan pasal 45 dalam PERDA Nomor 5 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Blitar maka objek wisata Pantai Serang menjadi salah satu objek wisata yang akan dikembangkan untuk menjadi sebuah objek wisata yang mampu bersaing dengan objek wisata lainnya, khususnya objek wisata di Kota Blitar, maka potensi yang ada ini seharusnya dapat dikelola dan dikembangkan dengan strategi yang tepat dan sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi potensi fisik dan non fisik objek wisata Pantai Serang dan (2) mengetahui arahan pengembangan yang tepat untuk pengembangan objek wisata Pantai Serang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini terbagi dalam tiga tahapan, tahap pertama adalah tahap observasi awal untuk memperoleh data awal mengenai kondisi terkini objek penelitian, tahap kedua merupakan tahap pengumpulan data, tahap terakhir adalah analisis data dengan menggunakan teknik scorring, tabulasi tunggal, dan SWOT. Hasil dari penelitian ini adalah (1) kondisi fisik dan non fisik objek wisata Pantai Serang sangat sesuai dan mendukung pengembangan Pantai Serang menjadi sebuah objek wisata, (2) Dengan menggunakan analisis SWOT dapat diketahui bahwa posisi objek wisata Pantai Serang berada dalam kuadran SWOT 1, yang berarti bahwa objek wisata dalam kondisi yang sangat baik dan berpeluang untuk dikembangkan, pengembangan yang tepat adalah dengan memaksimalkan potensi yang ada, baik potensi fisik maupun  non fisik, meningkatkan kenyamanan pengunjung, arahan strategi yang dapat dilakukan adalah mengikutsertakan masyarakat untuk bersama-sama memelihara dan melestarikan sumberdaya wisata Pantai Serang, dan membuka peluang pada pihak luar atau investor untuk menanamkan modalnya, terutama untuk pengadaan sarana dan prasarana pendukung objek wisata. Saran yang dapat diberikan adalah (1) untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar serta pihak pengelola objek wisata hendaknya lebih meningkatkan kinerjanya. Fasilitas merupakan salah satu unsur pengembangan yang tergolong kurang memadai, (2) untuk masyarakat sekitar diharapkan ikut berpartisipasi dalam pengembangan dan pelestarian objek wisata Pantai Serang, (3) pengunjung juga diharapkan ikut berpartisipasi dalam pengembangan objek wisata Pantai Serang, seperti dalam hal menjaga kebersihan dan penyebaran informasi

    0

    full texts

    1,629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇