SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
1629 research outputs found
Sort by
Studi Pola Asuh Anak Pada PUS yang Menikah Usia Dini dengan PUS yang Menikah Usia Ideal di Desa Tegalrandu Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang
RINGKASAN Pola asuh anak merupakan tata cara mengasuh anak yang dilakukan orangtua terhadap anaknya dengan perlakuan yang konsisten dari waktu ke waktu. Untuk membentuk karakter anak yang baik maka diperlukan pengasuhan yang benar dari orangtua. Terdapat tiga pola asuh anak yaitu: demokratis, otoriter, dan permissif. Pola asuh anak tipe demokratis memiliki dampak yang lebih baik terhadap pembentukan karakter anak dibandingkan tipe pola asuh lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi sosial ekonomi terhadap pola asuh anak. Kedua untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pola asuh anak yang digunakan PUS yang menikah usia dini dan usia ideal. Desain penelitian merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan dua jenis pendekatan yakni asosiatif dan komparatif. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan tabulasi tunggal, tabulasi silang, dan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan, pendapatan, dan usia nikah pertama dengan pola asuh anak. Orangtua yang berpendidikan rendah, berpendapatan menengah ke bawah cenderung menggunakan pola asuh yang kurang memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakakter anak yaitu permissif dan otoriter. Hasil ini berbeda dengan orangtua yang berpendidikan tinggi dan memiliki pendapatan menengah ke atas lebih cenderung menggunakan pola asuh demokratis yaitu pola asuh yang mengedepankan kasih sayang juga ketegasan didalam pengasuhan. Besarnya kekuatan hubungan antara pendidikan dengan pola asuh anak, lebih kuat dibandingkan pendapatan dengan pola asuh anak. PUS yang menikah usia dini sebagian besar menggunakan pola asuh permissif, sedangkan untuk PUS yang menikah diusia ideal sebagian besar menggunakan pola asuh demokratis. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat perbedaan pola asuh pada PUS menikah dini dengan PUS menikah usia ideal. Melihat dampak yang dapat ditimbulkan dari masing-masing tipe pola asuh anak, maka perlu adanya sosialisasi kepada ibu dan calon ibu mengenai pola asuh yang baik untuk membentuk karakter anak
Analisis Aliran Masuk (Inflow) Bed Load dan Sediment Load Terhadap Daya Tampung Bendungan Jatibarang
RINGKASAN Analisis inflow bedload dan sedimentload terhadap daya tampung bendungan merupakan analisis dengan ruang lingkup daerah aliran sungai (DAS). Bendungan Jatibarang merupakan bangunan penampung air dengan fungsi utama pengendali banjir didirikan pada DAS Kreo. DAS Kreo terbentang di Kota dan Kabupaten Semarang, dan Kota Kendal. DAS Kreo memiliki luas 76,72 km2 dan panjang sungai utama 22,59 km. Bentuk DAS memanjang menjadikan DAS Kreo memiliki aliran sungai yang relatif tenang. Sifat aliran pada sungai mempengaruhi angkutan material sedimen nantinya akan mengendap menjadi bedload di dalam daerah tampungan bendungan. Bedload pada bendungan akan mempengaruhi daya tampung bendungan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Data yang digunakan mencakup data primer berupa data debit aliran Sungai Kreo dan data konsentrasi sedimen. Data sekunder berupa data curah hujan dan data teknis bendungan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode studi literatur, dokumentasi, dan observasi. Analisis yang dilakukan adalah Analisis hidrologi antara lain hujan rancangan dengan metode Gumbel dan debit rancangan menggunakan metode HSS Gama I. Analisis sedimentasi antara lain perhitungan debit sedimen suspensi dan penentuan bedload menurut Strand dan Pemberton. Analisis daya tampung bendungan dilakukan dengan menghitung selisih antara volume tampungan dengan volume bedload Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit rancangan maksimal pada periode ulang 100 tahun adalah 115.92 m3/detik. Prediksi volume bedload pada periode 100 tahun adalah 1582.59 m3 79.13 m3. Pada volume tersebut daya tampung bendungan mengalami penurunan hingga tersisa 59.9% dari kapasitas semula. Pada sisa kapasitas tersebut bendungan hanya dapat menampung untuk keperluan pengendalian banjir sebanyak 206,107,614,771.66 liter dimana semula Bendungan Jatibarang mampu menampung air untuk mengendalikan banjir sebanyak 3.100.000.000.000 liter air
PENGGUNAAN STRATEGI DIFFERENTIATED LEARNING BERDASARKAN GAYA BELAJAR DAN PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IPS 3 SMA N 6 KOTA MALANG
RINGKASAN Lulitasari, Nia. 2018. Penggunaan Strategi Differentiated Learning Berdasarkan Gaya Belajar dan Penerapan model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X IPS 3 SMA Negeri 6 Kota Malang. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Budi Handoyo , M.Si (2) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si. Kata kunci: Strategi Differentiated Learning , Model Problem Based Learning, Gaya Belajar, Hasil Belajar. Siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 6 Kota Malang diketahui memiliki hasil belajar yang rendah. Rendahnya hasil didasarkan data hasil ulangan harian siswa. Data hasil ulangan harian siswa pada materi dasar-dasar Geografi menunjukkan nilai rata-ratanya 73. Hal tersebut belum memenuhi nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu sebesar 75. Penyebab rendahnya hasil belajar bersumber dari faktor internal dan eksternal, seperti: (1) Siswa (2); Guru; (3) Fasilitas; dan (4) Penerapan Model Pembelajaran. Dari hasil analisis keempat aspek penyebab rendahnya hasil belajar siswa, yaitu faktor ekternal. Faktor eksternal tersebut berupa penerapan model pembelajaran konvesional yang tidak memperhatikan perbedaan gaya belajar siswa dan tidak melibatkan siswa sepenuhnya kedalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya belajar siswa dan peningkatan hasil belajar dengan menggunakan strategi Differentiated Learning dan menerapkan model Problem Based Learning di kelas X IPS3 SMA Negeri 6 Kota Malang. Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain 2 siklus penerapan model pembelajaran. Subyek penelitian ini yaitu kelas X IPS 3 yang berjumlah 29 siswa. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa soal essai untuk pengukuran hasil belajar dan angket gaya belajar untuk mengetahui gaya belajar. Analisis hasil belajar dengan cara membandingkan rata-rata nilai hasil belajar pra tindakan dengan pasca tindakan. Analisis hasil belajar dengan cara membandingkan nilai rata siklus I dengan siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi Differentaiated Learning dan penerapan model Problem Based Learning berdasarkan gaya belajar mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar tersebut dapat diketahui pada pelaksanaan tindakan siklus I dan siklus II. Rata-rata hasil belajar siswa pra siklus adalah 72,6 rata-rata nilai siswa setelah tindakan siklus I adalah 77,70, dan rata-rata nilai siswa setelah tindakan siklus II adalah 81,93 dengan selisih 4,23. Sehingga perbandingan rata-rata pada siklus I ke siklus II terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar sebesar 5,44. Sedangkan gaya belajar yang dimiliki siswa dikelas X IPS 3 ini terbagi menjadi tiga yaitu gaya belajar auditorial sebesar 48 % atau 13 siswa, gaya belajar kinestetik yaitu sebesar 37% 10 siswa dan gaya belajar visual sebesar 15 % atau 4 siswa
Studi Pengaruh Program Program Bina Keluarga Balita (BKB) Terhadap Dampak Tumbuh Kembang Anak Balita 6-24 Bulan Di Desa Grobyok Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember tahun 2016
RINGKASAN Perkembangan pertumbuhan adalah dua perbedaan fenomena, namun terkait dan sulitdipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh dan berkembang adalah pola asuh (parenting nutrition), pola cinta (emosi atau kasiih sayang), dan pola mengajar (rangsangan mental). Program Bina Keluarga Balita (BKB) merupakan salah satu program Keluarga Berencana (BKB) yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dan anggota keluarga lainnya untuk membangun pertumbuhan balita seiring bertambahnya usia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak program Bina Keluarga Balita (BKB) terhadap perkembangan dan pertumbuhan balita 6-24 bulan. Sampelnya adalah balita 6-24 bulan 130 balita (65 balita yang keluarganya ikut serta tidak ikut serta dalam BKB). Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tabulasi tunggal, tabulasi silang dan Regresi Linier Berganda dengan menggunakan SPSS 18.00 for Windows. Hasil tabulasi tunggal dan tabulasi silang yaitu umur balita peserta BKB terbanyak yaitu 13-12 bulan dan bukan peserta BKB terbanyak yaitu 6-12 bulan, pendidikan ibu peserta BKB terbanyak yaitu 9tahun atau sama dengan lulus SLTP dan pendidikan ibu bukan peserta BKB terbanyak yaitu 6 tahun atau sama dengan lulus SD, pendapatan peserta BKB lebih dari UMR terbanyak 25 responden dan bukan peserta BKB kurang dari UMR terbanyak yaitu 40 responden.Pola asuh gizi peserta BKB baik dan bukan peserta BKB kurang. Pola asih peserta BKB baik dan bukan peserta BKB sedang. Pola asah peserta BKB baik dan bukan peserta BKB kurang. Variabel Pendidikan Ibu memiliki pengaruh positif (+) terhadap tumbuh kembang dengan nilai signifikansi 0,006. Variabel Pendapatan berpengaruh negatif(-) terhadap tumbuh kembang dengan nilai signifikansi -1.282E. Variabel Pola Asuh Gizi memiliki pengaruh negatif(-) terhadap tumbuh kembang dengan nilai signifikansi -0,004. Variabel pola asih berpengaruh positif (+) terhadap tumbuh kembang dengan nilai signifikansi 0,048, sedangkan variabel pola asah memiliki pengaruh positif(+) terhadap tumbuh kembang dengan nilai signifikansi 0,115. Kata Kunci: Bina Keluarga Balita (BKB),Pertumbuhan dan Perkembangan Balit
Penerapan Model Pembelajaran Debat Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IPS -3 di MA Manbail Futuh Jenu Tuban
ABSTRAK Lishowabi, Mila. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Debat Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IPS -3 di MA Manbail Futuh Jenu Tuban. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si, (II) Dra. Yuswanti A.W, M.Si. Kata Kunci : peningkatan keterampilan berpikir kreatif, model pembelajaran debat Berdasarkan hasil wawancara yang dilaksanakan peneliti pada tanggal 28 Desember 2016 dengan guru mata pelajaran Geografi di MA Manbail Futuh,diperoleh gambaran kondisi siswa kelas XI IPS 3 MA Manbail Futuh bahwa keterampilan berpikir kreatif siswa masih rendah. Faktor penyebabnya adalah strategi pembelajaran Geografi yang dilaksanakan di kelas XI IPS-3 MA Manbail Futuh Jenu Tuban masih berpusat kepada guru. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian penerapan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa. Penelitian penerapan model pembelajaran ini, salah satunya adalah dengan menerapkan model pembelajaran debat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa dengan menerapan model pembelajaran debat, keterampilan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran Geografi kelas XI-IPS-3 di MA Manbail Futuh Jenu Tuban mengalami penurunan atau peningkatan. Subyek penelitiannya adalah 36 siswa. Instrumen penelitian menggunakan tes uraian sejumlah 4 soal. Teknik pengumpulan data meggunakan hasil tes keterampilan berpikir kreatif. Analisis data dalam penelitian ini adalah dengan membandingkan nilai rata-rata siklus I dan siklus II lalu dipersentasikan dengan cara mengurangi nilai rata-rata siklus II dengan nilai rata-rata silus I kemudian dibagi dengan nilai rata-rata siklus satu dikalikan 100 % untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kreatif siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kreatif siswa dari siklus I dan siklus II. Pada siklus I, rata-rata nilai adalah 74,19 dan pada siklus II rata-rata nilai adalah 86,08. Peningkatan rata-rata nilai siswa sebesar 11,89 atau mencapai 16,2 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran debat dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa. Peneliti memberikan saran kepada sekolah agar menganjurkan para guru mata pelajaran menggunakan model debat untuk melatih keterampilan berpikir kreatif siswa. Saran dari peneliti untuk guru adalah guru dianjurkan menerapkan model pembelajaran debat kepada kelas-kelas yang belum pernah diterapkan model pembelajaran debat. bagi peneliti selanjutnya adalah penelitian ini dapat digunakan untuk bahan perbandingan dalam mengevaluasi penelitian selanjutnya
Partisipasi Masyarakat Dalam Pelestarian Kesenian Tradisional Sebagai Aset Wisata Budaya di Kota Malang (Studi Kasus Kecamatan Sukun, Kota Malang).
ABSTRAK Putri, Agnes Caesarika Githanto. 2017. Partisipasi Masyarakat Dalam Pelestarian Kesenian Tradisional Sebagai Aset Wisata Budaya di Kota Malang (Studi Kasus Kecamatan Sukun, Kota Malang). Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Komang Astina, M.S, Ph.D., (II) Ardyanto Tanjung S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Partisipasi, Pelestarian Kesenian Tradisional, Wisata Budaya Kota Malang adalah salah satu kota di Jawa Timur yang menjadi minat wisatawan sebagai kota Wisata Kuliner dan wisata belanja. Kota Malang memiliki aspek kebudayaan khas yang berpotensi untuk dijadikan destinasi wisata budaya, berupa cagar budaya dan kesenian tradisional. namun kedua aspek tersebut belum dikembangkan secara optimal sehingga budaya Kota Malang kurang diketahui oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara. Pentingnya peran serta masyarakat dalam pengembangan wisata budaya ini mempengaruhi perkembangan adanya wisata budaya di Kota Malang . Maka dari itu dibutuhkan partisipasi masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan pelestarian kesenian tradisional agar menarik minat wisatawan untuk mengunjungi wisata budaya yang ada di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui bentuk partisipasi masyarakat Kecamatan Sukun terhadap pelestarian kesenian tradisional sebagai aset wisata budaya di Kota Malang. Untuk pengumpulan data menggunakan metode survey dengan jumlah sampel sebanyak 89 responden pada 16 sanggar tari tradisional yang berada di Kecamatan Sukun yang ditentukan dengan cara Simple Random Sampling. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis tabulasi tunggal dan scoring. Hasil dari penelitian ini adalah partisipasi yang dilakukan Masyarakat Sukun terhadap pelestarian kesenian tradisional sebagai aset wisata budaya Kota Malang. Partisipasi uang berdasarkan iuran bulanan sebesar 11,24 % dan partisipasi uang berdasarkan sumbangan uang sebesar 41,57 %. Partisipasi harta benda berdasarkan sumbangan barang peralatan dan perlengkapan sanggar sebesar 42,70 %. Partisipasi tenaga berdasarkan keaktifannya dalam mengikuti kegiatan sanggar sebesar 68,54 %. Peran Partisipan sanggar seni di Kecamatan Sukun berkomposisi sebagai berikut 19,10 % sebagai pemimpin atau ketua, 62,92 % sebagai penari dan 17,98% sebagai pemusik. Partisipasi ketrampilan berdasarkan sumbangan ide sebesar 70,29 % dan partisipasi keterampilan berdasarkan keaktifan mengajak masyarakat lain untuk berpartisipasi sebesar 82,02 %. Partisipasi masyarakat Kecamatan Sukun terhadap pelestarian kesenian tradisional sebagai aset wisata budaya di Kota Malang adalah berupa Partisipasi uang yaitu menyumbangkan uang pribadi, partisipasi harta benda yaitu menyumbangkan barang pribadi untuk dijadikan inventaris sanggar, partisipasi tenaga yaitu dengan mengikuti kegiatan serta pelatihan yang diadakan sanggar, partisipasi ketrampilan yaitu sumbangan ide untuk memajukan sanggar tari
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Siswa Kelas XI IIS SMAN 1 Lawang Kabupaten Malang
ABSTRAK Kata kunci: Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Kemampuan Memecahkan Masalah Siswa Model Inkuiri Terbimbing ini mampu memecahkan masalah. Salah satunya yaitu siswa memperoleh pengetahuan karena terlibat dalam proses penemuan, namun dalam keunggulannya belum diketahui dalam pembelajaran geografi tentunya dalam memecahkan masalah. Inkuiri Terbimbing ini digunakan pada materi lingkungan hidup khususnya pada menganalisis pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa kelas XI IIS SMAN 1 Lawang. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi eksperimental design). Perlakuan dalam penelitian ini adalah menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada kelas eksperimen. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IIS SMAN 1 Lawang semester ganjil tahun ajaran 2016/2017. Intrumen yang digunakan untuk mengetahui kemampuan memecahkan masalah yaitu tes esai. Data gain score dianalisis dengan menggunakan Uji Independent Sample T-Test dengan bantuan SPSS 16.0 for windows. Hasil menunjukkan ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa kelas XI IIS. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata gain score yang diperoleh kelas eksperimen lebih tinggi dengan nilai rata-rata gain score 14,56 dari nilai rata-rata gain score kelas kontrol dengan nilai gain score 12,35. Hasil analisis Uji Independent Sample T-test diperoleh nilai probabilitasnya adalah 0,000.hal ini berarti 0,00 < 0,05 maka H0 ditolak, artinya model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas XI IIS SMAN 1 Lawang
ANALISIS SOAL TRY OUT MANDIRI TAHUN AJARAN 2016/2017 MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA KATOLIK YOS SUDARSO KOTA BATU
ABSTRAK Higmawati, Anita. 2017. Analisis Soal Try Out Mandiri Tahun Ajaran 2-16/2017 Mata Pelajaran Geografi Di SMA Katolik Yos Sudarso Kota Batu. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd. (II) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si. Kata Kunci: validitas soal, tingkat kesukaran, daya beda, reliabilitas, analisis opsi pilihan g Soal yang baik harus valid, tidak terlalu sukar atau mudah, daya beda baik, reliabel, dan opsi berfungsi dengan baik. Soal try out mandiri mata pelajaran geografi tahun 2016/2017 di SMA Katolik Yos Sudarso dibuat guru dan belum pernah diujicobakan, sehingga belum diketahui kualitasnya. Berdasarkan observasi awal, ditemukan beberapa kelemahan: materi soal yang tidak sesuai KD dan indikator pembelajaran; terdapat kesalahan dalam pengulangan kata, penulisan tanda baca, penulisan istilah asing dan penulisan kosakata; dan terdapat soal yang memiliki opsi kunci jawaban yang salah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas soal try out mandiri mata pelajaran geografi yang meliputi validitas kurikuler, validitas bahasa, validitas item, tingkat kesukaran, daya beda, reliabilitas, dan kualitas opsi pilihan ganda. Validitas kurikuler, validitas bahasa, tingkat kesukaran, daya beda, dan kualitas opsi pilihan ganda dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Validitas item dan reliabilitas dianalisis menggunakan statistik parametrik. Penelitian ini menggunakan desain analisis isi (content analysis). Subjek dalam penelitian ini adalah soal try out mandiri mata pelajaran geografi di SMA Katolik Yos Sudarso kota Batu dan skor jawaban siswa. Terdapat dua kode soal yakni kode A dan B yang masing-masing terdiri dari 50 butir soal. Tiap kode soal diujikan kepada 20 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah rubrik penilaian. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan parametrik. Hasil penelitian ini adalah pada soal try out mandiri mata pelajaran geografi dengan kode A terdapat 3 soal yang dapat langsung dipakai, 29 soal perlu direvisi, dan 18 soal harus dibuang. Sedangkan hasil penelitian pada soal try out mandiri mata pelajaran geografi dengan kode B terdapat 7 soal yang dapat langsung dipakai, 17 soal perlu direvisi, dan 26 soal harus dibuang. Saran yang dapat diberikan kepada guru adalah merevisi soal try out mandiri mata pelajaran geografi kode A dan B yang kurang baik, menganalisis soal terlebih dahulu sebelum mengujikan kepada siswa, membuat soal dan opsi kunci jawaban dengan benar, dan membuat bank soal yang berisi kumpulan soal-soal try out geografi yang telah diana lisis dan diketahui tingkat kevalidannya baik
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALISIS
Hasil belajar geografi peserta didik SMA belum menujukkan kemampuan berpikir analisis. Hal tersebut dikarenakan kegiatan pembelajaran geografi hanya peliputi ranah kognitif C1 (pengetahuan), C2 (pemahaman),dan C3 (penerapan), sedangkan C4, C5, dan C6 kurang mendapatkan perhatian. Sedangkan Peserta didik dapat dikatakan mampu berpikir analisis apabila mampu menguasai aspek-aspek kognitif. Upaya untuk mengatasi kurangnya kemampuan berpikir analisis yakni menggunakan model pembelajaran Group investigation (GI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah ada pengaruh model Pembelajaran GI terhadap kemampuan berpikir analisis pesera didik kelas XI IPS SMA Negeri 9 Malang. Jenis penelitian ini termasuk dalam quasy experiment dengan menggunakan rancangan penelitian pretest-posttest control group desain. Subjek penelitiannya adalah peserta didik kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian menggunakan soal esai dengan jumlah lima butir soal yang sudah melalui uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik dengan bantuan SPSS 16.0 for windows. Uji prasyarat terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas sedangkan untuk uji hipotesis menggunakan Independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh model Pembelajaran GI terhadap kemampuan berfikir analisis pesera didik kelas XI IPS SMA Negeri 9 Malang. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai gain score kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu 20 untuk kelas eksprimen dan 15 untuk kelas kontrol. Pada hasil uji hipotesis dengan nilai sig. (2-tailed) yang diperoleh adalah 0,018 atau dengan kata lain nilai sig. (2-tailed) < ɑ(0,05). Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model Pembelajaran GI terhadap kemampuan berfikir analisis pesera didik kelas XI IPS SMA Negeri 9 Malang. Berdasarkan temuan penelitian diajukan 3 saran. Pertama, kepada peserta didik diharapkan lebih mampu berpikir analisis dan aktif tidak hanya pada kegiatan pembelajaran geografi tetapi juga pada mata pelajaran lainnya. Kedua, bagi guru geografi disarankan model GI ini diterapkan saat pembelajaran supaya pembelajaran lebih bermakna. Ketiga, bagi peneliti lanjut diharapkan lebih mampu melakukan penelitian model pembelajaran GI dengan variabel yang berbeda dan menggunakan kemampuan tinggi lainnya
Pengaruh Karakteristik Lahan Terhadap Produktivitas Apel Menggunakan Spatial Error Model di Sub DAS Junggo, Kota Batu.
ABSTRAK Ul Inats, Aulia. 2018. Pengaruh Karakteristik Lahan Terhadap Produktivitas Apel Menggunakan Spatial Error Model di Sub DAS Junggo, Kota Batu. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Didik Taryana, M.Si, (II) Syamsul Bachri, M.Si, Ph.D Kata Kunci: Sub DAS Junggo, karakteristik lahan, produktivitas apel, regresi spasial (spatial error model). Produksi apel di Kota Batu merupakan yang terbesar di Indonesia. Komoditas tersebut mengalami penurunan produksi yang dipengaruhi oleh karakteristik lahan khususnya faktor topografi, pH tanah, dan kadar air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik lahan terhadap produktivitas apel pada lahan pertanian apel di sub DAS Junggo. Parameter karakteristik lahan yang dianalisis meliputi pH tanah, kadar air tanah kapasitas lapang, dan topografi. Data pH tanah dan kadar air tanah merupakan data primer yang didapatkan dengan cara survei lapangan, data topografi merupakan data sekunder yang didapatkan melalui pengolahan citra ASTER wilayah Sub DAS Junggo, sedangkan data produktivitas apel didapat melalui wawancara dengan petani apel. Metode pengambilan sampel untuk data pH tanah, lengas tanah, dan topografi menggunakan cluster sampling, sedangkan untuk data wawancara menggunakan purposive sampling.Analisis data menggunakan regresi spasial (spatial error model). Spatial Error Model (SEM) digunakan untuk memodelkan data yang memiliki keterkaitan spasial dan menganalisis pengaruh antar variabel. Hasil dari penelitian ini yaitu karakteristik lahan wilayah perkebunan apel di Sub DAS Junggo berdasarkan 3 parameter yaitu, derajat kemirigan lereng antara 2˚- 4˚ yang termasuk kategori sangat landai hingga landai, pH tanah berkisar antara 5,6-7, dankadar air tanah kapasitas lapang antara 17 gram (34%) - 20 gram (40%). Parameter karakteristik lahan berpengaruh terhadap produktivitas apel sebesar 29,21%. Karakteristik lahan yang paling berpengaruh terhadap produktivitas apel adalah topografi sebesar 0,79, kadar air tanah berpengaruh sebesar 0,48, sedangkan pH tanah tidak berpengaruh secara signifikan