SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1629 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUKAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MATA PELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS XI IIS-1 SMAN 1 LAWANG KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Hasil dari observasi awal diketahui kemampuan memecahkan masalah siswa kelas XI IPS-1 SMAN 1 Lawang cenderung rendah. Dibuktikan dari hasil nilai ulangan harian dengan materi “Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia” hanya 14 siswa yang mendapat nilai di atas KKM. Pembelajaran di kelas masih sekedar pemberian soal berupa hafalan yang ada di dalam buku. Hal itu berakibat siswa tidak biasa dilatih memecahkan suatu permasalahan khususnya permasalahan yang berada di sekitar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa dengan berbantukan media audiovisual. Agar tujuan tersebut tercapai, maka penelitian ini dirancang dengan menggunakan model penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2018. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XI IPS-1 SMAN 1 Lawang yang berjumlah 33 siswa, instrumen pengumpulan data menggunakan test tiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan memecahkan masalah siswa daripada saat pra tindakan. Persentase kenaikan kegiatan pra-tindakan ke siklus I sebesar 13,83% dan kenaikan siklus I ke siklus II sebesar 16,92%. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan memecahkan masalah siswa kelas XI IPS-1 SMAN 1 Lawang mengalami peningkatan dari pra-tindakan, siklus I, siklus II.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa pada materi Dinamika Penduduk subbab Permasalahan Akibat Dinamika Penduduk siswa kelas XI IPS-1 SMAN 1 Lawang. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan: 1) Bagi guru geografi agar menerapkan model PBL untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa. 2)  Bagi peneliti lanjut agar dijadikan referensi atau rujukan pada penelitiannya, khususnya penelitian yang menerapkan model PBL untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa

    Respon Masyarakat terhadap Pembangunan Rumah Majapahit di Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto

    No full text
    ABSTRAK   Setyawardhani, Rosyida . 2018. Respon Masyarakat terhadap Pembangunan Rumah Majapahit di Kecamatan Trowulan. Skripsi.  Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si. (II) Drs. I Komang Astina, M.S, Ph. D.    Kata Kunci : Respon Masyarakat, Rumah Majapahit, Pendidikan dan Tingkat Pendapatan Kecamatan Trowulan merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Mojokerto yang memiliki berbagai objek wisata peninggalan Kerajaan Majapahit. Kecamatan Trowulan saat ini diarahkan sebagai kawasan Cagar Budaya untuk menjaga dan melestarikan benda-benda peninggalan yang ada pada wilayah tersebut. Salah satu upaya pemerintah untuk mengembangkan pariwisata adalah dengan membangun Rumah Majapahit di Kecamatan Trowulan sebagai pelengkap objek wisata sejarah (homestay). Daerah penelitian ini berada di Desa Bejijong, Desa Temon, dan Desa Trowulan. Ketiga lokasi tersebut merupakan wilayah unggulan yang memiliki beberapa objek wisata sejarah dan Rumah Majapahit yang dibangun di setiap rumah warga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon masyarakat terhadap pembangunan Rumah Majapahit di Kecamatan Trowulan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dimana nilai yang dihasilkan dilapangan dideskripsikan dalam pembahasan, Analisis data menggunakan teori Bloom dan diolah menggunakan skala likert, dimana respon masyarakat yang terdiri dari pengetahuan, sikap, dan tindakan memiliki hubungan dengan pendidikan dan tingkat pendapatan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, respon masyarakat terhadap pembangunan Rumah Majapahit di Kecamatan Trowulan masih cukup rendah. Berdasarkan hasil penelitian, masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan Rumah Majapahit sebagai homestay sebagaimana yang direncanakan oleh pemerintah. Pendidikan dan tingkat pendapatan memiliki hubungan dengan respon masyarakat. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin tinggi pula responnya, sedangkan semakin rendah tingkat pendapatan, maka respon terhadap pembangunan Rumah Majapahit semakin tinggi. Saran-saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah: (1) Strategi pemasaran Rumah Majapahit sebagai daya tarik baru di Kecamatan Trowulan perlu ditingkatkan. (2) Pelatihan mengenai pengelolaan dan pengembangan pariwisata penting untuk dijadikan bekal masyarakat sebagai pelaku pariwisata. (3) Inovasi baru perlu dilakukan dalam mengembangkan Rumah Majapahit sebagai objek pelengkap pariwisata.

    Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry 4E X 2 terhadap Kemampuan Berpikir Spasial Siswa SMA Negeri 4 Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Gracia, Novia. 2018. Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry 4E X 2 terhadap Kemampuan Berpikir Spasial Siswa SMA Negeri 4 Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budi Handoyo, M.Si, (II) Dr. Didik Taryana, M.Si.   Kata Kunci: model pembelajaran Inquiry 4E X 2, kemampuan berpikir spasial Pembelajaran geografi yang efektif menuntut pilihan model pembelajaran yang tepat. Salah satu diantara model pembelajaran tersebut yaitu inquiry 4E X 2. Model pembelajaran inquiry 4E X 2 adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa dimana siswa dalam membangun pengetahuannya dengan tahapan berpikir melalui kegiatan observasi ataupun penelitian. Kelebihan model pembelajaran inquiry 4E X 2  diantaranya mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pembelajaran lebih bermakna, pemahaman siswa terhadap pengetahuan lebih mendalam, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis.  Namun dalam pembelajaran geografi efektivitas model pembelajaran tersebut belum diketahui terutama terhadap kemampuan berpikir spasial. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan adanya pengaruh model pembelajaran inquiry 4E X 2 terhadap kemampuan berpikir spasial. Jenis penelitian adalah quasi experiment. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 4 Blitar. Rancangan yang digunakan pretest-posttest only control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu X IS 5 sebagai kelas eksperimen dan X IS 6 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian menggunakan soal esai yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitas. Soal esai diberikan sebelum dan sesudah perlakuan penelitian. Analisis data dilakukan dengan uji hipotesis menggunakan uji t (Independent Sample t-test). Analisis data penelitian menggunakan Uji Statistik Parametrik dengan bantuan SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian berdasarkan uji hipotesis diketahui bahwa nilai probabilitas 0,00

    Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA Islam Kepanjen

    No full text
    ABSTRAK   Prasetya, Dimas Laksana. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA Islam Kepanjen. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd. (II) Drs. Hendri Purwito, M.Si.   Kata Kunci: Model Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir Kritis. Problem Based Learning (PBL) merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berpikir tingkat tinggi, pembelajaran ini membantu siswa untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya. Model Problem Based Learning memiliki kelebihan yang berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran geografi kelas X SMAIslam Kepanjen. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen) menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian ini, yaitu dua kelas diantaranya, kelas X IPS 1 sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan dengan model Problem Based Learning dan kelas X IPS 2 sebagai kelas kontrol yang diberi perlakuan dengan model konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes essay sejumlah 5 butir soal yang mengacu pada indikator kemampuan berpikir kritis. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan tes yang dilakukan dua kali diberikan pada sebelum dan sesudah perlakuan. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis kelas yang menggunakan model Problem Based Learning mendapatkan nilai rata-rata lebih baik dibandingkan kelas yang tidak menggunakan model Problem Based Learning. Hasil analisis yang dilakukan didapatkan bahwa nilai probabilitas sebesar 0,016 atau lebih rendah dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya Model Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran geografi kelas X SMAIslam Kepanjen. Saran bagi guru untuk menerapkan di kelas terutama pada mata pelajaran geografi menggunakan model Problem Based Learning sebagai salah satu variasi model dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Bagi pihak sekolah, disarankan agar memberi dorongan pada kegiatan pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning khusunya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis disarankan untuk memberikan permasalahan, menyiapkan instrumen, dan perangkat pembelajaran.   SUMMARY Prasetya, Dimas Laksana. The Influence Of Problem Based Learning Model Towards Critical Thinking Ability Of Students In The Subjects Of Geography For Class X SMA Islam Kepanjen.Thesis. Study Program Of Geography Education, Faculty Of Social Science, State University Of Malang.Supervisor(I) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd. (II) Drs. Hendri Purwito, M.Si.   Keywords: Model Problem Based Learning, Critical Thinking Ability. Problem Based Learning (PBL) is an effective approach to the teaching process of higher-order thinking, the study helps students to process information that is already so in her mind and put together their own knowledge about the world and social surroundings.Problem Based Learning model has advantages that influence on ability of critical thinking. This research aims to know the influence model of Problem Based Learning towards critical thinking ability of students in the subjects of geography class X SMA Islam Kepanjen. This research included quantitative research with the kind of experimental research on pseudo (Quasi Experimental) using a Pretest-Posttest Control Group Design. The subject of this study, that istwo classes, class X IPS class 1 as experimental treatment with models of Problem Based Learning and Class X IPS 2 as the control class was given preferential treatment by conventional models. The instruments used in the form of essay tests a number of 5 grains of matter which refers to the indicators of the ability of creative thinking. The technique of data collection conducted using tests conducted two times given on before and after the treatment. Technique of data analysis using t-test with SPSS 16.0 for Windows. The results showed that the ability of the critical thinking classes that use the model of Problem Based Learning gets an average of better than a class which does not use the model of Problem Based Learning. The results of the analysis performed has been obtained that the value of the probability of 0.016 or less than 0.05. Based on these results it can be concluded that H0 is rejected and accepted meaning Model H1 Problem Based Learning effect on critical thinking ability of students in the Subjects of geography Class XSMA Islam Kepanjen. Suggestions for teachers to implement in classes on subjects especially geography using Problem Based Learning model as one of the variations of the model in the learning activities to enhance students ' thinking ability and avoid the boredom often experienced by students during this time.On behalf of the school, it is recommended that gives a boost in the learning activities using Problem Based Learning model especially for improving critical thinking ability of students. For further researchers who will do research on Problem Based Learning towards critical thinking ability are advised to give the problem, setting up the instrument, and the device instruction

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING MENGGUNAKAN LEMBAR KEGIATAN SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA KELAS X IIS 4 SMAN 1 LAWANG KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Pandu,Rizky. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing  Menggunakan Lembar KegiatanSiswa Pada Mata Pelajaran Geografi Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas X IIS 4 SMAN 1 Lawang Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) ArdyantoTanjung, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. YuswantiArianiWirahayu, M.Si.   Kata Kunci:Inkuiri terbimbing menggunakan LKS, kemampuan berpikir analitis Kemampuan berpikir analitis merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa dalam memecahkan suatu masalah. Siswa yang memiliki kemampuan berpikir analitis cenderung lebih pandai dengan daya nalar yang cukup dan dapat mencari solusi terhadap masalah yang dihadapinya.Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa siswa di kelas X IIS 4 SMAN 1 Lawang Kabupaten Malang, memiliki kemampuan berpikir analitis yang tergolong rendah. Kemampuanberpikiranalitis yang tergolongrendahtersebutterlihatdarihasilulanganharian pada materidasar-dasarpemetaan.Siswa yang tergolongrendahdan nilaidi bawah KKM sebanyak77,8%siswa. Hal inidisebabkansiswatidakterbiasamengerjakansoal-soalanalitis. Untuk memecahkan masalah pembelajaran tersebut salah satu model pembelajaran geografi yang dapat digunakanadalah pembelajaran InkuiriTerbimbing.Inkuiri Terbimbingakan dipadukan dengan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbingdipadukan dengan LKSdiharapkan mampu untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa kelas X IIS4 SMAN 1 Lawang. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari duapertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar tes kemampuan berpikir analitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menerapkan pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan LKS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Inkuiri Terbimbing menggunakan LKS ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis dengan nilai rata-rata sebesar 76,11 pada siklus I dan mengalami peningkatan nilai rata-rata sebesar 81,1 pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis inkuiridipadukan dengan LKSdapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa kelas X IIS4 SMAN 1 Lawang Kabupaten Malang. Berdasarkan kesimpulan diatas, dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut: (1) Bagi Guru Geografi, sebaiknya merancang pembelajaran dengan baik dan lebihtelitidalampenggunaanwaktu. (2) Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan Model pembelajaran Inkuiri Terbimbing menggunakan LKS dapat digunakan sebagai informasi untuk mengembangkan penelitian sejenis dalam lingkup yang lebih luas pada materi-materi lainnya.   SUMMARY   Pandu, Rizky. 2018. Implementation of Guided Inquiry Learning Model Using Student Activity Sheet on Geography Subjects to Increase Analytical Thinking Ability of Grade X Students of IIS 4 SMAN 1 Lawang Malang Regency. Thesis, Geography Department, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Malang. Supervisior:(1) ArdyantoTanjung, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. YuswantiArianiWirahayu, M.Si.   Keywords: Guided inquiry using LKS, analytical thinking ability The ability of analytical thinking is the basic skill of students that should be have in problem solving. Students who have analytical thinking skills tend to be more intelligent with reasoning skill and can find solutions to the problems they face. Based on the results of observations made, the results obtained that students ofGrade X IIS 4 SMAN 1 Lawang Malang Regency, had the ability to think analytically that were low. The students’ low analytical thinking ability indicated  from the daily assessment on  mapping basics subject. Students who were classified as low and their score were below the KKM (minimum mastering criterion), that was  77.8% of the students. This condition is causedof students are not used to doing analytical test. To solve the learning problem, one of the geography learning model that can be used is Guided Inquiry learning. Guided Inquiry will be integrated with Student Activity Sheet (LKS). With guided Inquiry learning model combined with the LKS is expected to be able to improve analytical thinking ability of students of Grade X IIS 4 SMAN 1 Lawang. This study includes a classroom action research consisting of two cycles, each cycle consisting of three meetings. The data collection techniquesconsist of analytical thinking ability test sheets. The purpose of this study is to improve students' analytical thinking ability by applying guided inquiry learning using LKS. The results of study showed that the guided Inquiry learning model using the LKS can improve analytical thinking ability with an average score of 76.11 in cycle I and an average score increase of 81.1 in cycle II. Thus, it can be concluded that the inquiry-based learning model combined with LKS can improve students' analytical thinking ability of Grade X IIS 4 SMAN 1 Lawang Malang Regency. Based on the above conclusions, it can be suggested some things as follows: (1) For Geography Teachers, should design the learning well and more thoroughly in the use of time. (2) For the next researcher, it is expected that Guided Inquiry Learning Model usingLKS can be used as information to develop similar research in wider scope on other materials

    Analisis Potensi Objek Wisata Pantai Serang Di Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Aji, Arif. 2018. Analisis Potensi Objek Wisata Pantai Serang Di Kabupaten Blitar. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd (2) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.   Kata kunci : potensi, strategi pengembangan Kabupaten Blitar adalah salah satu wilayah yang terletak di daerah selatan Provinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia, oleh sebab itu salah satu potensi yang dimiliki oleh Kabupeten Blitar adalah potensi pariwisata pantai. Sesuai dengan pasal 45 dalam PERDA Nomor 5 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Blitar maka objek wisata Pantai Serang menjadi salah satu objek wisata yang akan dikembangkan untuk menjadi sebuah objek wisata yang mampu bersaing dengan objek wisata lainnya, khususnya objek wisata di Kota Blitar, maka potensi yang ada ini seharusnya dapat dikelola dan dikembangkan dengan strategi yang tepat dan sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi potensi fisik dan non fisik objek wisata Pantai Serang dan (2) mengetahui arahan pengembangan yang tepat untuk pengembangan objek wisata Pantai Serang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini terbagi dalam tiga tahapan, tahap pertama adalah tahap observasi awal untuk memperoleh data awal mengenai kondisi terkini objek penelitian, tahap kedua merupakan tahap pengumpulan data, tahap terakhir adalah analisis data dengan menggunakan teknik scorring, tabulasi tunggal, dan SWOT. Hasil dari penelitian ini adalah (1) kondisi fisik dan non fisik objek wisata Pantai Serang sangat sesuai dan mendukung pengembangan Pantai Serang menjadi sebuah objek wisata, (2) Dengan menggunakan analisis SWOT dapat diketahui bahwa posisi objek wisata Pantai Serang berada dalam kuadran SWOT 1, yang berarti bahwa objek wisata dalam kondisi yang sangat baik dan berpeluang untuk dikembangkan, pengembangan yang tepat adalah dengan memaksimalkan potensi yang ada, baik potensi fisik maupun  non fisik, meningkatkan kenyamanan pengunjung, arahan strategi yang dapat dilakukan adalah mengikutsertakan masyarakat untuk bersama-sama memelihara dan melestarikan sumberdaya wisata Pantai Serang, dan membuka peluang pada pihak luar atau investor untuk menanamkan modalnya, terutama untuk pengadaan sarana dan prasarana pendukung objek wisata. Saran yang dapat diberikan adalah (1) untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar serta pihak pengelola objek wisata hendaknya lebih meningkatkan kinerjanya. Fasilitas merupakan salah satu unsur pengembangan yang tergolong kurang memadai, (2) untuk masyarakat sekitar diharapkan ikut berpartisipasi dalam pengembangan dan pelestarian objek wisata Pantai Serang, (3) pengunjung juga diharapkan ikut berpartisipasi dalam pengembangan objek wisata Pantai Serang, seperti dalam hal menjaga kebersihan dan penyebaran informasi

    Pengaruh Model Pembelajaran Discovery terhadap Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas X IPS 3 SMA Negeri Bandarkedungmulyo Jombang

    No full text
    RINGKASAN Pembelajaran dengan pendekatan saintifik dibutuhkan beberapa kemampuan diantaranya yaitu kemampuan berkomunikasi, kreatif dan juga berpikir kritis. Kemampuan-kemampuan ini termasuk ke dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi. Model pembelajaran discovery mendorong siswa untuk belajar sendiri secara mandiri, sebagaimana diungkapkan oleh Ilahi (2012). Pada dasarnya discovery tidak jauh berbeda dengan pembelajaran inquiry, namun pada discovery masalah yang diperhadapkan kepada siswa semacam masalah yang direkayasa oleh guru, sehingga siswa tidak harus mengerahkan seluruh pikiran dan keterampilannya untuk mendapatkan temuan-temuan pada suatu permasalahan. Pembelajaran secara aktif dapat meransang kemampuan kognitif siswa untuk berpikir yang lebih tinggi. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen) menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian ini, yaitu dua kelas yang memiliki kemampuan setara berdasarkan data nilai hasil ulangan yang didapatkan dari guru mata pelajaran geografi. Dua kelas tersebut diantaranya, kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan dengan model pembelajaran Discovery dan kelas XI IPS 3 sebagai kelas kontrol yang diberi perlakuan dengan model konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes essay sejumlah 5 butir soal yang mengacu pada indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan tes yang dilakukan dua kali diberikan pada sebelum dan sesudah perlakuan. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi kelas yang menggunakan model pembelajaran Discovery mendapatkan nilai rata-rata lebih baik dibandingkan kelas yang tidak menggunakan model pembelajaran Discovery. Hasil analisis yang dilakukan didapatkan bahwa nilai probabilitas sebesar 0,003 atau lebih rendah dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat pengaruh signifikan penerapan model pembelajaran Discovery terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi pada pembelajaran geografi iswa kelas XI IPS SMAN Bandarkedungmulyo Jombang

    PENGARUH FAKTOR SOSIAL, EKONOMI DAN DEMOGRAFI TERHADAP MIGRASI SIRKULER DI KECAMATAN BEKASI UTARA KOTA BEKASI

    No full text
    Kota Bekasimerupakansalahsatukota yang terdapat di provinsiJawa Barat, kotainimempunyaiperananpentingdalamsektorekonomi. Makatidakheranapabilakotainimenjadikotatujuanuntukparamigran, tidakterkecualiparamigransirkuler. Kasusmigrasimasuk yang terjadi di Kota BekasilebihbanyakterjadipadaKecamatanBekasi Utara. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruhfaktorsosial, ekonomi, dandemografiterhadap lama migrasisirkuler, di KecamatanBekasi Utara Kota Bekasi.Penelitianinimerupakanpenelitiankuantitatif, denganmetodewawancara.Populasidalampenelitianiniadalahpendudukpendatangdariluar Kota Bekasidanmenetapsementaradenganjangkawaktu>1hari sampa

    Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas XI IPS 2 MAN Kota Batu pada Materi Mitigasi Bencana Alam

    No full text
    RINGKASAN Berdasarkan hasil observasi awal yang dilaksanakan masing-masing pada tanggal 22 Januari 2018 dan 1 Februari 2018 diketahui bahwa pembelajaran masih belum melibatkan siswa secara aktif untuk berpikir kreatif. Hal tersebut ditandai seringnya siswa menjawab pertanyaan dengan jawaban yang diulang-ulang dan seragam antara jawaban siswa yang satu dengan lainnya, selain itu berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir tingkat tinggi (berpikir analitis dan kreatif) siswa pada tahap pra tindakan masih rendah atau dibawah nilai KKM (≥75). Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas XI IPS 2 MAN Kota Batu pada materi mitigasi bencana alam dengan menerapkan model Problem Based Learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang pada pelaksanaannya dilakukan dalam dua siklus (setiap siklus terdiri atas dua pertemuan). Subjek penelitian yaitu siswa kelas XI IPS 2 pada semester genap tahun ajaran 2017-2018 MAN Kota Batu yang berjumlah 36 siswa. Data hasil kemampuan berpikir kreatif siswa diperoleh berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kreatif sesuai dengan indikator yang diadopsi dari Munandar (berpikir lancar, luwes, orisinil, dan elaborasi) yang dibagikan pada pertemuan kedua siklus I dan siklus II. Tes kemampuan berpikir kreatif menunjukkan adanya peningkatan keberagaman jawaban, panjang kalimat yang digunakan, adanya gagasan atau pengetahuan baru, ketidaklaziman jawaban, dan kekayaan kalimat yang bersumber dari emosi dan empati siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa pada pra tindakan, siklus I, dan siklus II setelah adanya perlakuan. Diperoleh nilai rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa pada pra tindakan sebesar 68,5 untuk siklus I sebesar 75,36 dan siklus II sebesar 88,33 dengan peningkatan dari pra tindakan ke siklus I sebesar 10,01% sedangkan dari siklus I ke siklus II sebesar 17,21%

    Penerapan Model Group Investigation (GI) Berbantuan Media Video Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IPS 1 Di SMA Negeri 7 Malang

    No full text
    RINGKASAN Bobinsyah, Muhammad Firman. 2018. Penerapan Model Group Investigation (GI) Berbantuan Media Video Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IPS 1 Di SMA Negeri 7 Malang. Skripsi. Jurusan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: 1) Dr. Budi Handoyo, M.Si, 2) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si.   Kata kunci : Model Group Investigtion, Kemampuan Berpikir Kritis, Media Video. Siswa kelas XI IPS 1 SMAN 7 Malang diketahui memiliki beberapa permasalahan di kelas. Permasalahan kelas ini diketahui setelah melakukan kegiatan KPL pada kelas tersebut selama 8 pertemuan. Berdasarkan pertemuan yang dilakukan diketahui permasalahan yang ada ialah: (1) antusiasme siswa untuk berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran masih kurang yang dinilai berdasarkan indikator berpikir kritis; (2) indikator-indikator kemampuan berpikir kritis masih kurang diterapkan serta jarang untuk dilatih; (3) Pembelajaran kerapkali hanya menggunakan metode ceramah sehingga membuat siswa mudah bosan. Ketiga permasalahan tersebut mempengaruhi faktor-faktor kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan adanya penerapan model GI serta untuk mengetahui seberapa besar media video membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah kelas XI IPS 1 SMAN 7 Malang dengan jumlah siswa 36 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa: 1) lembar observasi, 2) catatan lapangan, 3) soal tes kemampuan berpikir kritis. Analisis data menggunakan pendekatan PAP (Pedoman Acuan Patokan) dan data yang diolah merupakan hasil dari tes pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model GI berbantuan media video dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS 1 SMAN 7 Malang. Peningkatan kemampuan berpikir kritis tersebut dapat diketahui dari hasil pelaksanaan tes kemampuan berpikir kritis siswa siklus I dan II. Rata-rata hasil tes kemampuan berpikir kritis pada siklus I adalah 68,18 dan 75,29 pada siklus II. Persentasi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 17,11%. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada peningkatan keaktifan siswa. Peningkatan terjadi karena penerapan model GI dengan berbantuan media video. Media video mampu memberikan motivasi siswa dalam pembelajaran. Jadi, penerapan model GI berbantuan media video mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan keaktifan siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 7 Malang

    0

    full texts

    1,629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇