SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1629 research outputs found

    Proyeksi Penduduk dan Kebutuhan Perumahan di Kecamatan Kanigoro Tahun 2017-2027

    No full text
    ABSTRAK   Azila Octafani, Sausan Nadza. 2018. Proyeksi Penduduk dan Kebutuhan Perumahan di Kecamatan Kanigoro Tahun 2017-2027. Skripsi, Program Studi Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Singgih Susilo, M.Si., M.S., (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si. Kepadatan penduduk merupakan salah satu faktor penghambat dalam perencanaan pembangunan dan peningkatan infrastruktur suatu negara. Jumlah penduduk bumi pada tahun 2015 telah mencapai angka 7,2 milyar dan di perkirakan pada tahun 2050 penduduk bumi akan mencapai angka 9,3 milyar. Kecamatan Kanigoro merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terpadat di Kabupaten Blitar. Meningkatnya jumlah penduduk di Kecamatan Kanigoro berdampak meningkatnya kebutuhan perumahan di wilayah tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan perumahan diperlukan proyeksi penduduk untuk perencanaan kebutuhan perumahan di Kecamatan Kanigoro untuk masa yang akan datang. Penelitian ini berfokus pada tingkat kebutuhan perumahan seiring dingan meningkatnya jumlah penduduk di Kecamatan Kanigoro. Selain itu, proyeksi kebutuhan perumahan juga ditujukan untuk merencanakan kebijakan pada masa yang akan datang dalam bidang perumahan. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode kajian pustaka dan data yang diperoleh merupakan data sekunder. Untuk mengetahui jumlah kebutuhan penduduk sebelumnya dilakukan proyeksi penduduk dengan metode geometrik, dan menggunakan analisis kebutuhan perumahan untuk mengetahui jumlah kebutuhan perumahan penduduk. Hasil analisis memaparkan pada proyeksi penduduk tahun 2017 jumlah penduduk Kecamatan Kanigoro sebesar 77040 jiwa dan pada hasil proyeksi tahun 2027 meningkat sebesar 87316 jiwa atau meningkat sebesar 18,87% dari penduduk awal di Kecamatan Kanigoro. Dari meningkatnya jumlah penduduk disertai dengan peningkatan kebutuhan perumahan. Kebutuhan perumahan pada tahun 2017 sebesar 19260 unit dan pada tahun 2027 meningkat sebesar 21289 unit atau meningkat sebesar 35,79%. Dan peningkatan kebutuhan akan lahan untuk perumahan pada tahun 2017 seluas 173,34 Ha dan meningkat seluas 196,46 Ha pada tahun 2027. Dapat diambil simpulan bahwa semakin meningkatnya jumlah penduduk, diiringi oleh kebutuhan perumahan dan kebutuhan lahan untuk perumahan semakin meningkat

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 TALUN KABUPATEN BLITAR

    No full text
    ABSTRAK   Dewanata, Alvin. 2018. Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation (Gi) Pada Mata Pelajaran Geografi Terhadap Keaktifan Belajar Siswa Kelas XI IPS Sma Negeri 1 Talun. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.   Kata Kunci: Group Investigation (GI), Keaktifan Belajar Siswa Model pembelajaran kooperatif Group Investigation merupakan salah satu bentuk model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia. Kemampuan dalam memecahkan masalah dengan investigasi akan mempengaruhi keaktifan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh Group Investigation (GI) terhadap keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Geografi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy experiment) yang termasuk rancangan penelitian kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 72 orang siswa dengan rincian 36 siswa kelas XI IIS 1 sebagai kelas control dan 36 siswa kelas XI IIS 2 sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah angket keaktifan belajar. Teknik analisis data menggunakan Uji t untuk mengetahui pengaruh dari model pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap keaktifan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan keaktifan belajar siswa berdasarkan hasil analisis uji t terdapat keaktifan belajar siswa dengan hasil Sig. (2-tailed) adalah 0.001. Dari hasil yang diperoleh tersebut nilai probabilitasnya dari mean kelas kontrol (24,9) dengan kata lain H0 ditolak. Dari hasil uji tersebut dijelaskan jika tingkat keaktifan belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol hal ini dapat dilihat dari hasil Sig. dan dari nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis penelitian, dapat disimpulkan bahwa  model pembelajaran Group Investigation (GI) berpengaruh terhadap keaktifan belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Talun Kabupaten Blitar

    UjiAkurasi Data FotoUdaraHasilPemotretandenganWahana UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Di Sebagian Daerah AliranSungai Senowo, DesaKrinjing, LerengAtasGunungMerapi, KabupatenMagelang.

    No full text
    RINGKASAN   Wibowo,AdipWahyu. 2018.UjiAkurasi Data FotoUdaraHasilPemotretandenganWahana UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Di Sebagian Daerah AliranSungai Senowo, DesaKrinjing, LerengAtasGunungMerapi, KabupatenMagelang. Skripsi.Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1)Drs Rudi Hartono, M.Si, (2) Ike Sari Astuti, S.P, M.Nat.Res.St, Ph.D Kata Kunci : FotoUdara Format Kecil ,Ortofoto, WahanaPesawat UAV Penelitianinibertujuanuntukmengkajiakuisisi data Fotoudara format kecildenganwahanapesawat UAV sertamenampilkanortofotountukekstraksi data ketinggian. Area penelitiandilakukan di daerahGunungMerapi yang tempatnya di sebagian Sungai Senowo, wahana yang digunakanadalahpesawat UAV  dengantipefixed wing yang mempunyaibentangsayap 1500 mm danberatterbang 1000 gram sertajarakjelajah 18 km. Sensor yang digunakanadalahKameranon metric digital (Canon PowerShot A2500). Metode fotogrametri menggunakan Wahana UAV  sudah menjadi  alternatif  dalam rangka penyedia informasi geospasial. Dalam pelaksanaannya  fotogrametri  menggunakan UAV dilengkapi dengan kamera nonmetrik atau Foto Udara Format Kecil guna mereduksi biaya kegiatan pemetaan. Kamera non metrik pada awalnya tidak didesain untuk kegiatan pemetaan,sehingga kegiatan pemetaan dengan metode fotogrametri menggunakan UAV perlu dilakukan kajian akurasi horisontal dan vertikal. Kajian akurasi ini dilakukan denganmengacu pada ketelitian geometri peta Rupa Bumi Indonesia (RBI). Hasil dari penelitian ini adalahpengujianakurasiberdasarkanperbandingannilaikoordinattitikujidenganhasilpengolahanfotoudaradidapatkan RMSE horisontalsebesar0.034m dan RMSE vertikalsebesar0.598 mdengannilaiakurasi 98 %. Nilai RMSE digunakanuntukmenentukannilaiCircural Error 90 (CE90) danLinear Error (LE90).Nilaiyang diperoleh CE90 sebesar 0,25 m dannilai LE90 sebesar 0,99 m. Ketelitianpetaortofoto yang dapatdibuatadalahskala1: 2.500padakelas 1 untukketelitianhorisontaldanskala1:5.000 padakelas 1 untukketelitianvertikal. Olehsebabitudalampemilihanpetaortofotoskala optimal yang disarankanadalahSkala1 : 5.000

    Pengembangan Buku Teks Geografi Materi Sumber Daya Alam Model Buku Essentials of Geology

    No full text
    RINGKASAN Ilmi, N. Safira. B. 2018. Pengembangan Buku Teks Geografi Materi Sumber Daya Alam Model Buku Essentials Of Geology. Skripsi, Jurusan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budi Handoyo, M.Si. Anggota (II) Drs. Hendri Purwito, M.Si.   Kata Kunci: Buku Teks, Sumber Daya Alam Pengembangan buku teks geografi materi sumber daya alam model buku Essentials of Geology perlu dilakukan karena terdapat beberapa kekurangan pada buku teks geografi yang digunakan siswa SMA kelas XI di Kota dan Kabupaten Blitar. Beberapa kekurangan yang dapat dicermati terletak pada Bab III yaitu materi sebaran dan pengelolaan sumber daya alam diantaranya: (1) konten buku teks didominasi oleh fakta/data, (2) kesalahan penggunaan tanda baca dan kosa kata, (3) susunan kalimat dan paragraf yang kurang tepat, (4) kesalahan konsep. Buku teks geografi model buku Essentials of Geology adalah pedoman belajar geografi yang merujuk pada penulisan buku Essentials of Geology, meliputi: aspek isi, penyajian, dan kegrafikaan. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan produk buku teks geografi SMA kelas XI tentang sebaran dan pengelolaan sumber daya alam menggunakan buku Essentials of Geology sebagi model pengembangan. Produk buku teks yang dikembangkan memuat materi sebaran dan pengelolaan sumber daya kehutanan, pertambangan, kelautan, dan pariwisata sesuai prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Buku teks ini diharapkan dapat digunakan sebagai pegangan dan penunjang pembelajaran, serta membantu siswa agar lebih memahami materi sumber daya alam. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan, dan menggunakan model ADDIE sebagai acuan pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh siswa memahami isi buku teks geografi materi sumber daya alam model buku Essentials of Geology. Hal tersebut diketahui melalui pelaksanaan tes pemahaman yang dilakukan di lapangan. Tingkat pencapaian hasil tes pemahaman mencapai 81-100%. Dengan demikian, buku teks geografi materi sumber daya alam model buku Essentials of Geology dinilai telah layak digunakan dan tidak memerlukan tahap revisi akhir

    Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Keterampilan Geografi Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IPS 3 SMAN 1 Batu

    No full text
    RINGKASAN Prafianto, Ahmad. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Keterampilan Geografi Siswa Kelas XI IPS 3 SMAN 1 Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si, (2) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si.   Kata Kunci: model Project Based Learning, keterampilan geoografi, mata pelajaran geografi. Pembelajaran Geografi di sekolah masih ditemukan berbagai kekurangan, salah satunya rendahnya keterampilan geografi siswa seperti yang terjadi di kelas XI IPS 3 SMAN 1 Batu. Hasil observasi yang dilaksanakan selama KPL menunjukan keterampilan geografi siswa rendah. Permasalahan tersebut muncul karena siswa tidak merasa terlibat langsung dalam pembelajaran. Selain itu kurangnya variasi dalam metode pembelajaran juga dapat menyebabkan rendahnya keterampilan geografi siswa. Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan geografi siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) meupakan model pembelajaran yang memdorong siswa untuk mampu memevahkan masalah di sekitar mereka sehingga siswa merasa ikut berperan aktif selama pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan geografi siswa dengan menerapkan mpdel pembelajaran Project Based Learning ( PJBL). Penelitian  ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas melalui dua siklus. Setiap silus terdiri dari 2 pertemuan  dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, pengtamatan dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah 27 siswa kelas XI IPS 3 SMAN 1 Batu. Penelitian ini menggunakan sumber data primer yang langsung diperoleh dari subyek penelitian. Pengumpulan data keterampilan geografi siswa menggunakan soal tes essai sebanyak 5 butir soal. Soal tes keterampilan geografi dibuat ol;eh peneliti yang dikembangkan dari indikator keterampilan geografi dan diberikan di setiap akhir siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning (PjBL)  dapat meningkatkan keterampilan geografi siswa. Hasil nilai rata-rata keterampilan geografi siswa pada siklus I mencapai 67,4. Sedangkan pada pelaksanaan siklus II nilai rata-rata keterampilan geografsi siswa mengalami peningkatan menjadi 76,66. Berdasarkan hasil tersebut menunjukan adanya peningkatan keterampilan geografi siswa sebesar 9,26 atau dengan presentase14%. Penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat disimpulkan mampu untuk meningkatkan keterampilan geografi siswa kelas XI IPS 3 SMAN 1 Batu pada materi Menganalisis jenis dan penanggulangan bencana alam melalui edukasi , kearifan lokal, dan pemanfaatan teknologi modern

    Identifikasi Faktor Penyebab Rendahnya Minat Memilih Mata Pelajaran Geografi Siswa Lintas Minat se-Kota Malang

    No full text
    RINGKASAN Nashruddin, Muhammad. 2018. Identifikasi Faktor Penyebab Rendahnya Minat Memilih Mata Pelajaran Geografi Siswa Lintas Minat se-Kota Malang. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I).Dr. Budi Handoyo, M.Si, (II). Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si. Kata Kunci: Minat yang Rendah, Mata Pelajaran Geografi Minat siswa dalam memilih mata pelajaran geografi lintas minat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia tergolong rendah. Kota Malang merupakan salah satu kota besar di Indonesia, beberapa SMA Negeri yang memiliki peminat geografi berbeda, dari yang tinggi hingga yang rendah. Tinggi atau rendahnya minat memilih mata pelajaran geografi tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Fator minat siswa dibagi menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor penyebab minat yang rendah dalam memilih mata pelajaran geografi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri Se-Kota Malang dengan sample yang dipilih adalah siswa yang tidak memilih mata pelajaran geografi pada kelas peminatan yang terrendah pada 3 sekolah. Penelitian ini dirancang menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri se-Kota Malang yang tidak memilih mata pelajaran geografi terrendah pada 3 sekolah yang berjumlah 793. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional sampling, yaitu cara pengambilan sample dari tiap sub populasi dengan membandingkan besar kecilnya sub-sub populasi tersebut. Sample yang di ambil yaitu 10% dari populasi berjumlah 71 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dengan skala Likert dan dianalisis melalui analisis deskriptif. Variabel penelitian ini adalah minat yang rendah dalam memilih mata pelajaran geografi. Variabel tersebut terdiri dari faktor psikologis, intelegensi, keluarga, sekolah, dan lingkungan. Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor penyebab minat yang rendah dalam memilih mata pelajaran geografi siswa lintas minat di SMA Negeri se-Kota Malang adalah faktor psikologi berjumlah 47,8% dan faktor inteligensi berjumlah 33,80%. Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa hal yang wajib dijadikan perhatian bagi pihak yang terkait: (1). Bagi guru, hendaknya memberikan pengarahan bagaimana pentingnya mempelajari geografi, dan memberikan motivasi kepada siswa, dengan memberikan arahan-arahan kepada siswa tentang kesuksesan juga bisa ditempuh dengan mempelajari geografi. (2). Bagi Sekolah, hendaknya meberikan penyuluhan bagaimana pentingnya ilmu geografi dalam kehidupan sehari-hari. (3). Bagi Peneliti Selanjutnya, disarankan untuk peneliti selanjutnya melakukan penelitian lebih lanjut, misalnya tentang siswa di kelas peminatan geografi, pentingnya mempelajari geografi, dan motivasi untuk menarik siswa dalam memilih mata pelajaran geografi

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X IIS 1 MA NASRUDDIN DAMPIT KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAKMaulana, Achmad Rizal. 2018 Penerapan Model Pembelajaran Discovery Pada Mata Pelajaran Geografi Untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Peserta Didik Kelas X IIS 1 MA Nasruddin Dampit Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Falkutas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd. (II) Dr. DidikTaryana, M.Si.Kata Kunci: Model PembelajaranDiscovery, KemampuanMemecahkanMasalah.Peningkatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik dalam pelaksanaan aktivitas, Model Pembelajaran yang berkaitan dengan pendekatan saintifik berkaitan dengan penemuan yaitu model pembelajaran Discovery yang meliputi (1) Stimulation (Stimulasi atau pemberian rangsangan), (2) Problem statement (pertanyaan atau identifikasi masalah), (3) Data Collection (Pengumpulan Data), (4) Data Processing (Pengelohan Data), (5) Verification (Pembuktian), (6) Generalisation (Menarik Kesimpulan atau Generalisasi).Menerapkan model pembelajaran discovery dengan mengaitkan kemampuan memecahkan masalah terdapat langkah-langkah kegiatan yang dilakukan untuk memecahkan masalah pada penelitian ini dengan (1) mengidentifikasi masalah, (2) merumuskan masalah, (3) menganalisis masalah, mencari solusi, (4) serta memecahkan dan menyelesaikan masalah.Subjek penelitian ini dilakukan dengan 2 siklus. Satu siklus terdiri dari satu kali pertemuan. Masing-masing pertemuan terdiri dari tiga jam pelajaran. Alokasi waktu 3 jam pelajaran adalah 3 X 45 menit dengan menggunakan model pembelajaran Discovery diakhiri test soal essay berkaitan dengan kemampuan memecahkan masalah. Penelitian yang akan dilakukan yakni, tindakan kelas (PTK) digambarkan sebagai suatu proses yang dinamis meliputi aspek perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.Penerapan model pembelajaran Discovery untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah mengalami peningkatan rata-rata nilai sebelum melakukan tindakkan kelas sebesar 64,89 hingga kemampuan memecahkan peserta dari siklus I sebesar 76,43 sampai ke siklus II sebesar 78,07 mengalami peningkatan sebesar 1,64 Persentase peningkatan kemampuan memecahkan masalah peserta didik dari siklus I ke siklus II sebesar 2,15%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery mata pelajaran geografi mampu meningkatkan kemampuan memecahkan masalah peserta didik kelas X IIS I MA Nasruddin Dampit Kabupaten Malang. Peneliti selanjutnya harus mempersiapakan kegiatan dalam pelaksanaan pra siklus, siklus I hingga siklus selanjutnya, agar para peserta didik tidak cepat bosan dalam kelas dengan melakukan, game dan tantangan agar para peserta didik berpusat pada guru dan fokus dalam proses belajar mengajar

    Pengembangan Sistem Informasi Pencarian Lokasi Berbasis Platform Android untuk Fasilitas Kesehatan di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kata kunci : Sistim Informasi, MobileGIS, Android, Fasilitas Kesehatan, SDK   Kota Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Kota Malang terdapat beberapa apotek, klinik dan puskesmas yang tersebar merata di Kota Malang, namun  informasi lokasi yang terdekat kurang diketahui masyarakat. Informasi jumlah fasilitas kesehatan yaitu 132 apotek, 47 klinik dan 15 puskesmas. Informasi pelayanan kesehatan berguna bagi masyarakat dalam keadaan mendesak, menunjang efisiensi waktu dan jarak tempuh. Mengetahui lokasi dengan mudah juga dapat merencanakan rute yang diinginkan sesuai kemapuan untuk menuju lokasi tersebut. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem informasi geografi berbasis mobileGIS, menggunakan data fasilitas kesehatan di Kota Malang sebagai objek pemetaan. Pembatasan objek pemetaan meliputi apotek, klinik dan puskesmas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah (research and development) Presman dengan model waterfall, yaitu model klasik yang bersifat sistematis, berurutan dalam membangun aplikasi. Bentuk mobileGIS dipilih pada penelitian ini dikarenakan lebih praktis dan mobile (mudah dibawa kemana mana) dalam menyajikan informasi pada penelitian ini. Sistem informasi ini dibuat menggunakan Software Development Kit (SDK), yaitu Android Studio. Android Studio dipilih sebagai software pembangun karena sasaran produk penelitian ini adalah aplikasi untuk handphone Android. Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk mobileGIS berbasis platform Android yang di dalamnya memuat informasi fasilitas kesehatan dari apotek, klinik dan puskesmas di Kota Malang. Bentuk aplikasi dari penelitian ini berupa menu menu yang menyajikan informasi faskes secara terpisah baik dari menu apotek, menu klinik dan menu puskesmas. Produk aplikasi ini diuji coba fungsi oleh peneliti dan semua menu berfungsi dengan baik. Produk aplikasi ini juga di uji kelayakan oleh ahli media dinyatakan sangat layak. Ujicoba pemakaian juga dilakukan oleh beberapa mahasiswa Geografi Universitas Negeri Malang dan didapat hasil kesesuaian informasi yang dibutuhkan dengan penggunaan para responden

    KONTRIBUSI PENDAPATAN PEDAGANG PONDOK PESANTREN SALAFIYAH BIHAARU BAHRI ‘ASALI FADLAAIR RAHMAH TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA SANANREJO KECAMATAN TUREN KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Nidya Novitasari R.E. 2015. Kontribusi Pendapatan Pedagang Pondok Pesantren Salafiyah Biharu Bahri Asali Fadlailir Rahmah Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Desa Sananrejo Kecamatan Turen . Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Singgih Susilo, M.S, M.Si (II) Drs. Marhadi Slamet K, M.Pd   Kata kunci: kontribusi pendapatan   Di era yang semakin modern ini, pariwisata sedang menjadi bahan pembicaraan serta menjadi suatu tren bagi masyarakat di seluruh dunia. Semua belahan masyarakat ingin melakukan kunjungan ke tempat-tempat yang baru atau tempat yang sedang dibicarakan oleh sebagian besar masyarakat luas.Sektor pariwisata mempunyai peranan penting dalam meningkatkan devisa negara. Selain itu pariwisata membuka peluang untuk menambah lapangan pekerjaan. Sebagai salah satu daerah wisata yang mampu menyerap tenaga kerja di desa Sananrejo Pondok Pesantren Salafiyah Biharu Bahri Asali Fadlailir Rahmah terletak di Desa Sananrejo Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Pondok pesantren ini banyak diminati wisatawan dikarenakan bentuk bangunan yang unik dan megah. Secara umum kondidi social ekonomi di Desa Sananrejo tergolong rendah dilihan dari banyaknya penduduk yang hanya menempuh pendidikan sekolah dasar dan mempunyai pendapatan yang rendah. Penelitian ini dilakukan untuk (1) mendeskripsikan Karakteristik pedagangdi pondok pesantren (2) Mengetahui bfaktor-faktor yang mempengaruhi besarnya pendapatan pedagabg (3)mendeskripsikan besarnya kontribusi pendapatan pedagang di Pondok Pesantren Salafiyah Biharu Bahri Asali Fadlailir Rahmah. Penelitianini termasuk penelitian expos facto dengan menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang di Pondok Pesantren Salafiyah Biharu Bahri Asali Fadlailir Rahmah. Teknik pengambilan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tabulasi tunggal dan tabulasi silang. Hasil Penelitian Menunjukkan pedagang di Pondok Pesantren Salafiyah Biharu Bahri Asali Fadlailir Rahmah termasuk usia produkif.dan berstatus menikah. Pendidikan yang di tempuh sebagian bsar adalah Sekolah Dasar (SD). Sebagian besar pedagang bestatus sebagai ibu rumah tangga. Pendapatan bersih yang diperoleh pedagang di Pondok Pesantren Salafiyah Biharu Bahri Asali Fadlailir Rahmah antara 1.000.000-< 2.000.000. Sebagian besar pedagang memberikan sedang yaitu sebesar 33-64 % dari seluruh pendapatan total keluarganya. Faktor banyaknya tanggungan tidak ada pengarug dengan besarnya pendapatan bersih pedagang, sedangkan banyaknya curahan waktu dan jenis barang dagangan memmpunyai hubungan dengan besarnya pendapatan pedagang. Semakin lama waktu berdagang makan akan semakin besar pendapatan yang diperoleh, dan pakaian merupakan jenis barang dagangan yang mampu memberikan pendapatan secara maksimal kepada pedagang

    analisis Kawasan Genangan Banjir Menggunakan Metode Hec Ras Di DAS Penguluran Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK Erianto, Dwi. 2018. Analisis Kawasan Genangan Banjir Menggunakan HEC RAS Di DAS Penguluran Hilir Kabupaten Malang .Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Didik Taryana , M.Si, (II) Drs Rudi Hartono, M.Si.Kata Kunci: Genangan Banjir, HEC RASPermasalahan banjir di Desa Sitiarjo disebabkan kondisi geomorfologi yang merupakan dataran banjir menyebabkan potensi banjir semakin besar.Desa Sitiarjo merupakan daerah pertemuan antara sungai Bambang dan Sungai Penguluran sehingga konsentrasi air yang berlebih pada wilayah tersebut menjadi daerah yang rawan tergenang oleh air ketika sungai meluap.Selain itu kondisi sungai yang mengalami penyempitan(bottle neck)pada bagian tengah sungai dan melebar kembali pada bagian hilir menyebabkan luapan air ketika banjir terjadi. Penelitian ini bertujuan (1)Untuk mengetahui debit puncak banjir periode 2,5,10, 25, 50 dan 100 tahun, untuk mengetahui agihan kawasan genangan banjir (2) Untuk mengetahui agihan kawasan genangan banjir berdasarkan debit puncak banjir periode 2,5,10,25, 50 dan 100 tahun dan (3) Untuk mengetahui apakah prediksi sesuai dilapangan.Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan  pengukuran dilapangan untuk mengetahui kondisi eksisting di lapangan. Teknik pengumpulan data dibagi menjadi 2 pengukuran dan dokumentasi lapangan dimana pengukuran untuk data lapangan dan dokumentasi untuk memproleh data sekunder. Tahap analisis data dibagi menjadi 3 tahapan (1) analisis hidrologi untuk analisis debit puncak banjir (2) analisis hodrolika untuk memperoleh data kapasitas tampungan menggunaka HECRAS (3) analisis kawasan genangan untuk pembuatan peta genangan banjir periode ulang dengan software HEC GEORAS.Hasil penelitian terdapat 3 bagian  (1) debit puncak banjir periode ulang 2, 5, 10, 25 dan 100 dari analisis hidrologi diperoleh masing-masing 311,91 m3/detik, 362,83 m3/detik, 503,31 m3/detik, 593,44 m3/detik, 658,12  m3/detik dan 720,85 m3/detik. dai masing-masing periode diketahui semakin besar periode ulang semakin tinggi debit banjir yang terjadi .(2) Dari analisis genangan banjir genangan terluas berada pada RS 500 mencapai 575.57 m2 pada periode ulang 2 tahun, periode ulang 5 tahun mencapai 605.65 m2, pada periode ulang 10 tahun mencapai 676.4 m2, pada periode ulang 25 tahun mencapai 717.41 m2 , pada periode ulang 50 tahun mencapai 745.27 m2, dan pada periode ulang 100 tahun mencapai 771.44 m2.(3) Berdasarkan hasil validasi simulasi banjir eksisiting dengan hasil survey saat kejadian banjir  terdapat perbedaanketinggian sekitar 15 cm.Saran yang diajukan berdasarkan penelitian ini adalah: (1) Debit puncak banjir dapat dikurangi dengan meningkatkan kapasitas tampungan seperti pelebaran sungai Selain itu dapat dilakukan pembangunan  terhadap tanggul-tanggul sungai. Dan Peneliti selanjutnya diharapakan dapat melakukan  perhitungan debit puncak dengan menggunkan metode-metode lain seperti menggunakan metode hidograf satuan. Karena hasil dari perhitungan metode hidograf satuan lebih akurat (2) Peta kawasan genangan banjir dapat digunakan sebagai acuhan kepada pemerintah atau badan penanggulangan bencana untuk melakukan skala prioritas penanganan saat kejadia

    0

    full texts

    1,629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇