SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
1629 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Siswa Geografi SMAN Tempeh
ABSTRAKWahyudi, Agung. 2019. Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Siswa Geografi Kelas XI SMAN Tempeh. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, (II) Purwanto, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Model Pembelajaran, Probem Based Learning (PBL), Hasil Belajar.Model problem Based Learning (PBL) menggunakan masalah nyata sebagai rangsangan belajar siswa. Model PBL melatih siswa untuk memecahkan masalah dan meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa. Penggunaan model PBL dalam penelitian ini diduga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pelestarian lingkungan hidup.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bahwa model PBL berpengaruh terhadap hasil belajar siswa geografi pada materi pelestarian lingkungan hidup kelas XI IPS SMAN Tempeh. Rumusan pada penelitian ini yaitu apakah ada pengaruh model PBL terhadap hasil belajar ranah kognitif siswa materi pelestarian lingkungan hidup. Dengan tujuan dan rumusan masalah tersebut, maka diambil hipotesis bahwa model PBL berpengaruh terhadap hasil belajar siswa geografi. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XI SMAN Tempeh Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang pada tahun ajaran 2017/2018 yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas XI IPS 4 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 1 sebagai kelas kontrol. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan instrumen penelitian berupa 5 butir soal tes esai yang telah disesuaikan indikator pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah Independent t-test dengan bantuan program SPSS 21.0 for windows. Uji-t digunakan untuk mengetahui pengaruh model PBL terhadap hasil belajar siswa geografi dari data gainscore selisih hasil pra tes dan pasca tes.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh signifikan model PBL terhadap hasil belajar geografi. Rata-rata nilai kelas eksperimen lebih tinggi yaitu 7,68 dibanding rata-rata nilai kelas kontrol yaitu 7,29. Hasil perhitungan uji hipotesis Sig.(2-tailed) diperoleh 0,044 < 0,05. Berdasar hal tersebut, H1 ”model PBL berpengaruh terhadap hasil belajar geografi siswa kelas XI SMAN Tempeh” diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan bahwa model PBL berpengaruh terhadap hasil belajar siswa geografi kelas XI IPS SMAN Tempeh. Beberapa saran yang diberikan antara lain: 1) Bagi guru, model PBL sebaiknya digunakan pada materi yang banyak mengandung masalah seperti pelestarian lingkungan hidup, dinamika kependudukan, pemanfaatan sumberdaya alam, 2) Bagi guru, disarankan menggunakan model PBL sebagai alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya pada kompetensi memecahkan masalah, 3) Bagi peneliti lain, perlu menguji model Problem Based Leaning (PBL) terhadap variabel lain serta pada lokasi, jenjang pendidikan, atau materi yang berbeda
Validasi Buku Teks Geografi Kelas XI pada Kompetensi Dasar Menganalisis Sebaran Flora dan Fauna di Indonesia dan Dunia Berdasarkan Karakteristik Ekosistem
RINGKASAN Wijayanti, Setia. 2019. Validasi Buku Teks Geografi Kelas XI pada Kompetensi Dasar Menganalisis Sebaran Flora dan Fauna di Indonesia dan Dunia Berdasarkan Karakteristik Ekosistem. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si. (2) Drs. Rudi Hartono, M.Si. Kata Kunci: Validasi, Buku Teks, Kompetensi Dasar Buku teks berperan penting sebagai bahan ajar dalam kegiatan pembelajaran. Buku teks yang benar harus memenuhi keseluruhan aspek dalam buku teks. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka perlu dilakukan validasi pada buku teks. Validasi adalah pengamatan lebih lanjut pada buku teks yang digunakan oleh peserta didik dan guru dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian isi materi dengan kurikulum, kebenaran konsep, kebenaran bahasa, dan keberfungsian media dalam buku teks. Objek dalam penelitian ini adalah buku teks Geografi kelas XI pada terbitan Mediatama tahun 2016, khususnya pada kompetensi dasar menganalisis sebaran flora dan fauna di Indonesia dan dunia berdasarkan karakteristik ekosistem. Penelitian ini tergolong jenis penelitian deskriptif kuantitatif, menggunakan dokumen sebagai objek analisis. Melalui penelitian ini, peneliti melakukan analisis untuk mengetahui tingkat kelayakan buku teks yang digunakan. Buku teks dipilih berdasarkan hasil observasi. Hasil observasi menunjukkan bahwa 7 dari 10 SMA Negeri di Kota Malang menggunakan buku Geografi terbitan Mediatama tahun 2016. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata persentase kesalahan sebesar 14,93% menunjukkan bahwa tingkat validitas buku teks tergolong sedang. Hal ini dibuktikan dengan temuan hasil penelitian aspek-aspek validasi buku teks yang meliputi: 1) kesesuaian isi materi dengan kurikulum tergolong sedang karena terdapat kesalahan sebesar 6,06%, 2) kebenaran konsep tergolong sedang karena terdapat kesalahan sebesar 18,18%, 3) kebenaran bahasa tergolong sedang karena terdapat kesalahan tanda baca sebesar 9,94%, dan 4) keberfungsian media tergolong rendah karena terdapat media yang tidak berfungsi sebesar 25,53%. SUMMARY Wijayanti, Setia. 2019. The Validation of Geography Textbook of Grade XI on the Basic Competence of Analyzing the Distribution of Flora and Fauna in Indonesia and the World Based on the Characteristics of Ecosystem. Thesis. Major of Geography, Faculty of Social Science of Universitas Negeri Malang. Advisors: (1) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si. (2) Drs. Rudi Hartono, M.Si. Keywords: Validation, Textbooks, Basic Competences Textbooks play an important role as teaching materials in learning activities. The correct textbook must fulfill all aspects in the textbook. Based on the statement, it is necessary to validate the textbook. Validation is a further observation of the textbook used by students and teachers in learning. The purpose of this study was to determine the suitability of the content of the material with the curriculum, the truth of the concept, the truth of the language, and the effectiveness of the media in the textbook. The subject in this study is the class XI Geography textbook in the Mediatama publication in 2016, especially on the basic competencies analyzing the distribution of flora and fauna in Indonesia and the world based on the characteristics of the ecosystem. This research is classified as quantitative descriptive research, uses documents as objects of analysis. Through this study, researchers conducted an analysis to determine the feasibility level of the textbook used. Textbooks are selected based on observations. The results of the observation showed that 7 out of 10 public high schools in Malang City used the Mediatama publication Geography book in 2016. The results of this study indicate that the average percentage error of 14.93% indicates that the level of validity of the textbook is classified as moderate. This is proved by the findings of the results of the study of textbook validation aspects which include: 1) the suitability of the content of the material with a relatively classified curriculum because there is an error of 6.06%, 2) the truth of the concept is classified as due to errors of 18.18%, 3) the truth of the language is moderate because there are errors in punctuation of 9.94%, and 4) the function of the media is classified as low because there is a non-functioning media of 25.53%
Pengaruh Media Volcano Simulation terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X MA Al Ma’arif Singosari
RINGKASANSari, Tri Novita. 2018. Pengaruh Media Volcano Simulation terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X MA Al Ma’arif Singosari. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ardyanto Tanjung S.Pd, M.Pd. (II) Purwanto S.Pd, M.Si.Kata Kunci: Media Volcano Simulation, Kemampuan Berpikir Kritis.Materi vulkanisme dan dampaknya bagi kehidupan dalam penyampaiannya memiliki keterbatasan ruang, waktu dan bahaya, oleh karena itu dibutuhkan media pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar siswa. Salah satunya menggunakan media volcano simulation. Media volcano simulation merupakan video simulasi mengenai erupsi gunung berapi. Media volcano simulation dilengkapi dengan gambar, video simulasi, suara dan tulisan yang menyajikan materi pembelajaran dan bahan diskusi. Media volcano simulation dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan siswa mengkritisi informasi yang ada dalam video mengenai vulkanisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media volcano simulation terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IIS di MA Al Maarif Singosari. Penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan menggunakan desain posttest only control group. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Subjek penelitian ini adalah kelas X-IIS 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-IIS 1 sebagai kelas kontrol. Pengukuran kemampuan berpikir kritis siswa menggunaan instrumen soal berupa esai. Analisis data menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh media volcano simulation terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan hasil hipotesis yang menunjukkan nilai signifikansi 0.014 < 0.05, serta perbandingan rata-rata kemampuan akhir antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen mendapatkan nilai rata-rata kemampuan akhir berpikir kritis lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: (1) bagi guru disarankan untuk dapat memanfaatkan penggunaan media di kelas terutama pada mata pelajaran geografi agar pembelajaran lebih efektif dan efesien, (2) bagi lembaga pendidikan, khususnya kepala sekolah disarankan lebih memotivasi guru untuk memanfaatkan media pembelajaran yang bervariasi di dalam kelas dan menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung pemanfaatan media video, (3) bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian yang serupa disarankan dapat membuat atau memanfaatkan media dalam pembelajaran Geografi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. SUMMARYSari, Tri Novita. 2018. The Influence Of Volcano Simulation Media Critical Thinking Ability Of Student Class X-IIS In MA Al Maarif. Thesis, Geography Departement, Faculty Of Social Sciences, State University of Malang. Advisors: (I) Ardyanto Tanjung S.Pd, M.Pd. (II) Purwanto S.Pd, M.Si.Key Word : Volcano Simulation Media, Critical Thinking Ability.Volcanism material and its impact on life in its delivery have limited space, time and danger, therefore learning media that can provide student learning experience are needed. One of them uses media volcano simulation. Media volcano simulation is a simulation video about volcanic eruptions. The volcano simulation media is equipped with pictures, simulation videos, sounds and writing that presents learning material and discussion material. Media volcano simulation can help improve the ability to think critically with students criticizing the information contained in videos about volcanism. This study aims to determine the effect of volcano simulation media on critical thinking skills of class X IIS students at MA Al Maarif Singosari. This study uses a quasi experiment using the posttest only control group design. This study uses two classes, namely the experimental class and the control class. The subject of this study was class X-IIS 3 as the experimental class and class X-IIS 1 as the control class. Measurement of students' critical thinking skills uses question instruments in the form of essays. Data analysis using the independent sample ttest. The results of the study show that there is an influence of volcano simulation media on students' critical thinking abilities. This can be seen based on the results of the hypothesis which shows a significance value of 0.01
DAMPAK PENERAPAN PROGRAM SISTEM KREDIT SEMESTER (SKS) TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU GEOGRAFI DI SMA NEGERI SE-MALANG (KOTA DAN KABUPATEN)
Kata Kunci: Sistem Kredit Semester (SKS), Motivasi Kerja Guru Sistem Kredit Semester (SKS) merupakan sistem pembelajaran yang membebaskan peserta didik untuk memilih beban belajar sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan atau kecepatan pada setiap semester. Sistem Kredit Semester (SKS) bukan hal baru dalam sistem pendidikan. SKS pernah diterapkan di lembaga pendidikan SMA seperti halnya di Perguruan Tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Program SKS di SMA Negeri se-Malang (Kota dan Kabupaten) dan mengetahui bagaimana dampak penerapan program SKS terhadap motivasi kerja guru geografi di SMA Negeri seMalang (Kota dan Kabupaten). Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Sampel penelitian ini berjumlah 14 sekolah yang menerapkan program SKS di SMA Negeri se-Malang (Kota dan Kabupaten). Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutup. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif persentase dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program SKS di SMA Negeri se-Malang (Kota dan Kabupaten) dinyatakan sangat baik, sedangkan motivasi kerja guru dinyatakan tinggi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pelaksanaan program SKS di SMA Negeri se- Malang (Kota dan Kabupaten) dinyatakan sangat baik dengan nilai persentase 93%, hal tersebut karena pengawas dan LPMP (Lembaga Pengawas Mutu Pendidikan) sering berkunjung di sekolah untuk melakukan monitoring/mengevaluasi dan melaksanakan supervisi pencapaian standar mutu pada penerapan program SKS, sedangkan dampak penerapan program SKS terhadap motivasi kerja guru geografi menjadi tinggi di SMA Negeri se-Malang dengan nilai persentase 90%, hal tersebut karena dapat dilihat dari beban berat yang harus dipikul oleh guru dalam menerapkan program SKS maka diberikan pelatihan/workshop, dan sadar akan tuntutan sebagai pendidik serta tetap menanamkan pada diri sendiri untuk mempertahankan semangat/motivasi kerja yang tinggi dalam penerapan program SKS. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program SKS di SMA Negeri se-Malang (Kota dan Kabupaten) dinyatakan sangat baik dan penerapan program SKS yang sangat baik akan berdampak terhadap motivasi kerja guru geografi menjadi tinggi di SMA Negeri se-Malang (Kota dan Kabupaten). Saran penelitian ini sebaiknya meningkatkan pengawasan, pemantauan, mengevaluasi pelaksanaan program SKS di SMA Negeri se-Malang (Kota dan Kabupaten) agar menjadi lebih baik serta guru tetap mempertahankan semangat/motivasi kerja yang selalu tinggi meskipun sekolah sudah memberikan upaya untuk meningkatkan motivasi kerja dengan pelatihan atau kegiatan pada setiap semester
Etos Kerja Peserta Didik dalam Memasuki Dunia Kerja
RINGKASANAmir. 2019. Etos Kerja Peserta Didik dalam Memasuki Dunia Kerja (Studi Kasus Implementasi Pembelajaran di Magistra Utama) Tesis. Pascasarjana Pendidikan Luar Sekolah, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Umi Dayati, M.Pd dan (II) Dr. Zulkarnain, M.Pd., M.Si. Kata Kunci: Etos Kerja, Peserta Didik, Dunia KerjaMenumbuhkan etos kerja yang tinggi pada peserta didik perlu rancangan pendidikan yang mengedepankan pentingnya pendidikan yang bersifat soft and hard skill. Pentingnya etos kerja bagi peserta didik dalam memasuki dunia kerja untuk mencetak lulusan yang memiliki kompetensi baik hard skill atau soft skill sehingga pendidikan dengan segala upayanya dituntut untuk selalu mampu beradaptasi dan mampu memecahkan segala persoalan yang dihadapi. Pendidikan dipandang sangat perlu untuk mengembangkan hard skill dan soft skill untuk mendidik manusia yang berkualitas karena keduanya dituntut untuk selalu beriringan dalam kegiatan yang bersifat interaksi secara sosial yang pada akhirnya akan melahirkan generasi hebat, mandiri dan memiliki kualitas yang tinggi. Pada penelitian ini peneliti memiliki fokus dan tujuan penelitian adalah proses pembelajaran soft and hard skill di Magistra Utama dalam pembentukan etos kerja sebagai persiapan memasuki dunia kerja sedangkan tujuan penelitian yaitu: (a) mendeskripsikan proses pembelajaran soft and hard skill di Magistra Utama Malang, (b) mendeskripsikan proses pembentukan etos kerja dalam pembelajaran, dan (c) mendeskripsikan pembelajaran peserta didik dalam memasuki dunia kerja.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dimana lokasi penelitian dilakukan di Magistra Utama Malang Jalan Bogor 40 Malang Jawa Timur. Sumber data yang digunakan oleh peneliti yaitu data primer dan sekunder, sementara prosedur pengumpulan data melalui wawancara mendalam (indepth interview), observasi, dan dokumentasi. Analisis data penelitian dilakukan sebagai berikut: (a) reduksi data, (b) penyajian data (display) dan, (c) penarikan kesimpulan/verifikasi. Tahap terakhir yaitu validasi data dengan triangulasi sumber data dan triangulasi metode.Hasil penelitian bahwa proses pembelajaran disampaikan beberapa materi yang memadukan aspek pendidikan soft and hard skill agar lulusan mampu bersaing di dunia kerja dimana Magistra Utama sebagai lembaga pendidikan kursus dan pelatihan memiliki tanggungjawab bahwa tugas lembaga bukan hanya mendidik dan melatih sampai lulus, tetapi harus membantu setiap lulusannya untuk bekerja atau berwirausaha. Sistem pendidikan yang diterapkan yaitu triple competences seperti: (a) building the winning character, (b) job skill, dan (c) intrepreneur skill. Penyelenggaraan pendidikan untuk menambah keterampilan peserta didik agar lulusan mampu bersaing, kompeten dan memiliki etos kerja yang tinggi sehingga interaksi pendidikan softskill dan hardskill selalu diutamakan untuk keseimbangan pembelajaran karena perpaduan kegiatan pembelajaran di atas untuk memastikan lulusan berkualitas, bermutu, dan mempunyai etos kerja tinggi yang pada akhirnya peserta didik mampu bekerja sebelum lulus atau berhasil diterima kerja secara resmi oleh perusahaan.Mengacu kepada di atas, peneliti menyarankan kepada (1) pendidik/instruktur di Magistra Utama bahwa penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi yang bisa dijadikan untuk pengembangan pendidikan soft and hard skill kepada peserta didik sebagai media dalam mempersiapkan peserta didik memasuki dunia kerja, (2) pengelola lembaga sebagai sumber dalam mengembangkan pendidikan soft and hard skill kepada peserta didik, dan (3) peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian sesuai dengan kondisi jaman dan atau sesuai dengan keadaan masyarakat sekitar
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) dengan Media Video untuk Meningkatkan Hasil belajar Siswa Kelas XI pada Materi Mitigasi Bencana di SMA Widyagama
ABSTRAKBudiharto, Arum Mega Setya, 2019. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) dengan Media Video untuk Meningkatkan Hasil belajar Siswa Kelas XI pada Materi Mitigasi Bencana di SMA Widyagama. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si, (II) Syamsul Bachri, S.Si, M.Sc, Ph.D. Kata Kunci: Model Problem Based Instruction (PBI), Hasil Belajar.Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan , diketahui bahwa hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Widyagama pada mata pelajaran Geografi masih rendah. Data pratindakan menunjukkan bahwa hanya ada 5 siswa yang tuntas dalam materi Geografi. Rendahnya nilai siswa disimpulkan karena tidak maksimalnya model pembelajaran dan tidak adanya pemanfaatan fasilitas di kelas.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas XI IPS 2 pada mata pelajaran Geografi di SMA Widyagama Malang. Penelitian ini merupakan tindakan kelas dengan dua siklus dan 2 kali pertemuan untuk setiap siklusnya, yang terdiri dari 4 tahaan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan observasi tindakan dan refleksi. Objek penelitian adalah hasil belajar siswa ranah kognitif yang berasal dari post test. Penelitian tindakan kelas ini menerapkan model pembelajaran Problem Based Intruction (PBI). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 di SMA Widyagama setelah diterapkannya model pembelajaran Problem Based Intruction (PBI). Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran Problem Based Intruction (PBI) pada mata pelajaran geografi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Widyagama. Pada siklus I nilai rata-rata post test adalah 78.37 dengan presentase ketuntasan 56.25% 7 siswa yang tuntas dan 15 siswa tidak tuntas dengan kriteria kurang, pada siklus II nilai rata-rata post test adalah 84.10 dengan presentase ketuntasan sebesar 81.81% yaitu 16 siswa tuntas dan 6 siswa tidak tuntas dengan kriteria baik. Saran bagi guru mata pelajaran Geografi dianjurkan untuk menerapkan model pembelajaran Problem Based Intruction (PBI). Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengaplikasikan model pembelajaran ini untuk materi geografi yang lainnya
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERTANIAN PASCA ERUPSI GUNUNG KELUD 2014 MENGGUNAKAN PEMBOBOTAN METODE AHP (Analytical Hierarchy Process) (StudiKasus di Kawasan Barat dayaGunung Kelud, JawaTimur)
RINGKASANAdillah, Akhmad Amri. 2017. Analisis Kesesuaian Lahan Pertanian Pasca Erupsi Gunung Kelud 2014 Menggunakan Pembobotan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) Di Kawasan Barat DayaGunung Kelud, Jawa Timur, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Syamsul Bachri, S.Si., M.Sc., Ph.D. (II) Purwanto, Spd., M.Si. Kata Kunci:KesesuaianLahanPertanian, metode AHP (Analytical Hierarchy Process).Dampak erupsiber pengaruh terhadap potensi dan karakteristik lahan pertanian yang terdapat di wilayah barat daya Gunung api Kelud. Banyak lahan pertanian rusak akibat erupsi dan menyebabkan kerugian. Namun terdapat kenaikan nilai produksi dari praerupsi dengan pasca erupsi.hasil dari analisis akan disajikan dalam bentuk peta yang dapatmemberikaninformasispasialsebagai modal perencanaan dan pengembangan kawasan pertanian dimasa mendatang.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data secara observasi untuk pengambilan sampel di lapangan. Pendekatan yang dipakai adalah bentuk lahan sebagai unit analisisnya. Hasil penilaian dari sampel tanah pada setiap bentuk lahan dianalisis menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process), metode ini akan menentukan bobot dari masing-masing parameter sehingga ditemukan parameter yang paling menentukan mengapa lahan di daerah penelitian tersebut dijadikan sebagai lahan pertanian. Hasil pembobotan AHP ditemukan bahwa bobot tertinggi atau parameter yang paling berpengaruh pada lahan di daerah penelitian dijadikan sebagai lahan pertanian adalah tingkat ekonomi suatu lahan dan nilai pH tanah. Tingkat ekonomi merupakan faktor pendukung yang penting pada lahan di daerah penelitian dijadikan sebagai lahan pertanian karena lahan tersebut mampu menghasilkan keuntungan yang lebih bila dijadikan sebagai lahan pertanian dibandingkan penggunaan lahan yang lain hal ini didukung dengan adanya perkembangan komoditas unggulan nanas dan juga meningkatnya produktifitas pertanian secara umum pasca erupsi Gunung Kelud 2014. Hasil survey dan uji laboratorium menunjukkan bahwa nilai Ph tanah di daerah penelitan cenderung netral yaitu 6-7 maka lahan pada daerah penelitian sangat baik bila digunakan sebagai media tanam. Hasil klasifikasi dari pembobotan AHP kemudian disajikan dalam peta kesesuaian lahan pertanian kawasan barat daya Gunung Kelud kecuali pada KRB 3 (radius 2km dari puncak) yang menunjukkan Kelas S1 mepunyai luas 18862,26 hektar, S2 seluas 7589,13 hektar, dan S3 seluas 903,68 hektar. Selanjutnya setelah disesuaikan kategori pertanian lahan basah, kering, dan tanaman tahunan menurut peraturan menteri PU No.41/PRT/M/2007 ditemukan arahan bahwa setiap lahan pada daerah penelitian setiap lahan lebih cocok untuk digunakan sebagai kawasan pertanian lahan basah dan lahan kering yang disebabkan tanah pada daerah penelitian mempunyai faktor kedalaman tanah yang didominasi dengan kedalaman 30 – 60 cm, kemudian faktor penghambat lainnya hanya didominasi oleh nilai KTK danC organik yang rendah
Analisis Kesulitan Belajar Siswa Lintas Minat Pelajaran Ekonomi Kelas XI Di MA Almaarif Singosari Kabupaten Malang
RINGKASANMulia, Intan. 2019. Analisis Kesulitan Belajar Siswa Lintas Minat Pelajaran Ekonomi Kelas XI Di MA Almaarif Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Prih Hardinto, M.Si. Kata Kunci: kesulitan belajar, motivasi, minat.Belajar merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh siswa untuk menunjang masa depan siswa. Sekarang pemerintah sudah memberikan kebijakan baru untuk kegiatan belajar di sekolah yaitu kurikulum 2013 yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa dalam menghadapi era globalisasi seperti sekarang. Dalam kurikulum 2013 terdapat kebijakan peminatan, lintas minat, dan pendalaman minat. Adanya kebijakan lintas minat bertujuan untuk menambah wawasan siswa juga memperluas minat siswa selain dari matapelajaran peminnatan. Pengambilan pelajaran lintas minat seharusnya di pilih oleh siswa itu sendiri tetapi bila siswa tidak dapat memilih sendiri pelajaran tersebut pastinya belum tentu memiliki minat maupun motivasi untuk belajar yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam belajar. Kesulitan belajar yang dialami oleh siswa merupakan rintangan yang harus di lalui untuk mendapatkan ilmu yang pasti bermanfaat di masa yang akan datang. Penelitian yang akan dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar yang siswa lintas minat rasakan dalam pelajaran ekonomi.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi yang dilihat dari kejadian di lapangan. Cara pengambilan informan dari penelitian menggunakan purposive sampling dengan kriteria siswa yang memiliki nilai dibawah 75 yang menunjukkan siswa belum memiliki nilai yang maksimal dalam pelajaran ekonomi. Pengumpulan data dari penelitian dengan cara melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan untuk melihat keabsahan data menggunakan tiangulasi sumber dari informan yaitu teman sebaya dan guru yang mengajar ekonomi di kelas. Pengambilan triangulasi sumber dari teman sebaya inforaman sesuai dengan kriteria triangulasi sumber merupakan teman dekat atau teman satu pondok dengan informan. Analisis yang di gunakan dalam penelitan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.Kesulitan belajar siswa di ketahui dari berapa nilai yang dimiliki oleh siswa, materi yang menjadi kesulitan siswa, dan sebab dari kesulitan belajar siswa dalam pelajaran ekonomi.Hasil dari penelitan yang telah berlangsung menunjukkan bahwa siswa lintas minat kelas XI di MA Almaarif Singosari memiliki kesulitan pada rumus perhitungan dan istilah yang ada pada materi pelajaran ekonomi. Kesulitan belajar siswa disebabkan oleh kuarangnya siswa untuk belajar saat di luar sekolah terhadap pelajaran ekonomi. Bukan hanya itu, siswa juga tidak memiliki motivasi dan tidak semua siswa lintas minat memiliki minat dalam belajar ekonomi. Kurangnya siswa belajar di karenakan waktu yang siswa gunakan tidak efektif pembagiannya dalam belajar, kegiatan sekolah, kegiatan pondok, maupun untuk istirahat. Saran yang diperlukan untuk siswa adalah penumbuhan motivasi bagi siswa lintas minat dalam belajar ekonomi agar siswa bisa mempelajari ekonomi lebih serius dan menganggap pelajaran ekonomi penting dan efisiensi waktu mereka dalam membagi kegiatan dalam satu hari
Sistem Informasi Potensi Desa Wisata di Kecamatan Bumiaji, Kota batu
RINGKASANFernando, Nicho Andreas. 2019. Sistem Informasi Potensi Desa Wisata di Kecamatan Bumiaji, Kota batu. Skripsi, Program Studi Ilmu Geografi, Jurusan Gografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Komang Astina, M.S, Ph.D (II) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Sistem Informasi, Potensi Desa Wisata, Desa WisataKota Batu merupakan salah satu wilayah dengan daya tarik wisata yang cukup kuat. Kota Batu gencar melakukan upaya pengembangan wisata terutama di dalam sektor wisata alam yang dikombinasikan dengan wisata buatan. Dalam perkembangan promosi dan pengelolaan desa wisata di Kecamatan Bumiaji Kota Batu terkesan kurang terkelola dengan baik. Bahkan ada beberapa desa yang sebenarnya memiliki potensi unggulan yang menarik, namun karena kurang adanya promosi akhirnya perencanaan desa wisata yang telah dilakukan terbengkalai begitu saja.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi objek wisata desa wisata di Kecamatan Bumiaji kemudian menganalisa sebaran potensi objek wisata di Kecamatan Bumiaji dan terakhir menyajikannya dalam Sistem Informasi Geografi.Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan metode survei. Pada dasarnya penelitian survei bertujuan untuk menggambarkan persebaran objek yang akan dikaji atau diteliti. Penelitian ini dirancang untuk memperoleh gambaran dari masing-masing potensi desa wisata di Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Masing-masing potensi desa wisata selanjutnya akan dikelompokkan menjadi tiga kategori. Kategori tersebut adalah 1) Kategori Berpotensi Sangat Kuat, 2) Kategori Berpotensi Kuat, dan 3) Kategori Berpotensi Lemah. Analisis deskriptif dilakukan setelah semua objek wisata sejarah teridentifikasi.Penyajian dalam bentuk sistem informmasi dilakukan berdasarkan hasil pengumpulan data dan analisis yang telah dilakukan. Hasil identifikasi dan inventaris potensi 9 Desa Wisata di Kecamatan Bumiaji diperoleh 33 objek wisata baik wisata yang telah dikelola, masih dalam rencana pengelolaan pemerintah desa setempat, maupun yang belum dilakukan inventarisasi. 33 objek tersebut terdapat beberapa objek wisata yang dijadikaan wisata unggulan pada masing-masing desa. Berdasarkan hasil analisa terhadap potensi Desa wisata di Kecamatan Bumiaji, diketahui bahwa desa memiliki skor tertinggi adalah Desa Bulukerto sebesar 123. Sedangkan yang memiliki skor terendah adalah Desa Giripurno sebesar 93. Berdasarkan sebaran potensi desa wisata, terdapat 7 desa yang memiliki potensi sangat kuat dengan keunggulan masing-masing. Hanya 2 desa yang memiliki potensi kuat, sedangkan tidak terdapat desa yang memiliki potensi lemah. Arah pengembangan desa wisata yang berada di Kecamatan Bumiaji secara garis besar harus berbasis masyarakat dan disertakan pula atraksi-atraksi budaya lokal, baik kehidupan sehari-hari masyarakat desa setempat maupun atraksi lainnya. Berdasarkan tipologi desa wisata, hampir seluruh desa di Kecamatan Bumiaji memiliki tipologi desa wisata Terbuka, sedangkan hanya 1 desa yang memiliki tipologi terstruktur yakni Desa Punten
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Ditinjau dari Motivasi Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X IIS MA Bilingual Batu
RINGKASANDirgantara, Syaulin Dzikrulloh. 2019. Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Ditinjau dari Motivasi Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X IIS MA Bilingual Batu. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hadi Soekamto, S.H., M.Pd, M.Si, (2) Drs. Rudi Hartono, M.SiKata Kunci: Model Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir Kritis, Motivasi BelajarKemampuan berpikir kritis penting dimiliki peserta didik dalam pembelajaran geografi dan sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan. Kemampuan tersebut dapat dikembangkan melalui model PBL. Model ini dirancang untuk menghadapkan peserta didik pada permasalahan yang kontekstual dan aktual sehingga dapat melatih kemampuan berpikir kritisnya melalui proses pemecahan masalah. Selain itu, motivasi belajar diduga turut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir kritis. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model PBL terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran geografi kelas X IIS MA Bilingual Batu.Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasy experiment) dengan rancangan penelitian posttest only control group. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X IIS MA Bilingual Batu dengan sampel penelitian kelas X IIS 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IIS 1 sebagai kelas kontrol yang ditentukan secara acak (random sampling). Teknik pengumpulan data kemampuan berpikir kritis berupa tes menggunakan instrumen soal esai yang terdiri dari 5 soal. Adapun teknik pengumpulan data motivasi belajar berupa pengisian kuisioner menggunakan instrumen angket yang terdiri dari 25 pernyataan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji beda parametrik yang meliputi uji-t dan uji-F dengan taraf signifikansi 5%Hasil pengujian hipotesis pertama dengan metode uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,007 nilai rerata kelas kontrol (60,35). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model PBL berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Hasil pengujian hipotesis kedua dengan metode uji-F menunjukkan nilai signifikansi 0,007 nilai rerata kelas kontrol ditinjau dari motivasi belajarnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model PBL berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari motivasi belajar peserta didik. Berdasarkan kesimpulan dalam penelitian ini, maka dapat diajukan beberapa saran bagi pihat terkait. Bagi guru, disarankan untuk menerapkan model PBL sebagai alternatif model pembelajaran terutama pada mata pelajaran geografi. Bagi sekolah, disarankan untuk menentukan kebijakan dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Bagi peneliti lebih lanjut yang akan melakukan penelitian sejenis, disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dengan mengkombinasikan, mengganti, atau menambahkan variabel tertentu. SUMMARYDirgantara, Syaulin Dzikrulloh. 2019. The Effect of Problem Based Learning Model to Critical Thinking Ability Viewed from Student’s Learning Motivation on Geography Subject in Grade X IIS MA Bilingual Batu. Thesis. Department of Geography, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Malang. Advisor: (1) Drs. Hadi Soekamto, S.H., M.Pd, M.Sc, (2) Drs. Rudi Hartono, M.Sc.Keywords: Problem Based Learning Model, Critical Thinking Ability, Learning MotivationCritical thinking ability is very important for students to have in geography learning and as a provision to face life's challenges. Critical thinking ability can be developed through PBL models. The PBL model is designed to present students on contextual and actual problems to train students' critical thinking ability through problem solving processes. In addition, learning motivation is thought to be one of the factors that influence the ability to think critically. Thus, this study aims to determine the effect of PBL model to critical thinking ability viewed from students' learning motivation on geography subject in grade X IIS MA Bilingual Batu.This research is a quasy experiment with a posttest only control group research design. The subjects of this study were students of class X IIS MA Bilingual Batu with a sample of class X IIS 2 as an experimental class and class X IIS 1 as a control class randomly determined. Data collection techniques from the ability to think critically with tests using essay instrument consisting of 5 questions. The learning motivation data collection techniques by filling out questionnaires using a questionnaire instrument consisting of 25 statements. The data analysis technique is used the SPSS 16.0 for Windows program. Hypothesis testing uses parametric different test which includes t-test and F-test with a significance level of 5%. The results of testing the first hypothesis with the t-test method showed a significance value of 0.007 the mean value of the control class (60.35). Thus, it can be concluded that the PBL model affects students' critical thinking ability. The results of testing the second hypothesis with the F-test method showed a significance value of 0.007 the mean value of the control class in terms of learning motivation. Thus, it can be concluded that the PBL model affect critical thinking ability viewed from students' learning motivation. Based on the conclusions in this research, it can be proposed some suggestions for related parties. For teachers, it is recommended to apply the PBL model as an alternative learning model especially on geography subjects. For schools, it is recommended to determine policies in an effort to improve and increase the quality of classroom learning. For further researchers who will conduct similar research, it is recommended to develop this research by combining, replacing, or adding certain variables.