SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1629 research outputs found

    Evaluasi Faktor- Faktor Penyebab Kemiskinan di Jawa Timur Tahun 2006-2015

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci: Kemiskinan, Regresi Data Panel, SWP   Kemiskinan merupakan masalah pokok dalam pembangunan disetiap Negara. Persoalan kemiskinan sering ditemukan di negara-negara berkembang seperti yang banyak terjadi di belahan dunia Asia. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang di Asia yang menghadapi polemik, baik di bidang ekonomi, sosial, hukum, politik maupun dibidang-bidang lainya. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang juga tak terlepas dari masalah kemiskinan tersebut, Jawa Timur termasuk Provinsi dengan jumlah penduduk terbesar  termiskin di Indonesia pada tahun 2015. Metode dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan data pada Instansi Badan Pusat Statistik, kemudian data diolah menggunakan regresi data panel berupa Times Series dari tahun 2006-2015, sebelum dilakukan regresi pada data, maka harus ditentukan terlebih dahulu nilai OLS dan FEM guna menentukan apakah data bisa diolah secara regresi data panel atau tidak. Terdapat 3 variabel yang mempengaruhi kemiskinan yaitu jumlah penduduk, IPM, dan pendapatan perkapita. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan  software  Arcgis10.1 dan menentukan SWP sebagai regionalisasi dan kemudian dipaparkan menjadi sumber informasi berupa Peta. Hasil analisis yang di peroleh dari ketiga variabel yaitu jumlah penduduk, IPM, dan pendapatan perkapita. Dari ketiga variabel tersebut yang mempunyai  pengaruh paling besar yaitu adalah variabel jumlah penduduk dan IPM, untuk Pendapatan perkapita tidak  memberikan pengaruh apapun terhadap kemiskinan di Jawa Timur, hanya pendapatan perkapita yang tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Timur antara tahun 2016-2015. Faktor lain seperti jumlah penduduk dan IPM  memiliki pengaruh yang signifikan terhadap jumlah penduduk miskin antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur tahun 2006-2015

    Pemodelan Arus Pasang Surut Dan Identifikasi Sebaran Total Suspended Matter (TSM) Pasca Banjir Lumpur Di Teluk Pantai Pulau Merah Pada Perairan Selatan Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    ABSTRAK   Potensi Kabupaten Banyuwangi yang besar mulai dari pariwisata sampai potensi tambang memiliki berbagai keuntungan maupun kerugian yang harus dihadapi. Banjir lumpur yang terjadi di teluk pantai pulau merah merupakan salah satu resiko atau kerugian yang sudah dihadapi oleh masyarakat Kabupaten Banyuwangi. Banjir yang terjadi pada pertengahan bulan Agustus 2016 telah berdampak secara langsung terhadap perekonomian masyarakat. Penelitian ini untuk mengetahui pola arus pasang surut dan sebaran sebaran sedimen pasca banjir lumpur di perairan selatan Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode survey dan analisis deskriptif.  Penelitian ini mengacu pada proses pengolahan data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan adalah data Batrimetri perairan pulau merah dan data sekunder yang digunakan adalah data batimetri perairan selatan Kabupaten Banyuwangi, data pasang surut, data arus laut, data citra landsat, data curah hujan dan data debit sungai. pengolahan data untuk pemodelan arus pasang surut menggunakan model Resource Management Associates (RMA2) dalam software Surface Water Modelling System (SMS), sedangakn untuk pengolahan data Total Suspended Matter (TSM) menggunakan algoritma Syarif Budiman dengan memanfaatkan band merah. Hasil penelitian menunjukan bahwa Arah dan kecepatan arus pasang surut hasil simulasi perairan selatan Kabupaten Banyuwangi dipengaruhi oleh gaya coriolis, tinggi muka air laut, bentuk pantai dan kemiringan air laut. Besarnya sebaran Total Suspended Matter (TSM) di perairan selatan Kabupaten Banyuwangi dipengaruhi curah hujan yang terjadi di daratan dan arah sebaran mengarah ke barat. Saran yang diajukan yaitu 1) perlu dibangunnya bendungan pada sungai sebagai penahan sedimen, 2) pemanfaatan hasil simulasi arus untuk bidang pariwisata maupun perikanan, 3) perlu adanya penelitian lanjutan mengenai pemodelan sebaran sedimen

    Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Menggunakan Mind Mapping Terhadap Berpikir KreatifSiswa Kelas XI IPS SMA Negeri 10 Malang

    No full text
    RINGKASAN   Izza, Aqidatul.2018. Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Menggunakan  Mind Mapping Terhadap Berpikir KreatifSiswa Kelas XI IPS SMA Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, Pembimbing (2) Purwanto S.Pd, M.Si   Kata Kunci : Berpikir Kreatif, Model Pembelajaran Discovery, Mind Maping   Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah model pembelajaran discovery menggunakan mind mapping dapat berpengaruh terhadap berpikir kreatif siswa kelas XI IPS di SMA 10 Malang. Pentingnya berpikir kreatif dalam pemecahan masalah dan pemberian solusi menjadi latar belakang penelitian. Pemilihan model pembelajaran discoverylearningsebagai model pembelajaran dikarenakan model tersebut melibatkan siswa dalam melakukan penemuan. Selain itu, upaya lain untuk mendorong siswa lebih kreatif yaitu mind mapping, yaitu teknink penulisan yang berbeda dari catatan linier. Jenis penelitian ini adalahpenelitian eksperimen kuasi (quasi experiment) atau eksperimen semu. Terdapat dua kelas, yaitu kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional dan kelas eksperimenyang menggunakan model yang diteliti. Pengambilan data dalam penelitian eksperimen ini menggunakan pre-test-post-test kontrol group design. Analisis data menggunakan uji independentsample t-test perlu dilakukan uji prasyarat yaitu uji homogenitas dan uji normalitas untuk melakukan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata gain score kelas eksperimen lebih tinggi 13,43 dari pada kelas kontrol sebesar 5,78. Dari hasiluji independentsample t-test, nilai taraf signifikansi atau probabilitas (sig) < 0,05 maka hipotesis Model pembelajaran discovery menggunakan mind mapping berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa diterima. Saran yang dapat diberikan peneliti untuk peneliti selanjutnya maupun guru yang akan menggunakan model pembelajaran discovery agar lebih memahami tahap dalam model discoverysebelum melaksanakan penelitian atau pembelajaran supaya berhasil

    Pengaruh Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) Terhadap Pemahaman Konsep Geografi Kelas XI SMA Negeri 01 Klakah Kabupaten Lumajang

    No full text
    ABSTRAK Pemahaman konsep siswa dalam pelajaran geografi masih tergolong rendah. Dalam kegiatan diskusi kelompok selama ini belum pernah diterapkan diskusi yang membangun pengembangan pengetahuan peserta didik yang menyebabkan pemahaman konsep peserta didik kurang. Salah satu model pembelajaran yang bagus untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta adalah model pembelajaran Two Stay Two Stray. Kelebihan model pembelajaran TSTS peserta didik menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran dan meningkatkan minat belajar peserta didik sedangkan kekurangan model pembelajaran TSTS membutuhkan waktu yang lama dan persiapan yang matang oleh guru, namun masalah tersebut dapat diatasi guru dengan mempersiapkan materi dengan matang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap Pemahaman Konsep Siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment), yang termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan menggunakan Pre Test dan Post Test Group Design. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Klakah Kabupaten Lumajang, dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas XI IS-2 sebagai kelas eksperimen dan XI IS-3 sebagai kelas kontrol. Tes digunakan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep peserta didik setelah perlakuan pada kedua kelas. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu soal Pre Test dan Post Test yang terdiri dari tiga soal essay. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan uji-t dengan bantuan SPSS 16.00 for Windows.Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap Pemahaman Konsep Geografi kelas XI SMA Negeri 1 Klakah. Berdasarkan hasil analisa menggunakan uji Independent t-test diperoleh nilai signifikan sebesar 0,001. Nilai rata-rata gain score kemampuan berpikir analitis siswa kelas eksperimen adalah 14,79 lebih tinggi daripada kelas kontrol sebesar 7,72. Sehingga model TSTS berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa.Saran yang dapat diberikan diharapkan memberi manfaat antara lain: 1) sekolah, disarankan menganjurkan kepada guru untuk menerapkan model TSTS dalam pembelajaran; 2) guru disarankan menerapkan model TSTS sebagai alternatif pembelajaran dan untuk melatih kemampuan pemahaman konsep siswa; 3) peneliti lanjut yang berminat melakukan penelitian serupa, dapat menambah variabel dalam penelitia

    Pengembangan Media Komik Materi Pembentukan Tata Surya Sebagai Buku Suplemen Mata Peljaran Geografi SMA Kelas X

    No full text
    Media pembelajaran adalah komponen penting untuk mendukung proses pembelajaran yang dapat merangsang perhatian dan minat siswa dalam belajar. Pembuatan media berupa buku suplemen dapat menjadi pilihan yang baik sebagai sumber belajar tambahan guna memperjelas materi bahan ajar yang telah disampaikan. Media komik sebagai buku suplemen dapat mendukung siswa dalam belajar dan memahami materi geografi yang bersifat konseptual dan abstrak seperti Teori Terbentuknya Tata Surya. Penggunakan media visual seperti komik dapat digunakan untuk memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan. Komik yang sengaja dirancang untuk tujuan pembelajaran jumlahnya masih sangat minim, oleh karena itu perlu adanya pengembangan komik sebagai media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media komik sebagai buku suplemen yang dapat menarik minat siswa dalam belajar geografi serta membantu memahami materi dalam buku teks. Penelitian ini mengadadaptasi dari model pengembangan Borg & Gall yang dibatasi sampai dengan 7 langkah penelitian. Uji coba Lapangan dilakukan di SMA Negeri 1 Mejayan kabupaten Madiun kelas X IPS 3 pada 32 siswa. Validasi dilakukan pada validator ahli materi dan ahli media. Hasil data diperoleh dengan menganalisis data hasil ujicoba lapangan dan dta rekomendasi ahli materi dan media. Data diolah dengan menggunakan skoring skala likert dan teknik analisis persentase. Berdasarkan hasil uji coba media komik secara keseluruhan dapat diketahui bahwa media komik dikategorikan valid. Persentase tertinggi berada pada antusiasme siswa untuk belajar melalui media komik. Menurut pemaparan kriteria kelayakan, komik dinilai telah layak sebagai suplemen dan media pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa media komik dapat diterima dengan baik oleh siswa dapat digunakan sebagai media yang mendukung proses pembelajaran siswa.

    Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Peserta Didik Pada Materi Atmosfer Kelas X Di SMAN 1 Bangsal

    No full text
    ABSTRAK&nbsp;RINGKASANPutri, Ramania. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Peserta Didik Pada Materi Atmosfer Kelas X Di SMAN 1 Bangsal. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hendri Purwito, M.si, (II) Drs. Yusuf Suharto, M.pd.Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Kemampuan Berpikir AnalitisModel pembelajaran kooperatif&nbsp; dapat diterapkan dalam berpikir analitis peserta didik, ialah dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning memiliki kelebihan, yaitu: adanya suatu permasalahan yang harus dipecahkan secara individu maupun kelompok, menjadikan peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran di kelas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir analitis peserta didik kelas X pada materi atmosfer. Penelitian ini menggunakan desain&nbsp; Quasy Eksperimen with post test Control Group Design,&nbsp; yang dilaksanakan di SMAN 1 Bangsal. Analisis data yang digunakan menggunakan Independent sample t-test dengan bantuan SPSS 16.0 for windows.Rancangan dalam penelitian ini di awali dengan pemilihan kelas yang dipilih tidak secara random. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang mendapat perlakuan dengan model pembelajaran&nbsp; Problem Based Learning (PBL), sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok yang menggunakan model pembelajaran konvensional.Berdasarkan uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-test menunjukan Sig&lt;ɑ yaitu 0,000 &lt; 0,05. Dengan demikian Ho di tolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan pemanfaatan model pembelajaran terhadap kemampuan berpikir analitis geografi peserta didik.Hasil eksperimen menunjukan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) lebih efektif meningkatkan kemampuan berpikir analitis peserta didik dibandingkan dengan motode ceramah pada mata pelajaran geografi. Hasil penelitian yang menyatakan bahwa peserta didik lebih aktif pada saat diskusi, dan saat menyampaikan pendapat menjadi tolak ukur untuk mengetahui bagaimana proses pengembangan kemampuan berpikir analitis peserta didik

    ANALISIS RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG (STUDI KASUS : DESA PANDANSARI KECAMATAN NGANTANG)

    No full text
    ABSTRAK RINGKASANTyas, Lela. 2018. Analisis Risiko Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang (Studi Kasus : Desa Pandansari Kecamatan Ngantang). Skripsi. Jurusan Geografi, Program Studi Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Syamsul Bachri, S.Si.,M.Sc.,Ph.D. (II) Drs. Hendri Purwito, M.SiKata Kunci :Bencana Tanah Longsor, Kerentanan Masyarakat, Kapasitas Masyarakat, Risiko Bencana Tanah LongsorTanah longsor merupakan salah satu bahaya sekunder (lanjutan) yang dapat ditimbulkan pasca erupsi gunungapi. Desa Pandansari Kecamatan Ngantang merupakan salah satu desa yang terdampak paling parah erupsi Gunungapi Kelud ditahun 2014. Desa Pandansari Kecamatan Ngantang menjadi salah satu desa yang memiliki kejadian tanah longsor cukup sering dalam kurun waktu 2009-2015. Besarnya potensi bencana tanah longsor perlu dilakukan upaya penilaian risiko bencana tanah longsor secara menyeluruh sehingga dapat dijadikan upaya manajemen bencana untuk mengurangi dampak negatif dari bencana tanah longsor.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kerentanan, kapasitas wilayah dan tingkat risiko bencana tanah longsor di Desa Pandansari Kecamatan Ngantang.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif.Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.Analisis risiko bencana tanah longsor didasarkan pada 3 faktor penentu, yakni faktor bahaya, faktor kerentanan masyarakat, dan faktor kapasitas wilayah.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) untuk memperoleh data kejadian tanah longsor, kerentanan masyarakat dan kapasitas wilayah di Desa Pandansari Kecamatan Ngantang.Metode analisis yang digunakan adalah analisis spasial dengan teknikskoring, pembobotan dan overlay weighted sum.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat risiko bencana tanah longsor di Desa Pandansari dipengaruhi oleh parameter bahaya tanah longsor, kerentanan masyarakat dan kapasitas wilayah.Tingkat risiko bencanatanah longsor dibagi menjadi tiga tingkat yaitu tinggi dengan luas 557,71 ha, sedang 774,49 ha dan rendah dengan luas 1118,77 ha. Masing-masing faktor bahaya, kerentanan dan kapasitas memiliki karakteristik sendiri dalam mempengaruhi risiko bencana tanah longsor di Desa Pandansari. Faktor bahaya dan kerentanan dapat meningkatkan risiko bencana tanah longsor, sedangkan faktor kapasitas adalah faktor yang dapat memperkecil tingkat risiko bencana tanah longsor. Diperlukan upaya pengawasan, penanggulangan, pengelolaan dan usaha antisipasi bencana khususnya di lahan pertanian, perkebunan dan permukiman di daerah yang memiliki kemiringan lereng curam

    PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN VIDEO PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI IPS DI SMAN 06 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Juwita, Desta Ratna. Pengaruh Model Problem Based Learning Menggunakan Video Pada Mata Pelajaran Geografi Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis SiswaKelas XI IPS di SMAN 06 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd, (II) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si   Kata Kunci : Model Problem Based Learning, kemampuan berpikir kritis siswa Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang menggunakan permasalahan dunianyata sebagai konteks dalam pembelajaran. Model Problem Based Learning menuntut siswa menggunakan pengetahuan yang mereka miliki untuk menemukan solusi pemecahan dari suatu masalah. Oleh karena itu Problem Based Learning diharapkan menjadi alternatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning menggunakan video terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS di SMAN 06 Malang. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian eksperimen semu menggunakan desain posttest only control group design. Subjek dalam penelitian ini diambil dari dua kelas yang memiliki kemampuan rata-rata yang hampir samayaitu kelas XI IPS 3 6316 sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan model Problem Based Learning menggunakan video dan kelas XI IPS 1 6316 sebagai kelas kontrol yang tidak menerima perlakuan model Problem Based Learning menggunakan video. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu berupa tes essay 4 butir soal dengan mengacu pada indikator berpikir kritis. Analisis data yang digunakan adalah Uji-t dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa nilai kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen lebih besaryaitu 79 dibandingkan kelas kontrolyaitu 74. Dari analisis data diperolehhasilbahwanilai (sig.2-tailed) adalah 0.003 dengannilaiprobabilitas 0.05. Jadinilaisignifikansi (sig.2-tailed) sebesar 0.003 ≤nilaiprobabilitas (0.05) yang menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, dengan artian ada pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning menggunakan video terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.   RINGKASAN   Juwita, Desta Ratna. Pengaruh Model Problem Based Learning Menggunakan Video Pada Mata Pelajaran Geografi Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPS di SMAN 06 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd, (II) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si   Kata Kunci : Model Problem Based Learning, kemampuan berpikir kritis siswa Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang menggunakan permasalahan dunia nyata sebagai konteks dalam pembelajaran. Model Problem Based Learning menuntut siswa menggunakan pengetahuan yang mereka milikiuntuk menemukan solusi pemecahan dari suatu masalah. Oleh karena itu Problem Based Learning diharapkan menjadi alternatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning menggunakan video terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS di SMAN 06 Malang. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian eksperimen semu menggunakan desain posttest only control group design. Subjek dalam penelitian ini diambil dari dua kelas yang memiliki kemampuan rata-rata yang hampir samayaitu kelas XI IPS 3 6316 sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan model Problem Based Learning menggunakan video dan kelas XI IPS 1 6316 sebagai kelas kontrol yang tidak menerima perlakuan model Problem Based Learning menggunakan video. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu berupa tes essay 4 butir soal dengan mengacu pada indikator berpikir kritis. Analisis data yang digunakan adalah Uji-t dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa nilai kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen lebih besaryaitu 79 dibandingkan kelas kontrolyaitu 74. Dari analisis data diperolehhasilbahwanilai (sig.2-tailed) adalah 0.003 dengannilaiprobabilitas 0.05. Jadinilaisignifikansi (sig.2-tailed) sebesar 0.003 ≤nilaiprobabilitas (0.05) yang menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, dengan artian ada pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning menggunakan video terhadap kemampuan berpikir kritis siswa

    Pengaruh Model Pembelajaran Spasial Gresmehl Terhadap Keterampilan Geografi Siswa Kelas X SMAN 01 Rogojampi Banyuwangi

    No full text
    ABSTRAK   Geografi merupakan salah satu study yang menyesuaikan dengan pendekatan spasial, namun dalam prakteknya pembelajaran yang dilakukan belum pernah menggunakan model yang berbasis spasial. Sehingga, model pembelajaran spasial penting diterapkan dalam pembelajaran geografi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh model pembelajaran spasial Gersmehl terhadap keterampilan geografi siswa. Digunakannya model pembelajaran spasial adalah untuk meningkatkan mindset spasial yang akan mempengaruhi keterampilan geografi yang dimiliki siswa. Hal tersebut dikarenakan beberapa indikator keterampilan geografi mengarah pada kemampuan dasar berfikir spasial sehingga, dengan kemampuan spasial siswa dapat meningkatkan keterampilan geografinya. Penelitian ini dirancang menggunakan eksperimen semu dengan pretest-posttest group control design. Subyek penelitian ini adalah kelas X IPS 4 sebagai kelas eksperimen dan X IPS 3 sebagai kelas kontrol. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data keterampilan geografi siswa. Instrumen penelitian ini terdiri dari 5 soal essai yang telah divalidasi dengan menggunakan validasi isi. Analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan independent sample t-test dengan bantuan SPSS 16.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sig (2-tailed) adalah 0,000< 0,05 dan rata-rata kelas eksperimen adalah 74,3, hasil tersebut lebih besar dari nilai kelas kontrol yang memiliki rata-rata 72,4 Hasil tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak atau dengan kata lain model pembelajaran spasial Gersmehl berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan geografi kelas X di SMAN 01 Rogojampi Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan temuan penelitian, disarankan untuk penerapan model pembelajaran spasial Gersmehl disesuaikan dengan karakteristik materi pembelajaran. Terlebih pada materi pembelajaran yang berbasis spasial. guru dapat merealisasikannya dengan menyusun RPP yang memiliki fokus pada kegiatan pembelajaran berbasis keruangan

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X SMAN 10 MALANG

    No full text
    ABSTRAK &nbsp; Imanda, Teguh Dwi. 2018. Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMAN 10 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budi Handoyo, M.Si (II) Drs. Hendri Purwito, M.Si &nbsp; Pembelajaran discovery merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa pada mata pelajaran Geografi. Hal tersebut dikarenakan pada pembelajaran discovery, siswa diminta untuk mengorganisasi bahan yang akan mereka pelajari sendiri.Model pembelajaran discovery dipilih untuk dieksperimenkan karena beberapa faktor. Faktor tersebut meliputi: (1) model pembelajaran discovery dikembangkan berdasarkan pandangan kontruktivisme, (2) menggunakan pendekatan saintifik, (3) sesuai dengan kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Geografi kelas X SMAN 10 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu (quasi experiment). Rancangan pada penelitian eksperimen semu (quasi experiment) ini adalah posttest only control grup design, dimana subjek penelitian terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa model discovery learning, sedangkan kelas kontrol sebagai pembanding tidak diberi perlakuan model discovery learning. Uji t diketahui bahwa nilai signifikansi (2-tailed) pada kelas eksperimen adalah 0,034. Berdasarkan ketentuan tersebut, nilai probabilitas 0,034&lt; 0,05, sedangkan rata-rata kemampuan berpikir kritis peserta didik pada kelas eksperimen lebih besar dengan angka 83,7 dari pada kelas kontrol yang sebesar 78 dengan kata lain hipotesis H₂ ditolak dan hipotesis alternatif H₁ diterima. Dapat disimpulkan dengan ini bahwa hipotesis penelitian ini berbunyi ada pengaruh model discovery learning terhadap kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran geografi siswa kelas X IIS SMAN 10 Kota Malang. Berdasarkan hasil temuan-temuan data, dapat disarankan beberapa hal yaitu: (1) bagi guru, sebaiknya menerapkan model discovery learningdalam proses pembelajaran dan materi yang sesuai, karena dapat melatih dan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa; (2) bagi sekolah, Sekolah diharapkan menganjurkan kepada guru geografi untuk menerapkan model pembelajaran discovery learning dalam materi yang sesuai dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.; (3) bagi peneliti selanjutnya, hendaknya mengetahui kelemahan dan kelebihan dalam penerapan model discovery learning, perlu penyesuaian materi dengan penerapan model discovery learning, dan harus mampu mengatur waktu sehingga penerapan model discovery learning dapat optimal dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah

    0

    full texts

    1,629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇