SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1629 research outputs found

    Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation Menggunakan Outdoor Study Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMAN 10 Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Indawati, Nurul. 2018.Pengaruh Model PembelajaranGroup Investigation Menggunakan Outdoor Study TerhadapKemampuanBerpikirKritisSiswa SMAN 10 Malang, Skripsi, Program StudiPendidikanGeografi,UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) ArdyantoTanjung, S.Pd, M.Pd(II) :Dra. YuswantiArianiWirahayu, M.Si   Kata kunci: Kemampuanberpikirkritis, Group Investigation, Outdoor Study Model pembelajan Group Investigation (GI) menggunakan Outdoor Study merupakan model pembelajaran yang menekankan siswa pada investigasi atau penelitian langsung kepada objek kajian. Model pembelajaran Group Investigation menggunakan Outdoor Study ini menuntut siswa dapat berpikir kritis dalam menanggapi suatu permasalahan sesuai dengan data dan fakta yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran Group Investigation menggunakan Outdoor Study terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Desaindalampenelitianiniadalahdesaineksperimensemu (quasi experimental design) dengan model posstestonly control design.Subjek yang digunakandalampenelitianiniyaitukelasX-MIPA 1sebagaikelompokeksperimendankelasX-MIPA 4 kelompokkontrol.Padakeduakelompokdiberisatuanpelajaran (tujuanpembelajaran, materi, waktu, media, evaluasi) yang sama, hanyaberbedapadapenerapanpembelajarannya.Instrumen yang digunakanpadapenelitianiniberupatesuraian yang terdiri dari 4 butir soal.Data kemampuanberpikirkritisdiperolehdenganposttest yang dilakukan setelah kedua kelas mendapat perlakuan. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwacadaperbedaanketerampilanberpikirkritisdanhasilbelajarsiswadiantarakeduakelompok.Perolehannilai rata-rata hasilbelajarkelompokeksperimenposttest82,14, sedangkankelompokkontroldanposttest73,39.Perbedaanketerampilanberpikirkritiskeduakelompoktersebutjugadapatdilihatdariperolehannilai P valuelebihkecildaritarafsignifikan yang telahditetapkan (0,05). Nilai P valuepadatarafsignifikansi (2-tailed) untukkemampuanberpikirkritisadalah 0,000 Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwakemampuanberpikirkritisyang diperoleh pada kelas eksperimen setelah diberi perlakuan pembelajaranGroup Investigation menggunakan Outdoor Study, lebih tinggi bila dibandingkan kelas kontrol yang diberi pembelajaran konvensional. PembelajaranGroup Investigation menggunakan Outdoor Study dapatdirekomendasikanuntukdigunakansebagai model pembelajaran Geeografi di SMA.   SUMMARY Indawati, Nurul. 2018. The Influence ofGroup Investigation Learning Model using Outdoor Study towards Students’ Critical Thinking Skills SMAN 10 Malang, Undergraduate Thesis, Study Program of Geography Education, UniversitasNegeri Malang. Supervisors: (I) ArdyantoTanjung, S.Pd, M.Pd(II) :Dra. YuswantiArianiWirahayu, M.Si.   Keywords: critical thinking skills, group investigation, outdoor study The Group Investigation (GI) study model using Outdoor Study is a learning model that emphasizes the students on investigation or direct research into the study object. The Group Investigation study model using this Outdoor Study requires students to think critically in responding to a problem in accordance with existing data and facts. This study aims to determine the effect of Group Investigation learning model using Outdoor Study on students' critical thinking skills. The design used in this study is quasi experimental design using posstest only control model. The subject of this study was X-MIPA-1 class as the experiment group and X-MIPA-4 as the control group. Both groups were given the same set of treatment, yet how the treatment put into action was different. The experiment group was given outdoor study group investigation model while the control groups was given conventional learning model. Theinstrument used in this research is a description test consisting of 4 items. Data of critical thinking skills is obtained with posttest done after both classes get treatment The result shows that there was a difference critical thinking skills between the two groups. The average of experiment group’s post-test was 82.14, while the control group result was 73.39. The different critical thinking skills and the groups’ outcome can also be seen through P value which was lower than the significant point (0.005). P value in significance of critical thinking skills was 0.00. Based on the data analysis, it is concluded that the critical thinking skills obtained in the experimental class after being subjected to Group Investigation study using Outdoor Study is higher than the control class given the conventional learning. Group Investigation study using Outdoor Study can be recommended for use as a Geography learning model in SMA

    ANALISIS KESIAPAN DAN HAMBATAN GURU GEOGRAFI DALAM MENERAPKAN KURIKULUM 2013 REVISI DI SMA/MA NEGERI SE-KABUPATEN MAGETAN

    No full text
    ABSTRAK   Putri, Zaprina. 2018. Analisis Kesiapan dan Hambatan Guru Geografi dalam Menerapkan Kurikulum 2013 Revisi di SMA/MA Negeri se-Kabupaten Magetan. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si. (2) Dr. Didik Taryana, M. Si.   Kata Kunci: Kesiapan, Hambatan, Kurikulum 2013 Revisi Kurikulum 2013 revisi merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2013 yang disahkan pada tahun 2016 dan diterapkan pada tahun ajaran 2017-2018. Perubahan kurikulum dari KTSP menjadi Kurikulum 2013 disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor tersebut meliputi (1) beban mata pelajaran kurikulum KTSP terlalu banyak, dan  (2) guru tidak memiliki kemampuan untuk membuat kurikulum sendiri. Dalam menerapkan kurikulum 2013 revisi, terdapat keluhan-keluhan yang dialami oleh sebagian guru. Keluhan tersebut berupa sulitnya buku bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum 2013 revisi dan kurangnya pelatihan tentang kurikulum 2013 revisi. Sebagai kurkulum yang baru diterapkan perlu dilakukan penelitian tentang kesia[an dan hambatan guru geografi dalam menerapkan kurikulum tersebut. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah guru geografi yang mengajar kelas X pada masing-masing sekolah di SMA/MA Negeri di Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan instrumen rubrik observasi, daftar dokumentasi, serta angket semi terbuka. Pengolahan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah skoring dan tabulasi. Teknik analisis data menggunakan kriteria yang dikemukakan oleh Saifuddin Azwar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kesiapan yang siap dan tingkat hambatan yang kurang mengalami hambatan. Tingkat kesiapan yang dikatakan siap dapat dibuktikan dengan hampir lengkapnya perangkat pembelajaran guru geografi seperti RPP, rubrik penilaian, soal tes, hingga pengayaan. Tingkat kesiapan yang paling rendah yaitu pada sub variabel melaksanakan sebesar 15,38%. Kemudian tingkat hambatan yang dikategorikan kurang mengalami hambatan dapat dibuktikan dengan skor responden yang diperoleh dari angket semi terbuka. Pada angket tersebut terlihat skor dari sebagian guru geografi masih kurang dari rata-rata.  Guru geografi mengalami hambatan pada semua sub variabel yang meliputi pendidikan karakter, penguatan literasi, dan keterampilan abad 21 sebesar 30,76%. Hasil penelitian lainnya pada penelitian ini adalah terdapat satu responden yang memiliki skor tinggi pada variabel kesiapan. Responden tersebut memiliki jumlah nilai 47 dari rata-rata nilai 39,30. Kemudian pada variabel hambatan, juga terdapat satu responden yang memiliki skor tinggi yang diperoleh dari mengisi angket. Responden tersebut memiliki jumlah nilai 73 dari rata-rata nilai 56,83

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA PADA MATERI KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS 1 MAN KOTA BATU

    No full text
    ABSTRAK   Pembelajaran menurut kurikulum 2013 mengarahkan siswa untuk terlibat selama pembelajaran dan memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran yang demikian belum ditemukan peneliti pada saat observasi pra tindakan di kelas XI IPS 1 MAN Kota Batu. Apabila guru mengajukan pertanyaan kognitif analitis C4, siswa cenderung menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban soal kognitif C1 dan C2. Disamping itu, hasil ulangan harian materi Ketahanan Pangan yang memuat soal analitis, hanya ada 4 siswa yang mencapai KKM. Model pembelajaran yang digunakan juga satu arah sehingga keterlibatan siswa masih kurang. Penelitian ini bertujuan untukmeningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI IPS 1 MAN Kota Batu pada Materi Keragaman Budaya Indonesia. Hal ini ditinjau dari permasalahan yang ditemukan berdasarkan hasil observasi pra tindakan. Model PBL digunakan supaya siswa dapat menggali pengetahuan secara mandiri sehingga berdampak pada meningkatnya kemampuan berpikir analitis, khususnya pada materi Pelestarian dan Pemanfaatan Produk Kebudayaan Indonesia dalam Bidang Ekonomi Kreatif dan Pariwisata. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK).Rancangan penelitian ini diawali dengan melakukan observasi pra tindakan, diikuti pelaksanaan tindakan selama dua siklus dengan setiap siklusnyaterdiri dari dua pertemuan. Masing-masing siklus diakhiri dengan observasi serta refleksi. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI IPS 1 MAN Kota Batu dengan jumlah 26 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Data kemampuan berpikir analitis siswa diperoleh darites kemampuan berpikir analitis siswa yang dilakukan pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berpikir analitis setelah diterapkan model PBL. Kondisi ini diperkuat dengan hasil tes kemampuan berpikir analitis siswa yang mengalami peningkatan dari keseluruhan indikator yang digunakan pada setiap siklus. Rata-rata nilai kemampuan berpikir analitis siswa diperoleh hasil sebesar 70,27 untuk siklus I dan 85,50 untuk siklus II, dimana mengalami peningkatan sebesar 15,23 atau 21,67%. Adanya hasil tersebut tidak lepas dari kegiatan selama tindakan yang menyajikan permasalahan kontekstual khususnya pada materi Keragaman Budaya Indonesia

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN LKS DAPAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IIS 4 MAN 3 KEDIRI

    No full text
    ABSTRAK   Kemampuan memecahkan masalah merupakan hal krusial dalam pembelajaran di abada ke 21. Pentingnya kemampuan memecahkan masalah  didorong oleh semakin kompleksnya permasalahan dalam dinamika geosfer yang menuntut siswa untuk memikirkan solusi dalam pemecahannya. Kenyataannya kemampuan memecahkan masalah geografi siswa kelas XI khususnya di IIS 4 di MAN 3 Kediri masih rendah. Hal ini diketahui dari hasil wawancara dengan guru dan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti. Berdasarkan hasil observasai, diketahui kemampuan siswa dalam memecahkan masalah masih rendah hal itu terlihat dari instrumen penilaian (evaluasi) khususnya soal dan tugas yang diberikan guru umumnya sebatas aspek konseptual, kurang tepatnya guru menerapkan strategi dan metode pembelajaran yang digunakan serta LKS yang kurang memberi latihan untuk memecahkan masalah. Akibatnya ketika siswa dihadapkan dengan masalah, siswa mengalami kesulitan untuk memecahkannya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan memecahkan masalah siswa kelas XI IIS 4 MAN 3 Kediri dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan LKS.  Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdapat dua siklus yang terdiri dari empat tahap pada setiap siklusnya yaitu, perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS 4 MAN 3 Kediri yang berjumlah 40 siswa. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang langsung diperoleh dari subjek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kemampuan memecahkan masalah. Data tersebut diperoleh dari hasil tes kemampuan memecahkan masalah yang diberikan pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan LKS mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata kemampuan memecahkan masalah siswa setelah dilakukan tindakan pada siklus I dan siklus II. Kesimpulan dalam penelitian ini model Problem Based Learning (PBL) berbantuan LKS dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa kelas XI IIS 4 MAN 3 Kediri

    PROYEKSI PERTUMBUHAN PENDUDUK UNTUK MENGETAHUI JUMLAH KEBUTUHAN GURU DAN GEDUNG SEKOLAH TAMAN KANAK KANAK (TK) DI KABUPATEN KEDIRI TAHUN 2015-2040

    No full text
    ABSTRAK   Jumlah penduduk di Kabupaten Kediri setiap tahunnya meningkat sehingga ketersediaan kebutuhan lapangan pekerjaan dan fasilitas pendidikan yang terdiri dari gedung sekolah dan tenaga pendidik bertambah. Pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi dan tidak diimbangi dengan fasilitas pendidikan maka terjadi peningkatan tingginya jumlah anak usia sekolah yang tidak dapat mengenyam pendidikan. Diperlukan perhitungan terkait pertumbuhan penduduk dan hubungannya dengan kebutuhan guru dan gedung sekolah di Kabupaten Kediri, dengan tujuan mengetahui jumlah dan komposisi penduduk, jumlah siswa usia sekolah TK, jumlah kebutuhan guru TK, dan jumlah kebutuhan gedung sekolah TK di Kabupaten Kediri tahun 2015-2040. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan data sekunder tanpa menggunakan data primer. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan serta mengambil data dari instansi ataupun lembaga yang terkait yaitu Badan Pusat Statistik dan Dinas Pendidikan (secara online) Kabupaten Kediri. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data demografi atau data kependudukan dengan menggunakan aplikasi Spectrum 4 untuk mengetahui jumlah penduduk tahun mendatang. Hasil analisis perhitungan demografi menunjukkan bahwa jumlah penduduk di Kabupaten Kediri mengalami peningkatan setiap tahunnya. Perhitungan proyeksi penduduk menggunakan aplikasi Spectrum 4 dengan perhitungan demografi menggunakan level of mortality dengan hasil rata-rata jumlah penduduk adalah 1,04. Perhitungan hasil jumlah kebutuhan guru mengalami fluktuasi setiap 5 tahun sekali. Hasil perhitungan gedung sekolah TK mengalami fluktuasi dengan kebutuhan gedung mengikuti jumlah siswa dan guru yang bertambah setiap tahunnya. Saran yang diajukan dengan adanya permasalahan diatas yaitu meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan serta memaksimalkan tenaga pendidik untuk mengimbangi pertumbuhan jumlah siswa sekolah TK yang terus meningkat setiap tahunya

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS 1 DI SMA NEGERI 7 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Ma’ruf, Ahmad. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd (2) Drs. Rudi Hartono, M.Si.   Kata Kunci: model Problem Based learning, kemampuan berpikir analitis. Hasil observasi awal didapatkan bahwa kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 7 Malang masih rendah. Gejala rendahnya kemampuan berpikir analitis siswa ini terlihat ketika siswa kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. Siswa kesulitan dalam mengambil keputusan dan mencari pemecahan masalah. Dalam menjawab pertanyaan, beberapa siswa hanya memindahkan jawaban dari buku atau menjawab dengan jawaban yang sebisanya. Rata-rata hasil tes kemampuan berpikir analitis pra tindakan menunjukkan hanya 26,7% dari 30 siswa yang mendapatkan nilai tes cukup, sedangkan 73,3% siswa memiliki kemampuan berpikir analitis kurang dan sangat kurang. Rendahnya kemampuan berpikir analitis ini disebabkan oleh proses pembelajaran siswa yang hanya menerima pelajaran dengan mendengarkan penjelasan dari guru tanpa bertanya lebih dalam lagi mengenai materi yang disampaikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukannya penelitian tentang penerapan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa, yaitu model pembelajaran Problem Based Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dalam II siklus, masing-masing siklus terdapat 2 pertemuan. Setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 7 Malang dengan jumlah siswa 30 orang, pada materi Dinamika dan Permasalahan Kependudukan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan pemberian soal tes. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, diperoleh rata-rata hasil tes kemampuan berpikir analitis siswa pada pra tindakan sebesar 60,33, pada siklus I sebesar 74,7 dan pada siklus II sebesar 85,03. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir analitis siswa setelah perlakuan siklus 1 mengalami peningkatan sebesar 25.3%, dan setelah perlakuan siklus II mengalami peningkatan sebesar 14,97%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa rendahnya kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 7 Malang pada mata pelajaran geografi dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning

    EVALUASI POTENSI GUA UNTUK PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS SUSUR GUA DI DESA GAJAHREJO KECAMATAN GEDANGAN KABUPATEN MALANG

    No full text
    RINGKASAN   Diansyah, Arif Sevfri. 2018. Evaluasi Potensi Gua Untuk Pengembangan Wisata Minat Khusus Susur Gua Di Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Yuswanti Ariani W, M.Si, (II) Purwanto, S.Pd, M.Si Kata Kunci : Kelayakan Gua, Potensi Gua, Wisata Minat Khusus Susur Gua Kawasan Karst merupakan kawasan yang memiliki potensi alam yang besar baik dari eksokarst maupun endokarst. Potensi eksokart berupa dolin, uvala, polje, bukit residual, kerucut, menara karst serta endokarst berupa gua. Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang merupakan salah satu desa yang terletak di kawasan karst selatan Pulau Jawa yang memiliki potensi endokarst yang dapat dijadikan sebagai potensi wisata minat khusus susur gua yang bermanfaat bagi masyarakat dan kawasan karst itu sendiri. Potensi endokarst yaitu gua yang berada di Desa Gajahrejo masih belum optimal dalam pengembangannya untuk dijadikan sebagai objek wisata minat khusus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey serta menentukan lokasi dengan purposive sampling yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk menilai kelayakan dan mengevaluasi potensi gua yang berada di Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Pengelolaan data dalam penelitian ini ada dua yaitu menggunakan skoring ADO-ODTWA dan skoring Derajat Kesulitan Gua. Penilaian kelayakan gua yang berdasarkan kriteria penilaian ADO-ODTWA yang mengacu pada Pedoman Analisis Daerah Operasi dan Daya Tarik Wisata Alam yang dikeluarkan oleh Direktur Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Tahun 2003 yang sudah dimodifikasi. Penilaian evaluasi potensi gua berdasarkan Derajat Kesulitan Gua didasarkan pada Mulyati 2007 dengan dijadikan 4 kelas tingkat kesulitan gua, ada sangat sulit, sulit, sedang, dan mudah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kedua gua yang diteliti yaitu Gua Coban dan Gua Jenggot layak dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata minat khusus susur gua. Gua Coban mendapatkan nilai kelayakan dari analisis ADO-ODTWA sebesar 2.040 yang termasuk dalam kategori layak. Gua Coban juga mendapatkan nilai potensi berdasarkan Derajat Kesulitan Gua sebesar 7 yang termasuk dalam kategori sulit. Sedangkan Gua Jenggot mendapatkan nilai kelayakan dari analisis ADO-ODTWA sebesar 2.000 yang termasuk dalam kategori layak. Gua Jenggot juga mendapatkan nilai potensi berdasarkan Derajat Kesulitan Gua sebesar 2 yang termasuk dalam kategori mudah. Konsep wisata minat khusus yang dapat dikembangkan di Gua Coban yaitu Petualangan serta pendidikan dan direkomendasaikan bagi penelusur  tingkat menengah karena membutuhkan keahlian khusus. Sedangkan konsep wisata minat khusus yang dapat dikembangkan di Gua Jenggot yaitu lebih kearah pendidikan karena kurang memberi kesan petualangan dikarenakan tergolong gua yang pendek dan medannya termasuk dalam kategori mudah dan direkomendasikan bagi penelusur tingkat pemula

    EVALUASI POTENSI GUA UNTUK PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS SUSUR GUA DI DESA GAJAHREJO KECAMATAN GEDANGAN KABUPATEN MALANG

    No full text
    RINGKASAN   Diansyah, Arif Sevfri. 2018. Evaluasi Potensi Gua Untuk Pengembangan Wisata Minat Khusus Susur Gua Di Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Yuswanti Ariani W, M.Si, (II) Purwanto, S.Pd, M.Si Kata Kunci : Kelayakan Gua, Potensi Gua, Wisata Minat Khusus Susur Gua Kawasan Karst merupakan kawasan yang memiliki potensi alam yang besar baik dari eksokarst maupun endokarst. Potensi eksokart berupa dolin, uvala, polje, bukit residual, kerucut, menara karst serta endokarst berupa gua. Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang merupakan salah satu desa yang terletak di kawasan karst selatan Pulau Jawa yang memiliki potensi endokarst yang dapat dijadikan sebagai potensi wisata minat khusus susur gua yang bermanfaat bagi masyarakat dan kawasan karst itu sendiri. Potensi endokarst yaitu gua yang berada di Desa Gajahrejo masih belum optimal dalam pengembangannya untuk dijadikan sebagai objek wisata minat khusus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey serta menentukan lokasi dengan purposive sampling yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk menilai kelayakan dan mengevaluasi potensi gua yang berada di Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Pengelolaan data dalam penelitian ini ada dua yaitu menggunakan skoring ADO-ODTWA dan skoring Derajat Kesulitan Gua. Penilaian kelayakan gua yang berdasarkan kriteria penilaian ADO-ODTWA yang mengacu pada Pedoman Analisis Daerah Operasi dan Daya Tarik Wisata Alam yang dikeluarkan oleh Direktur Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Tahun 2003 yang sudah dimodifikasi. Penilaian evaluasi potensi gua berdasarkan Derajat Kesulitan Gua didasarkan pada Mulyati 2007 dengan dijadikan 4 kelas tingkat kesulitan gua, ada sangat sulit, sulit, sedang, dan mudah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kedua gua yang diteliti yaitu Gua Coban dan Gua Jenggot layak dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata minat khusus susur gua. Gua Coban mendapatkan nilai kelayakan dari analisis ADO-ODTWA sebesar 2.040 yang termasuk dalam kategori layak. Gua Coban juga mendapatkan nilai potensi berdasarkan Derajat Kesulitan Gua sebesar 7 yang termasuk dalam kategori sulit. Sedangkan Gua Jenggot mendapatkan nilai kelayakan dari analisis ADO-ODTWA sebesar 2.000 yang termasuk dalam kategori layak. Gua Jenggot juga mendapatkan nilai potensi berdasarkan Derajat Kesulitan Gua sebesar 2 yang termasuk dalam kategori mudah. Konsep wisata minat khusus yang dapat dikembangkan di Gua Coban yaitu Petualangan serta pendidikan dan direkomendasaikan bagi penelusur  tingkat menengah karena membutuhkan keahlian khusus. Sedangkan konsep wisata minat khusus yang dapat dikembangkan di Gua Jenggot yaitu lebih kearah pendidikan karena kurang memberi kesan petualangan dikarenakan tergolong gua yang pendek dan medannya termasuk dalam kategori mudah dan direkomendasikan bagi penelusur tingkat pemula

    PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA KELAS X IPS 3 PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA LABORATORIUM UM

    No full text
    RINGKASAN Sayekti, Yeyar Tyas, 2018. Penerapan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas X IPS 3 Pada Mata Pelajaran Geografi di SMA Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budi Handoyo, M. Si., (II) Drs. Rudi Hartono, M. Si. Kata Kunci: discovery learning, kemampuan berpikir analitis   Kemampuan berpikir analitis merupakan aspek penting dalam pembelajaran disekolah.  Siswa perlu mengembangkan kemampuan berpikir analitis untuk menalar serta mencari solusi terhadap masalah yang dihadapinya. Kemampuan berpikir analitis siswa kelas X IPS 3 SMA Laboratorium UM masih rendah. Beberapa permasalahan terkait kemampuan berpikir analitis siswa adalah selama ini pembelajaran hanya berorientasi pada guru seperti pembelajaran yang dilakukan dengan ceramah dan tanya jawab yang membuat siswa kurang terbiasa berpikir secara analitis dan siswa lebih sering mendapatkan soal ranah kognitif (C2) yang bersifat pemahaman dan menghafal materi saja, sehingga tidak terbiasa dengan soal ranah analitis (C4).Hal tersebut menyebabkan kemampuan berpikir analitis siswa rendah. Model pembelajaran Discovery Learning merupakan model yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menerapkan model Discovery Learning. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Laboratorium UM, dengan subjek siswa kelas X IPS 3 yang berjumlah 26 siswa. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelasyang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan. Teknik pengumpulan data kemampuan berpikir analitis siswa menggunakan soal tes kemampuan berpikir analitis siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menerapkan model Discovery Learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan model Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa. Rata-rata nilai kemampuan berpikir analitis pada pra-tindakan adalah 56, kemudian meningkat pada siklus I menjadi 72,88 dan siklus II adalah 83,48. Persentase peningkatan pra-tindakan ke siklus I sebesar 30.14% dan siklus I ke siklus II sebesar 14.54%. Berdasarkan hasil temuan-temuan data, dapat disarankan beberapa hal yaitu: (1) bagi guru, sebaiknya menerapkan model Discovery Learning dalam proses pembelajaran dan materi yang sesuai, karena dapat melatih dan meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa; (2) bagi sekolah, Sekolah diharapkan menganjurkan kepada guru geografi untuk menerapkan model pembelajaran Discovery Learning dalam materi yang sesuai dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran; (3) bagi peneliti selanjutnya, hendaknya mengetahui kelemahan dan kelebihan dalam penerapan model Discovery Learning, perlu penyesuaian materi dengan penerapan model Discovery Learning, dan harus mampu mengatur waktu sehingga penerapan model Discovery Learning dapat optimal dalam meningkatkan kemampuan berpikir analitis

    PENGGUNAAN STRATEGI DIFFERENTIATED LEARNING BERDASARKAN GAYA BELAJAR DAN PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IPS 3 SMA N 6 KOTA MALANG

    No full text
    RINGKASAN Pada saat ini hasil belajar yang ada di SMAN 6 Kota Malang khususnya kelas X IPS 3 belum optimal dan  masih  menjadi permasalahan. Hasil belajar tersebut belum memenuhi nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu sebesar 75.  Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui 2 siklus yang terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi dengan subyek kelas X IPS 3. Penelitian ini menggunakan strategi Differentiated Learning berdasarkan gaya belajar dan model Problem Based Learning. Instrumen penelitian ini menggunakan angket untuk mengetahui gaya belajar dan tes soal hasil belajar dengan tiga indikator hasil belajar yaitu: mengetahui memahami dan menganalisis. Analisis hasil belajar siswa dilakukan dengan cara membandingkan nilai rata-rata siklus I dan siklus II. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 6 Kota Malang yaitu 5,44

    0

    full texts

    1,629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇