SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1629 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GEOGRAFI SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS 3 SMA N 1 BATU

    No full text
    RINGKASAN Pembelajaran Geografi di sekolah masih ditemukan berbagai kekurangan, salah satunya rendahnya keterampilan geografi siswa seperti yang terjadi di kelas XI IPS 3 SMAN 1 Batu. Hasil observasi yang dilaksanakan selama KPL menunjukan keterampilan geografi siswa rendah. Permasalahan tersebut muncul karena siswa tidak merasa terlibat langsung dalam pembelajaran. Selain itu kurangnya variasi dalam metode pembelajaran juga dapat menyebabkan rendahnya keterampilan geografi siswa. Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan geografi siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) meupakan model pembelajaran yang memdorong siswa untuk mampu memevahkan masalah di sekitar mereka sehingga siswa merasa ikut berperan aktif selama pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan geografi siswa dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning ( PJBL). Penelitian  ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas melalui dua siklus. Setiap silkus terdiri dari 2 pertemuan  dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, pengtamatan dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah 27 siswa kelas XI IPS 3 SMAN 1 Batu. Penelitian ini menggunakan sumber data primer yang langsung diperoleh dari subyek penelitian. Pengumpulan data keterampilan geografi siswa menggunakan soal tes essai sebanyak 5 butir soal. Soal tes keterampilan geografi dibuat oleh peneliti yang dikembangkan dari indikator keterampilan geografi dan diberikan di setiap akhir siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning (PjBL)  dapat meningkatkan keterampilan geografi siswa. Hasil nilai rata-rata keterampilan geografi siswa pada siklus I mencapai 67,4. Sedangkan pada pelaksanaan siklus II nilai rata-rata keterampilan geografsi siswa mengalami peningkatan menjadi 76,66. Berdasarkan hasil tersebut menunjukan adanya peningkatan keterampilan geografi siswa sebesar 9,26 atau dengan presentase14%. Penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat disimpulkan mampu untuk meningkatkan keterampilan geografi siswa kelas XI IPS 3 SMAN 1 Batu pada materi menganalisis jenis dan penanggulangan bencana alam melalui edukasi , kearifan lokal, dan pemanfaatan teknologi modern

    Pengembangan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) Mata Pelajaran Geografi SMA

    No full text
    RINGKASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan UKBM Georafi pokok bahasan Hidrosfer yang layak untuk siswa kelas X SMA. Terdapat tiga pertimbangan dalam mengembangkan UKBM Geografi, yaitu kebutuhan kurikulum yang diterapakan, karakteristik siswa, dan kelemahan UKBM yang sudah diterapkan. UKBM digolongkan sebagaibahan ajar dan memiliki perbedaan dengan modul dan LKS. Penelitian ini mengadaptasi  model Penelitian dan Pemngembangan Sadiman, dkk. UKBM Geografi ini divalidasi berdasarkan aspek materi, bahasa, dan pembelajaran. Uji coba dilakukan pada 30 siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 2 Malang. Hasil validasi dijadikan sebagai acuan perbaikan dan penentuan kualitas UKBM Geografi. Berdasarkan hasil uji coba, secara umum 23 siswa (76,7 %) memberikan respon sangat baik. Sedangkan 7 siswa (23,3%) memberikan respon baik. Kriteria tersebut menunjukkan bahwa UKBM Geografi dapat diterima oleh siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa UKBM Geografi yang dihasilkan berkualitas baik untuk digunakan dalam pembelajaran

    Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi untuk Analisis Spasial Tingkat Pelayanan Jalan Kota Malang

    No full text
    RINGKASANKota Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Kota Surabaya yaitu dengan jumlah penduduk mencapai 856.410 jiwa pada tahun 2016 (BPS Kota Malang, 2017). Jumlah penduduk yang mendekati satu juta jiwa, aktivitas kendaraan moda darat sangat padat terutama pada jam–jam sibuk di pagi dan sore hari (jam 07.00 dan 16.00 WIB). Kemacetan lalu lintas tidak dapat dihindari karena masyarakat terus melakukan berbagai aktivitas di antaranya berangkat kerja, berangkat sekolah, dan keperluan lainnya. Sebaliknya pada jam 16.00 WIB saat masyarakat pulang dari kerja akan memadati arus lalu lintas. Rutinitas seperti ini menimbulkan kemacetan lalu lintas setiap harinya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) persebaran spasial tingkat pelayanan jalan di Kota Malang; (2) prediksi tingkat pelayanan jalan kedepannya dengan kapasitas yang sama pada saat penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Tingkat pelayanan jalan didasarkan pada beberapa variabel yakni, volume dan kapasitas (c) jalan yang meliputi, kapasitas dasar, lebar jalan, pemisah arah, hambatan samping, ukuran kota. Teknik pengumpulan data menggunakan metode survey lapangan. Metode analisis yang digunakan adalah metode scoring atau pembobotan terhadap variabel-variabel tersebut.  Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah persebaran tingkat pelayanan jalan di Kota Malang sangat bervariasi. Kecamatan Blimbing memiliki jalan kategori tingkat pelayanan jalan terendah yaitu E, dengan karakteristik tidak stabil pada Jl R. Panji Suroso dan Jl S. Priyo Sudarno. Kecamatan Kedungkandang memiliki jalan kategori tingkat pelayanan jalan terendah yaitu C, dengan karakteristik arus stabil dan kecepatan dapat dikontrol lalu lintas pada Jl Kolonel Sugiono. Kecamatan Sukun memiliki jalan kategori tingkat pelayanan jalan terendah yaitu D, dengan karakteristik arus mulai tidak stabil pada Jl Satsui Tubun, Jl S Supriadi, dan Jl S. Riadi. Kecamatan Klojen memiliki jalan kategori tingkat pelayanan jalan terendah yaitu D, dengan karakteristik arus mulai tidak stabil pada Jl Maijen Panjaitan. Sedangkan Kecamatan Lowokwaru memiliki jalan kategori tingkat pelayanan jalan terendah yaitu B, dengan karakteristik arus stabil pada Jl MT. Hariyono, Jl. Soekarno Hatta, dan Jl Gajayana. Keberadaan jumlah pendatang, tempat-tempat pendidikan, tempat-tempat perbelanjaan menjadi faktor yang secara tidak langsung mempengaruhi tingkat pelayanan jalan. Adapun hasil prediksi rata-rata tingkat pelayanan jalan Kota Malang tahun 2025 menurun di setiap ruas jalannya pada jam sibuk. Beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan kualitas tingkat pelayanan jalan ini adalah semakin bertambahnya penduduk, meningkatnya migrasi masuk, dan jumlah kendaraan yang bertambah tiap tahunnya

    Analisis Tingkat Kekeringan Lahan Menggunakan Data Penginderaan Jauh Landsat 8 Berdasakan Indeks TVMDI: Studi Kasus Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci: Kekeringan lahan, Penginderaan jauh, TVMDI.   Kekeringan merupakan bencana bagi bidang pertanian dibeberapa wilayah. Untuk mengetahui kekeringan secara regional dengan skala yang luas sulit dilakukan. Oleh karena itu dalam penelitian ini mencoba mengidentifikasi tingkat kekeringan lahan menggunakan data citra satelit landsat 8. Untuk mengetahui tingkat kekeringan secara regional tersebut indeks kekeringan TVMDI digunakan dalam menghitung tingkat kekeringan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1)  Mengetahui kondisi kekeringan selama musim kering tahun 2014–2017 dimana didalam tahun tersebut terjadi fenomena El-Nino. (2) Mengetahui hubungan antara kekeringan lahan berdasarkan kelembapan tanah lapangan dengan indeks TVMDI di Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian survei. Rancangan penelitian diawali dengan pengumpulan data citra Landsat 8 yang akan digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kekeringan lahan. Data citra landsat 8 tersebut merupakan citra landsat 8 untuk perekaman 01 September 2014, 04 September 2015, 06 September 2016, dan 09 September 2017. indeks TVMDI diperoleh dari pengolahan citra Thermal untuk suhu permukaan dan citra Red-NIR untuk menilai vegetasi dan kelembapan tanah citra. Survei lapangan dengan pengambilan titik pengukuran secara purposive untuk menganalisis korelasi antara hasil indeks TVMDI dengan kekeringan lahan yang diukur menggunakan Soil Tester Moisture Meter. Hasil analisis citra selama musim kering tahun 2014–2017, kekeringan terparah terjadi pada tahun 2015 dimana dari informasi kekeringan meteorologis BMKG menunjukan indeks El-nino mencapai angka 2,5. Kondisi tersebut juga digambarkan pada pengolahan band Thermal untuk suhu permukaan mengalami kenaikan mencapai 30,360C, Sedangkan kondisi vegetasi rata-rata pada titik survei 0,52NDVI pada tahun 2015. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara indeks kekeringan lahan TVMDI dengan kondisi kekeringan lahan sebesar -0,794. Sedangkan R2 menunjukan bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 0,630, yang artinya indeks TVMDI mampu menunjukan tingkat kekeringan lahan sebesar 63%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain

    Tingkat Kesiapsiagaan Masyarakat Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri dalam Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Kelud

    No full text
     ABSTRAKBencana erupsi gunungapi yang terjadi telah menimbulkan korban jiwa yang banyak. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tergolong masih kurang. Desa Sugihwaras termasuk desa yang terkena dampak erupsi Gunung Kelud yang paling parah. Desa ini merupakan desa terdekat dengan Gunung Kelud yang hanya berjarak 9 Km dari puncak Gunung Kelud.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi erupsi Gunung Kelud di Desa Sugihwaras. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif. Sampel responden ditentukan dengan metode simple random sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Desa Sugihwaras memiliki tingkat pengetahuan, sikap terhadap resiko bencana, tingkat kebijakan keluarga untuk kesiapsiagaan, tingkat rencana tanggap darurat, tingkat system peringatan bencana, dan tingkat mobilisasi sumberdaya dalam kategori tinggi.Tingkat kesiapsiagaan total masyarakat Desa Sugihwaras dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Kelud tergolong tinggi.Penduduk Desa Sugihwaras disarankan selalu mengikuti sosialisasi bencana erupsi yang diadakan, baik oleh pemerintah maupun swasta. Selain itu masyarakat Desa Sugihwaras harus memiliki keterampilan P3K, memiliki tabungan atau simpanan uang yang dapat digunakan dalam kondisi darurat dan memiliki peralatan siaga bencana. Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kediri  membangun penunjuk arah jalur evakuasi dan system peringatan bencana sehingga masyarakat Desa Sugihwaras lebih siap dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Kelud

    Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Earth Science System in the Community (EarthComm) Melalui Media Google Earth Terhadap Kemampuan Berpikir Spasial Siswa Kelas X IPS SMAN 7 Malang

    No full text
    ABSTRAK Puspitasari, Defi. 2018. Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Earth Science System in the Community (EarthComm) Melalui Media Google Earth Terhadap Kemampuan Berpikir Spasial Siswa Kelas X IPS SMAN 7 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) ArdyantoTanjung, S.Pd, M.Pd, (2) Drs. Rudi Hartono, M.SiKata Kunci: model pembelajaran EarthComm, Kemampuan Berpikir SpasialModel pembelajaran Earth Science System in the Community (EarthComm) merupakan salah satu model pembelajaran berbasis inkuiri yang mencakup tentang sistem bumi. Model pembelajaran ini merupakan salah satu model pembelajaran yang inovatif dan tepat untuk menumbuhkan kemampuan berpikir spasial siswa. Pembelajaran inovatif lebih mengarah dan berpusat pada siswa. Proses pembelajaran dirancang, disusun dan dikondisikan pada pemahaman serta kegiatan siswa sehingga lebih aktif dan termotivasi. Mata pelajaran geografi adalah salah satu yang perlu dikembangkan dalam proses pembelajaran. Geografi memperkenalkan suatu objek, menunjukkan lokasi, alasan keberadaan objek pada suatu lokasi serta memvisualisasikan keterkaitan keberadaan objek dalam suatu ruang tertentu. Kemampuan berpikir spasial dalam mata pelajaran geografi merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa. Siswa diharapkan memiliki kemampuan berpikir spasial sehingga dapat menganalisis fenomena yang terjadi pada ruang tertentu.Penelitian bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh model EarthComm terhadap kemampuan berpikir spasial siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan menerapkan pretest-posttest control group design. Penelitian dilaksanakan di SMAN 7 Malang. Instrumen penelitian menggunakan soal essai yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitas. Soal essai diberikan sebelum dan sesudah perlakuan penelitian. Analisis data yang digunakan adalah Independent sample t-Test. Analisis data pengujian menggunakan uji statistik parametrik dengan bantuan SPSS 23.0 for windows.Berdasarkan hasil analisis uji t yang sudah dilakukan dibuktikan bahwa nilai probabilitas 0,000 < 0,05 dan rata-rata (mean) kemampuan berpikir spasial siswa kelas eksperimen (13,69) lebih besar daripada kelas kontrol (9,30) maka H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran EarthComm berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir spasial siswa kelas X IPS SMAN 7 Malang.Saran dapat diajukan kepada: (1) sekolah, agar membantu untuk memberikan referensi, dorongan, dan fasilitas mengenai model pembelajaran EarthComm untuk guru; (2) guru, menyiapkan sintaks pembelajaran dan menjelaskan pada siswa agar pembelajaran kondusif; (3) peneliti selanjutnya, dapat menambah atau mengubah variabel, menggunakan media yang lain, dan materi lain yang masih berkaitan dengan sistem kebumian

    PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN SISWA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS MATA PELAJARAN GEOGRAFI SISWA X IPS SMA N 1 NGUNUT TULUNGAGUNG DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJARNYA

    No full text
    Kemampuan berpikir analitis penting dimiliki oleh siswa karena merupakan salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi dan dibutuhkan dalam mempelajari geografi. Kemampuan berpikir analitis siswa dapat ditumbuhkan menggunakan model pembelajaran yang menunjang. Salah satunya adalah model problem based learning berbantuan lembar kegiatan siswa. Model ini dipilih untuk diuji cobakan dalam penelitian ini karena model tersebut didasarkan pada teori konstruktivisme, sesuai dengan kurikulum 2013, dan menyajikan permasalahan dunia nyata. Motivasi belajar dipilih sebagai variabel moderator dalam penelitian ini karena motivasi belajar merupakan penggerak dari dalam diri siswa yang memegang peranan penting dalam memberikan gairah, semangat, dan rasa senang siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh model problem based learning  berbantuan lembar kegiatan siswa terhadap kemampuan berpikir analitis, dan 2) pengaruh model problem based learning berbantuan lembar kegiatan siswa terhadap kemampuan berpikir analitis siswa ditinjau dari motivasi belajarnya. Jenis Penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan posttest only control group design. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS SMAN 1 Ngunut. Penentuan sampel dilakukan dengan memilih dua kelas yang memiliki nilai rata-rata ulangan harian semester ganjil 2017/2018 sama. Selanjutnya penentuan kelas eksperimen dan kontrol dilakukan dengan cara random sampling. Data hasil penelitian diperoleh dengan teknik tes menggunakan instrumen berupa soal esai untuk mengukur kemampuan berpikir analitis dan teknik non-tes menggunakan instrumen angket motivasi belajar untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa. Teknik analisis data menggunakan uji F menggunakan bantuan software SPSS 16.0 for windows dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian diperoleh bahwa 1) model problem based learning berbantuan lembar kegiatan siswa berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir analitis, dan 2) model problem based learning berbantuan lembar kegiatan siswa berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir analitis siswa ditinjau dari motivasi belajarnya. Selain itu, diketahui bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir analitis kelas yang diajar menggunakan model problem based learning berbantuan lembar kegiatan siswa lebih tinggi daripada kelas yang diajar menggunakan model ceramah pada kategori motivasi tinggi, sedang, maupun rendah. Hal tersebut mengindikasikan bahwa model problem based learning berbantuan lembar kegiatan siswa sama efektifnya jika diterapkan pada siswa baik dengan motivasi belajar tinggi, sedang, maupun rendah dalam mempengaruhi kemampuan berpikir analitis

    VALIDASI BUKU TEKS GEOGRAFI SMA/MA KELAS X TERBITAN ERLANGGA TAHUN 2016 MATERI PENGETAHUAN DASAR GEOGRAFI

    No full text
    ABSTRAK   Buku teks merupakan salah satu bahan ajar yang penting dalam pem-belajaran. Buku teks dapat menunjang tercapainya tujuan pembelajaran dalam kurikulum apabila kualitasnya baik. Buku teks yang baik memiliki isi yang sesuai dengan kurikulum, konsep yang benar, bahasa yang baik dan benar, dan media yang berfungsi. Namun, hasil survei pada materi dalam buku teks Geografi kelas X yang banyak digunakan sekolah negeri di Kota Malang menunjukkan bahwa terdapat kesalahan isi materi, konsep, bahasa, dan media di dalamnya. Oleh karena itu, validasi terhadap materi pada buku teks tersebut perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian isi dengan kurikulum, kebenaran konsep, kebenaran bahasa, dan keberfungsian media dalam materi Pengetahuan Dasar Geografi pada buku teks Geografi SMA/MA kelas X terbitan Erlangga tahun 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Data dikumpulkan menggunakan instrumen penelitian yang berupa pedoman analisis isi buku teks. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan rubrik penilaian buku teks. Hasil analisis dideskripsikan sebagai hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesalahan isi materi, konsep, bahasa, dan media pada buku teks. Isi materi yang tidak sesuai dengan kurikulum adalah sebesar 11,1%, kesalahan konsep sebesar 92,3%, kesalahan tanda baca sebesar 6,2%, kesalahan kosakata sebesar 0,9%, kesalahan kalimat sebesar 0,9%, kesalahan paragraf sebesar 17%, dan media yang tidak berfungsi sebesar 71,4%. Dengan demikian, kesesuaian isi materi dengan kurikulum tergolong sedang, kebenaran konsep tergolong rendah, kebenaran bahasa tergolong sedang, dan keberfungsian media tergolong rendah.Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa materi Pengetahuan Dasar Geografi dalam buku teks Geografi SMA/MA kelas X terbitan Erlangga tahun 2016 belum memiliki kualitas yang baik terutama dari segi konsep dan media. Oleh karena itu, disarankan beberapa hal yaitu: (1) guru yang menggunakan buku teks tersebut harus memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ditemukan sebelum diajarkan kepada siswa, (2) penulis harus merevisi buku teks agar kesalahan isi materi, konsep, bahasa, dan media dapat berkurang, dan (3) penerbit harus menggunakan jasa editor yang kompeten dari segi keilmuan dan kepenulisan agar kesalahan yang serupa dalam buku teks dapat diminimalisas

    Kesejahteraan Keluarga Petani di Desa Manisharjo Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi

    No full text
    ABSTRAK Petani merupakan mayoritas mata pencaharianmasyarakat desa yang memiliki taraf hidup kurang sejahtera. Tingkat kesejahteraan petani memiliki keterkaitan dengan karakteristik sosial, ekonomi dan demografi yang dimiliki petani. Desa Manisharjo merupakan salah satu desa di KecamatanNgrambe dengan lingkup masyarakat desa yang sebagian besar penduduknya mempunyai mata pencaharian sebagai petani. Desa Manisharjo memiliki luas wilayah 311,54 Ha yang mana 70% (218 Ha) merupakan lahan sawah, dan 30% (93,54 Ha) bukan lahan sawah. Oleh sebab itu maka, diperlukan  pengkajian mengenai kesejahteraan petani di Desa Manisharjo.Fokus Penelitian ini untuk mengungkapkan; (1) karakteristik sosial ekonomi demografi petani; (2) tingkat kesejahteraan petani; (3) hubungan karakteristik sosial ekonomi demografi dengan tingkat kesejahteraan petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang dimulai dengan pengumpulan data, analisis data,  dan terakhir mendeskripsikan hasil penelitian. Metode yang digunakan adalah survey dengan mengumpulkan data dan menganalisa fakta dilapangan.Penentuan  sampel  dilakukan  secara proporsional random samplingdan didapatkan responden kepala keluarga petani berjumlah  84  orang sebagai subjek penelitian.  Instrumen  penelitian  yang  digunakan  adalah  pedoman  wawancara.  Analisis  data  menggunakan  tabulasi  tunggal,  tabulasi  silang, dan uji korelasi spearman.Hasil analisis memaparkan tingkat kesejahteraan keluarga petani di Desa Manisharjo adalah rendah.  Pendidikan, luas lahan, pola tanam, hasil produksi, dan pendapatan perkapitaberhubungan positif terhadap tingkat kesejahteraan keluarga petani, sedangkan beban tanggungan berhubungan negatif terhadap kesejahteraan keluarga petani.Saran  yang dapat diajukan  berdasarkan  hasilpenelitianadalah perlunya diadakanpengoptimalan pemanfaatan lahan kering dengan sistem penanaman yang sesuai dengan daya dukung tanah, air serta iklimdan variabel lain yang turut berhubungan dengan tingkat kesejahteraan namun tidak diperhatikan dalam penelitian ini, disarankan untuk penelitian selanjutnya untuk mempertimbangkan variabel lain

    PERSEPSI TENTANG LAYANAN PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN UMUM KOTA BATU

    No full text
    ABSTRAK   Dewantara, Rizal.2018.Persepsi Tentang Layanan Pemustaka Di Perpustakaan Umum Kota Batu. Tugas Akhir, Program Studi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. DwiSugianto, M.Pd.   Kata Kunci:Perpustakaan Umum, Layanan, Pemustaka Perpustakaan umum mempunyai berbagai macam fungsi yang didalamnya mempunyai kegiatan penghimpunan, pengelolaan, dan penyebar luasan atau pelayanan segala macam informasi.Agar kegiatan layanan tersebut terlaksana dengan lancar perlu didukung oleh berbagai fasilitas. Layanan merupakan bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh perpustakaan guna memenuhi kebutuhan pemustaka tentang sumber informasi dan memberi kenyamanan pemustaka saat memanfaatkan perpustakaan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui tentang layanan di Perpustakaan Umum Kota Batu, untuk mengetahui persepsi pemustaka tentang layanan di Perpustakaan Umum Kota Batu, dan untuk mengetahui upaya pemanfaatan layanan bagi pemustaka. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Populasi dengan pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan secara acak. Penelitian dilakukan di Dinas Perpustakaan Kota Batu. Pengumpulan data diperoleh dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden dalam pengumpulan data bersumber dari pustakawan, staff perpustakaan dari setiap layanan, dan pemustaka. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu, Perpustakaan Umum Kota Batu menyediakan fasilitas layanan kepada pemustaka. Perpustakaan Umum Kota Batu mempunyai 8 layanan, yaitu: (1) layanan sirkulasi, (2) layanan referensi, (3) layanan keanggotaan, (4) layanan anak, (5) layanan deposit, (6) layanan perpustakaan keliling, (7) layanan taman baca masyarakat, dan (8) layanan ruang baca. Pada umumnya dari 8 (delapan) layanan yang telah disebutkan hasilnya adalah cukup baik, namun masih terdapat kendala pada layanan Perpustakaan Umum Kota Batu,seperti: (1) layanan anak, (2) layanan referensi, (3) layanan keanggotaan, dan (4) layanan deposit yang masih perlu adanya perbaikan dan perubahan. Upaya pemanfaatan layanan bagi Perpustakaan Umum Kota Batu adalah; (1) memanfaatkan ruang kosong yang ada di setiap sudut Balai Kota Among Tani yang masih belum digunakan dengan maksimal, sehingga pihak Perpustakaan Umum Kota Batu dapat memanfaatkan ruangan tersebut, (2) fasilitas yang dimiliki oleh Perpustakaan Umum Kota Batu lebih diperbaiki kembali sehingga dapat meminimalis waktu pekerjaan oleh petugas perpustakaan danditambahnya SDM (Sumber Daya Manusia) Perpustakaan Umum Kota Batu untuk melayani pemustaka yang berkunjung ke Perpustakaan Umum Kota Batu

    0

    full texts

    1,629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇