SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
1629 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI IPS 3 SMAN I NGUNUT PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI
ABSTRAK Pamungkas, Angga. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Problen Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPS 3 SMAN 1 Ngunut Kabupaten Tulungagung . Skripsi, Jurusan Geografi Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si Kata kunci: problem based learning (PBL), berpikir kritis Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia untuk meningkatkan sumber daya manusia. Di Indonesia pemerintah mempunyai keinginan yang tinggi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Upaya yang dilakukan adalah dengan mengeluarkan kebijakan berupa dukungan adanya perbaikan kualitas di sekolah, peningkatan kualitas tenaga pendidik, pemerataan pendidikan, dan penyempurnaan kurikulum. Sehingga guru dituntuk untuk mengembangkan hasil belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran dapat berjalan secara kondusif, dengan menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi siswa. Dalam proses pembelajaran diharapkan siswa mampu mencari sumber belajat dan tidak terpaku pada guru sebagai satu-satunya sumber belajar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learnig terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini XI IPS 3 SMA N 1 Ngunut yang berjumlah 36 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Teknik teknik pengumpulan data melalui hasi tes akhir siklus. Tindakan yang dilakukan yaitu penerapan model Problem Based Learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan mulai dari pra tindakan ke siklus 1 dan siklus 1 ke siklus 2. Rata-rata hasil belajar pada pra tindakan sebesar 71,36 pada siklus 1 meningkat menjadi 78,47 dan pada siklus 2 meningkat menjadi 80,19. Ketuntasan berpikir kritis siwa juga mengalami peningkatan, pada proses pembelajaran pra tindakan sebesar 31%, siklus 1 sebesar 72%, dan pada siklus 2 menjadi 89%. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh pembelajaran model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritissiswa. Hal tersebut dapat dilihat pada hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis lebih tinggi.Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah ada pengaruh pembelajaran model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI IPS 3 SMAN 1 Ngunut yang mengalami peningkatan
Penerapan model PBL untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X ips 2 SMA LAB UM malang
ABSTRAK Kusuma Ajeng, Sekaring. 2018: Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X IPS 2 SMA Laboratorium UM Malang Pada Mata Pelajaran Geografi Semester 2 Tahun Ajaran 2017/2018. Pembimbing: (I) Dr . Singgih Susilo, M . S, M . Si , (II) Drs . Yusuf Suharto, M . Pd Kata kunci : Problem Based Learning, Hasil Belajar Adapun permasalahan yang dialami siswa adalah kurangnya hasil belajar siswa dalam pelajaran geografi yang menyebabkan mereka kurang menguasai materi yang diberikan oleh guru, hal tersebut dapat dilihat dengan ketika guru menerangkan ada siswa yang sibuk mendengarkan musik dengan memakai headset ,ada juga yang sibuk dengan aktivitasnya sendiri tanpa ada yang memperhatikan pelajaran . Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan data dan gambaran tentang: 1) Untuk mendeskripsikan aktivitas guru dalam pembelajaran Geografi melalui penerapan model PBL (problem bassed learning) pada Siswa kelas X IPS 2 SMA Laboratorium UM Malang., 2) Untuk menentukan hasil belajar Geografi siswa kelas X IPS 2 SMA Laboratorium UM Malang., 3) Untuk menentukan persentase (%) peningkatan hasil belajar Geografi SMA Laboratorium UM Malang. Model PBL dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah Hal ini dapat dilihat melalui test yang diberikan ,apakah pelaksaan PBL sudah dapat meningkatkan hasil belajar atau belum. Kusuma Ajeng, Tiara Sekaring,2018: The Implementation Of Problem Based Learning Model To Improve Student Learing Outcomes Of Class X IPS 2 SMA Laboratorium UM Malang On Geography Subjects Semester 2 Academic Year 2017/2018.Pembimbing: (I) Dr.Singgih Susilo, M.S,M.Si.,(II) Drs.Yusuf Suharto, M.Pd. Keywords: problem-based learning, learning outcomes. The problems experienced by students is the lack of student learning outcomes in geography lessons that cause them less master the material provided by the teacher, it can be seen with when the teacher explains there are students who are busy listening to music using a headset, there are also busy with their own activities without some pay attention to the lesson. The purpose of this research is to get data and description about: 1) To describe teacher activity in Geography learning through application of PBL model (problem bassed learning) in grade X IPS 2 SMA Laboratorium UM Malang, 2) To determine student learning outcomes Geography class X IPS 2 SMA Laboratorium UM Malang., 3) To determine the percentage (%) improvement of learning outcomes Geography SMA Laboratorium UM Malang. PBL model can be interpreted as a series of learning activities that emphasize the process of solving problems faced scientifically This can be seen through the test given, whether the implementation of PBL has been able to improve learning outcomes or not
Pengaruh Pemahaman Etika Bisnis dan Profesi Dan Locus Of Control Internal Terhadap Perilaku Etis (Studi pada Mahasiswa Jurusan Akuntansi di Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Agung, Tito. 2018. Pengaruh Pemahaman Etika Bisnis dan Profesi Dan Locus Of Control Internal Terhadap Perilaku Etis (Studi pada Mahasiswa Jurusan Akuntansi Angkatan 2014, 2015, 2016 di Universitas Negeri Malang). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Sulastri , S.Pd, M.SA Kata Kunci : Pemahaman Etika Bisnis dan Profesi, Locus of Control Internal, Perilaku Etis Perilaku Etis merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan pada saat ini. Terbukti dari banyaknya kasus mengenai krisis moral pada generasi saat ini, maka dari itu penting untuk meneliti faktor apakah yang berpengaruh dominan terhadap perilaku etis mahasiswa. Ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku etis, pada penelitian ini menggunakan faktor pemahaman etika bisnis dan profesi dan Locus of control internal. Peneitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris adanya pengaruh dari pemahaman etika bisnis dan profesi dan Locus of control internal terhadap perilaku etis sesuai dengan teori Teleologi pada Mahasiswa Akuntansi di Universitas Negeri Malang Angkatan 2014, 2015, dan 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dan diperoleh sebanyak 106 sampel mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Malang. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Uji kelayakan instrumen menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dengan uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskesdatisitas. Dilanjutkan dengan analisis regresi linear berganda, uji t dan uji F. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemahaman terhadap etika bisnis dan profesi dan Locus of Control berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku etis Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Malang. Locus of Control lebih dominan mempengaruhi perilaku etis dari pada pemahaman terhadap etika bisnis dan profesi. Maka dari itu disamping memperbaiki kurikulum dan penekanan terhadap pentingnya memahami etika bisnis dan profesi, Universitas juga harus memperhatikan cara pandang dan memotivasi mahasiswa untuk berusaha dengan maksimal
Analisis Potensi Objek Wisata Air Terjun Sebagai Daya Tarik Wisata di Desa Pandansari Lor kecamatan Jabung Kabupaten Malang
RINGKASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi fisik objek wisata dan daya tarik objek wisata. Analisis potensi objek wisata sebagai daya tarik dilakukan dengan memberikan penilaian terhadap kiriteria masing-masing objek wisata. Penilaian analisis berpedoman pada Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) Dirjen PHKA tahun 2003 (Pedoman ADO-ODTWA: 2003). Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa potensi yang dimiliki masing-masing objek wisata berbeda. Coban Jahe memiliki potensi yang paling tinggi. Hal ini didukung dengan fasilitas dan pengelolaan yang baik. Objek wisata coban Sari dan Tangkil memiliki potensi alam yang tinggi juga melainkan tidak didukung dengan fasilitas dan pengelolaan yang baik.Daya tarik yang terdapat pada Coban Jahe diantaranya keunikan sumberdaya alam, sumberdaya alam yang menonjol. Keunikan sumberdaya alam yang dapat dilihat dari coban Jahe yaitu adanya pelangi yang muncul dibawah tepat jatuhnya air. Kegiatan yang dapat dilakukan di Coban Jahe salah satunya yaitu river tubbing yang menjadi daya tarik untuk Coban Jahe, kebersihan lokasi, keamanan, dan kenyamanan. Pada penelitian ini Coban Jahe mendapatkan nilai tertinggi sehingga dari segi daya tarik Coban Jahe yang lebih unggul
. Pengembangan Infografis Sebagai Media Pembelajaran Vulkanisme di Sekolah Menengah Atas
RINGKASAN Sebagai salah satu dimensi yang terpengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, adalah pendidikan, yang memerlukan penyesuaian-penyesuaian agar tetap relevan dalam menghadapi tuntutan zaman. Salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran di sekolah adalah media pembelajaran. Media juga berperan sebagai perantara interaksi antara siswa dengan materi pembelajaran. Tanpa adanya media, maka proses belajar tidak akan pernah terjadi. Materi vulkanisme dalam pembelajaran geografi di sekolah, ialah sebagai dasar-dasar pendidikan mitigasi bencana. Materi ini mampu mengenalkan siswa terhadap karakteristik dari bencana vulkanik serta kiat-kiat untuk menghidarinya. Namun secara ironis, materi vulkanisme yang memiliki peran yang sangat penting tersebut tidak diajarkan dengan baik di dalam kelas.Materi yang banyak dengan alokasi waktu yang sedikit, membuat vulkanisme terkadang diajarkan seadanya, dan cenderung disajikan tanpa menggunakan media yang menarik di mata siswa. Solusi dari permasalahan tersebut adalah pengembangan media infografis vulkanisme. Infografis secara harfiah merupakan akronim dari kata information graphic, yang secara umum diartikan sebagai ringkasan tampilan data, informasi, dan pengetahuan dalam bentuk visual, yang terwujud dalam bagan, simbol, gambar, dan peta. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan media pembelajaran infografis untuk materi dinamika lithosfer bagian vulkanisme dan mengukur tingkat kelayakan media untuk digunakan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran geografi. Rancangan penelitian ini adalah pengembangan dengan model ADDIE yang dimodifikasi, yang terdiri atas analisa (analysis), desain (design), pengembangan (development), penerapan (implementation) dan Evaluasi (Evaluation). subjek uji coba yang terdiri atas ahli materi, ahli media, dan siswa kelas X IPS (ilmu pengetahuan sosial) MAN 1 Malang (MAN Gondanglegi). Ahli materi dan ahli media berperan sebagai penguji kelayakan produk yang disandarkan pada standarisasi pengembangan produk. Sedangkan, siswa kelas X IPS merupakan subjek uji coba lapangan Hasil uji coba siswa menunjukkan media pembelajaran infografis vulkanisme yang dikembangkan oleh peneliti memperoleh skor rata-rata 66.07 dari rata-rata maksimal yakni 80, sedangkan persentase yang diperoleh adalah 82,59 % dan termasuk dalam kriteria sangat valid. Secara keseluruhan siswa merespon positif dan tertarik terhadap media yang dikembangkan karena dapat membantu siswa dalam memahami materi vulkanisme yang diajarkan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah media infografis mampu membangkitkan motivasi dan minat siswa, media ini juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman terhadap materi yang diajarkan dengan cara menyajikan data secara menyenangkan dan memadatkan informasi
Pengembangan E-Book Ekstensi EPUB sebagai Bahan Ajar Geografi SMA pada Pokok Materi Atmosfer
RINGKASAN Bahan ajar yang digunakan di SMA pada pokok materi atmosfer masih menggunakan buku paket konvensional dan BSE KTSP. Hasil observasi yang penulis lakukan, kedua bahan ajar tersebut sebagian besar hanya menjelaskan konsep tanpa adanya pembahasan yang mengkaji dan mencontohkan fenomena nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ilustrasi materi hanya berupa gambar sederhana, sehingga peserta didik merasa kesulitan memahami materi. Pengembangan bahan ajar yang dapat memvisualisasikan obyek studi geografi yang tidak hanya berisi teks materi pelajaran sangat diperlukan. Adanya perkembangan teknologi semakin tidak terkendali dan berpengaruh kedalam segala aspek kehidupan termasuk pendidikan, maka penulis mengembangkan bahan ajar yaitu EPUB. EPUB (electronic publishing) adalah salah satu teknologi perkembangan dari buku elektronik. EPUB adalah salah satu format E-Book yang tidak hanya bisa berisi teks dan gambar, akan tetapi bisa menyajikan ilustrasi materi berupa audio, video maupun animasi. EPUB memang cocok dikembangkan untuk memahami materi lebih kontekstual, memahami materi mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit, dari yang konkret untuk memahami yang abstrak. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk E-Book dengan ekstensi EPUB sebagai bahan ajar peserta didik SMA mata pelajaran geografi kompetensi dasar dinamika atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di bumi. Bahan ajar tersebut dikembangkan dengan metode ADDIE (analysis, design, development, implementation and evaluation). Produk bahan ajar ini telah divalidasi oleh validator ahli sebelum diuji cobakan yaitu ahli materi, bahasa dan ahli desain pembelajaran yang masing-masing memperoleh nilai 92,7%, 88% dan 73%. Menurut validasi ahli pembelajaran atau guru mendapat nilai 94% EPUB ini sangat layak digunakan pada pembelajaran di sekolah. Penilaian atau tanggapan produk dari peserta didik selaku subyek penelitian mendapatkan nilai 85%. Peserta didik sangat terbantu dalam memahami materi menggunakan bahan ajar EPUB ini. Secara keseluruhan, pengembangan bahan ajar EPUB ini sangat layak dan efektif digunakan dalam pembelajran di sekolah juga untuk menghadapi kebutuhan zaman sekarang yang nyata dan mendesak (here and now). Pengembangan bahan ajar EPUB ini sangat disarankan karena efektif dan efisien sebagai format buku digital masa depan
Pengaruh Model Pembelajaran Science Environment Technology and Society (SETS) berbasis Teknologi Geospasial Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Peserta Didik MAN Kota Batu dalam Pembelajaran Geografi.
RINGKASANGeografi memiliki keunggulan yaitu, 1) mengembangkan sikap melindungi dan tanggung jawab terhadap kualitas lingkungan, dan 2) teknologi geospasial Geografi mendukung pendekatan multidisiplin untuk menyelidiki isu lingkungan saat ini. Keunggulan tersebut didukung oleh kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik dalam kegiatan pembelajarannya. Sayangnya, pembelajaran Geografi di kelas saat ini masih menggunakan metode ceramah, sehingga keunggulan Geografi belum optimal. Untuk mengoptimalkan keunggulan tersebut diperlukan model pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang dapat meningkatkan kemampuan memecahkan permasalahan lingkungan. Adapun model pembelajaran yang memberikan fasilitas tersebut ialah Science, Environment, Technology, and Society (SETS) berbasis teknologi geo-spasial. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh model pembelajaran SETS berbasis teknologi geospasial terhadap kemampuan memecahkan masalah peserta didik kelas X MAN Kota Batu.Penelitian ini dirancang menggunakan eksperimen semu dengan posttest only control group design. Subyek penelitian ini adalah kelas X IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan X IPS 3 sebagai kelas kontrol. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data kemampuan memecahkan masalah peserta didik. Instrumen penelitian ini terdiri dari 6 soal uraian yang telah divalidasi meng-gunakan validasi isi. Analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan independent sample t-test dengan bantuan SPSS 16.00 for windows.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai probabilitas (sig. 2-tailed) yaitu 0,004 < 0.05 dan rata-rata (mean) kelas eksperimen (73,91), hasil tersebut lebih tinggi daripada kelas kontrol (65,50). Hasil uji hipotesis dapat disimpulkan H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh model pembelajaran SETS berbasis teknologi geospasial terhadap kemampuan memecahkan masalah geografi peserta didik kelas X MAN Kota Batu. Berdasarkan temuan penelitian, saran bagi guru, model SETS berbasis teknologi geospasial dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran, dikarena model ini memiliki keunggulan 1) teknologi geospasial yang membantu analis pemecahan masalah dan, 2) dapat mengembangkan literasi teknologi peserta didik. Saran bagi peneliti lanjut, 1) perancangan perencanan pembelajaran model ini harus dilakukan beberapa bulan sebelum penelitian, 2) memastikan dukungan ketersediaan dan spesifikasi sarana komputer untuk teknologi geospasial, dan 3) perlu diketahui dahulu kemampuan peserta didik dalam mengoperasikan teknologi geospasial
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) MENURUT ROBERT E. SLAVIN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI IIS SMAN 1 KEPANJEN KABUPATEN MALANG
ABSTRAK RINGKASAN Rakasiwi, YelinAndi. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Menurut Robert E. Slavinterhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IIS SMAN1 Kepanjen Kabupaten Malang.Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. BudiHandoyoM.Si,(II) Dr. DwiyonoHariUtomoM.Pd, M.Si. Kata Kunci: Model Pembelajaran Group Investigation, Kemampuan Berpikir Kritis Hasil belajar geografi siswa SMA belum menunjukkan kemampuan berpikir kritis tinggi. Hal tersebut dikarenakan kegiatan belajar mengajar geografi belum menunjukkan proses yang mengajak siswa untuk berpikir dan mengeksplorasi serta pembelajaran lebih banyak materi ajar dalam ranah kognitif C1 (pengetahuan), C2 (pemahaman), dan yang paling tinggi hanya pada ranah C3 (penerapan), sedangkan C4 (analisis), C5 (sintesis) dan C6(evaluasi) kurang mendapatkan perhatian. Upaya mengatasi permasalahan tersebut diperlukan model pembelajaran geografi yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu Group Investigation (GI)menurut Robert E. Slavin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran GI menurut Robert E. Slavin berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IIS SMAN1 KepanjenKabupaten Malang. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (quasi experiment), dengan menggunakan rancangan nonequivalent control group design. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI IIS 3 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI IIS 4 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian menggunakan soal esai dengan jumlah lima butir soal yang sudah melalui uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik dengan bantuan program SPSS 16.0 for windows. Uji prasyarat terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas sedangkan untuk uji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran GImenurut Robert E. Slavinberpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IIS SMAN1 KepanjenKabupaten Malang. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai gain score kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol yaitu 18,61 untuk kelas eksperimen dan 14,30 untuk kelas kontrol. Pada hasil uji hipotesis dengan nilai sig. (2-tailed) yang diperoleh adalah 0.031 atau dengan kata lain nilai sig. (2-tailed
Analisis Komparatif Kondisi Sosial Ekonomi Pada Penduduk Migran dan Non Migran Terhadap Tingkat Fertilitas Di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik
Abstrak Jumlah penduduk yang tiap tahun semakin meningkat menyebabkan beragam masalah sosial, seperti kepadatan penduduk yang nantinya akan berdampak pada tingginya angkatan kerja yang tidak diimbangi oleh kesempatan kerja serta lapangan kerja. Tingginya laju pertumbuhan penduduk ini merupakan dampak dari tingginya angka kelahiran atau fertilitas yang terjadi di suatu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui perbedaan fertilitas pada penduduk migran dan non migran di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. (2) Untuk mengetahui perbedaan tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, pendapatan, usia kawin pertama, lama reproduksi, lama penggunaan kontrasepsi, serta jenis kontrsepsi terhadap tingkat fertilitas di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Teori yang digunakan pada penelitian ini yakni teori mengenai fertilitas yang dikemukakan oleh Davis dan Black, serta teori fertilitas terhadap migrasi yang di kutip dari penelitian Oey. Sedangkan untuk kondisi sosial ekonomi mengambil dari pendapat beberapa ahli yakni Hatmaji; Ananta; Tadjoddin Nur Effendi; Mantra; Singarimbun; dan Lucas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian komparatif, yakni membedakan antara fertilitas pada penduduk migran dan non migran dilihat dari kondisi sosial ekonominya. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan uji regresi dan uji beda dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang ditemukan yaitu (1) terdapat perbedaan fertilitas antara penduduk migran dan non migran. Tingakat fertilitas penduduk migran lebih tinggi daripada penduduk non migran. (2) kondisi sosial ekonomi pada penduduk migran dan non migran berbeda, pada penduduk migran kondisi sosial ekonominya lebih tinggi daripada penduduk non migran. (3) usia kawin pertama penduduk non migran tergolong muda yakni dibawah 20 tahun sedangkan pada penduduk non migran usia kawin pertama tergolong tua yakni 20 tahun keatas sehingga lama reproduksi penduduk non migran lebih lama dari pada penduduk migran. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat fertiltas yang ada pada Kecamatan driyorejo tergolong tinggi, yakni terdapat anak lahir hidup 423 jiwa pada 195 responden baik pada penduduk migran maupun non migran. Sehingga jika kondisi ini dibiarkan maka laju pertumbuhan penduduk yang ada di Kecamatan Driyorejo tiap tahun akan selalu mengalami peningkatan. Adanya program Keluarga Berencana haarus lebih digalakkan untuk mencegah terjadinya ledakaan penduduk yang ada di Kecamatan Driyorejo
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK (GROUP INVESTIGATION) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS PADA MATERI LANGKAH PENELITIAN GEOGRAFI SISWA KELAS X MAN 7 JOMBANG
ABSTRAK Firdaus, 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Investigasi Kelompok (Group investigation) terhadap Kemampuan Berpikir Analitis, Peserta Didik Kelas X MAN 7 Jombang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Soelistjo, M.Si, (II) Drs. Rudi Hartono, M.Si Kata Kunci :Investigasi Kelompok (Group Investigation),kemampuan berpikir analitis Pendidikan memiliki peranan penting untuk meningkatkan sumber daya manusia yang lebih baik. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan kualitas pendidikan yang baik guna menunjang sumber daya manusia pada setiap individu.Investigasi kelompok (Group Investigation) dipilih sebagai model pembelajaran dengan pendekatan saintifik meningkatkan proses berpikir, memecahkan masalah, beroientasi pada aspek ilmu pengetahuan, lingkungan, teknologi, dan manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Investigasi Kelompok (Group Investigation) yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis pada materi penelitian geografi pada kelas X di MAN 7 Jombang pada materi langkah penelitian geografi, tepatnya pada indicator pendekatan dan analisis studi geografi. Penelitian eksperimen semu(Quasi eskperiment)karena perlakuan yang diberikan kepada subjek tidak dikendalikan sepenuhnya. Instrument penelitian berupa tes esai diuji coba berdasarkan validitas, realibilitas, teknik pengumpulan data. Uji hipotesis ini mengunakan Uji-T dua sampel tidak berpasangan. Uji hipotesis menunjukkan terdapat 0,05 perbedaan dan terjadi peningkatan kemmapuan berpikir analitis dari perlakuan yang sudah diberikan. Adanya pengaruh Investigasi kelompok (Group Investigation) terhadap kemampuan berpikir analitis peserta didik kelas X MAN 7 Jombang. Saran yang dapat diperhatikan dalam menggunakan model pembelajaran group investigation sebaiknya mencari tempat penelitian yang lebih dekat dengan sekolah. Selain itu, sebaiknya pada awal pembelajaran siswa diberi motivasi serta arahan untuk tidak membeda-bedakan teman yang menjadi anggota kelompoknya agar interaksi antar anggota kelompok dapat berjalan maksimal.