SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
1629 research outputs found
Sort by
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DITINJAU DARI ASPEK MOTIVASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X IIS MA BILINGUAL BATU
Project Based Learning merupakan model pembelajaran yang menuntut siswa aktif melakukan investigasi mandiri secara kelompok untuk mengerjakan proyek yang dapat memperluas pengetahuan konseptual dan prosedural. Model PjBL memiliki kelebihan yang memengaruhi kemampuan berpikir kreatif siswa yang diduga didorong oleh adanya motivasi belajar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa ditinjau dari aspek motivasi belajar kelas X IIS MA Bilingual Batu. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu menggunakan desain posttest only control group design. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dua kelas yang mempunyai kemampuan rata-rata sama yaitu kelas X IIS 2 sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan model PjBL dan kelas X IIS 1 sebagai kelas kontrol yang diberi pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa soal essay sebanyak 4 butir dengan mengacu pada indikator kemampuan berpikir kreatif dan angket sebanyak 20 butir dengan mengacu pada indikator motivasi belajar. Teknik pengumpulan data menggunakan soal tes untuk kemampuan berpikir kreatif dan angket untuk motivasi belajar. Analisis data yang menggunakan uji dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuanberpikirkreatif kelas yang menggunakan model PjBLmendapatkannilai rata-rata lebih tinggi daripadakelas yang tidakmenggunakan model PjBL dan kemampuanberpikirkreatif kelas yang menggunakan model PjBL ditinjau darimotivasi belajar siswamendapatkannilai rata-rata lebih tinggi daripadakelas yang tidakmenggunakan model PjBL ditinjau darimotivasi belajar siswa. Dari analisis yang dilakukan bahwa nilai probabilitas adalah 0,006. Hasil tersebut menunjukkan nilai probabilitas adalah 0,006 < 0,05 dengan kata lain hipotesis nol (H0) ditolak dan (H1) dapat diterima atau dapat dikatakan bahwa adapengaruh model Project Based Learningterhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran geografi kelas X IIS MA Bilingual Batu dan ada pengaruh model Project Based Learningterhadap kemampuan berpikir kreatif siswa ditinjau dari aspek motivasi belajar pada mata pelajaran geografi kelas X IIS MA Bilingual Batu. Model PjBL memiliki kelebihan yang dapat memengaruhi kemampuan berpikir kreatif siswa dan motivasi belajar. Oleh karena itu, disarankan untukmenerapkan di kelaspadamatapelajarangeografi untuk mendorong kemampuan berpikir kreatif siswadan motivasi belajar. Bagi peneliti lanjut dapatmengganti model PjBL dengan membuat produk lain atau mengubah variabel penelitian
Pengaruh Model Problem Solving Learning Dengan Media Video Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Siswa Mata Pelajaran Geografi Di SMA Negeri Bareng Kabupaten Jombang
ABSTRAK Perubahan proses pembelajaran saat ini memang perlu dilakukan guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu kemampuan yang perlu ditingkatkan adalah kemampuan memecahkan masalah. Pentingnya kemampuan memecahkan masalah adalah melatih siswa berpikir kreatif dalam menghadapi permasalahan. Kemampuan memecahkan masalah diperoleh dari pembelajaran yang inovatif, salah satu model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Problem Solving Learning dengan media video. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model Problem Solving Learning dengan media video terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa mata pelajaran geografi di SMA Negeri Bareng Kabupaten Jombang. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Subjek penelitian ini yaitu kelas XI IPS 4 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 1 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa soal esai sebanyak 4 butir soal dengan pedoman indikator kemampuan memecahkan masalah. Perhitungan tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan memecahkan masalah disesuaikan dengan pedoman penskoran butir soal. Teknik analisis data menggunakan aplikasi SPSS 16.0 for windows. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji-t (analysis of variance). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Problem Solving Learning dengan media video berpengaruh terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa di SMA Negeri Bareng Kabupaten Jombang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan memecahkan masalah siswa menggunakan model Problem Solving Learning dengan media video memiliki nilai rata-rata (75) lebih tinggi dari kelas yang tidak menggunakan model Problem Solving Learning dengan media video dengan nilai rata-rata (69). Artinya dalam penelitian ini model Problem Solving Learning dengan media video berpengaruh terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa mata pelajaran geografi di SMA Negeri Bareng Kabupaten Jombang.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas X MA NU Gondanglegi Kabupaten Malang.
ABSTRAK Rohmah, Daniati. 2018. Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas X MA NU Gondanglegi Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd, (II) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si Kata Kunci: Model Problem Based Learning, Hasil Belajar Geografi Problem Based Learning merupakan model pembelajaran untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa yang berorientasi pada masalah dunia nyata. Model ini memiliki keunggulan dalam proses pembelajaran. Model ini mempengaruhi keterlibatan siswa, sehingga aktivitas dalam pembelajaran meningkat. Tujuan penelitian ini untuk menguji apakah ada pengaruh model Problem Based Learning terhadap hasil belajar geografi siswa kelas X MA NU Gondanglegi Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang termasuk dalam penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini berjumlah 57 siswa dengan rincian 28 siswa kelas X IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan 29 siswa kelas X IPS 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu soal essai prates dan pasca tes yang berjumlah 5 soal hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan uji-t dari data gainscore yang diperoleh dari selisih hasil pretest dan postest. Uji-t digunakan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap hasil belajar geografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan model Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa kelas eksperimen. Rata-rata skor hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi 6,33 poin daripada kelas kontrol. Pada perhitungan uji hipotesis yang dilakukan, diperoleh Sig.(2-tailed) 0,031 ≤ 0,05, berdasar hal tersebut maka H0 ditolak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diajukan dua saran. Pertama, kepada guru geografi, dalam menggunakan model Problem Based Learning dianjurkan pada materi-materi yang memiliki banyak permasalahan, seperti kompetensi dasar menganalisis dinamika atmosfer, litosfer dan hidrosfer. Kedua, kepada para peneliti selanjutnya, dengan variabel sama untuk melakukan eksperimen dengan lokasi, jenjang pendidikan, materi, atau mata pelajaran yang berbeda, agar kemanfaatan model ini meyakinkan
Pengaruh Peran Bina Keluarga Balita terhadap Morbiditas Balita di Desa Watukenongo Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto
ABSTRAK Tandriana, Lissusanti. 2018. Pengaruh Peran Bina Keluarga Balita Terhadap Morbiditas Balita Di Desa Watukenongo Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Program Studi Geografi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (I) Prof. Dr. Budijanto, M.Sos, (II) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si. Kata Kunci: peran bkb, perawatan balita, sanitasi lingkungan, morbiditas balita Peran bina keluarga balita yang berada di Desa Watukenongo mempunyai nama Kenanga. Mayoritas ibu yang mengikuti kegiatan bina keluarga balita ini yang anaknya usia 1,5 – 2 tahun. Kegiatan bina keluarga balita yang terdapat di daerah penelitian sebelumnya didirikan disetiap dusun yang terdapat di daerah tersebut. Bina keluarga balita di Desa Watukenongo sudah berjalan selama kurang lebih 2 tahun. Kegiatan di dusun tersebut semakin lama menjadi tidak efektif sehingga kegiatan bina keluarga balita mengalami vakum selama hamper 6 bulan. Sekarang kegiatan ini dijadikan satu yang selalu dilaksanakan di balai Desa Watukenongo setiap sebulan sekali. Karena yang mengikuti kegiatan mayoritas balita usia 1,5 – 2 tahun, maka kader mempunyai inisiatif untuk membuat pos bermain balita dan sekarang berganti nama menjadi pos paud. Morbiditas yang terdapat di daerah penelitian Desa Watukenongo ini termasuk dalam kategori yang tinggi yaitu 50%. Tingginya morbiditas di suatu daerah dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti tindakan perawatan ibu yang diberikan pada balita, gizi balita di daerah penelitian, pendidikan yang dimiliki oleh ibu balita, serta sanitasi lingkungan yang terdapat di Desa Watukenongo. Pengukuran morbiditas balita ini menggunakan jenis sakit dan lama sakit yang dialami balita. Sakit yang sering dialami balita yaitu penyakit demam dan lama sakit balita sekitar 3-4 hari dengan presentase 33%. Fokus penelitian ini terdapat pada kegiatan peran bina keluarga balita yang terdapat di Desa Watukenogo yang kurang baik.penelitian ini juga digunakan untuk mengungkapkan tingginya morbiditas balita yang terdapat di daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah survey dengan mengumpulkan data dan menganalisis fakta yang terdapat dilapangan. Penentuan sampel dilakukan secara proporsioanal random sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah wawancara dengan berpedoman kuisioner. Analisis data penelitian menggunakan tabulasi tunggal, tabulasi silang, dan uji statistic chi square. Hasil penelitian yang telah didapat peneliti dan sudah di uji menggunakan uji statistik akan dipaparkan sebagai berikut: tidak adanya pengaruh antara peran bina keluarga balita terhadap morbiditas balita di Desa Watukenongo; adanya pengaruh antara perawatan balita terhadap morbiditas balita di Desa Watukenongo; tidak adanya pengaruh antara tingkat pendidikan ibu balita terhadap morbiditas balita di Desa Watukenongo; tidak adanya pengaruh antara gizi balita terhadap morbiditas balita di Desa Watukenongo; adanya pengaruh antara sanitasi lingkungan terdapat morbiditas di Desa watukenongo
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERBIMBING DENGAN FIELDWORK PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TUREN KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Restuanda, Viska. Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing Dengan Fieldwork Pada Mata Pelajaran Geografi Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Turen Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si Kata Kunci : Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing, Fieldwork, kemampuan berpikir kritis siswa Pembelajaranmerupakan komponen penting yang harus dilaksanakan guru dalam proses pembelajaran. Pembelajaran tersebut dilengkapi dengan media, metode, model pembelajaran. Model pembelajaran yang efektif salah satunya adalah inquiry terbimbing dengan fieldwork. Inquiry terbimbing dengan fieldwork akan memaksimalkan proses pembelajaran karena guru dapat membimbing siswa untuk melakukan penyelidikan berdasarkan panduan yang telah diberikan. Dengan demikian, kemampuan berpikir kritis siswa akan terbentuk apabila mereka mampu merancang sendiri strategi pemecahan masalah. Kemampuan berpikir kritis tersebut akan mempercepat efisiensi belajar, terutama dalam pembelajaran yang berdasarkan pengalaman langsung melalui fieldwork. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pembelajaran inquiry terbimbing dengan fieldwork terhadap kemampuan berpikir kritis. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian ini kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 3 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah pretest sebanyak 5 butir soal essai dan postest mengerjakan soal yang sama yaitu sebanyak 5 butir soal essai. Analisis data yang dilakukan melalui uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji prasyarat yang terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji t tidak berpasangan (Independent sample t test). Hasil penelitian terdapat perbedaan antara tingkat kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini dilihat dari nilai signifikan Uji t = 0, 000 < 0,05 dan perhitungan rata-rata gain core kelas eksperimen lebih tinggi (28,06) dibanding kelas kontrol (16,97). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inquiry terbimbing dengan fieldwork memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Turen Kabupaten Malang
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Ditinjau Dari Motivasi Berprestasi Kelas XI SMAN 1 Ngadirojo
ABSTRAK Putra, Rizki Ardya Harditama. 2018. Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Ditinjau Dari Motivasi Berprestasi Siswa Kelas XI SMAN 1 Ngadirojo. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hadi Soekamto, SH, M.Pd, M.Si. (2) Purwanto, S.Pd, M.Si Kata kunci: Model Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir Kritis, Motivasi Berprestasi Pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis penting dimiliki siswa. Kemampuan berpikir kritis dapat membantu siswa menganalisis ide atau gagasan. Kemampuan berpikir kritis diperlukan siswa untuk menganalisis karena dapat menghadapi tantangan global. Kemampuan berpikir rkitis dapat diperoleh melalui model Problem Based Learning. Penerapan model tersebut dalam pembelajaran memiliki kelebihan, yaitu siswa dapat mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilannya, mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa, siswa mampu memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model Problem Based Learningberpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari motivasi berprestasi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Ngadirojo. Rancangan penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain posttest only control grup design yang terdiri dari kelas eksperimen dan kontrol. Subyek penelitian ini yaitu kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir kritis berupa soal essai sebanyak 4 butir soal. Analisis data kemampuan berpikir kritis dan tingkat kecerdasan siswa menggunakan uji faktorial 2x3. Teknik analisis data menggunakan SPSS 16.0 for windows. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji- f (analysis of variance). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis pada kelas yang menggunakan model Problem Based Learning memiliki nilai rata-rata (80), lebih tinggi dari kelas yang tidak menggunakan model Problem Based Learning (78). Selain itu, hasil nilai signifikasn menunjukkan 0,01 ≤ 0,05, maka hal tersebut berarti H0 ditolak. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA Negeri 1 Ngadirojo. Selain itu, model Problem Based Learning ditinjau dari motivasi berprestasi siswa juga berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA Negeri 1 Ngadirojo. Hal tersebut dapat ditunjukkan dari hasil nilai signifikasi yaitu 0,00 ≤ 0,05,maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, sehingga menerima H1 yang artinya model Problem Based Learning ditinjau dari motivasi berprestasi siswa berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA Negeri 1 Ngadiroj
Pengurangan Risiko Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang
ABSTRAK Siahaan, Sormaida 2018. Pengurangan Risiko Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang. Skripsi. Jurusan Geografi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Syamsul Bachri, S.Si, M.Sc., Ph.D. (II) Drs. Rudi Hartono, M.Si. Kecamatan Pronojiwo merupakan wilayah yang memiliki kondisi morfologi sebagian besar berupa perbukitan dan pegunungan dengan batuan penyusun didominasi oleh hasil dari erupsi gunungapi yang mempunyai sifat kedap air serta jenis tanah didominasi oleh tanah Entisol. Kondisi fisik dan sosial yang ada menyebabkan wilayah Kecamatan Pronojiwo berpotensi terhadap risiko bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat bahaya tanah longsor, (2) menganalisis tingkat kerentanan dan kapasitas, (3) menganalisis tingkat risiko bencana tanah longsor dan (4) Menganalisis pengurangan risiko bencana tanah longsor di Kecamatan Pronojiwo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah skoring dan pembobotan faktor-faktor penyebab bahaya (hazard) longsor meliputi kemiringan lereng, bentuklahan, geologi, jenis tanah dan penggunaan lahan. Faktor kerentanan (vulnerability) meliputi kerentanan sosial, ekonomi, fisik dan lingkungan. Faktor kapasitas (capacity) meliputi kebijakan pengurangan risiko bencana tanah longsor, jumlah tenaga kesehatan, jumlah fasilitas kesehatan, sosialisasi bencana, perolehan bantuan dan usaha antisipasi bencana. Kemampuan kesiapsiagaan, fasilitas evakuasi dan sistem peringatan dini. Tingkat bahaya tanah longsor di Kecamatan Pronojiwo memiliki tingkat bahaya tanah longsor terluas di kelas rendah dengan luas 69,7 Km2 dengan persentase sebesar 46,3%. Tingkat bahaya kelas sedang dengan luas terkecil, yaitu 28,3 Km2 dengan persentase sebesar 19,6%. Terdapat tiga tingkat kerentanan di Kecamatan Pronojiwo yang dipengaruhi oleh faktor sosial, fisik, ekonomi dan lingkungan. Tingkat kerentanan rendah ada di Dea Taman Ayu dan Supit Urang, Sedangkan tingkat kerentanan sedang ada di Desa Sidomulyo dan Sumber Urip dan tingkat kerentanan tinggi ada di Desa Pronojiwo dan Desa Oro-oro Ombo Terdapat tiga tingkat kapasitas di Kecamatan Pronojiwo. Kapasitas ditentukan berdasarkan Perka No.03 Tahun 2012. Tingkat kapasitas rendah ada di Desa Sidomulyo dan Supit Urang, sedangkan tingkat kapasitas sedang ada di Desa Taman Ayu dan Oro-oro Ombo dan tingkat kapasitas tinggi ada di Desa Pronojiwo dan Sumber Urip. Terdapat tiga tingkat risiko bencana tanah longsor di Kecamatan Pronojiwo, yaitu tingkat risiko rendah dengan luas 1.436,6 ha di Desa Pronojiwo, dengan luas 1.910,2 ha di Desa Sumber Urip, dengan luas 1.434,2 ha di Desa Taman Ayu, dengan luas 1.856,6 di Desa Oro-oro Ombo. Tingkat risiko sedang dengan luas 1.307,9 ha di Desa Sidomulyo, dengan luas 1.115 ha di Desa Pronojiwo, dengan luas 542,9 ha di Desa Sumber Urip, dengan luas 1.428,1 di Desa Supit Urang. Tingkat risiko tinggi dengan luas 1.213,9 ha di Desa Sidomulyo, dengan luas 995,1 di Desa Sumber urip dan dengan luas 1.244,1 di Desa Supit Urang
Pengaplikasian SIG Untuk Analisis Kerawanan Bencana Kebakaran Di Kecamatan Klojen Kota Malang
ABSTRAK Kota Malang merupakan kota yang rawan terjadi kebakaran, dimana berdasarkan indeks rawan bencana nasional tahun 2011 untuk bencana kebakaran bangunan Kota Malang berada pada rangking 83 dengan skor 39 dengan kategori tinggi. Pada data UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Kecamatan Klojen termasuk dalam kecamatan paling tinggi kejadian kebakarannya. Pada tahun 2016 ada 13 kejadian, pada tahun 2015 ada 6 kejadian dan pada 2017 ada 24 kejadian kebakaran. Sehingga diperlukan suatu kajian untuk menganalisis kerawanan bencana kebakaran di Kecamatan Klojen. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui peran sistem informasi geografi dalam analisis kerawanan bencana kebakaran di Kecamatan Klojen Kota Malang, dan untuk member saran pengambilan kebijakan yang tepat dalam pencegahan bencana kebakaran di Kecamatan Klojen Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder dan primer. Tingkat kerawanan bencana kebakaran didasarkan oleh 5 variabel yakni, kejadian kebakaran, penggunaan lahan, kepadatan penduduk, kepadatan bangunan, jumlah proteksi terpasang, dan lebar jalan masuk. Teknik pengumpulan data menggunakan metode survey lapangan. Metode analisis yang digunakan adalah metode scoring atau pembobotan terhadap lima variabel. Hasil yang didapat dari penelitian ini antara lain adalah sistem informasi geografi dapat dengan mudah mengolah, memanipulasi dan menganalisis seluruh variabel kerawanan bencana kabakaran. Variabel yang memiliki potensi terjadinya bencana kebakaran adalah, kejadian kebakaran, jumlah alat pemadam, dan lebar jalan. Dengan sistem informasi geografi data spasial yang disajikan lebih terorganisir dan dapat di update dengan perkembangan terbaru. Kebijakan yang seharusnya diterapkan pemerintah adalah melakukan tindak tegas dalam hal pembangunan, serta kebijakan dalam melengkapi alat pemadam kebakaran di setiap RT maupun RW
Pengaruh model Project Based Learning (PjBL) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Lawang pada Materi Mitigasi Bencana Alam
ABSTRAK Model Project Based Learning merupakan pembelajaran dengan menyajikan beberapa permasalahan yang terdapat disekitar lingkungan siswa yang nantinya permasalahan tersebut akan dianalisis solusi yang tepat dan dituangkan dalam bentuk sebuah proyek. Proyek ini dilandaskan oleh adanya permasalahan di dalam lingkungan sekitar tempat tinggal siswa. Permasalahan diberikan kepada siswa dan selanjutnya siswa akan menuangkan jawaban atau solusi yang ditawarkan dari permasalahan yang mereka dapat dari permasalahan ke dalam bentuk tugas atau proyek sehingga memiliki hasil akhir berupa produk. Penugasan ini dilakukan secara berkelompok, didalam satu kelompok terdapat beberapa anggota yang memiliki tanggungjawab masing-masing sehingga setiap siswa akan berperan aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu penggunaan model Project Based Learning dalam kegiatan pembelajaran secara tidak langsung dapat mengasah kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Lawang Pada Materi Mitigasi Bencana. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan menggunakan post test only control group design dimana pada penelitian ini melibatkan dua kelas, satu kelas sebagai kelompok ekspeimen dan kelas lainnya merupakan kelompok kontrol. Subjek penelitian berjumlah 67 siswa, yang dibagi dalam kelas eksperimen sebanyak 34 siswa dan kelas kontrol sebanyak 33 siswa. Kelas ekspeimen diberikan perlakuan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional (ceramah, diskusi, presentasi dan tanya jawab). Data penelitian ini diuji menggunakan uji-t dengan bantuan program SPSS 16.0 for windows independent sample t-test. Pada penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Model Project Based Learning memiliki kelebihan memberikan pengalaman kepada peserta didik dalam belajar dan praktik dalam mengorganisasi proyek membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain untuk menyelesaikan tugas. Diharapkan model Project Based Learning dapat diterapkan disekolah sebagai salah satu model pembelajaran yang inovatif dan dapat membantu berkembangnya kemampuan berpikir kritis siswa
Analisis Potensi Air Terjun Pengantin dan Suwono sebagai Objek Wisata Alam di Desa Hargomulyo Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi
ABSTRAK Salah satu desa di Kecamatan Ngrambe yang memiliki daya tarik wisata alam ialah Desa Hargomulyo. Daya tarik wisata Desa Hargomulyo terletak pada dua air terjun yang dimiliki oleh desa tersebut, yaitu Air Terjun Pengantin dan Suwono. Perbedaan karakteristik yang dimiliki oleh kedua air terjun tersebut memungkinkan diperlukannya suatu analisis mengenai potensi masing-masing objek wisata. Penilaian potensi objek wisata tersebut dilakukan menggunakan Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) yang dikeluarkan oleh Dirtjen PHKA tahun 2003. Pada penelitian ini peneliti berfokus pada daya tarik wisata air Terjun Pengantin dan Air Terjun Suwono. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, potensi Air Terjun Pengantin dan Suwono. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Metode analisis yang digunakan adalah scoring dengan memberikan skor pada masing-masing variabel penelitian. Variabel yang dinilai dalam penelitian ini adalah daya tarik wisata, sarana dan prasarana, aksesibilitas, kondisi sekitar kawasan, akomodasi, pengelolaan dan pelayanan, serta ketersediaan air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik daya tarik wisata alam Air Terjun Pengantin berdasarkan tingkat kelayakannya termasuk pada layak dengan indeks kelayakan 84,49% dan total skor 3620. Hal ini berarti objek wisata Air Terjun Pengantin sangat berpotensi dan layak untuk dikembangkan. Meskipun kondisi sekitar kawasan masih belum layak dan perlu perbaikan. Pada wisata Air Terjun Suwono karakteristik daya tarik berdasarkan tingkat kelayakannya termasuk pada kriteria layak dengan indeks kelayakan 71,38% dan total skor 3395 artinya potensial dikembangkan. Meskipun dikategorikan potensial dikembangkan, namun nilai indeks kelayakannya lebih rendah dibandingkan dengan Air Terjun Pengantin. Hal ini dikarenakan dari penilaian unsur pengelolaan dan pelayanan termasuk dalam kriteria tidak layak. Oleh karena itu, perlu diprioritaskan memperbaiki unsur pengelolaan dan pelayanan dan unsur-unsur yang nilai indeksnya masih rendah