SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
1629 research outputs found
Sort by
Studi Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Tenaga Kerja Wanita di Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang
ABSTRAK Rahardini, Reyninta . 2018. Studi Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Tenaga Kerja Wanita di Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang. Skripsi. Jurusan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Singgih Susilo, M.S., M.Si., (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si. Kata Kunci: penggunaan alat kontrasepsi, tenaga kerja wanita. Peningkatan jumlah penduduk merupakan salah satu masalah besar bagi negara berkembang, salah satunya Indonesia. Pemerintah Indonesia melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sangat memperhatikan kondisi penduduk, khususnya terkait dengan laju pertumbuhan penduduk. Salah satu program yang dijalankan oleh BKKBN yaitu penyuluhan mengenai pemilihan serta penggunaan alat kontrasepsi. Pada tahun 2017 jumlah PUS di Kecamatan Ploso yang menjadi peserta KB aktif tercatat sebanyak 8.822 peserta dengan rincian, KB dengan metode Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau disebut juga IUD sebanyak 509 orang, MOW sebanyak 242 orang, MOP sebanyak 17 orang, kondom sebanyak 86 orang, implan sebanyak 506 orang, suntik sebanyak 4.153 orang, dan pil sebanyak 1.705 orang. Penelitian ini berfokus pada penggunaan alat kontrasepsi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan jumlah anak. Subyek dalam penelitian ini yaitu pekerja wanita sudah menikah dan berusia antara 20-49 tahun yang berjumlah sebanyak 97 responden dan terbagi dalam tiga desa yakni Desa Rejoagung (35 responden), Desa Losari (33 responden), dan Desa Ploso (29 responden). Penelitian ini menggunakan metode explanatory dengan instrumen penelitian yaitu kuisioner. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini ada beberapa langkah yaitu tabulasi tunggal, tabulasi silang, dan uji statistik dengan regresi linier berganda. Hasil dari penelitian yang didapat dari uji statistik regresi linier berganda menunjukkan bahwa secara parsial (uji t) pada variabel usia dan jumlah anak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap lama penggunaan alat kontrasepsi, sedangkan secara simultan (uji F) menunjukkan bahwa variabel usia, pendidikan, pendapatan, dan jumlah anak secara serentak berpengaruh terhadap lama penggunaan alat kontrasepsi di Kecamatan Ploso. Dalam penelitian ini variabel lain yang tidak dapat diuji menggunakan uji statistik regresi linier berganda maka analisis yang digunakan hanya tabulasi tunggal dan silang saja, yaitu meliputi variabel alasan pemilihan alat kontrsaepsi dan jenis alat kontrasepsi, sedangkan variabel bebas yang menggunakan analisis tabulasi tunggal dan silang yaitu pekerjaan. Hasil analisis yang diperoleh pada tabulasi tunggal dan silang pada masing-masing variabel menunjukkan hasil yang berbeda, yakni terdapat kecenderungan yang meningkat antara usia dengan kesepakatan bersama pada alasan pemilihan alat kontrasepsi, antara usia dengan jenis alat kontrasepsi implan (stabil), antara pendidikan dengan keinginan sendiri pada alasan pemilihan alat kontrasepsi (meningkat), antara pendapatan dengan pilihan lainnya pada alasan pemilihan alat kontrasepsi (meningkat), antara jumlah anak dengan lama penggunaan alat kontrasepsi selama kurang dari satu tahun (menurun), dan antara jumlah anak dengan jenis alat kontrasepsi lainnya (menurun)
SISTEM INFORMASI GEOGRAFI BERBASIS MODEL JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK ANALISIS KESESUAIAN LAHAN TANAMAN GUMITIR (TAGETES ERECTA L) LERENG BARAT DAYA GUNUNG AGUNG 2017
RINGKASAN Erupsi Gunung Agung pada tahun 2017 memiliki dampak pada daerah di sekitarnya. Guyuran abu vulkanik dan lahar hujan pada beberapa daerah dapat berpengaruh terhadap tatanan dan potensi suatu lahan. Evaluasi mengenai arahan komoditas pertanian di daerah sekitar Gunung Agung merupakan sebuah upaya untuk mengenali potensi dari lahan terdampak erupsi. Teknologi jaringan syaraf dengan SistemInformasiGeografis (SIG) digunakan untuk melakukan analisis kesesuaian lahan. Evaluasi kesesuaian lahan pertanian didukung data lapangan berupa kualitas dan karaktersitik lahan untuk memperoleh informasi potensi lahan secara spasial. Terdapat 19 karakteristik lahan yang merupakan parameter evaluasi kesesuaian lahan berupa temperature, ketersediaan air, ketersediaan oksigen, media perakaran, retensihara, sodisitas, bahaya sulfidik, bahaya erosi, bahaya banjir, dan aspek penyiapan lahan. Beberapa tahapan dilakukan dalam penelitian ini meliputi, (1) kegiatan pralapangan, (2) pengamatan lapangan, (3) uji laboratorium, (4) wawancara preferensi ahli, (5) pembobotan Fuzzy AHP, (6) preparasi data input, (7) klasifikasi jaringan syaraf tiruan, dan (8) validasi dan visualisasi kesesuaian lahan tanaman pertanian. Secara keseluruhan, lereng barat daya Gunung Agung memiliki kualitas dan karakteristik lahan yang masih mendukung untuk budidaya tanaman pertanian. Karakteristik lahan yang menjadi faktor pembatas utama berupa kelerengan, erosi, dan batuan permukaan. Klasifikasi jaringan syaraf tiruan menggambarkan kelas kesesuaian lahan secara fleksibel dan mampu mengakomodasi input yang mempunyai perbedaan struktur pada setiap bentangan nilai piksel sehingga ketidakpastian dari data dapat dihindari. Arsitektur jaringan 19-8-1 digunakan dalam proses klasifikasi karena menghasilkan nilai error yang paling rendah. Terdapat 3 kelas kamampuan lahanberupakelas S1denganluasan 52,03 km2, kelas S2 dengan luasan 24,89 km2, dan kelas N dengan luasan 5,53 km2. Klasifikasi kemampuan lahan menggunakan jaringan syaraf tiruan menghasilkan nilai akurasi yang tinggi yaitu sebesar 88,58% dan nilai koefisien Kappa 0,73. The eruption of mount Agung in 2017 has an impact on the surrounding area. In some area blasting of volcanic ash and volcanic mudflow affecting the potential of the land. An evaluation of the direction of agricultural commodities in the area around Mount Agung was an attempt to recognize the potential of erupted affected land. Neural network technology with Geographic Information Systems (GIS) was used to conduct the land suitability analysis. The evaluation of agricultural land suitability was supported by field research in the form of land quality and characteristics in order to obtain the information of the land potential spatially. There are 19 land characteristics which are evaluation parameters of land suitability either temperature, water availability, oxygen availability, rooting media, nutrient retention, sodicity, sulfidic hazard, erosion hazard, flood hazard, and land preparation aspects. Several stages carried out in this study include, (1) pre-field research activities, (2) field observations, (3) laboratory tests, (4) expert preference interviews, (5) Fuzzy AHP weighting, (6) obtaining data preparation, (7 ) neural network classification, and (8) validation and agriculture land suitability visualization. Overall, the southwest slope of Mount Agung has the quality and characteristics that is still support the cultivation of agricultural crops. The Land characteristics which are the main limiting factors are slope, erosion, and surface rock. The Artificial neural network classification describes the land suitability class flexibly and able to accommodate inputs that have different structures in each stretch of pixel values allowing the uncertainty of the data can be avoided. The 19-8-1 network architecture is used for classification process because it produces the lowest error value. There are 3 classes of land capability in the form of class S1 with an area of 52,03 km2, class S2 with an area of 24,89 km2, and class N with an area of 5,53 km2. Classification of land capability using artificial neural networks produces high accuracy values of 88,58% and Kappa coefficient 0,73
PENGARUH DISIPLIN WAKTU PEMAKAIAN PIL KB, KEADAAN SOSIAL EKONOMI DAN PANDANGAN NILAI ANAK TERHADAP FERTILITAS DI KECAMATAN GONDANGWETAN KABUPATEN PASURUAN
Fertilitas (kelahiran) sebagai istilah demografi diartikan sebagai hasil reproduksi yang nyata dari seorang wanita atau sekelompok wanita yang dinyatakan sebagai anak lahir hidup. Kondisi fertilitas pada suatu daerah secara umum dapat dilihat dari jumlah kelahiran kasar atau Crude Birth Rate dan rata-rata kelahiran wanita selama masa reproduksi atau Total Fertility Rate. Angka Kelahiran Kasar (CBR) menunjukan banyaknya suatu kelahiran pada tahun tertentu per 1000 wanita dalam pertengahan tahun yang sama. Angka Kelahiran Kasar Kecamatan Gondangwetan sebesar 13,56 jiwa dan CDR sebesar 4,5 sehingga pertambahan penduduk Kecamatan Gondangwetan sebesar 9,06, sedangkan Angka Fertilitas Total (TFR) adalah 3,1 yang berarti setiap wanita selama masa reproduksinya melahirkan anak lahir hidup sebanyak 3 kali. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode explanatory, yaitu jenis penelitian yang mempunyai tujuan untuk mengetahui (menguji) ada tidaknya hubungan, sifat hubungan dan besar hubungan antara dua variabel atau lebih. Variabel pada penelitian sejumlah enam variabel, yaitu disiplin waktu pemakaian kontrasepsi pil, lama pemakaian kontrasepsi, tingkat pendidikan, pendapatan, nilai anak, dan usia kawin pertama. Penelitian ini menggunakan menggunakan parameter dengan metode korelasional. Penarikan sampel dilakukan secara proporsional random sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 80 responden dari empat desa di Kecamatan Gondangwetan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode survey dan wawancara terstruktur. Analisis data variabel pada penelitian ini menggunakan tabulasi tunggal, tabulasi silang serta uji statistik regresi linier berganda. Hasil analisis tabulasi silang dan uji F (simultan) regresi berganda menunjukan variabel-variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap fertilitas. Uji t (parsial) regresi berganda menunjukan variabel lama penggunaan kontrasepsi berpengaruh terhadap fertilitas. Berdasarkan hasil perhitungan sumbangan efektif, variabel lama penggunaan kontrasepsi memberikan sumbangan paling dominan sedangkan variabel nilai anak memberikan sumbangan paling. Saran yang diajukan berdasarkan permasalahan yaitu 1)meningkatkan kesadaran akseptor pil mengenai kedisiplinan pemakaian pil kb melalui kerja sama dengan tokoh masyarakat, bidan desa dan kader-kader kb 2) meningkatkan kualitas Peran Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) sehingga kinerja para PPKBD dalam melakukan pembinaan dan penyuluhan alat kontrasepsi dan keluarga berencana dapat lebih optimal
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF GEOGRAFI MATERI KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA BERBASIS BUDAYA LOKAL
ABSTRAK Pengembangan multimedia interaktif keragaman budaya Indonesia dilatarbelakangi oleh analisis kebutuhan. Berdasarkan analisis kurikulum dibutuhkan multimedia interaktif untuk mempermudah siswa dalam pembelajaran. Berdasarkan analisis media sejenis terdapat banyak kekurangan pada media tersebut sehingga perlu adanya pengembangan media pembelajaran yang mempunyai spesifikasi yang lebih baik untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan pada pengembangan media sebelumnya. Analisis kebutuhan berdasarkan karakteristik siswa yang lebih menyukai bacaan yang berisi gambar dan video yang sifatnya menghibur dan menyenangkan maka perlu dikembangkan multimedia interaktif yang berisi gambar maupun video sehingga dapat meningkatkan minat siswa dalam mempelajari materi. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa multimedia interaktif pada mata pelajaran geografi. Multimedia ini difokuskan pada materi keragaman budaya Indonesia sesuai dengan KD 3.6 Kurikulum 2013. Multimedia ini diproduksi dalam bentuk CD yang dikemas menggunakan kotak CD. Prosedur pengembangan yang digunakan mengadaptasi dan memodifikasi model pengembangan Borg and Gall. Prosedur pengembangan hasil modifikasi terdiri dari 6 langkah, antara lain: (1) penelitian dan pengumpulan informasi; (2) perencanaan; (3) pengembangan format produk awal; (4) validasi produk; (5) uji coba produk; dan (6) revisi, sehingga dihasilkan produk akhir. Hasil validasi dan uji coba menunjukkan bahwa media pembelajaran valid dan layak digunakan dengan hasil persentase kelayakan yaitu: (1) validator ahli media 97,92%; (2) validator ahli materi 94%; dan (3) subjek uji coba 84,53%. Berdasarkan persentase kelayakan tersebut maka multimedia interaktif keragaman budaya Indonesia dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Sementara revisi produk dilakukan pada 7 poin penting sesuai saran validator, yaitu 4 poin aspek media dan 3 poin aspek materi. Rekomendasi untuk pengembangan selanjutnya adalah untuk dilakukan uji coba dan dieksperimenkan dalam sekala yang lebih luas sehingga dapat dihasilkan produk yang layak untuk didiseminasikan secara lebih luas
Pengembangan Suplemen Buku Digital Geografi Berbasis Ayat-Ayat Al-Qur’an Pada Materi Hidrosfer dengan Menggunakan Flipbook
Hasil studi terhadap buku pegangan siswa buku ajar geografi untuk SMA/MA kelas X karya K. Wardiyatmoko, terdapat beberapa aspek yang belum ditemukan di dalamnya, antara lain: keakuratan penyajian, kurang komunikatif, kurang lengkap dan sistematis, gambar yang tidak berwarna, dan tidak adanya kriteria yang mendukung KI-1 dalam kurikulum 2013. Selain itu, pembelajaran di Madrasah Aliyah berbeda dengan sekolah pada umumnya. pada pembelajaran di MA lebih menonjolkan sifat religious dan SMA lebih menonjolkan sifat universal. Oleh sebab itu, adanya bahan ajar geografi yang baik serta mendukung peminatan KI-1 dalam kurikulum 2013 sangatlah diperlukan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi tujuh tahapan. Tahapan yang digunakan meliputi: (1) Analisis kebutuhan, (2) Pengembangan produk awal, (3) Validasi ahli, (4) Revisi produk I, (5) Uji coba lapangan terbatas, (6) Revisi produk II, (7) Produk akhir. Instrumen pengumpumpulan data yang digunakan berupa instumen angket dengan skala Likert. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang diperoleh dari skor angket dan data kualitatif yang diperoleh dari saran dan komentar para validator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan berdasarkan hasil penilaian ahli materi sebesar 89,3%, ahli media dengan persentase 97,5%, ahli Al-Qur’an dengan persentase sebesar 91,7%.Dan uji coba lapangan terbatas dengan persentase sebesar 84,0%. Sehingga secara keseluruhan diperoleh rata-rata produk akhir sebesar 90,6% yang berarti valid/digunakan sebagai bahan ajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DENGAN LKS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA NEGERI NGORO JOMBANG
ABSTRAK RINGKASAN Hardianto, David. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan LKS Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Ngoro Jombang, Progam Sarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd, (2) Drs. Hendri Purwito, M.Si. Kata Kunci: Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dengan LKS, Kemampuan Berpikir Kritis Pemilihan model pembelajaran inkuiri terbimbingdengan LKS mempunyai beberapa alasan.pertama,sejalan dengan penerapan Kurikulum 2013 dengan pembelajaran yang menekankan pada aktivitas siswa. Memaksimalkan kegiatan tersebut membutuhkan LKS sebagai panduan belajar. Kedua, siswa didorong untuk mengambil inisiatif dalam usaha memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan mengembangkan keterampilan meneliti serta melatih siswa terampil dalam memperoleh dan menganalisis informasi.Guru harus memberikan pengarahan atau bimbingan kepada siswa dalam melakukan kegiatan dalam bentuk LKS yang dibuat. sehingga siswa yang berpikir lambat atau siswa yang mempunyai intelegensi rendah tetap mampu mengikuti kegiatan-kegiatan yang sedang dilaksanakan dan siswa yang mempunyai kemampuan berpikir tinggi tidak memonopoli kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan LKS terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA Negeri Ngoro Jombang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan nonequivalent control group design. Subjek penelitian ini kelas XI IPS 1 sebagai kelas kontrol dan XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian menggunakan soal essai dengan jumlah 9 butir soal yang sudah melalui uji validitas dan uji reliabilitas pada tingkatan kelas diatasnya. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik dengan bantuan program SPSS 16.0 for windows. Uji prasyarat terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitassedangkan untuk uji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan LKS berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas SMA Negeri Ngoro Jombang. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai gain score kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol yaitu 15,9 untuk kelas eksperimen dan 8,6 untuk kelas kontrol. Pada hasil uji hipotesis dengan nilai sig. (2-tailed) yang diperoleh adalah 0.000 atau dengan kata lain nilai sig. (2-tailed
Deteksi Dinamika Garis Pantai Menggunakan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi di Pantai Kabupaten Blitar
ABSTRAK Prasetyono, Devy. 2016. Deteksi Dinamika Garis Pantai Menggunakan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi di Pantai Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. SudarnoHerlambang, M.Si, (II) Purwanto, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: dinamika garis pantai, penginderaan jauh, sistem informasi geografi Wilayah kepesisiran (coastal area) merupakan zona yang selalu mengalami perubahan (dinamik) oleh berbagai faktor baik dari lautan, daratan, udara dan manusia (kompleks). Campur tangan manusia pada proses yang terjadi di wilayah kepesisiran pada umumnya mempercepat erosi pada pantai, salah satunya adalah pembangunan wilayah kepesisiran, seperti yang terjadi di Kabupaten Blitar. Berbagai proses tersebut menyebabkan dinamika perubahan bentuk garis pantai. Dinamika garis pantai dapat dilihat salah satunya dengan memanfaatkan citra satelit multi temporal dibantu aplikasi SIG sebagai pengolah citra. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tipologi wilayah kepesisiran Kabupaten Blitar, dan dinamika garis pantai Kabupaten Blitar berdasarkan hasil deteksi menggunakan data penginderaan jauh dan sistem informasi geografi. Berdasarkan jenisnya penelitian ini bersifat deskriptif. Metode dalam penelitian ini adalah survey dengan menggunakan data penginderaan jauh, yaitu citra Landsat tahun 1994, 2003, dan 2014. Subjek penelitian ini adalah garis pantai Kabupaten Blitar. Observasi dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan garis pantai. Penentuan lokasi observasi didasarkan pada area pantai yang mengalami perubahan paling tinggi berdasarkan peta perubahan garis pantai Kabupaten Blitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah kepesisiran Kabupaten Blitar memiliki dua macam tipologi pesisir. Dua macam tipologi tersebut adalah wave erosion coast dan marine deposition coast. Pantai Pasur termasuk dalam wilayah kepesisiran yang memiliki tipologi marine deposition coast. Perkembangannya dipengaruhi oleh deposisi material sedimen. Pada rentang tahun 1994 hingga 2003 terlihat bahwa proses akresi lebih dominan daripada proses abrasi. Akresi disebabkan gelombang bersifat konstruktif membawa material sedimen marin dan mengendapkannya di pantai. Pada rentang tahun 2003 hingga 2014 terlihat bahwa proses abrasi lebih dominan. Abrasi disebabkan oleh gelombang destruktif yang datang dari arah selatan menghantam tegak lurus pantai
Pengembangan Media Pembelajaran Geography Easy Learning (GEL) pada Mata Pelajaran Geografi SMA Pokok Bahasan Potensi Geografis Indonesia
ABSTRAK Fafengki, Ghossi. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Geography Easy Learning (GEL) pada Mata Pelajaran Geografi SMA Pokok Bahasan Potensi Geografis Indonesia. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si, (II) Drs. Rudi Hartono, M.Si. Kata Kunci: Pengembangan, Geography Easy Learning, Potensi Geografis Indonesia Pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan dan kemajuan suatu bangsa. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara tidak langsung juga turut serta mempengaruhi kemajuan dan kualitas pendidikan pada setiap masanya. Salah satu komponen pendidikan yang mengalami perkembangan adalah media pembelajaran. Contoh media pembelajaran dari perkembangan teknologi adalah aplikasi edukasi pada smartphone. Penggunaan smartphone oleh siswa sudah menjadi hal yang wajar pada abad 21 ini. Agar tidak terjadi hal yang buruk terhadap penggunaan smartphone, maka perlu adanya konten yang dapat digunakan untuk belajar. Berkaitan dengan itu, peneliti mengembangkan media pembelajaran GEL yang dapat digunakan sebagai sarana belajar geografi dengan mudah dimana saja dan kapan saja pada smartphone siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model prosedural yang mengacu pada model pengembangan Sadiman tahun 2002. Dalam model ini terdapat 10 tahapan, yakni (1) analisis kebutuhan, (2) perumusan tujuan, (3) analisis materi, (4) desain media, (5) produksi media, (6) prototipe produk, (7) validasi produk, (8) revisi, (9) uji coba produk, dan (10) produk akhir. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas XI IIS 2 SMA N 1 Gondanglegi. Hasil yang dicapai pada penelitian pengembangan media pembelajaran GEL menunjukkan bahwa (1) produk media pembelajaran GEL pada mata pelajaran geografi SMA pokok bahasan potensi geografis Indonesia teruji valid oleh ahli media dan materi, (2) media pembelajaran GEL ini terbukti ”sangat baik” digunakan sebagai sarana belajar geografi, baik oleh siswa maupun guru. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil uji coba lapangan dengan menggunakan instrumen angket yang diikuti oleh 29 siswa dan 2 guru. Hasil angket siswa diperoleh skor 1962 dengan persentase 84,57%, sedangkan hasil angket guru diperoleh skor 153 dengan persentase 95,63%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dikemukakan saran sebagai berikut: (1) saran pemanfaatan bagi guru dan siswa, media pembelajaran GEL dapat digunakan sebagai sarana belajar geografi dengan mudah oleh siswa dimana saja dan kapan saja pada smartphone. Guru sebagai fasilitator alangkah baiknya untuk mendampingi siswa dalam menggunakan media pembelajaran GEL ini, (2) saran diseminasi, media pembelajaran GEL dapat disebarluaskan dengan menggunakan Bluetooth, kabel data, share it, maupun melalui tautan yang dibuat untuk diunduh, (3) saran untuk pengembangan lebih lanjut, lebih ditingkatkan lagi penggunaan animasi dan gambar agar lebih menarik dan interaktif
KONTRIBUSI PENDAPATAN PEDAGANG PONDOK PESANTREN SALAFIYAH BIHAARU BAHRI ‘ASALI FADLAAIR RAHMAH TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA SANANREJO KECAMATAN TUREN KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Nidya Novitasari R.E. 2015. Kontribusi Pendapatan Pedagang Pondok Pesantren Salafiyah Biharu Bahri Asali Fadlailir Rahmah Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Desa Sananrejo Kecamatan Turen . Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Singgih Susilo, M.S, M.Si (II) Drs. Marhadi Slamet K, M.Pd Kata kunci: kontribusi pendapatan Di era yang semakin modern ini, pariwisata sedang menjadi bahan pembicaraan serta menjadi suatu tren bagi masyarakat di seluruh dunia. Semua belahan masyarakat ingin melakukan kunjungan ke tempat-tempat yang baru atau tempat yang sedang dibicarakan oleh sebagian besar masyarakat luas.Sektor pariwisata mempunyai peranan penting dalam meningkatkan devisa negara. Selain itu pariwisata membuka peluang untuk menambah lapangan pekerjaan. Sebagai salah satu daerah wisata yang mampu menyerap tenaga kerja di desa Sananrejo Pondok Pesantren Salafiyah Biharu Bahri Asali Fadlailir Rahmah terletak di Desa Sananrejo Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Pondok pesantren ini banyak diminati wisatawan dikarenakan bentuk bangunan yang unik dan megah. Secara umum kondidi social ekonomi di Desa Sananrejo tergolong rendah dilihan dari banyaknya penduduk yang hanya menempuh pendidikan sekolah dasar dan mempunyai pendapatan yang rendah. Penelitian ini dilakukan untuk (1) mendeskripsikan Karakteristik pedagangdi pondok pesantren (2) Mengetahui bfaktor-faktor yang mempengaruhi besarnya pendapatan pedagabg (3)mendeskripsikan besarnya kontribusi pendapatan pedagang di Pondok Pesantren Salafiyah Biharu Bahri Asali Fadlailir Rahmah. Penelitianini termasuk penelitian expos facto dengan menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang di Pondok Pesantren Salafiyah Biharu Bahri Asali Fadlailir Rahmah. Teknik pengambilan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tabulasi tunggal dan tabulasi silang. Hasil Penelitian Menunjukkan pedagang di Pondok Pesantren Salafiyah Biharu Bahri Asali Fadlailir Rahmah termasuk usia produkif.dan berstatus menikah. Pendidikan yang di tempuh sebagian bsar adalah Sekolah Dasar (SD). Sebagian besar pedagang bestatus sebagai ibu rumah tangga. Pendapatan bersih yang diperoleh pedagang di Pondok Pesantren Salafiyah Biharu Bahri Asali Fadlailir Rahmah antara 1.000.000-< 2.000.000. Sebagian besar pedagang memberikan sedang yaitu sebesar 33-64 % dari seluruh pendapatan total keluarganya. Faktor banyaknya tanggungan tidak ada pengarug dengan besarnya pendapatan bersih pedagang, sedangkan banyaknya curahan waktu dan jenis barang dagangan memmpunyai hubungan dengan besarnya pendapatan pedagang. Semakin lama waktu berdagang makan akan semakin besar pendapatan yang diperoleh, dan pakaian merupakan jenis barang dagangan yang mampu memberikan pendapatan secara maksimal kepada pedagang
Analisis Komparatif Kondisi Sosial Ekonomi Pada Penduduk Migran dan Non Migran Terhadap Tingkat Fertilitas Di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik
Abstrak Kata Kunci: Kondisi Sosial Ekonomi, Fertilitas, Penduduk Migran Dan Non Migran Laju pertumbuhan penduduk disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yakni kelahiran (Fertilitas) dan mobilitas. Fertilitas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah jumlah anak lahir hidup pasangan usia subur (PUS) yang statusnya bekerja. Memilih Kecamatan Driyorejo dikarenakan wilayah ini merupakan hiterland Kota Surabaya, sehingga secara langsung menjadi daerah mobilitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan perbedaan kondisi sosial ekonomi pada penduduk migran dan non migran terhadap tingkat fertilitas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian komparatif yang bersifat expost facto. Jumlah populasi sebanyak 19.912 responden, sedangkan sampel responden penelitian berjumlah 200 responden dengan menggunakan propotional random sampling. Analisis data yang digunakan menggunakan uji regresi linear berganda dan uji beda, dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fertilitas antara penduduk migran dan non migran menalami perbadaan, pada penduduk migran tingkat kelahiran (Fertilits) lebih tinggi daipada penduduk non migran, selain itu kondisi sosial ekonomi antara penduduk migran dan non migran juga mengalami perbedaan baik dari faktor pendidikan, pekerjaan, maupun pendapatan. Kondisi sosial ekonomi pada hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terhadap tingkat fertiltas, baik pada penduduk migran maupun non migran