SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1629 research outputs found

    Evaluasi Potensi Air Tanah Dengan System Dynamic Modelling Untuk Kebutuhan Industri

    No full text
    ABSTRAK   Nugroho, Yaasin, 2018. Evaluasi Potensi Air Tanah Dengan System Dynamic Modelling Untuk Kebutuhan Industri. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didik Taryana, M.Si, (II) Dr. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si   Kata Kunci : Potensi Air Tanah, System Dynamic Modelling, Industri, Kabupaten Pasuruan Potensi air tanah adalah kuantitas air tanah berasal dari presipitasi lalu terinfiltrasi kedalam tanah dan tersimpan pada sistem akuifer. Besaran air tanah pada akuifer tertekan sangatlah bergantung pada serahan jenis tanah serta kondisi litologi pendukung tiap horizon. Semakin besar ketebalan suatu akuifer maka semakin tinggi pula debit air tanah tersimpan di dalamnya. Pemanfaatan akuifer tertekan oleh manusia terutama sektor industri semakin tidak dapat dibendung, karena didukung oleh tingkat kebutuhan manusia yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dari pemanfaatan air tanah industri oleh sumur bor terhadap potensi air tanah tertekan di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan system dynamic modelling untuk memprediksi guna mengevaluasi langkah terhadap penggunaan air. data penelitian diperoleh berdasar dua sumber yakni data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi laporan dari instansi dan geolistrik di lapangan. Pengolahan data menggunakan beberapa macam software arcMap 10.1 untuk pengolahan peta, IPI2Win dan Progress untuk memproses data horizon litologi, dan Powersim untuk pengolahan sistem dinamik modeling. Analisis data sekunder terbagi menjadi 4 diantaranya perhitungan potensi debit air tanah tertekan, kebutuhan air industri, causal loop diagram,dan stock flow diagram. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa jumlah potensi air tanah pada kecamatan Prigen, Pandaan, dan Rembang memiliki debit 0,316 m3/hari. Aliran debit air di dalam tanah tersebut kecil maka diperlukan evaluasi potensi air tanah pada 3 kecamatan. Selama 5 tahun kedepan berdasarkan simulasi awal menunjukan penurunan secara drastis disebabkan oleh faktor tidak ada nilai penambahan pada awal periode ulang. Namun setelah melalui perlakuan bahwa ada nilai infiltrasi air pada tiap 1 tahun sekali penurunan drastis dapat diminimalisir meskipun sudah diturap

    Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Pokok Bahasan Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan Kelas XI IPS di MA Al Ma’arif Singosari

    No full text
    RINGKASAN Pendidikan merupakan aspek penting dalam kehidupan. Kualitas pendidikan salah satunya ditentukan oleh kesesuaian penerapan model pembelajaran khususnya dalam penelitian ini mengenai kualitas kemampuan berfikir kritis siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah Group Investigation. Group Investigation akan memaksimalkan peran guru sebagai fasilitator pembelajaran. Guru membimbing siswa untuk melakukan investigasi berdasarkan panduan yang telah ditentukan. Panduan tersebut berfungsi sebagai arahan bagi siswa untuk menentukan strategi yang akan digunakan dalam memecahkan masalah. Keterampilan berfikir kritis akan terbentuk apabila siswa mampu melaksanakan tugas investigasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa besar pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation terhadap kemampuan berpikir kritis. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu atau quasi eksperiment. Subjek penelitian ini kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 3 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah soal pretest dan postest sebanyak 5 butir soal essai. Analisis data yang digunakan adalah uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji pra syarat yang terdiri dari uji normalitas dan homogenitas, sedangkan uji hipotesis menggunakan uji t tidak berpasangan (independent sample t test). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan antara kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen dengan kelas kontrol, hal ini dapat diketahui dari nilai signifikan uji t < 0,05 yakni sebesar 0,03 dan rata-rata gain score kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yakni berbanding 13,61 : 7,68. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Group Investigation berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS MA Al Ma’arif Singosari. Kesimpulan diatas dapat digunakan sebagai saran terhadap guru mata pelajaran geografi untuk menerapkan Model Pembelajaran Group Investigation sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran untuk membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Dalam penerapan model guru perlu mempersiapkan segala kebutuhan teknis maupun non teknis dan melakukan pembekalan yang lebih matang agar tujuan dari penerapan Model Group Investigation dapat tercapai secara maksimal

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMAN 1 KEPANJEN

    No full text
    RINGKASAN Model pembelajaran GI dipilih karena sesuai dengan pembelajaran kontruktivistik pada kurikulum 2013, dapat mengembangkan hubungan sosial siswa dan dapat mendorong siswa belajar secara kontekstual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model GI terhadap kemampuan berpikir kritis dan untuk mengetahui pengaruh model GI terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari motivasi belajar geografi siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperiment). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh GI terhadap berpikir kritis dengan rata-rata 75% pada kelas ekperimen dan 38,88% pada kelas kontrol. Selain itu, rata-rata setelah diambil dengan motivasi belajar geografi terdapat rata-rata 46,66 pada kelas ekperimen dan pada kelas kontrol memiliki rata-rata 35

    Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan, Kerapatan Bangunan dan Kerapatan Vegetasi Terhadap Sebaran Urban Heat Island (UHI) di Kota Surabaya

    No full text
    ABSTRAKPurwanti, Norma. 2019. Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan, Kerapatan Bangunan Dan Kerapatan Vegetasi Terhadap Sebaran Urban Heat Island (UHI) di Kota Surabaya. Skripsi. Jurusan Geografi, Program Studi Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Didik Taryana, M. Si. (II) Drs. Rudi Hartono, M.Si.Kata Kunci: Penggunaan Lahan, Suhu Permukaan, Urban Heat Island.Penggunaan lahan Kota Surabaya dalam kurun waktu 18 tahun terakhir mengalami perubahan penggunaan lahan seluas 2793,06 Ha. Perubahan penggunaan lahan ini merupakan perubahan penggunaan lahan hijau menjadi lahan terbangun, hal tersebut mempengaruhi peningkatan suhu permukaan di Kota Surabaya yang berdampak pada naiknya nilai urban heat island. Suhu permukaan Kota Surabaya pada tahun 1994 hingga tahun 2012 mengalami peningkatan suhu sebesar 4˚C dan meningkatkan nilai urban heat island hingga kelas 4. Meningkatnya nilai urban heat island ini dapat mempengaruhi tingkat kenyamanan hidup di Kota Surabaya.Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui trend perkembangan suhu berdasarkan pola spasial penggunaan lahan tahun 1994, 2004, 2014 dan 2018, serta mengkaji pengaruh perubahan penggunaan lahan, kerapatan bangunan, kerapatan vegetasi dan suhu permukaan terhadap Urban Heat Island di Kota Surabaya.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan kegiatan penelitian mengacu pada proses pengolahan data primer berupa data suhu permukaan eksisting di lapangan dan data sekunder berupa nilai reflektan kerapatan vegetasi, kerapatan bangunan, perubahan penggunaan lahan dansebaranurban heat island.Analisis statistik pada penelitian digunakan untuk mengetahui pengaruh pada tiap variabel terhadap urban heat island di Kota Surabaya. Dari proses ini dihasilkan nilai besarnya pengaruh perubahan penggunaan lahan, kerapatan bangunan dan kerapatan vegetasi terhadap sebaranurban heat island di Kota Surabaya.&nbsp;Hasil penelitian menunjukkan perubahan penggunaan lahan dalam kurun waktu 24 tahun terakhir mengalami perubahan penggunaan lahan seluas 3013 Ha dengan kenaikan kerapatan lahan terbagun didominasi kerapatan bangunan sangat rapat seluas 10291 Ha dan penurunan kerapatan vegetasi menjadi sangat jarang seluas 10262 Ha. Rata-rata suhu permukaan di Kota Surabaya mengalami peningkatan 2 - 5˚C yang mempengaruhi nilai urban heat island. Kota Surabaya di dominasi oleh wilayah UHI dengan luas 29310,5 Ha dikarenakan Kota Surabaya merupakan daerah pesisir dengan penggunaan lahan mayoritas merupakan tambak, sedangkan sisanya merupakan wilayah Non UHI. Pengaruh dari perubahan penggunaan lahan, kerapatan bangunan dan kerapatan vegetasi terhadap sebaranurban heat island berpengaruh signifikan

    ANALISIS PERTUMBUHAN PENDUDUK UNTUK MENGETAHUI JUMLAH KEBUTUHAN GURU DAN GEDUNG SEKOLAH DASAR (SD) DI KOTA PEKALONGAN TAHUN 2015 -2040

    No full text
                                                                                      ABSTRAKJumlah penduduk Kota Pekalongan setiap tahunnya meningkat sehingga bertambah pula ketersediaan kebutuhan kesempatan kerja dan fasilitas pendidikan yang terdiri dari gedung sekolah dan tenaga pendidikan. Apabila fasilitas pendidikan tidak dapat mengimbangi pertumbuhan penduduk maka akan meningkatkan tingginya jumlah anak usia sekolah yang tidak dapat mengenyam pendidikan. Sehingga akan menyebabkan sebuah permasalahan yang kompleks, seperti semakin tingginya angka pengangguran, kemiskinan dan kriminalitas. Oleh karena itu diperlukan perhitungan yang matang terkait pertumbuhan penduduk dan hubungannya dengan kebutuhan guru dan gedung sekolah di Kota Pekalongan, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui jumlah dan komposisi penduduk, jumlah siswa usia sekolah dasar, jumlah kebutuhan guru sekolah dasar, dan jumlah kebutuhan gedung sekolah dasar yang ada di Kota Pekalongan berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2015-2040. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode dokumentasi. Dalam penelitian ini hanya menggunakan data sekunder tanpa menggunakan data primer. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan serta mengambil data dari instansi ataupun lembaga yang terkait, yaitu Badan Pusat Statistik, Dinas Pendidikan, dan Badan Kepegawaian dan Pusat Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Pekalongan. Teknik analisi data yang digunakan adalah analisisa data demografi atau data kependudukan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil penelitian sebaga berikut. Pertama, Jumlah penduduk mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kedua, rata-rata pertumbuhan penduduk yang ada di Kota Pekalongan tahun 2015-2040 berdasarkan asumsi turun 50% adalah 1,05%, asumsi turun 25% adalah 1,08%, dan pada asumsi tetap rata-rata pertumbuhan penduduknya adalah 1,08%. Ketiga, jumlah kebutuhan guru mengalami fluktuasi setiap dekade waktu 5 tahun sekali. Keempat, jumlah kebutuhan gedung sekolah dasar mengalami fluktuasi dimana kebutuhan gedungnya juga mengikuti dari jumlah siswa dan guru yang ada pada setiap tahunnya. kesimpulan dari hasil penelitian pemerintah Kota Pekalongan perlu meningkatkan kualitas dan pemenuhan sarana prasarana pendidikan serta memaksimalkan tenaga pendidik atau guru sekolah dasar untuk mengimbangi pertumbuhan jumlah siswa sekolah dasar yang terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini perlu dipertimbangkan agar kualitas pendidikan di Kota Pekalongan meningkat sehingga kualitas sumberdaya manusianya juga meningkat

    Pengaruh Model Pembelajaran Predict Observe Explain (POE) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Geografi Di SMA Laboratorium UM

    No full text
    RINGKASAN   Meilana, Lisa. 2018. Pengaruh Model Pembelajaran Predict Observe Explain (POE) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik di SMA LABORATORIUM UM, Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budi Handoyo, M.Si, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.                                                                                                     Kata Kunci: Model Pembelajaran Predict Observe Explain (POE), Kemampuan Berpikir Kritis.               Pembelajaran Predict Observe Explain (POE) adalah model pembelajaran yang berstruktur dengan mengawali permasalahan dengan memprediksikan suatu fenomena yang akan dihadapi, mengobservasi permasalahan yang telah diprediksi, dan membuktikan hasil prediksi dengan penjelasan. Dengan menggunakan model pembelajaran Predict Observe Explain (POE) peserta didik mampu mengkonstruksikan proses belajarnya menjadi terencana dan terstruktur. Pembelajaran diawali dengan memprediksi dan dilanjutkan dengan mengkritisi hasil prediksi dengan observasi dan diakhiri dengan menjelaskan hasil observasi yang telah ditemukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Predict Observe Explain (POE) terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik.             Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Menggunakan rancangan penelitian pretest-posttestcontrol group design. Penelitian ini dilakukan di kelas XI IPS 1 berjumlah 32 siswa sebagai kelas kontrol dan XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa yang sama di SMA Laboratorium UM pada tahun ajaran 2017/2018 dengan pertimbangan nilai rata-rata UAS yang hampir sama. Instrumen untuk mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik menggunakan tes essai sebanyak 6 soal. Teknik analisis data menggunakan gain score dan analisis uji t (t-test) dengan bantuan SPSS for windows.             Hasil penelitian menunjukkan gain score kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol yaitu 17,62 untuk kelas eksperimen dan 9,94 untuk kelas kontrol. Hasil uji t hitung untuk nilai berpikir kritis lebih kecil daripada 0,05 (p < 0,05), yaitu 0,0000. Hal ini berarti bahwa model pembelajaran Predict Observe Explain (POE) berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik.  Hasil penelitian pada enam indikator berpikir kritis pada kelas eksperimen mengalami kenaikan. Peningkatan tersebut disebabkan peserta didik telah mampu membangun pengetahuannya sendiri melalui model pembelajaran POE dengan cakupan indikator di antaranya adalah merumuskan masalah, memberikan argumen, melakukan deduksi, melakukan induksi, evaluasi, dan memutuskan serta melaksanakan. Penelitian ini disarankan sebagai suatu pembelajaran bagi guru dalam membangun kemampuan berpikir kritis peserta didik pada saat kegiatan pembelajaran.      

    Pengaruh Pembelajaran Grup Investigation Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Matapelajaran Geografi Kelas XI IPS MA Midanuttalim Jombang

    No full text
    ABSTRAK   Kualitas guru merupakan unsure penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Guru tidak hanya menjadi sekedar menyampaikan ilmu pengetahuan saja, akan tetapi guru harus melaksanakan pembelajaran yang bermakna. Model dan metode pembelaran diperlukan oleh guru untuk mancapai tujuan pembelajaran tersebut. Banyaknya model pembelajaran membuat guru kesulitan untuk menentukan dengan materi yang tepat. Group Investigation merupakan salah satu model pembelajaran. Group Investigation merupakan model pembelajaran yang yang menuntut siswa untuk bekerjasama dalam kelompok untuk memikirkan ide ide dalam menemukan solusi dari suatu permasalahan. Group Investiagation cocok digunakan dengan materi yang memerlukan investigasi lapangan. Pembelajaran dengan model Group Investigation juga akan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Group Investigation terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada matapelajaran geografi kelas XI IPS MA Midanuttalim Jombang. Rancangan penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS A (kelas eksperimen) dengan 24 siswa dan siswa kelas XI IPS B (kelas kontrol) dengan 26 siswa. Instrument penelitian menggunakan soal essai sebanyak 5 butir soal untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Analisis kemampuan berpikir kritis dengan cara membandingkan tes pra perlakuan dengan tes pasca perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran Group Investigation berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis pada matapelajaran geografi kelas XI IPS MA Midanuttalim Jombang. Hasil menunjukan nilai rata-rata Gain Score (selisih rata-rata posttest dengan rata-rata pretest) kelas eksperimen 13.33 sedangkan nilai Gain Score kelas Kontrol 10.1

    Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping Untuk Meningkatkan Motivasi dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPS 2 SMAN 1 Genteng Kab. Banyuwangi

    No full text
    Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menerapkan model Problem Based Learning berbantuan Mind Mapping. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dan masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Genteng Kabupaten Banyuwangi tahun pelajaran 2017/2018. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajara Problem Based Learning berbantuan Mind Mapping ini dapat meningkatkan motivasi belajar dengan nilai rata-rata sebesar 69,3 pada siklus I dan mengalami peningkatan nilai rata-rata motivasi sebesar 81 pada siklus II. Sedangkan untuk kemampuan berpikir kritis siswa nilai rata-rata pada siklus I sebesar 70,8 dan mengalami peningkatan nilai rata-rata sebesar 79,8 pada siklus II. Hasil ini menunjukkan bahwa model Problem Based Learning berbantuan Mind Mapping dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan berpikir kritis siswa. Kata Kunci: Problem Based Learning, Mind Mapping, Motivasi, Berpikir Kritis Abstract: this study aims to improve learning motivation and critical thinking skills of students by applying the model of Problem Based Learning with Mind Mapping. This research is a Classroom Action Research (PTK) conducted in two cycles and each cycle consists of three meetings. The subjects of the study were the students of class XI IPS 2 SMAN 1 Genteng Kabupaten Banyuwangi academic year 2017/2018. Data collection techniques use observation sheets, tests, and questionnaires. The result of this research shows that the model of Learning Based Learning Learning with Mind Mapping can increase the learning motivation with the average score of 69.3 in cycle I and increase the average score of motivation 81 on cycle II. While for students' critical thinking ability, the average score in cycle I was 70.8 and experienced an average score increase of 79.8 in cycle II. This result shows that the model of Problem Based Learning with Mind Mapping can improve motivation and students' critical thinking ability. Keywords: Problem Based Learning, Mind Mapping, motivation, critical thinking

    PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ADOBE FLASH UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS XI IPS 2 SMA LABORATORIUM UM

    No full text
    RINGKASAN   Safitri, Dyah Ayu. 2018. Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Adobe Flash untuk Meningkatkan Minat Belajar Pada Mata Pelajaran Geografi Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd (2) Drs. Marhadi Slamet Kristiyanto, M.Si.   Kata Kunci:  Minat Belajar, Media Adobe flash.   Pembelajaran Geografi di sekolah masih ditemukannya berbagai kelemahan, salah satunya yaitu rendahnya minat belajar peserta didik seperti yang terjadi di kelas XI IPS 2 SMA Laboratorium UM. Hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan pada peserta didik di kelas XI IPS 2 diketahui bahwa peserta didik mengakui bahwa tidak berminat dalam mata pelajaran Geografi karena bersifat hafalan dan kurangnya variasi media yang digunakan, sehingga menyebabkan rendahnya minat belajar pada mata pelajaran Geografi. Rendahnya minat belajar peserta didik dalam mata pelajaran Geografi juga dibuktikan dari hasil angket pada pra siklus yang menunjukkan minat peserta didik di kelas XI IPS 2 SMA Laboratorium UM masuk dalam kategori ”rendah” dengan rata-rata 46.95. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan perbaikan pembelajaran untuk mengatasi permasalahan rendahnya minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Geografi. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan minat belajar peserta didik dengan menerapkan media pembelajaran berbasis adobe flash. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dengan 2 siklus. Peneliti terlibat langsung dalam penelitian mulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket minat belajar berjumlah 20 soal dengan empat indikator minat belajar yaitu: perasaan senang, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan. Tes ini diberikan pada setiap akhir siklus. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di kelas XI IPS 2 SMA Laboratorium UM pada mata pelajaran Geografi materi mitigasi bencana, terdapat peningkatan minat belajar di setiap indikatornya. Peningkatan indikator perasaan senang dari pra siklus ke siklus I adalah 8.75 dan pada siklus I ke siklus II adalah 16.87. Peningkatan indikator ketertarikan dari pra siklus ke siklus I adalah 7.96 dan siklus I ke siklus II adalah 19.54. Peningkatan indikator perhatian dari pra siklus ke siklus I adalah 8.13 dan siklus I ke siklus II adalah 20. Peningkatan indikator keterlibatan dari pra siklus ke siklus I adalah 6.88 dan siklus I ke siklus II adalah 16.56.   Berdasarkan data hasil penelitian penerapan media pembelajaran berbasis adobe flash untuk meningkatkan minat belajar pada mata pelajaran geografi siswa kelas XI IPS 2 SMA Laboratorium UM, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis adobe flash dapat meningkatkan minat belajar peserta didik kelas XI IPS 2 SMA Laboratorium UM

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA KELAS X IIS 3 MAN 3 KEDIRI

    No full text
    ABSTRAK   Kemampuan memecahkan masalah adalah suatu proses mencari jalan keluar dari suatu masalah berdasarkan pengetahuan yang sudah dimiliki oleh siswa yang diukur dengan indikator identifikasi masalah, merumuskan masalah, menganalisis masalah, menarik kesimpulan, melakukan evaluasi, memecahkan dan menyelesaikan masalah. Kenyataanya kemampuan memecahkan masalah kelas X IIS 3 MAN 3 Kediri rendah. Hal ini berdasarkan hasil tes kemampuan memecahkan masalah pra siklus. Diketahui sebagian besar (59%) atau 24 siswa memperoleh nilai dengan kualifikasi baik, kurang dari separuh (22%) atau 9 siswa memperoleh nilai dengan kualifikasi cukup, 15% atau 6 siswa memperoleh nilai dengan kualifikasi kurang, dan sisanya sebagian kecil (5%) atau 2 siswa memperoleh nilai kurang sampai sangat kurang. Selain itu rendahnya kemampuan memecahkan masalah siswa kelas X IIS 3 dibuktikan dengan ketika  guru  memberikan pertanyaan yang berupa permasalahan yang kontekstual, yakni mengaitkan antara materi yang diajarkan di kelas dengan situasi dunia nyata. Siswa kurang mampu menjawab, karena sebelum memberikan solusi siswa kurang mampu untuk mengaitkan suatu penyebab dan akibat yang ditimbulkan dari masalah yang diberikan guru. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan memecahkan masalah siswa kelas X IIS 3 MAN 3 Kediri dengan menerapkan model inkuiri.  Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdapat dua siklus yang terdiri dari empat tahap pada setiap siklusnya yaitu; (1) perencanaan, (2)pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan  dan, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IIS 3 MAN 3 Kediri yang berjumlah 41 siswa. Data kemampuan memecahkan masalah  siswa diperoleh dari hasil tes kemampuan memecahkan masalah yang dilakukan setiap akhir siklus. Tes kemampuan memecahkan masalah tersebut menggunakan soal essai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa kelas X IIS 3 MAN 3 Kediri. Hasil penerapan model pembelajaran inkuiri menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan memecahkan masalah pra siklus sebesar 62,75, nilai rata-rata kemampuan memecahkan masalah siklus I sebesar 74,63 dan nilai rata-rata kemampuan memecahkan masalah siklus II meningkatsebesar 84,97. Persentase peningkatan kemampuan memecahkan masalah dari pra siklus I ke siklus I sebesar 18% dan persentase peningkatan kemampuan memecahkan masalah dari siklus I ke siklus II sebesar 35%

    0

    full texts

    1,629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇