SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1629 research outputs found

    Pengembangan Bahan Ajar Geografi Perspektif Spasial Sumaatmadja Materi Pokok Atmosfer

    No full text
    ABSTRAK   Muniro, Nikmatul. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Geografi Perspektif Spasial Sumaatmadja Materi Pokok Atmosfer. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budi Handoyo, M.Si (II) Dr. Didik Taryana, M.Si   Kata Kunci: Bahan Ajar, Atmosfer, Perspektif Spasial Sumaatmadja. Bahan ajar memiliki peran penting dalam pembelajaran. Pembelajaran dapat berjalan dengan baik apabila didukung dengan bahan ajar yang relevan. Bahan ajar utama yang digunakan dalam pembelajaran disekolah saat ini adalah jenis bahan ajar cetak berupa buku teks. Kondisi bahan ajar jenis buku teks tersebut memiliki kelemahan. Hasil analisis materi dari salah satu bahan ajar cetak berupa buku paket geogarfi kelas X memiliki segi kekurangan dari segi materi. Kajian spasial dalam bahan ajar tersebut masih minim terutama pendekatan spasial yang terintegrasi dengan materi. Penggunaan materi keruangan akan lebih sempurna dan menarik bagi siswa apabila disajikan dengnan menggunakan gambar atau peta. Hasil analisis tersebut menjadi dasar langkah awal pengembanagan bahan ajar. Pengembangan bahan ajar yang baik dan relevan harus sesuai dengan kurikulum dan mengacu pada kompetensi dasar yang akan dicapai yaitu KD 3.6 menganalisis dinamika atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan manusia. Metode penelitian ini menggunakan metode Borg & Gall yang mempunyai sepuluh tahapan dan dimodifikasi menjadi tujuh langkah. (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) desain bahan ajar, (4) validasi ahli, (5) revisi produk hasil validasi, (6) uji lapangan, (7) revisi akhir bahan ajar pengembangan. Uji lapangan dilakukan di SMA Negeri 6 Malang. Subjek uji coba peserta didik kelas X IPS 1 sejumlah 28 peserta. Tahap uji coba dilakukan untuk mendapatkan data tanggapan bahan ajar dan tingkat pemahaman peserta didik terhadap penguasaan materi dalam bahan ajar. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Data kuantitatif berasal dari respon kuesioner dan tes pemahaman. Hasil angket kuesioner siswa adalah 81,09%. Itu menunjukkan bahwa material yang dikembangkan sangat efisien. Dari hasil tes pemahaman siswa pada skor rata-rata 79,64 siswa jika diverifikasi oleh skor KKM, maka skor rata-rata mata pelajaran yang diuji memenuhi standar. Berdasarkan hasil tes mengidentifikasi bahan ajar efektif yang digunakan dalam pembelajaran. Bahan ajar ini masih kurang dari segi isi, oleh karena itu disarankan penelitian lebih lanjut dengan meningkatkan kekurangan dalam bahan ajar

    KONTRIBUSI PENDAPATAN ISTRI NELAYAN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA KRANJI KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN

    No full text
    ABSTRAK   Effendi, Wahyu .Kontribusi Pendapatan Istri Nelayan terhadap Pendapatan Keluarga di Desa Kranji Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan.Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.Yuswanti A.W, M.Si (II) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd.   Kata Kunci    : konstribusi, pendapatan istri nelayan, pendapatan keluarga nelayan Desa Kranji merupakan salah satu desa yang terletak diwilayah pesisir Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Sebagian besar penduduknya (70%) mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan, baik nelayan tetap maupun nelayan sambilan. Jenis alat tangkap yang dioperasikan oleh nelayan di Desa ini adalah bagan, pukat, dan pancing. Usaha yang telah dilakukan nelayan (suami) dalam memenuhi kebutuhan keluarga dinilai kurang cukup, hal ini disebabkan semakin tingginya harga kebutuhan pokok sehingga istri nelayan tidak tinggal diam, ia akan berusaha mengatasi segala kesulitan tersebut. Dalam hal ini peran wanita (istri) adalah memperlancar dan mempertahankan kestabilan ekonomi keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konstribusi pendapatan istri nelayan terhadap ekonomi keluarga nelayan di Kecamatan Paciran khususnya Desa Kranji Kabupaten Lamongan. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh istri nelayan yang bekerja atau berkonstribusi dalam menyumbang pendapatan nelayan di Desa Kranji yang berjumlah 406 KK dengan teknik pengambilan sampel confidence limit 10% dan tingkat kesalahan 5% dan confidence level 95% sehingga diperoleh 80 KK. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuisioner, dan dokumentasi dengan analisis deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan tabulasi tunggal yang menggambarkan data demografi, sosial, ekonomi, dan kontribusi pendapatan sedangkan tabulasi silang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara variabel pendapatan bersih istri nelayan dan variabel jumlah tanggungan keluarga, curahan waktu, jenis pekerjaan istri nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Karakteristik demografi istri nelayan didominasi oleh usia produktif yaitu antara 20-64 tahun sedangkan usia istri nelayan yang paling dominan adalah 40-44 tahun. Karakteristik sosial menunjukkan bahwa mayoritas pendidikan hanya tamatan SD. Karakteristik Ekonomi istri nelayan menunjukkan bahwa mayoritas pendapatan bersih yang diperoleh oleh responden adalah Rp 1.000.000,00-Rp 1.999.000,00 per bulan, 2) Faktor yang mempengaruhi pendapatan istri nelayan diantaranya adalah jumlah tanggungan keluarga memiliki 3-4 orang tanggungan; faktor kedua adalah hubungan antara pendapatan istri nelayan dengan curahan waktu atau jam kerja yang dimanfaatkan oleh responden untuk bekerjadidapatkan hasil bahwa mayoritas istri nelayan mencurahkan 9-10 jam waktunya per hari untuk bekerja; faktor ketiga adalah hubungan antara pendapatan istri nelayan dengan jenis pekerjaan sebagian besar istri nelayan di Desa Kranji Kecamatan Paciran. Dari hasil penelitian didapatkan temuan bahwa Konstribusi pendapatan istri nelayan terhadap pendapatan keluarga nelayan terbesar adalah 76,92% dengan nominal pendapatan rata-rata > 3.999.999 sedangkan konstribusi pendapatan istri nelayan terhadap pendapatan keluarga nelayan terkecil adalah 26,42% dengan nominal pendapatan rata-rata < 1.000.00

    Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Kawasan Wisata Delta Fishing di Desa Prasung Kecamatan Buduran

    No full text
    ABSTRAK   Putra, Handhika. 2018. Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Kawasan Wisata Delta Fishing di Desa Prasung Kecamatan Buduran. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Singgih Susilo, M.S, M.Si (2) Prof. Dr. Budijanto, M. Sos   Kata Kunci: Delta Fishing, Sosial, Ekonomi Sidoarjo dikenal dengan sebutan Kota Delta, karena berada di antara dua sungai besar cabang dari Sungai Brantas, yakni Sungai Mas dan Sungai Porong. Sektor perekonomian di Sidoarjo mayoritas yaitu perikanan, jasa dan industri. Delta Fishing berada tepat di desa Prasung, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Kawasan wisata ini merupakan salah satu tempat favorit dengan jumlah wisatawan mencapai 1000 orang per hari. Penduduk sekitar wisata Delta Fishing sebagian besar bekerja sebagai nelayan dan dan buruh pabrik, sedangkan pekerjaan sampingan masyarakat seperti membuka toko atau tambal ban. Pengembangan potensi wisata Delta Fishing dapat meningkatkan jumlah pendapatan masyarakat di sana Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat kawasan Delta Fishing. Kajian sosial ekonomi meliputi umur, pendidikan, beban tanggungan, pekerjaan, beban  tanggungan, sistem kerja, pendapatan, kontribusi pendapatan, dan kesejahteraan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner dan dokumentasi dalam pengambilaan data dengan metode purposive sampling. Analisis data ini mengunakan tabulasi tunggal. Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa masyarakat kawasan Delta Fishing banyak bekerja sebagai tenaga kerja dan usaha pada usia produktif diantara 20-54 tahun untuk bekerja dengan jenis pekerjaan mayoritas petani tambak. Pendidikan tertinggi masyarakat berada pada tingkat SMP dengan jumlah 33,beban tanggungan yang mendominasi sebesar 4-6 dengan jumlah 71,70 %. Pendapatan pokok masyarakat di Delta Fishing Desa Prasung terendah Rp. 1.000.000 sedangkan tertinggi diatas Rp. 1.500.000 per bulan. Pendapatan sampingan masyarakat tertinggi per bulan berkisar Rp. 450.000, sedangkan terendah Rp250.000. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sistem kerja pada Masyarakat Kawasan Delta Fishing Desa Prasung Kecamatan Buduran tergantung pada budaya dan interaksi lingkungan

    Analisis Proyeksi Jumlah Penduduk Terhadap Kebutuhan Beras Di Kabupaten Pamekasan Tahun 2015-2030

    No full text
    ABSTRAK   Pertumbuhan penduduk atau pertambahan penduduk dapat meningkatkan jumlah penduduk pada suatu daerah. Selama 5 tahun mulai dari tahun 2010 sampai 2015jumlah penduduk di Kabupaten Pamekasan telah bertambah sebanyak 49.396 jiwa. Peningkatan pertumbuhan jumlah penduduk harus disertai dengan peningkatan produksi padi. Sebab, terpenuhinya kebutuhan makanan dalam kehidupan yang layak yaitu sudah di atur dalam UU 19945 No 18 ayat 1.Dalam kurun waktu lima tahun terakhir jumlah penduduk Kabupaten Pamekasan selalu mengalami peningkatan dan diimbangi dengan naiknya produksi serta kebutuhan beras. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Pamekasan sebagai penyelenggara pembangunan ekonomi daerah wajib memenuhi kebutuhan seluruh rakyatnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui jumlah penduduk, produksi padi, serta kebutuhan beras yang harus terpenuhi pada tahun 2015-2030 di Kabupaten Pamekasan. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan analisis data tahun 2010 hingga tahun 2015. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode komponen dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi pemerintah. Penelitian ini menggunakan analisis data dengan software spectrum modul demographic projection dan RAPID. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwasannya a) jumlah penduduk di Kabupaten Pamekasan mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2010Jumlah penduduk sebanyak 790.651 jiwa dan meningkat menjadi 960.581 jiwa atau 3,84% kurun waktu 20 tahun. b) jumlah produksi beras mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2010sebanyak 141.331 ton serta meningkat menjadi 361.171 ton pada tahun 2030 setara dengan 4,66%.c) kebutuhan beras di Kabupaten Pamekasan mengalami peningkatan dikarenakan sejalan dengan jumlah penduduk dan produksi beras pada tahun 2010-2030.Berdasarkan hasil yang di dapat dari proyeksi jumlah penduduk, produksi beras dan konsumsi beras, maka ada beberapa rekomendasi dari penulis untuk di pertimbangkan yaitu harus menekan laju pertumbuhan penduduk melalui program KB dari dinas BKKBN. Produksi dan konsumsi beras harus disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah penduduk Kabupaten Pamekasan

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATERI VULKANISME MENGGUNAKAN AUGMENTED REALITY

    No full text
    ABSTRAK   Media pembelajaran memiliki peran yang penting dalam proses belajar. Penggunaan media pembelajaran bertujuan untuk memudahkan penyampaian materi dan membuat siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Sehingga perlu dikembangkannya media pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung dalam proses belajar. Pengembangan media pembelajaran harus diawali dengan identifikasi kebutuhan. Identifikasi kebutuhan ini meliputi identifikasi kurikulum, karakteristik siswa, serta kelemahan media yang sudah ada. Berdasarkan identifikasi kebutuhan yang telah dilakukan akan dikembangkan media pembelajaran materi vulkanisme menggunakan augmented reality. Media pembelajaran dengan augmented reality mampu memberikan gambaran akan suatu fenomena atau peristiwa yang terjadi. Vulkanisme merupakan materi pada mata pelajaran Geografi yang cocok untuk dikembangkan dengan augmented reality. Media pembelajaran ini dipadukan dengan smartphone dalam proses penggunaanya, maka dapat mengurangi penyalahgunaan smartphone pada saat pembelajaran Penelitian ini menggunakan model pengembangan oleh Arief S. Sadiman. Prosedur pengembangan ini terdiri dari 7 tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, perumusan tujuan, perumusan butir-butir materi, perumusan alat pengukur keberhasilan, pembuatan media, tes/ uji coba, dan revisi. Media hasil pengembangan telah melalui tahap validasi media dan materi. Hasil dari validasi digunakan sebagai acuan untuk melakukan perbaikan produk. Perbaikan dilakukan sebelum uji coba produk di sekolah. Berdasarkan hasil validasi dari ahli media dan ahli materi dinyatakan bahwa media yang dikembangkan sudah valid dengan beberapa perbaikan. Uji coba produk dilakukan untuk mengetahui penilaian siswa terhadap media hasil pengembangan. Uji coba produk dilakukan di SMAN 1 Talun kelas XI IBB yang berjumlah 35 siswa. Total skor yang diperoleh dari uji coba produk sebesar 1857 dengan persentase sebesar 88,42%. Berdasarkan total skor yang diperoleh menunjukkan bahwa media hasil pengembangan termasuk dalam kategori layak sehingga dapat digunakan sebagai media belajar di sekolah. Penelitian dan pengembangan ini masih memiliki kekurangan. Media ini hanya terdiri dari satu materi yaitu vulkanisme. Saran untuk peneliti selanjutnya yaitu mengembangkan media pembelajaran geografi dengan materi lain. Penelitian pengembangan juga perlu dikolaborasikan dengan tema penelitian lain seperti eksperimen untuk mengetahui efektivitas media yang dikembangkan

    ANALISIS SPASIO-TEMPORAL KRIMINALITAS KOTA KEDIRI TAHUN 2014-2017

    No full text
    RINGKASAN Vika Nurul K. 2011. Analisis Spasio-Temporal Kriminalitas di Kota Kediri Tahun 2014-2017. Skripsi, Jurusan Geografi, Program Studi S1 Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budi Handoyo, M.Si, (II) Purwanto, S. Pd. M. Si   Kata kunci: Pemetaan, Spasio-temporal, Kriminalitas Kriminalitas bukanlah istilah yang asing lagi bagi kita. Kriminalitas merupakan salah satu bentuk penyakit sosial yang memang sulit untuk diatasi. Tingkat kriminalitas yang terjadi pada suatu wilayah dapat menggambarkan kesejahteraan masyarakat akan rasa aman. Pemetaan kriminalitas masih belum populer di Indonesia.Oleh sebab itu peneliti bermaksud untuk menganalis spasio-temporal sebaran pos kepolisian Kota Kediri. Membandingkan jangkauan pos kepolisian dengan pemukiman penduduk berdasarkan struktur ruang. menganalisis hubungan spasial-temporal pos kepolisian dengan jumlah kriminalitas di Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan metode survey dan analisis Sistem Informasi Geografi (SIG). penelitian ini mendeskripsikan analisis kriminalitas dari data yang berupa angka dan waktu kejadian kriminalitas per tahun. Subjek penelitian ini adalah kawasan Kota Kediri yang terbagi menjadi 3 wilayah yaitu, Kota, Mojoroto, dan Pesantren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Analisa data yang digunakan dengan memanfaatkan aplikasi ArcGis 10.3 yaitu average nearest neighbor, buffer, clip, dan matching. Data yang diperoleh dari penelitian ini yaitu Data spasio-temporal yang digunakan meliputi peta RBI Kecamatan Kota, Kecamatan Mojoroto, dan Kecamatan Pesantren skala 1:25.000, peta jaringan jalan, peta penggunaan lahan, dan peta pemukiman. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan catatan lapangan dan software Arcgis 10.3. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pola sebaran pos kepolisian dengan mempertimbangan luas wilayah di Kecamatan Mojoroto, Kecamatan Kota, dan Kecamatan Pesantren memiliki pola menyebar (dispersed) dari tahun ke tahun. Jangkauan pos kepolisian dengan permukiman dikategorikan dalam wilayah dekat, sedang, jauh, dan sangat jauh. Luas permukiman penduduk yang dapat dijangkau pos kepolisian di Kecamatan Mojoroto yaitu dekat seluas 1 km2, sedang seluas 1,7 km2, jauh seluas 1,9 km2, dan sangat jauh seluas 2,1 km2. Sedangkan di wilayah Kecamatan Kota yaitu dekat seluas 2,7 km2, sedang seluas 2,4  km2, jauh seluas 1 km2, dan sangat jauh seluas 0,5  km2. Sedangkan di wilayah Kecamatan Pesantren yaitu dekat seluas 0,4 km2, sedang seluas 0,7  km2, jauh seluas 1,3 km2, dan sangat jauh seluas 1,9  km2. Tidak terdapat hubungan spasial antara sebaran pos kepolisian dengan jumlah kriminalitas setiap tahunnya di Kecamatan Mojoroto, Kecamatan Kota, dan Kecamatan Pesantren

    Analisis Komparatif Fertilitas Pendudukantara Masyarakat Petani Dengan Masyarakat Pedagang Di Desa Mimbaan Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo

    No full text
    RINGKASAN Fertilitas adalah hasil reproduksi yang nyata (bayi lahir hidup) dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Akan tetapi dalam perkembangannya fertilitas lebih diartikan sebagai hasil reprodusi nyata (bayi lahir hidup) dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Desa Mimbaa merupakan Desa dengan letak strategis sehingga menjadi sentra penggerak dalam bidang perekonomian,pendidikan, dan perdagangan, sehingga terdapat banyak kelompok masyarakat yang melakukan migrasi dengan alasan pemenuhan kebutuhan ekonomi. Desa Mimbaan memilikijumlah penduduk wanita pernah kawin PUS usia produktif (14-49 tahun) yaitu sebanyak 20.945 jiwa. Jumlah penduduk dalam mata pencaharian sangat mendominasi pada petani sebnyak 1.609 jiwa yang terdiri dari buruh tani 1.267 jiwa dan tani 342 jiwa, sedangkan jumlah penduduk yang terbanyak kedua bermata pencaharian pedagang yaitu sebanyak 639 jiwa. Jumlah kelahiran yaitu sebanyak 365 yang terdiri dari laki-laki 179 jiwa dan perempuan 186 jiwa, angka kelahiran ini merupakan angka kelahiran tertinggi. Desa Mimbaaan menyumbang angka kelahiran tertinggi yaitu sebanyak 50 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebnyak 26 jiwa dan perempuan sebanyak 24 jiwa, sehingga TFR kecamatan panji pada tahun 2016 mencapai angka 1,3. Berkaitan dengan hal tersebut diperlukan pengkajian mengenai. analisis komparatif fertilitas pendudukantara masyarakat petani dengan masyarakat pedagang.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang komaratif fertilitas di Desa Mimbaan, mendeskrispsikan perbedaan anatara petani dan pedagang dari faktor usia kawin pertama, lama periode reproduksi, lama penggunaan kontrasepsi, mortalitas bayi, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan terhadap fertilitas secara simultan maupun parsial. Selain itu juga bertujuan untuk mengetahui faktor apakah yang paling dominan mempengaruhi fertilitas di Di Desa Mimbaan Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo. Penelitian ini merupakan penelitian kantitaif metode survei. Penarikan sampel dilakukan secara proporsional random sampling dengan responden wanita pernah kawin berjumlah 92 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan juga menggunakan uji pebedaan independen sampel t test dan regresi linear berganda. Hasil uji t test menunjukkan tidak terdapat perbedaan fertilitas antara masayarakat petani dan masayarakat pedagang di Desa Mimbaan, adapun faktor yang memiliki perbedaan dalam fertilitas yaitu pendapatan keluarga, faktor yang memliki sumbanagan tertinggi adalah mortalitas bayi untuk masyarakat petani dan lama periode reproduksi untuk masyarakat pedagang

    Pengembangan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) Mata Pelajaran Geografi SMA

    No full text
    RINGKASAN Penelitian dan pengembangan UKBM Geografi didasarkan pada analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan tersebut terdiri dari analisis kebutuhan UKBM berdasarkan kurikulum yang berlaku, analisis kebutuhan UKBM berdasarkan karakteristik siswa, analisis kelemahan UKBM yang sudah diterapkan. Berdasarkan analisis kebutuhan UKBM sesuai kurikulum yang diterapkan yakni Kurikulum 2013 revisi, membutuhkan bahan ajar yang dapat: 1) mengembangkan kemampuan individual siswa; 2) berlatih berpikir tingkat tinggi dan berpikir kritis. Berdasarkan analisis kedua, sesuai dengan karakteristik belajar siswa yang beragam. Adanya keberagaman karaktistik tersebut, siswa membutuhkan bahan ajar yang mampu menjadi saran belajar sesuai karakteristik dan kecepatan belajarnya. Berdasarkan analisis ketiga, UKBM Geografi yang sudah diterapkan di sekolah masih banyak memiliki kelemahan. Kelemahan tersebut antara lain pada sistematika penyusunan UKBM, segi fisik UKBM, isi UKBM yang memuat kegitan belajar serta penilaian pada bagian akhir UKBM. Berdasarkan hasil analisis tesebut maka diperlukan bentuk UKBM yang menarik baik desain maupun isi, adanya gambar ilustrasi, dilengkapi dengan penilaian diri dan formatif serta memuat banyak latihan atau kegiatan belajar. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah mengembangkan UKBM Geografi untuk siswa SMA kelas X IPS. Penelitian ini mendaptasi model pengembangan Sadiman, dkk (2010) yang meliputi 8 langkah.  langkah pengembangan tersebut terdiri dari 1) identifikasi kebutuhan; 2) perumusan tujuan; 3) perumusan butir-butir materi; 4) perumusan alat pengukur keberhasilan; 5) pengembangan prototipe; 6) uji coba; 7) revisi dan 8) produk akhir. Uji coba dilakukan pada 30 siswa kelas X IPS 3 SMAN 2 Malang. Data yang dibutuhkan pada penilian ini berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif merupakan hasil validasi dari validator ahli materi, ahli bahasa, dan ahli pembelajaran. Hasil validasi berupa saran dan komentar sebagai bahan perbaikan UKBM Geografi. Data kuantitatif diperoleh dari skor angket respon siswa mengenai UKBM Geografi yang dibuat dalam bentuk skala Likert. Hasil validasi dan uji coba digunakan sebagai bahan perbaikan UKBM Geografi. Hasil validasi dari aspek materi, aspek bahasa, dan aspek pembelajaran menunjukkan bahwa UKBM Geografi tergolong dalam kriteria baik dan layak. Namun demikian, UKBM Geografi masih perlu perbaikan/revisi. Hasil uji coba menunjukkan bahwa 76,7% (23 siswa) memberikan respon “sangat baik”, sedangkan 23,3% (7 siswa) memberikan respon “baik”. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, UKBM Geografi yang dikembangkan memiliki kategori baik dan dapat digunakan dalam pembelajaran

    Studi Pola dan Persebaran Mobilitas Wisatawan Ledok Ombo Desa Poncokusumo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.

    No full text
    RINGKASAN Shahnaz, Zafira Amrisa. 2018. Studi Pola dan Persebaran Mobilitas Wisatawan Ledok Ombo Desa Poncokusumo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Singgih Susilo, M.S., M.Si (2) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si. &nbsp; Kata Kunci : Pola, Persebaran, Mobilitas,Wisatawan Poncokusumo adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Malang, dengan luas 686,2509 hektar dan memiliki wisata hutan pinus yang di fungsikan sebagai bumi perkemahan di Desa Poncokusumo.Perbedaan daerah asal wisatawan akan menjadi salah satu faktor pendorong suksesnya tujuan pariwisata, semakin banyak daerah asal wisatawan akan semakin menyebar luas informasi mengenai Bumi Perkemahan Ledok Ombo yang akan berpengaruh terhadap perkembangan wisata dan manfaat bagi penduduk sekitar Bumi Perkemahan Ledok Ombo. Dengan mengetahui pola migrasi wisatawan maka dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan wisata.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola mobilitas, persebaran wisatawan, dan faktor penarik wisatawan untuk berkunjung ke wisata Ledok Ombo. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif&nbsp; dengan metode survey. Penelitian ini dirancang untuk memperoleh informasi karakteristik wisatawan.Data pada penelitian ini didasarkan pada hasil observasi langsung dilapangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data deskripsi kuantitatif dengan tabulasi tunggal.Jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 85 orang yang di tentukan secara purposive incidental sampling. Hasil penelitian diperoleh bahwa pola mobilitas wisatawan Ledok Ombo adalah migrasi sirkuler untuk wisatawan luar Malang Raya dan migrasi ulak alik untuk wisatawan malang raya.Persebaran daerah asal wisatawan didominasi dari Malang Raya khususnya berasal dari Kabupaten Malang. Daya tarik utama wisata Ledok Ombo adalah keindahan alam yang masih asri dan terjaga khususnya hutan pinus dan pepohonan yang rindang sedangkan dalam media penyebaran informasi adalah dari saudara atau kolega dan media sosial. Saran yang diajukan berdasarkan hasil penelitian adalah 1) Kepada Pemerintah Daerah, membantu pengadaan sarana dan prasana menuju Wisata Ledok Ombo khususnya jalan dan petunjuk arah menuju lokasi2) Dinas Pariwisata, mengoptimalkan promosi dan mengadakan sosialisasi kepada tiap-tiap tour dan travel&nbsp; untuk mengajak&nbsp; mengunjungi Ledok Ombo 3) Dinas Pariwisata, mengoptimalkan promosi dan mengajak tour dan travel untuk&nbsp; mengunjungi Ledok Ombo 4)Perhutani, merevitalisasi dan mengoptimalkan peran masyarakat&nbsp; sekitar untuk mengelola Ledok Ombo 5) Kepada pengelola, mayoritas pengunjung adalah generasi muda sehingga perlu membuat spot foto atau icon Ledok Ombo dan&nbsp; menjaga kebersihan lokasi wisata. &nbsp; SUMMARY Shahnaz, Zafira Amrisa. 2018. Study of Patterns and Distribution of Ledok Ombo Tourist Mobility in Poncokusumo Village, Poncokusumo District, Malang Regency. Thesis. Department of Geography, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Singgih Susilo, M.S., M.Si(2) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si. &nbsp; Key Words:Pattern, Distribution, Mobility, Tourists Poncokusumo is one of the sub-districts in Malang Regency, with an area of ​​686,2509 hectares and has a pine forest which is functioned as a campground in the village of Poncokusumo. The difference in the area of ​​origin tourists will be one of the factors driving the success of tourism destinations, more areas of tourist origin will increasingly spread information about the Ledok Ombo Campsite that will affect tourism development and benefits for residents around Ledok Ombo.By knowing the pattern of tourist migration, it can be used for tourism development planning. This research aims to determine the pattern of mobility, tourist distribution, and attracting factors of tourists to visit Ledok Ombo tourism. This research is a quantitative descriptive survey method. This study was designed to obtain information on tourist characteristics. The data in this study are based on the results of direct observation in the field. The data analysis technique in this research is quantitative description data analysis with a single tabulation. The number of respondents in this study was as many as 85 people who were determined by purposive incidental sampling. The results of the research show that the pattern of mobility of Ledok Ombo tourists is a circular migration for out-of-town travelers and migratory witchcraft for poor tourists. The distribution of the area of ​​origin of tourists is dominated by Malang, especially from Malang Regency. The main attraction of the Ledok Ombo explosive tour is the natural beauty that is still beautiful and maintained, especially pine forests and shady trees while in the media the dissemination of information is from relatives or colleagues and social media. Suggestions submitted based on the results of the study are 1) To the Regional Government, assisting in the procurement of facilities and infrastructures to Ledok Ombo Tourism especially roads and directions to the location 2) Tourism Office, optimizing promotions and holding socialization to each tour and travel to visit Ledok Ombo 3) Tourism Office, optimizing promotions and inviting tours and travel to visit Ledok Ombo 4) Perhutani, revitalizing and optimizing the role of surrounding communities to manage Ledok Ombo 5) To managers, the majority of visitors are young generation so they need to make photo spots or Ledok Ombo icons and maintain the cleanliness of tourist sites

    ANALISIS BUKU TEKS GEOGRAFI UNTUK SMA/MA KELAS X KURIKULUM 2013 EDISI REVISI KARANGAN GATOT HARMANTO TERBITAN PENERBIT YRAMA WIDYA PADA MATERI PENGETAHUAN DASAR PEMETAAN

    No full text
    Abstrak   RINGKASAN   Auliya, Fiqqi. 2017. Analisis Buku Teks Geografi untuk SMA/MA Kelas X Kurikulum 2013 Edisi Revisi Karangan Gatot Harmanto Terbitan Penerbit Yrama Widya pada Materi Pengetahuan Dasar Pemetaan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd. (II) Drs. Rudi Hartono, M.Si.   Kata Kunci: Analisis Buku Teks, Geografi, Materi Pengetahuan Dasar Pemetaan.   Buku teks adalah sumber belajar yang penting. Kondisi tersebut membuat pemilihan buku teks untuk bahan ajar harus sesuai dan layak untuk pembelajaran. Buku teks yang layak harus memiliki isi materi yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku, konsep dalam materi yang benar, penggunaan bahasa yang baik, dan media yang berfungsi dengan baik. Hasil observasi awal buku teks geografi untuk SMA/MA kelas X Kurikulum 2013 edisi revisi karangan Gatot Harmanto terbitan Penerbit Yrama Widya pada materi Pengetahuan Dasar Pemetaan menunjukkan bahwa terdapat kesalahan-kesalahan. Kondisi tersebut membuat kajian buku teks perlu untuk dilakukan untuk mengetahui kelayakan materi buku teks secara menyeluruh. Kajian yang dilakukan merupakan penelitian analisis isi dengan menggunakan buku teks sebagai objek penelitian. Kajian tersebut meliputi 4 aspek buku teks, yaitu kesesuaian isi materi dengan Kurikulum 2013, kebenaran konsep, kebenaran penggunaan bahasa, dan fungsi media gambar. Tujuan kajian aspek-aspek tersebut adalah mengetahui kelayakan materi Pengetahuan Dasar Pemetaan untuk digunakan dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum buku tersebut sudah baik dan layak digunakan. Hasil tersebut didapat dari nilai persentase kesesuaian materi dengan kurikulum mencapai 84%, kebenaran penggunaan konsep dalam materi mencapai 79%, kebenaran penggunaan bahasa mencapai 66%, dan gambar yang berfungsi dengan baik sebanyak 70%. Presentase-presentase tersebut menunjukkan keempat aspek tersebut berada pada kategori layak hingga sangat layak pada rentang nilai, sehingga didapatkan hasil kumulatif tingkat kelayakan buku tersebut sebesar 75%. Meski secara umum buku tersebut layak untuk digunakan, perlu adanya pembenahan kesalahan-kesalahan dalam buku tersebut. Penulis buku harus membenahi kesalahan-kesalahan dalam buku, sehingga buku tersebut ideal untuk digunakan. Guru juga perlu menelaah isi buku dan membenahi kesalahan dalam buku sebelum menggunakan buku tersebut sebagai sumber belajar dan bahan ajar

    0

    full texts

    1,629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇