SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1629 research outputs found

    PENGEMBANGAN BUKU TEKS GEOGRAFI BERMUATAN AL QURAN DAN HADITS MATERI KETAHANAN PANGAN, INDUSTRI, SERTA ENERGI BARU DAN TERBARUKAN

    No full text
    ABSTRAK Farizy, Ahmad. 2017. Pengembangan Buku Teks Geografi Bermuatan Al Quran dan Hadits Materi Ketahanan Pangan, Industri, serta Energi Baru dan Terbarukan. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Budi Handoyo, M.Si, (II) Purwanto, S.Pd, M.SiKata Kunci: Pengembangan, Buku Teks, Al Quran dan HaditsPenelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa bahan ajar Geografi. Pengembangan tersebut dilakukan karena pentingnya peran Al Quran bagi kehidupan terutama dalam proses pembelajaran. Pada kurikulum 2013 salah satu kompetensi yang harus dicapai yakni KI-1 menuntut agar pembelajaran memiliki nilai spiritual. Sedangkan bahan ajar buku teks yang beredar saat ini sangat sedikit ditemukan muatan nilai-nilai Al Quran.Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode yang dikemukakan oleh Borg and Gall. Pengembangan dilakukan dengan melalui 7 tahapan. Secara garis besar pengembangan ini dimulai dari (1) Analisis kebutuhan, (2) Perencanaan/pengumpulan data, (3) Pengembangan Produk, (4) Validasi para ahli, (5) Validasi guru, (6) Uji coba pemakaian, (7) Produksi akhir. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tanggapan dan penilaian siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 2 MA Al Ma’arif Singosari yang berjumlah 34 siswa.Hasil validasi oleh para ahli tersebut kemudian diujicobakan kepada guru dan siswa dengan menggunakan angket tanggapan. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli materi yakni sebesar 72,5 % dari skor maksimal, sarannya adalah perlu perbaikan terkait pengkorelasian ayat dengan materi  pada BAB I. Hasil validasi oleh ahli bahasa yakni sebesar 90% dari skor maksimal, sarannya adalah perlu perbaikan terkait cara mengutip ayat, penulisan daftar pustaka harus alfabetic, ejaan untuk sub BAB, serta format penulisan judul BAB perlu diperbaiki. Hasil validasi oleh ahli Al Quran dan Hadits yakni sebesar 87,5% dari skor maksimal, sarannya adalah perlu pengembangan untuk karya berikutnya. Sedangkan penelitian yang dilakukan di sekolah terkait kelayakan buku teks yang dikembangkan diperoleh skor persentase sebesar 89% dari rata-rata hasil tanggapan siswa. Sedangkan perolehan skor dari guru yakni sebesar 92,5%. Hasil angket dari siswa maupun guru menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat layak untuk digunakan.ABSTRACTFarizy, Ahmad Hidayatus Salfanil. 2017. The Development Of Geography Text Book With Al Quran And Hadith Coontain On Subject Of Food Security, Industrial, New And Renewable Energy. Thesis, Department of Geography, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang. Supervisor:  (I) Dr. Budi Handoyo, M.Si, (II) Purwanto, S.Pd, M.SiKeywords: Development, Text book, Al Quran dan HadithThe objectives of this research and development are to produce Geography Text Book. It is conduct because of the importance of Al Quran and Hadith in every aspect of life especially in educational process. In Kurikulum 2013, one of the competency goal is demanding the education to contain spiritual values. Meanwhile, the recent text book only few that have Al Quran valuesThe research and development using Borg and Gall’s method. It have 7 steps of research and development, (1) Demand analysist, (2) Planning/Data Collection, (3) Prooduct development, (4) Validation froom the experts, (5) Validation of the teacher, (6) Testing, (7) Final Product. The instruments of this reasearch are respond questionnaire and student’s assessment. And as a subject of this reasearch are 34 students of class XI IPS 2 of MA Al Ma’arif.   The text boook product being validated by specialist of teaching material, languange and Al Quran and Hadith. Later on, the validation result being tested to teacher and student and assessed with respond questionnaire. The validation result from teaching material specialist shown 72,5% of maximal score, the suggestion is to improve stronger correlation between verse and subject discussion in Chapter I. The validation result of languange specialist is 90% of maximal score, the suggestion are improvement on citation method of verses, bibliography must be arrange alphabetic, and ortography of chapter and sub-chapter. The validation result of Al Quran and Hadist specialist is 87,5% of max score, the suggestion is require improvement for next product. Mean while, the result of testing reasearch at school show that the properness of text book is average 89% of student respond. And score from teacher is 92,5%. Questionaire result of teacher and student show that this product is proper to use

    Persepsi Masyarakat Terhadap Gunungapi Kelud Pasca Erupsi di Desa Penataran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAK   RINGKASAN Nurjanah, Alif. 2018. Persepsi Masyarakat Terhadap Gunungapi Kelud Pasca Erupsi di Desa Penataran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Komang Astina, M.S, Ph.D. (II) Syamsul Bachri, S.Si, M.Sc., Ph.D Kata Kunci: Persepsi, Masyarakat, Gunungapi Terdapat 13 gunungapi aktif  yang berada di Provinsi Jawa Timur. Salah satu gunungapi yang paling aktif di Jawa Timur adalah Gunungapi Kelud. Gunungapi Kelud beberapa kali mengalami erupsi. keberadaan gunungapi bagi sebagian masyarakat tidak dianggap sebagai suatu bencana yang mengganggu, karena tipe letusan Gunungapi Kelud berperiode dan tidak berlarut – larut, sehingga muncul. persepsi yang berbeda antara individu satu dengan yang lainnya. Persepsi akan timbul setelah seorang atau sekelompok orang merasakan keberadaan objek mempengaruhi aktivitas kesehariannya. Seperti halnya pada fenomena Gunungapi Kelud tahun 2014, masyarakat desa penataran memiliki penafsiran tersendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat Desa Penataran terhadap keberadaan Gunungapi Kelud. Persepsi masyarakat dieksplor melalui wawancara oleh peneliti. Dikarenakan hasil yang didapat berbeda-beda sehingga diadakan kegiatan FGD sebagai sarana untuk mengeksplor persepsi masyarakat dalam diskusi kelompok. Sebagai penegasan atas hasil penelitian terkait dengan persepsi masyarakat peneliti menggunakan skoring untuk mengelompokan apakah persepsi masyarakat termasuk kategori sangat tinggi, tinggi, rendah atau sangat rendah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), skoring dan dokumentasi. Analisis Data merujuk pada kualitatif dan kuantitatif bertahap meliputi kegiatan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan skoring.Hasil Penelitian dalam penelitian ini, persepsi masyarakat terhadap Gunungapi Kelud dapat kita lihat dari aspek kognitif, afektif dan konatif. Melalui tiga aspek tersebut didapat deskripsi yang mendetail berdasarkan pemaparan informan. Persepsi yang diberikan oleh masyarakat mengenai keberadaan Gunungapi Kelud bersifat positif. Persepsi yang baik timbul karena Pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat yang selaras sehingga memunculkan persepsi positif dengan respon baik. Artinya penerimaaan masyarakat dalam hal ini diwakili oleh informan mengarah kepada pernyataan positif dan solutif

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING MENGGUNAKAN LEMBAR KEGIATAN SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA KELAS X IIS 4 SMAN 1 LAWANG KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar tes kemampuan berpikir analitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menerapkan pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan LKS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Inkuiri Terbimbing menggunakan LKS ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis dengan nilai rata-rata sebesar 76,11 pada siklus I dan mengalami peningkatan nilai rata-rata sebesar 81,1 pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis inkuiri dipadukan dengan LKS dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa kelas X IIS 4 SMAN 1 Lawang Kabupaten Malang

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA KELAS XI IPS 1 MAN GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 13 September 2017 dan hasil ulangan harian siswa kelas XI IPS 1 MAN Gondanglegi Kabupaten Malang menunjukkan adanya beberapa permasalahan. Permasalahan tersebut berhubungan dengan kemampuan berpikir analitis siswa. Permasalahan pertama yang muncul adalah siswa kesulitan menjawab pertanyaan yang memuat kemampuan berpikir analitis. Permasalahan kedua ada pada nilai ulangan harian siswa yang menunjukkan ada 15 siswa yang tidak tuntas dari 36 siswa. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa adalah dengan menerapkan model Problem Based Learning menggunakan media audio visual. Model Problem Based Learning menggunakan media audio visual merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah nyata yang ada di lingkungan sekitar sebagai pokok bahasannya dan media audio visual sebagai alat untuk menyajikan permasalahannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menerapkan model Problem Based Learning menggunakan media audio visual. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dengan melalui dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dengan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian siswa kelas XI IPS 1 MAN Gondanglegi sebanyak 33 siswa. Penelitian ini menggunakan sumber data primer yang langsung diperoleh dari subyek penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian yaitu data kemampuan berpikir analitis yang diperoleh dari hasil tes. Pengumpulan data kemampuan berpikir analitis siswa menggunakan soal tes uraian yang berjumlah 4 soal. Soal tes uraian dibuat oleh peneliti yang dikembangkan berdasarkan indikator kemampuan berpikir analitis dan diberikan pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa. Pada siklus I nilai rata-rata kemampuan berpikir analitis siswa mencapai 75,76. Sedangkan pada pelaksanaan siklus II nilai rata-rata kemampuan berpikir analitis siswa mencapai 78,60. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir analitis sebesar 2,84 dengan persentase 3,75%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI IPS 1 MAN Gondanglegi Kabupaten Malang pada materi dinamika kependudukan

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI POKOK BAHASAN HIDROSFER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X IPS 3 MA AL-MA’ARIF SINGOSARI

    No full text
    ABSTRAK   Penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IPS 3 MA Al-Ma’arif Singosari. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain 2 siklus. Subyek penelitian ini yaitu kelas X IPS 3 dengan jumlah 42 siswa. Data yang digunakan adalah data kemampuan berpikir kritis yang diperoleh dari hasil tes. Soal tes berpikir kritis berupa soal essay sebanyak 5 butir soal untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penerapan model PBM menunjukan bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis siklus I sebesar 72,7 pada siklus II nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis meningkat menjadi 81,45. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa MA Al-Ma’arif Singosari

    PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH DINAMIKA ATMOSFER KELAS X SMA BSS KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   RINGKASAN Febrina, Ratida. 2018. Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Dinamika Atmosfer Kelas X SMA BSS Kota Malang, Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd (II) : Dr. Didik Taryana, M.Si Kata kunci: Kemampuan Memecahkan Masalah, Model Problem Based Learning, Pembelajaran, Eksperimen, Kontrol Pendidikan saat ini perlu dilakukan peningkatan dalam model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013 yaitu model  Problem Based Learning, penerapan model  ini dapat menjadikan siswa lebih aktif, mengolah keterampilan informasi dengan baik, dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Pada model ini siswa diberi suatu masalah yang ada pada kehidupan sehari-hari, mendiskusikan dengan kolompok, mengembangkan hasil kerja kemudian menganalisis dan mengavalusi proses pemecahan masalah. Kemampuan memecahkan masalah merupakan salah satu dasar yang harus dimiliki siswa, masalah yang dimiliki dalam kehidupan sehari-hari dari masalah kecil hingga masalah besar. Siswa lebih ditekankan dalam kemampuan memecahkan masalah agar lebih aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan memecahkan masalah dinamika atmosfer kelas X SMA BSS Kota Malang, Rancangan penelitian ini adalah quasi experiment deisgn with posttest only yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Analisis data yang digunakan ialah uji t-test, subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelas X-Mia-1 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X-Mia-2 kelompok kontrol. Pada kelompok diberi satuan pembelajaran yang sama misal tujuan pembelajaran, materi atmosfer, waktu, media dan evaluasi yang sama, hanya berbeda pada penerapan pembelajarannya. Kelompok eksperimen diberi pengajaran menggunakan  Problem Based Learning, sedangkan kelompok kontrol diberi pengajaran dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa tes uraian yang terdiri dari 4 butir pernyataan dan 11 pertanyaan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan memecahkan masalah kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dari kelas kontrol.  Kelompok eksperimen nilai rata-rata 76,35, sedangkan  kelompok kontrol memiliki nilai rata-rata 70,00. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan memecahkan masalah dinamika atmosfer kelas X SMA BSS Kota Malang. Problem Based Learning sangat berpengaruh untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa dan rata-rata siswa sudah memenuhi indikator yang sudah dijelaskan oleh guru

    PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DILENGKAPI WORKSHEET COLUMBUS CITY SCHOOL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS KELAS X SMAN 9 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Azizah, Rachmiatul. 2018. Pengaruh Model Problem Based Learning Dilengkapi  Worksheet Columbus City School Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Kelas X SMAN 9 Malang. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si. (2) Drs. Hendri Purwito, M.Si. Kata kunci : Model Pembelajaran Problem Based Learning, Worksheet Columbus City School, Kemampuan berpikir analitis. Pembelajaran geografi yang ada di SMA saat ini banyak menuntut siswa untuk berpikir tingkat tinggi, salah satunya adalah kemampuan berpikir analitis. Namun pada faktanya, kemampuan berpikir analitis siswa cenderung rendah karena pembelajaran yang dilakukan kurang mengasah kemampuan berpikir analitis siswa. Hal itu disebabkan karena siswa masih banyak menghafalkan materi bukan memahami materi sehingga kemampuan berpikir analitis mereka kurang terlatih. Salah satu model pembelajaran yang dapat melatih kemampuan berpikir analitis siswa dalam pelajaran geografi adalah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Melalui kemampuan berpikir analitis siswa memiliki kemampuan untuk mencari solusi masalah dari permasalahan yang diberikan. Worskeet Columbus City School dapat menjadi salah satu media belajar untuk melengkapi model PBL karena soal-soal yang disajikan dapat meningkatkan kemampuan analitis siswa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir analitis. Penelitian ini termasuk dalam quasi experiment deisgn with posttest only control grup design yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan subyek penelitian yaitu kelas X IPS 3 yang menggunakan model pembelajaran konvensional  dan kelas X IPS 2 sebagai kelas eksperimen menggunakan model PBL yang dilengkapi dengan worksheet Columbus City School. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes dengan menggunakan soal essay yang terdiri dari lima soal untuk mengukur kemampuan berpikir analitis siswa. Pembuatan instrumen tes dikembangkan dari kisi-kisi soal tes. Kisi-kisi soal tes essay dibuat berdasarkan indikator kemampuan berpikir analitis. Soal tersebut akan diberikan setelah eksperimen untuk mengetahui kemampuan berpikir analitis siswa setelah perlakuan pada kedua kelas. Analisis data pada dalam penelitian ini menggunakan Uji Statistik dengan bantuan SPSS for windows. Hasil menunjukan bahwa ada perbedaan nilai yang dihasilkan oleh kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hal tersebut dapat dilihat dari rata-rata hasil post test kelas kontrol dengan rata-rata nilai 68,53 dan pada kelas ekperimen rata-rata dengan nilai 77,97. Rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Sehingga  dapat diketahui bahwa model pembelajaran PBL dilengkapi worksheet Columbus City School dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa kelas X SMAN 9 Malang

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI POKOK BAHASAN HIDROSFER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X IPS 3 MA AL-MA’ARIF SINGOSARI

    No full text
    ABSTRAK   Pembelajaran di dalam kelas tentu tidak lepas dari berbagai macam permasalahan. Salah satu permasalahan tersebut yairu rendahnya kemampuan berpikir kritis. Siswa kelas X IPS 3 MA Al-Ma’arif Singosari diketahui memiliki kemampuan berpikir kritis rendah. Rendahnya kemampuan berpikir kritis diketahui berdasarkan nilai tes ulangan harian yang mencakup tiga indikator berpikir kritis dan hasil wawancara. Berdasarkan nilai tes ulangan harian diketahui bahwa kemampuan berpikir kritis siswa rendah terlihat dari jawaban siswa dalam menjawab soal, dari 42 siswa hanya delapan siswa (20%) yang mendapatkan nilai tes ulangan harian diatas KKM. Berdasarkan hasil wawancara terungkap bahwa siswa masih memiliki kemampuan berpikir kritis yang rendah, hanya ada beberapa siswa yang mampu memberikan pendapat dan mengajukan pertanyaan tentang materi yang diberikan pada saat proses pembelajaran. Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menerapkan model PBM di kelas X IPS 3 MA Al-Ma;arif Singosari. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam penelitian ini terdapat dua siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi pada setiap siklunya. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 3 yang berjumlah 42 siswa. Penelitian ini menggunakan sumber data primer yang diperoleh dari subyek penelitian. Data yang digunakan adalah data kemampuan berpikir kritis yang diperoleh dari hasil tes. Soal tes kemampuan berpikir kritis berupa soal essay sebanyak 5 butir soal untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Tes kemampuan berpikir kritis dilaksanakan setelah tindakan pada siklus I dan siklus II. Analisis data yang digunakan yaitu dengan cara membandingkan rata-rata skor kemampuan berpikir kritis siklus I dan siklus II. Rata-rata skor kemampuan berpikir kritis dibandingkan dengan menggunakan tabel dan grafik untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan atau penurunan. Hasil penelitian menunjukan bahwa model PBM dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IPS 3 MA Al-Ma’arif Singosari. Hasil penerapkan model PBM menunjukan bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis siklus I sebesar 72,7 pada siklus II nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis meningkat menjadi 81,45. Persentase peningkatan kemampuan berpikir kritis siklus I ke siklus II sebesar 12,4%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan bagi pihak sekolah agar menganjurkan kepada guru geografi untuk menerapkan model PBM ketika hendak mengajarkan materi yang sama dengan penelitian ini. Sedangkan, bagi guru geografi disarankan agar menerapkan model PBM untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa

    Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Geografi di SMA Negeri Mojoagung

    No full text
    ABSTRAK   Diana, Fidia. 2018. Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Geografi di SMA Negeri Mojoagung, Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si, (II) Dr. Singgih Susilo, M.S, M.Si   Kata Kunci: Model Pembelajaran Discovery Kemampuan Berpikir Kritis Model pembelajaran discovery merupakan pembelajaran yang sesuai dengan implementasi kurikulum 2013 yang berpusat pada kegiatan peserta didik. Peserta didik diharapkan mampu menyelidiki dan menarik kesimpulan berdasarkan temuan yang diperoleh. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya penerapan model pembelajaran discovery. Selain peserta didik diharapkan aktif dalam proses belajar, model pembelajaran discovery juga mengarah pada kemampuan berpikir kritis. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik di SMA Negeri Mojoagung. Penelitian ini dirancang menggunakan eksperimen semu dengan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian ini adalah kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 1 sebagai kelas kontrol. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah nilai kemampuan berpikir kritis. Instrumen penelitian ini terdiri dari 5 soal essai yang telah diuji sebelumnya menggunakan validitas. Analisis data yang digunakan adalah Independent sample t-test dengan bantuan SPSS 22.0 for Windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa nilai sig (2-tailed) adalah 0,00

    Efektifitas Program HEC-RAS dan TR-20 untuk Pemodelan Banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tundo Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Analisis banjir tidak bisa lepas dari daerah aliran sungai (DAS). Kabupaten Malang merupakan wilayah perbukitan yang banyak dialiri oleh sungai, sehingga terdapat berbagai bentuk DAS. DAS Tundo terletak di Kabupaten Malang dengan luas  28,89 km2 dan panjang sungai sekitar  7,47 km. Bentuk DAS yang membulat, maka memiliki ringkat kerawanan bencana banjir relatif tinggi. Kerawanan juga di dukung oleh faktor perubahan penggunaan lahan, sehingga semakin meningkatkan kerawanan banjir. Pemodelan merupakan suatu cara untuk memprediksi banjir di suatu wilayah, termasuk di DAS Tundo. Namun demikian, perlu adanya uji validasi untuk mengetahui tingkat akurasi dari hasil pemodelan, agar analisis banjir tepat dan akurat. Tujuan penelitian ini adalah menghitung debit banjir aktual dan prediksi (estimasi), memodelkan banjir yang terjadi di DAS Tundo menggunakan program HEC-RAS dan TR-20 dan menguji tingkat akurasi dari setiap pemodelan berdasarkan data aktual. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Data yang digunakan mencakup data primer, berupa data penampang sungai, debit banjir aktual dan data sekunder berupa curah hujan dan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, survey, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis hidrologi, yaitu hujan rancangan metode Gumbel, debit rancangan metode rasional dan HSS Gamma I dan pemodelan banjir menggunakan HEC-RAS dan TR-20. Uji validasi (akurasi) pemodelan menggunakan nilai R, RMSE dan NRMSE, MAE dan MSE serta NSE. Hasil uji validasi kemudian dianalisis untuk mengetahui pemodelan yang paling akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit aktual DAS Tundo yang dilakukan 3 kali pengukuran adalah 38,23 m3/detik, 39,5 m3/detik dan 23,15 m3/detik. Sedangkan debit hasil pemodelan menggunakan HEC-RAS, TR-20, rasional dan HSS Gamma I masing-masing adalah 37,41 m3/detik, 93,88 m3/detik, 46,06 m3/detik dan 58,89 m3/detik. Hasil pemodelan menunjukan bahwa limpasan terjadi di wilayah tengah dan hilir. Di wilayah tengah tinggi limpasan mencapai 0,7 meter dan 2,3 meter pada sisi kiri dan kanan sungai. Sedangkan di wilayah hilir tinggi limpasan pada sisi kiri dan kanan sungai mencapai 1,8 meter dan 2,8 meter. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program HEC-RAS merupakan pemodelan yang paling akurat. Hal ini disebabkan karena pada program HEC-RAS memperhitungkan karakteristik DAS dan jenis aliran (steady flow dan unsteady flow). Oleh karena itu peneliti memberikan rekomendasi kepada seluruh pihak dan lembaga terkait, bahwa program HEC-RAS merupakan program yang baik dan akurat untuk digunakan dalam memodelkan banjir yang terjadi di suatu wilayah

    0

    full texts

    1,629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇