SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
1629 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Problem Based Learning Menggunakan Peta Kawasan Rawan Bencana Pada Materi Bencana Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMA Negeri 1 Kepanjen
ABSTRAK Faktor penting dalam proses belajar mengajar adalah model pembelajaran. Pemilihan model pembelajaran yang sesuai membantu memotivasi siswa untuk aktif dalam belajar, sehingga dapat melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013, pemberian masalah sesuai dengan yang ada di dunia nyata, siswa dituntut aktif dalam proses pembelajaran dan guru hanya sebagai fasilitator. Oleh karena itu kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dapat ditumbuhkan melalui model Problem Based Learning.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning menggunakan peta kawasan rawan bencana terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experimental design) dengan menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas XI IIS 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IIS 4 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian menggunakan tes soal essai yang berjumlah 4 butir soal yang mampu menunjukkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Analisis data yang digunakan adalah Uji-t dengan menggunakan SPSS 16.0 for Windows.Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh model Problem Based Learningmenggunakan peta kawasan rawan bencana terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai rata-rata posttest kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hal ini juga didukung dengan perbandingan nilai rata-rata gain score eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata gain score 9,74 sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata gain score 5,71. Uji Hipotesis yang menggunakan Uji-t terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai probabilitas (Sig. 2-tailed) 0,007 yaitu kurang 0,05 (0,007 < 0,05) yang menunjukkan bahwa H0 ditolak, dengan artian ada pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa
Penerapan Model Pembelajaran Think Talk Write Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Pare
ABSTRAK Akbari, Achmad. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Think Talk Write Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Pare. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (I) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si, (II) Dra. Yuswanti Arianti Wirahayu, M.Si. Kata Kunci: Model Pembelajaran Think Talk Write, Kemampuan menulis karya ilmiah. Pembelajaran menulis karya ilmiah di sekolah tidak dilakukan secara khusus. Pembelajaran menulis karya ilmiah hanya merupakan bagian kecil dari pelajaran bahasa dan sastra indonesia. Pembelajaran menulis karya ilmiah juga jarang diterapkan di mata pelajaran lain termasuk geografi. Pengembangan kompetensi menulis karya ilmiah kepada siswa hanya sebagian kecil dari pembelajaran di kelas, sehingga kemampuan tersebut kurang merata dimiliki oleh siswa. Bahkan dari pembinaan guru terhadap kemampuan menulis karya ilmiah siswa kurang optimal. Siswa hanya memperoleh nilai dan masukan dari tugas yang diberikan, tetapi siswa tidak mengetahui kelemahan dan kelebihan dari karya yang telah dibuatnya. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai kemampuan siswa dalam menulis karya ilmiah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Pare dalam menulis karya ilmiah dengan menerapkan model pembelajaran Think Talk Write. Penelitian tersebut termasuk dalam penelitian tindakan kelas yang terdiri dari beberapa tahapan yakni: (1) Tahap Observasi Awal, (2) Tahap Perencanaan, (3) Tahap Pelaksanaan, (4) Tahap Refleksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yakni membandingkan diagram batang kemampuan menulis karya ilmiah siswa pada siklus I dan siklus II. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian karya ilmiah siswa, lembar observasi, dan LKS. Berdasarkan hasil pembahasan diperoleh peningkatan kemampuan menulis karya ilmiah siswa dari setiap siklus sebagai berikut: persentase kemampuan menulis karya ilmiah siswa pada siklus I memperoleh rata-rata skor 184,4 atau sebesar 46,11%, sedangkan persentase kemampuan menulis karya ilmiah pada siklus II memperoleh rata-rata skor 231 atau sebesar 57,64%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis karya ilmiah siswa telah mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. ABSTRACT Akbari, Achmad Rohmatulloh Ali. 2017. Application of Think Talk Write Learning Model to Increase Writing Ability of Scientific Papers on Geography Lesson Of Grade Eleven Social Sciences One Senior High School One Pare. Thesis, Geography Department, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Counselor; (I) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si, (II) Dra. Yuswanti Arianti Wirahayu, M.Si. Keywords: Think Talk Write Learning Model, ability to write scientific papers.Learning to write scientific papers in schools is not done specifically. Learning to write scientific papers is only a small part of Indonesian language and literature lessons. The study of writing scientific papers is also rarely applied in other subjects including geography. The development of the competence of writing scientific papers to students is only a small part of the learning in the classroom, so that the ability is less equally owned by students. Even from the teacher's guidance on the ability to write a student's scientific work is less than optimal. Students get only the values and inputs of the assigned tasks, but the students do not know the weaknesses and advantages of the work they have created. Related to that, it is necessary discussion about the ability of students in writing such scientific papers. This study aims to increase the ability of students of class Eleven Social Sciences One Senior High School One Pare in writing scientific papers by applying the model of learning Think Talk Write. The research includes classroom action research consisting of several stages: (1) Initial Observation Stage, (2) Planning Stage, (3) Implementation Phase, (4) Reflection Stage. The method used in this research is descriptive quantitative that is comparing graphs and tables of students' writing ability in cycle I and cycle II. Instruments used in the form of students' scientific assessment sheets and observation sheets. Based on the results of the discussion obtained percentage of students 'writing ability of scientific cycles of each cycle as follows: the percentage of students' scientific writing ability in cycle I obtained an average score of 184.4 or equal to 46.11%, while the percentage of the ability to write scientific papers on the second cycle to obtain Average score 231 or 57.64%. Thus it can be concluded that the ability to write students' scientific work has improved from cycle I to cycle II
Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa pada Materi Penginderaan Jauh Kelas XII SMA
ABSTRAK Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) geografi pada materi penginderaan jauh ini dilatar belakangi oleh pembelajaran yang kurang efektif dan kurangsesuai dengan kompetensi yang harus dikuasaioleh siswa. LKS merupakan salah satu bahan ajar yang banyak digunakan di sekolah. Pada umumnya LKS yang digunakan di sekolah berisi materi dan latihan soal. Sedangkan, materi penginderaan jauh bersifat prosedural yakni berupa urutan langkah untuk kegiatan interpretasi citra. Oleh karena itu, penelitian dan pengembangan ini bertujuan menghasilkan lembar kegiatan siswa model depdiknas 2008 dengan menggunakan pendekatan saintifik pada materi tersebut. Secara garis besar isi Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang akan dikembangkan berupa petunjuk praktikum pada materi penginderaan jauh untuk tata guna lahan dan transportasi.Pengembangan LKS ini menggunakan model Borg and Gall (1983) yang dimodifikasi dari sepuluh langkah menjadi tujuh langkah, yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) validasi ahli, (5) revisi produk awal, (6) uji coba lapangan, dan (7) revisi produk akhir.Model Lembar Kegiatan Siswa (LKS) didasarkan pada panduan pengembangan bahan ajar oleh Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Tahun 2008. Prinsip yang digunakan dalam menyusun kegiatan praktikum mengacu pada pendekatan saintifik. Uji coba produk dilaksanakan sebanyak dua tahap, yaitu tahap validasi ahli materi dan ahli media, serta uji coba lapangan pada 49 siswa kelas XII IPS SMAN 1 Lawang. Data yang dianalisis bersifat kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari saran dan rekomendasi ahli sertakritik dan saran dari subjek uji atau siswa. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari angket validasi materi dan ahli media, serta angket respon dan nilai tes pemahaman siswaRata-rata hasil validasi secara keseluruhan pada bagian materi dan media menunjukkan kriteria sangat layak dengan presentase tingkat kelayakan 89,75% (sangat layak). Dengan rincian prosentase kelayakan pada materi 87 % dan prosentase kelayakan pada media 92,5 %. Sedangkan hasil uji coba produk terhadap subjek uji, lembar kegiatan siswa memperoleh tanggapan yang baik dengan prosentase rata-rata kelayakan sebesar 85,20% (sangat layak).Tingkat pemahaman siswa pada materi penginderaan jauh yakni 90,22 % (sangat baik), sedangkan rata-rata skor nilai yang diperoleh dari tes pemahaman yakni sebesar 89,08 (sangat baik). Berdasarkan hasil tersebut, maka produk Lembar Kegiatan Siswa pada materi penginderaan jauh untuk tata guna lahan dan transportasi pada kelas XII SMA sangat layak digunakan
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Posing terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Materi Mitigasi Bencana Alam
ABSTRAK Pemilihan model pembelajaran yang tepat akan memperbesar peluang pencapaian keberhasilan belajar siswa. Hal ini, perlu diterpakan model pembelajaran problem posing yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Model pembelajaran problem posing menuntut siswa untuk membuat pertanyaan sendiri. Kelebihan model pembelajaran problem posing yaitu mendidik siswa berpikir kritis, siswa aktif dalam pembelajaran, belajar menganalisis masalah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasy exsperiment (eksperimen semu). Desain penelitian ini menggunakan pretest-posttest control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Malang. Subjek penelitian ini adalah kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jumlah subjek penelitian ini sebanyak 35 kelas eksperimen dan 33 kelas kontrol. Teknik analisis data menggunakan Independent Sample t-test berbantu program IBM SPSS 23.0 for windowsdengan taraf signifikan (2-tailed) 0,05. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat diketahui adanya pengaruh penggunaan model pembelajaran problem posing terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran geografi materi mitigasi bencana alam. Dalam hal ini, dibuktikan dengan hasil perhitungan uji hipotesis lebih kecil dari pada 0,05 (0,000 < 0,05). Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak yang artinya ada pengaruh model pembelajaran problem posing terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran geografi materi mitigasi bencana alam
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN AROCK BERBASIS AUGMENTED REALITY TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK PADA MATERI LITOSFER KELAS X SMA BRAWIJAYA SMART SCHOOL KOTA MALANG
ABSTRAK Pemahaman konsep merupakan jenjang kognitif C2. Untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep peserta didik dapat dilakukan dengan bantuan media pembelajaran. Media pembelajaran dapat berupa visual maupun audio visual. Media pembelajaran visual salah satunya dapat menggunakan teknologi augmented reality (AR). AR merupakan teknologi yang dapat menggabungkan dunia nyata dan dunia maya sehingga mampu membawa dunia luar ke dalam kelas. Salah satu media pembelajaran berbasis AR adalah ARock. Media ARock merupakan media pembelajaran interaktif yang dirancang berupa buku materi Litosfer. Keefektifan media ARock terhadap pemahaman konsep peserta didik diteliti menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimen pola post test only control group design. Hasil penelitian eksperimen menunjukan bahwa media ARock efektif. Dibuktikan dengan rata-rata nilai tes pemahaman konsep kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ARock berbasis augmented reality efektif untuk menigkatkan pemahaman konsep peserta didik. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu acuan untuk mengkaji lebih lanjut efektivitas media ARock atau media sejenis untuk meningkatkan pemahaman konsep/tingkat kognitif lainnya
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA KELAS XI IPS SMAN 1 BATU DITINJAU DARI MINATNYA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI
ABSTRAK Pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat mengembangkan kemampuan berpikir analitis. Kemampuan berpikir analitis dapat diperoleh melalui model pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Melalui kegiatan pembelajaran inkuiri terbimbing siswa akan terlibat aktif secara langsung. Keaktifan siswa dapat terlihat dalam kegiatan penyelidikan dan percobaan di lapangan. Siswa yang terlibat aktif secara langsung melalui penyelidikan dan percobaan akan mampu membangun dan menemukan konsep pengetahuannya sendiri. Keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran menjadikan siswa memiliki pengalaman nyata. Pada prosesnya pembelajaran dengan model Inkuiri Terbimbing juga menuntut siswa untuk berkolaborasi. Melalui kolaborasi antar siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir analitisnya melalui kegiatan diskusi kelompok. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Inkuri Terbimbing terhadap kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Batu ditinjau dari minat pada mata pelajaran geografi. Rancangan penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain postest only control grup design yang terdiri dari kelas eksperimen dan kontrol. Subyek penelitian ini yaitu kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 4 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa soal essai sebanyak 4 butir soal. Perhitungan tes kemampuan berpikir analitis dan tingkat kecerdasan siswa menggunakan faktorial 2x3. Teknik analisis data menggunakan SPSS 16.0 for windows. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji-f (analysis of variance). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir analitis pada kelas yang menggunakan model Inkuri Terbimbingmemiliki nilai rata-rata (85) lebih tinggi dari kelas yang tidak menggunakan model Inkuiri Terbimbing(79). Selain itu, hasilnilai signifikansi menunjukan 0, 01 ≤ 0,05, maka hal tersebut berarti H0 ditolak. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa model Inkuiri Terbimbingberpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa SMA Negeri 1 Batu. Selain itu, model Inkuiri Terbimbingditinjau dari minat pada mata pelajaran geografi juga berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa SMA Negeri 1 Batu. Hal tersebut dapat ditunjukan dari hasil nilai signifikasi yaitu 0,04 ≤ 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, sehingga menerima H1 yang artinya model Inkuiri Terbimbingditinjau dari minat pada mata pelajaran geografi berpengaruhterhadap kemampuan berpikir analitis siswa SMA Negeri 1 Batu
Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran Geografi Siswa Kelas X IPS MAN 1 Kota Malang
ABSTRAK Akhmad, Balya. 2018. Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran Geografi SiswaKelas X IPS MAN 1 Kota Malang. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas lmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si. (2) Drs. Hendri Purwito, M.Si. Kata Kunci:Model Pembelajaran Treffinger, Kemampuan Berpikir Kritis. Creative problem solving (CPS) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan.Model pembelajaran Treffinger memiliki karakteristik yang dominan yaitu upaya untuk mengintegrasikan dimensi kognitif dan afektif siswa untuk mencari arah-arah yang akan ditempuhnya untuk memecahkan permasalahan. Model ini kebanyakan digunakan pada pembelajaran matematika dan pada matapelajaran geografi masih belum banyak dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran. Model ini dipilih untuk dieksperimenkan dengan menggunakan variabel kemampuan berpikir kritis karena tiga alasan, yaitu pertama, model ini cocok diterapkan pada siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)/MA. Kedua, model pembelajaran Treffinger memiliki sintak yang lebih ringkas daripada sintak CPS Osborn. Ketiga, model pembelajaran Treffinger memiliki kelebihan yang dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran geografi siswa kelas X IPS MAN 1 Kota Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan desain penelitian pretest posttest control group design.Subjek dalam penelitian ini dua kelas X IPS di MAN 1 Kota Malang yaitu X IPS 1 dan X IPS 2. Teknik analisis data dalam penelitian menggunakan bantuan SPSS 24 for windows. Untuk uji hipotesis digunakan Uji-t (independen samples t test).Hasil penelitian menujukkan bahwa model Treffingerberpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritispadapembelajarangeografisiswakelas X IPS MAN 1 Kota Malang. Hal tersebut menujukkan H0ditolak dan H1 diterima. Nilai gain score kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan model Treffinger lebih baik (9,10) dibandingkan siswa yang tidak menggunakan model tersebut (1,41). Saran bagi guru, penggunaan model pembelajaran ini dapat dilakukan sebagai alternatif model untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah. Disarankan juga dilakukan penelitian lebih lanjut untuk: a) menguji pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap variabel lain dan pada lokasi, jenjang pendidikan, atau materi lain; serta b) mengintegrasikan atau membandingkan dengan model pembelajaran yang lain untuk dijadikan alternatif model pembelajaran di sekolah. SUMMARY Akhmad, Balya. 2018. The Effectof Treffinger Learning Model On Critical Thinking Skillin Geography Student Class X IPS MAN 1 Kota Malang. Thesis. Department of Geography, Faculty of Social Sciences, State University Of Malang. Advisors: (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si. (2) Drs. Hendri Purwito, M.Si. Keywords: Treffinger Learning Model, Critical Thinking Skill. Creative problem solving (CPS) is one of the cooperative learning model used to solve a problem. The Treffinger learning model has the dominant characteristic of the effort to integrate the students' cognitive and affective dimensions to find the directions they will take to solve the problem. This model is mostly used in learning mathematics and on learning geography is still not widely used as an alternative model in the learning process This model was chosen for experimented using variables critical thinking skills for three reasons: first, this model is compatible to the level of SMA/MA students. Second, the Treffinger learningmodelhas a more concise syntax than the Osborn CPS syntax. Third, Treffinger learning model has advantages that can affect the skill of critical thinking.The purpose of this study was to determine the effect of Treffinger's learning model on on critical thinking skillin student geography student class X IPS MAN 1 Kota Malang. The design of this study used quasi experimental research (Quasi Eksperimen) with pretest research design posttest control group design. Subjects in this study two classes of X IPS in MAN 1 Kota Malang that is X IPS 1and X IPS 2. Data analysis techniques in the study using the help ofSPSS 24 for windows. To test the hypothesis used T-test (independent samples t test).The results showed that the Treffinger model effect of Treffinger learning model on critical thinking skill in student geography student class X IPS MAN 1 Kota Malang. It shows H0 rejected and H1 accepted.The score gain score of students' critical thinking skill using the Treffinger model is better (9,10) than the students who did not use the model (1,41). Suggestions for teachers, the use of this learning model can be done as an alternative model to develop critical thinking skills and problem solving abilities. It is also recommended to conduct further research to: a) examine the effect of Treffinger's learning model on other variables and on the location, level of education, or other material; and b) integrating or comparing with other learning models to be used as alternative learning models in schools
Pengaruh Keputusan Pemilihan Alat Kontrasepsi dan Kondisi Sosial Ekonomi Terhadap Fertilitas di Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang
ABSTRAK Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang besar sebesar 238.452.952 jiwa dan termasuk dalam kategori terbesar no 4 di dunia (Badan Pusat Statistik Jawa Timur 2015). Pertumbuhan penduduk di pengaruhi oleh jumlah fertilitas yang semakin tinggi. Fertilitas sebagai istilah demografi diartikan sebagai hasil reproduksi yang nyata dari seorang wanita atau sekelompok wanita, dengan kata lain fertilitas ini menyakut banyaknya bayi yang lahir hidup. Faktor yang menyebabkan fertilitas diantaranya keputusan pemilihan alat kontrasepsi, lama pemakaian alat kontrasepsi dan kondisi sosial ekonomi. Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan alat kontrasepsi. Jumlah anak lahir yang berada di Kecamatan Sumbersuko 251 jiwa dengan 97 responden (data hasil survey,2018). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keputusan pemilihan alat kontrasepsi dan kondisi sosial ekonomi terhadap fertilitas di Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, jenis penelitian adalah korelasional untuk mengetahui hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat dengan menggunakan metode survey lapangan. Variabel bebas dalam penelitian ini ada lima diantaranya lama pemakaian alat kontrasepsi (X1), tingkat pendidikan (X2), beban tanggungan (X3) pendapatan (X4), usia kawin pertama (X5) dan variabel terikat adalah ferilitas (Y). Jumlah sampel penelitian adalah 97 responden di Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, yang ditentukan pengambilan sampel dengan cara proposional random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu tabulasi tunggal, tabulasi silang dan uji regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukan bahwa pada umumnya kondisi fertilitas pasangan usia subur yang menggunakan alat kontrasepsi memilki 2 anak. Responden menggunakan jenis alat kontrasepsi suntik 50 responden dengan jumlah fertilitas 145 jiwa. Hasil perhitungan sumbangan relatif dan sumbangan efektif, berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa variabel yang memilki nilai SR dan SE terbesar adalah beban tanggungan, sedangkan variabel yang memilki nilai SR dan SE terendah adalah usia kawin pertama. Hal ni menunjukan bahwa beban tanggungan adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap fertilitas, sedangan usia kawin pertama adalah variaibel yang memilki pengaruh terkecil terhadap fertilitas yang ada di Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Siswa pada Mata Pelajaran Geografi di SMAN 1 Yosowilangun
ABSTRAK Kemampuan memecahkan masalah perlu ditingkatkan dalam pembelajaran di SMA. Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, membutuhkan suatu model pembelajaran yang tepat. Pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan memecahkan masalah pada mata pelajaran geografi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Yosowilangun. Penelitian ini dirancang menggunakan eksperimen semu dengan desain penelitian post test only control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas XI IPS4 (eksperimen) mendapat perlakuan model pembelajaran berbasis proyek, dan kelas XI IPS2 (kontrol) tidak mendapat perlakuan model pembelajaran berbasis proyek. Instrument penelitian ini berupa soal essai tes kemampuan memecahkan masalah. Instrument penelitian ini diuji coba untuk mengetahui validitas dan realibilitasnya. Teknik analisis yang digunakan adalah uji-t yang dapat diselesaikan dengan bantuan SPSS 16,00 for windows. Hasil analisis data ditemukan bahwa pada siswa kelas eksperimen rata-rata kemampuan memecahkan masalah 82,29, sedangkan pada siswa kelas kontrol rata-rata kemampuan memecahkan masalah 79,90. Hasil analisis dengan menggunakan uji-t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,009, jadi nilai signifikansi 0,009 < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan memecahkan masalah. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh model pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran geografi terhadap kemampuan memecahkan masalah peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian ini guru diharapkan menerapkan model pembelajaran berbasis proyek di semua mata pelajaran terutama pada materi pembelajaran yang konstektual dan berdasarkan permasalahan. Bagi pihak sekolah diharapkan mendorong semua guru untuk menggunakan model pembelajaran ini dan dapat memfasilitasi kegiatan pembelajaran di dalam maupun luar kelas. Sedangkan untuk peneliti lanjut disarankan agar menambah varibel terikat maupun variabel moderator lain
Identifikasi Bentuk Tajuk Pohon Tunggal pada Data Lapan Surveillance UAV 02 (LSU-02) untuk Analisis Pola Persebaran Vegetasi menggunakan Statistik Spasial Autocorellation Global Moran’s I
ABSTRAK LSU-02 merupakan salah satu UAV yang membawa kamera spektrum tampak beresolusi tinggi. Produk yang dihasilkan berupa foto udara yang diakuisisi pada tanggal 7 April 2016 di sebagian wilayah pesisir selatan Pulau Jawa. Foto udara LSU-02 mampu mengenali bentuk tajuk individu. Mengingat keterbatasan data dan hal tersebut cukup implikatif maka penting bagi kita untuk mengkaji pola persebaran vegetasi berdasarkan bentuk tajuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana foto udara LSU-02 dapat digunakan dalam penelitian ini dan mengetahui pola persebaran vegetasi berdasarkan bentuk tajuk.Metode yang digunakan adalah (1) penggunaan skala 1:100 pada orthophoto selama melakukan digitasi untuk melihat konsistensi visual obyek. (2) statistik spasial dengan analisis Global Moran’s Index. Penentuan pola dilakukan dengan konversi polygon ke centroid. Nilai centroid tersebut dihitung untuk mendapatkan nilai mean, median, standar distance, dan arah persebaran. Hasil penelitian ini adalah orthophoto dengan akurasi medium memiliki perbedaan spesifikasi dengan foto udara LSU-02 yaitu penurunan resolusi dari 350 ke 96 dpi. Orthophoto tersebut dapat digunakan dalam interpretasi bentuk tajuk individu dengan menggunakan bantuan data DSM dari Foto Udara LSU-02. DSM dapat digunakan dalam eliminasi kedudukan tajuk serta untuk pengecekan klasifikasi bentuk tajuk dari hasil interpretasi orthophoto. Interpretasi tajuk diklasifikasikan dalam tiga kelompok yakni Tajuk Bintang, Tajuk Payung, dan Tajuk Silinder.Sampel tajuk berjumlah 10 pohon pada setiap kelompok ditentukan dengan purposive sampling. Hasil klasifikasi yang digunakan untuk validasi ketelitian interpretasinya mencapai 90%. Jumlah individu ketiga tajuk tersebut 2.884, 213, dan 229 pohon. Pola persebaran yang dihasilkan adalah mengelompok. Nilai-z 118,9, 29,5, dan 13,4. Nilai probabilitas ketiganya adalah 0,0 yang berarti sangat signifikan. Nilai MI yang dihasilkan 0,9 , 0,9, dan 0,5. Arah persebaran sebesar 107,5o, 103,06o, dan 100,70 o, mengikuti garis pantai. Kata Kunci: LSU-02, Bentuk Tajuk, Statistik Spasial, Pola Persebara