SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1629 research outputs found

    Proyeksi Kebutuhan Beras di Kabupaten Magetan Tahun 2015-2025

    No full text
    ABSTRAK   Arianti,Selvinita.2018.Proyeksi Kebutuhan Berasdi Kabupaten Magetan Tahun2015-2025.Skripsi, JurusanGeografi, FakultasIlmuSosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (I) Dr. Singgih Susilo M.S, M.Si., (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto,M.Si   Jumlah penduduk terus meningkat setiap tahun di Kabupaten Magetan.Peningkatan jumlah penduduk disebabkan tingginya jumlah kelahiran, rendahnya jumlah kematian dan migrasi. Pertumbuhan penduduk yang tinggi mengakibatkan konsumsi pangan meningkat terutama beras. Kebutuhan beras yang meningkat dari pada ketersediaan mengakibatkan mengalami kerawanan pangan.Pentingnya penekanan laju pertumbuhan penduduk agar tidak terjadi deficit beras di Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan aplikasi spectrum versi 4 dalam proses perhitungan. Modul yang digunakan dalam spectrum adalah Demproj dan Rapid.Modul Demproj digunakan unuk menghitung proyeksi jumlah penduduk di Kabupaten Magetan Tahun 2015-2025.Asumsi yang digunakan adalah TFR,ASFR, sex ratio, angka harapan hidup, model life table dan migrasi. Modul Rapid digunakan untuk menghitung proyeksi produksi beras di Kabupaten Magetan Tahun 2015-2025.Asumsi yang digunakan adalah luas lahan, produksi beras, pertumbuhan beras dan konsumsi beras perkapita. Rasio ketersediaan beras dihitung dengan menggunakan selisih dari produksi beras dan kebutuhan beras. Hasil penelitian yang ditemukan yaitu: (1) Jumlah penduduk di Kabupaten Magetan mengalami fluktuasi pada tahun 2015-2025. Peningkatan jumlah penduduk terjadi pada tahun 2015-2023 dan penurunan jumlah penduduk pada tahun 2024-2025. (2) Jumlah produksi beras di Kabupaten Magetan mengalami penurunan pada tahun 2015-2025. (3) Kebutuhan beras di Kabupaten Magetan mengalami fluktuasi pada tahun 2015-2025. Jumlah kebutuhan beras meningkat pada tahun 2015-2023 dan penurunan terjadi pada tahun 2024-2025.(4) Rasio produksi dan kebutuhan beras terhadap ketersediaan beras di Kabupaten Magetan mengalami penurunan pada tahun 2015-2025

    Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis untuk Pemilihan Lokasi Potensial Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Kawasan gunung Arjuno-Welirang

    No full text
    ABSTRAK   Maulidah, Siti. 2018. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis untuk Pemilihan Lokasi Potensial Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Kawasan gunung Arjuno-Welirang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Purwanto, S.Pd, M.Si., (II)  Drs. Rudi Hartono, M.Si.   Kondisi Geologi Indonesia yang terletak di daerah yang dilewati cincin api pasifik “ring of fire” menjadikan Indonesia sebagai negara yang kaya akan bencana. Disisi lain, Indonesia kaya akan potensi sumberdaya alam, dimana salah satunya adalah panas bumi. Sebanyak 40% potensi panas bumi dunia berada di Indonesia, yaitu sebesar 29 GWe yang tersebar di 331 titik potensi panas bumi. Namun, pemanfaatan panas bumi sebagai pembangkit listrik baru mencapai 9,3% dari total cadangan panas bumi. Saat ini kebutuhan listrik terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk, perkembangan industri dan pembangunan ekonomi. Panas bumi sebagai energi yang ramah lingkungan dan baru terbarukan (EBT) dapat dikembangkan untuk menghasilkan energi listrik. Kawasan Gunung Arjuno-Welirang Provinsi Jawa Timur memiliki potensi panas bumi sebesar 280 MWe. Potensi tersebut sangat memungkinkan dikembangkan menjadi pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan Sistem Informasi Geografisdalam pemilihan lokasi potensial Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan menganalisis lokasi yang potensial untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Kawasan Gunung Arjuno-Welirang.Rancangan dalam penelitian ini diawali dengan pengumpulan data sekunder kemudian dilakukan pengolahan, check ground dan analisis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data geosains yang berupa data geologi, geokimia, geofisika, dan geografi. Data tersebut diolah menggunakan algoritma Boolean AND, OR dan NOTyang menghasilkan lokasi terpilih. Selanjutnya dilakukan analisis kesesuaian paremeter sehingga menghasilkan lokasi yang direkomendasikan untuk PLTP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi potensial untuk PLTP terdapat di tiga (3) Site dengan luas total 5,6 km2. Site A dengan luas luas 0,67km2, (2) Site B dengan luas 3,63 km2, dan (3) Site C dengan luas 1,28 km2. Dari ketiga kawasan tersebut, yang lebih direkomendasikan adalah Site C yang berada di barat daya Gunung Welirang yaitu sekitar air panas Padusan I dan II. Puncak reservoir panas bumi juga berada pada kawasan ini dengan kedalaman lebih dangkal daripada kawasan lainnya yaitu 1,5 km. Kawasan ini merupakan kawasan yang direkomendasikan karena kondisi jalan, aksesibitas dengan permukiman dan jalan sesuai untuk PLTP. Disamping itu, masyarakat sekitar kawasan tersebut berjumlah besar yaitu 20.852 jiwa yang sesuai sebagai target konsumen listrik yang direncanakan akan terpasang 110 MWe pada tahun 2025. Hasil tersebut menunjukkan bahwa SIG mampu digunakan untuk pemilihan lokasi potensial PLTP. SIG dapat mengintegrasikan data yang kompleks dalam sebuah sistem basis data spasialserta dapat menseleksi lokasi yang sesuai untuk PLTP

    Setiawan, Moch Yahya nurkan. 2018. Penerapan Model Pembelajaran TGT (Team Games Tournament) Berbasis CTL (Contextual Teaching And Learning) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran Administrasi Umum studi pada kelas X APK SMK Mandiri

    No full text
    ABSTRAK   Setiawan, Moch Yahya nurkan. 2018. Penerapan Model Pembelajaran TGT (Team Games Tournament) Berbasis  CTL (Contextual Teaching And Learning) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran Administrasi Umum studi pada kelas X APK SMK Mandiri Banjarejo-Pagelaran Malang, Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Pembimbing: Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd, M.M   Kata Kunci: Model Pembelajaran TGT dan CTL, Hasil Belajar Administrasi Perkantoran. Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik kelas X Administrasi Perkantoran pada mata pelajaran Administrasi Umum di SMK Mandiri Pagelaran dengan memberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran TGT (Team Games Tournament) Berbasis  CTL (Contextual Teaching And Learning). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawan cara, tes dan angket. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 31 Maret sampai dengan 21 April 2018 dengan melakukan kegiatan proses belajar mengajar di kelas X APK di SMK Mandiri Pagelaran Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan model pembelajaran TGT (Team Games Tournament)  berbasis  CTL (contextual teaching and learning) utuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dapat dikatakan signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan hasil perhitungan yang diperoleh dari posttest yang menunjukkan rata-rata nilai peserta didik sebesar 80,73 yang mana 3 peserta didik mendapat nilai dibawah standar KKM dengan persentase 9,68% sedangkan peserta didik mendapat nilai diatas standar KKM dengan persentase 90,32%. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat disampaikan yaitu : (1) bagi guru mata pelajaran Administrasi umum  disarankan agar menggunakan model-model pembelajaran kooperatif dan variatif yang sudah ada dengan inofatif yang baru dari guru sendiri sesuai dengan tujuan pembelajaran. (2) Peserta didik hendaknya mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum melaksanakan proses pembelajaran didalam kelas agar mengerti dan memahami materi apa yang akan dipelajari. (3) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan kegiatan penelitian lebih lanjut dan maksimal untuk menerapkan model-model baru

    Mobilitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian Lahan Komunal ke Sektor Non Pertanian di Kelurahan Olakile (Studi Kasus Kelurahan Olakile - Kec. Boawae - Kab. Nagekeo - NTT)

    No full text
    ABSTRAK   Lena,Maria C.H. 2018. Mobilitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian Lahan Komunal ke Sektor Non Pertanian di Kelurahan Olakile (Studi Kasus Kelurahan Olakile-Kec.Boawae-Kab. Nagekeo-NTT). Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Singgih Susilo, M.S, M.Si., (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si.   Kelurahan Olakile merupakan salah satu kelurahan yang terdapat di Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo Provinsi NTT. Kelurahan tersebut juga menjadi salah satu wilayah yang terkait dengan permasalahan lahan komunal. Hak komunal ini berhubungan dengan lahan pertanian yang menjadi dasar sebagian besar warganya memiliki mata pencaharian sebagai petani.Sempitnya lahan pertanian dan upah kerja yang rendah menjadi alasan utama masyarakat Kelurahan Olakile memilih untuk bekerja di daerah tujuan. Data terakhir Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Nagekeo tertera kurang lebih ada 76 migran dari Kelurahan Olakile memilih bekerja di luar daerah sebanyak 8 orang menjadi TKI di luar negeri (Malaysia), sedangkan 68 orang lainnya memilih bekerja di dalam negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karateristik sosial ekonomi migran, alasan yang mendorong dan menarik tenaga kerja untuk melakukan migrasi serta untuk mengetahui kontribusi tenaga kerja terhadap kondisi sosial ekonomi rumah tangga di Kelurahan Olakile.Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, dimana metode yang digunakan adalah metode survey yaitu dengan mengumpulkan data dan menganalisa fakta dilapangan. Penelitian ini merupakan penelitian populasi di mana data primer diperoleh melalui wawancaradata sekunder berupa data migrasi yang diperoleh dari dinas pemerintahan di Kabupaten Nagekeo. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa migrasi yang terjadi di Kelurahan Olakile sebagian besar adalah laki-lakiyang sebagian besar sudah menikah dan rata-rata memiliki jumlah beban tanggungan 3. Alasan yang mendorong migran di Kelurahan Olakile bermigrasi adalah karena faktor ekonomi, misalnya upah yang rendah di daerah asal dibandingakan dengan daerah tujuan serta luas lahan dan hasil panen yang tidak terlalu menguntungkan. Kontribusi pendapatan migran terhadap kondisi sosial ekonomi keluarga sebagian besar memiliki persentase 61-70%. Beberapa rumah tanggamendapat kiriman setahun 2 kali, 4 bulan sekali, 2 bulan sekali dan sebagainya. Jumlah pengeluaran keluarga juga disesuaikan dengan banyak sedikitnya kiriman yang diterima. Semakin banyak jumlah kiriman maka jumlah pengeluaran juga semakin banyak, begitupun sebaliknya semakin sedikit jumlah kiriman maka jumlah pengeluaran juga dibatasi

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROJECT BERLATAR OUTDOOR STUDY PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMAN 7 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Sutanto, Dadang. 2018. Pengaruh Model PembelajaranBerbasisProject Berlatar Outdoor Study Pada Mata Pelajaran Geografi Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMAN 7 Malang. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd. (2) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si   Kata kunci: Project Based Learning, Outdoor Study, Kemampuan Berpikir Kritis Project Based Learning merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman dalam beraktivitas secara nyata. Kemampuan berpikir kritis merupakan interpretasi dan evaluasi yang terampil dan aktif terhadap observasi dan komunikasi, informasi dan argumentasi. Kemampuan berpikir kritis dapat dimaksimalkan dengan cara mengajak siswa untuk observasi ke lapangan untuk melihat objek secara kontekstual. Outdoor Studymerupakan kegiatan belajar mengajar antara guru dan murid namun tidak dilakukan di dalam kelas, melainkan dilakukan diluar kelas atau alam terbuka sebagai kegiatan pembelajaran siswa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaranberbasisproject berlatar outdoor study pada mata pelajaran geografi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMAN 7 Malang. Rancangan penelitian ini ialah rancangan eksperimen semu (quasi experiment), menggunakan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian ialah kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 3 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes essai 6 butir soal yang diuji validitas dan reliabilitas dahulu sebelum diberikan pada subjek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan ialah statistik kuantitatif dengan menggunakan program SPSS 23.0 for Windows. Uji prasyarat terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan Independent Sample T-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaranberbasisproject berlatar outdoor studyterhadap kemampuan berpikir kritis siswa yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis (gainscore) kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, yaitu 16 untuk kelas eksperimen dan 11 untuk kelas kontrol. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) yang diperoleh ialah 0,004. Hal ini berarti nilai sig. (2-tailed) < 5% (0,05). Dengan demikian, model pembelajaranberbasisproject berlatar outdoor study berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMAN 7 Malang

    persebaran karbonmonoksida (CO) dan Karbondioksida (CO2) serta Keterkaitannya dengan suhu permukaan daratan di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Perubahan iklim yang disebabkan oleh kegiatan manusia berdampak pada perubahan komposisi atmosfer global dan juga terhadap variabilitas iklim alami yang diamati selama periode waktu tertentu. Komposisi atmosfer yang ada di bumi sangat dinamis, mudah berubah dipengaruhi faktor alami dan buatan (atau yang disebabkan oleh manusia). Banyaknya perubahan mengakibatkan adanya unsur-unsur lain yang masuk ke udara sehingga kualitas udara menurun. Dari tahun 2011 menuju tahun 2017 suhu udara di Kota Malang cenderung meningkat,Sebagai kota yang mempunyai universitas dengan jumlah mahasiswa paling banyak di Indonesia, dan terdapat lebih dari 10 universitas di dalamnya, Kota Malang mempunyai kesibukan yang tinggi (Kompas, 2017). Berbagai aktivitas kota mengakibatkan meningkatnya polutan udara dan diiringi dengan suhu permukaan yang meningkat pula. Suhu permukaan merupakan salah satu parameter kunci bagi neraca energi di permukaan dan juga merupakan parameter klimatologis yang utama. Suhu permukaan daratan (SPD) adalah bagaimana panas permukaan bumi menyentuh lokasi tertentu ( dari titik pandang satelit, permukaan adalah apa saja yang dilihatnya pada saat perekaman berlangsung melalui atmosfer menuju tanah). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persebaran Karbon monoksida (CO), persebaran Karbon dioksida (CO2), dan persebaran Suhu Permukaan Daratan di Kota Malang serta mengetahui keterkaitan antara karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2) dengan suhu permukaan daratan. Penelitian ini termasuk penelitian survei dengan pendekatan spasial. Kegiatan penelitian mengacupada proses pengolahan data primer berupa data sebaran karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), dan Suhu Permukaan Daratan. Analisis statistik digunakan untuk mengetahui keterkaitan antara karbon monoksida (CO)dan karbon dioksida (CO2) terhadap suhu permukaan daratan. Hasil penelitian menunjukkan udara di Kota Malang masih aman terhadap karbon monoksida (CO), sedangkan untuk karbon dioksida (CO2) tinggi di beberapa tempat yang lalu lintasnya padat. Karbon monoksida dan karbon dioksida dalam mempengaruhi suhu permukaan tidak lebih dari 26,7%. Terlihat dari hasil pengolahan menggunakan SPSS yang menunjukkan angka 0,267 pada R square atau koefisien determinasi

    PENGARUH KONDISI SOSIAL DAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN IBU-IBU RUMAH TANGGA TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Siswanto, Seto  2018. Pengaruh Kondisi Sosial dan Pengetahuan Lingkungan Ibu-ibu Rumah Tangga terhadap Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, (2) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd   Kata Kunci: kondisi sosial, pengetahuan lingkungan, pengelolaan sampah Permasalahan dalam pengelolaan sampah perkotaan menjadi masalah yang serius. Hal ini sering terlihat pada ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Blimbing Kota Malang yang mempunyai kepadatan penduduk cukup tinggi dan adanya aktifitas perekonomian yang tinggi pula sehingga terdapat permasalahan pembuangan dan pengelolaan sampah. Kondisi tersebut jika terus dibiarkan tanpa adanya upaya pengurangan volume sampah baik dari sumber sampah maupun di TPA akan menyebabkan pencemaran lingkungan.Timbulnya masalah sampah di Kecamatan Blimbing, diduga tidak lepas dari berbagai faktor antara lain kurangnya pengetahuan tentang lingkungan dan rendahnya faktor sosial masyarakat. Ibu-ibu rumah tangga dianggap memiliki hubungan langsung dan tanggungjawab yang tinggi dalam proses penimbunan dan pengelolaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kondisi sosial Ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Blimbing (2) tingkat pengetahuan lingkungan Ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Blimbing (3) pengaruh kondisi sosial dan pengetahuan lingkungan Ibu-ibu rumah tangga terhadap pengelolaan sampah rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Blimbing, Teknik pengambilan sampel menggunakan Purpose random sampling. Data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi data sekunder dan data primer. Setelah data terkumpul, akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis tabulasi silang Hasil analisis tabulasi silang menunjukkan bahwa semua variabel bebas yaitu tingkat pendidikan, partisipasi organisasi masyarakat, sumber informasi dan pengetahuan lingkungan yang diteliti berpengaruh terhadap pengelolaan sampah rumah tangga. Uji hipotesis juga menunjukkan bahwa semua variabel bebas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengelolaan sampah ibu-ibu rumah tangga. Dapat disimpulkan bahwa tinggi rendahnya kondisi sosial dan pengetahuan lingkungan berpengaruh pada cara pengelolaan sampah rumah tangga. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengelolaan sampah rumah tangga yaitu perlu adanya keterlibatan semua pihak, baik itu dalam meningkatkan pengetahuan lingkungan, memprioritaskan pendidikan dan penyuluhan tentang pengelolaan sampah, serta pemberitaan di media lokal sebagai sumber informasi untuk mencapai tujuan lingkungan dan masyarakat yang sehat. SUMMARY   Siswanto, Seto Gandha 2018. The Impact of Social Condition and Environmental Knowledge of Housewives Towardsthe Domestic Waste Management in Blimbing Subdistrict, Malang City. Thesis, Undergraduate Study in Geography Education, GeographyEducation Department, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Supervisors: (1) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, (2) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd.   KeyWords : Environmental knowledge, waste management The problems in urban waste management have become a serious problem. This case often occurs among the housewives in the Blimbing District of Malang City which has a high-density population and high economic activity which caused many problems relates to waste disposal and management. If the condition still be abandonednot any effort to reduce the volume of waste either from the waste source or in the landfill site it will cause environmental pollution. The occurrence of the waste problem in Blimbing District, allegedly can’t be separated from various factors such as lack of knowledge about the environment and low social factors. The housewives are considered to have a direct dealing and high responsibility in the hoarding and management process. This research is aimed to know: (1) the social condition of the housewives in Blimbing Subdistrict; (2) the level of environmental knowledge of the housewife in Blimbing Subdistrict; (3) the impact of the social condition and environmental knowledge towards the management of the domestic waste by the housewife. This research is a correlational descriptive research. The population in this study were all the housewives in Blimbing District, The sampling technique usePurposive random sampling. The datarequired in this study including the primary and secondary data. After the data collected, it will be analyzed using the cross-tabulation analysis technique. The result of the cross-tabulation analysis shows that all of the independent variables are the education level, the community organizationparticipation, information source and environmental knowledge studied has the impact towards domestic waste management. The hypothesis test also shows that all of the independent variables have a significant impact on the waste management of the housewives. It can be concluded that the high level of social condition and environmental knowledge affected the way of domestic waste management. The efforts to improve the management of the domestic waste is the necessity of involvement by all of the parties, whether to improve the environmental knowledge, prioritizing on education and counseling about waste management, and the reportingin the local media as the source information to achieve the goals of the environment and healthy society

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MENGGUNAKAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITISPADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS 4 SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Achmadi, Arditya. 2018. Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) untuk MeningkatkanKemampuan Berpikir Kritis Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IPS 4 SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Budi Handoyo, M.Si, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.   Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Lembar Kegiatan PesertaDidik, Kemampuan Berpikir Kritis. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di kelas XI IPS 4, SMA Laboratorium UM Malang, ditentukan bahwa ada kemampuan berpikir kritis pesertadidik yang rendah. Rendahnya kemampuan berpikir kritis pesertadidik dapat dilihat dari cara pesertadidik menjawab pertanyaan guru yaitu dengan membaca ulang dan mengungkapkan jawaban seperti yang tertulis di buku tanpa analisis sebelumnya. Kemampuan berpikir kritis tingkat rendah dianalisis berdasarkan 4 (empat) aspek, yaitu: (1) aspek pesertadidik; (2) aspek guru; (3) aspek fasilitas dan infrastruktur; (4) aspek implementasi model pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis, rendahnya tingkat kemampuan berpikir kritis pesertadidik disebabkan oleh model pembelajaran yang digunakan yang tidak memberikan praktik pesertadidik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pesertadidik di kelas XI IPS 4SMA Laboratorium UM Malang melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran geografi. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus memiliki 4 tahap, yaitu perencanaan, implementasi, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 4SMA Laboratorium UM Malang; ada 32 siswa. Instrumen penelitian adalah pertanyaan tes kemampuan berpikir kritis, lembar observasi model PBL dan lembar catatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan mengukur kemampuan berpikir kritis pesertadidik pada siklus akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang dapat dilihat dari rata-rata skor tes kemampuan berpikir kritis. Dalam siklus I, rata-rata nilai adalah 69,72 dan pada siklus II adalah 79,31. Oleh karena itu, perbedaan rata-rata dalam siklus I dan siklus II adalah 9,59 dan persentase perbaikan adalah 13,75%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pesertadidik di kelas XI IPS 4SMA Laboratorium UM Malang dalam mata pelajaran geografi. Rekomendasi untuk guru adalah untuk melakukan inovasi model pembelajaran, yaitu salah satunya dengan penerapan PBL untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pesertadidik

    Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek pada Mata Pelajaran Geografi untuk Meningkatkan Minat Belajar dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X-IIS 1 SMAN 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar dan kemampuan berpikir kreatif menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan 2 siklus. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan di kelas X-IIS 1 pada mata pelajaran Geografi materi siklus penanggulangan bencana, terdapat peningkatan hasil angket minat belajar siswa. Pada tahap sebelum tindakan rata-rata skor minat belajar sebelum tindakan sebesar 53,14 dan pada tahap sesudah tindakan sebesar 74,5. Selain itu terdapat peningkatan pada kemampuan berpikir kreatif. Pada siklus I rata-rata nilai kemampuan berpikir kreatif siswa siklus I sebesar 53,92 dan pada siklus II sebesar 73,78. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan minat belajar dan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X-IIS 1 SMAN 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri

    Respon Masyarakat Terhadap Perencanaan Pengembangan Desa Wisata Gubukklakah Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang

    No full text
    RINGKASAN RESPON MASYARAKAT TERHADAP PERENCANAAN PENGEMBANGAN DESA WISATA (StudiKasus di DesaGubukklakah, KecamatanPoncokusumoKabupaten Malang) AjiDwiLaksana Email: [email protected] Program StudiGeografi FakultasIlmuSosial UniversitasNegeri Malang   Abstrak:Penelitianinibertujuanuntukmengetahuiresponmasyarakatterkaitdenganperencanaanpengembangandanuntukmengetahuihubunganperencanaanpengembanganterhadapresponmasyarakat di DesaGubukklakah. Pendekatan yang digunakandalampenelitianiniadalahkuantitatifdeskriptifdenganpengujianvariabeleksplanatif, metodepengumpulan data berupawawancara yang dilakukankepadarespondenmasyarakatDesaGubukklakah.Analisis data yang diperolehdilakukandenganpengumpulan data, dokumentasi, validitas, reliabilitas, pengelompokan data skalalikert, tabulasitunggal, tabulasisilangdanpenarikankesimpulan.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwaresponmasyarakatterhadapperencanaanpengembanganberadapadakategoritinggidansangattinggiberdasarkanhasilindekspersen.Kondisitingkatpendidikanmasyarakatberadapadakategorirendahdengan 65% lulusan SD. Tingkat pendapatanpokoklebihrendahdaripadapendapatansampingandenganselisih 31%.Ujiderajathubunganmenggambarkanbahwa rata-rata antaravariabelbebasdenganvariabelterikatterdapatsignifikansiyaituterdapathubungan yang signifikandenganberadapadakategoritinggi. Kata kunci: Respon, PerencanaanPengembangan, DesaWisata Abstract: This study aims to determine the community respons related to development planning and to find out the relationship between development planning and the response of the community in Gubukklakah Village. The approach used in this research is quantitative descriptive by testing explanative variables, the method of collecting data in the form of interviews conducted to respondents of the Gubukklakah Village community. Analysis of the data obtained was done by collecting data, documentation, validity, reliability, grouping of scale likertdata, single tabulation, cross tabulation and drawing conclusions. The results showed that the community respons to development planning was in the high and very high category based on the percent index results. The condition of the education level of the community is in the low category with 65% graduating from elementary school. The level of basic income is lower than the side income with a difference of 31%. Test of degree of relationship illustrates that the mean between independent variable and dependent variable has significance, namely there is a significant relationship with the high category. Key word:Respons, Development Planning, Tourism Villag

    0

    full texts

    1,629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇