SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1629 research outputs found

    Pemanenan Air Hujan (Rainwater Harvesting) Menggunakan Sumur Resapan Sebagai Upaya Penanganan Banjir di Sub DAS Bango Sari Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Mubarok, Choirul. Pemanenan Air Hujan (Rainwater Harvesting) Menggunakan Sumur Resapan Sebagai Upaya Penanganan Banjir di Sub DAS Bango Sari Kota Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Didik Taryana, M.Si. (II) Dr. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si.   Kata kunci: debit limpasan permukaan, kapasitas sumur resapan, efektivitas sumur resapan.   Banjir termasuk bencana alam yang sering terjadi setiap datangnya musim hujan, seperti yang terjadi di beberapa lokasi di Kota Malang. Banjir yang terjadi di wilayah Kota Malang disebabkan oleh besarnya limpasan permukaan sebagai akhibat dari perubahan penggunaan lahan. Kejadian banjir mengindikasikan perlu adanya pengelolaan air. Pemanenan air hujan bertujuan agar air hujan tidak langsung menjadi limpasan permukaan, namun dapat ditampung dan dikelola. Salah satu metode pemanenan air hujan yang dapat digunakan yaitu dengan sumur resapan air hujan (SRAH). Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan nilai debit limpasan permukaan di sub DAS Bango Sari Kota Malang pada periode ulang 2, 5, 10, 20, dan 50 tahun, menentukan nilai kapasitas maksimum sumur resapan dalam menampung debit limpasan permukaan, dan menganalisis efektivitas sumur resapan dalam mengurangi debit limpasan permukaan. Penelitian ini merupakan penelitian survey yang berlokasi di Sub DAS Bango Sari Kota Malang dengan luas wilayah 72 km2. Jenis data yang digunakan antara lain data primer dan data sekunder. Data primer pada penelitian ini berupa permeabilitas tanah dan infiltrasi tanah, sedangkan data sekunder berupa data curah hujan tahun 2000-2016, data jenis tanah dari peta explorasi tanah lembar Surabaya, data penutup lahan dari citra google earth perekaman November 2016, dan data kemiringan lereng dari citra ASTER DEM resolusi 30 m. Analisis data yang digunakan adalah analisis hidrologi, analisis kapasitas sumur resapan, dan analisis efektivitas sumur resapan. Analisis hidrologi digunakan untuk menentukan hujan efektif dan intensitas hujan pada periode ulang 2, 5, 10, 20, dan 50 tahun sebagai input perhitungan hidrograf debit limpasan permukaan metode Nakayasu. Analisis kapasitas maksimum sumur resapan digunakan untuk mengetahui kapasitas sumur resapan dalam menampung debit limpasan permukaan. Analisis efektivitas sumur resapan digunakan untuk mengetahui apakah sumur resapan sudah efektif didalam mereduksi debit limpasan permukaan di Sub DAS Bango Sari. Hasil analisis hidrologi menunjukkan debit limpasan permukaan pada periode ulang 2, 5, 10, 20, dan 50 tahun secara berturut-turut sebesar 506,59 m3/jam, 699,33 m3/jam, 822,02 m3/jam, 943,49 m3/jam, dan 1103,24 m3/jam. Hasil perhitungan kapasitas total sumur resapan tipe 1, tipe 2, dan tipe 3 adalah 53,88 m3/jam, 149,96 m3/jam, dan 178,21 m3/jam. Analisis efektivitas sumur resapan menunjukkan akhibat penerapan sumur resapan tipe 1, debit limpasan permukaan pada periode ulang 2, 5, 10, 20, dan 50 tahun mengalami penurunan sebesar 11 %, 8 %, 7 %, 6 %, dan 5 %.  Akhibat penerapan sumur resapan tipe 2, debit limpasan permukaan mengalami penurunan sebesar 30 %, 21 %, 18 %, 16 %, dan 14 %. Akhibat penerapan sumur resapan tipe 3, debit limpasan permukaan mengalami penurunan sebesar 35 %, 25 %, 22 %, 19 % dan 16 %.

    Pemanenan Air Hujan (Rainwater Harvesting) Menggunakan Sumur Resapan Sebagai Upaya Penanganan Banjir di Sub DAS Bango Sari Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Mubarok, Choirul. Pemanenan Air Hujan (Rainwater Harvesting) Menggunakan Sumur Resapan Sebagai Upaya Penanganan Banjir di Sub DAS Bango Sari Kota Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Didik Taryana, M.Si. (II) Dr. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si.   Kata kunci: debit limpasan permukaan, kapasitas sumur resapan, efektivitas sumur resapan.   Banjir termasuk bencana alam yang sering terjadi setiap datangnya musim hujan, seperti yang terjadi di beberapa lokasi di Kota Malang. Banjir yang terjadi di wilayah Kota Malang disebabkan oleh besarnya limpasan permukaan sebagai akhibat dari perubahan penggunaan lahan. Kejadian banjir mengindikasikan perlu adanya pengelolaan air. Pemanenan air hujan bertujuan agar air hujan tidak langsung menjadi limpasan permukaan, namun dapat ditampung dan dikelola. Salah satu metode pemanenan air hujan yang dapat digunakan yaitu dengan sumur resapan air hujan (SRAH). Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan nilai debit limpasan permukaan di sub DAS Bango Sari Kota Malang pada periode ulang 2, 5, 10, 20, dan 50 tahun, menentukan nilai kapasitas maksimum sumur resapan dalam menampung debit limpasan permukaan, dan menganalisis efektivitas sumur resapan dalam mengurangi debit limpasan permukaan. Penelitian ini merupakan penelitian survey yang berlokasi di Sub DAS Bango Sari Kota Malang dengan luas wilayah 72 km2. Jenis data yang digunakan antara lain data primer dan data sekunder. Data primer pada penelitian ini berupa permeabilitas tanah dan infiltrasi tanah, sedangkan data sekunder berupa data curah hujan tahun 2000-2016, data jenis tanah dari peta explorasi tanah lembar Surabaya, data penutup lahan dari citra google earth perekaman November 2016, dan data kemiringan lereng dari citra ASTER DEM resolusi 30 m. Analisis data yang digunakan adalah analisis hidrologi, analisis kapasitas sumur resapan, dan analisis efektivitas sumur resapan. Analisis hidrologi digunakan untuk menentukan hujan efektif dan intensitas hujan pada periode ulang 2, 5, 10, 20, dan 50 tahun sebagai input perhitungan hidrograf debit limpasan permukaan metode Nakayasu. Analisis kapasitas maksimum sumur resapan digunakan untuk mengetahui kapasitas sumur resapan dalam menampung debit limpasan permukaan. Analisis efektivitas sumur resapan digunakan untuk mengetahui apakah sumur resapan sudah efektif didalam mereduksi debit limpasan permukaan di Sub DAS Bango Sari. Hasil analisis hidrologi menunjukkan debit limpasan permukaan pada periode ulang 2, 5, 10, 20, dan 50 tahun secara berturut-turut sebesar 506,59 m3/jam, 699,33 m3/jam, 822,02 m3/jam, 943,49 m3/jam, dan 1103,24 m3/jam. Hasil perhitungan kapasitas total sumur resapan tipe 1, tipe 2, dan tipe 3 adalah 53,88 m3/jam, 149,96 m3/jam, dan 178,21 m3/jam. Analisis efektivitas sumur resapan menunjukkan akhibat penerapan sumur resapan tipe 1, debit limpasan permukaan pada periode ulang 2, 5, 10, 20, dan 50 tahun mengalami penurunan sebesar 11 %, 8 %, 7 %, 6 %, dan 5 %.  Akhibat penerapan sumur resapan tipe 2, debit limpasan permukaan mengalami penurunan sebesar 30 %, 21 %, 18 %, 16 %, dan 14 %. Akhibat penerapan sumur resapan tipe 3, debit limpasan permukaan mengalami penurunan sebesar 35 %, 25 %, 22 %, 19 % dan 16 %.

    Pengaruh Model Pembelajaran Earth Science System in the Community (Earthcomm) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Pokok Hidrosfer Kelas X IPS 2 di MA Al-Hidayah Wajak Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kulub, Mikho Atmain. 2017.Pengaruh Model Pembelajaran Earth Science System in the Community (Earthcomm) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Pokok Hidrosfer Kelas X IPS 2 di MA Al-Hidayah Wajak Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd, (2) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si.   Kata Kunci:Model Pembelajaran Earthcomm, Kemampuan Berpikir Kritis, Materi Pokok Hidrosfer.   Kemampuan berpikir kritis perlu dikembangkan pada peserta didik di sekolah. Peserta didik yang dilatih untuk berpikir kritis ini tidak hanya dituntut untuk mendapatkan nilai tugas yang bagus melainkan untuk dilatih memecahkan permasalahan yang benar dan salah dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis adalah Earth Science System in The Community (EarthComm). Kelebihan model pembelajaran ini adalah dapat membangun peserta didik menjadi tanggap terhadap masalah lokal, regional dan nasional sesuai dengan kondisi lingkungannya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk membuktikan adanya pengaruh model pembelajaran Earth Science System in The Community (EarthComm) terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas X pada mata pelajaran geografi. Jenis penelitian termasuk Quasi Experiment with Post test Control Group Design. Subjek penelitian menggunakan peserta didik kelas X IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan peserta didik kelas X IPS 1 sebagai kelas kontrol di MA Al-Hidayah Wajak Kabupaten Malang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dengan menggunakan enam soal essai yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan statistik inferensial dengan bantuan SPSS 16.0 for windows. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan nilai signifikan sebesar 0,038 ata

    Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas XI IPS di SMAN 6 Kediri

    No full text
    ABSTRAK Model pembelajaran Project Based Learning adalah model pembelajaran yang menggunakan projek sebagai proses kegiatan belajar siswa untuk membuat siswa lebih aktif dan mampu bekerjasama dalam kelompok. Model PjBL memiliki beberapa keunggulan yang mampu untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas XI IPS di SMAN 6 Kediri.                                                                                                        Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan menggunakan pretest dan posttest desain. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dua kelas yang mempunyai kemampuan setara kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dan kelas XI IPS 2 sebagai kelas kontrol yang diberi perlakuan dengan model konvensional. Instrumen yang digunakan berupa soal uraian sebanyak 4 butir dengan mengacu pada indikator kemampuan berpikir kreatif. Teknik pengumpulan data menggunakan soal tes yang bersifat subjektif. Analisis data yang dilakukan menggunakan uji-t dengan bantuan SPSS 21.0 for Windows.                       Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen lebih tinggi bila dibandingkan dengan kelas kontrol. Dari hasil analisis yang dilakukan terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa diketahui bahwa nilai probabilitas adalah 0,027. Hasil tersebut menunjukkan nilai probabilitas 0,027 < 0,05 dengan kata lain hipotesis nol (H0) ditolak dan (H1)  dapat diterima  atau dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Project Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa.                                                                              Model pembelajaran Project Based Learning memiliki keunggulan yang mampu untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif. Oleh sebab itu disarankan model ini digunakan dalam beberapa kompetensi dasar yang dirasa cukup sulit khususnya yang menuntut siswa untuk mampu berpikir secara kreatif sehingga akan memudahkan siswa dalam mencapai tahap tersebut

    PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO MATERI BUDAYA NASIONAL DAN INTERAKSI GLOBAL KELAS XI

    No full text
    Pengembangan media video digunakan untuk membantu siswa memahami materi budaya nasional dan interaksi global. Terdapat empat topik dalam materi tersebut yaitu: keragaman budaya nasional, kearifan lokal, pengaruh interaksi global terhadapa budaya, dan potensi ekonomi budaya. Media video dipilih karena dapat menjelaskan dan menampilkan fenomena budaya ke dalam kelas. Fungsi lain video yaitu: 1)dapat memperlihatkan proses dan gerakan-gerakan, 2)dapat memungkinkan pengamatan yang baik,3)berguna dalam mengajarkan keterampi-lan,4)dapat digunakan pembelajaran dan pemecahan masalah, dan 5)dapat menyampaikan budaya yang mempunyai nilai positf Tujuan penelitian pengembangan ini untuk mengembangkan media video matapelajaran geografi SMA kelas XI materi budaya nasional dan interaksi global. Produk diwujudkan dalam bentuk CD pembelajaran yang memuat materi budaya nasional dan interaksi global yaitu: 1)keragaman budaya nasional, 2)kearifan lokal, 3)pengaruh interaksi global terhadapa budaya, dan 4)potensi ekonomi budaya             Pengembangan media video ini menggunakan model ADDIE, yang terdiri dari: 1) analisis, 2) desain, 3) depelop, 4) implementasi, 5) evalusi. Emplementasi dan uji coba dilakukan dengan menggunakan produk sebagai media pembelajaran. Pada uji coba tersebut didapatkan data kuantitatif berupa skor tes pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap materi. Analisis dilakukan dengan menghitung tingkat ketuntasan nilai klasikal. Uji coba yang dilakukan di kelas X IIS SMA Kristen Petra Kediri dan diikuti 20 siswa. Pada uji coba dilakukan pembelajaran dengan bantuan media video. Selanjutnya, siswa mengerjakan soal tes yang terdiri dari 20 soal objektif dengan tingkat kognitif pengetahuan (C1) dan pemahaman (C2) yang disesuaikan dengan indikator dan tujuan pembelajaran. Rata-rata nilai hasil belajar siswa  adalah 78,5 dengan sebanyak 16 siswa tuntas belajar. Berdasarkan penghitungan tersebut diketahui persentase tingkat pemahaman siswa setelah uji coba media video pem-belajaran adalah sebesar 80%.             Produk akhir pengembangan berupa kumpulan video yang dikemas dengan program microsoft office powerpoint. Produk tersebut dapat disimpan di CD atau flashdisk. Produk akhir disebarluaskan melalui media internet. Saran berdasarkan hasil penelitian ini adalah memperlengkap media video pada setiap topik dan subtopik. Hasil pengembangan lebih baik diuji coba dan dieksperimenkan dalam skala lebih besar untuk memperoleh hasil yang lebih valid

    Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Kademangan Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Siswa kelas XI IPS 3 di SMA Negeri 1 Kademangan diketahui memiliki motivasi dan hasil belajar siswa rendah. Rendahnya motivasi ditunjukan dengan kurang antusiasnya siswa kelas dalam mengikuti pelajaran geografi. Kurang antusiasnya siswa tersebut menandakan rendahnya motivasi belajar siswa. Siswa banyak yang kurang memperhatikan guru saat kegiatan pembelajaran. Kepercayaan diri siswa juga menandakan rendahnya motivasi. kepuasan pada pembelajaran maupun hasil belajar siswa juga memengaruhi motivasi siswa. Sedangkan permasalahan rendahnya hasil belajar didasarkan data hasil ulangan harian siswa. Data hasil ulangan harian siswa pada materi sebaran flora dan fauna dunia menunjukan nilai rata-ratanya 70. Hal tersebut belum memenuhi nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu sebesar 75. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar dengan menerapkan model pembelajaran GI di kelas XI IPS3 SMA Negeri 1 Kademangan. Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain 2 siklus penerapan model pembelajaran. Subyek penelitian ini yaitu kelas XI IPS 3 yang berjumlah 27 siswa. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa soal essai sebanyak 4 butir untuk pengukuran hasil belajar dan angket motivasi sebanyak 25 item untuk mengukur motivasi belajar. Analisis motivasi belajar dengan cara membandingkan rata-rata nilai motivasi pra tindakan dengan pasca tindakan. Analisis hasil belajar dengan cara membandingkan nilai rata siklus I dengan siklus II. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran (GI) dapat meningkatkan motivai dan hasil belajar siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Kademangan. Hasil penerapkan model pembelajaran GI menunjukan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siklus I sebesar 75,44 pada siklus II nilai rata-ratanya meningkat menjadi 78,15. Peningkatan hasil belajar siklus I ke siklus II sebesar 3,59%. Sedangkan hasil angket motivasi belajar menunjukan nilai rata-rata pra tindakan sebesar 52,59 pada pasca tindakan nilai rata-rata motivasi belajar meningkat menjadi 57,00. Peningkatan motivasi belajar dari pra tindakan ke pasca tindakan sebesar 8,39%

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA KELAS XI IPS 4 MAN KOTA BATU

    No full text
    Kemampuan memecahkan masalah sangat diperlukan oleh siswa. Akan tetapi hingga saat ini rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah ternyata masih menjadi persoalan dunia pendidikan khususnya di kelas XI IPS 4 MAN Kota Batu. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa kelas XI IPS 4 MAN Kota Batu dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menggunakan media video. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas XI IPS 4 MAN Kota Batu yang berjumlah 28 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dari tahapan pra siklus, siklus I hingga siklus II. Rata-rata nilai kemampuan memecahkan masalah siswa pada pra siklus sebesar 64,18. Pada siklus I sebesar 73,50 dan siklus II sebesar 82,50.Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan pada setiap siklus yakni sebesar 9,32 (14,52%) dari pra siklus ke siklus I dan peningkatan 9,00 (12,24%) dari siklus I ke siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menggunakan media video dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa kelas XI IPS 4 MAN Kota Batu

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X MAN 2 TULUNGAGUNG DITINJAU DARI ASPEK MINAT TERHADAP MATA PELAJARAN GEOGRAFI

    No full text
    ABSTRAK RINGKASANAnisah, Riski. 2018. Pengaruh Model Pembelajaran Discovery terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X MAN 2 Tulungagung Ditinjau dari Aspek Minat terhadap Mata Pelajaran Geografi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M. Pd, M.Si. (II) Syamsul Bachri, S.Si, M.Sc, Ph.D.Kata Kunci: Model Pembelajaran Discovery, Kemampuan Berpikir Kritis, Minat  terhadap Mata Pelajaran GeografiTujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui: (1) pengaruh model pembelajaran discovery terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, dan (2) pengaruh model pembelajaran discovery terhadap kemampuan berpikir kritis siswa ditinjau dari aspek minat terhadap mata pelajaran geografi.Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain postest only control grup. Penelitian ini dilakukan pada dua kelas yaitu kelas eksperimen yang diberikan model pembelajaran discovery dan kelas kontrol yang tidak diberikan perlakuan model tersebut. Subyek yang diteliti adalah siswa kelas X IIS MAN 2 Tulungagung. Pemilihan subyek penelitian karena kedua kelas memiliki rata-rata nilai yang hampir sama. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal essai yang dapat mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Uji coba instrumen menggunakan validitas dan reliabilitas. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-F dengan bantuan SPSS 16.0 for windows.Hasil penelitian diperoleh bahwa (1) model pembelajaran discovery berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, dan (2) model pembelajaran discovery berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa ditinjau dari aspek minat terhadap mata pelajaran geografi. Dari hasil temuan pertama, analisis yang dilakukan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa diketahui bahwa nilai probabilitas adalah 0,00. Hasil tersebut menunjukkan nilai probabilitas 0,00 < 0,05 dengan kata lain hipotesis nol (H0) ditolak dan (H1) diterima. Hasil analisis yang dilakukan pada temuan kedua diketahui bahwa nilai probabilitas adalah 0,007. Hasil tersebut menunjukkan nilai probabilitas 0,007 < 0,05 dengan kata lain hipotesis nol (H0) ditolak dan (H1) diterima.Saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: (1) bagi guru disarankan untuk menerapkan di kelas terutama pada mata pelajaran geografi, (2) bagi sekolah disarankan dalam penerapan model pembelajaran discovery dapat dilaksanakan di luar kelas atau sekolah, (3) bagi peneliti lanjut yang ingin melakukan penelitian yang serupa sarannya disarankan untuk dapat mengganti model pembelajaran discovery dikombinasikan dengan media tertentu seperti media video

    PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN STELLARIUM UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI TATA SURYA KELAS X IPS 2 SMA NEGERI 6 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Salimudin, Ahmad. 2018. Pemanfaatan Media Pembelajaran Stellarium Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Pada Materi Tata Surya Kelas X IPS 2 SMA Negeri 6 Malang. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd. (2) Drs. Hendri Purwito, M.Si   Kata kunci: Media Pembelajaran, Stellarium, Pemahaman Konsep Latar belakang penelitian ini yaitu masih rendahnya nilai pemahamankonsep siswa pada mata pelajaran geografi materi tata suryaPemahaman merupakan kemampuan siswa untuk menerima informasi dari suatu materi pelajaran, kemudian mampu medeskripsikan informasi tersebut ke dalam sebuah ucapan maupun tulisan dengan bahasanya sendiri dan diukur menggunakan sebuah tes. Pemahaman konsep sangat penting dikuasai oleh siswa karena tujuan dari proses pembelajaran adalah agar siswa paham tentang materi tata surya. Tujuan tersebut dapat dicapai yaitu dengan memanfaatkan media pembelajaran yaitu Stellarium. Stellarium merupakan sebuah software yang  bisa mensimulasikan bintang-bintang dilangit baik siang maupun malam secara real time atau seperti pada kondisi sesungguhnya. Media Stellarium ini sangat membantu dalam proses pembelajaran mengenai fenomena alam semesta ataupun cukup untuk mengenal anggota tata surya seperti planet, satelit, bintang, fenomena gerhana, dan lain sebagainya. Berdasarkan pemaparan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran geografi materi tata surya di kelas X IPS 2 SMA Negeri 6 Malang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Tindakan yang diterapkan adalah penerapan media Stellarium pada pembelajaran geografi materi tata surya untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa.Model penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas model spiral KemmisdanMc Taggart. Subjek penelitian ini yaitu kelas X IPS 2 SMA Negeri 6 Malang. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus dan setiap siklusnya terdapat empat tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar obervasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar catatan lapangan, dan soal tes pemahaman konsep berupa soal esai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran Stellarium dalam pembelajaran geografi materi tata surya dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 6 Malang. Nilai pemahaman konsep siswa meningkat dari pra siklus sampai siklus II. Nilai rata-rata pemahaman konsep siswa pada pra siklus yaitu 60,16, setelah dilakukan tindakan siklus I yaitu 64,9. Nilai rata-rata pemahaman konsep siswa pada siklus II yaitu 82,9. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran Stellarium dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 6 Malang

    Pengaruh Model Pembelajaran Problem Posing terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Pada Mata pelajaran Geografi di SMA Negeri Jogoroto Kabupaten Jombang

    No full text
    ABSTRAK   Pemilihan model pembelajaran yang tepat akan memperbesar peluang mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran problem posing dapat dipilih untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa. Kegiatan dalam model pembelajaran problem posing menuntut siswa untuk membuat pertanyaan sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran problem posing terhadap kemampuan berpikir analitis siswa pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri Jogoroto Kabupaten Jombang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment), menggunanakan Pretest-posttest Control Group Design. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas X IPS 3 sebagai kelas kontrol dan kelas X IPS 1 sebagai kelas eksperimen tahun ajaran 2017/2018 di SMA Negeri Jogoroto Kabupaten Jombang. Instrumen penelitian berupa tes yang terdiri dari pretest dan posttest. Teknik analisis data menggunakan Independent sample t-test dengan taraf signifikasi (2-tailed) 0,05 berbantu progam IBM SPSS Statistics 24 for Windows. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat diketahui ada pengaruh model pembelajaran problem posing terhadap kemampuan berpikir analitis siswa pada mata pelajaran geografi di kelas eksperimen. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil perhitungan uji hipotesis yaitu, (0,008 76,03). Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem posing berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri Jogoroto Kabupaten Jombang. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan model pembelajaran problem posing terhadap kemampuan berpikir analitis siswa pada mata pelajaran geografi kelas X IPS SMA Negeri Jogoroto Kabupaten Jombang. Saran yang dapat diajukan dalam penelitian ini bagi guru dalam pelaksanaan disarankan untuk memperhatikan waktu sebab model pembelajaran problem posing memiliki banyak kegiatan sehhingga membutuhkan waktu yang lama. Bagi peneliti lanjut disarankan supaya melakukan penelitian menggunakan model pembelajaran problem posing ini pada materi lain

    0

    full texts

    1,629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇