SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1629 research outputs found

    EVALUASI POTENSI GUA UNTUK PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS SUSUR GUA DI DESA GAJAHREJO KECAMATAN GEDANGAN KABUPATEN MALANG

    No full text
    RINGKASAN   Diansyah, Arif Sevfri. 2018. Evaluasi Potensi Gua Untuk Pengembangan Wisata Minat Khusus Susur Gua Di Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Yuswanti Ariani W, M.Si, (II) Purwanto, S.Pd, M.Si Kata Kunci : Kelayakan Gua, Potensi Gua, Wisata Minat Khusus Susur Gua Kawasan Karst merupakan kawasan yang memiliki potensi alam yang besar baik dari eksokarst maupun endokarst. Potensi eksokart berupa dolin, uvala, polje, bukit residual, kerucut, menara karst serta endokarst berupa gua. Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang merupakan salah satu desa yang terletak di kawasan karst selatan Pulau Jawa yang memiliki potensi endokarst yang dapat dijadikan sebagai potensi wisata minat khusus susur gua yang bermanfaat bagi masyarakat dan kawasan karst itu sendiri. Potensi endokarst yaitu gua yang berada di Desa Gajahrejo masih belum optimal dalam pengembangannya untuk dijadikan sebagai objek wisata minat khusus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey serta menentukan lokasi dengan purposive sampling yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk menilai kelayakan dan mengevaluasi potensi gua yang berada di Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Pengelolaan data dalam penelitian ini ada dua yaitu menggunakan skoring ADO-ODTWA dan skoring Derajat Kesulitan Gua. Penilaian kelayakan gua yang berdasarkan kriteria penilaian ADO-ODTWA yang mengacu pada Pedoman Analisis Daerah Operasi dan Daya Tarik Wisata Alam yang dikeluarkan oleh Direktur Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Tahun 2003 yang sudah dimodifikasi. Penilaian evaluasi potensi gua berdasarkan Derajat Kesulitan Gua didasarkan pada Mulyati 2007 dengan dijadikan 4 kelas tingkat kesulitan gua, ada sangat sulit, sulit, sedang, dan mudah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kedua gua yang diteliti yaitu Gua Coban dan Gua Jenggot layak dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata minat khusus susur gua. Gua Coban mendapatkan nilai kelayakan dari analisis ADO-ODTWA sebesar 2.040 yang termasuk dalam kategori layak. Gua Coban juga mendapatkan nilai potensi berdasarkan Derajat Kesulitan Gua sebesar 7 yang termasuk dalam kategori sulit. Sedangkan Gua Jenggot mendapatkan nilai kelayakan dari analisis ADO-ODTWA sebesar 2.000 yang termasuk dalam kategori layak. Gua Jenggot juga mendapatkan nilai potensi berdasarkan Derajat Kesulitan Gua sebesar 2 yang termasuk dalam kategori mudah. Konsep wisata minat khusus yang dapat dikembangkan di Gua Coban yaitu Petualangan serta pendidikan dan direkomendasaikan bagi penelusur  tingkat menengah karena membutuhkan keahlian khusus. Sedangkan konsep wisata minat khusus yang dapat dikembangkan di Gua Jenggot yaitu lebih kearah pendidikan karena kurang memberi kesan petualangan dikarenakan tergolong gua yang pendek dan medannya termasuk dalam kategori mudah dan direkomendasikan bagi penelusur tingkat pemula

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH PADA MATERI DINAMIKA HIDROSFER PESERTA DIDIK KELAS X IPS MA DARUL ULUM GONDANGLEGI

    No full text
    RINGKASAN Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan memecahkan masalah peserta didik kelas X IPS MA Darul Ulum Gondanglegi dengan menerapkan model pembelajaran group investigation. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini terdapat 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 24 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah peserta didik kelas X IPS MA Darul Ulum Gondanglegi. Hasil penerapan menunjukkan nilai rata-rata kemampuan memecahkan masalah pra tindakanyaitu 55,8. Nilai rata-rata kemampuan memecahkan masalah siklus I meningkat menjadi 71,4. Nilai rata-rata kemampuan memecahkan masalah siklus II juga meningkat menjadi 83,1. Persentase peningkatan kemampuan memecahkan masalah dari pra tindakan ke siklus I sebesar 27,9% dan persentase peningkatan kemampuan memecahkan masalah dari siklus I ke siklus II sebesar 19,5%.

    Pengaruh Remitansi Terhadap Tingkat Pencapaian Nilai Harapan Keluarga Tenaga Kerja Indonesia di Desa Ariyojeding Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung

    No full text
    RINGKASAN Menjadi Tenaga Kerja Indonesia atau migrasi internasional merupakan cara untuk mencari mata pencaharian yang banyak dilakukan di Indonesia. Tenaga Kerja Indonesia atau TKI sangat berhubungan erat dengan Remitansi, remitansi yaitu pengIriman barang, uang jasa dll dari negara tujuan TKI kedaerah asal TKI. Nilai Harapan atau The Expectancy Value merupakan pendekatan terkahir untuk pengambilan keputusan terhadap kehidupan keluarga TKI. Desa Ariyojeding merupakan salah satu desa dengan lingkup masyarakat desa yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia atau TKI. Desa Ariyojeding memiliki luas wilayah 3,55 m2dan memiliki jumlah penduduk 7001 jiwa per oktober 2018, per oktober 2018 jumlah TKI di DesaAriyojedingmencapai 483 orang, dengan jumlah TKI yang termasuk banyak tersebut maka remitansi di Desa TKI juga sangat tinggi. Dengan remitansi yang tinggi di Desa Ariyojeding maka di buat suatu penerapan model nilai harapan keluarga TKI agar tahu bagaimana pengaruh remitansi terhadap nilai harapan keluarga TKI tersebut. Fokus Penelitian ini untuk mengungkapkan; (1) Remitansi atau pendapatan perbulan TKI; (2) tingkat nilai harapan keluarga TKI; (3) pengaruh remitansi terhadap nilai harapan keluarga TKI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang dimulai dengan pengumpulan data, analisis data,  dan terakhir mendeskripsikan hasil penelitian. Metode yang digunakan adalah survey dengan mengumpulkan data dan menganalisa fakta dilapangan.Penentuan  sampel  dilakukan  secara proporsional random sampling dan didapatkan respondenTKI berjumlah 91 orang sebagai subjek penelitian.  Instrumen  penelitian  yang  digunakan  adalah  pedoman  wawancara.  Analisis  data  menggunakan  tabulasi  tunggal,  tabulasi  silang, dan uji regresi linier sederhana. Hasil analisis memaparkan tingkat nilaiharapankeluarga TKI di Desa Ariyojeding adalah 73% sudah tercapaidan 27% belum tercapai. Remitan atau pendapatan perbulan TKI berpengaruh positif terhadap tingkat nila

    PENERAPAN MODEL GROUP INVESTIGATION (GI) BERBANTUAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS 1 DI SMA NEGERI 7 MALANG

    No full text
    RINGKASAN Siswa kelas XI IPS 1 SMAN 7 Malang diketahui memiliki beberapa permasalahan di kelas. Permasalahan kelas ini diketahui setelah melakukan kegiatan KPL pada kelas tersebut selama 8 pertemuan. Berdasarkan pertemuan yang dilakukan diketahui permasalahan yang ada ialah: (1) antusiasme siswa untuk berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran masih kurang yang dinilai berdasarkan indikator berpikir kritis; (2) indikator-indikator kemampuan berpikir kritis masih kurang diterapkan serta jarang untuk dilatih; (3) Pembelajaran kerapkali hanya menggunakan metode ceramah sehingga membuat siswa mudah bosan. Ketiga permasalahan tersebut mempengaruhi faktor-faktor kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan adanya penerapan model GI serta untuk mengetahui seberapa besar media video membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah kelas XI IPS 1 SMAN 7 Malang dengan jumlah siswa 36 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa: 1) lembar observasi, 2) catatan lapangan, 3) soal tes kemampuan berpikir kritis. Analisis data menggunakan pendekatan PAP (Pedoman Acuan Patokan) dan data yang diolah merupakan hasil dari tes pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model GI berbantuan media video dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS 1 SMAN 7 Malang. Peningkatan kemampuan berpikir kritis tersebut dapat diketahui dari hasil pelaksanaan tes kemampuan berpikir kritis siswa siklus I dan II. Rata-rata hasil tes kemampuan berpikir kritis pada siklus I adalah 68,18 dan 75,29 pada siklus II. Persentasi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 17,11%. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada peningkatan keaktifan siswa. Peningkatan terjadi karena penerapan model GI dengan berbantuan media video. Media video mampu memberikan motivasi siswa dalam pembelajaran. Jadi, penerapan model GI berbantuan media video mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan keaktifan siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 7 Malang

    Studi Unmet Need KB Pada Perempuan Pasangan Usia Subur Di Kampung KB Pantai Selatan Tulungagung (Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung)

    No full text
    RINGKASAN Unmet Need KB adalah proporsi pasangan usia subur yang tidak menggunakan alat kontrasepsi. Unmet Need KB disebabkan oleh berbagai faktor yaitu sosial, ekonomi, dan demografi. Dusun Sine merupakan salah satu dusun di Desa Kalibatur yang memiliki jumlah Unmet Need KB yang tinggi dan sebagian besar penduduknya mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan. Dusun Sine memiliki luas wilayah 4 km2.Oleh sebab itu, diperlukan pengkajian mengenai karakteristik nelayan di Dusun Sine. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui; (1) karakteristik masyarakat nelayan; (2) pengaruh hambatan terhadap Unmet Need KB (3) pengaruh paritasterhadap Unmet Need KB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu diawali dengan pengumpulan data, analisis data, dan mendeskripsikan hasil penelitian. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan mengumpulkan data dan menganalisis fakta di lapangan. Metode yang digunakan yaitu metode populasi atau metode sampling yaitu menggunakan populasi sebagai respondendan didapatkan responden keluarga nelayan berjumlah 46 orang sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara. Analisis data menggunakan tabulasi tunggal, tabulasi silang, dan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden di Dusun Sine yaitupendidikan dan pendapatan rendah, serta pengetahuan mengenai KB rendah. Berdasarkan hasil uji chi square dapat diketahui kekuatan hubungan antara hambatan dan Unmet Need KB sebesar 0,237 sedangkan kekuatan hubungan antara paritas dengan Unmet Need KB sebesar 0,525.Dapat diketahui bahwa hambatan memiliki pengaruh yang rendah terhadap Unmet Need KB, sedangkan paritas memiliki pengaruh yang tinggi terhadap Unmet Need KB. Saran yang dapat diajukan dalam penelitian ini adalah perlunya mengoptimalkan pengetahuan mengenai program Keluarga Berencana serta ikut serta dan aktif terhadap program-program kependudukan, disarankan untuk penelitian selanjutnya agar dapat mempertimbangkan variabel lain

    Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Berpikir Spasial Siswa MAN 3 Kediri

    No full text
    RINGKASAN   Yuniarti, Nur Putri. 2018. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Berpikir Spasial Siswa MAN 3 Kediri. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si (2) Purwanto, S.Pd, M.Si.   Kata kunci: Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Kemampuan Berpikir Spasial, Mata Pelajaran Geografi                                                                               Kemampuan berpikir spasial dalam pembelajaran geografi di SMA masih tergolong rendah dan hanya menekankan pada aspek pengetahuan siswa yang bersifat hafalan. Berpikir spasial yang mengandung karakter geografi dalam menyelesaikan masalah masih belum banyak diterapkan. Pembelajaran yang dirancang untuk menumbuhkan kemampuan berpikir spasial siswa perlu menyajikan permasalahan nyata yang berkaitan dengan ruang yang ada di lingkungan sekitar siswa. Berpikir spasial dapat dicapai melalui pembelajaran inkuiri terbimbing. Setiap proses dalam pembelajaran inkuiri terbimbing melatih siswa untuk berpikir secara aktif dalam membangun sendiri pengetahuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir spasial siswa MAN 3 Kediri.Jenis penelitian ini adalah posttest control group design. Subyek penelitian ini yaitu kelas XI IIS 1 yang berjumlah 36 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IIS 2 yang berjumlah 36 siswa sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa soal uraian sebanyak 11 butir untuk pengukuran kemampuan berpikir spasial siswa. Analisis data menggunakan uji t-test yang digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir spasial siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbingdapat meningkatkan kemampuan berpikir spasial siswa kelas XI IIS 1 MAN 3 Kediri. Hasil tes yang telah dilakukan menujukkan bahwa nilai sig (2-tailed) adalah 0.00 < 0.05 dan nilai rata-rata kelas kontrol 73,42 dan kelas eksperimen 82,22. Maka H0 ditolak atau dengan kata lain model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan berpikir spasial siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, model inkuiri terbimbing dapat digunakan guru sebagai model alternatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir spasial siswa. Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian mengenai model inkuiri terbimbing dengan materi yang berbeda dan variabel yang berbeda.  

    HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KINERJA KARYAWAN

    No full text
    RINGKASAN Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara Persepsi Kepemimpinan Transformasional dengan Kinerja Karyawan pada PT. Matahari Department Store Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Sampel dalam penelitian sebesar 45 karyawan dengan menggunakan Purposive Sampling. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah korelasi Product Moment. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 33,3% subjek memiliki anggapan bahwa manajer memiliki nilai kepemimpinan transformasional yang tergolong dalam kategori tinggi, sedangkan 40% subjek memiliki anggapan bahwa manajer memiliki nilai kepemimpinan transformasional yang tergolong dalam kategori sedang dan 26,6%. subjek memiliki anggapan bahwa manajer memiliki nilai kepemimpinan transformasional yang tergolong dalam kategori rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional tergolong dalam kategori cukup baik. Sedangkan untuk kinerja karyawan sebanyak 97,7% karyawan memiliki kinerja yang tergolong dalam kategori rata-rata, dan 2,2% karyawan memiliki kinerja yang tergolog dalam kategori tinggi. Hasil dari perhitungan korelasi product moment menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kepemimpinan transformasional dengan kinerja karyawan dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 dan nilai korelasi pearson sebesar 0,455. Sehingga dapat disimpulkan bahwa apabila semakin tinggi nilai kepemimpinan transformasional, maka akan semakin tinggi nilai kinerja karyawan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar karyawan  PT. Matahari Department Store Sidoarjo beranggapan bahwa managemen telah menerapkan gaya kepemimpinan transformasional dengan baik serta mayoritas karyawan memiliki tingkat kinerja karyawan dalam kategori sedang. Penelitian ini juga memberikan informasi bahwa ada hubungan yang signifikan antara Persepsi Kepemimpinan Transformasional dengan Kinerja Karyawan pada PT. Matahari Department Store Sidoarjo. Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional, Kinerj

    PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KERUANGAN (SPATIAL THINKING SKILL) SISWA KELAS XI IIS 2 MAN 1 KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2016 diperoleh permasalahan siswa di kelas XI IIS 2 MAN 1 Kota Malang. Keterampilan berpikir keruangan siswa masih rendah. sebagian besar 28 siswa belum mampu menjawab pertanyaan yang diajukan guru bahkan cenderung diam dan ramai berbicara dengan teman sebangku. Sisanya 2 siswa yang mampu menjawab secara benar dan dikaitkan dengan sumber langsung pada kehidupan. Faktor penyebabnya adalah pembelajaran masih didominasi oleh guru, guru hanya memberikan soal yang ada di LKS dan model pembelajaran guru membosankan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu dilakukan penelitian penerapan pembelajaran berbasis masalah yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir keruangan siswa kelas XI IIS 2 MAN 1 Kota Malang. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan keterampilan berpikir keruangan siswa. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IIS 2 MAN  1 Kota Malang sebanyak 30 siswa, yang terdiri dari 12 putra dan 18 putri dengan materi di semester ganjil yaitu Dinamika Penduduk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai tes keterampilan berpikir keruangan pada siklus I dan siklus II. Hasil tes diperoleh kenaikan tindakan dari pra tindakan ke siklus I yaitu 3,1. Kenaikan pada siklus I ke siklus II 6,9. Rata-rata nilai hasil tes keterampilan berpikir keruangan pada siklus I yaitu 79,43 menjadi 86,33 pada siklus II. Presentase peningkatan pada penelitian ini sebanyak 8,68%. Berdasarkan rumusan masalah dan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan keterampilan berpikir keruangan siswa kelas XI IIS 2 MAN 1 Kota Malang pada materi dinamika penduduk Indonesia. Saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: bagi peneliti selanjutnya disarankan mengganti variabel dalam penelitian seperti kemampuan berikir kritis, motivasi, hasil belajar, dll

    Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation Dengan Pemanfaatan Lingkungan Sekitar Sebagai Sumber Belajar Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas XI IPS 2 SMAN Sukodadi Lamongan

    No full text
    ABSTRAK   Fitri, Aulina. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation Dengan Pemanfaatan Lingkungan Sekitar Sebagai Sumber Belajar Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas XI IPS 2 SMAN Sukodadi Lamongan. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Ardyanto Tanjung, SPd, M.Pd (II) Dr. Didik Taryana, M.Si   Kata Kunci : Model Group Investigation, Lingkungan Sekitar, Sumber Belajar, Pemahaman Konsep Geografi   Pendidikan yang mampu mendukung perkembangan dimasa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi siswa sehingga dapat memahami dan mengatasi permasalahan kehidupan. Pembelajaran di kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. Siswa cenderung tidak memahami konsep yang diajarkan, karena pembelajaran yang ditekankan dengan pola pembelajaran yang bersifat penghafalan konsep. Hasil observasi awal, pemahaman konsep geografi siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Sukodadi Lamongan rendah. Hal ini tampak pada rata-rata nilai UAS yang ada di bawah KKM 75. Rendahnya pemahaman konsep kemungkinan disebabkan model pembelajaran yang belum melibatkan siswa untuk aktif. Oleh karena itu diperlukan sebuah tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation untuk meningkatkan pemahaman konsep geografi pada sub bab sumber daya alam kelas XI IPS 2. Tujuan penelitian ini adalah model pembelajaran Group Investigation dengan pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas XI IPS 2. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.. Penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) di SMAN 1 Sukodadi Lamongan dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Pencapaian peningkatan presentase indikator yang paling tinggi dalam penelitian ini yaitu morfologi yang mengalami peningkatan mencapai 9%. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan nilai atau skor siswa pada siklus I dan siklus II yang menunjukan peningkatan sangat signifikan. Peningkatan nilai atau skor tersebut dikarenakan dalam siklus II siswa telah mendapatkan materi dan perlakuan khusus dengan model pembelajaran Group Investigation. Sedangkan tiga indikator konsep geografi lainnya mengalami penurunan presentase kenaikan dari siklus I dan siklus II yakni jarak yang mencapai -2%, lokasi yang mencapai -7%, dan pola yang mencapai -10% penurunan ini disebabkan oleh ketidak fokusan siswa dalam mengerjakan tes akhir pemahaman konsep geografi, disini nilai rata-rata siswa pada indikator lokasi siklus II yakni 78 sedangkan pada siklus I yakni 85 tetapi ketidak naikan presentase ini bukan berarti nilai siswa berda pada di bawah KKM, nilai siswa pada indikator lokasi ini masih diatas KKM tetapi tidak seperti siklus I yang nilainya mencapai 85

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI BERBASIS SMART CAM COPTER (SMARTPHONE CAMERA QUADCOPTER) PADA SMA KELAS 12 IPS DI MAN 2 KEDIRI

    No full text
    ABSTRAK   Awanda, T. A. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi Berbasis Smart Cam Copter (Smartphone Camera Quadcopter) pada SMA Kelas 12 IPS di MAN 2 Kediri. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si, (II) Purwanto, S.Pd, M.Si.   Kata Kunci: Media Pembelajaran, Smartphone, Camera, Quadcopter.   Pemilihan media pembelajaran yang sesuai dapat memberikan peluang keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat dipilih guru untuk menumbuhkan motivasi siswa adalah media pembelajaran Smart Cam Copter (Smartphone Camera Quadcopter). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran dan mengkaji sejauh mana motivasi belajar siswa jika menggunakan media Smart Cam Copter. Penelitian ini merupakan penelitian R & D (Research and Development) dari Borg and Gall. Prosedur pengembangan dilakukan dari tahap studi pendahuluan, tahap perencanaan, tahap pengembangan produk, tahap uji validitas, tahap revisi, tahap uji pengguna, tahap revisi akhir, tahap produksi akhir. Validasi terhadap media ini dilakukan dengan dua tahap yaitu, tahap validasi oleh ahli materi dan tahap validasi oleh ahli media. Media diujicobakan pada 30 siswa SMA kelas 12 IPS di MAN 2 Kediri. Instrumen penelitian berupa lembar rekomendasi untuk validasi ahli media dan ahli materi, dan lembar angket untuk subjek uji coba. Jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Teknik Analisis data menggunakan kriteria penilaian skor skala 5. Hasil analisa data menunjukkan bahwa penilaian siswa uji coba menghasilkan kriteria sangat baik sebesar 5%; kriteria baik sebesar 90%; dan kriteria cukup sebesar 5%. Produk yang dihasilkan berupa Softfile (Buku manual dan Aplikasi pendukung) dan berupa Hardware (perangkat keras media). Penilaian yang baik atau Feedback positif dari siswa ini juga menunjukkan bahwa media Smart Cam Copter mampu menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar materi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis

    0

    full texts

    1,629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇