EDUSAINS
Not a member yet
289 research outputs found
Sort by
PENGARUH LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS MIND MAP TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA PADA KONSEP FLUIDA STATIS
Abstract This study was aimed to determine the effect of the use of mind map-based student worksheet on students’ performance in the concept of Fluid Statics. This research was conducted at MAN Parungpanjang, Bogor District. Students of grade XI science program (XI IPA) in two classess were purposely chosen to participate in this study; students of grade XI IPA 3 for an experimental class and students of grade XI IPA 1 for a control class. The study used quasi experiment with nonequivalent design where pretest and posttest were assigned to the students. The test consisted of 20 items of multiple choice. Beside, non-test instruments, i.e., observation and questionnaire, were also used for further data analysis. Results showed in general that the use of the worksheet influenced students’ learning outcomes in the Statics Fluid concept. T-test analysis on the posttest data showed a significant result at 5% significance level.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis mind map terhadap hasil belajar siswa SMA pada konsep fluida statis. Penelitian ini dilakukan di MAN Parungpanjang Kabupaten Bogor. Siswa kelas XI IPA sebanyak dua kelas dipilih dengan teknik purposive sampling dalam penelitian ini; siswa kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA-1 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunaan kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group di mana pretes dan postes teknik pengambilan sampel purposive sampling Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes berupa tes objektif pilihan ganda sebanyak 20 butir soal. Selain itu, instrumen non tes berupa lembar observasi dan angket juga digunakan untuk analisis data lebih lanjut. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LKS mempengaruhi hasil belajar siswa pada konsep Fluida Statis. Analisis T-test pada data postes menunjukkan hasil yang signifikan pada taraf signifikan 5%. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i1.140
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN SISIPAN MEMBACA KRITIS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
Abstract The aims of this study was to find whether there was an influence of the Discovery Learning model with critical reading insertion (DL-MK) towards critical thinking skills of students of grade VII in one of junior high school in Cimahi. A Quasi Experiment method with The Static-group Pretest-Posttest Design was used in this study. Students were grouped in an experimental group (Discovery Learning model with critical reading/DL-MK) and a control group (Discovery Learning model with non-critical reading/ DL-MB). The data from a test were analyzed using t-test or Mann-Whitney U test with α= 0.05. The findings showed that there was a significant difference of critical thinking skills enhancement on aspects of strategy and tactics between experimental group and the control group (sig. N-gain= 0.014). The results of statistical tests in elementary clarification (sig. N-gain= 0.520) and conclussion (sig. N-gain= 0.144) aspect showed no significant differences between the experimental group and the control group. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menemukan adakah pengaruh dari pembelajaran model Discovery Learning dengan sisipan Membaca Kritis (DL-MK) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII di salah satu SMP di Kota Cimahi. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Quasi Experimental dengan desain The Static-Group Pretest-Posttest.siswa dikelompokkan ke dalam kelas (model Discovery Learning dengan sisipan Membaca Kritis/ DL-MK) dan kelas kontrol (model Discovery Learning dengan sisipan Membaca Biasa/ DL-MB). Data hasil tes dianalisis menggunakan uji-t atau uji U-Mann Whitney dengan α= 0,05. Hasil temuan menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan signifikan peningkatan kemampuan berpikir kritis pada aspek strategi dan taktik di antara kedua kelompok penelitian (sig. N-gain= 0,014). Hasil pengujian statistik pada aspek penjelasan dasar (sig. N-gain= 0,520) dan menyimpulkan (sig. N-gain= 0,144) menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i1.175
PENINGKATAN ASPEK SIKAP LITERASI SAINS SISWA SMP MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN IPA TERPADU
Abstract This study aimed to analyze the increase of science literacy attitude of students through the implementation of Problem Based Learning (PBL) model. This study was a quasi experiment with non-equivalent pretest and posttest control group design. The sample of this study was 50 students of grade 7 in one of state junior high schools in North Lampung City during the academic year of 2014/2015. The sample was choosen through a purposive sampling. Data was collected from a likert-scale science literacy attitude test. The data was analyzed using IBM SPSS Statistics Version 22 and Microsoft Excel. The results showed that N-Gain value of experiment and control class was considered in a sufficient category (respectively 0,44 and 0,31). The result concluded that PBL model gave the proper contribution to the increasing of the students\u27 science literacy attitude. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan aspek sikap literasi sains siswa SMP melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment dengan desain penelitian non-equivalent pretest dan postest control group design. Sampel penelitian ini terdiri dari 50 siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Lampung Utara pada tahun ajaran 2014/2015. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes skala sikap literasi sains yang disusun berdasarkan skala Likert. Data dianalisis menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 dan Microsoft Excel. Hasil menunjukan bahwa nilai N-gain kelas eksperimen dan kontrol termasuk kategori cukup (0,44 dan 0,31). Dapat disimpulkan bahwa model PBL memberi kontribusi yang baik terhadap peningkatan aspek sikap literasi sains siswa. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i1.179
KEMAMPUAN PROSES SAINS SISWA MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU PADA TEMA GLOBAL WARMING
Abstract The purpose of this study was to implement an integrated science learning in order to reveal student’s scientific process skills. Subjects of this study were Grade VII students of SMP in Bandar Lampung. This study used a quantitative approach. Data was collected using test and video recording. With regards to the implementation of the integrated science learning, the data showed that such learning approach has been relatively well implemented. This contributed to the data of students’ scientific process skills which was observed to be improved by 7.5%. This result was strengthened by the data from video recording that showed an adequate achievement of scientific skills indicators. The average percentage of scientific indicators of explaining scientific phenomena, evaluating and designing scientific in research, and interpreting the data and scientific avidence were respectively 68,6%, 77,1%, and 81,7%. These values indicated an overall improvement of 11,5% that was considered to be good. More importantly, students and teachers showed positive response on the integrated science learning. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menerapkan pembelajaran IPA Terpadu untuk mengungkap kemampuan proses sains siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII di SMP Negeri Kota Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitaif. Data dikumpulkan menggunakan soal tes dan perekaman video. Berkaitan dengan penerapan IPA terpadu, data menunjukkan bahwa pembelajaran tersebut telah dilaksanakan dengan relatif baik. Hal ini berdampak pada data kemampuan proses sains siswa yang terlihat meningkat sebanyak 7.5%. Hasil ini diperkuat dengan data dari rekaman video yang menunjukkan pencapaian yang cukup baik pada indikator-indikator kemampuan saintifik. Rata-rata persentase dari indikator saintifik fenomena, mengevaluasi dan merancang penelitian, dan menginterpretasi data dan bukti ilmiah adalah masing-masing 68,6%, 77,1%, and 81,7%. Nilai tersebut mengindikasikan peningkatan keseluruhan sebanyak 11.5% yang cenderung baik. Lebih penting, para siswa dan guru menunjukkan tanggapan positif pada pembelajaran IPA Terpadu. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i1.156
PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP SISWA MELALUI PEMBELAJARAN IPA TERPADU BERBASIS MASALAH BERBANTUAN MIND MAP
Abstract The purpose of this study was to examine the impact of Problem Based Learning aided mind map on student’ mastery of Acid Rain concepts. A quasi experimental research design with a pre-test and post-test control group, which was selected from seventh graders, was used in this study. A total of 76 seventh graders in Bandung at the second-semester of the academic year 2014 /2015 participated in the study. One class (39 students) as experimental group were taught using the Problem Based Learning aided mind map while one other class (37 students) as control group used the Problem Based Learning. The results showed: 1) Student mastery of acid rain concepts in control group increased by 32.2%, 2) Student mastery of acid rain concepts in experimental group increased by 75.6%, 3) There are significant differences (p = 0.000) between the experimental group and control group in improving students\u27 mastery of Acid Rain concepts. Results of this study indicate that Problem Based Learning aided mind map could be helpful in improving students\u27 mastery of Acid Rain concepts. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Berbasis Masalah berbantuan mind map terhadap penguasaan konsep siswa pada materi Hujan Asam. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain pre-test and post-test control group, dengan siswa kelas VII SMP sebagai subjek dalam penelitian ini. Sebanyak 76 siswa kelas VII SMP semester 2 tahun ajaran 2014/2015 di Bandung berpartisipasi dalam penelitian ini. Satu kelas (39 siswa) sebagai kelompok eksperimen diajarkan dengan menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah berbantuan mind map sementara satu kelas lainnya (37 siswa) sebagai kelompok kontrol menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Penguasaan konsep siswa di kelompok kontrol meningkat sebesar 32.2%, 2) Penguasaan konsep siswa di kelompok eksperimen meningkat sebesar 75.6 %, 3) Terdapat perbedaan yang signifikan (p=0.000) antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam peningkatan penguasaan konsep pada materi Hujan Asam. Hasil penelitian ini mengindikaqsikan bahwa Pembelajaran Berbasis Masalah berbantuan mind map dapat membantu dalam meningkatkan penguasaan konsep siswa pada materi Hujan Asam. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i1.158
POLA PEMBINAAN INTERNATIONAL JUNIOR SCIENCE OLYMPIAD (IJSO) IPA DI TINGKAT NASIONAL
Tujuan International Juniors Science Olympiad (IJSO) adalah : 1) Meningkatkan minat para siswa terhadap mata pelajaran sains (Fisika, Kimia dan Biologi) dan Matematika sejak mereka duduk di tingkat SMP, 2) Memberikan Motivasi kepada para siswa agar mereka semakin giat belajar, 3) Sebagai wahana pembinaan berkelanjutan dari lomba sains nasional untuk berkompetisi pada lomba tingkat internasional, 4) Memberikan kesempatan pada siswa untuk lebih memahami arti persaingan yang sehat dan kompetitif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian sebanyak 45 orang siswa SMP kelas VII dan VIII . Rancangan penelitian pada tahap awal berupa seleksi siswa yang meliputi: Sekolah, ketingkat kabupaten/kota, propinsi, nasional, dan internasional, Tingkat nasional siswa diseleksi yang terbaik, dan Pembinaan siswa dikarantina selama beberapa bulan melalui seleksi jalur Olimpiade Sains Nasional (OSN) dari mulai tingkat sekolah, kabupaten/kota, propinsi hingga tingkat nasional untuk keajang internasional sebanyak 6 siswa. Pada tahap kedua tahap pelaksanaan pembinaan (proses) yang bertujuan untuk melatih keberanian Metode pengumpulan data yang terdiri dari: penguasaan Materi Kimia (tes harian) dan tes simulasi. Lingkup materi disampaikan secara bertahap dari konsep sederhana sampai ke tingkat yang sulit, materi setingkat SMA di Indonesia (KTSP), dan tingkat SMA di Inggris A level. Evaluasi kesiapan simulasi diberikan secara internal oleh tim pembina dan tim independen yang kompeten dan berpengalaman. Tahap simulasi dilakukan tiga kali. Metode pengolahan data dilakukan oleh tim pembina olimpiade yang terdiri dari tim pengajar pada di tahap awal dan tim independen di tahap akhir. Hasil akhir diperoleh 15 medali yang terdiri dari: 3 Emas, 5 Perak, 4 Perunggu
MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN TEORI MULTIPLE INTELLEGENCE YANG DOMINAN DALAM KELAS PADA MATERI TEKANAN
Kecerdasan Majemuk atau Multiple Intellegences merupakan suatu kemampuan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan. Kecerdasan majemuk jarang sekali ditinjau sebagai salah satu pertimbangan untuk keberhasilan proses pembelajaran, dalam hal ini membuat siswa memahami materi yang diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan kecerdasan siswa yang dominan dalam kelas dan merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kecenderungan kecerdasan tersebut dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa pada materi tekanan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh presentase ketercapaian kognitif siswa sebesar 83%. Nilai ini lebih besar dari standar minimum ketercapaian kognitif yaitu 70%. Sementara itu, aktivitas mandiri (intrapersonal) didapati memiliki persentase tertinggi, yaitu 78,15% diikuti dengan aktivitas berkelompok siswa yang hanya 54,6%. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dikembangkan dengan pertimbangan dominasi aktivitas mandiri (intrapersonal),. Implementasi dari RPP ini diharapkan mampu mengembangkan kecerdasan intrapersonal siswa dalam rangka meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN ZOOMING PRESENTATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA KONSEP SUHU DAN KALOR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran zooming presentation terhadap hasil belajar siswa kelas X pada konsep suhu dan kalor. Media pembelajaran zooming presentation ini dibuat menggunakan aplikasi Prezi. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 12 Tangerang Selatan. Penelitian berlangsung pada bulan Maret-April 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design dan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel yang diambil adalah kelas X dengan jumlah siswa 33. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes berupa soal pilihan ganda dan non-tes berupa angket. Data hasil instrument tes dianalisis secara kuantitatif, sedangkan data hasil non-tes dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil belajar siswa kelas X pada konsep suhu dan kalor. Hasil uji hipotesis terhadap data posttest menunjukkan nilai thitung = 4,53 dan nilai ttabel = 1,998. Nilai thitung > ttabel, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran zooming presentation lebih tinggi dibandingkan rata-rata hasil belajar siswa tanpa menggunakan media pembelajaran zooming presentation. Hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih unggul dalam meningkatkan kemampuan mengingat (C1), memahami (C2), menerapkan (C3), dan menganalisis (C4). Selanjutnya berdasarkan analisis data nontes berdasarkan angket respon siswa terhadap media pembelajaran zooming presentation berada pada kategori baik dengan persentase 76%
SCIENCE EDUCATORS ATTITUDES TOWARD THE NEW THEMATIC INTEGRATED CURRICULUM IN INDONESIA
Mulai tahun ajaran 2013/2014 pemerintah repubik Indonesia melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan berencana mengimplementasikan kurikulum baru yang bersifat tematik integratif. Perubahan kurikulum ini dilai sangat terburu-buru dan kurang perencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendapat para pendidik sains di Indonesia terkait rencana implementasi kurikulum. Dari Interview dan Fokus Gtup diskusi peneliti menemukan bahwa para pendidik sains berharap pemerintah mau lebih mematangkan persipan kurikulum dan memperhatikan maslah mendasar lainnya seperti pelatihan kompetensi guru dan pendidik sains juga berharap mata pelajaran sains tidak dihilangkan di kurikulum sekolah dasar
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA KONSEP ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA MENGGUNAKAN TWO-TIER MULTIPLE CHOICE
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap miskonsespsi siswa mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada konsep Archaebacteria dan Eubacteria menggunakan two-tier multiple choice. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik Sekolah Menengah Atas ddi Jakarta pada tahun ajaran 2013-2014 yang berjumlah 35 orang siswa. Data tes diagnostik dikumpulkan menggunakan two-tier multiple choice untuk mengidentifikasi pemahaman konsep siswa ke dalam paham konsep, miskonsepsi, tidak paham dan menebak (4 kategori). Hasil menunjukkan 31.12% peserta didik mengalami miskonsepsi pada konsep Archaebacteria dan Eubacteria sedangkan sisanya didominasi oleh kategori tidak memahami