289 research outputs found

    PENGARUH STRATEGI KARYAWISATA DAN SENSITIVITAS EKOLOGIS TERHADAP APRESIASI SISWA TENTANG PELESTARIAN SATWA

    No full text
    Tujuan dari penelitian adalah untuk mengungkapkan pengaruh strategi karyawisata dan sensitivitas ekologi terhadap apresiasi pelestarian satwa. Penelitian dilaksanakan terhadap siswa SMAN 22 Jakarta dengan desain penelitrian eksperimen faktorial 2 x 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) apresiasi pelestarian satwa pada perlakuan karya wisata antara habitat alami dan karya wisata di penangkaran tidak menunjukan adanya perbedaan, (2) Kelompok siswa dengan sensitivitas ekologi tinggi, apresiasi pelestraian satwa antara karya wisata di habitat alami dan di penangkaran tidak menunjukan perbedaan, (3) Kelompok siswa dengan tingkat sensitivitas ekologis rendah, apresiasi pelestarian satwa antara perlakuan  karya wisata di habitat alami dan di penangkaran tidak menunjukan perbedaan, (4) Terdapat interaksi signifikan antara strategi karyawisata dengan sensitivitas ekologis terhadap apresiasi pelestarian satwa. Berdasarkan hal tersebut, maka dalam peningkatan apresiasi siswa dalam apresiasi pelestraian satwa penggunaan strategi pembelajaran melalui karya wisata  dan dikontrol dengan faktor sensitivitas ekologi seharusnya dapat dipertimbangkan

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peningkatan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa yang diperoleh dari pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis proyek. Penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen yang dilakukan di kelas Fisika Dasar, dengan menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sampel kelas eksperimen sebanyak 40 dan kelas kontrol sebanyak 56 sampel yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling purposive yaitu sampel dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa berdasarkan hasil uji hipotesis (uji-t) kemampuan berpikir kreatif kelas eksperimen, harga z untuk -4,43 dan kelas kontrol harga z = -5,29 dengan mempunyai peluang yaitu p = 0,0000 harga p lebih kecil dari α = 0,05 maka H0 ditolak dan hipotesis  diterima Ha. Dengan demikian terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa yang signifikan setelah diterapkan model pembelajaran berbasis

    PROFIL PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) SEBAGAI MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN OLEH GURU BIOLOGI

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pemanfaatan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) sebagai media dan sumber pembelajaran oleh guru biologi di MAN se-Jakarta Selatan. Penelitian ini dilakukan di lima MAN yang ada di Jakarta Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian ini berjumlah lima orang guru biologi dan 139 siswa kelas X. Instrumen penelitian ini terdiri dari instrumen tes dan non tes, instrumen tes yang digunakan adalah tes kompetensi dasar TIK untuk guru biologi, sedangkan instrumen non tes berupa angket atau kuesioner termasuk angket literasi TIK, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara individu persentase literasi TIK guru biologi berdasarkan persepsi guru sudah mencapai kategori baik dan hasil tes kompotensi dasar TIK terkait literasi TIK pun menunjukkan bahwa kompetensi TIK guru biologi sudah masuk kategori baik hingga sangat baik. Hal tersebut mendukung pemanfaatan TIK sebagai media sehingga sudah terkategori cukup dan sebagai sumber pembelajaran mencapai kategori sangat baik. Oleh karena itu, dapat dikatakan hubungan antara literasi TIK guru biologi dengan pemanfaatannya baik sebagai media maupun sumber pembelajaran sangat erat. Literasi TIK guru biologi yang baik akan berpotensi terhadap pemanfaatan TIK yang baik

    HUBUNGAN PEMAHAMAN KONSEP DENGAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER PADA MATA KULIAH FISIKA DASAR

    No full text
    Salah satu model alternatif untuk memfasilitasi mahasiswa mencapai pemahaman dan keterampilan berpikir kritis yakni menerapkan model pembelajaran Treffinger. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemahaman konsep dengan keterampilan berpikir kritis mahasiswa melalui model pembelajaran Treffinger. Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Pendidikan IPA FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mulai bulan September-November 2012.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah one shot case study. Penelitian dilakukan melalui tahap persiapan, pelaksanaan dan analisis data. Hasil penelitian keterlaksanaan model pembelajaran Treffinger materi pokok fluida statis dilihat berdasarkan aktivitas dosen selama proses pembelajaran. Aktivitas dosen dan keterlaksanaan pembelajaran pada setiap pertemuannya kategori sangat baik. Aktivitas mahasiswa termasuk dalam kategori sangat baik. Pemahaman konsep mahasiswa melalui model pembelajaran Treffinger pada sub materi pokok fluida statis dilihat dari nilai rata-rata tes hasil belajar yaitu sebesar 6,35 berada pada kategori cukup. Keterampilan berpikir kritis mahasiswa melalui model pembelajaran Treffinger pada sub materi pokok fluida statis dilihat dari nilai rata-rata tes keterampilan berpikir kritis yaitu sebesar 6,57 berada pada kategori cukup. Terdapat hubungan pemahaman konsep dengan keterampilan berpikir kritis mahasiswa melalui model pembelajaran Treffinger pada sub materi pokok fluida statis berdasarkan hasil perhitungan koefisien korelasi menunjukan hubungan signifikan dengan kategori korelasi sedang

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Learning Cycle pada konsep Sistem Pencernaan pada Manusia terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Adapun model pembelajaran Learning Cycle yang diterapkan adalah jenis 5E (Engangement, Exploration, Explanation, Elaboration dan Evaluation). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 9 Kota Tangerang Selatan sedangkan sampelnya adalah seluruh siswa di kelas VIII 7 (38 orang) dan VIII 8 (38 orang) SMP N 9 Kota Tangsel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Sampling Purposive. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Quasi-eksperimental design dengan desain penelitian berupa nonequivalent control group design. Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai yang ditujukan untuk mengukur keterampilan berpikir kritis. Sedangkan lembar observasi digunakan untuk mengamati keterlaksanaan model pembelajaran Learning Cycle oleh guru dan keterampilan berpikir kritis yang tergali oleh siswa. Analisis data menggunakan uji-t diperoleh hasil thitung 3,703 dan ttabel pada taraf signifikansi 5 % sebesar 2, maka thitung > ttabel. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Learning Cycle pada konsep Sistem Pencernaan pada Manusia berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK PILIHAN GANDA TIGA TINGKAT UNTUK MENGAKSES KEMAMPUAN MAHASISWA CALON GURU FISIKA

    No full text
    Tiga puluh butir soal dan dua puluh butir soal instrumen tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat telah dikembangkan untuk mendeteksi kemampuan pengetahuan esensi inkuiri sains dan pengetahuan konten Optika Geometri mahasiswa calon guru Fisika. Metode campuran kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam mengembangkan tes diagnostik selama dua bulan proses perkuliahan Optika Geometri yang melibatkan 38 mahasiswa. Tujuan  penelitian adalah pengembangan dan penerapan tes diagnostik untuk mengukur pemahaman mahasiswa tentang esensi inkuiri sains dan  materi Optika Geometri. Instrumen tes diagnostik terlebih dahulu didesain, kemudian disempurnakan selama proses, direvisi dan digunakan untuk mendeteksi dan menilai pemahaman mahasiswa terkait pengetahuan esensi inkuiri sains dan materi Optika Geometri. Setiap butir soal dirancang memiliki tiga tingkat, tingkat konten (content tier) mengukur kemampuan pengetahuan Optika Geometri atau kemampuan esensi inkuiri sains; tingkat alasan (reason tier) mengukur kemampuan penjelasan atau eksplanatori pengetahuan yang mendasari memilih salah satu jawaban;  dan tingkat kepercayaan (confidence tier) untuk mengukur derajat keyakinan dalam menentukan jawaban dan alasan yang dipilih.Versi akhir dari instrumen tes memiliki reliabilitas Cronbach alpha untuk tes inkuiri sains 0,87 dan untuk tes materi Optika Geometri 0,83. Bukti validitas diperoleh dari pertimbangan tiga dosen pakar dan analisis teknik korelasional antar skor validator untuk memperlihatkan konsistensinya

    IMPLEMENTASI MODEL TUTORIAL BERBASIS KOMPUTER FISIOLOGI HEWAN UNTUK MEMBEKALI KEMAMPUAN REKONSTRUKSI KONSEP MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan model perkuliahan fisiologi hewan yang diharapkan mampu membekali kemampuan rekonstruksi konsep bagi mahasiswa calon guru biologi. Strategi perkuliahan ditempuh melalui implementasi model tutorial berbasis komputer. Sebanyak 80 orang mahasiswa S1 calon guru biologi dibagi ke dalam dua kelompok, 41 mahasiswa mengikuti perkuliahan model tutorial komputer, dan 39 mahasiswa mengikuti perkuliahan konvensional. Kemampuan rekonstruksi konsep diukur dengan membandingkan skor sebelum pembelajaran (pretes) dengan setelah implementasi model (postes) di antara kedua kelompok belajar. Selain itu, untuk mengungkap pandangan mahasiswa mengenai pengalaman belajarnya, seperangkat angket disebarkan kepada mahasiswa yang mengikuti model perkuliahan.  Efektivitas program perkuliahan dievaluasi dengan tes tertulis bentuk respon terbatas pada mahasiswa yang mengikuti program perkuliahan model tutorial komputer dibandingkan dengan mahasiswa dari kelompok konvensional. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan terjadi peningkatan  kemampuan rekonstruksi konsep pada kedua kelompok belajar, namun mahasiswa yang mengikuti perkuliahan model tutorial berbasis komputer menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok mahasiswa peserta perkuliahan konvensional. Mahasiswa menanggapi positif implementasi model tutorial berbasis komputer dalam perkuliahan fisiologi hewan. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model tutorial berbasis komputer pada penelitian ini dinyatakan lebih efektif dan mampu  membekali mahasiwa calon guru biologi dalam meningkatkan kemampuan  rekonstruksi konsep

    KREATIVITAS GURU BIOLOGI DALAM MEMETAKAN KOMODITAS HAYATI UNGGULAN LOKAL KE DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kreativitas guru Biologi SMA dalam memetakan topik-topik dari berbagai aspek komoditas hayati unggulan lokal melalui penggunaan metode mind map dan mengetahui kemampuan guru dalam memetakan topik-topik komoditas hayati unggulan lokal ke dalam pembelajaran Biologi di SMA. Analisis data kreativitas guru Biologi SMA dilakukan secara deskriptif kuantitatif terhadap mind map dengan menggunakan kriteria sesuai instrumen yang dikembangkan. Adapun analisis data tentang jumlah topik-topik Biologi dan jenis kegiatan pembelajaran berbasis komoditas hayati unggulan lokal dilakukan secara deskriptif kuantatif dan kualitatif. Hasil kajian ini menunjukkan nilai aspek-aspek kreativitas guru Biologi yang tinggi, yaitu kemampuan berpikir asli (91,67), peka terhadap masalah (91,67), kemampuan berpikir lancar (90), kemampuan berpikir luwes (88,33), dan kemampuan berpikir terperinci (86,67). Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan guru, dapat diidentifikasi 15 topik Biologi SMA yang berkaitan dengan komoditas hayati unggulan lokal di Kabupaten Majalengka. Adapun kegiatan pembelajaran berbasis komoditas hayati unggulan yang diusulkan oleh guru tersebar di masing-masing tingkatan kelas dan semesternya dengan jumlah yang berbeda-beda

    MODEL EDUCATION RECONSTRUCTION MODUL PERKULIAHAN PENELITIAN LABORATORIUM BERBASIS PROBLEM SOLVING-DECISION MAKING

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar pada matakuliah Penelitian Laboratorium (PL) di Universitas Cendrawasih, Papua. Penelitian menggunakan metode reseach and development (R&D) yaitu mengembangkan bahan ajar perkuliahan berdasarkan Model of educational reconstruction (MER).  Topik yang dipilih untuk dikembangkan adalah konteks kimia batu gamping yang dilakukan dengan pendekatan Problem Solving-Decision Making (PSDM). Penelitian melibatkan lima orang ahli untuk memvalidasi bahan ajar yang telah dibuat.  Berdasarkan respon ahli didapatkan hasil bahan ajar perkuliahan topik konteks kimia batu gamping berbasis PSDM telah memenuhi kriteria sebagai berikut ketepatan materi (konten dan konteks), kesesuaian antara konten dan konteks, kesesuaian materi dengan kurikulum (tujuan pembelajaran), ketepatan gambar dan tugas percobaan, dan kesesuaian materi dengan  kemampuan mahasiswa. Nilai content validity ratio (CVR) rata-rata  untuk bahan ajar perkuliahan  adalah 0,84, CVIh> CVIt(0,84 > 0,73), hal ini menandakan bahwa bahan ajar perkuliahan yang dikembangkan layak digunakan untuk mahasiswa pendidikan kimia

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    EDUSAINS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇