EDUSAINS
Not a member yet
289 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERBASIS EKSPERIMEN PADA KONSEP LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan siswa dalam memecahkan masalah yang tertuang dalam lembar kerja siswa (LKS) selama mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran problem solving berbasis eksperimen pada konsep larutan elektolit dan nonelektrolit. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMA Negeri 89 Jakarta tahun ajaran 2012/2013. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif. Perolehan data dilakukan dengan menggunakan instrumen lembar kerja siswa (LKS) untuk kemampuan memecahkan masalah. Analisis data untuk kemampuan memecahkan masalah yang tertuang dalam lembar kerja siswa (LKS) dengan nilai persentase. Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah yang tertuang dalam lembar kerja siswa (LKS) yaitu kemampuan siswa dalam mengemukakan hipotesis, menentukan judul eksperimen, menentukan tujuan eksperimen, membuat prosedur kerja eksperimen, mencatat data pengamatan, membuat kesimpulan, membuat abstraksi, dan menyelesaikan tugas konsolidasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dikategorikan sebagai baik dan sangat baik
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK TWO-TIER UNTUK MENDETEKSI MISKONSEPSI SISWA SMA PADA TOPIK ASAM-BASA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen diagnostik pilihan ganda two-tier untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa SMA pada topik asam basa (Tes Diagnostik Two-tier untuk Mendeteksi Miskonsepsi Siswa pada Topik Asam-basa/ TDTMMTA). Pengembangan instrumen diagnostik ini menggunakan kerangka kerja yang diuraikan oleh Treagust (1998). Dalam pengembangan instrumen ini, 154 siswa dilibatkan dalam wawancara, tes uraian, tes pilihan ganda dengan alasan terbuka, dan tes diagnostik two-tier. Dari keseluruhan siswa, 34 siswa digunakan untuk mengidentifikasi miskosepsi siswa menggunakan TDTMMTA. Terdapat 16 butir soal valid dengan nilai reliabilitas menggunakan persamaan Cronbach’s Alpha sebesar 0,764. Berdasarkan analisis miskonsepsi dari enam konsep utama dari asam basa, mayoritas siswa (54,46%) mengalami miskonsepsi pada konsep pH. Tetapi, sedikit siswa (15,54%) mengalami miskonsepsi pada konsep perhitungan pH. Secara keseluruhan, instrumen TDTMMTA cukup efektif untuk menentukan miskonsepsi siswa. Oleh karena itu, instrumen ini dapat digunakan sebagai tes alternatif untuk mengevaluasi miskonsepsi siswa pada topik asam basa
DESKRIPSI PERKEMBANGAN KETERAMPILAN KERJA ILMIAH DENGAN PENDEKATAN INKUIRI BERBASIS SCAFFOLDING TERHADAP SISWA KELAS XI IPA SMAN 7 PONTIANAK
Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan perkembangan keterampilan kerja ilmiah siswa melalui model pembelajaran inkuiri berbasis Scaffolding pada materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas XI IPA2 SMAN 7 Pontianak yang berjumlah 34 siswa. Data penelitian dikumpulkan dari hasil LKS dengan pendekatan keterampilan kerja ilmiah pada saat proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan ketuntasan individual siswa pada pertemuan pertama, kedua, ketiga dan keempat yang secara berurutan adalah 15%, 58%, 70% dan 87%. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri berbasis scaffolding dapat mengembangkan keterampilan kerja ilmiah siswa
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DI MADRASAH ALIAH NEGERI SE-JAKARTA SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi yang menggambarkan tentang penggunaan media pembelajaran yang digunakan oleh guru biologi dalam proses kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini dilakukan di lima MAN yang ada di Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Sampel penelitian ini berjumlah lima orang guru biologi dan 153 siswa kelas X. Hasil penelitian yang didapat bahwa media yang sering digunakan oleh guru di kelas pada pembelajaran biologi adalah ICT atau multimedia, media gambar diam, dan media gambar gerak, sedangkan media yang jarang digunakan adalah media relia dan film dengan suara. Guru mempertimbangkan karakteristik konsep biologi dalam menentukan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi yang menggambarkan tentang penggunaan media pembelajaran yang digunakan oleh guru biologi dalam proses kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini dilakukan di lima MAN yang ada di Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Sampel penelitian ini berjumlah lima orang guru biologi dan 153 siswa kelas X. Hasil penelitian yang didapat bahwa media yang sering digunakan oleh guru di kelas pada pembelajaran biologi adalah ICT atau multimedia, media gambar diam, dan media gambar gerak, sedangkan media yang jarang digunakan adalah media relia dan film dengan suara. Guru mempertimbangkan karakteristik konsep biologi dalam menentukan media pembelajaran
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY OF RESPONSE INDEX (CRI) PADA KONSEP FOTOSINTESIS DAN RESPIRASI TUMBUHAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap miskonsespsi siswa di beberapa SMAN se-Kota Tangerang Selatan pada konsep Fotosintesis dan Respirasi Tumbuhan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Pengambilan sampel yang dilakukan menggunakan teknik propotional stratified random sampling, sehingga didapatkan sampel dari strata atas, tengah dan bawah sebanyak 1 sekolah dengan masing-masing sekolah diambil 2 kelas. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa Tes Pilihan Ganda Beralasan Terbuka disertai kolom CRI. Dari penelitian ditemukan bahwa persentase siswa yang mengalami miskonsepsi sebesar 37,69 % dan persentase tersebut lebih kecil dibandingkan dengan persentase siswa yang tidak tahu konsep. Miskonsepsi yang dialami siswa banyak terjadi pada waktu penggunaan gas untuk fotosintesis dan respirasi tumbuhan
PROFIL KETERAMPILAN ARGUMENTASI SISWA PADA KONSEP KOLOID YANG DIKEMBANGKAN MELALUI PEMBELAJARAN INKUIRI ARGUMENTATIF
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalis profil keterampilan argumentasi siswa salah satu Madrasah Aliyah Negeri di Bandung yang dikembangkan melalui pembelajaran inkuiri argumentatif pada konsep Sistem Koloid. Instrumen penelitian berupa rubrik penilaian untuk menilai: kinerja praktikum, laporan praktikum, kualitas argumentasi dan karakter ilmiah. Data-data diperoleh dari observasi pelaksanaan delapan tahap proses pembelajaran, yaitu: identifikasi tugas dan pertanyaan inkuiri; pengumpulan dan analisis data; pengembangan argumentasi tentatif, sesi argumentasi, penyusunan laporan, penilaian sejawat, revisi, dan diskusi eksplisit dan reflektif. Siswa bekerja secara kelompok dan berdiskusi berdasarkan tugas yang diberikan melalui lembar kerja. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas siswa selama pembelajaran menunjukkan proses penerapan pembelajaran inkuiri argumentatif berjalan baik. Kualitas argumentasi siswa secara lisan jauh lebih baik dibandingkan dengan tulisan. Karakter ilmiah siswa berkembang dengan baik, khususnya sikap komunikatif dan toleransi. Dengan demikian penerapan pembelajaran inkuiri argumentatif pada konsep koloid dapat meningkatkan keaktifan siswa, mengembangkan keterampilan berargumentasi siswa, dan mengembangkan karakter ilmiah siswa
PROFIL PENGGUNAAN AUTHENTIC ASSESSMENT DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI MADRASAH ALIYAH SE-KOTA BOGOR
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara sistematis mengenai fakta penggunaan authentic assessment oleh guru Biologi di Madrasah Aliyah Se-Kota Bogor. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014, dimulai pada bulan September sampai dengan bulan Oktober 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian ini berjumlah lima Madrasah Aliyah yaitu MAN 1 Kota Bogor, MAN 2 Kota Bogor, MA Persatuan Umat Islam (PUI), MA Al-Ghazaly, dan MA Al-Haitsam. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen non tes yang terdiri dari dokumentasi berupa lembar daftar cek penilaian otentik, angket penilaian otentik, dan wawancara. Analisis data dilakukan terhadap data kualitatif dan kuantitatif, untuk data kuantitatif analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus deskriptif persentase, kemudian hasil persentase dikategorikan sesuai dengan kategori persentase menurut John Wilkinson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian dokumen penilaian kinerja atau unjuk kerja dan dokumen penilaian diskusi atau presentasi pada kelima dokumen penilaian otentik sudah termasuk dalam kategori sesuai dan hasil angket mengenai penilaian otentik telah menunjukkan bahwa penggunaan authentic assessment dalam pembelajaran Biologi di Madrasah Aliyah Kota Bogor sudah berkategori baik
PEMANFAATAN PETA KONSEP (CONCEPT MAPPING) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KONSEP SENYAWA HIDROKARBON
oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1094Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang senyawa hidrokarbon dengan pemanfaatan peta konsep. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 8 Ciputat-Tangerang Selatan pada bulan April sampai dengan Juni 2007. Metode yang digunakan berupa Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan dua siklus. Siklus I dilakukan dua kali pertemuan dengan bahasan komposisi hidrokarbon dan kekhasan atom karbon. Siklus II dilakukan lima kali pertemuan pada bahasan penggolongan hidrokarbon, reaksi dan kegunaannya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dengan siklus I soal dibatasi pada jenjang pengetahuan dan pemahaman, sedangkan siklus II mencapai jenjang aplikasi dan analisis. Instrumen lainnya berupa angket tanggapan siswa terhadap peta konsep, lembar observasi, serta wawancara guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan ketercapaian indikator keberhasilan dengan peningkatan nilai rata-rata siswa siklus I sebesar 70,3 menjadi 80,8 pada siklus II. Pada siklus II tidak ada siswa yang mendapat nilai kurang dari 60,0. Angket tanggapan siswa terhadap peta konsep dalam pembelajaran terjadi peningkatan prosentase pada seluruh pernyataan dari siklus I ke siklus II. Penelitian ini membuktikan bahwa pemanfaatan peta konsep memberikan dampak positif bagi siswa dalam proses belajar mengajar dan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukkan bagi para pendidik dalam memilih strategi mengajar yang tepat untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar yang diharapkan
MISKONSEPSI KONSEP ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada konsep Archaebacteria dan Eubacteria. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan instrumen berupa pilihan ganda beralasan terbuka sebagai alat ukur. Unit analisis dalam penelitian adalah siswa MAN kelas X berjumlah 72 orang. Hasil analisis ditemukan ketidakpahaman pada konsep Archaebacteria dan Eubacteria (61%) yang mendominasi kategori lainnya. Sedangkan kategori Paham konsep dan Miskonsepsi hanya sebesar 19% dan 20%. Miskonsepsi yang dialami siswa dari hasil diagnosa alasan terbuka menunjukkan lebih banyak miskonsepsi utuh dibandingkan dengan miskonsepsi sebagian. Miskonsepsi utuh teridentifikasi dengan siswa beranggapan bahwa bakteri lebih banyak menimbulkan kerugian daripada keuntungan bagi manusia dan lingkungan
PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP KESETIMBANGAN KIMIA DENGAN PENDEKATAN INKUIRI TERINTEGRASI NILAI
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan konsep kesetimbangan kimia yang terintegrasi nilai dengan menggunakan pendekatan pembelajaran inkuiri. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 3 Jakarta pada tanggal 20 Oktober sampai dengan 25 November 2008. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat kegiatan yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar berupa pilihan ganda. Data yang diperoleh kemudian dihitung nilai N-Gain dan dan diuji signifikansinya dengan uji-t.Berdasarkan hasil analisis kuantitatif dengan menggunakan N-Gain diperoleh rata-rata N-Gain untuk siklus I sebesar 0,6 (kategori sedang) dan pada siklus II skor rata-rata N-Gain yaitu 0,8 berada (kategori tinggi). Uji-t data hasil perhitungan rata-rata N-Gain siklus I dan siklus II diperoleh nilai thitung sebesar 4,17 dan nilai ttabel sebesar 2,05 pada taraf signifikansi 95%, jadi thitung 4,17>ttabel 2,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaaan yang signifikan peningkatan hasil belajar siswa di siklus I dan siklus II